Pages

Friday, May 18, 2007

KERJA NABI DAN RASUL

“ Carilah karunia Allah dengan bekerja di muka bumi ini dan ingatlah kepada Allah “ (QS. Al-Jumuah : 10 )

Dalam kitab “ Iktisab fi rizqil mustathab “, Muhammad bin al hasan as Syaibani, murid dari Imam Abu hanifah, menyatakan bahwa kerja keras itu adalah merupakan sunnah para nabi dan rasul ( tariqul mursalin ). Menurut beliau, orang yang pertama kali bekerja keras adalah nabi Adam alaihissalam. Hal ini berdasarkan ayat “ Hai Adam sesungguhnya syetan ini adalah musuh bagimu dan isterimu, maka janganlah sampai dia mengeluarlah kamu berdua dari dalam surge yang menyebabkan kamu akan sengsara “ ( Q.S.Taha : 117 ). Maksud sengsara ( tasyqa ) dalam ayat ini adalah sengsara dan susah dalam mencari bekerja mencari rezeki. Dalam suatu riwayat disampaikan bahwa nabi Adam sewaktu turun ke atas permukaan dunia, maka datanglah Jibril dengan membawa biji gandum. Jibril kemudian mengajarkan kepada nabi Adam bagaimana menanam biji gandum dan memelihara mengolah dan memelihara pokok gandum tersebut, dan kemudian mengajarkan nabi Adam bagaimana menuai buah gandum dan memproses biji gandum menjadi tepung gandum, selanjutnya mengajarkan Adam bagaimana membuat roti daripada tepung gandum tersebut. Setelah selesai membuat roti, masuklah waktu ashar, kemudian Jibril berkata : Allah menyampaikan salam kepadamu wahai Adam, dan jika kamu menahan diri sebentar lagi dengan berpuasa (sampai waktu berbuka), maka Allah akan mengampunkan dosa-dosamu, dan memberikan pertolongan kepada anak cucumu. Oleh sebab itu Adam menahan dirinya dari memakan roti tersebut sampai waktu berbuka, padahal dia sangat ingin untuk mencicipi roti yang baru dibuatnya tersebut agar dia dapat merasakan apakah roti itu sama lezatnya dengan makanan di surga. ( Iktisab fi rizqil mustathab, Imam Syaibani, halaman.27 ). Dari keterangan diatas dapat dilihat bahwasanya nabi Adam alaishisalam sejak hari pertama turun kedunia telah bekerja untuk mencari rezki dengan menanam gandum, memproses gandum menjadi tepung dan membuat roti dari tepung gandum yang diprosesnya di bawah bimbingan malaikat Jibril alaihisalam. Hal ini menunjukkan bahwa anggapan selama ini bahwa orang zaman dahulu, manusia purba hidup mereka adalah seperti “ manusia tarzan “, yang hidup di atas pohon dan makan daun kayu adalah salah sama sekali, sebab riwayat menyatakan bahwa nabi Adam telah makan roti sejak hari pertama dia turun ke dunia. Sejarah membuktikan bahwa nabi Adam manusia pertama telah mengenal peradaban dengan makan roti.

Demikian juga riwayat menyatakan bahwa nabi Idris setelah nabi Nuh adalah seorang tukang jahit, dan seorang perancang busana. Berarti manusia purba dalam konsep islam bukanlah orang yang hanya memakai pakaian seperti “manusia tarzan “ yang hanya memakai celana dalam, tetapi mansuia yang telah berpakaian. Nabi Adam dan Hawa sebaik turun ke bumi, diajarkan jibril juga bagaimana membuat baju dari kulit kayu, sehingga Adam dan hawa sejak hari pertama kedatangannya ke dunia sudah memakai baju dan menutup aurat. Berarti keturunan Adam, masyarakat pada zaman nabi Adam telah memakai baju, maka tidaklah salah jika nabi Idris yang datang setelah generasi nabi Adam bekerja sebagai tukang jahit dan perancang baju. Baju adalah alat untuk menutup aurat, oleh sebab itu jika menutup aurat itu wajib, maka membuat baju adalah merupakan suatu kewajiban. Nabi dan rasul sebagai mansuia contoh, adalah orang yang pertama melakukan kewajiban dalam menutup aurat, sehingga jika nabi Adam dan Idris telah memakai baju bukanlah cerita dongeng.

Nabi Nuh alaishisalaam adalah seorang tukang kayu, sehingga beliau dapat membuat kapal yang begitu hebat sebagai persiapan menghadapi banjir besar. Malahan riwayat menyatakan bahwa nabi Nuh membuat kapal tersebut selama empat puluh tahun ( umur nabi nuh Sembilan ratus lima puluh tahun ), dan kapal tersebut bertingkat tiga dengan panjangnya dua ribu, atau sekitar satu kilo meter, tingginya tiga puluh hasta (lima belas meter ), dan lebarnya enam ratus hasta atau sekitar tiga ratus meter. ( Al Bidayah wan Nihayah, Ibnu Katsir, jilid 1, halaman 114 ).
Dari riwayat diatas dapat dilihat bahwa nabi Nuh alaihisalam adalah seorang arsitek pembuat kapal yang begitu hebat mengalahkan kapal titanic yang menjadi kebanggaaan hari ini.

Nabi Ibrahim adalah seorang pedagang baju, sehingga kemana pergi dia selalu menjual baju. Sebagaimana diketahui bahwa sebab nabi Ibrahim adalah termasuk nabi yang banyak berjalan, beliau berasal dari balik sungai tigris, ( ada yang mengatakan dari kawasan india, sebab di india sampai saat ini ada kaum Brahmin ), berjalan menuju Babilonia dengan raja Namrud, dari negeri irak ini beliau berjalan sampai ke mesir, sehingga mendapatkan hadiah dari raja Masir , dan juga mendapatkan hajar yang pada awalnya diberikan sebagai pembantu kemudian menjadi isteri yang kedua, dari mesir berjalan lagi ke Palestina, dan dari bumi palestina, membawa hajar dan ismail ke kota Makkah. Rasulullahs aw pernah bersabda : “ Bekerjalah kamu dengan menjual pakaian, sebab nabi Ibrahim dulu juga seorang penjual pakaian “ ( riwayat dailami ).

Nabi Ismail bekerja sebagai pemburu, sehingga beliau merupakan orang yang paling pandai dalam berburu, sedangkan nabi Musa adalah seorang peternak, sebagaimana diriwayatkan bahwa mas kawin Musa sewaktu akan menikahi putrid nabi Syuaib adalah bekerja menjadi peternak selama delapan tahun : “ Dan berkatalah dia ( nabi Syuaib ) : Sesungguhnya aku bermaksud menikahkan kamu dengan salah seorang dari kedua anakku ini, atas dasar bahwa kamu bekerja denganku selama delapan tahun dan jika kamu cukupkan sepuluh tahun, maka itu adalah dari kamu “ ( QS. Qashas : 27 ).

Nabi daud alahisalam adalah seorang tukang besi. Riwayat menyatakan bahwa pada suatu hari nabi daud setelah menjadi khalifah keluar melihat-lihat rakyatnya, dengan menyamar sebagai orang biasa. Pada suatu hari dia bertanya kepada seorang pemuda : Bagaimana pendapatmu tentang pemimpinmu Daud ? “. Pemuda itu menjawab : “ daud itu adalah orang yang sangat baik, tapi sayang dia masih bergantung hidupnya daripada uang Baitul Maal, sedangkan sebaik-baik manusia adalah makan dari hasil keringatnya sendiri “. Mendengar komentar rakyatnya tadi, nabi daud segera pulang dan berdoa : ‘ Ya Allah, ajarkanlah aku suatu usaha yang membuatku tidak bergantung dengan Baitul Maal “. Kemudian Allah Taala mengajarkan nabi daud bagaimana memproses besi, sehingga dapat dijadikan baju besir untuk berperang, sebagaimana firman Allah : “ Dan Kami telah melunakkan besi untuknya “ ( QS. Saba:1). Ibnu kasir menyatakan bahwa nabi daud dapat membuat duapuluh lima baju besi dalam sehari dan baju itu dijual dengan harga dua belas ribu dengan mata uang pada waktu itu. Nabi daud menjadi penguasa dan bekerja sebagai pandai besi, dan hari ini juga terbukti bahwa siapa yang menguasai industry dan teknologi maka dia menguasai dunia.

Nabi zakaria alaihissalam bekerja sebagai tukang kayu, dan nabi isa alaihislaam bekerja sebaagi penjual kain yang telah disulam oleh Ibunya. Walaupun ibunya Maryam telah dijamin Allah untuk tetap mendapat makanan daripada surge, tetapi dia tetap bekerja menyulam pakaian sambil beribadah di dalam masjidil aqsha, dan anaknya nabi Ismail menjual hasil sulamannya, dan mereka berdua hidup dari penghasilan tersebut. ( Iktisab, Imam Syaibani, halaman 28 ). Nabi Yusuf adalah pakar ekonomi, sehingga sewaktu mesir dilanda krisis ekonomi, nabi yusuf diserahi tugas membenahi perekonomian mesir dan beliau sukses, sehingga ekonomi mesir menjadi pulih. Nabi Muhammad juga adalah seorang pekerja, sehingga dalam usia yang sangat muda, umur delapan tahun sampai remaja, beliau bekerja sebagai pengembala kambing. Setelah dewasa beliau berniaga dengan menjualkan barang dagangan daripada Khadijah, dan setelah kawin dengan khadijah, beliau tetap menjalankan harta perniagaan tersebut.

Dari keterangan diatas dapat dilihat bahwa para nabi, sebelum bertugas menyampaikan misi risalah kepada umatnya, mereka juga seorang pekerja yang handal, dan pakar dibidangnya masing-masing, sebab itu dalam pandangan Islam, kerja itu adalah tugas yang harus dilakukan sebagai bukti kekhalifahan di atas permukaan dunia. Khalifah adalah mengelola alam dengan sebaik-baiknya, maka seorang manusia disamping sebagai hamba, maka dia juga sebagai khalifah; dan tugas kekhalifahan tersebut tidak dapat dilakukan kecuali dengan membuktikan dirinya dapat bekerjadengan baik sesuai dengan kemampuan masing-masing. Sudah waktunya, umat islam menjadi pekerja yang baik, tekun, handal dan berprestasi sebagaimana para nabi-nabi teedahulu dan ini merupakan sunnah dan tradisi pada nabi dan rasul. Fa’tabiru ya Ulil albaab. ( Muhammad Arifin ismail ).