Pages

Wednesday, August 18, 2010

ANTARA SUARA HATI DAN IMAN

Dalam pelatihan kecerdasan emosi dan spiritual sebagaimana yang dilakukan akhir-akhir ini oleh berbagai bentuk latihan dinyatakan bahwa suara hati merupakan sumber kebenaran sejati.( Ary Ginanjar Agustian, ESQ, hal.xxxxviii,2001). Dalam pelatihan tersebut diajarkan bahwa seseorang itu berbuat baik, seperti menolong orang, mencintai orang lain, itu semua itu dilakukan bersumberkan kepada suara hati. Malahan dalam buku kecerdasan emosi dan spiritual ESQ dinyatakan bahwa suara hati manusia memiliki suara hati yang sama. Apakah anda seorang orang itu seorang dokter, professor, direktur, manajer, pengusaha, pedagang kecil, pejabat, orang kaya, orang miskin, suku apa saja, agama apa saja, atau tukang cuci piring direktur sekalipun, semua sama. Suara hati yang universal.( Ary Ginanjar, ESQ,hal. Lii , 2001)

Pernyataan suara hati merupakan sumber kebenaran dan bersifat universal ini adalah sesuatu yang bertentangan dengan konsep ajaran Islam sebab suara hati itu dapat dipengaruhi oleh bisikan syetan, dan lain sebagainya. Itulah sebab nya dalam kajian sejarah kita dapatkan bahwa nabi Muhammad tidak cukup dengan pemnyucian hati saja, tetapi hati tersebut harus diisi dengan iman, ilmu dan hikmah. Dalam sirah kehidupan Rasulullah saw, nabi Muhammad saw mengalami peristiwa pembdahan dada dan penyucian hati selama dua kali. Pertama sewaktu beliau dibawah asuhan Halimah dalam usia antara 2 sampai 4 tahun , sebagaimana dinyatakan oleh Halimah : “ Suatu hari sewaktu dia (Muhammad) sedang bermain-main dengan anak saya di belakang rumah dengan anak-anak kambing, tiba-tiba anak saya datang berlari dan berkata : “ Saudara saya orang Quraisy tersebut (maksudnya nabi Muhammad saw ) telah ditangkap oleh dua lelaki berbaju putih, setelah itu dia badannya dibaringkan dan dadanya di bedah oleh kedua orang yang menangkapnya tersebut “. Mendengar itu saya dan suami saya terus berlari untuk melihat kejadian tersebut, dan kami temui dia (Muhammad ) sedang berdiri dengan wajah yang pucat. Saya dan suami saya terus memeluknya, sambil bertanya : “ Ada apa yang terjadi denganmu wahai anakku? “. Dia menjawab : “ Telah datang dua orang lelaki yang memakai pakaian putih menangkap, dan mmbaringkan badan saya, kemudian mereka berdua membedah dada saya, mencari sesuatu di dalam badan saya dan saya tidak mengetahui apa yang dicarinya tersebut “.( Sirah Ibnu Hisyam, 133-134).

Dalam Hadis riwayat Muslim yang disampaikan oleh Anas bin Malik menyatakan bahwa Rasulullah didatangi malaikat Jibril sewaktu beliau sedang bermain bersama anak-anak yang lain, dan membelah dadanya, mengeluarkan hatinya dan membuang kotoran yang terdapat di hati tersebut, sambil berkata : “ Ini syetan yang terdapat dalam diri engkau “ kemudian malaikat mencuci hati terebut dengan air zamzam, dan mengembalikannya ke dalam tempatnya semula “. Melihat kejadian tersebut anak-anak yang lain segera berlari mendapatkan ibunya sambil berkata : Muhammad telah ditangkap dan dibunuh oleh seseorang “. Dataglah halimah dan suaminya mendapatkan Muhammad yang sedang berdiri dengan wajah yang pucat. Anas berkata : “ saya melihat bekas jahitan di dadanya “. Dalam riwayat Nasai ditambahkan bahwa setelah hati itu dicuci, maka hati itu diisi dengan hikmah dan ilmu ( Said Hawa , Kitab Asas fissunnah wa fiqhuha, jilid 1/ ha.164 -165)

Peristiwa penyucian jiwa nabi Muhammad juga terjadi dalam peristiwa Israk da Mikraj sebagaimana diceritakan dalam hadis riwayat Bukhari yang disampaikan oleh Anas bin Malik : “ Sewaktu saya ( nabi ) sedang berbaring di dekat Ka’bah, tiba-tiba datanglah seseorang mendekapku dan mengatakan kepada kawannay “ Bedahlah antara ini dan ini “ kemudian aku (anas ( bertanya antara apa dengan apa? Nabi menjawab : “ antara cekuk leher sampai dada yang tumbuh rambut “ kemudian malaikat itu mengambil hatiku, dan tak lama kemudian datang seseorang yang membawa bejana emas penuh berisi iman, kemudian dibasuhlah hatiku, dan dikembalikan ke tempat asalnya, dan tak lama kemudian datanglah seekor binatang (bouraq ) di hadapanku…” ( Said Hawa, Asas fissunnah, jilid 1, hal. 301) Dalam riwayat Bukhari yang lain juga dinyatakan bahwa : “ Sewaktu saya sedang berbaring di samping Ka’bah, antara tidur dan sadar, perut saya dicuci dengan air zamzam, dan hati saya diisi dengan hikmah dan iman “ ( Said Hawa, Asas fissunah jilid 1, hal. 304 ) Dalam riwayat Muslim dinyatakan : “ Di depan saya ada bejana dari emas yang penuh dengan hikmah dan iman, kemudian dada saya dibedah dan dicucilah dada saya dengan air zamzam “ ( Said Hawa, Asas fit sunah, hal. 304).

Dari beberapa hadis yang tersebut diatas dapat diambil kesimpulan bahwa Rasulullah telah melakukanpenyucian hati dan pengisian hati dengan iman, ilmu dan hikmah. Hal ini membuktikan bahwa hati manusia belum dapat menjadi pedoman hidup sebelum hati tersebut diisi dengan iman dan ilmu serta hikmah. Suara hati yang bersumberkan kepada iman, ilmu dan hikmah baru dapat mencapai tingkat kebenaran.

Itulah sebabnya dalam hadis disebutkan bahwa dalam diri manusia ada sesuatu sepertisegumpal daging. Jika sesuatu itu baik, maka akan baiklah diri manusia itu, dan jika sesuatu itu rusak maka akan rusaklah seluruh perbuatan manusia tersebut, dan ketahuilah bahwa itu adalah hati. Dalam hadis tersebut terbukti bahwa hati dapat menjadi baik, dan hati dapat menjadi rusak. Hati baik, adalah hati yang telah diisi dengan keimanan dan petunjuk Allah swt. Hati yang rusak adalah hati yang tidak beriman dan menbdapat petunjuk Allah.

Ibnu Qayim al Jauzi dalam kitan “ Ighatsatuluhfan “ membagi hati dalam tiga bentuk, yaitu hati yang sehat, hati yang sakit dan hati yang mati. Hati yang sehat adalah hati orang beriman kepada Allah dan Rasulnya. Hati yang sakit adalah hati oranhg yang munafik, sedang hati yang mati adalah hati orang kafir ( Ibnu Qayim, Ighasatul Luhfan, hal. 11 ) Pendapat Ibnu Qayim tersebut berlandaskan kepada ayat-ayat Al Quran : “ dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang Rasulpun dan tidak (pula) seorang Nabi, melainkan apabila ia mempunyai sesuatu keinginan, syaitanpun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu, Allah menghilangkan apa yang dimasukkan oleh syaitan itu, dan Allah menguatkan ayat-ayat- nya. dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana, Dia menjadikan apa yang dimasukkan oleh syaitan itu, sebagai cobaan bagi orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan yang kasar hatinya. dan Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu, benar-benar dalam permusuhan yang sangat, sedangkan orang-orang yang telah diberi ilmu, meyakini bahwasanya Al Quran Itulah yang hak dari Tuhan-mu lalu mereka beriman dan tunduk hati mereka kepadanya dan Sesungguhnya Allah adalah pemberi petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus “ ( QS.Hajj : 52-54 )

Ayat ini menyatakan bahwa pada mulanya, jsyetan akan berusaha untuk membisikkan sesuatu ke dalam keinginan hati seorang rasul, tetapi Allah telah menghilangkan bisikan syetan tersebut dari hati-hati mereka, dan memberikan kepada mereka ayat-ayatNya (wahyu). Bisikan syetan itu masuk ke dalam hati, sebagai ujian bagi manusia. Bisikan itu dapat membuat orang menjadi munafik atau menjadi kafir yang mempunyai hati yang keras. Sedang orang beriman dan menerima kebenaran dari Tuhan ( wahyu ) maka hati mereka akan tunduk dan patuh kepadaNya. Allah hanya memberikan petunjuk (hidayah ) kepada hati orang yang beriman kepadaNya.

Dari ayat dan hadis diatas dapat disimpulkan bahwa hati manusia itu tidak sama, sebagaimana dinyatakan dalam pelatihan dan buku-buku spiritual. Tidak sama hati orang beriman dengan hati orang kafir. Hati nurani, suara hati juga tidak dapat menjadi petunjuk kebenaran, sebab hati tersebut dapat dipengaruhi oleh bisikan syetan. Suara hati yang dapat menjadi petunjuk adalah hati yang telah diisi dengan keimanan dan ilmu-ilmu yang bersumberkan dari petunjuk Tuhan ( Wahyu ). Oleh sebab itu, seorang yang beriman jika dia berbuat baik, menolong orang, mencintai orang lain itu semua dilakukan bukan karena suara hatinya, tetapi karena keimanan dan tunduk kepada Allah. Inilah bedanya orang kafir dan orang beriman, sebab orang kafir melakukan kebaikan karena suara hatinya, sedangkan orang beriman melakukan sesuatu kebaikan bukan karena suara hati, tetapi karena perintah Allah, dan tunduk kepadaNya. Melakukan sesuatu karena suara hati, bukan karena Allah merupakan syirik dan dapat merusak akidah. Itulah sebabnya Allah berfirman : “ tiada sekutu bagiNya; dan demikian Itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)". ( QS. Al An’am : 163 ).

Dari keterangan diatas dapat dilihat bahwa pernyataan bahwa suara hati adalah sama, apapun agamanya merupakan konsep suara hati barat yang sangat bertentangan dengan konsep suara hati dalam ajaran islam. Dalam agama kristian, suara hati merupakan ajaran yang paling suci. Dalam Oxford Dictionary of World Religion dinyatakan bahwa : “ In the main forms of Christianity, conscience is the absolutely inviolable and sacrocant centre of the person as human as responsible for her or his decisions “. Agama yahudi juga menjadikan suara hati sebagai barometer kebaikan dan keburukan sebagaimana dinyatakan oleh Rabbi Harorld dalam bukunya “ Conscience : The Duty to Obey , the Duty to Disobey.” Tanpa disdari sebenarnya suara hati merupakan kebenaran juga merupakan pesan moral gerakan FreeMasnory sebagaimana dinyatakan dalam bahwa : “Moral Freemason adalah berasaskan kecintaan kepada manusia. Ia sama sekali menolak berbuat baik untuk mengharapkan sesuatu di masa mendatang, bukan karena ganjaran, pahala atau surga, juga tidak disebabkan karena takut kepada siapapun, tidak karena agama, atau institusi politik, atau tidak karena kekuatan ghaib yang tidak diketahui..ia hanya menyokong dan menyanjung untuk berbuat baik karena cinta kepada keluarga, negara, manusia dan kemanusiaan. Ini merupakan tujuan gerakan Freemason yang sangat jelas “. ( Harun Yahya, Gerakan Freemason sedunia, hal. 72-73,2005 ).

Dari keterangan diatas, dapat kita simpulkan bahwa konsep suara hati merupakan kebenaran bertentangan dengan ajaran islam, bahkan merupakan jarum halus yang akan merusak akidah umat islam. Semoga kita tidak terjebak oleh “syirik-syirik” suara hati yang sekarang banyak terdapat dalam training dan buku-buku spiritual modern. Wallahu A’lam. (Muhammad Arifin Ismail / Buletin Renungan Jumat ISTAID Medan, Jumat 23 Juli 2010 )





Monday, January 11, 2010

KONSEP NAMA ALLAH DALAM ALQURAN

1. Nama Allah

Allah adalah nama Tuhan yang mulia ( ismul Jalalah ) dengan sifat-sifat yang sempurna, sebagaimana yang dinyatakan dalam kitab suci AlQuran.

Lafaz ”Allah” bukan bahasa Arab disebabkan :
- nabi Adam dan nabi-nabi sebelum orang arab menyebut Tuhan mereka dengan nama Allah.
- Lafadz Allah tidak memiliki akar kata ( root word ) dalam bahasa Arab.
- Tuhan dalam bahasa Arab disebut dengan ” ilah ” ( god ) dan jika dalam bentuk khas disebut dengan ” al -Ilah ” ( The God ).

Nama Allah disebutkan oleh Tuhan sendiri, bukan buatan manusia sebagaimana Allah nyatakan dalam surah Taha (20) : 14

” Sesungguhnya aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, Maka sembahlah aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat aku ”.

Dari ayat diatas dapat diambil kesimpulan bahwa nama ”Allah” disebutkan oleh Tuhan itu sendiri ” Sesungguhnya Aku ini adalah Allah , tiada tuhan selain Aku ”. Berarti nama Allah bukan sebutan yang diciptakan oleh manusia atau nabi tetapi nama yang disebutkan oleh Tuhan itu sendiri.

Bagi orang islam, nama Tuhan bukanlah ciptaan manusia, sedangkan oang kafir menamakan Tuhannya sesuai dengan keinginannya sendiri, sebagaimana dinyatakan Allah dalam firmanNya :


Surah Yusuf/12 : 40. Kamu ( orang kafir ) tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya (menyembah) Nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun tentang Nama-nama itu. keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui."

Surah an Najm /53 : 23. itu tidak lain hanyalah Nama-nama yang kamu dan bapak-bapak kamu mengadakannya; Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun untuk (menyembah) nya. mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan, dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka dan Sesungguhnya telah datang petunjuk kepada mereka dari Tuhan mereka ”.

Surah Al A’raf /7 :71. Apakah kamu sekalian hendak berbantah dengan aku tentang Nama-nama (berhala) yang kamu beserta nenek moyangmu menamakannya, Padahal Allah sekali-kali tidak menurunkan hujjah untuk itu? Maka tunggulah (azab itu), Sesungguhnya aku juga Termasuk orang yamg menunggu bersama kamu".


2. Konsep Allah : sebagai Tuhan yang mengatur alam ( rabb ) dan sebagai Tuhan yang disembah ( Ilah ), dan memiliki sifat-sifat Asmaul Husna.

Surah Ali Imran : 62. ” Sesungguhnya ini adalah kisah yang benar, dan tak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah; dan Sesungguhnya Allah, Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana ”.

Surah al An’am : 102. (yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah Tuhan kamu; tidak ada Tuhan selain Dia; Pencipta segala sesuatu, Maka sembahlah dia; dan Dia adalah pemelihara segala sesuatu ”.

Surah Taha /20 : 8. Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Dia mempunyai Al asmaaul husna (nama-nama yang baik) “.

Surah al Hasyr : 24. Dialah Allah yang Menciptakan, yang Mengadakan, yang membentuk Rupa, yang mempunyai asmaaul Husna. bertasbih kepadanya apa yang di langit dan bumi. dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

3. Nama Allah yang disebutkan oleh orang kafir dalam ayat Al Quran bukan Allah dalam konsep sebagai Rabb dan Ilah, tetapi Allah sebagai Rabb ( pencipta alam ) sahaja, sedangkan dalam penyembahan “ilah” mereka tidak menyembah “ Allah”.

Surah al Ankabut/29 : 61. dan Sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: "Siapakah yang menjadikan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan?" tentu mereka akan menjawab: "Allah", Maka betapakah mereka (dapat) dipalingkan (dari jalan yang benar).

Surah al Ankabut/29 : 63. dan Sesungguhnya jika kamu menanyakan kepada mereka: "Siapakah yang menurunkan air dari langit lalu menghidupkan dengan air itu bumi sesudah matinya?" tentu mereka akan menjawab: "Allah", Katakanlah: "Segala puji bagi Allah", tetapi kebanyakan mereka tidak memahami(nya).

Surah Lukman/31 : 25. dan Sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?" tentu mereka akan menjawab: "Allah". Katakanlah : "Segala puji bagi Allah"; tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.

Surah az Zumar /39 : 38. dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?", niscaya mereka menjawab: "Allah". Katakanlah: Apakah kamu tidak memikirkan apa yang kamu seru selain Allah, padahal jika Allah hendak mendatangkan kemudharatan kepadaKu, Apakah berhala-berhalamu itu dapat menghilangkan kemudharatan itu, atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaKu, Apakah mereka dapat menahan rahmatNya?. Katakanlah: "Cukuplah Allah bagiku". kepada- Nyalah bertawakkal orang-orang yang berserah diri.

Surah Zukhruf/43 : 87. Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: "Siapakah yang menciptakan mereka, niscaya mereka menjawab: "Allah", Maka Bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah )?

Dari ayat diatas dapat diambil kesimpulan bahwa “ Allah “ yang disebutkan oleh orang kafir bukan Allah dalam konsep yang dipahami oleh orang Islam sebagai Tuhan yang disembah dan Tuhan Pencipta Alam, dan di akhir semua ayat Allah memberikan komentar : “ dan bagaimana mereka dapat dipalingkan dari jalan sebenar “ ( Ankabut : 61 ), “ Dan mereka tidak memahaminya “ ( Ankabut : 63 ), “ Dan mereka tidak mengetahui “ ( Lukman : 25 ), “ tetapi apakah kamu memperhatikan mengapa kamu menyembah selain Allah “ ( Zumar : 38 ), Dan Bagaimanakah mereka dapat dipalingkan dai menyembah Allah “ ( Zukhruf : 87 ). Dari keterangan diatas kita tidak dapat mengambil kesimpulan bahwa nama Allah itu adalah Allah yang dimaksudkan oleh orang Islam, sebab mereka hanya menyebutkan Allah sebagai pengatur alam bukan Tuhan yang disembah ( mereka memisahkan antara Tuhan pengatur alam dan Tuhan yang disembah, sedangkan dalam islam Tuhan Pengatur alam tidak dapat dipisahkan dari Tuhan yang disembah ). Ayat-ayat ini hanya menceritakan perkataan mereka yang mempermainkan nama Allah, ayat ini tidak memberikan keterangan bahwa Allah membolehkan mereka untuk menyebut nama Allah, sebab mereka telah meletakkan nama Allah bukan pada tempatnya. Oleh karena itu Allah memberikan komentar dalam setiap ayat bahwa mereka itu tidak mengetahui dan memahami apa yang mereka ucapkan

4. Kalimah Allah bagi masyarakat Arab Jahiliyah.

Kalimat Allah dibawa kepada bangsa Arab oleh nabi Ibrahim sebab beliau mendirikan Ka’bah sebagai rumah Allah ( rumah untuk menyembah Allah ), dan nama Allah dikenal oleh orang Arab dengan agama tauhid yang diajarkan oleh nabi Ibahim dan Ismail kepada anak keturunannya. Setelah meninggal nabi Ismail, pemahaman agama semakin berkurang, sebab tidak ada nabi dari kalangan orang Arab antara nabi Ismail sampai kepada nabi Muhammad saw. Oleh sebab itu pemahaman agama bangsa Arab berubah dari agama tauhid menjadi agama penyembah berhala ( jahiliyah ). Walaupun demikian, nama Allah masih berkembang dalam bahasa mereka, walaupun mereka tidak lagi mengetahui tentang konsep Tuhan Allah yang sebenarnya. Malahan mereka membuat nama Allah menjadi nama salah satu patung berhala yang ada disamping Ka’bah. Sebab itulah nama Allah yang disebutkan oleh masyarakat jahiliyah bukan Allah dalam konsep yang dipahami oleh agama Islam. Oleh sebab itu alasan bahwa orang jahiliyah dulu pernah memakai kalimat Allah tidak dapat dijadikan dasar hukum, sebab Allah itu dalam bahasa arab yang berkembang bukan Allah dalam definisi Tuhan yang dianggap sebagai Rabb dan Ilah dalam agama Islam.

5. Fatwa Kebangsaan

Jawatankuasa Fatwa Kebangsaan bersidang kali ke-82 pada 5-7 Mei 2008 memutuskan “ Muzakarah bersetuju memutuskan bahawa lafaz Allah merupakan kalimah suci yang khusus bagi agama dan umat Islam dan tidak boleh digunakan atau disamakan dengan agama-agama bukan Islam yang lain. Oleh karena itu wajib bagi umat Islam menjaganya dengan cara yang terbaik dan sekiranya terdapat unsure-unsur penghinaan atau penyalahgunaan terhadap kalimah tersebut, maka ia perlu disekat mengikut peruntukan undang-undang yang telah termaktub dalam Perlembagaan Persekutuan “.

6. Penolakan umat nasrani terhadap pemakaian kalimat Allah di negeri Belanda dan di Indonesia .

Dutch bishop: Call God ‘Allah’ to ease relations
Associated Press. ( updated 11:29 a.m. ET Aug. 15, 2007)

AMSTERDAM - A Roman Catholic Bishop in the Netherlands has proposed people of all faiths refer to God as Allah to foster understanding, stoking an already heated debate on religious tolerance in a country with one million Muslims. Bishop Tiny Muskens, from the southern diocese of Breda, told Dutch television on Monday that God did not mind what he was named and that in Indonesia, where Muskens spent eight years, priests used the word "Allah" while celebrating Mass. "Allah is a very beautiful word for God. Shouldn't we all say that from now on we will name God Allah? ... What does God care what we call him? It is our problem." A survey in the Netherlands' biggest-selling newspaper De Telegraaf on Wednesday found 92 percent of the more than 4,000 people polled disagreed with the bishop's view, which also drew ridicule. "Sure. Lets call God Allah. Lets then call a church a mosque and pray five times a day. Ramadan sounds like fun," Welmoet Koppenhol wrote in a letter to the newspaper. Gerrit de Fijter, chairman of the Protestant Church in the Netherlands, told the paper he welcomed any attempt to "create more dialogue", but added: "Calling God 'Allah' does no justice to Western identity. I see no benefit in it." A spokesman from the union of Moroccan mosques in Amsterdam said Muslims had not asked for such a gesture.
Sumber : http://www.msnbc.msn.com/id/20279326/ns/world_news-europe/

Kristen di Indonesia menolak Allah untuk nama tuhan mereka.

Di akhir tahun 1990-an, di Indonesia muncul kelompok yang memuja nama Yahweh (dalam huruf Ibrani disebut tetragrammaton yang terdiri dari 4 huruf bahasa Ibrani יהוה – YHVH). Pelopornya adalah dr. Suradi dari Yayasan Nehemia yang kemudian berlindung dibelakang nama organisasi Shiraathal Mustaqien dan lalu diganti dengan nama Bet Jeshua Hamasiah, Jakarta, dan mereka menerbitkan seri traktat berjudul Siapakah Yang Bernama Allah Itu?
Pada prinsipnya kelompok ini berpendapat bahwa 'nama Allah' adalah nama dewa berhala Arab, atau tepatnya dewa bulan atau dewa air, karena itu haram disebut oleh umat Kristen dan harus dihapus dari dalam Alkitab terbitan LAI (Lembaga Alkitab Indonesia). Konsekwensi dari keyakinan ini adalah bahwa kelompok ini kemudian menerbitkan Kitab Suci Torat dan Injil (Kitab Suci 2000) yang menggunakan terjemahan LAI sebagai dasar dan mengganti semua nama Tuhan dengan Eloim atau Yahwe, dan mengganti nama-nama menjadi nama Ibrani.

Dua tahun kemudian terlihat ada kelompok yang mirip tetapi berjalan terpisah dan menamakan diri mereka sebagai Jaringan Gereja-Gereja Pengagung Nama Yahweh. Kelompok ini diilhami gerakan semacam dari Afrika Selatan dan Amerika Serikat, dan menyalahkan tradisi Yudaisme Orthodox, Septuaginta, dan Naskah PB Yunani Koine yang dianggap sudah menerjemahkan bahasa asli Alkitab yang dipercayai adalah bahasa Ibrani. Kelompok ini juga mengganti nama Tuhan dengan YAHWEH dan menerbitkan Kitab Suci Umat Perjanjian Tuhan pada tahun 2002. Kitab suci ini juga menghilangkan nama Allah dan menggantikannya dengan Tuhan dan nama TUHAN/Tuhan dengan YAHWEH. Ada juga Nafiri Yahshua Ministry yang menerbitkan traktat-traktat dan buletin dengan tokohnya Teguh Hindarto dan mendirikan Gereja Alkitab Injili Nusantara di Kebumen. Pada prinsipnya, pendapat mereka sama dengan yang di atas, yaitu bahwa nama Allah adalah nama berhala Arab dan harus disingkirkan dari Alkitab dan agar nama YAHWEH dan 'ELOHIM-lah yang digunakan.

Menyinggung nama Allah, tidak bisa diabaikan adanya kelompok lain yang dipelopori Posma Situmorang yang menolak nama Allah yang dianggap nama berhala dan menekankan bahwa nama Bapa adalah Yesus, nama Anak adalah Yesus, dan nama Roh Kudus adalah Yesus juga. Yang menarik dari kelompok ini adalah bahwa kelompok ini menganggap bahwa nama YAHWEH sebenarnya adalah nama berhala juga!
(sumber : situs sarapan pagi.com )

Sunatullah Hijrah


“Sesungguhnya aku akan berpindah ke tempat yang diperintahkan Tuhanku
( Surah Al Ankabut : 26 )

Secara bahasa, hijrah berasal dari kata-kata “ ha-ja-ra ” yang berarti berpindah dari suatu tempat ke tempat yang lain atau dari suatu keadaan kepada keadaan yang lebih baik. Dalam kajian sejarah hijrah bagi ummat Islam adalah peristiwa yang sangat mulia dimana nabi Muhammad saw berpindah dari kota kelahirannya Makkah al Mukarramah ke Madinah. Hijrah merupakan sunatullah bagi mereka yang menginginkan hidup lebih baik. Jika kita menelusuri sejarah perjalanan ummat manusia maka kita akan dapat melihat bahwa hijrah tersebut merupakan untaian sejarah yang diperlukan bagi perkembangan hidup manusia. Nabi Adam berhijrah dari Surga ke atas permukaan bumi untuk mengemban amanat khalifah. Nabi Nuh berhijrah dengan kapal yang menyelamatkan beliau dan pengikutnya dari bencana banjir. Nabi Ibrahim berhijrah dari negeri Babilonia ke negeri Mesir dan negeri Palestina. Nabi Ismail hijrah dari negeri Palestina ke kota Makkah. Nabi Musa hijrah dari Mesir ke negeri Palestina. Nabi Yusuf hijrah dari Palestina ke negeri Mesir.

Dalam Kitab suci al Quran kita dapati sekian banyak ayat yang mengandung kata-kata hijrah. Diantaranya : “ Bangunlah orang yang berselimut, lalu berilah peringatan dan agungkanlah Tuhanmu, bersihkanlah pakaianmu dan tinggalkan segala perbuatan dosa “ ( Surah Al Muddasir : 1-5). Dari ayat ini dapat kita simpulkan bahwa hijrah juga dapat berarti meninggalkan perbuatan dosa. Di ayat yang lain dinyatakan “ Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ( orang kafir ) ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik “ ( Surah Al Muzammil: 10 ) . Dari ayat ini hijrah berarti kita harus dapat menjauhi kawan dan lingkungan yang tidak baik dan mencari lingkungan yang lebih baik dengan cara yang baik dan bijaksana.

Dalam surat AlAnkabut, Nabi Ibrahim berkata : “Sesungguhnya aku akan berpindah ke tempat yang diperintahkan Tuhanku “( Surah Al Ankabut : 26 ). Dari ayat ini jelas bahwa hijrah adalah suatu usaha untuk melakukan sesuatu yang diperintahkan oleh Tuhan. Dalam ayat yang lain disebutkan : “ Mereka (orang kafir ) ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, dan kamu akan sama dengan mereka. Maka janganlah kamu menjadikan mereka sebagai penolongmu hingga mereka berhijrah pada jalan Allah “ ( Surah Annisa : 89 ). Dari ayat ini jelas disebutkan orang kafir akan selalu berusaha menjadikan ummat Islam agar mempunyai sikap hidup, tradisi, budaya, cara berpikir, cara bekerja, cara berdagang, cara berpakaian, cara hidup yang sama dengan cara dan pola mereka.

Jika kita melihat dan memperhatikan kondisi pada saat sekarang ini, bagaimana hebatnya pengaruh barat dalam kehidupan muslim sehinga cara berpikir, gaya hidup dan budaya ummat Islam sama dengan cara berpikir mereka, gaya hidup dan budaya bukan islam. Kita disibukkan oleh hidup keduniaan dengan memakai gaya hidup materialis ( hanya mementingkan materi ) , atau gaya hidup hedonis ( berbuat sesuai dengan hawa nafsu ) dan tidak pernah memikirkan bahwa di akhirat nanti masih ada kehidupan yang lebih abadi. Kegiatan sehari-hari telah terpisah dari nilai - nilai agama ( hidup sekular ) dan sehingga agama hanyalah urusan individu belaka. Kita berekonomi dengan gaya kapitalis yang penuh dengan unsur riba, dan tanpa memperdulikan nilai-nilai agama dan moral. Mereka yang kaya terus bertambah kaya dan yang miskin tetap dibiarkan miskin; tidak ada perhatian si kaya kepada si miskin. Harta adalah milik mutlak pribadi dan tidak lagi mempunyai unsur sosial apalagi unsur ibadah. Nilai-nilai akhlak dan moral tidak lagi menjadi dasar dalam bertindak, tetapi yang menjadi dasar adalah nilai keuntungan dan manfaat.

Dalam bekerja yang menjadi tujuan utama adalah uang, karier, popularitas. Mencari ilmu juga dengan tujuan sekular, agar nanti dapat kerja, kedudukan, titel dan lain sebagainya. Hubungan keluarga, antara anak dan bapak hanya sekedar hubungan darah, sehinga rumah hanya tempat tinggal, bukan tempat mendapatkan ketenangan hidup. Hubungan kekeluargaan tidak lagi mempunyai nilai spiritual , sehingga boleh jadi seorang anak tidak akan peduli dengan kematian orangtuanya, dan seorang bapak tidak lagi peduli dengan kemaksiatan yang dilakukan oleh anak-anaknya. Dalam berpakaian mereka tidak lagi memperdulikan masalah aurat, atau perasaan malu.. Busana hanyalah hiasan dan fashion belaka bukan sebagai penutup aurat. Dalam makanan mereka memakan apa saja yang penting enak dan bermanfaat tanpa memikirkan halal atau haram. Dalam bermasyarakat mereka menjadi insan individualis, sehingga boleh jadi seorang kaya tidak lagi mengenal siapakah nama dan bagaimanakah keadaan tetangga yang berada disamping rumahnya. Dia hanya mengenal kenal teman dan kolega bisnis atau orang-orang tertentu yang dapat menunjang karier dan bisnisnya. Tetangga sebelah rumahnyapun tidak dapat datang lagi bersilaturrahmi ke rumahnya karena di pintu rumahnya ada anjing galak atau petugas keamanan dengan penampilan yang tidak ramah. Ini adalah beberapa bentuk sikap hidup yang tanpa sadar telah banyak mempengaruhi sikap hidup ummat Islam.

Inilah sebabnya setiap pergantian tahun kita namakan dengan tahun hijrah, sehingga dapat melihat batas-batas keimanan dan kekafiran dalam hidup setahun yang lalu sehingga dapat merubah cara hidup itu kepada yang lebih islami. Inilah makna hijrah . Hijrah dari kondisi yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam, kepada cara dan pola hidup yang lurus dengan niat hanya mencari keridhaan Ilahi. Hijrah berarti juga usaha untuk mengembangkan potensi diri agar diri lebih baik sehingga dapat mengemban amanat khalifah di muka bumi. Hijrah dalam karier berarti berusaha untuk meningkatkan karier . Hijrah dalam ilmu juga berarti berusaha untuk mencari ilmu yang lebih banyak. Hijrah dalam harta berarti berusaha mencari kekayaan yang lebih banyak. Perubahan sikap itu harus dilakukan dengan niat yang benar, karena Allah. Itulah sebabnya hadis hijrah diletakkan dalam hadis niat sebagaimana sabda Rasul: “ Sesungguhnya setiap pekerjaan itu akan dinilai sesuai dengan niat dan motivasi dalam melakukannya. Oleh karena itu setiap orang akan mendapat balasan ataupun hasil sesuai dengan niat dan motivasinya tersebut. Maka barangsiapa yang berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya akan sampai kepada Allah dan rasul-Nya. Dan barangsiapa yang melakukan hijrah karena mencari dunia atau mencari wanita yang akan dinikahinya, maka hijrahnya akan sesuai dengan apa yang diniatkann“.

Dari hadis ini dapat disimpulkan bahwa niat dan motivasi berbuat adalah ukuran dari segalanya. Niat dan motivasi tersebut biasanya berdasarkan pada tiga hal. Pertama, hidup dan berbuat sesuatu dengan niat dan tujuan mencari kepuasaan keduniaan seperti mencari populeritas, mencari kedudukan, mencari kekayaan, dan lain sebagainya. Inilah sikap seorang materialis. Kedua, ada lagi manusia berbuat bukan mencari populeritas, kedudukan atau pangkat tetapi mencari kepuasan hawa nafsu, seperti untuk bersenang-senang , berfoya-foya, dan lain sebagainya. Inilah yang dinamakan hidup hedonis, yaitu hidup hanya untuk mencari kesenangan dan kepuasan belaka. Yang ketiga adalah hidup dan bekerja dengan niat mencari keridhaan Allah dengan cara menjalani petunjuk-Nya dan mengikuti cara hidup yang telah dicontohkan oleh rasul-Nya Muhammad saw. Inilah cara hidup seorang muslim.

Dari keterangan di atas, mari kita teliti cara hidup kita selama ini. Sudahkah kita hidup, bekerja, berkeluarga, mendidik anak, memberi makan anak, berdagang, berkarya, berkarier, belajar, mencari ilmu, menjadi guru, mengajarkan ilmu, menjadi ustadz, menjadi direktur, menjadi ayah, menjadi ibu, menjadi isteri, menjadi pemimpin, menjadi pengurus, menjalankan ibadah shalat, menunaikan zakat, menunaikan rukun haji, mendatangi majlis pengajian, menjadi dosen, menikah, berpakaian, berpenampilan, benar-benar dengan niat mencari keridhaan Allah, dengan niat menjalankan sunnah Rasulullah, atau karena mencari kepuasan materi dan hawa nafsu..? Sudah selayaknya setiap kita memasuki bulan Muharram di awal tahun hijriyah kita mengadakan hijrah dalam niat dan motivasi dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari, sebagaimaan dikatakan oleh Umar bin Khatab : Hijrah adalah sesuatu yang memisahkan antara kebenaran dan kebatilan “. Selamat Tahun Baru Hijrah.

SIKAP MUSLIM TERHADAP WAKTU


“ Sesungguhnya bilangan bulan disisi Allah ialah dua belas bulan “
( QS. At taubah : 36 )

Dalam setiap pergantian waktu, hari,bulan dan tahun, sebagai muslim kita perlu mengingat wasiat rasulullah mengenai waktu sebagaimana yang dinyatakan dalam sebuah hadis : ‘ Tidak akan datang suatu hari, kecuali hari itu akan berkata-kata kepada seluruh manusia : “ Wahai anak cucu Adam, aku adalah hari baru bagimu..Aku ini akan menjadi saksi atas semua perbuatan yang kamu lakukan. Oleh sebab itu jadikanlah aku sebagai bekal hidupmu, sebab jika aku telah berlalu, maka aku tidak akan pernah kembali lagi sampai hari kiamat kelak “. Hadis dengan makna diatas diriwayatkan oleh Baihaqi dan Dailami.

Begitu tingginya nilai waktu bagi kehidupan, sehingga dalam Al Quran kita akan mendapati bahwa Allah bersumpah dengan waktu seperti “ wallaili “ ( demi waktu di malam hari ), “wan-nahaari “ ( demi waktu siang ), “ Wal fajri “ ( demi waktu fajar di pagi hari ), “ wa-dhuhaa “ ( demi waktu duha, yaitu waktu matahari sedang naik ), dan “wal ahsri “ ( demi waktu ). Dalam menafsirkan surah wal –Ashri tersebut Imam Fakhruddin Ar razi menyatakan bahwa : Allah subhana wa taala bersumpah dengan waktu karena di dalam waktu terdapat beberapa keajaiban, terdapat kesenangan dan kesusahan, kesehatan dan rasa sakit, serta kekayaan dan kemiskinan. Juga disebabkan karena nilai dan harga waktu tidak dapat ditandingi oleh apapun jua. Itulah sebabnya Allah taala bersumpah dengan waktu

Waktu adalah nikmat Allah yang tak ternilai harganya , tapi sayang banyak manusia yang tidak dapat mempergunakan waktu dengan sebaik-baiknya sebagaimana dinyatakan oleh sebuah hadis : “ Dua kenikmatan yang banyak dilalaikan orang yaitu kesehatan dan kesempatan “. hadis riwayat Bukhari, Tirmidzi dan Ibnu Majah. Oleh sebab itu dalam beribahasa Arab dikatakan: Waktu itu laksana pedang, jika anda tidak menggunakannya dengan baik, maka ia akan memotong anda “. Berarti kalau waktu kita pergunakan dengan baik berarti kita menang, dan jika kita membiarkannya berlalu begitu saja maka kita telah kalah. Dengan kata lain, apabila anda tidak siap untuk mengambil manfaat dalam setiap kesempatan, maka anda akan binasa sebagaimana binasanya orang yang ditebas oleh sebilah pedang.

Imam Hasan AlBanna menyatakan: ‘ Ramai orang mengatakan bahwa waktu itu adalah emas. Pendapat ini benar dan beralasan, apabila ditinjau dari nilai sesuatu benda, karena mereka tidak dapat mengukur sesuatu yang ada kecuali dengan sesuatu benda. Padahal, sebenarnya waktu lebih berharga daripada emas karena waktu itu adalah suatu kehidupan. Emas kadang-kadang boleh hilang dan kita masih dapat mencari penggantinya atau mendapatkan sesuatu yang lebih banyak daripada yang hilang. Sedangkan waktu, apabila telah pergi, maka mustahil dapat kembali lagi atau dapat dikembalikan lagi, itulah sebabnya waktu itu lebih berharga daripada emas, intan, berlian, dan permata lainnya, karena waktu itu adalah kehidupan. Oleh karena waktu adalah kehidupan, maka dapat dikatakan bahwa membuang dan mensia-siakan waktu berarti membuang mensia-siakan kehidupan kita sendiri. Orang yang lalai , maka waktunya akan berlalu dan waktu itu tidak dapat diulang lagi sebab tidak mungkin hari kemarin diputar dan dijadikan hari ini.
Lihat saja bagaimana mereka yang menghabiskan waktunya dengan permainan video game, main catur, duduk-duduk di warung , di diskotik, di pinggir jalan, itu hanyalah menghabiskan waktu tanpa sesuatu yang bermanfaat. Ada lagi mereka yang membuang waktu dengan membaca majalah picisan, novel-novel fiktif, nonton filem , sinetron, telenovela, sebagaimana yang banyak dilakukan oleh kaum wanita di rumah-rumah, bukankah itu semua membuang waktu mereka dengan kegiatan yang tidak memberikan manfaat bagi keperluan dunia maumun untuk kebaikan di akhirat. Mengapa waktu itu tidak diperguanakn untuk kegiatan yang lebih positip ataupun yang bersifat produktif..? Padahal ajaran agama kita menyuruh kita agar memakai waktu dengan amal ibadah, atau amal saleh, atau amal jariyah.

Sudah waktunya sebagai muslim, kita merobah cara hidup dari hidup dengan santai, penuh hiburan dan permainan menjadi hidup yang penuh dengan pekerjaan yang positip dan produktif, baik untuk kehidupan dunia maupun kehidupan akhirat. Sudah sewajarnya kita selalu bertanya ; ‘ Apa yang telah saya lakukan dalam mengisi waktu saya setiap hari..? Sudahkan saya pergunakan untuk menjaga kesehatan, untuk menambah harta kekayaan, untuk menambah ilmu pengetahuan, untuk membantu orang lain, atau untuk sesuatu yang bermanfaat baik bagi diriku maupun bagi orang lain.. “.

Amir bin Abdul Qais, seorang ulama yang zuhud pada suatu hari didatangi seseorang yang memintanya untuk bercerita, maka beliau menjawab : “ Hentikan dahulu matahari itu. Tahanlah agar ia tak bergerak, hingga aku sempat untuk bercerita kepadamu, sebab waktu akan terus bergerak dan apa yang telah aku lakukan tidak akan pernah kembali. Maka apabila ada suatu kerugian, niscaya kerugian itu tidak boleh diganti dan ditukar, karena setiap waktu itu mempunyai bagian-bagian tersendiri “. Oleh karena itu sahabat nabi yang bernama Abdullah bin Mas’ud berkata : “ Saya tidak pernah menyesali suatu hal, seperti penyesalan saya atas hari yang telah berlalu, dimana umurku telah berkurang dan aku tidak sempat menambah amal baikku “.

Oleh sebab itu Nabi berpesan : “ pergunakanlah waktu kosongmu sebelum datang waktu sibukmu “, malahan beliau telah mengajari kita agar selalu berdoa setiap pagi dan petang dengan doa : Allahumma inni a’udzubika minal ajzi wal kasal “, Ya Allah aku berlindung kepadamu daripada lemah dan malas. Oleh sebab itu itu sebagai seorang muslim sepatutnya menghindar dari sifat malas karena malas itu laksana syetan yang haru kita jauhi, sehingga kita disuruh untuk meminta perlindungan kepada Allah subhana wataala. Imam Ibnu Jauzi berkata : “ Malas adalah teman yang paling buruk, dan suka bersantai-santai dapat mewariskan penyesalan yang luar biasa “. Seorang muslim harus waspada daripada sifat malas dan santai, atau melakukan sesuatu yang tidak berguna, sebab sifat seorang mukmin adalah : “orang yang berpaling dari perkara yang tidak berguna “ ( QS.AlMukminun : 3 ) “ Dan apabila mereka berjalan di depan perkara yang tidak berguna, maka mereka berjalan dengan penuh kemuliaan “( QS. Al Furqan : )

Seorang muslim juga tidak perlu takut lelah, karena jika seorang muslim bekerja dengan sekuat tenaga, maka butiran keringat akan bernilkai pahala disisi Allah subhana wa taala. Dalam sebuah hadis Rasulullah bersabda : “ Allah sangat senang kepada seorang hamba apabila bekerja sampai merasa kelelahan “. Dengan kelelahan bekerja disana terdapat kecintaan daripada Allah Taala. Itulah sebabnya Umar bin Khattab sangat membenci orang yang tidak bersemangat dalam bekerja dengan katanya : “ Aku sangat membenci seseorang yang tidak mempunyai semangat dalam mencari kemaslahatan dunia dan akhirat “.

Memasuki tahun dua ribu sepuluh ini sudah sepatutnya masyarakat muslim merobah cara hidup. Dari cara hidup malas, hidup santai, hidup berleha-leha, dirobah menjadi cara hidup kerja keras, penuh disiplin, kreatif, produktif, yang melakukan kegoiatan positip baik untuk akal pikiran, kesehatan, ilmu pengetahuan, kekayaan dunia, atau untuk kehidupan akhirat. Ahmad Syauqi, penyair Arab berkata ; “ Denyut jantung manusia selalu berkata : Sesungguhnya kehidupan ini hanyalah beberapa saat saja. Maka angkatlah nama baikmu untuk bekal apabila kamu mati, karena nama baik bagi manusia adalah umur baru “. Al Faqih Umarah Al Yamani berkata : ‘ Jika modalmu adalah umurmu, maka waspadalah..jangan sampai kau pergunakan umurmu tersebut di jalan yang tidak benar. Karena di dalam pergantian siang dan malam terdapat pertarungan yang tentera-tenteranya akan membawa kepada kita segala macam keajaiban dan sesuatu yang tak terduga “. Akhirnya marilah kita memasuki tahun ini dengan merenungi sebuah hadis nabi yang bermakna : ‘ Orang mukmin itu berada di antara dua kekhawatiran : kekhawatiran waktu yang telah berlalu, yang mana ia tidak tahu apakah waktu itu akan diberi ganjaran oleh Allah kepadanya, dan kekhawatiran waktu yang akan datang dan masih ghaib baginya, dimana dia tidak tahu apakah yang telah ditaqdirkan Allah kepadanya “. Fa’tabiru ya Ulil albab.

Sunday, December 6, 2009

APLIKASI QURBAN



“ Orang yang merasa bahwa dalam kekayaannya ada bagian tertentu bagi orang miskin yang meminta atau tidak meminta ” ( QS. Ma’arij : 25-26).

Ibnu Asakir meriwayatkan dari sahabat Anas bahwa khutbah pertama yang dibacakan Rasulullah saw adalah sebagai berikut : Setelah nabi memuji Allah swt, beliau bersabda : “ Wahai manusia..Sesungguhnya Allah telah memilih Islam sebagai agama kamu, oleh karena itu hendaklah kamu menjalin hubungan yang baik di antara sesame pengikut Islam dengan bersikap pemurah dan berakhlak yang baik. Ketahuilah, sesungguhnya sifat pemurah itu adalah laksana sebatang pohon di dalam syurga dan ranting-rantingnya berjuntai ke dalam dunia. Maka barangsiapa di kalangan kamu bersikap pemurah, maka dia akan senantiasa bergantungan dengan ranting tersebut sehingga Allah masukkan dia ke dalam syurga..Ketahuilah, sesungguhnya sifat kikir itu adalah sebatang pohon di dalam neraka dan ranting-rantingnya berjuntai ke dalam dunia. Oleh karena itu barangsiapa yang bersifat kikir, maka dia senantiasa bergantungan di ranting tersebut sehingga dimasukan Allah orang yang kikir itu ke dalam neraka ( Rasulullah mengucapkan perkara ini dua kali, untuk memberi penekanan dan perhatian kepada yang mendengar )..Oleh karena itu jadilah orang yang pemurah semata-mata karena Allah, dan bersikaplah dengan akhlak pemurah karena Allah “.

Dari khutbah pertama ini dapat dilihat bahwa menjalin hubungan yang baik dengan sesame pengikut agama adalah merupakan asas beragama, dan sikap hubungan yang baik itu harus dinampakkan dalam akhlak mulia, dan sikap pemurah kepada orang lain, dan siap untuk memberikan bantuan dan pengorbanan kepada agama. Sebab sudah menjadi peraturan hidup (sunatullah ) bahwa suatu agama tersebut akan mendapatkan kemenangan jika agama itu dibuktikan dengan akhlak pengikutnya dan kesiapan membantu orang lain dan membela agamanya. Oleh sebab itu dalam surah al Kautsar, Allah telah berfirman : “ Sesungguhnya (Kami ) telah memberimu nikmat yang banyak, maka lakukanlah shalat, dan berkorbanlah, sesungguhnya musuhmu akan binasa “. Banyak ulama tafsir menyatakan bahwa al Kausar adalah telaga al Kausar di dalam syurga, tetapi Imam Suyuti dalam tafsir Drarur Mansur menyatakan bahwa makna al Kausar itu menurut Mujahid juga bermakna “ alkhahir fid dunya wal alkhirah “, kebaikan di dunia dan akhirat. Kalimat al Kausar sendiri mempunyai akar kata yang sama dengan Katsir yang berarti banyak. ” Fashalli”, dalam mayoritas kitab tafsir dimaksudkan dengan dirikanlah shalat, tetapi dalam menurut sahabat nabi Ikrimah sebgaimana dalam tafsir Durarur Mansur dinyatakan bahwa makna ”Fashali” juga bermakna dan ”maka bersyukurlah dengan nikmat yang banyak tersebut ”.Bagaimana cara bersyukur dengan nikmat yang telah diberikan Allah tersebut..? Maka ayat selanjutnya menyatakan ” Wan Har ” dan berkorbanlah kamu. Perintah korban disini bukan saja menyembelih hewan qurban tetapi maksudnya dengan nikmat yang engkau miliki tersebut , maka engkau punya kewajiban untuk melakukan suatu pengorbanan untuk sebuah perjuangan kebenaran. Seakan-akan ayat ini menyatakan bahwa siapa yang telah memiliki kekayaan, kekuasaan, ilmu dan apa saja yang dimilikinya, maka dia mempunyai kewajiban pertama adalah mempergunakan harta kekayaannya, mempergunakan kekuasaannya, mempergunakan ilmu pengetahuannya, mempergunakan tenaga dan pikirannya untuk suatu kebaikan sebagai tanda kesyukuran terhadap nikmat yang diberikan. Kewajiban kedua adalah kewajiban sosial dengan nikmat tersebut, yaitu nikmat yang diberikan selain untuk dipakai kepada hal yang positip, disana ada kewajiban kedua, yaitu diberikan kepada perjuangan menegakkan agama dan kebenaran, itulah yang dimaksudkan dengan ”wan har ” berkorbanlah. Berkorban disini bukan hanya setahun sekali dengan menyembelih sapi, kambing dan unta; tetapi berkorban dengan maksud lakukan sebuah pengorbanan dengan apapun yang engkau miliki, sehingga pengorbanan tersebut dapat memberikan sumbangan kepada perjuangan agama. Jika engkau memiliki harta kekayaan, maka berikanlah sebagian harta tersebut untuk perjuangan agama, membantu orang miskin, anak yatim, membangun masjid, perpustakaan, rumah sakit, dan unit pelayanan sosial dan kegiatan dakwah. Jika engkau memiliki kekuasaan politik, maka pergunakanlah kekuasaan politik itu untuk meningkatkan dakwah dan melaksanakan ajaran agama. Jika engkau memiliki ilmu pengetahuan, maka lakukan pengorbanan dengan memberikan sumbangan ilmu pengetahuan kepada masyarakat dan mereka yang memerlukan. Jika engkau mempunyai kepakaran di dalam bidang tertentu seperti kedokteran, teknik, manajemen, maka lakukanlah pengorbanan dalam bidang tersebut untuk masyarakat yang memerlukan.Inilah maksud ayat ” Wan Har ”, dan berkorbanlah kamu untuk perjuangan agamamu sesuai dengan bidang dan kemampuan kamu masing-masing. Siapapun yang melakukan sikap pengorbanan untuk agamanya ini , maka agama tersebut akan meraih kemenangan. Itulah makna ayat ” Inna Syaa’ni’akan huwal abtar ”. Sesungguhnya siapapun pesaing engkau, musuh engkau maka mereka itu akan hancur. Mengapa mereka hancur..? Karena engkau telah mempergunakan nikmat dengan cara yang positip dan baik, dan lebih dari itu sebab engkau telah mempergunakan sebgain daripada nikmat itu untuk sebuah pengorbanan. Siapapun yang telah berjuang dan berkorban, pasti mendapatkan kemenanangan. Ini sunatullah dalam kehidupan.

Banyak orang menyangka bahwa jika dia sudah melaksanakan zakat harta, maka dia sudah lepas dari kewajiban untuk membantu orang lain , apalagi membantu perjuangan agama dan dakwah. Ini adalah anggapan yang salah, sebab zakat hanyalah kewajiban dirinya terhadap harta sedangkan perjuangan agama memerlukan pengorbanan yang lebih daripada zakat. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa Usman bin Afan berkata kepada Ka’ab : ” Wahai Ka’ab, apakah kamu berpendapat sekiranya jika zakat telah dibayar, adakah ia akan mendatangkan kesusahan kepada pemiliknya di alam akhirat nanti ? Ka’ab berkata : ” Tidak ”. Mendengar jawaban Ka’ab tersebut , sahabat nabi Abu Dzar berkata kepada Ka’ab : ”Wahai Ka’ab, sambil mengarahkan tongkatnya keada Ka’ab, engkau mendakwa bahwa seseorang itu telah terlepas dari tanggungjawab hartanya jika dia telah membayar zakat ? Tidakkah engkau membaca firman Allah : ” Dan mereka ( orang Anshar ) lebih mengutamakan orang lain ( muhajirin ) daripada diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam keadaan susah ” ( Q.S.Al Hasyr : 9 ). Dalam ayat yang lain, Allah juga berfirman : ” Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan orang yang tertawan dalam peperangan ” ( QS. Insan : 8 ). Demikian juga dalam ayat yang lain : ” ( Orang beriman adalah ) orang yang merasa bahwa dalam harta kekayaannya ada bagian tertentu bagi orang miskin baik orang miskin itu meminta atau tidak meminta ” ( QS. Ma’arij : 25-26).

Sikap pengoraban inilah yang ditunjukkan oleh Abubakar sehingga beliau sedia memberikan emas sebanyak 500 gram kepada majikan Bilal, demi menebus saudaranya sesama muslim tersebut yang sedang disiksa, padahal harga budak seperti Bilal pada waktu itu hanya 5 gram emas. Hal ini dilakukan Abubakar sebelum adanya perintah zakat. Demikian juga sikap Abubakar sewaktu Rasulullah memerlukan biaya untk berjihad maka Abubakar memberikan seluruh kekayaan yang dimiliknya, demikian juga Umar bin Khattab memberikan sseparuh kekayaannya, dan hampir semua sahabat memberikan sepertiga kekayaannya untuk keperluan jihad dan perjuangan, walaupun mereka telah mengeluarkan zakat dan selalu bersedekah. Tetapi demi perjuangan agama, mereka siap berkoran setiap diperlukan. Inilah sebabnya perjuangan Islam pada masa lalu tetap mendapat kemenangan, sebab pengikut agamanya selalu berlomba-lomba untuk memberikan pengorbanan apa saja yang dimilikinya. Apakah umat Islam hari ini masih memiliki semangat pengorbanan sebagaimana yang telah dilakukan Abubakar Shiddiq, Umar bin Khttab, dan sahabt nabi yang lain. Anehnya sikap pengorbanan untuk agama dan kemanusiaan ini malah banyak dilakukan oleh agama lain untuk memperjuangkan agamanya sebagaimana dilakukan oleh Soros(sepertiga kekayaannya untuk memperjuangkan agamanya ) , dan Bil Gates dan isterinya dimana sepertiga kekayaan mereka untuk amal sosial; sedangkan kebanyakan umat Islam yang kaya sudah merasa cukup dengan zakat, sedekah, umrah dan haji, jika hanya itu saja, tanpa pengorbanan yang lebih besar, bagaimana mungkin kita mendapatkan kemenangan..? Fa’tabiru Ya Ulil albab.

FIQH QURBAN


“ Dan kerjakanlah shalat kepada tuhan kamu dan berkorbanlah “ ( Al Kautsar : 2 ).

Qurban adalah menyembelih binatang tertentu dengan niat mendekatkan diri kepada Allah pada waktu yang tertentu. Dimaksudkan dengan binatang tertentu adalah unta, sapi, kambing atau domba. Maksud hari tertentu adalah bermula dari pagi hari raya Idul Adha, 10 Dzul Hijjah sampai sore hari 13 Dzul Hijjah. Ibadah Qurban ini disyaratkan pada tahun kedua Hijrah bersamaan dengan disyariatkannya ibadah zakat dan shalat hari raya. Dalil perintah menyembelih hewan Qurban adalah berdasarkan ayat dalam al Quran : “ Dan kerjakanlah shalat kepada tuhan kamu dan berkorbanlah “ ( QS. Al Kautsar : 2 ). “ Dan Kami jadikan unta untuk dhadiahkan kepada fakir miskin itu sebagian daripada syiar “ ( Qs. Al Haj : 36 ). Dalam hadis Rasulullah bersabda : “ Tidak ada amal manusia pada hari raya Idul Adha yang lebih utama daripada menumpahkan darah hewan qurban. Pada hari kiamat nanti ia akan datang dengan segala tanduk, kuku, dan bulunya. Darahnya akan menitik di satu tempat di sisi Allah sebelum ia menitik ke bumi. Oleh karena itu lakukanlah penyembelihan itu dengan baik “ ( riwayat Hakim, Ibnu Majah, dan Tirmidzi ). Rasulullah sendiri melakukan ibadah qurban sebagaimana diceritakan oleh Anas : Rasulullah telah menyembelih qurban dua ekor kibasy yang putih dan bertanduk. Aku (Anas ) menyaksikan baginda meletakkan kakinya di atas belakang leher hewan tersebut sambil mengucapkan bismilah dan bertakbir, lalu baginda menyembelih sendiri kedua hewan tersebut “ ( riwayat Jamaah ).

Hukum menyembelih qurban menurut jumhur ulama adalah sunat muakkad, sebab Rasulullah bersabda : “ Ada tiga perkara yang hukumnya wajib ke atasku dan sunat bagi kamu sekalian yaitu shalat witir, ibadah qurban dan shalat dhuha “ ( riwayat Ahmad ); dan hadis : “ Aku diperintahkan untuk menyembelih qurban dan ia sunat bagi kamu ( Tirmidzi ). Mazhab Hanafi menyatakan hokum menyembelih qurban adalah wajib bagi yang mereka yang mampu berdasarkan hadis : Siapa yang memiliki kelapangan rezeki tetapi dia tidak mau melakukan ibadah qurban, maka janganlah dia menghampiri tempat kami shalat ini “ ( riwayat Ahmad dan Ibnu Majah ). Mampu bagi mazhab Hanafi adalah mereka yang memiliki harta sebanyak nisab zakat, sedangkan mampu bagi Mazhab Maliki adalah merka yang memilki kelebihan uang setelah keperluan selama setahun. Mampu bagi Mazhab Syafii adalah mereka yang memiliki harga untuk membeli hewan pada hari raya tersebut, dan mampu bagi Mazhab Hanbali adalah mereka yang dapat membeli hewan qurban pada hari itu walaupun dengan meminjam atau berhutang dengan syarat dia dapat melunasinya dengan segera ( Fiqih Islamiy,wa adillatuhu , Wahbah Zuhaily , jilid 3 , bab qurban ).

Sekor unta, atau sapi dapat untuk ibadah qurban bagi tujuh orang berdasarkan hadis dari Jabir : “ Kami berqurban bersama Rasulullah semasa di Hudaibiyah dengan seekor unta atau seekor sapi untuk tujuh orang ( riwayat Jamaah ). Dalam hadis yang lain disebutkan : “ Kami keluar bersama Rasulullah dan kami berniat haji, maka Rasulullah memerintahkan kami supaya berkongsi ibadah qurban dengan seekor unta atau sapi, setiap tujuh orang untuk seekor unta “ ( muslim). Seadangkan hewan kambing, atau domba hanya untuk seorang, berdasarkan hadis : “ Rasulullah telah qurban seekor kibasy untuk dirinya dan keluarganya, dan juga menyembelih dua ekor kibasy yang putih dan bertanduk untuk Muhammad dan umatnya “ ( Abu Daud ).


Umur hewan qurban kambing adalah dua tahun, sedangkan sapi adalah tiga tahun dan unta adalah lima tahun memasuki tahun keenam. Syarat hewan tersebut adalah hewan yang sehat, tidak catat, dan tidak terlalu kurus, sebagaimana dinyatakan dalam hadis : Empat perkara yang tidak boleh ada pada hewan qurban : mata yang sangat rabun, sakit yang nyata, pincang dan sangat kurus seperti tidak memiliki lemak “ ( riwayat Ahmad dan perawi sunan ).

Daging hewan qurban boleh dimakan oleh si pemilik qurban jika seandainya ibadah qurban itu bukan ibadah qurban wajib yang disebabkan oleh nazar. Jika hewan qurban itu karena nazar, maka si pemilik qurban haram memakan dagingnya. Ulama berpendapat daging qurban sebagian dimakan sendiri bersama keluarga, sebagian lain dibagi-bagi kepada kawan dan jiran, dan sebagian yang lain diberikan kepada faqir miskin sebagaimana dinyatakan dalam hadis : “ Rasululah menjamu makan untuk ahli keluarga baginda sebanyak sepertiga, dan menjamu jiran yang faqir sepertiga dan bersedekah kepada orang yang meminta-minta sebanyak sepertiga “ ( riwayat isfahani, hadis hasan ). Dalam hadis yang lain Rasulullah saw bersabda : “ Makanlah daging qurban tersebut, dan simpanlah, dan sedekahkanlah “. Walaupun demikian, jika ada masyarakat yangs angat memrlukan maka daging tersebut jangan disimpan berdasarkan hadis riwayat muslim : “ Aku melarang kamu menyimpan daging qurban melebihi tiga hari sebab ada orang arab kabilah Daffah yang ditimpa bencana, tetapi kini mereka telah diberi kesenangan maka kamu boleh menyimpannya lebih daripada tiga hari “.

Kulit hewan qurban, lemak, atau bulu-bulunya dilarang dijual berdasarkan hadis : Siapa yang menjual kulit hewan qurban maka tidak ada pahala baginya “ ( riwayat Hakim ). Tetapi si pemilik qurban boleh menggunakannya atau mensedekahkannya kepada orang lain sebab Aisyah telah menggunakan kulit hewan qurbannya sebagai tenpat minuman. Daging qurban juga tidak boleh diberikan kepada tukang sembelih sebagai upah berdasarkan hadis daripada sayidina Ali : “ Aku telah diperintahkan oleh Rasulullah supaya berada di atas badan unta semasa disembelih dan juga diperintahkan supaya membagi-bagikan kulit serta kain tutupnya. Aku dilarang daripada memberikan sedikitpun daripadanya kepada tukang sembelih “ Ali juga menambahkan : “ Kami memberikan (upah) kepadanya tetapi bukan dari hewan qurban tersebut “ ( riwayat Ahmad, Bukhari dan Muslim ). Walaupun demikian, daging hewan qurban boleh diberikan kepada tukang sembelih, tetapi bukan sebagai upah, melainkan sebagai orang yang mendapat bagian daripada pembagian daging, atau sebagai hadiah yang layak menerima, bahkan lebih patut menerima sebab dia telah melakukan tugas sembelihan.

Untuk menjadikan hewan qurban sebagai syiar agama Islam, sebagaimana dinyatakan dalam ayat 36 dari surah alHaj, maka ulama mazhab Hanbali berpendapat bahwa orang kafir boleh mendapatkan bagian dari daging qurban sebagai hadiah, sedangkan menurut ulama Maliki hal terebut hukumnya makruh ( Fiqh Islamiy wa adilatuhu, Dr. Wahbah Zuhaily, jilid 3 , bab qurban ), sehingga hari raya qurban juga merupakan hari pelayanan umat bagi umat Islam kepada umat yang lain. Daging qurban juga boleh diberikan kepada penduduk negeri dan kampong yang lain dengan syarat bahwa penduduk kampung tersebut memang sangat memerlukan daripada penduduk kampong si pemilik qurban.


Sebagian mazhab Syafii, dan mazhab Maliki menyatakan bahwa hewan qurban tidak boleh diniatkan kepada orang yang telah meninggal dunia berdasarkan kepada ayat : “ Sesungguhnya seseorang manusia itu tidak mendapat apa=apa melainkan dari apa yang diusahakannya “ ( Surah an Najm : 39 ) kecuali jika si mati tersebut meninggalkan wasiat untuk berqurban. Sedangkan sebagian ulama lain menyatakan bahwa hewan qurban boleh qiyas terhadap hadis sahih yang menyatakan bahwa sedekah seseorang itu sampai kepada si mati. Hal ini dipegang oleh sebagian ulama mazhab Hanafi, Hanbali dan ulama pengikut mazhab syafii yang lain ( seperti imam nawawi, dan lain sebagainya ). Masalah qurban kepada si mati adalah masalah khilafiyah, dimana setiap mazhab dan pendapat mempunyai dalil masing-masing, maka sebaiknya umat , mazhab dan kelompok dapat menghormati pendapat mazhab dan kelompok yang lain dan menjauhkan diri dari pertengkaran pendapat, sebab hukum qurban adalah sunat, sedangkan pertengkaran adalah perbuatan yang haram, dan menjaga persaudaraan adalah wajib. Fa’tabiru Ya Ulil albab.

KHUTBAH ARAFAH

KHUTBAH NABI DI ARAFAH

Sewaktu Rasulullah melakukan haji yang pertama dan terakhir, beliau meninggalkan pesan dan khutbah yang dibacakan sewaktu beliau Wukuf di Arafah. Khutbah ini juga dikenal dengan nama Khutbatul Wada’ ( khutbah perpisahan nabi dengan umatnya ). Teks khutbah tersebut adalah sebagai berikut :

“ Wahai manusia sekalian, dengarkanlah perkataanku ini, karena aku tidak mengathui apakah aku dapat menjumpaimu lagi setelah tahun ini di tempat wukuf ini.

Wahai manusia sekalian,
Sesungguhnya darah kamu dan harta kekayaan kamu merupakan kemuliaan ( haram dirusak oleh orang lain ) bagi kamu sekalian, sebagaimana mulianya hari ini di bulan yang mulia ini, di negeri yang mulia ini.

Ketahuilah sesungguhnya segala tradisi jahiliyah mulai hari ini tidak boleh dipakai lagi. Segala sesuatu yang berkaitan dengan perkara kemanusiaan ( seperti pembunuhan, dendam, dan lain-lain ) yang telah terjadi di masa jahiliyah, semuanya batal dan tidak boleh berlaku lagi. ( Sebagai contoh ) hari ini aku nyatakan pembatalan pembunuhan balasan atas terbunuhnya Ibnu Rabi’ah bin Haris yang terjadi pada masa jahiliyah dahulu.

Transaksi riba yang dilakukan pada masa jahiliyah juga tidak sudah tidak berlaku lagi sejak hari ini. Transaksi yang aku nyatakan tidak berlaku lagi adalah transaksi riba Abbas bin Abdul Muthalib. Sesungguhnya seluruh transaksi riba itu semuanya batal dan tidak berlaku lagi.

Wahai manusia sekalian,
Sesungguhnya syetan itu telah putus asa untuk dapat disembah oleh manusia di negeri ini, akan tetapi syetan itu masih terus berusaha ( untuk menganggu kamu ) dengan cara yang lain . Syetan akan merasa puas jika kamu sekalian melakukan perbuatan yang tercela. Oleh karena itu hendaklah kamu menjaga agama kamu dengan baik.

Wahai manusia sekalian,
Sesungguhnya merubah-rubah bulan suci itu akan menambah kekafiran. Dengan cara itulah orang-orang kafir menjadi tersesat. Pada tahun yang satu mereka langgar dan pada tahun yang lain mereka sucikan untuk disesuaikan dengan hitungan yang telah ditetapkan kesuciannya oleh Allah. Kemudian kamu menghalalkan apa yang telah diharamkan Allah sdan mengharamkan apa yang telah dihalalkanNya.

Sesungguhnya zaman akan terus berputar, seperti keadaan berputarnya pada waktu Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun adalah dua belas bulan. Empat bulan diantaranya adalah bulan-bulan suci. Tiga bulan berturut-turut : Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah, dan Muharram. Bulan Rajab adalah bulan antara bulan Jumadil Akhir dan bulan Sya’ban.

Takutlah kepada Allah dalam bersikap kepada kaum wanita, karena kamu telah mengambil mereka ( menjadi isteri ) dengan amanah Allah dan kehormatan mereka telah dihalalkan bagi kamu sekalian dengan nama Allah.

Sesungguhnya kamu mempunyai kewajiban terhadap isteri-isteri kamu dan isteri kamu mempunyai kewajiban terhadap diri kamu. Kewajiban mereka terhadap kamu adalah mereka tidak boleh memberi izin masuk orang yang tidak kamu suka ke dalam rumah kamu. Jika mereka melakukan hal demikian, maka pukullah mereka dengan pukulan yang tidak membahayakan. Sedangkan kewajiban kamu terhadap mereka adalah memberi nafkah, dan pakaian yang baik kepada mereka.

Maka perhatikanlah perkataanku ini, wahai manusia sekalian..sesungguhnya aku telah menyampaikannya..

Aku tinggalkan sesuatu bagi kamu sekalian. Jika kamu berpegang teguh dengan apa yang aku tinggalkan itu, maka kamu tidak akan tersesat selama-lamanya. Itulah Kitab Allah ( Al Quran ) dan sunnah nabiNya ( al hadis ).

Wahai manusia sekalian..dengarkanlah dan ta’atlah kamu kepada pemimpin kamu , walaupun kamu dipimpin oleh seorang hamba sahaya dari negeri Habsyah yang berhidung pesek, selama dia tetap menjalankan ajaran kitabullah ( al Quran ) kepada kalian semua.

Lakukanlah sikap yang baik terhadap hamba sahaya. Berikanlah makan kepada mereka dengan apa yang kamu makan dan berikanlah pakaian kepada mereka dengan pakaian yang kamu pakai. Jika mereka melakukan sesuatu kesalahan yang tidak dapat kamu ma’afkan, maka juallah hamba sahaya tersebut dan janganlah kamu menyiksa mereka.

Wahai manuisia sekalian.
Dengarkanlah perkataanku ini dan perhatikanlah.

Ketahuilah oleh kamu sekalian, bahwa setiap muslim itu adalah saudara bagi muslim yang lain, dan semua kaum muslimin itu adalah bersaudara. Seseorang tidak dibenarkan mengambil sesuatu milik saudaranya kecuali dengan senang hati yang telah diberikannya dengan senang hati. Oleh sebab itu janganlah kamu menganiaya diri kamu sendiri.

Ya Allah..sudahkah aku menyampaikan pesan ini kepada mereka..?

Kamu sekalian akan menemui Allah, maka setelah kepergianku nanti janganlah kamu menjadi sesat seperti sebagian kamu memukul tengkuk sebagian yang lain.

Hendaklah mereka yang hadir dan mendengar khutbah ini menyampaikan kepada mereka yang tidak hadir. Mungkin nanti orang yang mendengar berita tentang khutbah ini lebih memahami daripada mereka yang mendengar langsung pada hari ini.

Kalau kamu semua nanti akan ditanya tentang aku, maka apakah yang akan kamu katakan ? Semua yang hadir menjawab : Kami bersaksi bahwa engkau telah menyampaikan tentang kerasulanmu, engkau telah menunaikan amanah, dan telah memberikan nasehat. Sambil menunjuk ke langit, Nabi Muhammad kemudian bersabda : ” Ya allah, saksikanlah pernyataan mereka ini..Ya Allah saksikanlah pernyatan mereka ini..Ya allah saksikanlah pernyataan mereka ini..Ya Allah saksikanlah pernyatan mereka ini ” ( Hadis Bukhari dan Muslim ).

Inilah khutbah yang dibaca Nabi Muhammad saw pada waktu beliau wukuf pada waktu haji di padang Arafah, dan tidak ada khutbah arafah yang lain sebab nabi hanya melakukan haji sekali dalam seumur hidup. Oleh sebab itu pesan-pesan dalam khutbah ini menjadi perhatian setiap orang yang haji sewaktu mereka berada di padang arafah, dan juga menjadi perhatian kita dalam khutbah shalat idul adha. Kandungan khutbah ini sangat lengkap dan bersifat universal. Di awal khutbah Rasulullah memperingati kita tentang nilai-nilai persaudaraan umat manusia dimana setiap orang wajib menjaga hak dan kehormatan orang lain. Selanjutnya nabi memberi peringatan agar umat Islam tidak memakai lagi sistem hukum jahiliyah baik dalam hukum pidana seperti pembunuhan dan hukum ekonomi yang mengandung unsur riba.Kemudian nabi memperingati agar umat islam tidak berpecah belah dan bertengkar sebab itu merupakan godaan syetan yang terberat. Dengan menghindari pertengkaran itulah baru seseorang dapat menjaga agamanya, dan perpecahan itu akan menghancurkan kekuatan agama. Selanjutnya nabi memperingati agar umat islam jangan merubah-rubah hukum Allah sesuai dengan keinginan sebagaimana yang dibuat oleh masyarakat jahiliyah dalam menentukan bulan-bulan haram.Kemudian nabi memperingati agar umatnya hati-hati dalam menjaga hak-hak wanita. Dan bagaimana tangungjawab suami atas mereka. Rasulullah selanjutnya memperingati tentang kewajiban rakyat kepada pemimpin dan kewajiban seorang pemimpin kepada rakyatnya, demikian juga kewajiban majikan kepada pegawai, pembantu dan hamba sahaya yang dimilikinya. Di akhir khutbah sekali lagi Rasulullah berpesan agar setiap orang menjaga kehormatan saudaranya yang lain, sebagaimana dia menjaga kehormatan dirinya sendiri. Demikian intisari pesan Rasulullah kepada umat manusia, semoga umat Islam yang sedang haji dan mereka yang sedang merayakan hari raya Idul Adha setiap tahun di seluruh pelosok dunia dapat membacanya kembali, merenungi makna yang terkandung di dalamnya dan mengamalkannya. Semoga khutbah ini dapat menjadi pedoman hidup kita baik secara individu, maupuni dalam keluarga, juga dalam bernegara, dan berinteraksi dengan masyarakat dunia.Selamat Hari Raya Haji 1430 Hijrah.( Muhammad Arifin Ismail ).

KEKUATAN PEMUDA


“ Sesungguhnya pemuda itu yang berkata inilah saya, dan bukanlah pemuda itu yang berkata itulah ayah saya “ ( Sayidina Ali bin Abi Thalib ).

Dalam pepatah bahasa Arab dinyatakan “ Inna fi yadis syubbani amral ummah, wa fi iqdaamihaa hayaatuha “ yang artinya “ Sesungguhnya di tangan pemuda urusan suatu umat, dan di dalam kemajuan generasi muda terletak kehidupan suatu umat “. Dari bait-bait syair diatas dapat dilihat bahwa pemuda memegang peranan penting dalam kemjuan suatu bangsa. Jika generasi muda suatu bangsa merupakan generasi muda mempunyai iman yang kokoh, menjalankan agama dengan penuh ketaatan, memiliki ilmu pengetahuan dan menguasai teknologi, berakhlak yang mulia, tidak terpengaruh oleh segala bentuk kemaksiatan hawa nafsu, dan terhindar dari narkoba, kriminalitas, dan tindakan amoral, serta mempunyai keberanian dalam bertindak, kematangan dan kritis dalam berpikir, disamping mempunyai jati diri, sikap hidup yang tidak mudah terpedaya oleh kanan dan kiri, maka dapat dipastikan masyarakat yang memiliki generasi muda seperti itu merupakan masyarakat yang maju dan pemimpin yang dihasilkan oleh masyarakat tersebut akan menjadi pemimpin yang berkualitas.

Tetapi sebaliknya jika generasi muda suatu masyarakat merupakan pemuda yang hidup hanya mengandalkan kekayaan orangtua, atau kehebatan prestasi dan pangkat orangtuanya, mempunyau agama tetapi hanya sebagai simbolik dalam kelahiran, perkawinan dan kematian, tidak memahami ajaran agama apalagi taat dalam amal ibadah, terlebih lagi tidak memiliki keyakinan agama dan iman yang kuat, sehingga mudah terpengaruh oleh cerita-cerita takhayul, ramalan, pedukunan, untuk mendapatkan pangkat, kekayaan, jabatan dan lain sebagainya. Disamping itu mempunyai moral yang rendah, terlibat dalam narkoba, minuman keras, perjudian, pelacuran, perzinaan, dan pergaulan bebas. Tidak memiliki ilmu pengathuan yang mapan walaupun mempunyai segudang title yang kadang-kadang didapat dengan cara yang tidak dapat dipertanggungjawabkan secara akademik, sehingga tidak mempunyai pemikiran yang kritis melihar persoalan bangsa, mudah tergiur dengan kemewahan dunia sehingga terjerumus ke dalam kancah korupsi dan suap. Hidup hanya dengan kemewahan dunia, tanpa pernah melihat kondisi bangsa, maka apakah yang dapat diharapkan oleh generasi muda seperti ini jika menjadi pemimpin masyarakat kelak ? Apakah dapat generasi muda seperti ini membangun dan membawa bangsa dan negara untuk memimpin dunia ? Oleh sebab itu pepatah arab pernah mengatakan : “ Innal faragh wal jidata mafsadatun lil mar’I ayyi mafsadatin “. Yang artinya “ Sesungguhnya kekosongan dan kemewahan akan merusak seseorang itu serusak-rusaknya “. Bayangkan jika generasi muda yang kosong iman, kosong akhlak, kosong jiwa, kosong ilmu, kosong sikap, dan hanya penuh dengan hawanafsu dan kemaksiatan, apakah mereka nanti tidak akan menjadikan bangsa dan negara menjadi negara dan masyarakat yang rusak dan binasa ?

Itulah sejak dini, Sayyidina Ali bin Abi Thalib berkata : “ Innal fata man yaquulu haa anadzaa, walaisal fataa man yaquulu kana abi “ yang artinya “ Sesungguhnya seorang pemuda itu adalah yang berani berkata “inilah diriku “, dan bukanlah seorang pemuda itu yang berkata “ itulah ayahku “. Maksud kata-kata hikmah dari sayyidina Ali bin Abi Thalib ini adalah bahwa seorang pemuda adalah pemuda yang mempunyai jati diri, mempunyai ilmu, mempunyai kepribadian , mempunyai keimanan, mempunyai akhlak mulia, mempunyai pemikiran kritis, sehingga pemuda tadiu berani berkata “ Inilah aku “ .

Bukanlah seorang pemuda yang tidak mempunyai iman, tidak mempunyai kepribadian, tidak mempunyai agama, tidak mempunyai ilmu, tidak berakhlak mulia, tidak mempunyai kemampuan intelektual, sehingga jika dia berhadapan dengan keadaan maka dia akan mengandalkan orangtuanya, memngndalkan orang lain, meminta petunjuk dari orang lain, yang diungkapkan oleh sayyidina Ali dengan kalimat “ Kanaan Abii “., yang hebat itu ayahku, yang hebat dulu generasi dulu, yang bekerja itu ayahku, dan kami ini, anak-anak muda hidup kami hanyalah untuk menikmati kehidupan, menikmati kemewahan, menghabisi kekayaan, dan kami tidak perlu memikirkan bangsa dan masyarakat, sebab hidup kami adalah bagaimana menikmati kemewahan walaupun di bawah penderitaan rakyat dan masyarakat.

Begitu pentingnya peranan generasi muda dalam masyarakat sehingga dalam surah al Kahfi terdapat kisah pemuda yang beriman yang mempunyai keberanian untuk menegakkan kebenaran. Di tengah kerusakan akidah , dan akhlak masyarakatnya, dan dibawah kepemimpinan penguasa yang dzalim, ada tujuh orang pemuda yang tetap bertahan dengan akidah dan kebenaran. Pada suatu hari masyarakat sedang merayakan hari keagamaan yang penuh dengan kemusyrikan. Melihat hal demikian, maka beberapa orang anak muda yang mempunyai iman dan ilmu pengetahuan, berpikir kritis sehingga mereka merasakan bahwa menyembah berhala merupakan suatu cara hidup yang salah, keluar dari kumpulan masyarakatnya menyendiri di sebuah pohon jauh dari keramaian. Satu-persatu datang ke pohon tersebut, tanpa ada yang memerintah, hanya iman dan ilmu mereka memberikan kesadaran kepada mereka bahwa perbuatan itu tidak benar, sehingga mereka memisahkan diri dari perbuatranh tersebut. Ini merupakan sikap keberanian untuk keluar dari kemusyrikan. Datanglah satu persatu pemuda yang beriman dan berilmu dan punya kepribadian dan kebranian tersebut dudu di bawah pohon, akhirnya mereka saling kenal mengenal, dan ternyata mereka mempunyai sikap dan pendirian yang sama. Akhirnya mereka tujuh orang dengan iman, pendirian dan sikap yang sama walaupun dari berbagai kelompok masyarakat dapat bersatu. Setelah mereka mendapat informasi bahwa raja yang dzalim akan menghukum rakyat yang tidak menghadiri acara persembahan kepada dewa tersebut, maka mereka bersepakat untuk menyelamatkan diri dan mencari tempat perlindungan. Mereka berlari , sehingga menemukan sebuah gua. Karena penat berlari, dan memerlukan istirahat, maka mereka sepakat untuk bermalam di dalam gua tersebut, sambil mereka berdoa agar Tuhan mereka memberikan petunjuk kepada mereka sehingga mereka dapat selamat dari masyarakat yang rusak dan penguasa yang dzalim. “ Rabbana atina min ladunka rahmah wa hayyi’ lana min amrina rasyada “, ya tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dan sediakanlah petunjuk atas segala urusan kami “. Allah mendengar doa tersebut, dan setelah melihat begitu gigihnya mereka berjuang, dan kuatnya iman serta pendirian mereka, sehingga mereka istiqamah di tengah kemungkaran dan kemusyrikan, maka Allah mengabulkan permohonan mereka dengan memberikan keselamatan kepada mereka melalui tidur sepanjang tiga ratus tahun, sehingga sewaktu mereka bangun, penguasa yang dzalim telah bertukar menjadi penguasa yang beriman.

Sewaktu mereka terbangun, mereka merasa lapar dan haus, sehingga pemimpin kelompok menugaskan salah seorang dari mereka untuk keluar mencari dan membeli makanan dengan nasehat agar berhati-hati jangan sampai tertangkap, sebab mereka merasa pemimpin negara masih seperti dulu. Berangkatlah salah seorang mereka untuk membeli makanan, denganmemamaki uang mereka yang sudah tidak laku lagi, akhirnya peniaga terkejut dengan uang tersebut, sehingga berita sampai kepada raja.
Alhamdulillah ternyata raja yang baik dan beriman, sehingga raja memerintahkan mereka untuk menghadap dengan selamat, dan memuliakan tempat mereka bersembunyi karena keimanan dan mendapat perolongan Tuhan tersebut dibangun lah sebuah tempat ibadah di depan gua tersebut. Bagi masyarakat muslim, agar memperhatikan begitu pentingnya kedudukan pemuda yang beriman dalam suatu masyarakat, maka nabi Muhammad saw menganjurkan agar surah al kahfi dibaca setiap minggu, sehingga setiap minggu anak muda akan berpikir sudahkan kami menjadi ashabul kahfi, pemuda yang beriman dan berakhlak serta berilmu. Itulah tujuan mengapa cerita pemuda yang beriman dilestarikan dalam surah alkahfi, agar mengetahui bahwa kekuatan masyarakat terletak dalam kekuatan dan kualitas pemuda, dan kualitas pemuda tergantung kepada keimanan, akhlak dan ilmu sehingga jika masyarakat mempunyai pemuda yang seperti itu maka masyarakat itu akan menjadi masyarakat yang kuat, tidak mudah dipermaikan oleh bangsa yang lain.Itulah sebabnya cara musuh menghancurkan suatu bangsa adalah dengan menghancurkan identitas keimanan dan kepribadian dan masa depan generasi mudanya. Semoga di bulan sumpah pemuda ini, pemuda kita menjadi “ Ha ana Dza “. Bukan pemuda “ Kanaa Abii “, sebagaimana pemuda ashabul kahfi. Fa’tabiru Ya Ulil albab.( Muhammad Arifin Ismail, 28 oktober 2009 )

















Tuesday, August 11, 2009

KEUTAMAAN SILATURAHMI


Kewajiban Silaturahim

Surah an Nisa : 1 “ Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu “

Silaturrahim : tanda iman.

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه و سلم قال من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليكرم ضيفه ومن كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليصل رحمه ومن كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليقل خيرا أو ليصمت رواه البخاري ومسلم
Dari Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah saw bersabda : Siapa yang beriman kepada Allah dan rasulNya maka hendaklah dia memuliakan tamunya, siapa yang beriman kepada Allah dan rasulNya hendaklah dia menghubungkan silaturahim, siapa yang beriman kepada Allah dan rasulNya hendaklah dia berkata baik atau diam. ( riwayat Bukhari Muslim ).

Silaturrahim : panjang umur tambah rezeki.
وعن أنس بن مالك رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم من سره أن يمد له في عمره ويزاد في رزقه فليبر والديه وليصل رحمه رواه أحمد
Dari Anas bin Malik menceritakan bahwa Rasulullah saw bersabda : Siapa yang ingin dipanjangkan usianya dan ditambahkan rezekinya maka hendaklah dia bersilaturrahim.( Riwayat hmad).

عن أنس رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه و سلم قال من أحب أن يبسط له في رزقه وينسأ له في أثره فليصل رحمه رواه البخاري ومسلم
Anas menceritakan bahwa Rasulullah saw bersabda siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan mendapatkan kesan yang baik (setelah kematiannya) maka hendaklah dia menghubungkan silaturahim. ( riwayat Bukhari Muslim ).

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال سمعت رسول الله صلى الله عليه و سلم يقول من سره أن يبسط له في رزقه وأن ينسأ له في أثره فليصل رحمه رواه البخاري والترمذي ولفظه قال تعلموا من أنسابكم ما تصلون به أرحامكم فإن صلة الرحم محبة في الأهل مثراة في المال منسأة في الأثر
Abu Hurairah menceritakan bahwa Rasulullah saw bersabda siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan diberikan kesan yang baik setelah kematiannya maka hendaklah dia bersilaturahim ( riwayat Bukhari ) Tirmidzi juga meriwayatkan dengan lafadz : Pelajarilah silsilah keturunan untuk bersilaturahim sebab dengan silaturahim akan mendapat kecintaan dalam keluarga, memperbanyak harta dan memperbaiki kesan hidup setelah kematian.

Silaturahim dapat menolak bala
عن علي بن أبي طالب رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه و سلم قال من سره أن يمد له في عمره ويوسع له في رزقه ويدفع عنه ميتة السوء فليتق الله وليصل رحمه رواه عبد الله ابن الإمام أحمد في زوائده والبزار بإسناد جيد والحاكم
Ali bin Abi Thalib menceritakan bahwa Rasulullah saw bersabda : siapa yang ingin umur panjang dan mendapat rezeki yang luas , dan menolak sesuatu yang buruk (bencana/musibah) maka hendaklah dia bertaqwa kepada Allah dan menghubungkan silaturahim ( riwayat Abdulah bin Imam Ahmad dalam kitab Zawaid, Bazzar dan Hakim )

عن أنس رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه و سلم سمعه يقول إن الصدقة وصلة الرحم يزيد الله بهما في العمر ويدفع بهما ميتة السوء ويدفع بهما المكروه والمحذور رواه أبو يعلى
Dari anas menceritakan bahwa dia mendengar Rasulullah bersabda : Sedekah dan silaturahim dapat menolak seustau yang buruk , sesuatu yang dibenci dan sesuatu yang dikhawatirkan ( riwayat Aby Yala)

Silaturahim : membangun negeri.

عن ابن عباس رضي الله عنهما قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم إن الله ليعمر بالقوم الديار ويثمر لهم الأموال وما نظر إليهم منذ خلقهم بغضا لهم قيل وكيف ذاك يا رسول الله قال بصلتهم أرحامهم رواه الطبراني بإسناد حسن والحاكم
Dari Ibnu Abbas menceritakan bahwa Rasulullah bersabda : sesungguhnya Allah akan membangun suatu negeri dan menambahkan harta kekayaan penduduk negeri tersebut dan tidak pernah memandang kepada mereka dengan kebencian sejak mereka diciptakan. Sahabat bertanya : Bagaimana hal itu dapat terjadi ? Rasul menjawab : Hal itu terjadi sebab mereka selalu mengadakan silaturahim antara sesama mereka ( riwayat Thabrani dengan isnad hasan dan Hakim )

عن عائشة رضي الله عنها أن النبي صلى الله عليه و سلم قال لها إنه من أعطي حظه من الرفق فقد أعطي حظه من خير الدنيا والآخرة وصلة الرحم وحسن الجوار أو حسن الخلق يعمران الديار ويزيدان في الأعمار رواه أحمد
Dari Aisyah menceritakan bahwa Rasulullah bersabda : Siapa yang diberi Allah rasa kasih saying maka dia akan mendapat kebaikan dunia dan akhirat, dan silaturahim, berbaik dengan jiran dan akhlak mulia dapat mebangun negeri dan memperpanjang usia. ( riwayat Ahmad)


Balasan yang paling cepat
عن عائشة رضي الله عنها قالت قال رسول الله صلى الله عليه و سلم أسرع الخير ثوابا البر وصلة الرحم وأسرع الشر عقوبة البغي وقطيعة الرحم رواه ابن ماجه
Aisyah menceritakan bahwa Rasulullah saw bersabda : Kebaikan yang paling cepat balasannya adalah berbuat baik kepada orang lain dan silaturahim dan keburukan yang paling cepat balasannya adalah berbuat buruk kepada orang lain dan memutuskan silaturahim ( riwayat ibnu Majah)

Menaikkan derajat dan kedudukan
روي عن عبادة بن الصامت رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم ألا أدلكم على ما يرفع الله به الدرجات قالوا نعم يا رسول الله قال تحلم على من جهل عليك وتعفو عمن ظلمك وتعطي من حرمك وتصل من قطعك رواه البزار والطبراني
Ubadah bin samit menceritakan bahwa Rasulullah saw bersabda : Aakah kamu ingin aku tunjukkan sesuatu perbuatan yang mengakibatkan kamu diangkat Allah beberapa derajat ? Sahabat menjawab : Baik ya Rasulullah. Nabi bersabda : Berbuat baik terhadap orang yang bodoh, memaafkan kepada orang yang mendzalimi engkau, dan memberikan sesuatu kepada orang yang tidak mau memberikan sesuatu kepadamu dan menghubungkan silaturahim kepada orang yang memutuskanmu “ ( riwayat Bazzar dan Thabrani )

Memutuskan silaturahim dapat menangguhkan penerimaan amal
عن أبي هريرة رضي الله عنه قال سمعت رسول الله صلى الله عليه و سلم يقول إن أعمال بني آدم تعرض كل خميس ليلة الجمعة فلا يقبل عمل قاطع رحم رواه أحمد ورواته ثقات
Abu Hurairah menceritakan bahwa saya mendengar Rasulullah saw bersabda : Sesungguhnya amal manusia itu akan diperlihatkan setiap hari kamis malam jumat maka tidak akan diterima amalan orang yang memutuskan silaturahim ( riwayat Ahmad )
روي عن عائشة رضي الله عنها عن رسول الله صلى الله عليه و سلم أنه قال أتاني جبريل عليه السلام فقال هذه ليلة النصف من شعبان ولله فيها عتقاء من النار بعدد شعور غنم كلب لا ينظر الله فيها إلى مشرك ولا إلى مشاحن ولا إلى قاطع رحم ولا إلى مسبل ولا إلى عاق لوالديه ولا إلى مدمن خمر رواه البيهقي

Aisyah menceritakan bahwa Rasulullah saw bersabda : Jibril dating kepadaku pada malam nisfu syaban dan pada malam itu Allah membebaskan hambaNya dari api neraka sebanyak bulu kambing dan Allah tidak melihat kepada mereka yang syirik , orang yang sedang bertengkar, orang yang memutuskan silaturahim, orang yang sombong dengan pakaian yang panjang, orang yang durhaka kepada orangtua, dan orang yang meminum arak ( riwayat Baihaqi)

Memutuskan silaturahim menghalang masuk surga
عن جبير بن مطعم رضي الله عنه أنه سمع النبي صلى الله عليه و سلم يقول لا يدخل الجنة قاطع قال سفيان يعني قاطع رحم رواه البخاري ومسلم والترمذي
Jabir bin Mat’am menceritakan bahwa dia mendengar nabi Muhammad bersabda : Tidak akan masuk syurga orang yang memutuskan silaturahim ( riwayat Bukhari Muslim dan Tirmidzi )

Kebaikan untuk orangtua yang telah meninggal.
عن أبي أسيد مالك بن ربيعة الساعدي رضي الله عنه قال بينا نحن جلوس عند رسول الله صلى الله عليه و سلم إذ جاء رجل من بني سلمة فقال يا رسول الله هل بقي من بر أبوي شيء أبرهما به بعد موتهما قال نعم الصلاة عليهما والاستغفار لهما وإنفاذ عهدهما من بعدهما وصلة الرحم التي لا توصل إلا بهما وإكرام صديقهما رواه أبو داود وابن ماجه وابن حبان في صحيحه

Abi Usaid Malik bin Rabiah as Sa’di menceritakan bahwa sewaktu mereka duduk dalam majlis bersama Rasulullah dating seorang lelaki dari Bani Salmah berkata Ya Rasulullah, apakah ada kebaikan yang dapat saya lakukan sebagai kebaikan kepada orangtua yang telah meninggal dunia ? Rasul bersabda : Ya, kamu berdoa untuk keduanya, meminta ampun untuk keduanya, meluluskan janjinya, menghubungkan silaturahim dengan orang yang berkaitan dengan keduanya,dan memuliakan kawan-kawannya ( riwayat Abu Daud, Ibnu majah, Ibnu hibban )

عن أبي بردة قال قدمت المدينة فأتاني عبد الله بن عمر فقال أتدري لم أتيتك قال قلت لا قال سمعت رسول الله صلى الله عليه و سلم يقول من أحب أن يصل أباه في قبره فليصل إخوان أبيه بعده وإنه كان بين أبي عمر وبين أبيك إخاء وود فأحببت أن أصل ذاك رواه ابن حبان في صحيحه

Abi Bardah datang ke Madinah, maka datanglah Abdullah bin Umar berkata : Apakah kamu mengetahui mengapa aku menjumpaimu? Abi Bardah berkata : Aku tidak tahu. Abdulah bin Umar berkata : Kaena saya mendengar Rasulullah saw bersabda : Siapa yang suka berhubungan dengan orangtuanya yang sudah dalam kuburan maka hendaklah dia menghubungkan silaturahim dengan kawan-kawan orangtuanya tersebut, dan sesungguhnya antara ayahku Umar dan ayah kamu terdapat persaudaraan maka aku ingin mneruskan hubugan tersebut ( riwayat Ibnu Hibban dalam kitab sahihnya )
Kuala Lumpur, 9 Austus 2009
MUHAMMAD ARIFIN ISMAIL

KEUTAMAAN BULAN SYABAN

HADIS KEUTAMAAN BULAN SYABAN :

عن أسامة بن زيد رضي الله عنهما قال قلت يا رسول الله لم أرك تصوم من شهر من الشهور ما تصوم من شعبان قال ذاك شهر يغفل الناس عنه بين رجب ورمضان وهو شهر ترفع فيه الأعمال إلى رب العالمين وأحب أن يرفع عملي وأنا صائم رواه النسائي
Usamah bin zaid bertanya kepada Rasulullah : Ya Rasulullah, aku tidak pernah melihat engkau berpuasa sebagaimana engkau berpuasa di bulan sya’ban. Nabi menjawab : Inilah bulan yang banyak dilupakan oleh manusia, yaitu bulan antara Rajab dan Ramadhan. Ini adalah bulan diangkatkan amalan perbuatan kita ke hadapan Alah dan aku suka jika amalku diangkat diwaktu aku berpuasa. ( riwayat Nasai ).

وروي عن أنس بن مالك رضي الله عنه قال كان رسول الله صلى الله عليه و سلم يصوم ولا يفطر حتى نقول ما في نفس رسول الله صلى الله عليه و سلم أن يفطر العام ثم يفطر فلا يصوم حتى نقول ما في نفسه أن يصوم العام وكان أحب الصوم إليه في شعبان رواه أحمد والطبراني
Anas bin Malik berkata bahwa Rasululah berpuasa seakan-akan tidak ada hari yang beliau tidak puasa, sehingga kami berkata kepada diri kami bahwa rasulullah tidak akan berbuka sepanjang tahun kemudian Rasululah tidak melakukan puasa sehingga kami berkata bahwa rasulullah tidak berpuasa sepanjang tahun dan adalah puasa yang paling disukainya adalah puasa syaban ( Ahmad dan Thabrani ).

وروى الترمذي عن أنس رضي الله عنه قال سئل النبي صلى الله عليه و سلم أي الصوم أفضل بعد رمضان قال شعبان لتعظيم رمضان قال فأي الصدقة أفضل قال صدقة في رمضان
Anas bertanya kepada nabi apakah puasa yang paling afdhal setelah puasa ramadhan ? Nabi menjawab : Puasa di bulan sya’ban sebagai penghormatan kepada bulan ramadhan. Anas bertanya lagi : sedekah apa yang paling afdhal ? Nabi menjawab : Sedekah di bulan ramadhan.

وعن عائشة رضي الله عنها أن النبي صلى الله عليه و سلم كان يصوم شعبان كله قالت قلت يا رسول الله أحب الشهور إليك أن تصومه شعبان قال إن الله يكتب فيه على كل نفس ميتة تلك السنة فأحب أن يأتيني أجلي وأنا صائم رواه أبو يعلى وهو غريب وإسناده حسن
Aisyah menceritakan bahwa Nabi Muhammad saw berpuasa di buan ramadhan sepenuhnya. Aku bertanya : Ya Rasulullah bulan yang paling ekngkau suka adalah berpuasa di bulan syaban. Nabi menjawab : Sesungguhnya Allah akan menuliskan pada bukan tersebut sesiapa yang akan meninggal di tahun itu maka aku suka jika ajalku tiba dan aku sedang berpuasa ( riwayat Abu Ya’la )

وعنها رضي الله عنها قالت كان رسول الله صلى الله عليه و سلم يصوم حتى نقول لا يفطر ويفطر حتى نقول لا يصوم وما رأيت رسول الله صلى الله عليه و سلم استكمل صيام شهر قط إلا شهر رمضان وما رأيته في شهر أكثر صياما منه في شعبان رواه البخاري ومسلم وأبو داود ورواه النسائي والترمذي وغيرهما قالت ما رأيت النبي صلى الله عليه و سلم في شهر أكثر صياما منه في شعبان كان يصومه إلا قليلا بل كان يصومه كله
Aisyah juga menyatakan bahwa adalah Rasulullah berpuasa (sunat) sehingga dikatakan dia tidak berbuka ( tiada hari tidak berpuasa) dan dia tidak berpuasa sehingga seakan-akan dikatakan dia itu tidak pernah berpuasa (sunat ) dan aku melihat Rasulullah menyempurnakan puasanya dalam satu bulan diluar ramadhan, (riwaayt Bukhari, Muslim, Abu Daud )

داود ورواه النسائي والترمذي وغيرهما قالت ما رأيت النبي صلى الله عليه و سلم في شهر أكثر صياما منه في شعبان كان يصومه إلا قليلا بل كان يصومه كله
Nasai , Tirmidzi dan selain keduanya meriwayatkan bahwa Aisyah berkata : aku tidak melihat Rasulullah berpuasa lebih banyak daripada puasa di bulan sya’ban, dia berpuasa kecuali sedikit, dan kadang-kadang dia berpuasa sepenuhnya
وفي رواية لابي داود قالت كان أحب الشهور إلى رسول الله صلى الله عليه و سلم أن يصومه شعبان ثم يصله برمضان
AbuDaud meriwayatkan bahwa Aisyah berkata : Bulan yang paling dicintai Rasulullah adalah puasa di bulan sya’ban kemudian dia berpuasa di bulan ramadhan.
وفي رواية للنسائي قالت لم يكن رسول الله صلى الله عليه و سلم لشهر أكثر صياما منه لشعبان كان يصومه أو عامته
Nasai meriwayatkan bahwa Aisyah berkata : Tidak adalah Rasulullah lebih banyak berpuasa daripada bulan sya’ban

وفي رواية للبخاري ومسلم قالت لم يكن النبي صلى الله عليه و سلم يصوم شهرا أكثر من شعبان فإنه كان يصوم شعبان كله وكان يقول خذوا من العمل ما تطيقون فإن الله لا يمل حتى تملوا
Bukhari dan Muslim meriwayatkan bahwa Aisyah berkata : Tidak ada puasa nabi yang lebih banyak daripada bulan sya’ban sebab beliau berpuasa sepenuhnya dan beliau berkata : Ambillah daripada amal perbuatan apa yang kamu sanggup sebab Allah tidak akan condong kepadamu kecuali jika kamu condong kepadanya.
وعن أم سلمة رضي الله عنها قالت ما رأيت رسول الله صلى الله عليه و سلم يصوم شهرين متتابعين إلا شعبان ورمضان رواه الترمذي وقال حديث حسن وأبو داود
Ummu Salmah menyatakan bahwa saya tidak melihat Rsulullah berpuasa dua bulan berturut-turut kecuali bulan syaban dan ramadhan.( riwayat Tirmidzi dan Abu Daud)
وعن معاذ بن جبل رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه و سلم قال يطلع الله إلى جميع خلقه ليلة النصف من شعبان فيغفر لجميع خلقه إلا لمشرك أو مشاحن رواه الطبراني وابن حبان في صحيحه
Dari Muadz bin Jabal menyatakan bahwa Nabi bersabda : Allah akan memperhatikan seluruh hamba-hambaNya di malam nisfu sya’ban ( 15 sya’ban) maka Allah akan memberikan ampunan kepada semua makhlukNya kecuali orang yang syirik dan orang yang sedang bertengkar ( riwayat Thabrani, dan Ibnu Hibban )
وروى البيهقي من حديث عائشة رضي الله عنها أن رسول الله صلى الله عليه و سلم قال أتاني جبرائيل عليه السلام فقال هذه ليلة النصف من شعبان ولله فيها عتقاء من النار بعدد شعور غنم كلب ولا ينظر الله فيها إلى مشرك ولا إلى مشاحن ولا إلى قاطع رحم ولا إلى مسبل ولا إلى عاق لوالديه ولا إلى مدمن خمر فذكر الحديث بطوله ويأتي بتمامه في التهاجر إن شاء الله تعالى
Baihaqi meriwayatkan bahwa Aisyah berkata Sesungguhnya Rasulullah bersabda “ Malaikat Jibril dating kepadaku dan berkata Ini adalah malam nisfu sya’ban ( pertengahan syaban) dan bagi Allah akan memerdekakan penghuni neraka sebanyak bilangan bulu kambing dan Dia tidak akan melihat kepada orang yang syirik, orang yang sedang bertengkar, orang yang memutus silaturahim, orang yang sombong, orang yang durhaka kepada kedua orangtua, dan orang yang pemabuk karena minum arak.

وروى الإمام أحمد عن عبد الله بن عمرو رضي الله عنهما أن رسول الله صلى الله عليه و سلم قال يطلع الله عز و جل إلى خلقه ليلة النصف من شعبان فيغفر لعباده إلا اثنين مشاحن وقاتل نفس

Imam Ahmad meriwayatkan bahwa Abdulah bin Umar berkata bahwa Rasulullah bersabda Allah akan memperhatikan semua makhlukNya pada malam pertengahan syaban maka Dia akan memberikan ampunannya kepada hambaNya kecuali dua orang yaitu orang yang bertengkar dan orang yang membunuh orang lain.

وعن عائشة رضي الله عنها قالت قام رسول الله صلى الله عليه و سلم من الليل فصلى فأطال السجود حتى ظننت أنه قد قبض فلما رأيت ذلك قمت حتى حركت إبهامه فتحرك فرجعت فسمعته يقول في سجوده أعوذ بعفوك من عقابك وأعوذ برضاك من سخطك وأعوذ بك منك إليك لا أحصي ثناء عليك أنت كما أثنيت على نفسك فلما رفع رأسه من السجود وفرغ من صلاته قال يا عائشة أو يا حميراء أظننت أن النبي صلى الله عليه و سلم قد خاس بك قلت لا والله يا رسول الله ولكني ظننت أنك قبضت لطول سجودك فقال أتدرين أي ليلة هذه قلت الله ورسوله أعلم قال هذه ليلة النصف من شعبان إن الله عز و جل يطلع على عباده في ليلة النصف من شعبان فيغفر للمستغفرين ويرحم المسترحمين ويؤخر أهل الحقد كما هم رواه البيهقي

Aisyah berkata Rasulullah melakukan shalat malam dan memanjangkan sujudnya sehingga aku merasa beliau telah dipanggil Allah, sewaktu aku melihat demikian, maka aku segera bangun dan menggerakkan ibujarinya , dan ibujari itu bergerak maka aku kembali ke tempatku, dan aku mendengar beliau berkata dalam sujudnya : Aku berlindung dengan kemaafan dariMu daripada siksaanMu, dan aku berlindung dengan keridhaanMu daripada kebencianMu, dan aku berlindung daripada Engkau kepada Engkau, aku tidak dapat menghitung berapa banyak pujian kepadaMu sebagaiman Engkau memuji diriMu. Setelah beliau mengangkat kepalanya dari sujud dan selesai shalat beliau berkata : eahai Aisyah apakah engkau menyangka bahwa nabi telah meningalkan engkau. Aisyah menjawab : Ya Rasulullah aku menyangka engkau telah dipanggil oleh Tuhan karena lamanya sujud yang engkau lakukan. Nabi menjawab : Apakah engkau mengetahui malam apakah ini ? Aisyah menjawab : Allah dan RasulNya yang lebih mengetahui. Rasul meneruskan : Ini malam pertengahan syaban, dimana Allah melihat seluruh hamba-hambaNya dan memberikan ampunan kepada mereka yang meminta ampun dan memberikan rahmatNya kepada mereka yang meminta rahmatNya, dan ditangguhnya hal itu kepada mereka yang hasad dan dengki.( riwayat Baihaqi)

وروي عن علي رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه و سلم قال إذا كانت ليلة النصف من شعبان فقوموا ليلها وصوموا يومها فإن الله تبارك وتعالى ينزل فيها لغروب الشمس إلى السماء الدنيا فيقول ألا من مستغفر فأغفر له ألا من مسترزق فأرزقه ألا من مبتلى فأعافيه ألا كذا ألا كذا حتى يطلع الفجر رواه ابن ماجه
Ali bin Abi Thalib berkata bahwa nabi bersabda : Apabila datang malam pertengahan syaban maka lakukanlah qiyamullain, dan berpuasalah pada siangharinyakarena sesungguhnya Allah Taala turun sejak terbenam matahari ke langit dunia dan befirman : Ketahuilah siapa yang meminta ampun kepadaku maka Aku akan memberikan ampunan kepadanya , siapa yang meminta rezeki kepadaKu maka Aku akan memberikan rezeki kepadanya, siapa yang aku beri cobaan maka aku akan memberikan kesehatan. Demikianlah berulang-ulang sampai terbit fajar ( riwayat Ibnu Majah ).
Dari hadis diatas dapat dilihat bahwa Nabi berpuasa di bulan sya'ab sebagai persiapan untuk bulan ramadhan. Dalam hadis yang dapat kita lihat bahwa nabi tidak melakukan apapun amalan istimewa di bulan syaban kecuali beliau shalat qiyamullail dengan sujud yang panjang, pada malam nisfu syaban, sebab pada malam itu adalah malam Alah me-review kembali semua amal manusia, dan memberikan ampunan kepada mereka yang meminta ampun. Hanya saja hadis menyatakan orang yang yidak mendpat ampunan adalah mereka yang syirik, bertengkar, memutuskan tali silaturahim, minum arak, durhaka sama orangtua dan orang yang hasad dan dengki. Tetapi nabi menyurh sahabtnya untuk mendirikan malam hari (qumu lailaha ) dan berpuasa di siang hari nisfu syaban. Ini hadis bersifat "umum " bagaimana cara mendirikan malam, boleh dengan shalat malam, berzikir, beristighfar, membaca al quran dan lain sebagainya. Melakukan amal ibadah di malam nisfu syaban memang digalakkan, tetapi tidak ada amalan khusus untuk malam nisfu sy'ban. Jika mewajibkan amalan tertentu di malam nisfu sya'ban itu merupakan bid'ah, sebab nabi tidak mewajibkan sesuatu di malam tersebut. Hanya saja nabi menggalakkan umatnya untuk menghidupkan malam dan berpuasa di siang hari, untuk mendapatkan ampunan dan keridhaan Allah. Wallhu A'lam. ( 15 syaban 1430 / Muhammad Arifin Ismail ).

TAKBIR DAN KEMERDEKAAN


“ Dan zikir kepada Allah itu adalah lebih besar ” (QS.Ankabut : 45)

Proklamasi Kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945 yang lalu bertepatan dengan hari Jum’at , 9 Ramadhan 1364 Hijriyah. Teks proklamasi tersebut dibacakan oleh Bung Karno dan Mohammad Hatta dengan mengibarkan bendera Merah Putih. Sepintas lalu, hari kemerdekaan tersebut adalah merupakan peristiwa politik biasa, tanpa dijiwai oleh nilai-nilai ajaran Islam. Padahal dalam wawancara dengan Cindy Adam, seorang wartawati Amerika, Bung Karno mengakui bahwa pemilihan tanggal tujuh belas Agustus tersebut dipengaruhi oleh kewajiban shalat yang dijalankan oleh setiap muslim sebanyak 17 rakaat dalam setiap hari. Demikian juga jika dalam bulan ramadhan, tanggal tujuh belas merupakan hari nuzulul Quran, turunnya Kitab suci yang menjadi pedoman hidup bagi setiap muslim. Dipilihnya hari Jum’at juga disebabkan karena hari Jum’at dalam ajaran Islam merupakan hari mulia “ sayyidul ayyam “, hari yang terbaik. Itulah sebabnya Bung Karno memilih hari proklamasi tersebut pada hari Jum’at dan bertepatan dengan tanggal tujuh belas. Oleh sebab itu pemilihan tanggal tujuh belas, di hari Jum’at dan bulan ramadhan tersebut merupakan hari yang dipilih dan direncanakan oleh Bung Karno pada 10 Agustus 1945 sewaktu beliau berada di Saigon.

Hari proklamasi tersebut merupakan momen sejarah yang sangat menentukan dan sangat menakjubkan. Bagaimana tidak…? Pemboman sekutu atas Hiroshima dan nagasaki pada 6 dan 9 Agustus telah membuat jepang bertekuk lutut, sehingga pada 14 Agustus 1945 Kaisar Hirohito mengumumkan penyerahannya kepada sekutu. Dengan penyerahan tersebut, berarti jepang juga harus angkat kaki dari bumi Indonesia. Setelah jepang kalah perang, maka sekutu mengadakan perjanjian Postdam yang menyatakan bahwa dengan kalahnya jepang, maka Sekutu merumuskan bahwa wilayah yang diduduki jepang menjadi wilayah yang kembali dikuasai oleh negara penjajah dari kelompok sekutu dan negara penjajah berhak menerima kembali tanah yang dijajahnya. Dengan rumusan itu berarti bahwa Belanda berhak menerima kembali Indonesia sebagai jajahannya.

Di saat persetujuan Postdam itu akan dilaksanakan, dan di saat bumi Indonesia sedang mengalami “ vacum of power “ karena peralihan kekuasaan dari penjajah jepang kepada belanda sesuai dengan persetujuan Postdam, maka di saat itulah bangsa indonesia dengan penuh keberanian menyatakan Proklamasi Kemerdekaan yang dibacakan oleh dua proklamator Bunga Karno dan Hatta. Bayangkan, bagaimana beraninya bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya tanpa menghiraukan hasil keputusan Postdam dan juga tanpa menghiraukan bagaimana Sekutu baru saja mendemontrasikan kekuatannya dengan menghancurkan kota Hiroshima dan Nagasaki. Mengapa bangsa Indonesia begitu berani untuk menyatakan kemerdekaannya di saat yang genting sepeti itu..?

Tidal lain karena bangsa Indoensia yakin akan pertolongan dan rahmat dari pada Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa. Itulah sebabnya dalam Piagam Jakarta bangsa Indonesia telah merumuskan nilai-nilai kemerdekaan dengan kata-kata : “ Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorong oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya “. Dari untaian kata di atas terlihat bahwa keberanian bangsa Indonesia adalah berkat rahmat Allah subhana wa taala. Apalagi proklamasi tersebut dilaksanakan pada 9 Ramadhan, dimana sebagaimana diketahui bahwa sepuluh hari pertama dalam bulan puasa adalah bulan-bulan yang penuh dengan rahmat, dan hari proklamasi tersebut masih berada dalam sepuluh awal bulan ramadhan.

Sejarah telah membuktikan bahwa kemerdekaan memang merupakan rahmat daripada Allah subhana wa taala. Sewaktu Sekutu mendengar bahwa Indonesia telah merdeka, maka Belanda beserta sekutu tidak mau mengakui kemerdekaan tersebbut, karena mereka masih terikat dengan perjanjian Postdam. Oleh sebab itu mereka berusaha untuk menguasai kembali bangsa Indonesia yang baru merdeka. Sekutu yang baru saja unjuk kekuatan mengalahkan Jepang segera mengadakan penyerangan dengan nama agresi pertama dan kedua. Bangsa Indonesia yang baru saja merdeka , belum mempunyai angkatan perang yang kuat dan persenjataan militer yang canggih harus berperang menghadapi pasukan Sekutu yang mempunyai peralatan yang canggih dan didukung oleh negara maju seperti Amerika, Inggeris, dan Belanda. Secara perhitungan matematis, sudah tentu bangsa Indonesia akan kalah karena bangsa Indonesia melawan pesawat tempur dan bom dengan bambu runcing. Tetapi apakah yang terjadi..? Ternyata dengan senjata bambu runcing dan teriakan takbir Allahu Akbar, bangsa Indonesia mampu mengalahkan serngan sekutu, padahal Jepang yang mempunyai peralatan cangih tidak dapat mengalahkan sekutu. Oleh sebab itu, kemenangan bangsa Indonesia melawan sekutu tersebut bukanlah karena kekuatan militer yang hebat tetapi disebabkan oleh pertolongan dan rahmat daripada Allah semata-mata.

Inggeris pada tanggal 10 Nopember 1945 kehilangan dua orang perwira dalam pertempuran di Surabaya dan ditambah dengan seorang perwira lagi yang tewas dalam peperangan di daerah Jawa barat pada 9 Nopember 1945. Kehilangan tiga orang perwira tinggi dalam waktu yang relatif singkat merupakan kejadian yang luar biasa dalam angkatan perang Ingeris, karena hal tersebut tidak pernah dialami oleh Inggeris selama perang dunia kedua. Bangsa indonesia dengan bermodalkan bambu runcing dan teriakan “ Allahu Akbar” dapat mengalahkan Inggeris yang bersenjata lengkap da;lam waktu yang relatif singkat. Bukankah ini merupakan rahmat Allah terhadap bangsa Indonesia..?

Dari penjelasan di atas ternyata sejarah telah membuktikan bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia adalah merupakan rahmat dari pada allah subhana wa taala. Konsekwensi daripada itu, maka setiap rahmat wajib disyukuri. Bangsa Indonesia, apalagi para elite politik yang sedang memegang kekuasaan wajib mensyukuri rahmar kemerdekaan tersebut. bagaimanakah cara mensyukuri rahmat kemerdekaan tersebut..? islam mengajarkan bahwa cara mensyukuri nikmat kemerdekaan adalah dengan menjalankan segala perintah dari Allah subhana wa taala, bukan dengan pesta pora apalagi dengan cara-cara yang mengandung unsur maksiat dan sesuatu yang sia-sia. Kesyukuran nikmat dalam ajaran islam harus dengan cara melakukan segala sesuatu yang dapat mencapai ridha Allah subhana wa taala. Dalam Al Quran dijelaskan bagaimana doa Nabi Sulaiman untuk dapat mensyukuri nikmat yang telah diberikan kepadanya : ‘ Ya Tuhanku, berilah kepadaku ilham untuk dapat tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orangtuaku dengan cara mengerjakan amal yang shaleh yang Engkau ridhai dan masukkanlah aku dengan rahmat_mu ke dalam golongan hamba-Mu yang sholeh “ ( Qs. Al Naml : 27 ).

Mensyukuri nikmat adalah dengan cara melaksanakan segala perintah Allah dan melakukan perbuatan yang sesuai dengan keridhaan-Nya. Jika kita melakukan hal yang tidak sesuai dengan perintah Allah, atau membiarkan maksiat dan kemungkaran meraja lela di bumi Indonesia, berarti bangsa Indonesia, terutama para elite politik yang sedang berkuasa tidak mensyukuri nikmat kemerdekaan yang telah diberikan oleh Allah kepada kita semua. Jika hal ini yang kita lakukan, maka tunggulah akibatnya sebagaimana janji allah dalam Kitab suci Al Quran : “ Jika kamu bersyukur maka Aku akan menambah nikmat itu kepadamu tetapi jika kamu tidak bersyukur dengan melakukan pengingkaran kepada perintah Allah, maka sesungguhnya siksaan-KU amatlah pedih “ ( QS. Ibrahim : 7 ). Sudah saatnya kita merenung dan berpikir, apakah selama ini bagsa Indonesia telah mensyukuri rahmat kemerdekaan ini dengan cara yang diridhai oleh Allah subhana wa taala..? Semoga kita semua –terutama elit politik dan wakil rakyat - dapat sadar bahwa memperingati kemerdekaan berarti hanya dengan cara mengingat Allah dan menjalankan perintah Allah.

Kemerdekaan bukan berarti merdeka berbuat apa saja. Merdeka dalam konsep islam adalah merdeka dari perbudakan hawa nafsu, merdeka dari kedzaliman orang lain dan diri sendiri, merdeka dari segala bentuk kakafiran, dan penyembahan kepada selain AlLah. Merdeka berarti merdeka dari penghambaan sesama manusia, penghambaan hawa nafsu, penghambaan dunia, menuju kepada penghambaan kepada Allah semata-mata. Jika pahlawan kita dengan slogan ” Allahu Akbar ” telah menghantarkan bangsa Indonesia kepada gerbang kemerdekaan, maka kita yang hidup pada hari ini wajib untuk mengisi kemerdekaan juga dengan teriakan ” Allahu Akbar ”, sehingga dengan merdeka kita bebas untuk menjalankan perintah Allah, bukan bebas dari perintah Allah dan terjajah oleh hawa nafsu, dan penghambaan kepada materi dan dunia. Marilah kita isi kemerdekaan bangsa Indoneisa dengan nilai-nilai takbir, tahmid, sehingga bangsa Indoneisa menjadi bangsa yang diri8dhai Allah Taala menjadi ”baldatun tayyibatun wa rabbun ghafur ”, negeri yang penuh kebaikan dan memperoleh ampunan dari tuhan ”. Jika kemerdekaan indonesia dapat kita raih dengan teriakan takbir ” Allahu Akbar ”, sehingga bangsa indonesia dapat mengalahkan pasukan sekuru yang begitu canggih, maka dengan Allahu Akbar juga kita dapat mengisi kemerdekaan hari ini sehingga bangsa indonesia dapat menjadi bangsa yang terhormat di mata dunia. Fa’tabiru Ya Ulil albab. ( Renungan Jumat ISTAID, 15 Agustus 2009/ Muhammad Arifin Ismail )