Pages

Tuesday, June 5, 2007

Sinergy pendidikan


" Allah mengangkat orang yang beriman dan berilmu dengan beberapa derajat "
( QS. Al Mujadilah : 11 ).

Imam Ibnul Qayim al Jauzi dalam kitab Madarijussalikin menyatakan bahwa hidup akan mempunyai makna dengan ilmu. Itulah yang membedakan hidup manusia dengan makhlu yang lain. Jika hewan dan tumbuh-tumbuhan dapat hidup dengan makanan dan minuman , tanah dapat hidup (menjadi subur )dengan air hujan, maka manusia hidup dengan ilmu. Dengan ilmu seorang individu menjadi mulia, dengan ilmu suatu masyarakat menjadi berkualitas. Oleh sebab itu umat islam sejak dulu berdiri pada ilmu pengetahuan. Kejayaan Islam bermula dengan ilmu, sebagaimana kejayaan umat islam di Baghdad, kejayaan Islam di Spanyol dan lain sebagainya. Siapapun yang menjadikan ilmu sebagai prioritas utama, maka masyarakat itua akan menjadi masyarakat terbaik. Hari ini Jepang unggul karena ilmu, Amerika unggul karena ilmu, masyarakat yahudi menguasai dunia karena mereka menguasai ilmu, sebab itu menjadi sunatullah ( hukum Allah ), siapa yang bersama ilmu maka mereka akan menjadi mencapai kesuksesan. Kesuksesan dunia dicapai dengan ilmu pengetahuan, sedangkan kesuksesan akhirat dicapai dengan iman, sebab itulah dalam Al Quran berfirman : " Allah akan mengangkat orang yang beriman dan orang berilmu beberapa derajat " ( QS. Mujadilah : 11 ) . Iman dan ilmu agama kunci kesuksesan di akhirat sedangkan ilmu pengetahuan dunia merupakan kesuksesan hidup di dunia; sehingga dengan penggabungan iman dan ilmu merupakan kebahagian dunia dan akhirat.

Seorang ulama, Imam Ahmad berkata kepada anaknya : " Wahai anakku, bergaullah dengan orang yang berilmu dan berkumpullah bersama mereka, karena Allah menghidupkan hati dengan cahaya hikmah, sebagaimana dia menghidupkan bumi dengan air hujan.

Dalam sebuah hadis disebutkan " Pelajarilah ilmu, karena mempelajarinya karena Allah merupakan wujud dari rasa takut kepada Allah, mencarinya adalah ibadah, mengulang kaji adalah tasbih, mengkajinya adalah jihad, mengajarkannya kepada orang yang belum mengetahuinya adalah sadaqah,dan memberi belanja kepada orang yang menuntut ilmu adalah taqarrub kepadaNya. Ilmu merupakan petunjuk yang halal dan yang haram, jalan bagi penghuni surga,teman saat takut, kawan saat seorang diri, saksi pada saat lapang dan sempit, senjata menghadapi musuh, dan hiasan disamping kawan. Dengan ilmu Allah meninggikan beberapa kaum, dan menjadikannya mereka perintis dalam kebaikan, dan pemimpin yang jejaknya diikuti,perbuatan mereka ditiru, dan pendapat mereka dapat dipakai. Malaikat menyukai perkumpulan mereka, dan mengusap-ngusap dengan sayapnya. Semua makhluk akan meminta ampun kepada mereka termasuk ikan di lautan dan binatang buas di daratan. Sebab ilmu merupakan kehidupan hati dari kebodohan, dan pelita bagi penglihatan dari kegelapan. Dengan ilmu seorang hamba dapat mencapai kedudukan yang paling baik dan derajat yang tinggi, di dunia dan di akhirat. Memikirkan ilmu menyerupai puasa dan mengkajinya menyerupai shalat malam. Dengan ilmu tali persaudaraan dijalin, dengan ilmu dapat diketahui mana yang halal dan mana yang haram. Ilmu adalah imam bagi amal. Orang yang berbahagia akan diberikan ilham dan ilmu dan orang yang sengsara tidak akan mendapatkannya " ( Hadis riwayat Thabrani dan Abdul barri).



Umat islam di Indonesia sejak awal sangat peduli dengan ilmu. Menurut A. Hasymi, setelah kerajaan Islam peureulak pertama kali berdiri pada bulan Muharram tahun 255 Hijriyah (l840 Masehi) dibawah Sultan Sayid maulana Abdul Aziz dengan gelar Sultan Alaidin Sayid maulana Abdul Aziz Syah, dengan ibukota Bandar Peureulak, yang dirubah nama menjadi "Bandar Khalifah ".Sultan mendirikan beberapa lembaga pendidikan islam. Dayah pertama adalah dayah Cot Kala ( sekarang bernama kampung Bayeun di Aceh Timur ) yang dipimpin oleh ulama Syekh Muhammad Amin. Dayah Cot kala ini menjadi pusat kegiatan ilmu dan menghasilkan banyak ulama dan sarjana serta pemimpin masyarakat di kerajaan Aceh seperti Peureulak, Samudra pasai, Beunua( Tamiang), Lingga, Daya dan lamuri.Pengasas dayah Cot Kala ini akhirnya diangkat menjadi sulthan Pereulak yang berkuasa dari tahun 310-334 Hijriyah/922-946 Masehi dengan gelar Sultan Makhdum Alaidin Malik Muhammad Amin Syah Johan Berdaulat Untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dengan lebih bhebat lagi, Sultan meminta beberapa ulama dari Arab, Persia, dan Gujarat untuk datang ke Aceh dan mengajar di dayah Cot Kala sehingga dayah tersebut dapat menghasilkan sarjana islam yang dapat mengembangkan ajaran Islam di seluruh Aceh. Para ulama yang tamat dari lembaga ini menyebarkan islam ke wilayah lain di Aceh, dan mendirikan dayah-dayah lain, seperti Dayah Seureuleu, Dayah Blangpria dan lain sebagainya

Pada zaman keemasan Kerajaan Aceh, juga kekuatan pada ilmu penegtahuan dengan berdirinya Jamiah Baiturrahman di lokasi Masjid Baiturrahman sekarang di Banda Aceh. Jamiah Baiturrahman tersebut memang asalnya adalah sebuah masjid yang dibangun oleh Sulthan Alaidin Mahmud Syah pada tahun 1292 Masehi(691Hijriyah), dan kemudian dibesarkan oleh Sulthan-sultan setelahnya terutama oleh Sultan Iskandar Muda Disamping sebagai tempat ibadah, Masjid Baitur Rahman merupakan sebuah lembaga perguruan tinggi yang terbesar di Asia tenggara pada waktu itu lengkap dengan segala cabang ilmu pengetahuan dengan guru yang datang dari Turki, Arab, Parsi, India dan lainnya. Jamiah Baiturrahman pada waktu ityu telah mempunyai beberapa fakulti yang disebut dengan nama "Daar" yaitu :
1.Dar Tafsir wal Hadis ( Fakultas Tafsir dan Hadis )
2.Dar Thib ( Fakultas perubatan ).
3.Dar Kimia ( Fakultas kimia )
4.Dar Tarikh ( Fakultas ilmu sejarah )
5.Dar Hisab ( Fakultas ilmu Matematika)
6.Dar Siayasah ( Fakultas ilmu polotik )
7.Dar Aqli ( iilmu sains fisika)
8.Dar Zira'ah( Fakultas Pertanian )
9.Dar Ahkam (Fakultas Hukum )
10.Dar Falsafah ( Fakultas falsafah ).
11.Dar Kalam ( Fakultas Ilmu Kalam/Teologi)
12.Dar Wizarah ( Fakultas ilmu Administrasi Pemerintahan )
13.Dar Khazanah Baitul Maal ( Fakultas Ilmu Keuangan )
14.Dar Ardh ( fakulas ilmu pertambangan )
15.dar Nawu ( Fakultas Ilmu Bahasa )
16. Dar Mazahib ( Fakultas Perbandingan Agama )
17.Dar Harb ( Fakultas ilmu militer )

Jamiah Baiturahman ini dipimpin oleh seorang Syeikh ( rektor ) , dan diantara ulama terkenal yang pernah menjadi Syeikh Jamiah adalah Syamsuddin Sumatrani dan Nuruddin ar Raniri.

Dari catatan diatas dapat dilihat bahwa Jamiah Baiturahman pada waktu itu selain berfungsi sebagai masjid tetapi juga merupakan pusat ilmu pengetahuan baik meliputi ilmu-ilmu agama dan sains akademik. Sebab itulah oleh penjajah Belanda Jamiah Baiturahman tersebut dibakar pada tahun 1873, kemudian dibangun kembali oleh Belanda dengan lebih kecil dan hanya berfungsi sebagai tembpat ibadah sampai hari ini, sehingga membuat masjid yang pada mulanya befungsi sebagai Jamiah, tempat lembaga pendidikan tinggi , berubah fungsi hanya menjadi tempat ibadah.

Dari kajian historis diatas, sudah sewajarnya ummat islam setiap daerah berusaha menjadikan pendidikan islam di tempatnya menjadi lembaga pendidikan unggulan. Hari ini kita lihat banyak umat islam mempunyai lembaga pendidikan baik madrasah, pondok pesantren, akademi, universitas, tetapi kualitas lembaga pendidikan tersebut jauh kalah dibanding lembaga pendidikan yang sama tetapi di kelola oleh umat agama lain. Hari ini banyak Organiasi Islam mendirikan SD, SMA, SMU, tetapi kondiri lembaga pendidikan yang dikelola oleh umat islam masih kalah dengan sekolah yang dikelola oleh organisasi nasrani, kelompok cina dan lain sebagainya. Demikian juga konglomerat Islam sibuk membangun pesantren dengan bangunan yang megah; tetapi tak memiliki kualitas malahan saling pesantren berebut lahan santri. Padahal sudah sepatutnya setiap pesantren memiliki karakteristik dan keistimewaan, sehingga setiap pesantren unggul di bidang masing-masing. Demikian juga dengan universitas umat islam, semua membangun universitas, tetapi tidak punya keunggulan; padahal sepatutnya setiap universitas umat islam mempunyai keunggulan dalam bidang-bidang tertentu. Universitas A, unggul didibang sains dan teknologi, Universitas B unggul dibidang kediokteran, universitas C unggul dibidang ilmu sosial; sehingga dengan demikian umat islam mempunyai universitas unggul di tiap bidang studi. Inilah yang dimaksdu dengan sinergi pendidikan, baik dari tingkat sekolah rendah, pondok pesantren sampai perguruan tinggi. Malahan bukan suatu yang mustahil bila suatu saat nanti, jika umat islam ingin belajar ekonomi Islam umat islam terpaksa ke universitas trisakti, atau ke universitas Barat, sebab umat islam tidak memiliki universitas yang bermutu dalam jurusan ekonomi islam .Fa'tabiru ya ulil albaab.
Kuala Lumpur, 7 Juni 2007
Muhammad Arifin ismail.

No comments:

Post a Comment