Menurut situs voice of islam (01/2/2011) menyatakan bahwa : “ Para tokoh lintas agama akan menggunakan isu toleransi umat beragama untuk menggelar pesta silaturrahim antaragama. Pekan ini, Ahad (6/2/2011), Inter Religious Council Indonesia (IRC) yang dimotori oleh para tokoh lintas agama akan menggelar Pekan Kerukunan antar Umat Beragama se-Dunia (World Interfaith Harmony Week) di Istora Senayan, Jakarta, sejak pukul 09.30- 12.00 WIB. Mereka menargetkan agar perayaan pluralisme ini akan dihadiri oleh sepuluh ribu umat dari berbagai agama “. Dalam jumpa pers, Senin (31/12011) pagi, Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin didampingi oleh sejumlah tokoh lintas agama, di antaranya: Pdt. Andreas Yewangoe (Ketua Umum PGI), Mgr. Martinus Situmorang (Ketua KWI), Romo Beny Susetyo (Ketua Umum PGI), S Udayana (Hindu), Rusli (Walubi), dan Uung Sendana (Matakin). Dikatakan oleh Andreas Yewangoe, beberapa tahun terakhir ini, ada kecenderungan peningkatan kekerasan atas nama agama di beberapa tempat. Dengan latar belakang itu, para tokoh lintas agama merasa perlu mengadakan perayaan kerukunan antar umat beragama sedunia. ”Sesungguhnya agama bisa memainkan peran yang positif, juga sekaligus negatif, terlebih jika agama disikapi secara keliru. Kami berharap, kerukunan itu tidak hanya terjadi di tingkat atas atau elit politik, tapi juga di level bawah,” kata Andreas.
Perayaan yang diadakan oleh IRC Bhineka Tunggal Ika ini mendapat dukungan oleh CDCC (Center for Dialogue and Cooperation Among Civilization), PP Muhammadiyah, ORBIT, PGI (Persatuan Gereja Indonesia), KWI (Konferensi Wali Gereja), MATAKIN (Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia), WALUBI (Wakil Umat Budha Indonesia) dan Majelis TAO Indonesia. Rencananya, kegiatan tersebut akan menyampaikan pesan kerukunan dari tokoh agama, Sekjen Religious For Peace New York dan dari tokoh nasional. Sejumlah selebritis ibukota seperti Rossa, Edo Kondolegit, Delon, Iis Dahlia, Cici Paramida, Kristina, Debu, Trio Fatimah diiringi oleh Orkestra Dwi Darmawan akan meramaikan perayaan ini. ”Kegiatan ini juga mempertunjukkan budaya Barongsai, bela diri Tapak Suci, Wushu, Nichiren Shosu, dan marching band,” tandas Din. Dikatakan Din Syamsuddin, perayaan yang bertema ”Harmony in Diversity World Interfaith Harmony Week” ini merupakan program Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) yang diselenggarakan setiap minggu pertama bulan Februari. Kegiatan tahunan PBB ini dimaksudkan untuk mengakhiri perjalanan panjang pertikaian antar agama dan kekerasan, sehingga umat beragama dapat hidup layak dan damai tanpa perang maupun kekerasan. Demikian berita yang kutip oleh situs tersebut.
Jika perayaan ini hanya untuk menekankan pada silaturahmi antar umat agama, toleransi beragama, membentuk masyarakat yang harmonis dan damai maka hal tersebut adalah suatu yang baik. Tetapi perkara ini jangan sampai kepada mencampur adukkan antara ritual keagamaan antar agama, seperti doa bersama, ibadah bersama, dan lain sebagainya, apalagi sampai kepada pemahaman kesamaan agama yang merupakan inti daripada paham Pluralisme. Karena menurut Fatwa MUI Nomor 7/MUNAS VII/MUI/II/2005 tentang Pluralisme, Liberalisme dan Sekularisme Agama menyatakan bahwa :
Pluralisme agama yang dimaksud dalam fatwa adalah suatu paham yang mengajarkan bahwa semua agama adalah sama dan karenanya kebenaran setiap agama adalah relative; oleh sebab itu, setiap pemeluk agama tidak boleh mengkalim bahwa hanya agamanya saja yang benar sedangkan agama yang lain salah. Pluralisme juga mengajarkan bahwa semua pemeluk agama akan masuk dan hidup dan berdampingan di surga. Oleh sebab itu MUI memutuskan hukum bahwa :
1. Pluralism, Sekualarisme dan Liberalisme agama sebagaimana dimaksud pada bagian pertama adalah paham yang bertentangan dengan ajaran agama islam.
2. Umat Islam haram mengikuti paham Pluralisme Sekularisme dan Liberalisme Agama.
3. Dalam masalah aqidah dan ibadah, umat islam wajib bersikap ekseklusif, dalam arti haram mencampur adukan aqidah dan ibadah umat Islam dengan aqidah dan ibadah pemeluk agama lain.
4. Bagi masyarakat muslim yang tinggal bersama pemeluk agama lain (pluralitas agama), dalam masalah sosial yang tidak berkaitan dengan aqidah dan ibadah, umat Islam bersikap inklusif, dalam arti tetap melakukan pergaulan sosial dengan pemeluk agama lain sepanjang tidak saling merugikan.
Kekerasan dan peperangan di dunia sebenarnya bukan karena agama, karena tidak ada agama yang mengajarkan kekerasan dan perang. Jika terjadi perang dalam sejarah agama, bukan karena agama tersebut mengajarkan perang tetapi karena sikap mempertahankan diri daripada serangan lawan. Jangankan mempertahankan agama, jika seseorang diserang oleh orang lain secara individu mka dia wajib mempertahankan dirinya. Oleh sebab itu perdamaian masyarakat tidak memerlukan paham Pluralisme agama, tetapi yang diperlukan bahwa setiap pemeluk agama menjalankan agamanya masing-masing dengan penuh penghatayatan. Oleh sebab itu tidak ada alasan jika paham Pluralisme dikembangkan untuk mendamaikan dunia, sebab penyatuan agama bukan merupakan solusi, tetapi akan menjadi bencana bagi agama itu sendiri. Silaturahmi antar umat beragama tidak boleh menjadi ajang penyebaran paham pluralism agama, tetapi merupakan pertemuan silaturahmi tanpa diiringi dengan upacara keagamaan secara bersama seperti doa bersama, dan lain sebagainya.
Untuk mewujudkan masyarakat damai, diperlukan adalah pendidikan akhlak dan sikap toleransi antar umat beragama, bukan merubah dan menyatukan ritual dan keyakinan. Pada waktu orang kafir Makah datang kepada Rasululullah mengajak rasul untuk menyembah Tuhan mereka selama setahun, dan kemudian nanti mereka akan menyembah Allah selama setahun pula, maka Allah segera menurunkan surah al Kafirun : “ Katakan hai Muhammad : “ Hai orang kafir, Aku tidak pernah menyembah apa yang kamu sembah dan kamu tidak perlu menyembah apa yang aku sembah. Aku tidak pernah menyembah apa yang telah kamu sembah, dan kamu juga tidak pernah menyembah apa yang telah aku sembah. Bagi kamu agama kamu dan bagiku agamaku “. ( Qs. AlKafirun : 1-6 ).
Ayat “ aku tidak menyembah apa yang kalian sembah dan kalian tidak perlu menyembah apa yang aku sembah “ merupakan sikap bahwa umat Islam tidak boleh mencampuradukkan doa, ibadah, ritual dengan umat yang lain. Tetapi sikap tegas tersebut diikuti dengan sikap menghormati agama yang lain “ bagi kamu agama kamu dan bagiku agamaku “. Penghormatan kepada agama yang lain bukan berarti pengakuan agama yang lain. Banyak orang salah memahami ayat ini dengan mengatakan bahwa al Quran saja mengakui agama yang lain. Dalam ayat ini hanya penghormatan umat agama terhadap agama lain, tetapi bukan pengakuan kebenaran agama yang lain, sebab bagi umat islam agama yang benar adalah Islam, sebab dalam al Quran dinyatakan bahwa “ Sesungguhnya agama yang benar di sisi Allah adalah Islam “. ( Qs. Ali Imran :19 ). Kebenaran agama bagi umat islam hanya ada pada Islam. Walaupun umat agama lain meyakini kebenaran agama pada agamanya masing-masing, tetapi umat Islam tidak boleh meyakini kebenaran agama lain, sebab jika dia meyakini kebenaran ada pada semua agama, berarti dia telah ragu dengan kebenaran agamanya sendiri. Oleh sebab itu keyakinan akan kebenaran agama Islam harus diikuti dengan pengakuan bahwa agama yang lain tidak diterima disisi Allah sebagaimana dinyatakan dalam al Quran : “ Siapa yang mencari agama selain Islam, maka sekali-kali tidak diterima agama itu daripadanya dan dia di akhirat termasuk orang yang merugi “ ( Qs. Ali Imran : 85 ) Pengakuan kesalahan agama lain dari umat Islam bukan berarti membolehjkan umat Islam melakukan kekerasan kepada mereka. Islam melarang melakukan kekerasan kepada umat yang lain, walaupun mereka itu adalah berbeda agama dan keyakinan. Tetapi sikap menghormati keyakinan orang lain jangan sampai meyakini kebenaran agama lain. Disinilah perbedaan antara sikap menghargai banyaknya agama (pluralitas agama) dan mengakui kebenaran agaam-agama (paham pluralism agama) dan menggabungkan ritual,hokum dan ajaran agama-agama (sikap pluralism agama). Islam hanya mengakui keberadaan (bukan kebenaran) agama-agama, dan mengharamkan umatnya untuk meyakini kebenaran lain dan mencampur adukkan ritualnya dengan ritual agama yang lain. Semoga kita tetap waspada dengan segala agenda yang akan merusak keyakinan beragama. Fa’tabiru ya ulil albab.( Muhammad Arifin ismail /Buletin ISTAID , 5 Februaru 2011 )
Wednesday, February 2, 2011
Monday, January 31, 2011
DUSTA DAN INGKAR JANJI
“ Hai orang yang beriman , tepatilah semua janji “ ( QS. AlMaidah: 1 )
Abdullah bin Khansa berkata : “ Aku telah mengadakan transaksi jual beli dengan Rasulullah sebelum beliau menjadi rasul. Pada suatu hari, kami berjual beli, dan ada sebagaian barang miliknya yang tertinggal. Maka aku berjanji dengan Muhammad bahwa aku akan datang sisa barang tersebut kepadanya ke suatu tempat yang kami sepakati. Aku lupa dengan janji pertemuan tersebut, dan setelah tiga hari, baru ku ingat janji tersebut. Aku segera datang ke tempat pertemuan yang kami sepakati, dan kulihat Rasulullah masih berada di tempat yang kami berjanji tersebut. Sebaik aku sampai ke tempat tersebut, Rasulullah hanya berkata : Wahai anak muda, engkau telah menyusahkan aku, semenjak tiga hari yang lalu “. Begitulah teguhnya Nabi Muhammad memegang janji, sehingga beliau menungu selama tiga hari, padahal kawan perniagaan telah terlupa dengan janji pertemuan tersebut.
Pada suatu hari yang lain, Rasulullah menjanjikan seorang pembantu kepada AbulHaitam bin Tayihan. Tak lama kemudian nabi mendapat tiga tawanan perang, kemudian nabi membagidua tawanan perang kepada sahabat-sahabat yang ikut perang, tinggallah satu orang tawanan. Tak lama kemudian datang Fatimah meminta seorang pembantu dari tawanan perang tersebut sambil berkata : “ Tidakkah ayah melihat bekas menggiling bumbu makanan di tangan Fatimah ini ? “. Rasulullah saw menjawab : “ Bagaimana dengan janjiku kepada Abu Haitam ? “. Rasulullah lebih mendahulukan tawanan perang itu diberikan kepada Abul haitam daripada anaknya sendiri Fatimah, sebab dia telah berjanji terlebih dahulu dengan Abul Haitam.
Shabat nabi, Sayidina Umar bin Khatab sangat takut jika dia tidak menepati janji, sehingga sewaktu beliau hamper wafat, dia berkata : “ Sesungguhnya seorang laki-laki dari suku Quraisy telah meminang anak perempuanku, dan aku telah berjanji kepadanya akan menikahkannya dengan putriku. Aku khawatir, jika ajalku sampai, aku belum menepati janji tersebut, dan aku tidak ingin mati dalam keadaan sepertiga munafik. Maka saksikanlah olehmu seklian, bahwa aku telah menikahkan anak perempuanku dengan laki-laki itu “
Menepati janji dan berkata benar merupakan sikap orang beriman, sedangkan berkata bohong dan mengingkari janji merupakan sifat orang munafik. Dalam hadis disebutkan : “ Tiga perkara, barangsiapa ada padanya tiga perkara tersebut, maka dia itu orang munafik walaupun dia berpuasa, mengerjakan shalat dan mengaku muslim. Tiga perkara itu adalah : apabila berkata , maka dia berdusta, apabila berjanji, maka dia mengingkari, dan apabila diberi amanah, maka dia berkhianat “. ( riwayat Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah ). Dalam hadis yang lain disebutkan : “ Ada empat perkara barangsiapa ada padanya sifat tersebut, maka dia adalah munafik. Barangsiapa yang ada satu sifat saja dari empat sifat tersebut, maka dia sudah diangap orang munafik, sampai dia meninggalkan sifat tersebut. Sifat tersebut adalah : apabila berbicara maka ia berdusta, apabila berjanji maka dia mengingkari janji, apabila membuat perjanjian, maka dia membelok, dan apabila bermusuhan maka dia mendzalimi orang yang memusuhinya tersebut “ ( riwayat Bukhari, Muslim dari Abdullah bin Amr ).
Dalam islam, mengingkari janji tersebut juga termasuk bagian daripada dusta dan bohong, yang merupakan dosa besar. Dalam sebuah hadis Rasululah saw bersabda : “ Tidakkah aku beritahu kamu sekalian apa itu dosa-dosa besar ? Yaitu syirik kepada Allah dan durhaka kepada orangtua “. Kemudian Rasulullah duduk, seraya berkata : “ juga berkata dusta “ ( riwayat Bukhari Muslim dari Abi barkat ).
Oleh sebab itu menurut Aisyah : “ Tidak ada suatu sifat yang sangat berat dirasakan nabi jika sifat itu ada pada sahabatnya daripada sifat dusta. Jika Rasulullah melihat sifat tersebut ada pada sahabatnya, maka tidak hilang perkara itu dari dadanya sebelum beliau mengetahui benar-benar bahwa sahabat tersebut telah berubah sikap, tidak berdusta lagi dan bertobat kepada Allah ( riwayat Ahmad ).
Abdullah bi Umar mengatakan : Rasulullah datang ke rumah kami, dan saya pada waktu itu masih kanak-kanak. Saya sedang bermain-main, dan tak lama kemudian ibuku berkata : “ Hai Abdullah, mari kesini, aku akan memberikan kepadamu sesuatu “. Rasulullah bertanya : “ Apa yang akan engkau berikan kepadanya ? “. Ibuku menjawab : “ Kurma “. Rasulullah kemudian berkata : “ Jika engkau tidak member apa yang engkau janjikan maka engkau telah berdusta “. ( riwayat Abu daud ).
Rasulullah mendengar pembicaraan seorang peniaga dengan pembeli yang akan membeli kambing. Si penjual berkata : “Demi Allah, aku tidak akan menjual kambing ini kecuali dengan harga sekian”. Si pembeli juga bersumpah : “ demi Allah aku tidak akan membeli kambing ini kecuali dengan harga sekian “. Ternyata tak lama kemudian, nabi melihat bahwa kambing tersebut sudah dibeli bukan dengan harga yang dinyatakan dalam sumpah keduanya. Rasulullah berkata : “ kalian berdua telah melakukan dosa melanggar sumpah, dan wajib bagi kalian berdua untuk membayar kifarat sumpah “. Sahabat yang medengar bertanya : Ya rasulullah, bukankah mereka telah melakukan jual beli ? rasulullah menjawab sahabat tersebut : Ya, benar, tetapi mereka telah melanggar sumpahnya masing-masing, mereka berkata dan mereka berdusta, maka mereka berdosa “. ( riwayat Ahmad ).
Seorang mukmin tidak boleh berdusta, sehingga pada suatu hari Abdullah bin Jarrad bertanya kepada Nabi : “ Ya Rasulullah, adakah seorang mukmin itu berzina ? Nabi menjawab : “ kadang-kadang ada “, kemudian Abdullah bin Jarrab bertanya lagi : “ Adakah orang mukmin itu berdusta ? nabi menjawab : Orang mukmin itu tidak berdusta “, kemduan nabi membacakan ayat 10 dari surah An nahl : “ Sesungguhnya orang yang melakukan pembohongan dan dusta adalah mereka yang tidak beriman kepada ayat-ayat Nya “. Sebab itu rasulullah mengajarkan umatnya untuk berdoa terhindar daripada dusta : “ Allahumma tahhir qalbi minan nifaq, wa farji minaz zina, wa lisani minal kadzib , Ya Allah, sucikanlah diriku daripada sifat munafik, sucikan kemaluanku daripada zina, dan sucikanlah lisanku daripada dusta “. ( riwayat Muslim dari abu Hurairah ).
Demikian juga seorang pemimpin harus berkata jujur, menepati janji, dan tidak boleh berdusta sebagaimana pesan nabi kepada Muaz sewaktu melantiknya menjadi gubernur yaman : “ Aku wasiatkan kepadamu agar bertakwa kepada Allah, benar dalam kata-kata, tunaikan amanah, tetapi janji, berikan salam, dan rendahkan dirimu kepada orang lain “. ( riwayat Abu Nu’aim ). Demikian juga pesan Abubakar sewaktu dilantik menjadi Khalifah. Dalam pidato pelantikan Abubakar berkata : “ Pada tahun pertama hijrah, rasulullah berdiri di tengah-tengah kami, beliau menangis dan berkata : “ Haruslah kamu bersikap benar, sebab kebenaran itu bersama kebaikan, dan kedua-duanya itu di dlaam surga “. ( riwayat Ibnu Majah ). Dalam Al Quran dinyatakan bahwa perkatan benar itu dapat meneguhkan kedudukan seseorang : “ Allah meneguhkan kedudukan orang yang beriman dengan perkataan yang teguh dalam kehidupan dunia ini dan kehidupan di hari akhirat nanti “ ( QS.Ibrahim : 27 ). Oleh sebab itu Rasulullah bersabda : “ Ada empat perkara jika kamu lakukan maka tidak dapat mendatangkan melarat bagi dirimu yaitu : pembicaraan yang benar, memelihara amanah, baik tingkah laku, dan menjaga makanan ( daripada yang haram atau syubhat).
Dari keterangan diatas dapat dilihat bahwa sikap jujur, tidak berdusta, menepati janji, merupakan syarat utama dalam kehidupan masyarakat, baik dari seorang pemimpin, pejabat, pegawai, pedagang, sampai sikap dari seorang ibu dengan anaknya yang maish kecil. Selama sifat ini ada, maka masyarakat akan terpelihara dan mendapat kbaikan, tetapi sebaliknya selama sifat dusta terdapat dalam negara, dalam perniagaan, dalam pendidikan dan ilmu, dalam masyarakat, dalam media, dalam keluarga, maka kebaikan dalam masyarakat tidak tercapai, walaupun masyarakat tersbeut banyak shalat, banyak zikir, banyak umrah, masjid banyak dibangun, dan seremonial agama dilaksanakan. Fa’tabiru ya Ulil albab.
Abdullah bin Khansa berkata : “ Aku telah mengadakan transaksi jual beli dengan Rasulullah sebelum beliau menjadi rasul. Pada suatu hari, kami berjual beli, dan ada sebagaian barang miliknya yang tertinggal. Maka aku berjanji dengan Muhammad bahwa aku akan datang sisa barang tersebut kepadanya ke suatu tempat yang kami sepakati. Aku lupa dengan janji pertemuan tersebut, dan setelah tiga hari, baru ku ingat janji tersebut. Aku segera datang ke tempat pertemuan yang kami sepakati, dan kulihat Rasulullah masih berada di tempat yang kami berjanji tersebut. Sebaik aku sampai ke tempat tersebut, Rasulullah hanya berkata : Wahai anak muda, engkau telah menyusahkan aku, semenjak tiga hari yang lalu “. Begitulah teguhnya Nabi Muhammad memegang janji, sehingga beliau menungu selama tiga hari, padahal kawan perniagaan telah terlupa dengan janji pertemuan tersebut.
Pada suatu hari yang lain, Rasulullah menjanjikan seorang pembantu kepada AbulHaitam bin Tayihan. Tak lama kemudian nabi mendapat tiga tawanan perang, kemudian nabi membagidua tawanan perang kepada sahabat-sahabat yang ikut perang, tinggallah satu orang tawanan. Tak lama kemudian datang Fatimah meminta seorang pembantu dari tawanan perang tersebut sambil berkata : “ Tidakkah ayah melihat bekas menggiling bumbu makanan di tangan Fatimah ini ? “. Rasulullah saw menjawab : “ Bagaimana dengan janjiku kepada Abu Haitam ? “. Rasulullah lebih mendahulukan tawanan perang itu diberikan kepada Abul haitam daripada anaknya sendiri Fatimah, sebab dia telah berjanji terlebih dahulu dengan Abul Haitam.
Shabat nabi, Sayidina Umar bin Khatab sangat takut jika dia tidak menepati janji, sehingga sewaktu beliau hamper wafat, dia berkata : “ Sesungguhnya seorang laki-laki dari suku Quraisy telah meminang anak perempuanku, dan aku telah berjanji kepadanya akan menikahkannya dengan putriku. Aku khawatir, jika ajalku sampai, aku belum menepati janji tersebut, dan aku tidak ingin mati dalam keadaan sepertiga munafik. Maka saksikanlah olehmu seklian, bahwa aku telah menikahkan anak perempuanku dengan laki-laki itu “
Menepati janji dan berkata benar merupakan sikap orang beriman, sedangkan berkata bohong dan mengingkari janji merupakan sifat orang munafik. Dalam hadis disebutkan : “ Tiga perkara, barangsiapa ada padanya tiga perkara tersebut, maka dia itu orang munafik walaupun dia berpuasa, mengerjakan shalat dan mengaku muslim. Tiga perkara itu adalah : apabila berkata , maka dia berdusta, apabila berjanji, maka dia mengingkari, dan apabila diberi amanah, maka dia berkhianat “. ( riwayat Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah ). Dalam hadis yang lain disebutkan : “ Ada empat perkara barangsiapa ada padanya sifat tersebut, maka dia adalah munafik. Barangsiapa yang ada satu sifat saja dari empat sifat tersebut, maka dia sudah diangap orang munafik, sampai dia meninggalkan sifat tersebut. Sifat tersebut adalah : apabila berbicara maka ia berdusta, apabila berjanji maka dia mengingkari janji, apabila membuat perjanjian, maka dia membelok, dan apabila bermusuhan maka dia mendzalimi orang yang memusuhinya tersebut “ ( riwayat Bukhari, Muslim dari Abdullah bin Amr ).
Dalam islam, mengingkari janji tersebut juga termasuk bagian daripada dusta dan bohong, yang merupakan dosa besar. Dalam sebuah hadis Rasululah saw bersabda : “ Tidakkah aku beritahu kamu sekalian apa itu dosa-dosa besar ? Yaitu syirik kepada Allah dan durhaka kepada orangtua “. Kemudian Rasulullah duduk, seraya berkata : “ juga berkata dusta “ ( riwayat Bukhari Muslim dari Abi barkat ).
Oleh sebab itu menurut Aisyah : “ Tidak ada suatu sifat yang sangat berat dirasakan nabi jika sifat itu ada pada sahabatnya daripada sifat dusta. Jika Rasulullah melihat sifat tersebut ada pada sahabatnya, maka tidak hilang perkara itu dari dadanya sebelum beliau mengetahui benar-benar bahwa sahabat tersebut telah berubah sikap, tidak berdusta lagi dan bertobat kepada Allah ( riwayat Ahmad ).
Abdullah bi Umar mengatakan : Rasulullah datang ke rumah kami, dan saya pada waktu itu masih kanak-kanak. Saya sedang bermain-main, dan tak lama kemudian ibuku berkata : “ Hai Abdullah, mari kesini, aku akan memberikan kepadamu sesuatu “. Rasulullah bertanya : “ Apa yang akan engkau berikan kepadanya ? “. Ibuku menjawab : “ Kurma “. Rasulullah kemudian berkata : “ Jika engkau tidak member apa yang engkau janjikan maka engkau telah berdusta “. ( riwayat Abu daud ).
Rasulullah mendengar pembicaraan seorang peniaga dengan pembeli yang akan membeli kambing. Si penjual berkata : “Demi Allah, aku tidak akan menjual kambing ini kecuali dengan harga sekian”. Si pembeli juga bersumpah : “ demi Allah aku tidak akan membeli kambing ini kecuali dengan harga sekian “. Ternyata tak lama kemudian, nabi melihat bahwa kambing tersebut sudah dibeli bukan dengan harga yang dinyatakan dalam sumpah keduanya. Rasulullah berkata : “ kalian berdua telah melakukan dosa melanggar sumpah, dan wajib bagi kalian berdua untuk membayar kifarat sumpah “. Sahabat yang medengar bertanya : Ya rasulullah, bukankah mereka telah melakukan jual beli ? rasulullah menjawab sahabat tersebut : Ya, benar, tetapi mereka telah melanggar sumpahnya masing-masing, mereka berkata dan mereka berdusta, maka mereka berdosa “. ( riwayat Ahmad ).
Seorang mukmin tidak boleh berdusta, sehingga pada suatu hari Abdullah bin Jarrad bertanya kepada Nabi : “ Ya Rasulullah, adakah seorang mukmin itu berzina ? Nabi menjawab : “ kadang-kadang ada “, kemudian Abdullah bin Jarrab bertanya lagi : “ Adakah orang mukmin itu berdusta ? nabi menjawab : Orang mukmin itu tidak berdusta “, kemduan nabi membacakan ayat 10 dari surah An nahl : “ Sesungguhnya orang yang melakukan pembohongan dan dusta adalah mereka yang tidak beriman kepada ayat-ayat Nya “. Sebab itu rasulullah mengajarkan umatnya untuk berdoa terhindar daripada dusta : “ Allahumma tahhir qalbi minan nifaq, wa farji minaz zina, wa lisani minal kadzib , Ya Allah, sucikanlah diriku daripada sifat munafik, sucikan kemaluanku daripada zina, dan sucikanlah lisanku daripada dusta “. ( riwayat Muslim dari abu Hurairah ).
Demikian juga seorang pemimpin harus berkata jujur, menepati janji, dan tidak boleh berdusta sebagaimana pesan nabi kepada Muaz sewaktu melantiknya menjadi gubernur yaman : “ Aku wasiatkan kepadamu agar bertakwa kepada Allah, benar dalam kata-kata, tunaikan amanah, tetapi janji, berikan salam, dan rendahkan dirimu kepada orang lain “. ( riwayat Abu Nu’aim ). Demikian juga pesan Abubakar sewaktu dilantik menjadi Khalifah. Dalam pidato pelantikan Abubakar berkata : “ Pada tahun pertama hijrah, rasulullah berdiri di tengah-tengah kami, beliau menangis dan berkata : “ Haruslah kamu bersikap benar, sebab kebenaran itu bersama kebaikan, dan kedua-duanya itu di dlaam surga “. ( riwayat Ibnu Majah ). Dalam Al Quran dinyatakan bahwa perkatan benar itu dapat meneguhkan kedudukan seseorang : “ Allah meneguhkan kedudukan orang yang beriman dengan perkataan yang teguh dalam kehidupan dunia ini dan kehidupan di hari akhirat nanti “ ( QS.Ibrahim : 27 ). Oleh sebab itu Rasulullah bersabda : “ Ada empat perkara jika kamu lakukan maka tidak dapat mendatangkan melarat bagi dirimu yaitu : pembicaraan yang benar, memelihara amanah, baik tingkah laku, dan menjaga makanan ( daripada yang haram atau syubhat).
Dari keterangan diatas dapat dilihat bahwa sikap jujur, tidak berdusta, menepati janji, merupakan syarat utama dalam kehidupan masyarakat, baik dari seorang pemimpin, pejabat, pegawai, pedagang, sampai sikap dari seorang ibu dengan anaknya yang maish kecil. Selama sifat ini ada, maka masyarakat akan terpelihara dan mendapat kbaikan, tetapi sebaliknya selama sifat dusta terdapat dalam negara, dalam perniagaan, dalam pendidikan dan ilmu, dalam masyarakat, dalam media, dalam keluarga, maka kebaikan dalam masyarakat tidak tercapai, walaupun masyarakat tersbeut banyak shalat, banyak zikir, banyak umrah, masjid banyak dibangun, dan seremonial agama dilaksanakan. Fa’tabiru ya Ulil albab.
HADIAH UNTUK ORANGTUA YANG TELAH MENINGGAL
Dari Abu Hurairah , Rasulullah bersabda : Jika meninggal anak Adam, maka terputuslah amalnya ( amal orang yang meninggal ) kecuali tiga : Sedekah jariyah ( wakaf ) , ilmu yang bermanfat dan doa anak yang saleh “ ( hadis riwayat Muslim ).
Dari Abi Usaid Malik bin Rabi’ah berkata bahwa ketika kami sedang duduk-duduk bersama Rasulullah, tiba-tiba datanglah seorang lelaki dari kabilah Bani Salamah berkata : “ Ya Rasulullah, adakah kebaikan yang dapat dilakukan kepada kedua orangtua saya yang telah meninggal dunia ? Rasul menjawab : Ada, yaitu engkau berdoa untuk keduanya, dan meminta ampunan atas dosa-dosanya, dan engkau menyelesaikan wasiat dan janji-janjinya / meneruskan amal kebaikannya, dan menghubungkan silatiurahim dengan saudara dan keluarganya, dan memuliakan kawan-kawannya “ ( Hadis diriwayatkan oleh Abu Daud , Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban dalam sahihnya / Kitab Targhib dan tarhib,Ibnu Muzdir, jilid 3, hal. 294 ).
Dari Aisyah menceritakan bahwa seorang lelaki datang kepada Rasulullah bertanya : Ya Rasulullah, sesungguhnya ibuku telah meninggal dunia, dan dia tidak ada berwasiat apapun dan saya rasa kalau dia sempat berbicara dia akan bersedekah, apakah dia mendapat pahala jika aku bersedekah untuknya ? Nabi menjawab : Ya (bersedekahlah dan dia akan mendapat pahala ). Hadis sahih Bukhari dan Muslim dari Kitab Ruh ,Ibnu Qayim, hal. 163.
Ibnu Abbas menceritakan bahwa ibu dari sahabat Saad bin Ubadah meninggal dunia dan dia tidak ada di tempat kejadian pada waktu meninggal tersebut, maka segera dia menjumpai Rasulullah bertanya : Ya Rasulullah, ibuku telah meninggal dunia dan saya tidak sempat menyaksikannya, maka apakah berguna jika saya bersedekah untuknya ? Rasul menjawab : Ya. Sa’ad berkata : Aku bersaksi bahwa aku telah memberikan sedekah bangunan ini sedekah untuknya “. ( Bukhari )
Dari Usman bin Affan menceritakan bahwa pada suatu hari Rasulullah setelah selesai menguburkan mayat, maka beliau bersabda : “ Mintalah ampunan untuk mayat ini, dan mintakanlah ketetapan bagi dirinya sebab dia sekarang sedang disoal / ditanya “. ( hadis riwayat Abu daud ).
Amr bin Ash berwasiat kepada kawan-kawannya : Jika nanti kamu ikut menguburkan diriku, maka berdirilah kamu di atas kuburanku selama orang menyembelih kambing dan memotong-motong dagingnya “ ( hadis riwayat muslim ). Imam Syafii memberikan komentar selanjutnya : “ Diharapkan mereka membaca sebagian dari ayat-ayat al Quran, dan kalau dapat mengkhatamkan al Quran itu lebih baik “. ( lihat Kitab Riyadhus salihin, Imam Nawawi, bab doa kepada mayat, hal. 508 ).
Dari keterangan diatas dalam masyarakat terdapat dua pendapat. Pertama mengatakan bahwa yang sampai kepada si mati hanya doa anak yang saleh, sebagaimana disebutkan dalam hadis pertama. Pendapat kedua menyatakan bahwa sedekah diniatkan kepada orang yang mati juga sampai berdasarkan hadis yang sahih. Jika sedekah sampai, maka pahala bacaan dan doa juga sampai sebab diqiyaskan kepada sedekah yang sampai. Mari kita sama-sama menghormati kedua pendapat tersebut, sebab kedua pendapat itu memiliki dalil yang sahih. Apalagi ini perkara sunat bukan wajib, sedang bertengkar itu adalah haram. Jangan sampai hal yang sunat membuat kita berdosa karena bertengkar dalam perbedaan pendapat. Fastabiqul khairat, mariberlomba untuk kebaikan. Wallahu A’lam.
Dari Abi Usaid Malik bin Rabi’ah berkata bahwa ketika kami sedang duduk-duduk bersama Rasulullah, tiba-tiba datanglah seorang lelaki dari kabilah Bani Salamah berkata : “ Ya Rasulullah, adakah kebaikan yang dapat dilakukan kepada kedua orangtua saya yang telah meninggal dunia ? Rasul menjawab : Ada, yaitu engkau berdoa untuk keduanya, dan meminta ampunan atas dosa-dosanya, dan engkau menyelesaikan wasiat dan janji-janjinya / meneruskan amal kebaikannya, dan menghubungkan silatiurahim dengan saudara dan keluarganya, dan memuliakan kawan-kawannya “ ( Hadis diriwayatkan oleh Abu Daud , Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban dalam sahihnya / Kitab Targhib dan tarhib,Ibnu Muzdir, jilid 3, hal. 294 ).
Dari Aisyah menceritakan bahwa seorang lelaki datang kepada Rasulullah bertanya : Ya Rasulullah, sesungguhnya ibuku telah meninggal dunia, dan dia tidak ada berwasiat apapun dan saya rasa kalau dia sempat berbicara dia akan bersedekah, apakah dia mendapat pahala jika aku bersedekah untuknya ? Nabi menjawab : Ya (bersedekahlah dan dia akan mendapat pahala ). Hadis sahih Bukhari dan Muslim dari Kitab Ruh ,Ibnu Qayim, hal. 163.
Ibnu Abbas menceritakan bahwa ibu dari sahabat Saad bin Ubadah meninggal dunia dan dia tidak ada di tempat kejadian pada waktu meninggal tersebut, maka segera dia menjumpai Rasulullah bertanya : Ya Rasulullah, ibuku telah meninggal dunia dan saya tidak sempat menyaksikannya, maka apakah berguna jika saya bersedekah untuknya ? Rasul menjawab : Ya. Sa’ad berkata : Aku bersaksi bahwa aku telah memberikan sedekah bangunan ini sedekah untuknya “. ( Bukhari )
Dari Usman bin Affan menceritakan bahwa pada suatu hari Rasulullah setelah selesai menguburkan mayat, maka beliau bersabda : “ Mintalah ampunan untuk mayat ini, dan mintakanlah ketetapan bagi dirinya sebab dia sekarang sedang disoal / ditanya “. ( hadis riwayat Abu daud ).
Amr bin Ash berwasiat kepada kawan-kawannya : Jika nanti kamu ikut menguburkan diriku, maka berdirilah kamu di atas kuburanku selama orang menyembelih kambing dan memotong-motong dagingnya “ ( hadis riwayat muslim ). Imam Syafii memberikan komentar selanjutnya : “ Diharapkan mereka membaca sebagian dari ayat-ayat al Quran, dan kalau dapat mengkhatamkan al Quran itu lebih baik “. ( lihat Kitab Riyadhus salihin, Imam Nawawi, bab doa kepada mayat, hal. 508 ).
Dari keterangan diatas dalam masyarakat terdapat dua pendapat. Pertama mengatakan bahwa yang sampai kepada si mati hanya doa anak yang saleh, sebagaimana disebutkan dalam hadis pertama. Pendapat kedua menyatakan bahwa sedekah diniatkan kepada orang yang mati juga sampai berdasarkan hadis yang sahih. Jika sedekah sampai, maka pahala bacaan dan doa juga sampai sebab diqiyaskan kepada sedekah yang sampai. Mari kita sama-sama menghormati kedua pendapat tersebut, sebab kedua pendapat itu memiliki dalil yang sahih. Apalagi ini perkara sunat bukan wajib, sedang bertengkar itu adalah haram. Jangan sampai hal yang sunat membuat kita berdosa karena bertengkar dalam perbedaan pendapat. Fastabiqul khairat, mariberlomba untuk kebaikan. Wallahu A’lam.
Sunday, January 30, 2011
IKHLAS : RUH AMAL PERBUATAN
ALHIKAM 10 : IKHLAS ADALAH ROH AMAL PERBUATAN
AMAL PERBUATAN ITU ADALAH KERANGKA SEDANGKAN ROHNYA TERDAPAT PADA KEIKHLASAN YANG TERSEMBUNYI DALAM AMALAN TERSEBUT.( IBNU ATHAILLAH SAKANDARY )
PENJELASAN :
Setiap perbuatan manusia terdapat sesuatu yang dzahir dari perbuatan tersebut, yaitu yang dilakukan oleh anggota badan dan sesuatu yang dalam batin yaitu niat perbuatan yang tersembunyi di dalam hati sanubari si pembuat amal itu sendiri. Nilai suatu perbuatan akan ditentukan oleh kualitas perbuatan dan niat perbuatan, malahan niat perbuatan merupakan landasan dari seluruh perbuatan. Allah Taala hanya menerima perbuatan yang dilakukan dengan ikhlas. Ikhlas bukan berarti kosong, walaupun makna asal kata ikhlas yaitu “kha-la-sa” adalah kosong. Secara definisi ikhlas adalah sesuatu perbuatan yang dilakukan hanya karena Allah Taala. Hal ini dinyatakan dalam kitab suci Al Quran :
QS. Bayinah 5 : Dan mereka tidak disuruh kecuali supaya untuk menyembah Allah dengan penuh keikhlasan dalam menjalankan agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus.
QS. AlKahfi : 110. Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, Maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya".
QS.Zumar : 3. Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik).
QS. An Nisa : 146. kecuali orang-orang yang taubat dan Mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar.
QS. AlAn’am : 162-163: Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagiNya; dan demikian Itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)".
Ikhlas adalah melakukan sesuatu perbuatan hanya karena Allah, karena perintah Allah “lillah “. Itulah sbabnya dalam setiap niat terdapat kalimat “lillahi Taala “. Keikhlasan niat karena Allah itu merupakan syarat diterimanya amal perbuatan, sebagaimana dinyatakan dalam hadis nabi : “ Sesungguhnya setiap amal perbuatan itu dilakukan dengan niat. Dan setiap seuatu itu mendapatkan balasan sesuai dengan niat amal perbuatannya. Barangsiapa yang berhijrah karena Allah dan RasulNya maka dia akan mendapatkan Allah dan RasulNya. Barangsiapa yang berhijrah karena mencari dunia atau mencari perempuan yang akan dinikahinya maka dia akan mendapatkan apa yang diniatkannya ”. ( riwayat Bukhari,Muslim,Abu Daud,Tirmidzi,Nasai ). Dari hadis ini ada tiga kategori tujuan amal yaitu Allah dan rasulNya, dunia ( lambang dari materi ) dan perempuan ( lambang dari hawa nafsu ). Setiap orang dalam berbuat tidak terlepas dari niat karena Allah, nitat karena materi atau niat karena mencari kepuasan hawa nafsu. Dan Allah Taala hanya menerima sesuatu perbuatan yang hanya diniatkan karena Allah, dan untuk Allah. Dalam sebuah hadis dari Abu Hurairah dinyatakan : ” Allah akan berkata nanti pada hari kiamat kepada orang yang syirik dalam beramal kepadaNya : Ambillah amal perbuatan itu untuk sesuatu yang engkau tujukan dan niatkan ” ( Hadis riwayat Thabrani dan Hakim ). Dalam hadis dari Abu Hurairah dinyatakan bahwa Rasulullah saw bersabda : ” Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada bentuk kamu dan juga kepada tidak melihat kepada badan kamu tetapi Dia hanya melihat kepada hati dan perbuatan kamu ”. Hal ini sesaui dengan ayat Al Quran :
QS. Ali Imran : 29. Katakanlah: "Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu melahirkannya, pasti Allah Mengetahui"
QS. Al hajj : 37. Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamu itulah yang dapat mencapainya.
Abu Hurairah mendengar nabi bersabda : ” Nanti manusia yang pertama disoal di hari kiamat adalah orang yang berperang di jalan Allah, sewaktu ditanya Allah : Apa yang telah engkau lakukan dalam hidupmu ? Orang itumenjawab : Saya telah berperang di jalanMu sehingga aku mati syahid ”. Allah menjawab : ” engkau telah berdusta, sebab engkau berperang bukan karena Aku, tetapi agar engkau disebut sebagai pahlawan, dan engkau telah mendapatkan sebutan tersebut, maka neraka tempatmu ”. Manusia kedua orang yang mengajar manusia, ditanya Allah : Apa yang engkau lakukan dalam hidupmu ? Orang itu menjawab : Saya telah mengajar ilmu dan al Quran.” Allah menjawab : “ engkau berdusta, sebab engkau mengajarkan ilmu bukan karena Aku, tetapi agar engkau dianggap sebagai orang alim, dan engkau mengajarkan Quran agar engkau dianggap Qari, dan engkau telah mendapatkan panggilan tersebut, maka ekarang neraka tempatmu “. Manusia ketiga adalah orangkaya yang banyak bersedekah, Allah bertanya : “ Apa yang telah engkau lakukan dalam hidupmu?”.Orang itu menjawab : “ aku telah membelanjakan hartaku , bersedekah siang dan malam “. Allah menjawab : engkau melakukan itu bukan karena Aku tetapi agar engkau dipanggil sebagai seorang yang dermawan, dan engkau telah mendapatkan itu, maka neraka tempatmu “. ( Hadis Muslim /1905). Mengapa Allah tidak menerima amal perbuatan ketiga orang tersebut ? Karena mereka melakukan untuk dipanggil sebagai syahid,alim dan dermawan adalah riya’, dan riya’ itu adalah syirik, dalam arti menduakan niat dalam suatu perbuatan. Orang yang ikhlas dalam al Quran disebut dengan alabrar yaitu mereka yang berkata:
QS. Al Insan : 9. Sesungguhnya Kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih ”.
Sebab itu ulama mendefinisikan ikhlas yaitu (1) melakukan perbuatan hanya karena Allah (2) Melupakan pandangan makhluk dan thanya mengharapkan pandangan Allah. Oleh sebab itu Ibnu Qayim menyatakan : ” Barangsiapa yang mengharapkan ucapan ikhlas dari perbuatannya maka dia itu belum mencapai tingkatan ikhlas ”. Sehingga seorang ulama, Fudail berkata : Meninggalkan sesuatu perbuatan karena manusia adalah riya’ dan melakukan perbuatan karena manusia adalah syirik, sedangkan ikhlas adalah engkau selamat dari keduanya. Dengan ikhlas dalam beramal maka kita terhindar dari mereka yang mendapat kerugian beramal sebagaimana dinyatakan dalam al uran :
QS. AlKahfi 103-104 : Katakanlah: "Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya? Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya ”. Wallahu A’lam.
( Muhammad Arifin Ismail/ Pengajian Ummahatul Muslimah, Kuala Lumpur, Jumat 28 Januari 2011)
AMAL PERBUATAN ITU ADALAH KERANGKA SEDANGKAN ROHNYA TERDAPAT PADA KEIKHLASAN YANG TERSEMBUNYI DALAM AMALAN TERSEBUT.( IBNU ATHAILLAH SAKANDARY )
PENJELASAN :
Setiap perbuatan manusia terdapat sesuatu yang dzahir dari perbuatan tersebut, yaitu yang dilakukan oleh anggota badan dan sesuatu yang dalam batin yaitu niat perbuatan yang tersembunyi di dalam hati sanubari si pembuat amal itu sendiri. Nilai suatu perbuatan akan ditentukan oleh kualitas perbuatan dan niat perbuatan, malahan niat perbuatan merupakan landasan dari seluruh perbuatan. Allah Taala hanya menerima perbuatan yang dilakukan dengan ikhlas. Ikhlas bukan berarti kosong, walaupun makna asal kata ikhlas yaitu “kha-la-sa” adalah kosong. Secara definisi ikhlas adalah sesuatu perbuatan yang dilakukan hanya karena Allah Taala. Hal ini dinyatakan dalam kitab suci Al Quran :
QS. Bayinah 5 : Dan mereka tidak disuruh kecuali supaya untuk menyembah Allah dengan penuh keikhlasan dalam menjalankan agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus.
QS. AlKahfi : 110. Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, Maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya".
QS.Zumar : 3. Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik).
QS. An Nisa : 146. kecuali orang-orang yang taubat dan Mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar.
QS. AlAn’am : 162-163: Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagiNya; dan demikian Itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)".
Ikhlas adalah melakukan sesuatu perbuatan hanya karena Allah, karena perintah Allah “lillah “. Itulah sbabnya dalam setiap niat terdapat kalimat “lillahi Taala “. Keikhlasan niat karena Allah itu merupakan syarat diterimanya amal perbuatan, sebagaimana dinyatakan dalam hadis nabi : “ Sesungguhnya setiap amal perbuatan itu dilakukan dengan niat. Dan setiap seuatu itu mendapatkan balasan sesuai dengan niat amal perbuatannya. Barangsiapa yang berhijrah karena Allah dan RasulNya maka dia akan mendapatkan Allah dan RasulNya. Barangsiapa yang berhijrah karena mencari dunia atau mencari perempuan yang akan dinikahinya maka dia akan mendapatkan apa yang diniatkannya ”. ( riwayat Bukhari,Muslim,Abu Daud,Tirmidzi,Nasai ). Dari hadis ini ada tiga kategori tujuan amal yaitu Allah dan rasulNya, dunia ( lambang dari materi ) dan perempuan ( lambang dari hawa nafsu ). Setiap orang dalam berbuat tidak terlepas dari niat karena Allah, nitat karena materi atau niat karena mencari kepuasan hawa nafsu. Dan Allah Taala hanya menerima sesuatu perbuatan yang hanya diniatkan karena Allah, dan untuk Allah. Dalam sebuah hadis dari Abu Hurairah dinyatakan : ” Allah akan berkata nanti pada hari kiamat kepada orang yang syirik dalam beramal kepadaNya : Ambillah amal perbuatan itu untuk sesuatu yang engkau tujukan dan niatkan ” ( Hadis riwayat Thabrani dan Hakim ). Dalam hadis dari Abu Hurairah dinyatakan bahwa Rasulullah saw bersabda : ” Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada bentuk kamu dan juga kepada tidak melihat kepada badan kamu tetapi Dia hanya melihat kepada hati dan perbuatan kamu ”. Hal ini sesaui dengan ayat Al Quran :
QS. Ali Imran : 29. Katakanlah: "Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu melahirkannya, pasti Allah Mengetahui"
QS. Al hajj : 37. Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamu itulah yang dapat mencapainya.
Abu Hurairah mendengar nabi bersabda : ” Nanti manusia yang pertama disoal di hari kiamat adalah orang yang berperang di jalan Allah, sewaktu ditanya Allah : Apa yang telah engkau lakukan dalam hidupmu ? Orang itumenjawab : Saya telah berperang di jalanMu sehingga aku mati syahid ”. Allah menjawab : ” engkau telah berdusta, sebab engkau berperang bukan karena Aku, tetapi agar engkau disebut sebagai pahlawan, dan engkau telah mendapatkan sebutan tersebut, maka neraka tempatmu ”. Manusia kedua orang yang mengajar manusia, ditanya Allah : Apa yang engkau lakukan dalam hidupmu ? Orang itu menjawab : Saya telah mengajar ilmu dan al Quran.” Allah menjawab : “ engkau berdusta, sebab engkau mengajarkan ilmu bukan karena Aku, tetapi agar engkau dianggap sebagai orang alim, dan engkau mengajarkan Quran agar engkau dianggap Qari, dan engkau telah mendapatkan panggilan tersebut, maka ekarang neraka tempatmu “. Manusia ketiga adalah orangkaya yang banyak bersedekah, Allah bertanya : “ Apa yang telah engkau lakukan dalam hidupmu?”.Orang itu menjawab : “ aku telah membelanjakan hartaku , bersedekah siang dan malam “. Allah menjawab : engkau melakukan itu bukan karena Aku tetapi agar engkau dipanggil sebagai seorang yang dermawan, dan engkau telah mendapatkan itu, maka neraka tempatmu “. ( Hadis Muslim /1905). Mengapa Allah tidak menerima amal perbuatan ketiga orang tersebut ? Karena mereka melakukan untuk dipanggil sebagai syahid,alim dan dermawan adalah riya’, dan riya’ itu adalah syirik, dalam arti menduakan niat dalam suatu perbuatan. Orang yang ikhlas dalam al Quran disebut dengan alabrar yaitu mereka yang berkata:
QS. Al Insan : 9. Sesungguhnya Kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih ”.
Sebab itu ulama mendefinisikan ikhlas yaitu (1) melakukan perbuatan hanya karena Allah (2) Melupakan pandangan makhluk dan thanya mengharapkan pandangan Allah. Oleh sebab itu Ibnu Qayim menyatakan : ” Barangsiapa yang mengharapkan ucapan ikhlas dari perbuatannya maka dia itu belum mencapai tingkatan ikhlas ”. Sehingga seorang ulama, Fudail berkata : Meninggalkan sesuatu perbuatan karena manusia adalah riya’ dan melakukan perbuatan karena manusia adalah syirik, sedangkan ikhlas adalah engkau selamat dari keduanya. Dengan ikhlas dalam beramal maka kita terhindar dari mereka yang mendapat kerugian beramal sebagaimana dinyatakan dalam al uran :
QS. AlKahfi 103-104 : Katakanlah: "Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya? Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya ”. Wallahu A’lam.
( Muhammad Arifin Ismail/ Pengajian Ummahatul Muslimah, Kuala Lumpur, Jumat 28 Januari 2011)
Tuesday, January 25, 2011
TANTANGAN UMAT ISLAM NUSANTARA
a. Sejarah awal perkembangan Islam
Pada tahun 775 Masehi, seratus orang pedagang dari bani khalifah yang bermukim di daerah Timur Tengah ( sekitar kawasan Bahrain sekarng ) berlabuh di pesisir pantai sebelah barat pulau sumatera. Sebagai pedagang yang datang dari jauh, mereka dengan cepat dikenal oleh penduduk tempatan yang masih beragama hindu. Disamping sebagai pedagang, mereka mempunyai akhlak dan sikap yang terhormat, sehingga membuat penduduk tempatan bersimpati dengan mereka. Perbedaan agama antara mereka dengan penduduk tidak menjadi penghalang bagi mereka dalam bergaul, sebab mereka selalu menampakkan akhlak yang mulia, selalu ramah dengan siapa saja, disamping selalu membela yang lemah dan menolong orang yang susah. Sikap mereka ini membuat kedatangan mereka diterima oleh para penbduduk, dan akhirnya mereka menetap dan bermustautin di kawasan tersebut.
Sambil berdagang, dan bergaul mereka menerangkan kepada penduduk tentang ajaran agama yang mereka anut selama ini. Disebabkan sikap mereka yang begitu menarik simpati, sehingga dalam masa yang singkat banyak penduduk tempatan yang mengikuti ajaran agama mereka, bertauhid kepada Allah. Disamping sebagai pedagang, mereka juga melakukan dakwah ajaran tauhid kepada masyarakat, sehingga dalam masa yang singkat banyak penduduk tempatan yang mengikuti ajaran agama mereka. Sebagai pedagang yang sukses, mereka mendapat kedudukan yang terhormat di kalangan istana, dan kesempatan itu dipergunakan mereka untuk mengajak keluarga istana memahami ajaran agama tauhid yang mereka bawa. Diantara mereka ada yang beruntung dapat mempersunting putri raja, sehingga dalam masa yang singkat, keluarga raja telah memeluk ajaran agama Islam, dan pada tahun 825 berdirilah kerajaan islam pertama di Perlak.
Dengan berdirinya kerajaan islam tersebut, maka pengaruh hindu mulai menipis di seluruh nusantara, dan dengan tersebarnya islam di seluruh pelosok nusantara, maka berdirilah kerajaan islam di tempat dan kawasan yang lain seperti kerajaan Samudera Pasai di Aceh, kerajaan Siak di Riau, kerajaan pagaruyung di sumatera barat, kerajaan Malaka di Semenajung Malaya, kerajaan Tumasek ( sekarang bernama Singapore ), kerajaan Demak dan Mataram di pulau Jawa, kerajaan Kutai di kalimantan, kerajaan Ternate dan Tidore di pulau sulawesi, dan kerajaan islam lain yang terus bersambung dari patani di daerah selatan Thailand sampai ke Mindanau di Philipina. Kerajaan islam yang bertebaran di kepulauan nusantara ini bagaikan mutiara di tengah lautan, dan menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia Islam disebabkan hasil rempah-rempah yang tersebar di seluruh dunia. Itulah sebabnya dalam sejarah islam, kerajaan Islam di nusantara termasuk dari rantai kekhalifahan islam yaitu kerajaan Islam baghdad, kerajaan Islam di Andalusia , kerajaan islam di India, kerajaan islam di Turki, dan kerajaan islam di Nusantara. Secara ekonomi, kerajaan islam di Nusantara menjadi kerajaan yang maju disebabkan perdagangan rempah-rempah ke seluruh dunia. Secara politik, umat islam Nusantara ttelah berjaya menghancurkan kerajaan hindu yang berkuasa sebelumnya. Secara kultural, Islam telah berhasil mengislamisasikan budaya dan adat yang sebe;lumnya berakar pada agama hindu. Secara intelektual , muslim nusantara berhasil melahirkan ulama dan cendekiawan muslim berkaliber dunia seperti Hamzah Fansuri, Nuruddin ar Raniri, Abdurrauf Singkel, Nawawi Al bantany, Daud al Fatani, Abdul Khatib al Minangkawbawi dan lain sebagainya yang melahirkan karya tulis yang berkualitas tinggi. Oleh sebab dapat dikatakan bahwa sejak dari abad ketujuh sampai abad ketiga belas, umat islam nusantara merupakan umat islam yang berkualitas dalam segala bidang dan merupakan rantai dari kejayaan mumat Islam dunia.
b. Kedatangan Penjajahan di bumi nusantara
Sejarah telah membuktikan bahwa pada abad pertengahan yaitu sekitar abad ke tujuh sampai abad ke ketiga belas, masyarakat Islam merupakan masyarakat yang unggul dalam segala bidang, baik dalam kebudayaan, ekonomi, teknologi dan ilmu pengetahuan. Tetapi setelah keruntuhan kekhalifahan Islam di Spanyol ( Andalusia ) pada tahun 1492, maka muncul motivasi dan tekad masyarakat Barat untuk menundukkan dan menaklukkan kerajaan-kerajaan Islam yang lain yang tersebar dari ujung Afrika sampai di ujung Asia. Untuk merealisasi ide tersebut dipersiapkanlah armada eksipidisi untuk menjelajah dan menaklukkan seluruh kerajaan Islam. Misi penjelajahan tersebut dilaksanakan dibawah pimpinan Christoper Columbus ( 1492 ) sehingga ekspidisi tersebut sampai ke benua Amerika. Misi tersebut kemudian diikuti oleh Vasco da Gama ( 1498 ) menjelajah sampai ke Afrika Selatan dan India; dan kemudian pada tahun 1519 misi tersebut dilanjutkan oleh Ferdinand Magellan.
Tujuan utama dari ekspidisi tersebut adalah menghancurkan kekuatan ummat Islam terutama kekuatan jaringan ekonomi Islam yang terbentang dari Timur Tengah, Goa di Benua India dan sampai ke Maluku di Asia Tenggara. Selama ini seluruh jaringan dan pusat-pusat kekuatan ekonomi tersebut dikuasai oleh pedagang-pedagang muslim, maka dengan eksipidisi mereka berharap dapat menaklukkan jaringan diatas. Di samping itu mereka juga akan menaklukkan kekuatan politik masyarakat Islam, ini terbukti dengan permintaan Alfonso de Albuquerque kepada Raja Portugis, King Emanuel I agar kapal-kapal dagang tersebut juga dibekali dengan alat teknologi persenjataan, sehingga memudahkan mereka untuk menghancurkan kota-kota yang akan mereka kunjungi.
Pada tahun 1502 Vasco da Gama mendarat dan menguasai India dengan cara menyerang dan mengebom kota Calcutta yang pada sat itu dikuasai oleh pedagang Muslim India. Berita penyerangan dan penaklukan Calcutta tersebut diterima gembira oleh King Emanuel I dan segera mengirimkan ekspidisi yang kedua pada tahun 1505 di bawah pimpinan Almeida. Disebabkan oleh usaha pengiriman kapal ekspidisi tersebut, King Emanuel I diberi gelar kehormatan oleh Paus di Vatikan sebagai “ Raja Penakluk Ethiopia, Arab, Parsi dan India “.
Pada tahun 1510 kapal Portugis yang dipimpin oleh Alberqueque menguasai dan menaklukkan kota Goa di India. Kemudian selangkah demi selangkah tanah India dikuasai mereka dengan cara membuat pertentangan-pertentangan antara kerajaan Islam dengan kerajaan hindu seperti antara kerajaan Islam di Bijabur dan kerajaan hindu di Vijayanagar. Dengan politik pecah belah tersebut, mereka akhirnya dengan mudah dapat menguasasi keadaan. Alberquerque setelah penaklukan tersebut menulis surat kepada King Emanuel dan menyatakan bahwa “ kami telah menghancurkan kekuatan Islam dan menyerang setiap muslim yang kami jumpai “.
Setelah itu pemerintahan portugis di Lisbon segera mengadakan riset dan kajian tentang situasi ekonomi dan politik kawasan sekitar Lautan India dan berusaha untuk mengontrol setiap jaringan perdagangan dari Asia sampai ke Eropa. Berdasarkan hasil riset tersebut akhirnya, pada tahun 1510 Portugal menyimpulkan bahwa Aden, Ormuz dan Malaka adalah pusat jaringan perdagangan yang harus dikuasai; dan merupakan tiga pintu utama jaringan ekonomi dunia. Oleh karena itu, untuk menguasai jaringan ekonimi dunia, pada tahun 1511 pemerintahan Purtugal mengirim Alberquerque untuk memimpin armada ekspidisi dengan sembilan belas kapal menuju kerajaan Melaka di kawasan Asia Tenggara.
Pada tanggal 25 Juli 1511 armada kapal Portugis tersebut berlabuh di pelabuhan Melaka dengan menyerang serta menembaki kapal-kapal dagang muslim yang sedang berlabuh disana; sedangkan kapal-kapal dagang China dan Hindu dibiarkan saja. Dalam waktu sembilan bulan akhirnya Makala dapat dikuasai oleh Portugis . Dalam usaha penaklukan Melaka tersebut Alberquerque berkata kepada seluruh anggota eksipidisinya : “ Mari kita hancurkan orang Islam . Jika kita dapat menaklukkan urat nadi perdagangan di Malaka ini maka kita dapat mematahkan jaringan dagang bangsa Arab baik di Kairo dan Mekkah; sehingga dalam waktu singkat pedagang mereka terpaksa harus membeli segala komoditi dagang dari Portugal.” Dan selepas penaklukan tersebut, Alburquerque segera mendirikan benteng dan membangun gereja di Malaka. Disini terlihat bahwa kedatangan mereka adalah untuk melakukan penjajahan ekonomi, penjajahan militer dan juga penyebaran agama mereka.
Setelah menaklukkan Melaka, Alberquerque segera mengirim kapal armada untuk melanjutlkan penjajahan menaklukkan kepulauan Maluku di dekat pulau Sulawesi. Kepulauan Maluku pada saat itu diperintah oleh kesultaan Tidore dan Ternate dan merupakan daerah sumber penghasil rempah-rempah terbesar. Pada tahun 1513 dua skadron armada Portugis mendarat di kepulauan Maluku dan segera menjumpai Sultan Tidore dan Sultan Ternate. Pada tahun 1521 armada Victoria dibawah pimpinan Ferdinand Magellian juga mendarat di pulau Tidore dalam perjalanan kembali pulang ke Spanyol. Bagi Potrugis, dengan menguasasi perdagangan dari kepulauan Maluku dan Melaka berarti mereka telah dapat menguasasi pusat jaringan perdagangan dunia, Dengan kata lain Portugis telah menguasai ekonomi dan politik dunia dengan cara menaklukkan pusat kerajaan-kerajaan Islam yang pada waktu itu menguasasi jaringan perdagangan. Langkah Portugis ini segera memberikan motivasi kepada Inggeris, Perancis dan Belanda untuk ikut ambil bagian dalam penguasaan perdagangan dan politik kerajaan Islam dari Timur Tengah sampai ke Asia Tenggara.
Pada tahun 1596 Belanda memasuki pantai barat pulau Jawa dan segera mengambil alih kekuasaan Portugis dengan menguasai jalur perdagangan kerajaan Islam di Banten, dan kesultanaan Banda di Maluku. Sejak saat itu kerajaan Belanda secara berangsur-angsur menguasasi kepulauan Nusantara dan akhirnya mendirikan East India Company pada tahun 1602 dan akhirnya pada tahun 1619 kekuasaan penjajahan Belanda di kepulauan Nusantara tersebut dipusatkan dii Batavia ( sekarang bernama kota Jakarta ). Sejak itu sampai tiga setengah abad kemudian Belanda menjajah Indonesia dengan cara menghancurkan seluruh kekuatan kerajaan-kerajaan Islam sejak dari kerajaan Ternate dan Tidore di Maluku sampai kerajaan Aceh di Sumatera.
Untuk melemahkan kekuatan Islam di Nusantara, Belanda menyebarkan agama Kristian, dan menghidupkan kembali budaya-budaya hindu, serta menghancurkan seluruh tatanan budaya dan peninggalan kesultanan Islam. Disamping itu mereka menghancurkan jaringan ekonomi masyarakat muslim bumiputera seperti Syarekat Dagang Islam dan memberikan kesempatan ekonomi kepada warga keturunan Cina. Dan untuk menghancurkan akidah ummat Islam di nusantara, maka penjajah Belanda memberi angin kepada gerakan komunis. Disamping itu mereka berusaha memecah kekuatan ummat Islam dengan memakai politik “ divide et empera “ dengan cara menimbulkan pertentangan-pertentangan antara kaum santri dan kaum abangan, kaum ulama dan kaum priyai, kaum pribumi dan non-pri dan lain sebagainya. Dari tulisan diatas kita dapat memahami bahwa maksud utama dari kedatangan penjajah Belanda bukanlah sekedar menjajah politik dan ekonomi tetapi di balik itu semua adalah untuk menghancurkan akidah dan syariat Islam dari bumi nusantara.
c. Kemerdekaan politik dan penjajahan pemikiran.
Selama tiga ratus lima puluh tahun, penjajah Belanda, Inggeris dan Portugis berusaha dengan segala kekuatan untuk menghancurkan Islam dari bumi nusantara ; tetapi dengan rahmat dan perlindungan Allah bangsa Indonesia yang mayoritas beragama Islam tetap dapat memperjuangkan dan memproklamirkan kemerdekaan pada tanggal 17 Augustus 1945, dan tak lama kemudian, umat islam di Semenanjung Malaya juga terlepas dari penjajahan British dengan kemerdekaan pada 31 Agustus .
Walaupun penjajah telah tidak dapat menjajah umat islam secara politik, tetapi mereka telah merobah cara berpikir dan cara hidup umat islam melayu, sehingga walaupun telah mendapat kemerdekaan politik, tetapi pengaruh penjajah masih sangat berpengaruh baik dalam undang-undang, ekonomi, pendidikan, budaya, dan militer. Ada beberapa pengaruh penjajah dalam kehidupan umat islam di bumi nusantara.
1. Sekularisasi kehidupan.
Kaum penjajah telah meninggalkan sekularisasi kehidupan bagi umat islam melayu, dengan menjadikan agama hanya berkaitan dalam kehidupan spiritual sahaja, sedangkan kehidupan yang lain seperti ekonomi, politik, budaya, dan pendidikan terpisah daripada ajaran agama. Agama hanya dipahami dalam konteks ibadah bukan sebagai “ way of life “. Sekularisasi kehidupan ini mengarah kepada dikotomi dalam segala hal, sehingga agama menjadi bagian yang terpisah dari kehidupan. Sekularisai ini terlihat baik dalam bidang ekonomi, pendidikan, hukum, budaya, dan politik, dan militer.
2. Pendangkalan pemahaman agama.
Kurikulum agama dis ekolah hanya terbatas kepada persoalan ibadah ritual, atau hanya berkisar pada persoalan ibadah. Sedangkan kajian teologi, filsafat, logika, sistem ekonomi islam, sistem politik islam, dan khazanah umat islam tidak menjadi bagian daripada kurikulum sekolah adgama. Jika ada hanya terbatas pada wacana dan pemahaman sepintas bukan kepada pendalalam sebagaimana yang telah menjadi tradisi masyarakat intelektual muslim terdahulu. Pemahaman agama yang diberikan juga dipengaruhi oleh pemikiran orientalis sehingga metode filsafat yang dipakai di barat dalam merekontruksi agama dipakai oleh kelompok muda muslim untuk merekontruksi ajaran agama mereka. Akibat inilah muncul beberapa gerakan modernisme, post modernisme, liberalisme, post-tradisionalisme, yang membongkar ajaran agama dari akarnya, sehingga menimbulkan kebingunan didalam masyarakat.
3. Westernisasi budaya.
Pendangkalan ajaran agama yang memakai metode filsafat barat untuk merekontrusksi nilai-nilai dasar agama, diikuti dengan menyebarkan budaya barat sebagai budaya baru dalam kehidupan masyarakat muslim, melalui infiltrasi budaya bebas nilai, melalui wacana hak asasi manusia dan gerakan feminisme. Pembangunan diartikan sebagai westernisasi yang menghilangkan nilai-nilai timur dan nilai-nilai religius, sehingga menjadikan masyarakat muslim nusantara menjadi masyarakat yang hilang jati diri.
4. Kristenisasi dan atheis.
Gerakan sekularisasi, westernisasi, dan pendangkalan ajaran agama akan ditujukan kepada kristenisasi masyarakat muslim nusantara, sehingga dalam masa yang tidak terlalu lama, masyarakat muslim di nusantara yang telah berjaya di masa lampau akan rusak dan hancur, dan akhirnya akan menerima ajaran agama yang lain seberti kristen , hindu, atau tidak beragama sama sekali ( atheis 0 sebagaiman yang diinginkan oleh kelompok komunis yang berbaju sosialis atau islam kiri yang sekarang sedang muncul menjadi gerakan alternatif di kalngan generasi muda muslim.
d. Islamisasi ilmu dan madanisasi kehidupan.
Untuk menjawab tantangan tersebut diperlukan usaha secara terpadu dari semua kelompok untuk kembali menempatkan islam sebagai basis utama masyarakat melayu, sehingga kegemilangan muslim melayu akan tercapai. Masyarakat muslim melayu adalah merupakan umat muslim terbesar , lebih besar darupada umat muslim Arab. Oleh sebab itu jika masyarakat muslim melayu hancur berarti sebagian besar umat islam akan hancur, demikian sebaliknya jika masyarakat muslim melayu berjaya, sebagian besar umat islam dunia akan berjaya. Inilah sebabnya kelompok non-muslim menjadikan masyarakat muslim melayu sebagi sasaran utama gerakan mereka sejak dahulu sampai sekarang.
Untuk mengembalikan kejayan masyarakat muslim melayu, diperlukan pusat kajian islmisasi ilmu pengetahuan dan madanisasi masyarakat yang mengadakan kajian keilmuan, penerbitan jurnal, buku dan risalah, disamping mengadakan pelatihan dan latihan untuk generasi muslim nusantara.. Hal itu diharapkan dapat menjadi sumbangan bagi langkah pertama untuk kembali menapak kejayaan masyarakat melayu dan islam di kepulauan nusantara Wallahu Alam.
a. Sejarah awal perkembangan Islam
Pada tahun 775 Masehi, seratus orang pedagang dari bani khalifah yang bermukim di daerah Timur Tengah ( sekitar kawasan Bahrain sekarng ) berlabuh di pesisir pantai sebelah barat pulau sumatera. Sebagai pedagang yang datang dari jauh, mereka dengan cepat dikenal oleh penduduk tempatan yang masih beragama hindu. Disamping sebagai pedagang, mereka mempunyai akhlak dan sikap yang terhormat, sehingga membuat penduduk tempatan bersimpati dengan mereka. Perbedaan agama antara mereka dengan penduduk tidak menjadi penghalang bagi mereka dalam bergaul, sebab mereka selalu menampakkan akhlak yang mulia, selalu ramah dengan siapa saja, disamping selalu membela yang lemah dan menolong orang yang susah. Sikap mereka ini membuat kedatangan mereka diterima oleh para penbduduk, dan akhirnya mereka menetap dan bermustautin di kawasan tersebut.
Sambil berdagang, dan bergaul mereka menerangkan kepada penduduk tentang ajaran agama yang mereka anut selama ini. Disebabkan sikap mereka yang begitu menarik simpati, sehingga dalam masa yang singkat banyak penduduk tempatan yang mengikuti ajaran agama mereka, bertauhid kepada Allah. Disamping sebagai pedagang, mereka juga melakukan dakwah ajaran tauhid kepada masyarakat, sehingga dalam masa yang singkat banyak penduduk tempatan yang mengikuti ajaran agama mereka. Sebagai pedagang yang sukses, mereka mendapat kedudukan yang terhormat di kalangan istana, dan kesempatan itu dipergunakan mereka untuk mengajak keluarga istana memahami ajaran agama tauhid yang mereka bawa. Diantara mereka ada yang beruntung dapat mempersunting putri raja, sehingga dalam masa yang singkat, keluarga raja telah memeluk ajaran agama Islam, dan pada tahun 825 berdirilah kerajaan islam pertama di Perlak.
Dengan berdirinya kerajaan islam tersebut, maka pengaruh hindu mulai menipis di seluruh nusantara, dan dengan tersebarnya islam di seluruh pelosok nusantara, maka berdirilah kerajaan islam di tempat dan kawasan yang lain seperti kerajaan Samudera Pasai di Aceh, kerajaan Siak di Riau, kerajaan pagaruyung di sumatera barat, kerajaan Malaka di Semenajung Malaya, kerajaan Tumasek ( sekarang bernama Singapore ), kerajaan Demak dan Mataram di pulau Jawa, kerajaan Kutai di kalimantan, kerajaan Ternate dan Tidore di pulau sulawesi, dan kerajaan islam lain yang terus bersambung dari patani di daerah selatan Thailand sampai ke Mindanau di Philipina. Kerajaan islam yang bertebaran di kepulauan nusantara ini bagaikan mutiara di tengah lautan, dan menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia Islam disebabkan hasil rempah-rempah yang tersebar di seluruh dunia. Itulah sebabnya dalam sejarah islam, kerajaan Islam di nusantara termasuk dari rantai kekhalifahan islam yaitu kerajaan Islam baghdad, kerajaan Islam di Andalusia , kerajaan islam di India, kerajaan islam di Turki, dan kerajaan islam di Nusantara. Secara ekonomi, kerajaan islam di Nusantara menjadi kerajaan yang maju disebabkan perdagangan rempah-rempah ke seluruh dunia. Secara politik, umat islam Nusantara ttelah berjaya menghancurkan kerajaan hindu yang berkuasa sebelumnya. Secara kultural, Islam telah berhasil mengislamisasikan budaya dan adat yang sebe;lumnya berakar pada agama hindu. Secara intelektual , muslim nusantara berhasil melahirkan ulama dan cendekiawan muslim berkaliber dunia seperti Hamzah Fansuri, Nuruddin ar Raniri, Abdurrauf Singkel, Nawawi Al bantany, Daud al Fatani, Abdul Khatib al Minangkawbawi dan lain sebagainya yang melahirkan karya tulis yang berkualitas tinggi. Oleh sebab dapat dikatakan bahwa sejak dari abad ketujuh sampai abad ketiga belas, umat islam nusantara merupakan umat islam yang berkualitas dalam segala bidang dan merupakan rantai dari kejayaan mumat Islam dunia.
b. Kedatangan Penjajahan di bumi nusantara
Sejarah telah membuktikan bahwa pada abad pertengahan yaitu sekitar abad ke tujuh sampai abad ke ketiga belas, masyarakat Islam merupakan masyarakat yang unggul dalam segala bidang, baik dalam kebudayaan, ekonomi, teknologi dan ilmu pengetahuan. Tetapi setelah keruntuhan kekhalifahan Islam di Spanyol ( Andalusia ) pada tahun 1492, maka muncul motivasi dan tekad masyarakat Barat untuk menundukkan dan menaklukkan kerajaan-kerajaan Islam yang lain yang tersebar dari ujung Afrika sampai di ujung Asia. Untuk merealisasi ide tersebut dipersiapkanlah armada eksipidisi untuk menjelajah dan menaklukkan seluruh kerajaan Islam. Misi penjelajahan tersebut dilaksanakan dibawah pimpinan Christoper Columbus ( 1492 ) sehingga ekspidisi tersebut sampai ke benua Amerika. Misi tersebut kemudian diikuti oleh Vasco da Gama ( 1498 ) menjelajah sampai ke Afrika Selatan dan India; dan kemudian pada tahun 1519 misi tersebut dilanjutkan oleh Ferdinand Magellan.
Tujuan utama dari ekspidisi tersebut adalah menghancurkan kekuatan ummat Islam terutama kekuatan jaringan ekonomi Islam yang terbentang dari Timur Tengah, Goa di Benua India dan sampai ke Maluku di Asia Tenggara. Selama ini seluruh jaringan dan pusat-pusat kekuatan ekonomi tersebut dikuasai oleh pedagang-pedagang muslim, maka dengan eksipidisi mereka berharap dapat menaklukkan jaringan diatas. Di samping itu mereka juga akan menaklukkan kekuatan politik masyarakat Islam, ini terbukti dengan permintaan Alfonso de Albuquerque kepada Raja Portugis, King Emanuel I agar kapal-kapal dagang tersebut juga dibekali dengan alat teknologi persenjataan, sehingga memudahkan mereka untuk menghancurkan kota-kota yang akan mereka kunjungi.
Pada tahun 1502 Vasco da Gama mendarat dan menguasai India dengan cara menyerang dan mengebom kota Calcutta yang pada sat itu dikuasai oleh pedagang Muslim India. Berita penyerangan dan penaklukan Calcutta tersebut diterima gembira oleh King Emanuel I dan segera mengirimkan ekspidisi yang kedua pada tahun 1505 di bawah pimpinan Almeida. Disebabkan oleh usaha pengiriman kapal ekspidisi tersebut, King Emanuel I diberi gelar kehormatan oleh Paus di Vatikan sebagai “ Raja Penakluk Ethiopia, Arab, Parsi dan India “.
Pada tahun 1510 kapal Portugis yang dipimpin oleh Alberqueque menguasai dan menaklukkan kota Goa di India. Kemudian selangkah demi selangkah tanah India dikuasai mereka dengan cara membuat pertentangan-pertentangan antara kerajaan Islam dengan kerajaan hindu seperti antara kerajaan Islam di Bijabur dan kerajaan hindu di Vijayanagar. Dengan politik pecah belah tersebut, mereka akhirnya dengan mudah dapat menguasasi keadaan. Alberquerque setelah penaklukan tersebut menulis surat kepada King Emanuel dan menyatakan bahwa “ kami telah menghancurkan kekuatan Islam dan menyerang setiap muslim yang kami jumpai “.
Setelah itu pemerintahan portugis di Lisbon segera mengadakan riset dan kajian tentang situasi ekonomi dan politik kawasan sekitar Lautan India dan berusaha untuk mengontrol setiap jaringan perdagangan dari Asia sampai ke Eropa. Berdasarkan hasil riset tersebut akhirnya, pada tahun 1510 Portugal menyimpulkan bahwa Aden, Ormuz dan Malaka adalah pusat jaringan perdagangan yang harus dikuasai; dan merupakan tiga pintu utama jaringan ekonomi dunia. Oleh karena itu, untuk menguasai jaringan ekonimi dunia, pada tahun 1511 pemerintahan Purtugal mengirim Alberquerque untuk memimpin armada ekspidisi dengan sembilan belas kapal menuju kerajaan Melaka di kawasan Asia Tenggara.
Pada tanggal 25 Juli 1511 armada kapal Portugis tersebut berlabuh di pelabuhan Melaka dengan menyerang serta menembaki kapal-kapal dagang muslim yang sedang berlabuh disana; sedangkan kapal-kapal dagang China dan Hindu dibiarkan saja. Dalam waktu sembilan bulan akhirnya Makala dapat dikuasai oleh Portugis . Dalam usaha penaklukan Melaka tersebut Alberquerque berkata kepada seluruh anggota eksipidisinya : “ Mari kita hancurkan orang Islam . Jika kita dapat menaklukkan urat nadi perdagangan di Malaka ini maka kita dapat mematahkan jaringan dagang bangsa Arab baik di Kairo dan Mekkah; sehingga dalam waktu singkat pedagang mereka terpaksa harus membeli segala komoditi dagang dari Portugal.” Dan selepas penaklukan tersebut, Alburquerque segera mendirikan benteng dan membangun gereja di Malaka. Disini terlihat bahwa kedatangan mereka adalah untuk melakukan penjajahan ekonomi, penjajahan militer dan juga penyebaran agama mereka.
Setelah menaklukkan Melaka, Alberquerque segera mengirim kapal armada untuk melanjutlkan penjajahan menaklukkan kepulauan Maluku di dekat pulau Sulawesi. Kepulauan Maluku pada saat itu diperintah oleh kesultaan Tidore dan Ternate dan merupakan daerah sumber penghasil rempah-rempah terbesar. Pada tahun 1513 dua skadron armada Portugis mendarat di kepulauan Maluku dan segera menjumpai Sultan Tidore dan Sultan Ternate. Pada tahun 1521 armada Victoria dibawah pimpinan Ferdinand Magellian juga mendarat di pulau Tidore dalam perjalanan kembali pulang ke Spanyol. Bagi Potrugis, dengan menguasasi perdagangan dari kepulauan Maluku dan Melaka berarti mereka telah dapat menguasasi pusat jaringan perdagangan dunia, Dengan kata lain Portugis telah menguasai ekonomi dan politik dunia dengan cara menaklukkan pusat kerajaan-kerajaan Islam yang pada waktu itu menguasasi jaringan perdagangan. Langkah Portugis ini segera memberikan motivasi kepada Inggeris, Perancis dan Belanda untuk ikut ambil bagian dalam penguasaan perdagangan dan politik kerajaan Islam dari Timur Tengah sampai ke Asia Tenggara.
Pada tahun 1596 Belanda memasuki pantai barat pulau Jawa dan segera mengambil alih kekuasaan Portugis dengan menguasai jalur perdagangan kerajaan Islam di Banten, dan kesultanaan Banda di Maluku. Sejak saat itu kerajaan Belanda secara berangsur-angsur menguasasi kepulauan Nusantara dan akhirnya mendirikan East India Company pada tahun 1602 dan akhirnya pada tahun 1619 kekuasaan penjajahan Belanda di kepulauan Nusantara tersebut dipusatkan dii Batavia ( sekarang bernama kota Jakarta ). Sejak itu sampai tiga setengah abad kemudian Belanda menjajah Indonesia dengan cara menghancurkan seluruh kekuatan kerajaan-kerajaan Islam sejak dari kerajaan Ternate dan Tidore di Maluku sampai kerajaan Aceh di Sumatera.
Untuk melemahkan kekuatan Islam di Nusantara, Belanda menyebarkan agama Kristian, dan menghidupkan kembali budaya-budaya hindu, serta menghancurkan seluruh tatanan budaya dan peninggalan kesultanan Islam. Disamping itu mereka menghancurkan jaringan ekonomi masyarakat muslim bumiputera seperti Syarekat Dagang Islam dan memberikan kesempatan ekonomi kepada warga keturunan Cina. Dan untuk menghancurkan akidah ummat Islam di nusantara, maka penjajah Belanda memberi angin kepada gerakan komunis. Disamping itu mereka berusaha memecah kekuatan ummat Islam dengan memakai politik “ divide et empera “ dengan cara menimbulkan pertentangan-pertentangan antara kaum santri dan kaum abangan, kaum ulama dan kaum priyai, kaum pribumi dan non-pri dan lain sebagainya. Dari tulisan diatas kita dapat memahami bahwa maksud utama dari kedatangan penjajah Belanda bukanlah sekedar menjajah politik dan ekonomi tetapi di balik itu semua adalah untuk menghancurkan akidah dan syariat Islam dari bumi nusantara.
c. Kemerdekaan politik dan penjajahan pemikiran.
Selama tiga ratus lima puluh tahun, penjajah Belanda, Inggeris dan Portugis berusaha dengan segala kekuatan untuk menghancurkan Islam dari bumi nusantara ; tetapi dengan rahmat dan perlindungan Allah bangsa Indonesia yang mayoritas beragama Islam tetap dapat memperjuangkan dan memproklamirkan kemerdekaan pada tanggal 17 Augustus 1945, dan tak lama kemudian, umat islam di Semenanjung Malaya juga terlepas dari penjajahan British dengan kemerdekaan pada 31 Agustus .
Walaupun penjajah telah tidak dapat menjajah umat islam secara politik, tetapi mereka telah merobah cara berpikir dan cara hidup umat islam melayu, sehingga walaupun telah mendapat kemerdekaan politik, tetapi pengaruh penjajah masih sangat berpengaruh baik dalam undang-undang, ekonomi, pendidikan, budaya, dan militer. Ada beberapa pengaruh penjajah dalam kehidupan umat islam di bumi nusantara.
1. Sekularisasi kehidupan.
Kaum penjajah telah meninggalkan sekularisasi kehidupan bagi umat islam melayu, dengan menjadikan agama hanya berkaitan dalam kehidupan spiritual sahaja, sedangkan kehidupan yang lain seperti ekonomi, politik, budaya, dan pendidikan terpisah daripada ajaran agama. Agama hanya dipahami dalam konteks ibadah bukan sebagai “ way of life “. Sekularisasi kehidupan ini mengarah kepada dikotomi dalam segala hal, sehingga agama menjadi bagian yang terpisah dari kehidupan. Sekularisai ini terlihat baik dalam bidang ekonomi, pendidikan, hukum, budaya, dan politik, dan militer.
2. Pendangkalan pemahaman agama.
Kurikulum agama dis ekolah hanya terbatas kepada persoalan ibadah ritual, atau hanya berkisar pada persoalan ibadah. Sedangkan kajian teologi, filsafat, logika, sistem ekonomi islam, sistem politik islam, dan khazanah umat islam tidak menjadi bagian daripada kurikulum sekolah adgama. Jika ada hanya terbatas pada wacana dan pemahaman sepintas bukan kepada pendalalam sebagaimana yang telah menjadi tradisi masyarakat intelektual muslim terdahulu. Pemahaman agama yang diberikan juga dipengaruhi oleh pemikiran orientalis sehingga metode filsafat yang dipakai di barat dalam merekontruksi agama dipakai oleh kelompok muda muslim untuk merekontruksi ajaran agama mereka. Akibat inilah muncul beberapa gerakan modernisme, post modernisme, liberalisme, post-tradisionalisme, yang membongkar ajaran agama dari akarnya, sehingga menimbulkan kebingunan didalam masyarakat.
3. Westernisasi budaya.
Pendangkalan ajaran agama yang memakai metode filsafat barat untuk merekontrusksi nilai-nilai dasar agama, diikuti dengan menyebarkan budaya barat sebagai budaya baru dalam kehidupan masyarakat muslim, melalui infiltrasi budaya bebas nilai, melalui wacana hak asasi manusia dan gerakan feminisme. Pembangunan diartikan sebagai westernisasi yang menghilangkan nilai-nilai timur dan nilai-nilai religius, sehingga menjadikan masyarakat muslim nusantara menjadi masyarakat yang hilang jati diri.
4. Kristenisasi dan atheis.
Gerakan sekularisasi, westernisasi, dan pendangkalan ajaran agama akan ditujukan kepada kristenisasi masyarakat muslim nusantara, sehingga dalam masa yang tidak terlalu lama, masyarakat muslim di nusantara yang telah berjaya di masa lampau akan rusak dan hancur, dan akhirnya akan menerima ajaran agama yang lain seberti kristen , hindu, atau tidak beragama sama sekali ( atheis 0 sebagaiman yang diinginkan oleh kelompok komunis yang berbaju sosialis atau islam kiri yang sekarang sedang muncul menjadi gerakan alternatif di kalngan generasi muda muslim.
d. Islamisasi ilmu dan madanisasi kehidupan.
Untuk menjawab tantangan tersebut diperlukan usaha secara terpadu dari semua kelompok untuk kembali menempatkan islam sebagai basis utama masyarakat melayu, sehingga kegemilangan muslim melayu akan tercapai. Masyarakat muslim melayu adalah merupakan umat muslim terbesar , lebih besar darupada umat muslim Arab. Oleh sebab itu jika masyarakat muslim melayu hancur berarti sebagian besar umat islam akan hancur, demikian sebaliknya jika masyarakat muslim melayu berjaya, sebagian besar umat islam dunia akan berjaya. Inilah sebabnya kelompok non-muslim menjadikan masyarakat muslim melayu sebagi sasaran utama gerakan mereka sejak dahulu sampai sekarang.
Untuk mengembalikan kejayan masyarakat muslim melayu, diperlukan pusat kajian islmisasi ilmu pengetahuan dan madanisasi masyarakat yang mengadakan kajian keilmuan, penerbitan jurnal, buku dan risalah, disamping mengadakan pelatihan dan latihan untuk generasi muslim nusantara.. Hal itu diharapkan dapat menjadi sumbangan bagi langkah pertama untuk kembali menapak kejayaan masyarakat melayu dan islam di kepulauan nusantara Wallahu Alam.
THE MIRACLE OF AL QURAN
Muhamad Arifin Ismail
The Quran is Allah’s greatest blessing for you. It is the fulfilment of His promise to Adam and his descendants : “ there shall come to tou guidance from me, neither shall they sorrow “ ( 2 : 38 ).The Quran is the word of the Ever-living God, it has sent down to guide man for all times to come. No book can be like it. As you come to the quran , Allah speaks to tou. To read the Quran is to hear Him, even to converse with Him, and to walk in His ways. It is the encounter of life with the Life-giver . “ God-there is no god but He, the Ever-living, The Self subsisting ( by whom all subsist ). He jas sent down upon you the Book with the Truth..as guidance unto mankind…( 3 : 2-3 ). It is the only weapon to help your frail existence as you struggle against the forces of evil and temptation in this world. It is only means to overpower your fear and anxiety. It is only light as you grope in the darkness, wuth which to find your way to success and salvation. It is only healing for your inner sicknesses, as well as the social ills that may surround you. It is the constant reminder ( dzikr ) of your true nature, and destiny, of your station, your duties, your rewardss, and your perils. Therefore such conditions we should fulfill to encounter with it :
1. We must realize what the Quran as the word of God is and means to us, and bring all reverence, love, longing, and will to act that this realization demands.
2. We must read it as it asks to be read, as Allah’s massenger instructed us, as he and his Companions read it.
3. We must bring each word of the Quran to bear upon our own realities and concerns by trancending the barriers of time, culture, and change.
The Quran has certain features which make it unique and of inimitable quality. This inimitability is called the miraculous nature of the Quran ( ija’z al quran ). The word ijaz is derived from the root “ ajaza” which has various meanings, ranging from ‘to be incapable, to make powerless, to be impossible, to be inimitable. In technical languange it means the inimitable and unique nature of the Quran which leaves its opponents powerless or incapable of meeting the challenge wich the revelation poses to them. It is also said that the Quran is the mu’jiza, the miracle of Prophet Muhammad.
Narrated Abu Huraira : The prophet said “ Every prophet was given miracles because of which people believed but what I have been is divine inspiration which Allah has revealed to me so I hope that my followers will outnumber the followers of the other prophets on the Day of Resurrection “.
The Muslim scholaral al – Qurtubi ( d.656/1258) in his commentary on the Quran has indicated the following ten aspects of the miracles of Al Quran :
1. Its language excels all other Arabic language.
2. Its style excels all other Arabic style.
3. Its comprehensiveness cannot be matched.
4. Its legislation cannot be surpassed.
5. Its narration about the unknown can only result from revelation.
6. Its lack of contradiction with the sound natural science.
7. Its fulfilment of all that it promises, both good tidings and threat.
8. The knowledge it comprises ( both legal and concerning the creation ).
9. Its fulfilment of human needs.
10. Its effect on the hearts of men.
Science and the Quran
The classical scholars while dealing with the unique nature of the Quran has already pointed aout that the Quran contains information about the nature things, the material environment, etc. and that this information is not in conflict with man’s perspective and experience. Furthermore, the development of science and its immediate effect upon the lives and societies of Muslims, especially during the last and in the present century, have led many Muslims to look at science against the backround of the Quran, and they have made numerous suggestions about the correct description in the Quran of certain secientific facts.
Among some of the very important aspects of this line of thought, i.e. that the Quran contains information on scientific facts which are in perfect agreement with the findings of man’s scientific pursuits , are the following :
- That the earth was previously part of the sun and only after separation from it became a habitable palce for mankind ( 21 : 30 ).
- That all life originated from water ( 21 :30 ).
- That the universe was in the shape of a fiery gas ( which Qiuran calls “Dukhan “) ( 41 : 11 ).
- That matter is made up of minute particles ( 10 : 62 ).
- That the oxygen content of the air is reduced at higher altidutes (6 : 125).
- That the embryo in the womb is enclosed by three coverings ( 39 : 6 ).
- That in nature everything consists of complementary elements, not only man and animals, but also plants and inorganic matter ( 36 ; 36 ).
- That fertilisation of certain plants is done by the wind ( 15 :22 ).
- That microsopic organisms exist that are not visible to the naked eye, such as spermatozoon ( 96 : 1 ).
- That each human being has permanent individual fingerprints ( 75 : 4 ).
All these matters which are in agreement with scientific findings could not, it is argued, have been known to any human being at the time of the revelation of the Quran. They were only discovered many centuries later after intense scientific research. Hence, their inclusion in the Quran shows the heavenly origin of the book. This heavenly origin is further corroborated by the correctness of the description of the scientific facts.
How to study The Quran
There are such basic state and attitude of heart and mind are necessary prerequisite to any fruitfull relationship with the Quran :
1. Come to the Quran with a strong and deep faith that it is the word of Allah, your Creator and Lord.
2. Read the Quran with no purpise other than to receive guidance from your Lord, to come nearer to Him, and to seek His good pleasure.
3. Make yourself constantly alert with intense praise and gratitude to your Lord for having blessed you with His greatest gift – the Quran – and for having guided you to its reading and study.
4. Accept and trust without the least doubt or hesitation, every knowledge and guidance that the quran conveys to you.
5. Bring the will, resolve and readiness to obey whatever the quran says , and change your life, attitudes and behaviour –inwardly and outwardly- as desired by it.
6. Always remain aware that as you embark upon reading the Quran , satan will create every possible hazard and obstacle to stalk you on your way to the great riches of the Quran.
7. Trust, exclusively and totally, in Allah to lead you to the full rewards of reading the Quran.
The Quranic criteria of inner participation.
1. Say to your self : My Quran reading will not be truly tilawah ( reading 0 unless my inner self participates in it as allah desires it to participate.
2. Say to your self : I am in Allah’s presence, he is seeing me.
3. say to your self : I am hearing from Allah.
4. Say to your self : Allah adresses me directly, through His Massenger, when I read the Quran.
5. Say to your self : Every word in the Quran is meant for me.
6. Say to your self : I am conversing with Allah when I am reading the Quran.
7. Say to yourself : Allah surely give me all the rewards he has promised me through His messenger for reading the Quran and following it.
There are such actions of your heart and body wich will greatly help you in immersing your inner self reading of the Quran :
1. Let your heart become alive and respond to whatever the Quran says.
2. Let your tongue express in words the appropriate response to what you read in the Quran.
3. Let the response in your heart overflow through your eyes – tears of joy or of fear- an answer to what you read in the Quran.
4. Adopt an outward posture that reflects your inner reverence, devotion and submission for the words of your Lord.
5. Read the Quran with perfect reading ( tartil ).
6. Purify yourself as much as you can.
7. Ask Allah for His help, mercy, guidance, and protection while you read the Quran.
Etiquette with the Quran
1. Keep the Quran in a clean place.
2. Seek only Allah’s pleasure not any worldly gain.
3. Concentrate fully and leaves aside all other preoccupations.
4. Be ritually clean, and sit on clean ground.
5. Preferably sit facing the Qibla.
6. Observe humility, tranquality and respect.
7. Begin with “ A’udzubilahi…Bismillah…”.
8. Read with a good voice.
9. Ask Allah’s Blessing when reading a verse which contains a promise, and ask Allah’s help when reading a verse which contains a threat.
10. Repeat important verses many times.
11. say “ sadaqallahul adzim “ at the end of the recitation, and close with a “ du’a “ that Allah may accept it from you.
12. Let no day pass without reading the quran.
13. Do not read in a manner that disturbs others.
14. Observe basic rules of reading ( ilm tajwid )
15. Memorise as much as you can.
How to memorise passages from the Quran.
1. Make memorisation a part of your daily routine. Do a little at time but do it regularly.
2. Choose a passage which is paticularly meaningful to you. It should not be very long.
3. Read this passage aloud a few times.
4. Write this passage on a small piece of paper.
5. Memorise it.
6. Read it from memory.
7. Ask someone to read it for you from the book.
8. Write down what he has read
9. Recite the portion in your prayers.
10. After you have memorised the passage, repeat it on many occasion ( such as during prayer, etc.) which will deeply engrave it in your memory.
11. Choose another passage and do likewise.
THE DIVORCE
The divorce in islamic legation is the release of the tie of marriage and ending up marital relation. The settlement of the marital life is a goal of the goals which the islam is cautious to safeguard. The marriage contract , but is convened for the continuous, and for the eternity till the ends, that it would be easy for the spouses to make of the house a cradle to come to it, and they enjoy in its abundant shadow, to enable to breed their children a righteous breeding. Because of this, the tie between the two spouses is the holiest ties and the most authentic. Allah said in the Quran : “ And they have taken from you a solemn covenant “ ( /4 : 21 ).
Every matter concerned to weaken this tie, and to loosen of its affair is loathed to islam, because of missing the benefits, and the losing of the affairs of each of the two spouses. The messenger Muhammad had said :
“ The most loathed of the lawful as to allah is the divorce “ ( narrated by Abu daud and Hakim ).
“ He is not of us who sows dissension of a woman on her husband “.
“ The women doesnot ask the divorce of her to replace her, and to marry the husband, but it is for her what is ordained for her “.
“ Any women who asks her husband to divorce her with no anguish, then the smell of paradise is forbidden on her “.
“ Allah exalted cursed every one who tastes the relish of marriage and divorces “.
Muhamad Arifin Ismail
The Quran is Allah’s greatest blessing for you. It is the fulfilment of His promise to Adam and his descendants : “ there shall come to tou guidance from me, neither shall they sorrow “ ( 2 : 38 ).The Quran is the word of the Ever-living God, it has sent down to guide man for all times to come. No book can be like it. As you come to the quran , Allah speaks to tou. To read the Quran is to hear Him, even to converse with Him, and to walk in His ways. It is the encounter of life with the Life-giver . “ God-there is no god but He, the Ever-living, The Self subsisting ( by whom all subsist ). He jas sent down upon you the Book with the Truth..as guidance unto mankind…( 3 : 2-3 ). It is the only weapon to help your frail existence as you struggle against the forces of evil and temptation in this world. It is only means to overpower your fear and anxiety. It is only light as you grope in the darkness, wuth which to find your way to success and salvation. It is only healing for your inner sicknesses, as well as the social ills that may surround you. It is the constant reminder ( dzikr ) of your true nature, and destiny, of your station, your duties, your rewardss, and your perils. Therefore such conditions we should fulfill to encounter with it :
1. We must realize what the Quran as the word of God is and means to us, and bring all reverence, love, longing, and will to act that this realization demands.
2. We must read it as it asks to be read, as Allah’s massenger instructed us, as he and his Companions read it.
3. We must bring each word of the Quran to bear upon our own realities and concerns by trancending the barriers of time, culture, and change.
The Quran has certain features which make it unique and of inimitable quality. This inimitability is called the miraculous nature of the Quran ( ija’z al quran ). The word ijaz is derived from the root “ ajaza” which has various meanings, ranging from ‘to be incapable, to make powerless, to be impossible, to be inimitable. In technical languange it means the inimitable and unique nature of the Quran which leaves its opponents powerless or incapable of meeting the challenge wich the revelation poses to them. It is also said that the Quran is the mu’jiza, the miracle of Prophet Muhammad.
Narrated Abu Huraira : The prophet said “ Every prophet was given miracles because of which people believed but what I have been is divine inspiration which Allah has revealed to me so I hope that my followers will outnumber the followers of the other prophets on the Day of Resurrection “.
The Muslim scholaral al – Qurtubi ( d.656/1258) in his commentary on the Quran has indicated the following ten aspects of the miracles of Al Quran :
1. Its language excels all other Arabic language.
2. Its style excels all other Arabic style.
3. Its comprehensiveness cannot be matched.
4. Its legislation cannot be surpassed.
5. Its narration about the unknown can only result from revelation.
6. Its lack of contradiction with the sound natural science.
7. Its fulfilment of all that it promises, both good tidings and threat.
8. The knowledge it comprises ( both legal and concerning the creation ).
9. Its fulfilment of human needs.
10. Its effect on the hearts of men.
Science and the Quran
The classical scholars while dealing with the unique nature of the Quran has already pointed aout that the Quran contains information about the nature things, the material environment, etc. and that this information is not in conflict with man’s perspective and experience. Furthermore, the development of science and its immediate effect upon the lives and societies of Muslims, especially during the last and in the present century, have led many Muslims to look at science against the backround of the Quran, and they have made numerous suggestions about the correct description in the Quran of certain secientific facts.
Among some of the very important aspects of this line of thought, i.e. that the Quran contains information on scientific facts which are in perfect agreement with the findings of man’s scientific pursuits , are the following :
- That the earth was previously part of the sun and only after separation from it became a habitable palce for mankind ( 21 : 30 ).
- That all life originated from water ( 21 :30 ).
- That the universe was in the shape of a fiery gas ( which Qiuran calls “Dukhan “) ( 41 : 11 ).
- That matter is made up of minute particles ( 10 : 62 ).
- That the oxygen content of the air is reduced at higher altidutes (6 : 125).
- That the embryo in the womb is enclosed by three coverings ( 39 : 6 ).
- That in nature everything consists of complementary elements, not only man and animals, but also plants and inorganic matter ( 36 ; 36 ).
- That fertilisation of certain plants is done by the wind ( 15 :22 ).
- That microsopic organisms exist that are not visible to the naked eye, such as spermatozoon ( 96 : 1 ).
- That each human being has permanent individual fingerprints ( 75 : 4 ).
All these matters which are in agreement with scientific findings could not, it is argued, have been known to any human being at the time of the revelation of the Quran. They were only discovered many centuries later after intense scientific research. Hence, their inclusion in the Quran shows the heavenly origin of the book. This heavenly origin is further corroborated by the correctness of the description of the scientific facts.
How to study The Quran
There are such basic state and attitude of heart and mind are necessary prerequisite to any fruitfull relationship with the Quran :
1. Come to the Quran with a strong and deep faith that it is the word of Allah, your Creator and Lord.
2. Read the Quran with no purpise other than to receive guidance from your Lord, to come nearer to Him, and to seek His good pleasure.
3. Make yourself constantly alert with intense praise and gratitude to your Lord for having blessed you with His greatest gift – the Quran – and for having guided you to its reading and study.
4. Accept and trust without the least doubt or hesitation, every knowledge and guidance that the quran conveys to you.
5. Bring the will, resolve and readiness to obey whatever the quran says , and change your life, attitudes and behaviour –inwardly and outwardly- as desired by it.
6. Always remain aware that as you embark upon reading the Quran , satan will create every possible hazard and obstacle to stalk you on your way to the great riches of the Quran.
7. Trust, exclusively and totally, in Allah to lead you to the full rewards of reading the Quran.
The Quranic criteria of inner participation.
1. Say to your self : My Quran reading will not be truly tilawah ( reading 0 unless my inner self participates in it as allah desires it to participate.
2. Say to your self : I am in Allah’s presence, he is seeing me.
3. say to your self : I am hearing from Allah.
4. Say to your self : Allah adresses me directly, through His Massenger, when I read the Quran.
5. Say to your self : Every word in the Quran is meant for me.
6. Say to your self : I am conversing with Allah when I am reading the Quran.
7. Say to yourself : Allah surely give me all the rewards he has promised me through His messenger for reading the Quran and following it.
There are such actions of your heart and body wich will greatly help you in immersing your inner self reading of the Quran :
1. Let your heart become alive and respond to whatever the Quran says.
2. Let your tongue express in words the appropriate response to what you read in the Quran.
3. Let the response in your heart overflow through your eyes – tears of joy or of fear- an answer to what you read in the Quran.
4. Adopt an outward posture that reflects your inner reverence, devotion and submission for the words of your Lord.
5. Read the Quran with perfect reading ( tartil ).
6. Purify yourself as much as you can.
7. Ask Allah for His help, mercy, guidance, and protection while you read the Quran.
Etiquette with the Quran
1. Keep the Quran in a clean place.
2. Seek only Allah’s pleasure not any worldly gain.
3. Concentrate fully and leaves aside all other preoccupations.
4. Be ritually clean, and sit on clean ground.
5. Preferably sit facing the Qibla.
6. Observe humility, tranquality and respect.
7. Begin with “ A’udzubilahi…Bismillah…”.
8. Read with a good voice.
9. Ask Allah’s Blessing when reading a verse which contains a promise, and ask Allah’s help when reading a verse which contains a threat.
10. Repeat important verses many times.
11. say “ sadaqallahul adzim “ at the end of the recitation, and close with a “ du’a “ that Allah may accept it from you.
12. Let no day pass without reading the quran.
13. Do not read in a manner that disturbs others.
14. Observe basic rules of reading ( ilm tajwid )
15. Memorise as much as you can.
How to memorise passages from the Quran.
1. Make memorisation a part of your daily routine. Do a little at time but do it regularly.
2. Choose a passage which is paticularly meaningful to you. It should not be very long.
3. Read this passage aloud a few times.
4. Write this passage on a small piece of paper.
5. Memorise it.
6. Read it from memory.
7. Ask someone to read it for you from the book.
8. Write down what he has read
9. Recite the portion in your prayers.
10. After you have memorised the passage, repeat it on many occasion ( such as during prayer, etc.) which will deeply engrave it in your memory.
11. Choose another passage and do likewise.
THE DIVORCE
The divorce in islamic legation is the release of the tie of marriage and ending up marital relation. The settlement of the marital life is a goal of the goals which the islam is cautious to safeguard. The marriage contract , but is convened for the continuous, and for the eternity till the ends, that it would be easy for the spouses to make of the house a cradle to come to it, and they enjoy in its abundant shadow, to enable to breed their children a righteous breeding. Because of this, the tie between the two spouses is the holiest ties and the most authentic. Allah said in the Quran : “ And they have taken from you a solemn covenant “ ( /4 : 21 ).
Every matter concerned to weaken this tie, and to loosen of its affair is loathed to islam, because of missing the benefits, and the losing of the affairs of each of the two spouses. The messenger Muhammad had said :
“ The most loathed of the lawful as to allah is the divorce “ ( narrated by Abu daud and Hakim ).
“ He is not of us who sows dissension of a woman on her husband “.
“ The women doesnot ask the divorce of her to replace her, and to marry the husband, but it is for her what is ordained for her “.
“ Any women who asks her husband to divorce her with no anguish, then the smell of paradise is forbidden on her “.
“ Allah exalted cursed every one who tastes the relish of marriage and divorces “.
ANTARA ISLAM DAN IDEOLOGI
Islam yang dimaksudkan dalam judul diatas adalah pandangan hidup yang berpandukan kepada ajaran agama yang fitrah, yaitu agama islam, bersumberkan pada wahyu Ilahi, Al Quranul karim dan Sunnah rasulullah saw. Sedangkan ideologi menurut Rosenthal dalam Dictionary of Philosophy adalah sebuah sistem dari pemikiran atau idea, baik itu berkenaan dengan politik, hukum, moral, seni, agama, dan filsafat. Sebenarnya Islam tidak dapat dibandingkan dengan segala ideologi sebab Islam adalah agama bersumber dari wahyu sedangkan Ideologi bersumber dari pemikiran manusia. Umat islam sepatutnya menjadikan islam sebagai sistem hidup baik dalam bidang ekonomi, politik, budaya, sosial, etika, seni dan lain sebagainya. Tetapi dalam kondisi dunia hari ini, kita dapat melihat bahwa islam sebagai satu sistem kehidupan berhadapan dengan ideologi – ideologi seperti Kapitalisme, Sosialisme - Komunisme , dan Sekularisme yang telah menjadi sistem hidup bagi masyarakat Barat. Dalam perkembangan masyarakat, terlebih lagi dengan globalisasi dunia sekarang ini, maka akan umat islam dapat saja terpengaruh dengan sistem hidup yang berdasarkan ideologi barat tersebut, apalagi jika mereka hanya memahami islam sebagai agama ibadah bukan sebagai suatu sistem dalam kehidupan..
Dalam tulisan di bawah ini penulis hanya membicarakan beberapa ideologi yang berkaitan erat dengan sikap hidup umat Islam dewasa ini baik dalam sistem sosial , ekonomi, politik dan budaya. Pada garis besarnya ada beberapa ideologi yang berkembang saat ini seperti ideologi Kapitalisme, Socialisme , Komunisme, Sekularisme, Post-Modernisme, Perennialisme, dan lain sebagainya. Dalam kesempatan ini kita tidak membahas ideologi ini secara lengkap, tetapi lebih kepada pengaruhnya dalam kehidupan beragama, sebagaimana judul tulisan ini untuk mendudukkan posisi agama islam di antara segala ideologi tersebut.
KAPITALISME
1. Tujuan hidup adalah materi.
Kapitalisme berasal dari kata-kata Kapital yang bermakna modal. Kapitalisme adalah ajaran yang menumpukan perhatian hanya kepada pemilik modal. Pemilikan modal adalah pemilikan pada materi. Itulah sebabnya maka Ideologi kapitalisme berlandaskan pada filsafat materialisme. Materialisme adalah berasal dari kata-kata materi. Materialisme jadi merupakan cara berpikir dan pemahaman bahwa segala sesuatu berasal dari materi. Materi adalah sesuatu yang nampak, berarti kebenaran sesuatu hanya dapat diukur dari kewujudan materi. Filsafat materialisme berpendapat bahwa yang primer adalah materi ( matter ) sedangkan pikiran ( mind ) adalah sekunder. Akibat dari pemahaman ini maka Filsafat materialisme berpendapat bahwa Dunia ini adalah sesuatu yang eternal ( kekal ) dan terjadi dengan sendirinya tanpa dibuat oleh Tuhan. Dalam pemahaman filsafat ini sesuatu itu dikatakan ada jika sesuatu itu dapat dibuktikan secara materi. Oleh sebab itu karena Tuhan tidak dapat dibuktikan secara materi, maka Tuhan itu tidak ada. Secara umum, berarti ideologi materialisme ini merupakan ideologi yang menolak secara yang bersifat ghaib, seperti Tuhan, Hari Akhirat, dan lain sebagainya. Segala sesuatu hanya diukur dengan materi, sehingga dalam filsafat materialisme tujuan hidup hanyalah untuk mencari kepuasan materi ( kebendaan ) tanpa menghiraukan kehidupan ukhrawi.
2. Kebebasan individu tanpa batas.
Ideologi kapitalisme memberi penekanan kepada individu secara mutlak. Bagi mereka kepentingan individu di atas kepentingan masyarakat, oleh sebab itu individu mempunyai kebebasan mutlak baik dalam ekonomi, sosio-politik, dan pemikiran. Dalam ekonomi, individu mempunyai kekuasaan mutlak , boleh memupuk kekayaan tanpa menghiraukan keadaan masyarakat, kalau perlu segala sesuatu diekspliotasi untuk melipat gandakan kapital dan untuk meraih keuntungan sebanyak mungkin. Ekonomi kapitalisme ini akan mengakibatkan monopoli individu atas segala kegiatan ekonomi, tanpa menghiraukan para pekerja dan masyarakat. Tujuan utama adalah bagaimana mencari keuntungan sebanyak-banyaknya dengan modal sedikit. Akibat dari sistem ekonomi kapitalisme ini akan menimbulkan jarak yang besar anatara yang kaya dan yang miskin, disamping menimbulkan monopoli ekonomi di tangan segelintir masyarakat.
Kebebasan individu dalam politik dinamakan dengan istilah demokrasi, sehingga setiap individu mempunyai kebebasan mutlak tanpa batas walaupun kebebasan itu akan menabrak nilai-nilai agama atau kepentingan orang banyak. Sikap bebas tanpa batas dengan slogan hak asasi manusia dan demokrasitanpa batas ini dapat merusak agama, sehingga setiap individu dapat berbuat apa saja tanpa lagi menghiraukan nilai-nilai dan peraturan agama. Kebebasan individu dalam sosio-politik ini juga dapat membahayakan masyarakat, karena semua orang dapat berbuat apa saja tanpa melihat kepada peraturan dan hukum yang berlaku di masyarakat.
Kebebasan pemikiran berarti semua orang bebas berpendapat dan berpikir tanpa harus tunduk kepada kaidah hukum. Kebebasan berpikir ini dapat membahayakan agama sebab setiap orang dapat bebas berpikir tanpa melihat apakah dia mempunyai otoritas atau ilmu dalam memahami ajaran agama tersebut. Dari kebebasan berpikir inlah sekarang timbul di dalam masyarakat Islam liberal, dimana setiap orang berhak untuk memikirkan cara pengamalan ajaran Islam tanpa melihat kepada nash-nash agama. Kebebasan individu ini juga dapat merebak ke dalam budaya, etika dan seni, sehingga setiap orang merasa bebas berbuat apa saja, bebas memakai pakaian apa saja, kalau perlu bebas telanjang, tanpa menghiraukan etika – moral dan budaya masyarakat.
SOSIALISME
Socialisme adalah sistem hidup yang berdiri pada pendapat bahwa kepentingan sosial dan orang banyak lebih utama daripada kepentingan individu. Ideologi sosialisme ini dalam berawal dari filsafat Dialectical Materialism., yaitu pemahaman bahwasanya suatu itu akan berkembang dengan adanya dialiektika atau pertentangan. Sesuatu yang asal menjadi “ Thesis “, kemudian berkembang dan berubah menjadi sesuatu yang lain menjadi “sinthese “. Pertentangan antara thesis dengan sinthesis ini menjadi sesuatu yang baru lagi yang disebut dengan istilah “anti thesis” . Dari pemahaman ini maka dalam dunia ini tidak ada suatu yang pasti, yang absolut, tetapi segala sesuatu harus dikembangkan dengan cara membuang yang lama dan membuat yang baru yang berbeda dengan yang lama. Dengan demikian, kebenaran itu adalah mengikuti keperluan masyarakat bukan berdasarkan pada nilai-nilai yang murni dan baku. Filsafat Dialektikal Materialisme ini bermula dari ajaran Hegel ( 1770 – 1831 ) yang dikembangkan oleh Karl Marx ( 1818-1883 ) dan Frederick Engels ( 1820- 1895 ).
Karl Mark berpendapat bahwa jika kapitalisme sudah mencapai puncaknya, maka akan muncul kaum pemilik modal yang hidup senang dan kaum buruh yang terus tertindas. Untuk itu maka kaum buruh harus melawan kaum pemilik modal dengan mengadakan perlawanan dan pertentangan terus menerus. Dari penomena sejarah ini maka pemahaman materialisme berkembang menjadi Historical Materialisme yang menuju pada perjuangan kelas, dimana suatu masyarakat itu akan maju jika dikembangkan dengan dibuat pertentangan yang terus menerus di dalam masyarakat. Metode Materialisme Sejarah inilah yang menimbulkan pertentangan antara kaum buruh dengan majikan, antara penguasa dan rakyat, antara satu masyarakat dengan masyarakat yang lain. Dari pemahaman inilah muncul istilah rvolusi sebagai suatu jalan untuk menuju perbaikan dalam masyarakat, agama, budaya , politik dan lain sebagainya. Pemahaman ini berpengaruh dalam pemahaman agama, sehingga suatu agama itu dikatakan maju apabila agama itu meninggalkan nilai-nilai yang tradisional dan membuat sesuatu yang baru sesuai dengan perkembangan dan keperluan masyarakat.
Dalam pandangan kaum sosialis, ajaran agama itu adalah ajaran yang akan menghalangi kaum buruh dari kemajuan, sebab disan terdapat ajaran sabar, tawakkal dan lain sebagainya. Ajaran agama juga dapat menjadi pelindung bagi kaum pemodal dengan bersedekah, melalui harta kekayaan yang di dapat. Oleh sebab itu agama itu harus diperangi sehingga menurut Karl Marx : “ agama adalah keluh kesah makhluk yang tertindas, hati nurani dari dunia yang tidak berhati, maka dia adalah candu bagi rakyat “. Ungkapan ini dilanjutkan oleh Lenin : ‘ Agama adalah candu rakyat. Perkataan Karl Marx ini merupakan pandangan dunia Marxisme terhadap agama. Oleh sebab itu Marxisme menganggap agama dan gereja, serta semua organisasi agama , apapun juga, selalu merupakan alat reaksioner kaum pemodal untuk melindungi penindasan dan penghisapannya terhadap kaum buruh. Kita harus memerangi agama..maka lenyaplah agama dan hiduplah atheisme, maka penyebaran atheisme adalah tugas utama kita “
Dari kajian diatas dapat dilihat bahwa ideologi Sosialisme akan berakibat kepada sikap anti agama dan anti Tuhan ( atheis ) yang juga mencari tujuan utama daripada ajaran komunisme. Antara sosialisme dan kommunisme tak dapat dipisahkan, sebab Komunisme adalah pemahaman yang berdasarkan bahwa pemilikan ekonomi dan harta itu tidak bersivat individu dan pribadi tetapi bersifat “ common “ ( orang banyak ), sehingga dalam pemahaman komunisme tidak ada harta pribadi, semuanya adalah harta negara.
SEKULARISME
Menurut istilah, kata sekular berasal dari bahasa latin saeculum yang memiliki arti waktu dan lokasi. Waktu menunjukkan pada pengertian sekarang sedangkan lokasi menunjuk kepada dunia. Jadi saeculum berarti zaman ini atau masa kini dan zaman ini tersebut menunjuk kepada peristiwa-peristiwa yang terjadi di dunia atau peristiwa yang terjadi pada masa kini. Oleh sebab itu sekularisasi didefinisikan oleh Syed Naquib al Attas sebagai “ pembebasan manusia pertama-tama dari agama dan kemudian dari metafisika yang mengatur nalar dan bahasanya “. Itu berarti “ terlepasnya dunia dari pengertian religius dan religius semu, terusirnya semua pandangan dunia yang tertutup, terpatahkannya semua mitos supranatural dan lambang-lambang suci “. Dengan kata lain sekularisasi adalah pemisahan dunia daripada kehidupan agama.
Alam pemikiran barat bermula dari filsafat rasionalisme yang dikembangkan oleh Rene Descartes ( 1596-1650 ) yang menyatakan bahwa kebenaran itu hanya sesuatu yang dapat dipikirkan dan dibuktikan oleh akal. Filsafat ini kemudian hari dilanjutkan oleh Francis Bacon ( 1561 – 1626 ) dengan filsafat empirisme yang menyatakan bahwa sesuatu itu benar jika sesuatu itu telah dapat dibuktikan secara empiris. Filsafat rasionalisme dan empirisme ini memacu kemajuan ilmu dan teknologi dengan begitu pesat dan kemudian dilanjutkan dengan filsafat Positivisme oleh August Comte ( 1778- 1857 ) yang menganggap bahwa setiap kebenaran harus dapat dibuktikan secara exprimental.
Akibat dari perkembangan filsafat rasionalisme, empirisme, dan positivisme ini, maka kedudukan agama mulai tergugat karena banyak doktrin agama yang tidak dapat dibuktikan secara rasional, empiris, dan teruji secara exprimental. Itulah sebabnya August Comte pada pertengahan abad ke-19 telah membayangkan adanya kebangunan ilmu pengetahuan dan keruntuhan agama, sehingga baginya masyarakat telah berevolusi dan berkembang dari tingkat primitif kepada tingkat modern. Dalam pemikiran August Comte, masyarakat berkembang dari agama pemahaman kepada agama, kemudian naik kepada pemahaman metafisik dan diakhiri dengan tingkat terakhir yaitu pemahaman ilmu dan teknologi. Dengan demikian, jika masyarakat sudah sampai peda tingkat ilmu dan teknologi, maka agama tidak diperlukan lagi, apalagi konsep keagamaan seperti Tuhan dan akhirat adalah sesuatu yang tidak dapat dibuktikan secara empiris dan eksprimental, maka kepercayan kepada tuhan menurut Comte adalah suatu sikap kolot.
Pemikiran Comte ini berkembang melalui muridnya Ludewig Feurbach ( 1804-1872 ) yang juga merupakan guru kepada Hegel ( 1770 – 1831 ) yang kemudian dikembangkan dan dianjutkan oleh Karl Marx ( 1818-1883 ). Pemikiran agama ini terus berkembang di dunia eropah sehingga Fiedrich Nietzche berani menyatakan bahwa Tuhan telah mati. Dalam psikologi analisa, Sigmund Frued ( 1856 – 1939 ) menyatakan bahwa manusia dalam era psikologi berangkat dari alam takhayul ( supersition ) kepada alam agama ( religion ) dan kemudian kepada alam ilmu pengetahuan ( science ). Dengan demikian menurutnya dalam era ilmu pengetahuan sekarang ini, semua agama telah ketinggalan zaman. Sehingga seorang penulis barat Somerset Mugham menyatakan bahwa : ..suatu Tuhan baru telah ditemukan di Eropah dewasa ini yaitu ilmu pengetahuan sedangkan Tuhan yang lama telah mereka campakkan “.
Itulah sebabnya kaum intelektual barat pada masa itu berkata kepada gereja : “ Ambillah kembali Tuhanmu itu yang dengan atas namanya kalian telah memperbudak kami, serta membebani kami dengan kewajiban-kewajiban berat, dan menundukkan kami di bawah kediktatoran serta takhayul yang tirani. Keimanan pada Tuhanmu itu menuntut kami untuk menempuh kehidupan dngan ketergantungan kepada pendeta , maka kami tolak ajaranmu itu, karena kami akan punya Tuhan baru yang memiliki segala sifat Tuhan yang pertama, tetapi tanpa gereja yang memperbudak kami, dan juga ia tidak akan memberatkan kami dengan kewajiban moral, intelektual atau kebendaan apapun, seperti yang diperbuat oleh Tuhanmu “. Hal ini muncul sebab sejarah telah menceritakan bahwa gereja pada mulanya adalah sangat membenci pada ilmu pengetahuan. Dengan dalih agama, ilmu pengetahuan dikekang sebagaimana yang terjadi pada Socrates dan Bruno, sehingga pada masa Reinessance maka pemikir ilmu pengetahuan tidak segan-segan untuk membuang agama sebagai tindakan bals dendam kepada kekejaman gereja terhadap ilmu pengetahuan.
Sekularisasi dapat dilihat dalam berbagai aspek kehidupan seperti dalam bidang sosio-politik, dalam bidang ilmu pengetahuan dan dalam bidang keagamaan. Dalam bidang sosio-politik, menurut pandangan kaum sekular, negara modern adalah negara yang memisahkan antara agama dan negara. Agama modern adalah agama yang lahir dengan sendirnyadan terpisah dari agama dan gereja. Negara bukanlah bagian daripada gereja, dan juga bukan merupakan bagian daripada masyarakat keagamaan. Dengan demikian sekularisasi politik adalah proses sosial dimana bentuk struktur politik tradisional mengalami perbedaan radikal, yang menghasilkan pemisahan bidang ketatanegaraan dari struktur keagamaan, penggantian legitimasi politik berdasarkan pada norma-norma sekular, dan usaha untuk meluaskan kekuasan politik di bidang yang semula diatur oleh kaidah agama. Sekularisasi politik inilah yang dikenal dengan nama desakralisasi politik yaitu penghapusan legitimasi sakrak kekuasaan politk, yang merupakan syarat perubahan politik. Agama dipandang sesuatu yang sakral sedangkan politik adalah sesuatu yang kotor, maka kedua hal itu harus dipisahkan dan dijauhkan.
Sekularisasi dalam ilmu pengetahuan, maksudnya adalah menjauhkan ilmu pengetahuan daripada nilai-nilai agama, sehingga akhirnya kalau perlu ilmu pengetahuan merupakan sesuatu yang bertentangan dengan ajaran agama. Agama hars dipisahkan daripada ilmu pengetahuan, sehingga tujuan ilmu hanyalah dunia, bukan untuk melaksnakan ajaran agama. Ilmu pengetahuan adalah sesuatu yang dibangun dengan riset dan eksprimental, sedangkan agama adalah sesuatu keyakinan yang hanya dapat dipercayai tanpa dapat dibuktikan secara roset dan eksprimental. Itulah sebabnya segala sesuatu yang berhubungan dengan agama adalah sesuatu yan tidak ilmiah, dan itulah sebabnya maka agama tidak perlu diajarkan dalam bangku sekolah. Jika agama diajarkan itupun hanya setakat untuk keprluan hubungan pribadi dengan tuhan. Bagi mereka kebenaran ilmu pengetahuan adalah kebenaran yang mutlak karena dapat dibuktikan dengan pemikiran yang logik dan rasional sedangkan kebenaran agama adalah kebenaran yang nisbi. Sekularisasi ilmu pengetahun ini muncullah teori evolusi Darwin yang menyatakan bahwa manusia berasal dari kera karena dibuktikan oleh perkembangan kerangka manusia yang sama dengan kerangka monyet. Sigmund Frued juga menyatakan bahwa perbuatan manusia adalah sikap yang dibentuk oleh desakan seksual ( libido sex ) sehingga tidak ada kehidupan yang fitrah bagi manusia.
Dalam ilmu antropologi kita melihat bahwa manusia ini pada mulanya adalah masyarakat yang tidak bertuhan, kemudian baru meningkat kepada masyarakat berthan dengan tuhan yang banyak, kemudian dilanjutkan kepada masyarakat bertuhan satu dengan agama monotisme, dan akhirnya dilanjutkan dengan masyarakat berilmu pengetahuan yang tidak bertuhan. Padahal dalam agama islam kita dapati bahwmanusia pada mulanya telah bertuhan dengan tuhan monotosme yang satu sebagaimana Allah wahyukan kepada Adam sebagai manusia pertama di dunia.
Sekularisasi ilmu pengetahuan ini telah begitu masuk ke dlam masyarakat dari sejak staman kanak-kanak sampai pasca sarjana, sehingga semua ilmu yang dipelajari dapat membuat mereka jauh daripada nilai-nilai agama. Itulah sebabnya ilmu pengetahuan yang membahas manusia sebagai individu ( psikologi ), ilmu pengetahuan yang mengkaji manusia sebagai bagian dari kelompok ( sosiologi dan sejarah ), ilmu pengetahuan yang mengkaji tentang organisasi dan kelembagaan ( manajemen ), ilmu yang mengontrol aktivitas ekonomi ( ilmu ekonomi ) , ilmu pengetahuan yang mengatur cara hidup bernegara ( ilmu hukum ), ilmu pengeahuan tentang keindahan ( seni budaya ) semuanya telah mengalami proses sekularisasi dan perlu untuk dikaji ulang dengan menyatukan nilai-nilai agama melalui proses islamisasi.
Sekularisasi ilmu pengathuan berdampak pada sekularisasi teknologi sehingga pemakaian teknologi tidak lagi dilandaskan pada nilai-nilai agama tetapi lebih banyak dilandaskan pada nilai-nilai sekular, yang hanya dipakai untuk mewujudkan cita-cita kapitalisme, sosialisme, yang tidak menghiraukan nilai-nilai agama dan etika. Sekularisasi teknologi akan membuat teknologi itu terlepas daripada nilai-nilai agama dan etika, sehingga lebih banyak kepada pemuasan hawanafsu dan materi.
Sekularisasi pemahaman keagamaan mengakibatkan pada pemahaman bahwa agama adalah hak individu dan hanya mengatur hubungan individu kepada tuhan, seperti berdoa dan sembahyang. Sedangkan kegiatan yang lain seperti kegiatan ekonomi, kegiatan sosial, seni dan budaya tidak ada hubungannya dengan agama. Begitu juga dengan sikap dan tingkah laku, tidak lagi harus mengikuti nilai-nilai agama. Bagi mereka kegiatan ekonomi seperti bekerja bukanlah bagian daripada ibadah, tetapi hanya untuk tujuan dunia. Cara bekerja dan sistem ekonomi juga harus dipisahkan daripada ajaran agama. Demikian juga dengan kegiatan seni dan budaya. Seni hanya untuk seni, sehingga segala sesuatu atas nilai seni tanpa ada hubungan dengan nilai-nilai agama. Berpakaian juga tidak punya hubungan dengan ajaran agama, sehingga setiap orang bebas untuk memkai apa saja, kalau perlu tanpa busana. Hubungan sesama manusia juga bukan lagi berlandaskan pada nilai-nilai agama, tetapi nilai kepentingan. Itulah sebabnya dalam masyarakat sekular timbul pergaulan bebas, freesex, dan lain sebagainya, dengan alsan bahwa masalah pergaulan bukanlah masalah agama. Sekularisasi kehidupan inilah yang menimbulkan budaya hedonisme, budaya permissive, budaya liberal, yang telah melanda masyarakat modern hari ini.
Akibat dari pemisahan agama dari kegiatan sehari-hari ini menjadikan manusia hidup dalam kehidupan yang gersang, sehingga akhir-akhir ini timbul kesadaran manusia untuk mencari agama yang memadukan agama menjadi satu. Inilah yang dikenal dengan Filsafat perennialisme yang menyatakan bahwa pada dataran batin sebenarnya semua agama ini adalah satu. Dari filsafat inilah muncul pemikiran bahwa agama adalah benar semua, dan tidak ada agama yang paling benar. Ini diakibatkan oleh pemikiran filsafat post-modernisme, dimana dalam filsafat ini tidak ada kebenaran yang absolut, semua kebenaran adalah relatif walaupun kebenaran agama . Semua orang boleh perpendapat dan semua orang boleh dianggap benar, sehingga dalam masyarakat tidak ada lagi nilai-nilai yang dijadikan ukuran kebenaran.
Inilah gambaran bagi perkembangan ideologi dan filsafat hari ini yang banyak berpengaruh dalam pemahaman keagamaan terutama dalam pengamalan ajaran agama Islam. Untuk itu setiap muslim diperlukan usaha serius untuk memahami ajaran agamanya sehinga tidak terbawa oleh arus pemikiran dan ideologi yang berkembang dengan begitu cepat apalagi dalam era globalisasi dewasa ini. “ Al haqqu min rabbika fala takunanna minal mumtarin…”.
Bahan bacaan :
1. Syed Muhammad Naquib Al attas, Islam dan Sekularisasi.
2. Imam Munawir, Posisi Islam di tengah pertarungan ideologi dan keyakinan.
3. Muhammad Baqir Sadr , Falsafatuna.
4. Fritchjof Schoun, Islam and the Perennial Philosophy.
5. M. Rosenthal dan P. Yudin, A Dictionary of Philosophy.
Kuala Lumpur, 28 Juni 2001/ 6 Rabiul Akhir 1421
Muhammad Arifin Ismail.
Islam yang dimaksudkan dalam judul diatas adalah pandangan hidup yang berpandukan kepada ajaran agama yang fitrah, yaitu agama islam, bersumberkan pada wahyu Ilahi, Al Quranul karim dan Sunnah rasulullah saw. Sedangkan ideologi menurut Rosenthal dalam Dictionary of Philosophy adalah sebuah sistem dari pemikiran atau idea, baik itu berkenaan dengan politik, hukum, moral, seni, agama, dan filsafat. Sebenarnya Islam tidak dapat dibandingkan dengan segala ideologi sebab Islam adalah agama bersumber dari wahyu sedangkan Ideologi bersumber dari pemikiran manusia. Umat islam sepatutnya menjadikan islam sebagai sistem hidup baik dalam bidang ekonomi, politik, budaya, sosial, etika, seni dan lain sebagainya. Tetapi dalam kondisi dunia hari ini, kita dapat melihat bahwa islam sebagai satu sistem kehidupan berhadapan dengan ideologi – ideologi seperti Kapitalisme, Sosialisme - Komunisme , dan Sekularisme yang telah menjadi sistem hidup bagi masyarakat Barat. Dalam perkembangan masyarakat, terlebih lagi dengan globalisasi dunia sekarang ini, maka akan umat islam dapat saja terpengaruh dengan sistem hidup yang berdasarkan ideologi barat tersebut, apalagi jika mereka hanya memahami islam sebagai agama ibadah bukan sebagai suatu sistem dalam kehidupan..
Dalam tulisan di bawah ini penulis hanya membicarakan beberapa ideologi yang berkaitan erat dengan sikap hidup umat Islam dewasa ini baik dalam sistem sosial , ekonomi, politik dan budaya. Pada garis besarnya ada beberapa ideologi yang berkembang saat ini seperti ideologi Kapitalisme, Socialisme , Komunisme, Sekularisme, Post-Modernisme, Perennialisme, dan lain sebagainya. Dalam kesempatan ini kita tidak membahas ideologi ini secara lengkap, tetapi lebih kepada pengaruhnya dalam kehidupan beragama, sebagaimana judul tulisan ini untuk mendudukkan posisi agama islam di antara segala ideologi tersebut.
KAPITALISME
1. Tujuan hidup adalah materi.
Kapitalisme berasal dari kata-kata Kapital yang bermakna modal. Kapitalisme adalah ajaran yang menumpukan perhatian hanya kepada pemilik modal. Pemilikan modal adalah pemilikan pada materi. Itulah sebabnya maka Ideologi kapitalisme berlandaskan pada filsafat materialisme. Materialisme adalah berasal dari kata-kata materi. Materialisme jadi merupakan cara berpikir dan pemahaman bahwa segala sesuatu berasal dari materi. Materi adalah sesuatu yang nampak, berarti kebenaran sesuatu hanya dapat diukur dari kewujudan materi. Filsafat materialisme berpendapat bahwa yang primer adalah materi ( matter ) sedangkan pikiran ( mind ) adalah sekunder. Akibat dari pemahaman ini maka Filsafat materialisme berpendapat bahwa Dunia ini adalah sesuatu yang eternal ( kekal ) dan terjadi dengan sendirinya tanpa dibuat oleh Tuhan. Dalam pemahaman filsafat ini sesuatu itu dikatakan ada jika sesuatu itu dapat dibuktikan secara materi. Oleh sebab itu karena Tuhan tidak dapat dibuktikan secara materi, maka Tuhan itu tidak ada. Secara umum, berarti ideologi materialisme ini merupakan ideologi yang menolak secara yang bersifat ghaib, seperti Tuhan, Hari Akhirat, dan lain sebagainya. Segala sesuatu hanya diukur dengan materi, sehingga dalam filsafat materialisme tujuan hidup hanyalah untuk mencari kepuasan materi ( kebendaan ) tanpa menghiraukan kehidupan ukhrawi.
2. Kebebasan individu tanpa batas.
Ideologi kapitalisme memberi penekanan kepada individu secara mutlak. Bagi mereka kepentingan individu di atas kepentingan masyarakat, oleh sebab itu individu mempunyai kebebasan mutlak baik dalam ekonomi, sosio-politik, dan pemikiran. Dalam ekonomi, individu mempunyai kekuasaan mutlak , boleh memupuk kekayaan tanpa menghiraukan keadaan masyarakat, kalau perlu segala sesuatu diekspliotasi untuk melipat gandakan kapital dan untuk meraih keuntungan sebanyak mungkin. Ekonomi kapitalisme ini akan mengakibatkan monopoli individu atas segala kegiatan ekonomi, tanpa menghiraukan para pekerja dan masyarakat. Tujuan utama adalah bagaimana mencari keuntungan sebanyak-banyaknya dengan modal sedikit. Akibat dari sistem ekonomi kapitalisme ini akan menimbulkan jarak yang besar anatara yang kaya dan yang miskin, disamping menimbulkan monopoli ekonomi di tangan segelintir masyarakat.
Kebebasan individu dalam politik dinamakan dengan istilah demokrasi, sehingga setiap individu mempunyai kebebasan mutlak tanpa batas walaupun kebebasan itu akan menabrak nilai-nilai agama atau kepentingan orang banyak. Sikap bebas tanpa batas dengan slogan hak asasi manusia dan demokrasitanpa batas ini dapat merusak agama, sehingga setiap individu dapat berbuat apa saja tanpa lagi menghiraukan nilai-nilai dan peraturan agama. Kebebasan individu dalam sosio-politik ini juga dapat membahayakan masyarakat, karena semua orang dapat berbuat apa saja tanpa melihat kepada peraturan dan hukum yang berlaku di masyarakat.
Kebebasan pemikiran berarti semua orang bebas berpendapat dan berpikir tanpa harus tunduk kepada kaidah hukum. Kebebasan berpikir ini dapat membahayakan agama sebab setiap orang dapat bebas berpikir tanpa melihat apakah dia mempunyai otoritas atau ilmu dalam memahami ajaran agama tersebut. Dari kebebasan berpikir inlah sekarang timbul di dalam masyarakat Islam liberal, dimana setiap orang berhak untuk memikirkan cara pengamalan ajaran Islam tanpa melihat kepada nash-nash agama. Kebebasan individu ini juga dapat merebak ke dalam budaya, etika dan seni, sehingga setiap orang merasa bebas berbuat apa saja, bebas memakai pakaian apa saja, kalau perlu bebas telanjang, tanpa menghiraukan etika – moral dan budaya masyarakat.
SOSIALISME
Socialisme adalah sistem hidup yang berdiri pada pendapat bahwa kepentingan sosial dan orang banyak lebih utama daripada kepentingan individu. Ideologi sosialisme ini dalam berawal dari filsafat Dialectical Materialism., yaitu pemahaman bahwasanya suatu itu akan berkembang dengan adanya dialiektika atau pertentangan. Sesuatu yang asal menjadi “ Thesis “, kemudian berkembang dan berubah menjadi sesuatu yang lain menjadi “sinthese “. Pertentangan antara thesis dengan sinthesis ini menjadi sesuatu yang baru lagi yang disebut dengan istilah “anti thesis” . Dari pemahaman ini maka dalam dunia ini tidak ada suatu yang pasti, yang absolut, tetapi segala sesuatu harus dikembangkan dengan cara membuang yang lama dan membuat yang baru yang berbeda dengan yang lama. Dengan demikian, kebenaran itu adalah mengikuti keperluan masyarakat bukan berdasarkan pada nilai-nilai yang murni dan baku. Filsafat Dialektikal Materialisme ini bermula dari ajaran Hegel ( 1770 – 1831 ) yang dikembangkan oleh Karl Marx ( 1818-1883 ) dan Frederick Engels ( 1820- 1895 ).
Karl Mark berpendapat bahwa jika kapitalisme sudah mencapai puncaknya, maka akan muncul kaum pemilik modal yang hidup senang dan kaum buruh yang terus tertindas. Untuk itu maka kaum buruh harus melawan kaum pemilik modal dengan mengadakan perlawanan dan pertentangan terus menerus. Dari penomena sejarah ini maka pemahaman materialisme berkembang menjadi Historical Materialisme yang menuju pada perjuangan kelas, dimana suatu masyarakat itu akan maju jika dikembangkan dengan dibuat pertentangan yang terus menerus di dalam masyarakat. Metode Materialisme Sejarah inilah yang menimbulkan pertentangan antara kaum buruh dengan majikan, antara penguasa dan rakyat, antara satu masyarakat dengan masyarakat yang lain. Dari pemahaman inilah muncul istilah rvolusi sebagai suatu jalan untuk menuju perbaikan dalam masyarakat, agama, budaya , politik dan lain sebagainya. Pemahaman ini berpengaruh dalam pemahaman agama, sehingga suatu agama itu dikatakan maju apabila agama itu meninggalkan nilai-nilai yang tradisional dan membuat sesuatu yang baru sesuai dengan perkembangan dan keperluan masyarakat.
Dalam pandangan kaum sosialis, ajaran agama itu adalah ajaran yang akan menghalangi kaum buruh dari kemajuan, sebab disan terdapat ajaran sabar, tawakkal dan lain sebagainya. Ajaran agama juga dapat menjadi pelindung bagi kaum pemodal dengan bersedekah, melalui harta kekayaan yang di dapat. Oleh sebab itu agama itu harus diperangi sehingga menurut Karl Marx : “ agama adalah keluh kesah makhluk yang tertindas, hati nurani dari dunia yang tidak berhati, maka dia adalah candu bagi rakyat “. Ungkapan ini dilanjutkan oleh Lenin : ‘ Agama adalah candu rakyat. Perkataan Karl Marx ini merupakan pandangan dunia Marxisme terhadap agama. Oleh sebab itu Marxisme menganggap agama dan gereja, serta semua organisasi agama , apapun juga, selalu merupakan alat reaksioner kaum pemodal untuk melindungi penindasan dan penghisapannya terhadap kaum buruh. Kita harus memerangi agama..maka lenyaplah agama dan hiduplah atheisme, maka penyebaran atheisme adalah tugas utama kita “
Dari kajian diatas dapat dilihat bahwa ideologi Sosialisme akan berakibat kepada sikap anti agama dan anti Tuhan ( atheis ) yang juga mencari tujuan utama daripada ajaran komunisme. Antara sosialisme dan kommunisme tak dapat dipisahkan, sebab Komunisme adalah pemahaman yang berdasarkan bahwa pemilikan ekonomi dan harta itu tidak bersivat individu dan pribadi tetapi bersifat “ common “ ( orang banyak ), sehingga dalam pemahaman komunisme tidak ada harta pribadi, semuanya adalah harta negara.
SEKULARISME
Menurut istilah, kata sekular berasal dari bahasa latin saeculum yang memiliki arti waktu dan lokasi. Waktu menunjukkan pada pengertian sekarang sedangkan lokasi menunjuk kepada dunia. Jadi saeculum berarti zaman ini atau masa kini dan zaman ini tersebut menunjuk kepada peristiwa-peristiwa yang terjadi di dunia atau peristiwa yang terjadi pada masa kini. Oleh sebab itu sekularisasi didefinisikan oleh Syed Naquib al Attas sebagai “ pembebasan manusia pertama-tama dari agama dan kemudian dari metafisika yang mengatur nalar dan bahasanya “. Itu berarti “ terlepasnya dunia dari pengertian religius dan religius semu, terusirnya semua pandangan dunia yang tertutup, terpatahkannya semua mitos supranatural dan lambang-lambang suci “. Dengan kata lain sekularisasi adalah pemisahan dunia daripada kehidupan agama.
Alam pemikiran barat bermula dari filsafat rasionalisme yang dikembangkan oleh Rene Descartes ( 1596-1650 ) yang menyatakan bahwa kebenaran itu hanya sesuatu yang dapat dipikirkan dan dibuktikan oleh akal. Filsafat ini kemudian hari dilanjutkan oleh Francis Bacon ( 1561 – 1626 ) dengan filsafat empirisme yang menyatakan bahwa sesuatu itu benar jika sesuatu itu telah dapat dibuktikan secara empiris. Filsafat rasionalisme dan empirisme ini memacu kemajuan ilmu dan teknologi dengan begitu pesat dan kemudian dilanjutkan dengan filsafat Positivisme oleh August Comte ( 1778- 1857 ) yang menganggap bahwa setiap kebenaran harus dapat dibuktikan secara exprimental.
Akibat dari perkembangan filsafat rasionalisme, empirisme, dan positivisme ini, maka kedudukan agama mulai tergugat karena banyak doktrin agama yang tidak dapat dibuktikan secara rasional, empiris, dan teruji secara exprimental. Itulah sebabnya August Comte pada pertengahan abad ke-19 telah membayangkan adanya kebangunan ilmu pengetahuan dan keruntuhan agama, sehingga baginya masyarakat telah berevolusi dan berkembang dari tingkat primitif kepada tingkat modern. Dalam pemikiran August Comte, masyarakat berkembang dari agama pemahaman kepada agama, kemudian naik kepada pemahaman metafisik dan diakhiri dengan tingkat terakhir yaitu pemahaman ilmu dan teknologi. Dengan demikian, jika masyarakat sudah sampai peda tingkat ilmu dan teknologi, maka agama tidak diperlukan lagi, apalagi konsep keagamaan seperti Tuhan dan akhirat adalah sesuatu yang tidak dapat dibuktikan secara empiris dan eksprimental, maka kepercayan kepada tuhan menurut Comte adalah suatu sikap kolot.
Pemikiran Comte ini berkembang melalui muridnya Ludewig Feurbach ( 1804-1872 ) yang juga merupakan guru kepada Hegel ( 1770 – 1831 ) yang kemudian dikembangkan dan dianjutkan oleh Karl Marx ( 1818-1883 ). Pemikiran agama ini terus berkembang di dunia eropah sehingga Fiedrich Nietzche berani menyatakan bahwa Tuhan telah mati. Dalam psikologi analisa, Sigmund Frued ( 1856 – 1939 ) menyatakan bahwa manusia dalam era psikologi berangkat dari alam takhayul ( supersition ) kepada alam agama ( religion ) dan kemudian kepada alam ilmu pengetahuan ( science ). Dengan demikian menurutnya dalam era ilmu pengetahuan sekarang ini, semua agama telah ketinggalan zaman. Sehingga seorang penulis barat Somerset Mugham menyatakan bahwa : ..suatu Tuhan baru telah ditemukan di Eropah dewasa ini yaitu ilmu pengetahuan sedangkan Tuhan yang lama telah mereka campakkan “.
Itulah sebabnya kaum intelektual barat pada masa itu berkata kepada gereja : “ Ambillah kembali Tuhanmu itu yang dengan atas namanya kalian telah memperbudak kami, serta membebani kami dengan kewajiban-kewajiban berat, dan menundukkan kami di bawah kediktatoran serta takhayul yang tirani. Keimanan pada Tuhanmu itu menuntut kami untuk menempuh kehidupan dngan ketergantungan kepada pendeta , maka kami tolak ajaranmu itu, karena kami akan punya Tuhan baru yang memiliki segala sifat Tuhan yang pertama, tetapi tanpa gereja yang memperbudak kami, dan juga ia tidak akan memberatkan kami dengan kewajiban moral, intelektual atau kebendaan apapun, seperti yang diperbuat oleh Tuhanmu “. Hal ini muncul sebab sejarah telah menceritakan bahwa gereja pada mulanya adalah sangat membenci pada ilmu pengetahuan. Dengan dalih agama, ilmu pengetahuan dikekang sebagaimana yang terjadi pada Socrates dan Bruno, sehingga pada masa Reinessance maka pemikir ilmu pengetahuan tidak segan-segan untuk membuang agama sebagai tindakan bals dendam kepada kekejaman gereja terhadap ilmu pengetahuan.
Sekularisasi dapat dilihat dalam berbagai aspek kehidupan seperti dalam bidang sosio-politik, dalam bidang ilmu pengetahuan dan dalam bidang keagamaan. Dalam bidang sosio-politik, menurut pandangan kaum sekular, negara modern adalah negara yang memisahkan antara agama dan negara. Agama modern adalah agama yang lahir dengan sendirnyadan terpisah dari agama dan gereja. Negara bukanlah bagian daripada gereja, dan juga bukan merupakan bagian daripada masyarakat keagamaan. Dengan demikian sekularisasi politik adalah proses sosial dimana bentuk struktur politik tradisional mengalami perbedaan radikal, yang menghasilkan pemisahan bidang ketatanegaraan dari struktur keagamaan, penggantian legitimasi politik berdasarkan pada norma-norma sekular, dan usaha untuk meluaskan kekuasan politik di bidang yang semula diatur oleh kaidah agama. Sekularisasi politik inilah yang dikenal dengan nama desakralisasi politik yaitu penghapusan legitimasi sakrak kekuasaan politk, yang merupakan syarat perubahan politik. Agama dipandang sesuatu yang sakral sedangkan politik adalah sesuatu yang kotor, maka kedua hal itu harus dipisahkan dan dijauhkan.
Sekularisasi dalam ilmu pengetahuan, maksudnya adalah menjauhkan ilmu pengetahuan daripada nilai-nilai agama, sehingga akhirnya kalau perlu ilmu pengetahuan merupakan sesuatu yang bertentangan dengan ajaran agama. Agama hars dipisahkan daripada ilmu pengetahuan, sehingga tujuan ilmu hanyalah dunia, bukan untuk melaksnakan ajaran agama. Ilmu pengetahuan adalah sesuatu yang dibangun dengan riset dan eksprimental, sedangkan agama adalah sesuatu keyakinan yang hanya dapat dipercayai tanpa dapat dibuktikan secara roset dan eksprimental. Itulah sebabnya segala sesuatu yang berhubungan dengan agama adalah sesuatu yan tidak ilmiah, dan itulah sebabnya maka agama tidak perlu diajarkan dalam bangku sekolah. Jika agama diajarkan itupun hanya setakat untuk keprluan hubungan pribadi dengan tuhan. Bagi mereka kebenaran ilmu pengetahuan adalah kebenaran yang mutlak karena dapat dibuktikan dengan pemikiran yang logik dan rasional sedangkan kebenaran agama adalah kebenaran yang nisbi. Sekularisasi ilmu pengetahun ini muncullah teori evolusi Darwin yang menyatakan bahwa manusia berasal dari kera karena dibuktikan oleh perkembangan kerangka manusia yang sama dengan kerangka monyet. Sigmund Frued juga menyatakan bahwa perbuatan manusia adalah sikap yang dibentuk oleh desakan seksual ( libido sex ) sehingga tidak ada kehidupan yang fitrah bagi manusia.
Dalam ilmu antropologi kita melihat bahwa manusia ini pada mulanya adalah masyarakat yang tidak bertuhan, kemudian baru meningkat kepada masyarakat berthan dengan tuhan yang banyak, kemudian dilanjutkan kepada masyarakat bertuhan satu dengan agama monotisme, dan akhirnya dilanjutkan dengan masyarakat berilmu pengetahuan yang tidak bertuhan. Padahal dalam agama islam kita dapati bahwmanusia pada mulanya telah bertuhan dengan tuhan monotosme yang satu sebagaimana Allah wahyukan kepada Adam sebagai manusia pertama di dunia.
Sekularisasi ilmu pengetahuan ini telah begitu masuk ke dlam masyarakat dari sejak staman kanak-kanak sampai pasca sarjana, sehingga semua ilmu yang dipelajari dapat membuat mereka jauh daripada nilai-nilai agama. Itulah sebabnya ilmu pengetahuan yang membahas manusia sebagai individu ( psikologi ), ilmu pengetahuan yang mengkaji manusia sebagai bagian dari kelompok ( sosiologi dan sejarah ), ilmu pengetahuan yang mengkaji tentang organisasi dan kelembagaan ( manajemen ), ilmu yang mengontrol aktivitas ekonomi ( ilmu ekonomi ) , ilmu pengetahuan yang mengatur cara hidup bernegara ( ilmu hukum ), ilmu pengeahuan tentang keindahan ( seni budaya ) semuanya telah mengalami proses sekularisasi dan perlu untuk dikaji ulang dengan menyatukan nilai-nilai agama melalui proses islamisasi.
Sekularisasi ilmu pengathuan berdampak pada sekularisasi teknologi sehingga pemakaian teknologi tidak lagi dilandaskan pada nilai-nilai agama tetapi lebih banyak dilandaskan pada nilai-nilai sekular, yang hanya dipakai untuk mewujudkan cita-cita kapitalisme, sosialisme, yang tidak menghiraukan nilai-nilai agama dan etika. Sekularisasi teknologi akan membuat teknologi itu terlepas daripada nilai-nilai agama dan etika, sehingga lebih banyak kepada pemuasan hawanafsu dan materi.
Sekularisasi pemahaman keagamaan mengakibatkan pada pemahaman bahwa agama adalah hak individu dan hanya mengatur hubungan individu kepada tuhan, seperti berdoa dan sembahyang. Sedangkan kegiatan yang lain seperti kegiatan ekonomi, kegiatan sosial, seni dan budaya tidak ada hubungannya dengan agama. Begitu juga dengan sikap dan tingkah laku, tidak lagi harus mengikuti nilai-nilai agama. Bagi mereka kegiatan ekonomi seperti bekerja bukanlah bagian daripada ibadah, tetapi hanya untuk tujuan dunia. Cara bekerja dan sistem ekonomi juga harus dipisahkan daripada ajaran agama. Demikian juga dengan kegiatan seni dan budaya. Seni hanya untuk seni, sehingga segala sesuatu atas nilai seni tanpa ada hubungan dengan nilai-nilai agama. Berpakaian juga tidak punya hubungan dengan ajaran agama, sehingga setiap orang bebas untuk memkai apa saja, kalau perlu tanpa busana. Hubungan sesama manusia juga bukan lagi berlandaskan pada nilai-nilai agama, tetapi nilai kepentingan. Itulah sebabnya dalam masyarakat sekular timbul pergaulan bebas, freesex, dan lain sebagainya, dengan alsan bahwa masalah pergaulan bukanlah masalah agama. Sekularisasi kehidupan inilah yang menimbulkan budaya hedonisme, budaya permissive, budaya liberal, yang telah melanda masyarakat modern hari ini.
Akibat dari pemisahan agama dari kegiatan sehari-hari ini menjadikan manusia hidup dalam kehidupan yang gersang, sehingga akhir-akhir ini timbul kesadaran manusia untuk mencari agama yang memadukan agama menjadi satu. Inilah yang dikenal dengan Filsafat perennialisme yang menyatakan bahwa pada dataran batin sebenarnya semua agama ini adalah satu. Dari filsafat inilah muncul pemikiran bahwa agama adalah benar semua, dan tidak ada agama yang paling benar. Ini diakibatkan oleh pemikiran filsafat post-modernisme, dimana dalam filsafat ini tidak ada kebenaran yang absolut, semua kebenaran adalah relatif walaupun kebenaran agama . Semua orang boleh perpendapat dan semua orang boleh dianggap benar, sehingga dalam masyarakat tidak ada lagi nilai-nilai yang dijadikan ukuran kebenaran.
Inilah gambaran bagi perkembangan ideologi dan filsafat hari ini yang banyak berpengaruh dalam pemahaman keagamaan terutama dalam pengamalan ajaran agama Islam. Untuk itu setiap muslim diperlukan usaha serius untuk memahami ajaran agamanya sehinga tidak terbawa oleh arus pemikiran dan ideologi yang berkembang dengan begitu cepat apalagi dalam era globalisasi dewasa ini. “ Al haqqu min rabbika fala takunanna minal mumtarin…”.
Bahan bacaan :
1. Syed Muhammad Naquib Al attas, Islam dan Sekularisasi.
2. Imam Munawir, Posisi Islam di tengah pertarungan ideologi dan keyakinan.
3. Muhammad Baqir Sadr , Falsafatuna.
4. Fritchjof Schoun, Islam and the Perennial Philosophy.
5. M. Rosenthal dan P. Yudin, A Dictionary of Philosophy.
Kuala Lumpur, 28 Juni 2001/ 6 Rabiul Akhir 1421
Muhammad Arifin Ismail.
ISLAM DAN BARAT
TRANSMISI PEMIKIRAN ISLAM
KEPADA PEMIKIRAN DAN PERADABAN BARAT
Pengantar
Robert Gulick dalam bukunya “ Muhammad the Educator “ menyatakan bahwa “ sangatlah sedikit kaum terpelajar yang dapat membantah pengaruh budaya Islam terhadap renaissance di Eropah. Sekian banyak terjemahan yang dilakukan telah menunjukkan bagaimana pengaruh revolusi Islam menimbulkan semangat revolusi Perancis. Jika seandainya penelitian terhadap sumbangan Islam tersebut kurang diperhatikan, hal ini akan mengakibatkan timbulnya konklusi negatif sumbangan Islam terhadap peradaban kontemporer “.
C.H. Haskin dalam bukunya “ Studies in the History of medieval Science “ juga menyatakan bahwa kenyatan yang tidak bisa dibantah bahwa kebudayaan Arab Spanyol adalah sumber utama ilmu pengetahuan bangsa barat di Eropah”. Secara rinci hal ini dikemukakan oleh Robert Briffault Dunlop Robert Hammond G. Sarton, dan Mehdi Nakosten. .
Kebudayaan manusia memang merupakan formulasi ide yang berlangsung secara kontinyu dari suatu kelompok masyarakat kepada masyarakat yang lain. Oleh karena itu sudah merupakan suatu tugas daripada ilmuwan dan cendekiawan budaya untuk menyingkap jalur transmisi dari suatu budaya dengan budaya lain, sehingga terdapat suatu titik singgung antar budaya dan pemikiran. Titik singgung antar budaya dan pemikiran tersebut menciptakan rantai peradaban umat manusia sejak dahulu hingga masa mendatang, tanpa menafikan keistimewaan dan karakteristik pemikiran dan budaya suatu masyarakat dari masyarakat yang lain.
Transmisi pemikiran Islam ke Barat.
Peradaban dan filsafat Yunani ( Graeco-Roman ) tidak lepas dari pengaruh filsafat dan budaya Hindu, Babilonia, dan Mesir Kuno. Filsafat Yunani juga mempengaruhi perkembangan dan filsafat Islam. Filsafat islam juga mempunyai andil yang besar dalam perkembangan pemikiran dan peradaban Eropah, yang dikenal dengan peradaban modern dewasa ini.
Hubungan kultural antara Islam dan barat berlangsung melalui beberapa tempat seperti Spanyol, Sicilia, naples, dan juga melalui pergaulan antara Muslim dan pasukan nasrani dalam perang Salib Pusat perdagangan Itali seperti kota genoa, Vinice, Milan, dan Florence, juga merupakan media pertemuan budaya islam dan Eropah. Para pasukan salib ( 1095 – 1270 ) yang kembali ke Eropah membawa semangat kebebasan, toleransi, persaudaraan yang mereka lihat dalam masyarakat Islam, sedangkan pada masa tersebut masyarakat eropah masih dalam “ age of darkness “.
Adapun transmisi pemikiran Islam bada bangsa Eropah tersebut dilakuka dalam tiga tahapan :
1. Pelajar dan Mahasiswa Eropah mendatangi universitas – universitas Islam di Cordova, granada, Seville, baghdad, dan cairo. Sebagai contoh, mahasiswa eropah yang kemudian dikenal sebagai Pope Sylvester II ( menduduki jabatan tertinggi dalam agama Katholik ) adalah salah seorang alumni universitas cardova. Ini memberikan bukti bahwa universitas islam dan sekolah – sekolah Islam memberikan kesempatan yang sama kepada semua orang tanpa membedakan ras, bangsa dan agama.
2. Para mahasiswa Eropah setelah menamatkan pelajarannya dari Universitas Islam mereka kembali ke negara asalnya dan mendirikan Universitas, dan mereka menjadi tenaga pengajar di sekolah/ universitas tersebut. Universitas yang mereka bangun mencontoh gaya, arsitektur, kurikulum, dan metode pengajaran dari universitas Islam.
3. Disamping mendirikan universitas, mereka juga mengadakan kelompok-kelompok penterjemahan seluruh literatur Islam ke dalam bahasa latin. Proses penerjemahan literatur Islam ini berlangsung selama abad ke sebelas dampai abad ke tiga belas.
Adelard Bart, Plato Trivoli, Gerad Cremona, dan Robert Chester adalah nama-nama penterjemah buku-buku Arab yang dikenal pada masa tersebut. Michael Scott ( 1926) menterjemahkan karya Ibnu Rusyd, Ibnu Sina, ke dalam bahasa latin. Gerard Cremona ( 1187 ) menterjemahkan buku karya Al farghani, Al farabi, dan buku bahasa Arab sebanyak 71 buah ke dalam bahasa latin. Joannes Seville ( 1135 ) menterjemahkan karya Al Kindi , Al Ghazali dan bku-buku astronomi , kedokteran dan matematika.
Setelah penaklukan Cordova, Bishop Raymond I ( 1126 – 1152 ) membentuk akademi terjemahan pada tahun 1135. kemudian di Toledo didirikan Akademi studi ketimuran ( School of Oriental Stuides ) pada tahun 1250.
Nama –nama Penerjemah Literatur islam
A. Dari bahasa Arab ke dalam bahasa latin :
1. Adelard of bath.
2. Alfred of Sarashel.
3. Armengandus, Son of Blaise.
4. Bonacosa.
5. Constantinus Africanus.
6. Domigo Gundasalvo
7. Faraj bin Salim
8. Givanni da Brescia, Joannes Brixiensis.
9. Gustav Flugel.
10. Herman the german.
11. Herman the Dalmation.
12. Hugo Sancceliensis
13. John of Seville.
14. Joannes saracenus Afflacius
15. Marc of Toledo
16. Michael Scott
17. Moses of Palermo
18. Peter of Cluny
19. Peter Gallego
20. Plato of Tiboli ( Plato Tiburtinus )
21. Philip of Tripoli
22. Rudolf of Bruges.
23. Robert of Chester
24. salio of Padua
25. Stephen of Antioch
26. Stepanus Arnoldi
27. Stephen of saragosa
28. Theodore of Antioch
29. Gerard of Cremona
30. Wilbelmus de Linisapud Neapolim
B. Dari bahasa Arab ke bahasa Spanyol.
1. Abraham of Toledo
2. Alfonso X
3. Dinis ( Diniz )
4. Isaac bin Sid
5. udah bin Moses
6. Judah bin Moses Hakosen
7. Sanuel Ha-levi Abul Afia
C. dari bahasa Arab/ latin ke bahasa Hebrew / Ibrani
1. Abraham ben Hayya Ha Nasi
2. Abraham ben Meir Ibn Ezra
3. Abraham ben Nathan Ha Yarhi
4. Abraham ben samuel Ibn Hasdai Ha-Levi
5. Ahitub ben Isaac
6. David ibn Ya-Ish
7. Isaac ben Nathan of Cordova
8. Jacob ben Abba Mari ben Simon
9. Jacob ben Moses Ibn Abbasi Ha-Bedarshi
10. Jacob ben Abi Abraham Isaac ben Al carsono
11. Joseph ben Isaac Qimbi
12. Joseph been Joshua I
13. Joseph ben Joshoua II
14. jacob ben mahir ibn Tibbon
15. Judah ben Saul Ibn Tibbon
16. Judah ben Solomon al Harizi
17. Judah ben Solomon Ibn Labbi
18. Judah ben Solomon Nathan
19. Moses ben Solomon of Beaucaire
20. Moses Ibn Tibbon
21. Nathan ben Elizar
22. Qalomonymos ben David the Elder
23. Salama
24. Samuel ben Jacob of Capua
25. Solomon ben Joseph Ibn Ayyub Ha-sefardi
26. Samuel ben judah of Marselle
27. samuel ben Judah Ibn tibbon
28. Salomon ben labi
29. salomon ben Peter
30. samson ben salomon
31. samuel ben Solomon Ha-Meati
32. samuel ibn Motot
33. Shem –top ben Isaac
34. Solomon Bonirac
35. tadros tadrosi
36. Zerahiah Gracian
37. Qaloynos ben Qolamos.
Dengan adanya proses penerjemahan tersebut, maka karya-karya intelektual muslim tersebut menjadi bahan bacaan utama dan referensi perkembangan pemikiran di Eropah yang akhirnya menimbulkan gerakan Renaisance, sebagaimana dijelaskan oleh J. Bronowski : ‘ Kita menyangka bahwa Itali adalah tempat kelahiran Renaisance. Padahal cikal bakal Itali tersebut adalah Spanyol pada abad kdua belas , dan itu disimbolkan dengan adanya sekolah-sekolah terkenal di toledo “.
Pengaruh pemikiran Islam di Barat
MM. Sharif dalam “ History of Muslim Philosophy “ melihat bahwa pengaruh filsafat islam terhadap perkembangan pemikiran di barat dapat ditinjau dari beberapa hal :
1. Filsafat islam memberikan inisiatif gerakan humanisme dalam masyarakat barat.
2. Memperkenalkan kepada Barat tentang ilmu sejarah dan metode kritik historis.
3. Memperkenalkan metodologi riset ilmiah pada masyarakat Eropah.
4. Mengadakan perpaduan antara filsafat dan ajaran agama.
5. Memberikan stimulasi atas gerakan mistis di Eropah.
6. Memberikan dasar-daras Renaisance dan kerangka pemikiran filsafat Barat baik Pra-Descartes maupun Post-Kantian.
A.Pengaruh Pemikiran rasionalis
Masih anyak kaum terpelajar yang beranggapan bahwa pemikiran rasionalis berasal dari barat, dan mereka merupakan penemu dan peletak dasar sains modern. Tanpa mengecilkan sumbangan mereka dalam perkembangan pemikiran rasionalis, sebenarnya aliran filsafat rasionalis berhulu dari nilai-nilai rasionalis yang berkembang dalam islam, dan buku-buku filsafat Islam.
Roger Bacon, yang dikenal sebagai salah seorang peletak dasar bagi pemikiran rasionalis barat ternyata mempelajari bahasa Arab dan banyak membaca buku-buku-buku pengatahuan islam, dan dia merupakan salah seorang team penterjemahan literatusr islam dari Universitas Oxford. Sejak Roger Bacon , barulah semangat pengkajian ilmiah dengan metode ekspriment berkembang di seluruh Eropah.
G.R.kaye dalam ‘ A Guide to Old Observation “ mengatakan bahwa kaum intelektual arab dan astronom muslim mengadakan metode penelitian yang lain daripada pendahulu mereka. Mereka para ilmuwan muslim tersebut melakukan observasi , membangun pusat-pusat penelitian, dan menciptakan instrumen penelitian, juga mengadakan koreksian terhadap rumus-srumus yang ditemukan oleh Ptolemius.
Dengan demikian, ternyata bahwa semangat pengkajian dan penelitian ilmiah, metode investigasi, metode ekspriment, observasi, dan pengukuran yang merupakan dasar pemikiran rasionalis dan ilmu matematika bukanlah ditemukan dari budaya yunani tetapi diambil dari peradaban dan pemikiran Islam.
Oleh sebab itu pemikiran –pemikiran Ibnu Sina dapat kita jumpai dalam karya Bishop Jhon Toledo , Gundisalvi, William Auverguoe (1249) Alexander Hales ( 1245) , jean de la Rochele ( 1245 ), St. Bonaventure ( 1274 ), Robert Grossette ( 1253 ), dan Jhon Peckasm ( 1292 ), demikian juga dalam karya Albertus magnus dan st. thomas Aquinas.
Risalah Hayy bin Yaqdzan karya ibnu Tufail telah diterjemahkan ke dalam bahsa latin oleh Picodella Mirandola ( 1491) dan Edward Peacock ( 1961 ) . dan terjemahan bahasa Inggeris dilakukan oleh G. Keith and Quaker ( 1674 ), ke dalam bahasa Belanda pada tahun 1672 dan 1701 , dalam bahasa jerman oleh J.G. pritius ( 1726 ) , T.G.Eichborn ( 1783 ) dan dalam bahasa perancis oleh L. Gauthier ( 1900 ) dan dalam bahasa Rusia oleh J. Kuzmin ( 1920 ).
B. Pengaruh pemikiran teologis.
St. Thomas aquinas belajar di universitas naples, dan banyak memakai argumentasi Al Ghazali dalam mengkritik filsafat yunani. Dalam karyanya “ Summa Theologica “ banyak terdapat persamaan ide dengan pemikiran Al ghazali tentang bukti adanya tuhan dengan dalil “ contingency “ dan ‘ necessity “, nama-nama, sifat, dan ilmu Tuhan, kebenaran kenabian, dan kebangkitan manusia.
Asin palacios melihat bahwa pemikiran teologis Al Ghazali juga mempengaruhi ide Pascal yang terkenal dalam filsafat agama. Theori Pascal : “ If youn win you shal win all, if you loss you will loose nothing “, merupakan teori Al ghazali yang diteruskan oleh raymond Martini dan kemudian dipakai oleh Pascal.
Robert Hammond telah mengadakan studi komparasi antara St.Thomas Aquinas dan Al Farabi dalam persoalan bukti dan argumentasi tentang Tuhan seperti bukti adanya gerak dalam setiap sesuatu , hukum kausalitas aktif , dan Tuhan sebagai “eternal being “.
Pengaruh pemikiran Filosofis.
Karya-karya Al kindi telah diterjemahkan ke dlam bahasa latin oleh Plato trivoli, Arnold Villanova, Robert the Englishman, John of Seville, dan gerard of Cremona.
Kitab Ihsa’ul ulum karya Al Farabi diterjemahkan ke dalam bahasa latin oleh Gundisalvus ( 1151 ). Ide Al Farabi tentang argumentasi kosmologis tentang Tuhan, dilanjutkan oleh Maimonides, St. Thomas Aquinas, kemudian oleh Spinoza, Leibniz, dan Kant. Menurut D. Borkowski yang mengadakan pengkajian tentang pemikiran Spinoza mengatakan bahwa siapa yang membaca dan meneliti karya Spinoza “ de Emendatione Intelectus “ akan mendapatkan kesamaan ide dengan pemikiran Al farabi dalam ‘ manahijul Adillah “ karena adanya kesamaan sentral ide, motivasi, dan konsklusi dari kedua buku tersebut.
Pemikiran Ibnu Sina juga berpengaruh dalam perkembangan pemikiran Barat, sehingga William Auverge , sepoarng pemikir Latin dikenal dengan nama latin Avicennism, sedangkan Roger bacon juga mengikuti teori-teori etika sosial, konsepsi kota dan negara dan filsafat aama Ibnu Sina
Menurut M. saed Sheikh, Descartes juga mengkuti ide Ibnu Sina dlam beberapa hal :
1. Metodologi keraguan.
2. Thesis : “ Cogito Ergo Sum “.
3. Argumen ontologis dan kosmologis tentang Tuhan.
Ibnu Sina berpendapat bahwa segala sesuatu di dunia ini berstatus mungkin. Kemungkinan tersebut merupakan dasar eksistensi segala sesuatu. Sedangkan Descartes menyatakan bahwa untuk meyakini sesuatu harus didahului dengan suatu kemungkinan untuk diragukan, dan hanya satu yang tidak mungkin diragukan yaitu “ saya berfikir maka saya ada “ ( Cogito Ergu Sum ).
Pembagian antara “infinite” dan “indifinite” demikian juga ide ‘ substance “ Spinoza, bermula dari konsep Tuhan menurut Al Ghazali. Empirisme Kant dalam level tingkatan “ sense –experience “ dan “ moral consciousness “, juga bermula daripada empirisme Al Ghazali dalam “ mistical experience “.Keduanya menitik beratkan pada “ moral will “, sebagai landasan ‘ noumena “ dan “ ultimate reality “. Seperti Al Ghazali, Hume juga menyatakan bahwa kita tidak dapat memiliki pengetahuan tanpa hukum kausalitas dalam phenomena, demikian juga ide-ide Al ghazali banyak mempengaruhi pemikiran Schopenhear dan Bergson.
Karya Descartes “ Discourse de la methode “ mempunyai kesamaan dengan ‘ Al Munqidh minandhalal “ Al ghazali. Keduanya berupa tulisan autobiography, yang dimulai dengan kisah seorang pemuda yang mempunyai beberapa tradisi dan kebiasaan yang berlaku di masyarakat sehinga kemudian pemuda tersebut berpendapat tidak perlu mengikuti segala bentuk tradisi dan kebiasaan karena hal inderawi tidak dapat dijadikan sebagai suatu dasar keyakinan.
Pemuda tersebut baik menurut Al ghazali maupun dalam tulisan Descartes akhirnya berkesimpulan bahwa metode untuk mencari sesuatu kebenaran adalah dengan menghilangkan segala kemungkinan dari keraguan. Sehingga pemuda tersebut menyatakan bahwa untuk mencapai kebenaran diperlukan suatu kepastian sebagaimana dalam matematika. Hal inilah yang membuat Henry Lewis berpendapat bahwa thesis “ I think therefore I am “ yang dikemukakan oleh Descartes berasal dari thesis Al Ghazali “ I will, therefore I am “.
Ibnu Rusyd dikenal sebagai interpreter pemikiran Aristotle, tetapi Rusyd bukan hanya menterjemahkan pemikiran Aristotle secara mutlak, tetapi mempunyai lompatan-lompatan ide yang berada di luar pemikiran Yunani. Menurut M.M.Sharif, ide-ide Ibnu Rusyd yang menjadi landasan pencerahan pemikiran Barat adalah :
1. Interpretasi allogorical terhadap Kitab suci.
2. Teori “ Dualism “.
3. Teori “ pan-psychism “.
4. Eternalitas dan potensialitas “ matter “.
5. Emasipasi wanita.
Teori ‘ dualism “ bagi ibnu Rusyd menyatakan bahwa materi adalah eternal dan materi tersebut memproduksi huku-hukum yang eternal dan sainstifik. Materi dan hukum-hukum formulasi materi tersebut adalah dua kebenaran yang diberikan kepada manusia dari Pemilik Kebenaran agar manusia dapat berpikir secara sainstifik , dalam mencari suatu kebenaran. Sedangkan teori “ pan-psychism “ menyatakan bahwa dalam alam ini terdapat kekekalan jiwa kemanusiaan universal, dan kefanaan jiwa pribadi.
Leibniz sebagaimana Al ghazali berpendapat bahwa dunia adalah phenomena. Pengetahuan manusia tidak dapat berdiri sendiri dalam mencapai kebenran universal, tetapi harus juga berdasarkan kepada inderawi ( sense 0 . maka al ghazali dan leibniz membedakan antara konsep dan persepsi. Sedangkan ruang dan waktu menurut keduanya adalah merupakan “ idea of relation “.
Schopenhaur sebagaimana Al Ghazali berpendapat bahwa kemauan –bukan pemikiran- merupakan realitas fundamental.
Sedangkan bergson menyatakan bahwa intuisi adalah sumber pengetahuan. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Al Ghazali bahwa pengalaman intuisi ( termasuk intuisi kenabian ) juga merupakan dasar pengetahuan dan lebih utama daripada “ sense experience ‘.
Kant dalam “ Antinomies of Pure Reason “ mengemukakan empat thesis :
1. Alam terdiri dari “ finite “ dan “ indifinite” , maka segala sesuatu harus diawali dengan waktu dan berada dalam ruang yang tidak terbatas.
2. Segala sesuatu adalah “ infinitely divisible “ atau terdiri dari bagian yang tidak terbatas.
3. Segala sesuatu secara mekanis harus mempunyai keterbatasan, dalam hukum kausalitas.
4. Di Akhir hukum kausalitas terdapat “ necessary being “ yang bersifat “ causeless cause “.
Thesis diatas sama dengan thesis yang dikemukakan oleh Ibnu Sina :
1. Alam bersifat sternal dan baharu.
2. Jism ( badan segala sesuatu) dapat dibagi pada potensi yang tidak terbatas.
3. Segala sesuatu mempunyai sebab dan berakhir pada sesuatu yang tidak mempunyai sebab yaitu tuhan .
4. Alam bersifat “ possible “ dan ‘ necessary “.
Pengaruh pemikiran filsafat islam terhadap perkembangan pemikiran di barat tidak dapat dipisahkan dari pengaruh pemikiran Ibnu Khaldun, dimana ibnu Khaldun telah dikenal sebagai bapak Sosiologi dan peletak dasar Fiulsafat sejarah. Konsep ibnu Khaldun mengenai perubahan sosial, demography, klasifikasi masyarakat kepada masyarakat desa dan kota, masih berlaku hingga saat ini. Sebagaimana hal tersebut dapat dijumpai dalam teori sosiologi barat seperti Boldin, Malthus, Adam Smith, Mills, dan sosiolog yang lain,
Pengaruh pemikiran humanis
Pengaruh peradaban muslim terhadap peradaban barat meliputi seluruh aspek kehidupan, baik secara materi maupun intelektual. Hal ini berlangsung dikarenakan adanya kontak antara bangsa eropah dan umat islam dalam bidang kebudayaan, pendidikan, lembaga ilmiah, dan terutama dalam kebebasan dan semangat pencerahan pemikiran, menggantikan suasana Eropah dimasa abad pertengahan yang masih berada dalam tirani dan dogma gereja serta diktator feodalisme.
Semangat kebebasan yang mereka lihat dalam masyarakat muslim memberikan motivasi kepada bangsa eropah untuk bangkit mancari kebebasan berpikir dan kebebasan berbicara. Gerakan kebebasan mulai muncul di eropah pada abad ke 11 dan abad ke 12 . Faktor yang utama dari gerakan kebebasan ini adalah dengan kembalinya pasukan perang salib dari Jerussalem.
Kehidupan liberal dan “ freedom of thinking “ yang mereka temukan dan lihat pada masyarakat muslim , kemudian hari mereka kembangkan dalam kehidupan bermasyarakat London terutama di kawasan Universitas Oxford ( 1163 ) dan terus mempengaruhi pola pikir masyarakat menengah dan masyarakat atas. Pada saat kebebasan ini berkembang dengan pesatnya, King Richard meninggal ( pada 1199) dan digantikan oleh King John. Pada saat itu suasana kebebasan berpendapat menjadi keperluan seluruh masyarakat, terutama di kalangan masyarakatb menengah dan atas. Hal ini yang menjadi cikal bakal dikeluarkannya piagam “ Magna Carta ‘ oleh King John pada bulan Juni 121, sebagaimana dijelaskan : “ Keadaan inilah yang menyebabkan masyarakat melihat oeluang untuk mempunyai hak kebebasan lebih daripada sebelumnya sehingga dikeluarkannya piagam “ Magna Carta “. Dari paiagam ini bermula suasana demokrasi dalam masyarakat barat dari keterangan diatas dapat dilihat bahwa gerakan humanisme yang berporos pada demokrasi di barat bersumber dari gerakan humanisme yang terdapat dalam masyarakat muslim.
Dari keterangan diatas dapat disimpulkan bahwa peradaban dan pemikiran Islam merupakan “ starting point “ bagi perkembangan pemikiran dan peradaban barat, dan merupakan cikal bakal peradaban masyarakat modern.
KEPADA PEMIKIRAN DAN PERADABAN BARAT
Pengantar
Robert Gulick dalam bukunya “ Muhammad the Educator “ menyatakan bahwa “ sangatlah sedikit kaum terpelajar yang dapat membantah pengaruh budaya Islam terhadap renaissance di Eropah. Sekian banyak terjemahan yang dilakukan telah menunjukkan bagaimana pengaruh revolusi Islam menimbulkan semangat revolusi Perancis. Jika seandainya penelitian terhadap sumbangan Islam tersebut kurang diperhatikan, hal ini akan mengakibatkan timbulnya konklusi negatif sumbangan Islam terhadap peradaban kontemporer “.
C.H. Haskin dalam bukunya “ Studies in the History of medieval Science “ juga menyatakan bahwa kenyatan yang tidak bisa dibantah bahwa kebudayaan Arab Spanyol adalah sumber utama ilmu pengetahuan bangsa barat di Eropah”. Secara rinci hal ini dikemukakan oleh Robert Briffault Dunlop Robert Hammond G. Sarton, dan Mehdi Nakosten. .
Kebudayaan manusia memang merupakan formulasi ide yang berlangsung secara kontinyu dari suatu kelompok masyarakat kepada masyarakat yang lain. Oleh karena itu sudah merupakan suatu tugas daripada ilmuwan dan cendekiawan budaya untuk menyingkap jalur transmisi dari suatu budaya dengan budaya lain, sehingga terdapat suatu titik singgung antar budaya dan pemikiran. Titik singgung antar budaya dan pemikiran tersebut menciptakan rantai peradaban umat manusia sejak dahulu hingga masa mendatang, tanpa menafikan keistimewaan dan karakteristik pemikiran dan budaya suatu masyarakat dari masyarakat yang lain.
Transmisi pemikiran Islam ke Barat.
Peradaban dan filsafat Yunani ( Graeco-Roman ) tidak lepas dari pengaruh filsafat dan budaya Hindu, Babilonia, dan Mesir Kuno. Filsafat Yunani juga mempengaruhi perkembangan dan filsafat Islam. Filsafat islam juga mempunyai andil yang besar dalam perkembangan pemikiran dan peradaban Eropah, yang dikenal dengan peradaban modern dewasa ini.
Hubungan kultural antara Islam dan barat berlangsung melalui beberapa tempat seperti Spanyol, Sicilia, naples, dan juga melalui pergaulan antara Muslim dan pasukan nasrani dalam perang Salib Pusat perdagangan Itali seperti kota genoa, Vinice, Milan, dan Florence, juga merupakan media pertemuan budaya islam dan Eropah. Para pasukan salib ( 1095 – 1270 ) yang kembali ke Eropah membawa semangat kebebasan, toleransi, persaudaraan yang mereka lihat dalam masyarakat Islam, sedangkan pada masa tersebut masyarakat eropah masih dalam “ age of darkness “.
Adapun transmisi pemikiran Islam bada bangsa Eropah tersebut dilakuka dalam tiga tahapan :
1. Pelajar dan Mahasiswa Eropah mendatangi universitas – universitas Islam di Cordova, granada, Seville, baghdad, dan cairo. Sebagai contoh, mahasiswa eropah yang kemudian dikenal sebagai Pope Sylvester II ( menduduki jabatan tertinggi dalam agama Katholik ) adalah salah seorang alumni universitas cardova. Ini memberikan bukti bahwa universitas islam dan sekolah – sekolah Islam memberikan kesempatan yang sama kepada semua orang tanpa membedakan ras, bangsa dan agama.
2. Para mahasiswa Eropah setelah menamatkan pelajarannya dari Universitas Islam mereka kembali ke negara asalnya dan mendirikan Universitas, dan mereka menjadi tenaga pengajar di sekolah/ universitas tersebut. Universitas yang mereka bangun mencontoh gaya, arsitektur, kurikulum, dan metode pengajaran dari universitas Islam.
3. Disamping mendirikan universitas, mereka juga mengadakan kelompok-kelompok penterjemahan seluruh literatur Islam ke dalam bahasa latin. Proses penerjemahan literatur Islam ini berlangsung selama abad ke sebelas dampai abad ke tiga belas.
Adelard Bart, Plato Trivoli, Gerad Cremona, dan Robert Chester adalah nama-nama penterjemah buku-buku Arab yang dikenal pada masa tersebut. Michael Scott ( 1926) menterjemahkan karya Ibnu Rusyd, Ibnu Sina, ke dalam bahasa latin. Gerard Cremona ( 1187 ) menterjemahkan buku karya Al farghani, Al farabi, dan buku bahasa Arab sebanyak 71 buah ke dalam bahasa latin. Joannes Seville ( 1135 ) menterjemahkan karya Al Kindi , Al Ghazali dan bku-buku astronomi , kedokteran dan matematika.
Setelah penaklukan Cordova, Bishop Raymond I ( 1126 – 1152 ) membentuk akademi terjemahan pada tahun 1135. kemudian di Toledo didirikan Akademi studi ketimuran ( School of Oriental Stuides ) pada tahun 1250.
Nama –nama Penerjemah Literatur islam
A. Dari bahasa Arab ke dalam bahasa latin :
1. Adelard of bath.
2. Alfred of Sarashel.
3. Armengandus, Son of Blaise.
4. Bonacosa.
5. Constantinus Africanus.
6. Domigo Gundasalvo
7. Faraj bin Salim
8. Givanni da Brescia, Joannes Brixiensis.
9. Gustav Flugel.
10. Herman the german.
11. Herman the Dalmation.
12. Hugo Sancceliensis
13. John of Seville.
14. Joannes saracenus Afflacius
15. Marc of Toledo
16. Michael Scott
17. Moses of Palermo
18. Peter of Cluny
19. Peter Gallego
20. Plato of Tiboli ( Plato Tiburtinus )
21. Philip of Tripoli
22. Rudolf of Bruges.
23. Robert of Chester
24. salio of Padua
25. Stephen of Antioch
26. Stepanus Arnoldi
27. Stephen of saragosa
28. Theodore of Antioch
29. Gerard of Cremona
30. Wilbelmus de Linisapud Neapolim
B. Dari bahasa Arab ke bahasa Spanyol.
1. Abraham of Toledo
2. Alfonso X
3. Dinis ( Diniz )
4. Isaac bin Sid
5. udah bin Moses
6. Judah bin Moses Hakosen
7. Sanuel Ha-levi Abul Afia
C. dari bahasa Arab/ latin ke bahasa Hebrew / Ibrani
1. Abraham ben Hayya Ha Nasi
2. Abraham ben Meir Ibn Ezra
3. Abraham ben Nathan Ha Yarhi
4. Abraham ben samuel Ibn Hasdai Ha-Levi
5. Ahitub ben Isaac
6. David ibn Ya-Ish
7. Isaac ben Nathan of Cordova
8. Jacob ben Abba Mari ben Simon
9. Jacob ben Moses Ibn Abbasi Ha-Bedarshi
10. Jacob ben Abi Abraham Isaac ben Al carsono
11. Joseph ben Isaac Qimbi
12. Joseph been Joshua I
13. Joseph ben Joshoua II
14. jacob ben mahir ibn Tibbon
15. Judah ben Saul Ibn Tibbon
16. Judah ben Solomon al Harizi
17. Judah ben Solomon Ibn Labbi
18. Judah ben Solomon Nathan
19. Moses ben Solomon of Beaucaire
20. Moses Ibn Tibbon
21. Nathan ben Elizar
22. Qalomonymos ben David the Elder
23. Salama
24. Samuel ben Jacob of Capua
25. Solomon ben Joseph Ibn Ayyub Ha-sefardi
26. Samuel ben judah of Marselle
27. samuel ben Judah Ibn tibbon
28. Salomon ben labi
29. salomon ben Peter
30. samson ben salomon
31. samuel ben Solomon Ha-Meati
32. samuel ibn Motot
33. Shem –top ben Isaac
34. Solomon Bonirac
35. tadros tadrosi
36. Zerahiah Gracian
37. Qaloynos ben Qolamos.
Dengan adanya proses penerjemahan tersebut, maka karya-karya intelektual muslim tersebut menjadi bahan bacaan utama dan referensi perkembangan pemikiran di Eropah yang akhirnya menimbulkan gerakan Renaisance, sebagaimana dijelaskan oleh J. Bronowski : ‘ Kita menyangka bahwa Itali adalah tempat kelahiran Renaisance. Padahal cikal bakal Itali tersebut adalah Spanyol pada abad kdua belas , dan itu disimbolkan dengan adanya sekolah-sekolah terkenal di toledo “.
Pengaruh pemikiran Islam di Barat
MM. Sharif dalam “ History of Muslim Philosophy “ melihat bahwa pengaruh filsafat islam terhadap perkembangan pemikiran di barat dapat ditinjau dari beberapa hal :
1. Filsafat islam memberikan inisiatif gerakan humanisme dalam masyarakat barat.
2. Memperkenalkan kepada Barat tentang ilmu sejarah dan metode kritik historis.
3. Memperkenalkan metodologi riset ilmiah pada masyarakat Eropah.
4. Mengadakan perpaduan antara filsafat dan ajaran agama.
5. Memberikan stimulasi atas gerakan mistis di Eropah.
6. Memberikan dasar-daras Renaisance dan kerangka pemikiran filsafat Barat baik Pra-Descartes maupun Post-Kantian.
A.Pengaruh Pemikiran rasionalis
Masih anyak kaum terpelajar yang beranggapan bahwa pemikiran rasionalis berasal dari barat, dan mereka merupakan penemu dan peletak dasar sains modern. Tanpa mengecilkan sumbangan mereka dalam perkembangan pemikiran rasionalis, sebenarnya aliran filsafat rasionalis berhulu dari nilai-nilai rasionalis yang berkembang dalam islam, dan buku-buku filsafat Islam.
Roger Bacon, yang dikenal sebagai salah seorang peletak dasar bagi pemikiran rasionalis barat ternyata mempelajari bahasa Arab dan banyak membaca buku-buku-buku pengatahuan islam, dan dia merupakan salah seorang team penterjemahan literatusr islam dari Universitas Oxford. Sejak Roger Bacon , barulah semangat pengkajian ilmiah dengan metode ekspriment berkembang di seluruh Eropah.
G.R.kaye dalam ‘ A Guide to Old Observation “ mengatakan bahwa kaum intelektual arab dan astronom muslim mengadakan metode penelitian yang lain daripada pendahulu mereka. Mereka para ilmuwan muslim tersebut melakukan observasi , membangun pusat-pusat penelitian, dan menciptakan instrumen penelitian, juga mengadakan koreksian terhadap rumus-srumus yang ditemukan oleh Ptolemius.
Dengan demikian, ternyata bahwa semangat pengkajian dan penelitian ilmiah, metode investigasi, metode ekspriment, observasi, dan pengukuran yang merupakan dasar pemikiran rasionalis dan ilmu matematika bukanlah ditemukan dari budaya yunani tetapi diambil dari peradaban dan pemikiran Islam.
Oleh sebab itu pemikiran –pemikiran Ibnu Sina dapat kita jumpai dalam karya Bishop Jhon Toledo , Gundisalvi, William Auverguoe (1249) Alexander Hales ( 1245) , jean de la Rochele ( 1245 ), St. Bonaventure ( 1274 ), Robert Grossette ( 1253 ), dan Jhon Peckasm ( 1292 ), demikian juga dalam karya Albertus magnus dan st. thomas Aquinas.
Risalah Hayy bin Yaqdzan karya ibnu Tufail telah diterjemahkan ke dalam bahsa latin oleh Picodella Mirandola ( 1491) dan Edward Peacock ( 1961 ) . dan terjemahan bahasa Inggeris dilakukan oleh G. Keith and Quaker ( 1674 ), ke dalam bahasa Belanda pada tahun 1672 dan 1701 , dalam bahasa jerman oleh J.G. pritius ( 1726 ) , T.G.Eichborn ( 1783 ) dan dalam bahasa perancis oleh L. Gauthier ( 1900 ) dan dalam bahasa Rusia oleh J. Kuzmin ( 1920 ).
B. Pengaruh pemikiran teologis.
St. Thomas aquinas belajar di universitas naples, dan banyak memakai argumentasi Al Ghazali dalam mengkritik filsafat yunani. Dalam karyanya “ Summa Theologica “ banyak terdapat persamaan ide dengan pemikiran Al ghazali tentang bukti adanya tuhan dengan dalil “ contingency “ dan ‘ necessity “, nama-nama, sifat, dan ilmu Tuhan, kebenaran kenabian, dan kebangkitan manusia.
Asin palacios melihat bahwa pemikiran teologis Al Ghazali juga mempengaruhi ide Pascal yang terkenal dalam filsafat agama. Theori Pascal : “ If youn win you shal win all, if you loss you will loose nothing “, merupakan teori Al ghazali yang diteruskan oleh raymond Martini dan kemudian dipakai oleh Pascal.
Robert Hammond telah mengadakan studi komparasi antara St.Thomas Aquinas dan Al Farabi dalam persoalan bukti dan argumentasi tentang Tuhan seperti bukti adanya gerak dalam setiap sesuatu , hukum kausalitas aktif , dan Tuhan sebagai “eternal being “.
Pengaruh pemikiran Filosofis.
Karya-karya Al kindi telah diterjemahkan ke dlam bahasa latin oleh Plato trivoli, Arnold Villanova, Robert the Englishman, John of Seville, dan gerard of Cremona.
Kitab Ihsa’ul ulum karya Al Farabi diterjemahkan ke dalam bahasa latin oleh Gundisalvus ( 1151 ). Ide Al Farabi tentang argumentasi kosmologis tentang Tuhan, dilanjutkan oleh Maimonides, St. Thomas Aquinas, kemudian oleh Spinoza, Leibniz, dan Kant. Menurut D. Borkowski yang mengadakan pengkajian tentang pemikiran Spinoza mengatakan bahwa siapa yang membaca dan meneliti karya Spinoza “ de Emendatione Intelectus “ akan mendapatkan kesamaan ide dengan pemikiran Al farabi dalam ‘ manahijul Adillah “ karena adanya kesamaan sentral ide, motivasi, dan konsklusi dari kedua buku tersebut.
Pemikiran Ibnu Sina juga berpengaruh dalam perkembangan pemikiran Barat, sehingga William Auverge , sepoarng pemikir Latin dikenal dengan nama latin Avicennism, sedangkan Roger bacon juga mengikuti teori-teori etika sosial, konsepsi kota dan negara dan filsafat aama Ibnu Sina
Menurut M. saed Sheikh, Descartes juga mengkuti ide Ibnu Sina dlam beberapa hal :
1. Metodologi keraguan.
2. Thesis : “ Cogito Ergo Sum “.
3. Argumen ontologis dan kosmologis tentang Tuhan.
Ibnu Sina berpendapat bahwa segala sesuatu di dunia ini berstatus mungkin. Kemungkinan tersebut merupakan dasar eksistensi segala sesuatu. Sedangkan Descartes menyatakan bahwa untuk meyakini sesuatu harus didahului dengan suatu kemungkinan untuk diragukan, dan hanya satu yang tidak mungkin diragukan yaitu “ saya berfikir maka saya ada “ ( Cogito Ergu Sum ).
Pembagian antara “infinite” dan “indifinite” demikian juga ide ‘ substance “ Spinoza, bermula dari konsep Tuhan menurut Al Ghazali. Empirisme Kant dalam level tingkatan “ sense –experience “ dan “ moral consciousness “, juga bermula daripada empirisme Al Ghazali dalam “ mistical experience “.Keduanya menitik beratkan pada “ moral will “, sebagai landasan ‘ noumena “ dan “ ultimate reality “. Seperti Al Ghazali, Hume juga menyatakan bahwa kita tidak dapat memiliki pengetahuan tanpa hukum kausalitas dalam phenomena, demikian juga ide-ide Al ghazali banyak mempengaruhi pemikiran Schopenhear dan Bergson.
Karya Descartes “ Discourse de la methode “ mempunyai kesamaan dengan ‘ Al Munqidh minandhalal “ Al ghazali. Keduanya berupa tulisan autobiography, yang dimulai dengan kisah seorang pemuda yang mempunyai beberapa tradisi dan kebiasaan yang berlaku di masyarakat sehinga kemudian pemuda tersebut berpendapat tidak perlu mengikuti segala bentuk tradisi dan kebiasaan karena hal inderawi tidak dapat dijadikan sebagai suatu dasar keyakinan.
Pemuda tersebut baik menurut Al ghazali maupun dalam tulisan Descartes akhirnya berkesimpulan bahwa metode untuk mencari sesuatu kebenaran adalah dengan menghilangkan segala kemungkinan dari keraguan. Sehingga pemuda tersebut menyatakan bahwa untuk mencapai kebenaran diperlukan suatu kepastian sebagaimana dalam matematika. Hal inilah yang membuat Henry Lewis berpendapat bahwa thesis “ I think therefore I am “ yang dikemukakan oleh Descartes berasal dari thesis Al Ghazali “ I will, therefore I am “.
Ibnu Rusyd dikenal sebagai interpreter pemikiran Aristotle, tetapi Rusyd bukan hanya menterjemahkan pemikiran Aristotle secara mutlak, tetapi mempunyai lompatan-lompatan ide yang berada di luar pemikiran Yunani. Menurut M.M.Sharif, ide-ide Ibnu Rusyd yang menjadi landasan pencerahan pemikiran Barat adalah :
1. Interpretasi allogorical terhadap Kitab suci.
2. Teori “ Dualism “.
3. Teori “ pan-psychism “.
4. Eternalitas dan potensialitas “ matter “.
5. Emasipasi wanita.
Teori ‘ dualism “ bagi ibnu Rusyd menyatakan bahwa materi adalah eternal dan materi tersebut memproduksi huku-hukum yang eternal dan sainstifik. Materi dan hukum-hukum formulasi materi tersebut adalah dua kebenaran yang diberikan kepada manusia dari Pemilik Kebenaran agar manusia dapat berpikir secara sainstifik , dalam mencari suatu kebenaran. Sedangkan teori “ pan-psychism “ menyatakan bahwa dalam alam ini terdapat kekekalan jiwa kemanusiaan universal, dan kefanaan jiwa pribadi.
Leibniz sebagaimana Al ghazali berpendapat bahwa dunia adalah phenomena. Pengetahuan manusia tidak dapat berdiri sendiri dalam mencapai kebenran universal, tetapi harus juga berdasarkan kepada inderawi ( sense 0 . maka al ghazali dan leibniz membedakan antara konsep dan persepsi. Sedangkan ruang dan waktu menurut keduanya adalah merupakan “ idea of relation “.
Schopenhaur sebagaimana Al Ghazali berpendapat bahwa kemauan –bukan pemikiran- merupakan realitas fundamental.
Sedangkan bergson menyatakan bahwa intuisi adalah sumber pengetahuan. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Al Ghazali bahwa pengalaman intuisi ( termasuk intuisi kenabian ) juga merupakan dasar pengetahuan dan lebih utama daripada “ sense experience ‘.
Kant dalam “ Antinomies of Pure Reason “ mengemukakan empat thesis :
1. Alam terdiri dari “ finite “ dan “ indifinite” , maka segala sesuatu harus diawali dengan waktu dan berada dalam ruang yang tidak terbatas.
2. Segala sesuatu adalah “ infinitely divisible “ atau terdiri dari bagian yang tidak terbatas.
3. Segala sesuatu secara mekanis harus mempunyai keterbatasan, dalam hukum kausalitas.
4. Di Akhir hukum kausalitas terdapat “ necessary being “ yang bersifat “ causeless cause “.
Thesis diatas sama dengan thesis yang dikemukakan oleh Ibnu Sina :
1. Alam bersifat sternal dan baharu.
2. Jism ( badan segala sesuatu) dapat dibagi pada potensi yang tidak terbatas.
3. Segala sesuatu mempunyai sebab dan berakhir pada sesuatu yang tidak mempunyai sebab yaitu tuhan .
4. Alam bersifat “ possible “ dan ‘ necessary “.
Pengaruh pemikiran filsafat islam terhadap perkembangan pemikiran di barat tidak dapat dipisahkan dari pengaruh pemikiran Ibnu Khaldun, dimana ibnu Khaldun telah dikenal sebagai bapak Sosiologi dan peletak dasar Fiulsafat sejarah. Konsep ibnu Khaldun mengenai perubahan sosial, demography, klasifikasi masyarakat kepada masyarakat desa dan kota, masih berlaku hingga saat ini. Sebagaimana hal tersebut dapat dijumpai dalam teori sosiologi barat seperti Boldin, Malthus, Adam Smith, Mills, dan sosiolog yang lain,
Pengaruh pemikiran humanis
Pengaruh peradaban muslim terhadap peradaban barat meliputi seluruh aspek kehidupan, baik secara materi maupun intelektual. Hal ini berlangsung dikarenakan adanya kontak antara bangsa eropah dan umat islam dalam bidang kebudayaan, pendidikan, lembaga ilmiah, dan terutama dalam kebebasan dan semangat pencerahan pemikiran, menggantikan suasana Eropah dimasa abad pertengahan yang masih berada dalam tirani dan dogma gereja serta diktator feodalisme.
Semangat kebebasan yang mereka lihat dalam masyarakat muslim memberikan motivasi kepada bangsa eropah untuk bangkit mancari kebebasan berpikir dan kebebasan berbicara. Gerakan kebebasan mulai muncul di eropah pada abad ke 11 dan abad ke 12 . Faktor yang utama dari gerakan kebebasan ini adalah dengan kembalinya pasukan perang salib dari Jerussalem.
Kehidupan liberal dan “ freedom of thinking “ yang mereka temukan dan lihat pada masyarakat muslim , kemudian hari mereka kembangkan dalam kehidupan bermasyarakat London terutama di kawasan Universitas Oxford ( 1163 ) dan terus mempengaruhi pola pikir masyarakat menengah dan masyarakat atas. Pada saat kebebasan ini berkembang dengan pesatnya, King Richard meninggal ( pada 1199) dan digantikan oleh King John. Pada saat itu suasana kebebasan berpendapat menjadi keperluan seluruh masyarakat, terutama di kalangan masyarakatb menengah dan atas. Hal ini yang menjadi cikal bakal dikeluarkannya piagam “ Magna Carta ‘ oleh King John pada bulan Juni 121, sebagaimana dijelaskan : “ Keadaan inilah yang menyebabkan masyarakat melihat oeluang untuk mempunyai hak kebebasan lebih daripada sebelumnya sehingga dikeluarkannya piagam “ Magna Carta “. Dari paiagam ini bermula suasana demokrasi dalam masyarakat barat dari keterangan diatas dapat dilihat bahwa gerakan humanisme yang berporos pada demokrasi di barat bersumber dari gerakan humanisme yang terdapat dalam masyarakat muslim.
Dari keterangan diatas dapat disimpulkan bahwa peradaban dan pemikiran Islam merupakan “ starting point “ bagi perkembangan pemikiran dan peradaban barat, dan merupakan cikal bakal peradaban masyarakat modern.
AL MALIK
Al MALIK ( Tuhan Yang Maha Kuasa )
Makna al Malik : Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki ( Surah al hasyr /23 : 23 )
Sebutan al malik dapat juga disebutkan kepada manusia tetapi dengan keyakinan bahwa pemilikan dan kekuasaan itu adalag datang dari Allah ( Surah al baqarah /2 : 246 , Surah Ali Imran /3 : 26 ).
Al Malik dalam al Quran memiliki makna :
a.Menghidupkan dan Mematikan ( Surah at taubah /9 : 116 ).
b.memberi rezeki ( Surah an Nahl/16 : 73 )
c. Memberi dzurriyat kepada manusia ( surah as Syura/42 : 49 ).
d. Menguasai pendengaran dan penglihatan ( Surah Yunus/10 : 31 ).
e. Menentukan mudharat dan manfaat ( surah al Maidah /5 : 76 ; al Isra/17 : 56 )
f.Menguasai hari pembalasan di hari akhirat
( surah Al fatihah/1 : 4 , Al An’am/6 : 73, Al hajj/22 : 56 , al Furqan/25 : 26 , Ghafir/40 : 16).
g.Mengazab dan memaafkan ( surah al maidah/5:40, alFath/48 :14 ).
h.Memberi syafaat ( surah az Zumar/39 : 44 )
i.Menguasai manusia sepenuhnya ( an nas/114:2 )
j.Menguasai segala sesuatu ( surah ali Imran/3 : 189 ).
Sikap manusia dengan memahami sifat al malik :
a. Beribadah kepadaNya ( alMukminun/23 : 116 ).
b. Meminta ditambahkan ilmu ( surah taha/20 :118 ).
c.Meyakini bahwa segala sesuatu akan kembali kepadaNya ( surah Nur/24:42)
d.Bertasbih memujiNya ( Yasin/36:83, AlJumuah/62:1, Taghabun/64:1)
e.Berdoa dengan meminta kekuasaan kepadaNya ( Ali Imran/3:26)
Hadis tentang kekuasaan :
“Setiap dari kamu adalah pemimpin dan setiap kamu bertanggungjawab atas kepemimpinannya masing-masing “ ( hadis riwayat Ahmad )
“Tujuh orang yang akan mendapat perlindungan di hari akhirat nanti, pertama adalah Pemimpin yang adil ‘ ( riwayat Bukhari dan Muslim).
“ Pemimpin yang adil adalah salah seorang dari tiga orang yang tidak akan ditolak doanya “ ( hadis riwayat Tirmidzi )
“ Orang yang adil akan mendapat minbar dari cahaya disisi Tuhan Yang Maha pemurah “ ( hadis riwayat Muslim dan nasai )
“ Satu jam keadilan yang dilakukan oleh seorang pemimpin nilainya sama dengan ibadah enam puluh tahun “ ( riwayat Thabrani ).
“ Satu jam kedzaliman lebih berat disisi Allah daripada kemaksiatan selama enam puluh tahun “ ( Isbahani ).
“ Wahai manusia, sesunguhnya Allah tidak menerima shalat pemimpin yang dzalim ‘ (Hakim )
“ Sesiapa yang meminta kekuasaan atas manusia dan dia mendapatkannya kemudian kedzalimannya mengalahkan keadilannya maka baginya neraka jahannam “ ( riwayat Abu daud ).
“ Manusia yang paling dicintai Allah adalah pemimpin yang adil “ ( riwayat Tirmidzi )
“Tidak ada seseorang yang memimpin tiga orang atau lebih kecuali tangannya akan terbelenggu dan belenggu itu tidak akan dibukakan kecualid dengan keadilannya “ ( riwayat Ibnu Hibban ).
“ Orang yang pertama masuk neraka adalah pemimpin yang memiliki kekayaan dan tidak menunaikan kewajibannya kepada Allah “ ( ibnu khuzaimah )
“Sesiapa yang mendapat kekuasaan kemudian tidak menjaga kekuasaan tersebut sebagaimana menjaga dirinya sendiri maka dia tidak mendapat waanginya surga “ ( riwayat Thabrani ).
“Allah selalu bersama seorang pemimpin selala pemimpin itu tidak melakukan kedzaliman, jika dia berbuat kedzaliman, maka Allah akan meninggalkannya dan dia akan berada bersama syetan “ ( Tirmidzi ).
“ Sesiapa yang mendapatkan kekuasaan tetapi tidak melihat kepada keperluan dan hajat orang ramai maka Allah tidak akan melihat kepadanya ‘ ( Thabrani ).
“ Sesiapa yang diberi Allah kekuasaan tetapi dia menipu rakyatnya maka Allah haramkan dia daripada masuk ke dalam surge “ ( Bukhari Muslim ).
“ Sesiapa yang diberi kuasa dan tidak melakukannya dengan sungguh-sungguh dan dengan sebaik-baiknya maka dia tidak akan masuk ke dalam surga “ ( Muslim dan Thabrani ).
“ Sesiapa pemimpin yang menutup pintunya daripada orang yang menghajatkan pertolongannya , atau orang faqir dan miskin maka Allah akan menutup langit daripadanya “ ( Hakim ).
“ Sesiapa yang memilih seseorang karena ta’asub sedangkan diantara mereka ada orang yang lebih layak untuk melakukannya maka dia telah mengkhianati allah , RasulNya dan orang yang beriman “ ( Hakim ).
“Sesiapa yang memilih pemimpin karena kecintaan, sedangkan dia tidak layak untuk memimpin maka kutukan Allah akan datang kepadanya “ ( Hakim ).
“ Abu Dzar bertanya kepada rasulullah : ya Rasulullah, mengapa baginda tidak memilihku untuk memegang sesuatu kekuasaan? Rasul memegang bahu Abu dzar sambil bersabda : “ Wahai abu dzar, sesungguhnya engkau ini lemah, sedangkan kekuasaan itu adalah amanah, dan amanah itu nanti pada hari kiamat itu akan menjadi penyesalan di hari kiamat, kecuali orang yang mengambil amanat itu dengan menjalankan kewajiban-kewajibannya “( Muslim ).
( Abu dzar adalah sahabat nabi yang sangat taat dalam menjalankan agama, dan termasuk ahli suffah ( kelompok yang selalu beribadah , berzikir di tempat belakang rumah nabi ), tetapi nabi tidak memberikannya kekuasaan disebabkan dia orang yang lemah, maka nabi tidak memberikannya kekuasaan walaupun dia orang yang rajin beribadah ).
Wallaahu a’lam.
Makna al Malik : Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki ( Surah al hasyr /23 : 23 )
Sebutan al malik dapat juga disebutkan kepada manusia tetapi dengan keyakinan bahwa pemilikan dan kekuasaan itu adalag datang dari Allah ( Surah al baqarah /2 : 246 , Surah Ali Imran /3 : 26 ).
Al Malik dalam al Quran memiliki makna :
a.Menghidupkan dan Mematikan ( Surah at taubah /9 : 116 ).
b.memberi rezeki ( Surah an Nahl/16 : 73 )
c. Memberi dzurriyat kepada manusia ( surah as Syura/42 : 49 ).
d. Menguasai pendengaran dan penglihatan ( Surah Yunus/10 : 31 ).
e. Menentukan mudharat dan manfaat ( surah al Maidah /5 : 76 ; al Isra/17 : 56 )
f.Menguasai hari pembalasan di hari akhirat
( surah Al fatihah/1 : 4 , Al An’am/6 : 73, Al hajj/22 : 56 , al Furqan/25 : 26 , Ghafir/40 : 16).
g.Mengazab dan memaafkan ( surah al maidah/5:40, alFath/48 :14 ).
h.Memberi syafaat ( surah az Zumar/39 : 44 )
i.Menguasai manusia sepenuhnya ( an nas/114:2 )
j.Menguasai segala sesuatu ( surah ali Imran/3 : 189 ).
Sikap manusia dengan memahami sifat al malik :
a. Beribadah kepadaNya ( alMukminun/23 : 116 ).
b. Meminta ditambahkan ilmu ( surah taha/20 :118 ).
c.Meyakini bahwa segala sesuatu akan kembali kepadaNya ( surah Nur/24:42)
d.Bertasbih memujiNya ( Yasin/36:83, AlJumuah/62:1, Taghabun/64:1)
e.Berdoa dengan meminta kekuasaan kepadaNya ( Ali Imran/3:26)
Hadis tentang kekuasaan :
“Setiap dari kamu adalah pemimpin dan setiap kamu bertanggungjawab atas kepemimpinannya masing-masing “ ( hadis riwayat Ahmad )
“Tujuh orang yang akan mendapat perlindungan di hari akhirat nanti, pertama adalah Pemimpin yang adil ‘ ( riwayat Bukhari dan Muslim).
“ Pemimpin yang adil adalah salah seorang dari tiga orang yang tidak akan ditolak doanya “ ( hadis riwayat Tirmidzi )
“ Orang yang adil akan mendapat minbar dari cahaya disisi Tuhan Yang Maha pemurah “ ( hadis riwayat Muslim dan nasai )
“ Satu jam keadilan yang dilakukan oleh seorang pemimpin nilainya sama dengan ibadah enam puluh tahun “ ( riwayat Thabrani ).
“ Satu jam kedzaliman lebih berat disisi Allah daripada kemaksiatan selama enam puluh tahun “ ( Isbahani ).
“ Wahai manusia, sesunguhnya Allah tidak menerima shalat pemimpin yang dzalim ‘ (Hakim )
“ Sesiapa yang meminta kekuasaan atas manusia dan dia mendapatkannya kemudian kedzalimannya mengalahkan keadilannya maka baginya neraka jahannam “ ( riwayat Abu daud ).
“ Manusia yang paling dicintai Allah adalah pemimpin yang adil “ ( riwayat Tirmidzi )
“Tidak ada seseorang yang memimpin tiga orang atau lebih kecuali tangannya akan terbelenggu dan belenggu itu tidak akan dibukakan kecualid dengan keadilannya “ ( riwayat Ibnu Hibban ).
“ Orang yang pertama masuk neraka adalah pemimpin yang memiliki kekayaan dan tidak menunaikan kewajibannya kepada Allah “ ( ibnu khuzaimah )
“Sesiapa yang mendapat kekuasaan kemudian tidak menjaga kekuasaan tersebut sebagaimana menjaga dirinya sendiri maka dia tidak mendapat waanginya surga “ ( riwayat Thabrani ).
“Allah selalu bersama seorang pemimpin selala pemimpin itu tidak melakukan kedzaliman, jika dia berbuat kedzaliman, maka Allah akan meninggalkannya dan dia akan berada bersama syetan “ ( Tirmidzi ).
“ Sesiapa yang mendapatkan kekuasaan tetapi tidak melihat kepada keperluan dan hajat orang ramai maka Allah tidak akan melihat kepadanya ‘ ( Thabrani ).
“ Sesiapa yang diberi Allah kekuasaan tetapi dia menipu rakyatnya maka Allah haramkan dia daripada masuk ke dalam surge “ ( Bukhari Muslim ).
“ Sesiapa yang diberi kuasa dan tidak melakukannya dengan sungguh-sungguh dan dengan sebaik-baiknya maka dia tidak akan masuk ke dalam surga “ ( Muslim dan Thabrani ).
“ Sesiapa pemimpin yang menutup pintunya daripada orang yang menghajatkan pertolongannya , atau orang faqir dan miskin maka Allah akan menutup langit daripadanya “ ( Hakim ).
“ Sesiapa yang memilih seseorang karena ta’asub sedangkan diantara mereka ada orang yang lebih layak untuk melakukannya maka dia telah mengkhianati allah , RasulNya dan orang yang beriman “ ( Hakim ).
“Sesiapa yang memilih pemimpin karena kecintaan, sedangkan dia tidak layak untuk memimpin maka kutukan Allah akan datang kepadanya “ ( Hakim ).
“ Abu Dzar bertanya kepada rasulullah : ya Rasulullah, mengapa baginda tidak memilihku untuk memegang sesuatu kekuasaan? Rasul memegang bahu Abu dzar sambil bersabda : “ Wahai abu dzar, sesungguhnya engkau ini lemah, sedangkan kekuasaan itu adalah amanah, dan amanah itu nanti pada hari kiamat itu akan menjadi penyesalan di hari kiamat, kecuali orang yang mengambil amanat itu dengan menjalankan kewajiban-kewajibannya “( Muslim ).
( Abu dzar adalah sahabat nabi yang sangat taat dalam menjalankan agama, dan termasuk ahli suffah ( kelompok yang selalu beribadah , berzikir di tempat belakang rumah nabi ), tetapi nabi tidak memberikannya kekuasaan disebabkan dia orang yang lemah, maka nabi tidak memberikannya kekuasaan walaupun dia orang yang rajin beribadah ).
Wallaahu a’lam.
Subscribe to:
Posts (Atom)