Pages

Friday, July 20, 2007

MADINAH SYARIAH

“ Dan Allah telah menghalalkan perniagaan dan mengharamkan riba “
(QS. ALbaqarah : 275 )

Pada hari ini, Jumat 20 Juli 2007, di kota medan akan dibuka sebuah supermarket Madinah Syariah, yang dikelola secara islami, oleh pengusaha muda muslim. Pada mulanya, supermarket tersebut bernama Macan Syariah, sebab masih di dalam group perusahaan Macan Yohan, dan selanjutnya disebabkan perpedaan visi, dan pandangan maka Macam Syariah tersebut memisahkan diri dari group macan Yohan, berdiri sendiri dan dikelola secara islami, sehingga merupakan supermarket syariah yang dapat menghilangkan keresahan muslim sebab selama ini hamper Sembilan puluh persen umat islam berbelanja ke supermarket non-muslim, malahan ke supermarket asing seperti Carefour, Makro, dan lain sebaginya. Jika kita teliti, dari mini market, super market, shoping kompleks, plaza, hamper semuanya dimiliki oleh non-muslim, sehingga seakan-akan umat islam hari ini tidak punya pilihan lain, sehingga tanpa sadar, uang umat islam tidak mengalir kepada sesame muslim, tetapi mengalir ke orang lain, dimana keuntungan tersebut sdapat menjadi modal bagi agama lain dalam mengembangkan misi dakwah mereka,atau dengan kata lain, sebenarnya uang orang islam yang mengalir ke kantong-kantong non-muslim itulah yang dipakai untuk misi kelompok tertentu dalam menyerang umat Islam. Sebagai contoh, perusahaan makanan Mc Donald, perusahaan Masks & Spencer dengan merek St. Michel, kedai kopi Sturbuck Coffe, adalah merupakan perusahan yang memberikan bantuan bagi negara Israel, sehingga secara tidak langsung masyarakat muslim yang berbelanja ke tempat seperti itu ikut andil dalam membangun ekonomi zionisme di dunia Islam. Mengapa ini semua dapat terjadi..? Disebabkan umat islam tidak mempunyai jaringan bisnis yang menggurita, dan berkualitas, padahal sebenarnya sudah wajib bagi umat islam mempunyai supermarket macam Carefour, mempunyai kedai kopi mendunia macam Sturbuck dan lain sebagainya. Padahal dalam mukaddimah kitab al Majmu’ Imam Nawawi telah menegaskan bahwa “ umat islam wajib memenuhi segala keperluan hidupnya sendiri sampai wajib membuat jarum “. Tapi sayang kewajiban ini tidak pernah ditekankan kepada umat islam, kita hanya sibuk dengan wajib ibadat, bukan wajib bermuamalat. Dalam kaedah ushul fiqih disebutkan bahwa “ sesuatu yang dengannya menyampaikan kepada wajib, maka hukumnya menjadi wajib “. Sebagai contoh, jika shalat itu wajib menutup aurat, maka umat islam wajib mempunyai pabrik pembuat kain dan pakaian. Jika umat islam wajib naik haji maka umat islam juga wajib memiliki kenderaan dan membuat kapal terbang dan pesawat. Jika umat islam wajib makan dan minum yang halal, maka segala sesuatu untuk sampai kepada itu adalah wajib, dari pabrik makanan, minuman, tempat penjualan dan lain sebagainya.

Di Amerika jika ada seorang yahudi ingin membeli suatu barang, maka dia akan pergi berbelanja ke kedai yahudi, walaupun kedai itu jauh dari tempat tinggalnya. Dia tidak akan pergi ke kedai bukan yahudi walaupun kedai itu ada didekat rumahnya. Dengan demikian, maka uang dari seorang yahudi hanya berputar di sekitar masyarakat yahudi, dengan keuntungan peniaga yahudi itu akan menjadi bagian daripada kekuatan ekonomi yahudi. Sepatutnya sikap ini dimiliki oleh umat islam, sehingga seorang muslim tidak akan berbelanja ke tempat bukan islam, sebab dengan berbelanja ketempat bukan islam akan melemahkan ekonomi umat islam dan menguatkan ekonomi umat yang lain. Inilah sikap yang dilakukan oleh rasulullah sewaktu beliau masuk ke madinah.
Sebelum nabi sampai ke Madinah, maka ekonomi masyarakat madinah dikuasai oleh masyarakat yahudi. Segala keperluan masyarakat hanua di jual di pasar-pasar milik yahudi. Di pasar yahudi tersebut, selain peniaga yahudi, peniaga arab juga terpaksa harus berjualan di pasar yahudi, sehingga tidak ada penduduk madinah yang tidak berbelanja di pasar yahudi. Hal ini terjadi sampai nabi Hijrah ke Madinah.

Setelah nabi hijrah, nabi menggerakkan sentra ekonomi masyarakat muslim. Pertama nabi memberikan motivasi agar setiap orang msulim bekerja, sehingga tidak ada seorangpun yang tidak bekerja, sehingga sejarah menyatakan bahwa Asma binti Abubakar juga mempunyai kebun kurma.Sejarah mencatat, bahwa kebun kurbma masyarakat madinah pada zaman rasulullah sampai ke jabal usuh sekarang, begitulah hebatnya masyarakat madinah berkebun. Setelah lahan tidak ada lagi, maka nabi menggerakkan sahabat untuk berniaga sebagaimana masyarakat Makkah. Masyarakat Madinah adalah masyarakat pekebun, sedangkan masyarakat Makkah, oleh sebab itu Muhajirin Makkah yang mempunyai darah peniaga kembali membuka arus perniagaan baik ke Yaman, Syria atau Parsi; sehingga Madinah yang pada menjadi pusat perniagaan. Sementara itu pasar madinah yang ada hanya milik masyarakat yahudi, maka nabi bersama Abdurrahman bin Auf dan usman bin Affan membeli sebuah tanah lapang untuik dijadikan pasar Islam. Dengan adanya pasar islam, maka peniaga Islam hanya menjual barang niaganya di pasar islam dan masyarakat Islam hanya membeli di pasar Islam. Akibatnya dibuka pasar islam tersebut, maka pasar-pasar yahudi gulung tikar. Inialh yang nabi lakukan pada tahun pertama hijrah. Kemudian nabi mengerakkan masyarakat muslim untuk memproduksi sendiri keperluan pokoknya dari makanans ampai senjata perang, sehingga sejarah membuktikan pada akhir tahun pertama hijrah, masyarakat muslim madinah sudah membuat sendiri peralatan perang seperti panah, tombak, pedang, baju besi dan olain sebagainya disamping keperluan pokok seperti makanan, pakaian, dan alat-alat rumah tangga. Dalam tahun pertama hijrah, nabi telah membuktikan bahwa masyarakat muslim adalah masyarakat yang kuat dalam ekonomi, sehingga sewaktu perang badar terjadi dalam tahun kedua, umat islam merupakan umat yang tangguh baim dalam akibadh, keimanan, ekonomi, akhlak dan lain sebagainya.

Alhamdulillah, masyarakat muslim di kota Medan sudah mempunyai supermarket Madinah Syariah. Sekarang tinggal kepada bagaimana partisipasi umat islam untuk membangun ekonomi sesama muslim. Jika dulu kita terpaksa berbelanja ke tempat orang lain karena kita tidak memiliki tempat berbelanja alternative yang dimiliki oleh umat islam sendiri, maka sekarang pintu itu sudah terbuka, dimana sudah ada Madinah Syariah, masihkah kita berbelanja ketempat orang lain? Kepada perusahan muslim juga tingkatkan kualitas pelayanan dan produk, jangan hanya mengharapkan pangsa pasar muslim tanpa meningkatkan akhlak pelayanan,sebab tujuan utama pusat pasar dan perusahaan islam bukanlah keuntungan tetapi merupakan bagian daripada dakwah sehingga kedai, supermarket, perusahaanpelayanan merupakan citra islam dan rangkaian daripada menunjukkan islam kepada masyarakat dunia. Madinah Syariah, niaga secara syariah, akhlak secara syariah, promosi secara syariah, dan tujuan adal;ah dakwah. Fa’tabiru ya ulil albbab.

Sunday, July 15, 2007

MASYARAKAT TERBAIK


“ Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah daripada yang munkar, dan beriman kepada Allah “. ( Q.S. Ali Imran : 110 ).

Dalam suatu hasil angket yang dilakukan oleh Globe Foundation di London terhadap pendatang asing maka hasil angket menyatakan bahwa masyarakat muslim di negara tersebut merupakan masyarakat terbaik dari seluruh pendatang asing. Hal ini karena terbukti masyarakat muslim di negara barat tersebut merupakan masyarakat yang terbaik dalam sikap, akhlak, cara hidup, dibandingkan dengan masyarakat pendatang yang lain. Sehingga menurut surat kabar Times di London masyarakat muslim merupakan masyarakat terbaik, dan masyarakat teladan bai seluruh masyarakat di negeri inggeris. “ Mereka merupakan masyarakat yang pandai menyesuaikan diri dalam masyarakat yang majemuk, berlainan agama, budaya dan keturunan, tanpa menghadapi seedikitpun kesulitan”. Surat kabar itu juga menyatakan bahwa masyarakat muslim “ adalah masyarakat yang sabar menghadapi tekanan, dan penindasan yang terjadi terhadap mereka akibat isu-isu negatif yang dilontarkan kepada mereka oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab “.

Masyarakat muslim di negeri Inggeris juga merupakan masyarakat mandiri, yang dapat hidup dengan baik tanpa meminta bantuan dari pihak lain, atau meminta belas kasihan penguasa, sehingga mereka menjadi masyarakat yang tangguh, ulet, kerja keras, bekerja dengan penuh disiplin. Mereka juga berpegang teguh dengan sistem kehakiman , sehingga mereka menjadi masyarakat yang sangat patuh terhadap hukum, menghormati undang-undang, dan selallu aktif dalam pilihan umum negara tersebut. Angket itu juga menyatakan bahwa empat dari lima orang daripada masyarakat muslim dengan penguasaan bahasa inggeris yang baik telah membuktikan mereka mampu berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah dengan masyarakat inggeris baik dalam bidang pendidikan, politik, dan sosial kemasyarakatan. Surat kabar Times, mengkritik pihak pemerintah Inggeris yang selalu bertindak keras kepada orang-oranfg Islam disana padahal masyarakat muslim telah menunjukkan sifat-sifat terbaik dalam bernegara, dan telah memperlihatkan sikap dan akhlak yang baik, di tengah masyarakat yang lain.

Itulah gambaran masyarakat muslim di salah satu negara barat, merupakan masyarakat terbaik, masyarakat contoh. Sangat disayangkan mbahwa masyarakat muslim di negara muslim belum dapat bersikap seperti masyarakat muslim di negara barat; malahan banyak kita dapati bahwa masyarakat muslim di negara-negara yang lain merupakan masyarakat yang tidak berkualitas. Perhatikanlah gambaran masyarakat muslim di negeri arab yang kaya, menjadi masyarakat yang hidup dengan kemewahan, disamping itu jika berjumpa dengan orang muslim di negara Bangladesh, Indonesia, Pakistan, yang yang terlihat masyarakat yang dalam kesusahan, kemiskinan, hidup dalam kemalasan, tidak berdisiplin. Generasi muda sibuk dengan hiburan, permainan, narkoba, minuman keras. Masyarakat yang tegambar adalah masyarakat yang dalam hidup kekerasan, pembunuhan, penipuan, pemerkosaan, pertikaian, perkelahian, sampai kepada peperangan antar kelompok. Masyarakat atas, masyarakat yang sibuk dengan salah guna kuasa, korupsi, hidup foya-foya, tidak menghargai hukum, dan undang-undang. Disaat yang lain, media barat menggambarkan masyarakat muslim sebagai masyarakat teroris, disebabkan ulah dan sikap sekelompok kecil muslim yang terlalu fanatik dan tidak mengenal toleransi dalam bersikap.

Padahal Islam adalah agama yang penuh dengan kedamaian, kesejahteraan, dan menjunjung akhlak-akhlak mulia. Alhamdulillah, disaat keadaan masyarakat muslim dalam keadaan yang demikian, muncul sekelompok muslim yang di jantung negeri Eropa, menjadi masyarakat terbaik, sebagai bukti bahwa sebenarnya masyarakat muslim yang lain jika mereka direkan dalam sikap yang amoral , tidak disiplin, dan lain sebagainya, itu bukanlah cermin daripada ajaran islam yang mulia. Ternyata jika umat islam dapat menjalankan ajaran agama islam dengan sebaik-baiknya maka mereka akan menjadi masyarakat terbaik, malahan dapat menjadi masyarakat percontohan, masyarakat teladan bagi masyarakat dunia, sebagaimana firman Allah dalam kitab suci Al Quran : “ Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah daripada yang munkar, dan beriman kepada Allah “. ( Q.S. Ali Imran : 110 ).

Menjadi masyarakat yang terbaik dalam akhlak, sikap hidup merupakan karakteristik seorang muslim, sehingga sikap itulah yang membedakan seorang muslim dengan yang lain. Sewaktu Ja’far bin Abi Thalib ditanya oleh Negus, raja Habasyah tentang apakah yang diajarkan Muhammad kepada mereka, maka ja’far menjawab : Wahai raja negus, kami ini pada mulanya adalah masyarakat jahiliyah yang menyembah berhala, memakan bangkai (memakan binatang tanpa disembelih), melakukan kemaksiatan, memutuskan silaturahmi (selalu berparang), tidak menghormati hak-hak bertetangga, sehingga mereka yang kuat menindas mereka yang lemah, tetaplah kami dalam keadaan jahiliyah seperti itu sehingga datanglah kepada kami seorang nabi dari kalangan kami sendiri, kami mengetahui dia dari keturunan yang baik, dan memperlihatka kepada kami kejujurannya, amanahnya, seorang yang mempunyai akhlak mulia, mengajak kami kepada menyembah Tuhan Yang Esa, Allah subhana wataala, menyuruh kami untuk menepati janji, menunaikan amanah, melkukan hubungan silaturahim, menghormati hak-hak orang lain seepprti hak bertetangga, mencegah diri daripada perbuatan yang dapat merusakkan harta dan jiwa orang lain, melarang kami dari melakukan maksiat, melarang kami daripada melakukan perbuatan dusta dan sumpah palsu, melarang kami daripada memakan harta orang lain seperti memakan harta anak yatim dengan cara yang dzalim, melarang kami daripada menuduh orang lain dengan tuduhan yang hina, menyurh kami hanya menyembah Allah, dengan melaksanakan shalat, mengeluarkan zakat harta, berpuasa, dan ajaran islam yang lain. Kami mengikuti perintah Rasul tersebut, mengharamkan apa yang diharamkan dan menghalalkan apa yang dihalalkan oleh rasul allah tersebut “.

Dari keterangan diatas dapat dilihat bahwa yang membedakan antara masyarakat jahiliyah dan masyarakat muslim, bukan hanya masalah penyembahan berhala dan penyembahan Allah, tetapi juga sikap hidup yang penuh dengan aturan sehingga masyarakat msulim merupakan masyarakat yang berakhlak mulia, sedangkan masyarakat jahiliyah adalah masyarakat yang tidak bermoral, masyarakat yang suka berperang, memakan harta orang lain secara dzalim, masyarakat yang tidak menghormati hak-hak orang lain, masyarakat yang melakukan mkemaksiatan, perjudian, penipuan, dan lain sebagainya. Sangat disayangkan, banyak masyarakat muslim hari ini, hanya menjadi masyarakat muyslim dengan melakukan shalat, puasa dan zakat, sedangkan akhlak yang moral mereka hamper sama dengan akhlak dan moral serta cara hidup masyarakat jahiliyah, masyarakat yang suka berperang, memakan harta dengan dzalim seperti korupsi, melakukan kemaksiatan dengan pelacuran, hiburan, minuman keras, dan narkoba, menghalalkan pornograpi dan pornoaksi, dan lain sebagainya. Masyarakat muslim hanya dalam ibadah, tetapi masih belum menjadi masyarakat muslim dalam akhlak, dalam budaya, dalam cara hidup, dalam sikap sosial, dalam pendidikan, dalam ekonomi, apalagi dalam berpolitik.

Padahal sejarah mencatat, Islam berkembang di Spanyol karena masyarakat muslim masuk ke negeri spanyol dengan akhlak mulia, dimana masyarakat yang lain merupakan amsyarakat yang kasar dan ganas; Islam diterima masyarakat afrika, sebab masyarakat muslim yang datang dengan sikap ramah, sopan dan santun, agama Islam sampai ke nusantara adalah dengan pedagang muslim yang memperlihatkan akhlak mulia , Pendeta Jerusalem rela meneyrahkan pintu masjidil aqsha kepada umat islam, sebab pada waktu itu khalifah umar bin Khattab memperlihatkan akhlak yang mulia. Islam adalah akhlak, oleh sebab itu rasululah dalam sebuah hadis bersabda : Sesunguhnya aku ini diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia “. Rasulullah sendiri sebelum dilantik menjadi rasuyl, telah memperlihatkan akhlak yang mulia, sehingga beliau digelar dengan nama “ al Amien “, orang yang dipercaya. Semoga masyarakat muslim di negeri ini dsapat belajar dari masyarakat muslim di negeri Inggeris. Jika masyarakat muslim Inggeris yang merupakan masyarakat minoritas dapat membuktikan diri mereka menjadi masyarakat teladan, bagaimana dengan masyarakat muslim yang merupakan mayoritasa di negeri muslim terbesar di dunia ? Fa’tabiru ya Ulil albaab.

Muhammad Arifin ismail
Kuala lumpur, 15 Juni 2007

INTISARI ILMU


" Tidaklah seorang itu berilmu sebelum berbuat dengan ilmunya "
( hadis riwayat Baihaqi )

Pada suatu hari Syekh Syaqiq al Balaghi bertanya kepada muridnya Hatim al-Asham : Sejak kapan engkau berguru kepada aku ? Hatim menjawab : Sejak tiga puluh tahun. Syekh Syaqiq bertanya lagi : " Apakah yang engkau dapatkan daripada aku dalam waktu yang sekian lama itu ? Hatim menjawab : " Aku mendapatkan delapan masalah ".Mendengar itu, si guru terperanjat dan berkata : Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun..terbuang waktuku sekian lama sedangkan engkau hanya mendapat delapan perkara ". Si murid, Hatim menjawab : " Wahai guru, benar, aku tidak mempelajari hal yang lain, dan aku tidak berdusta, atau main-main ". Si Guru, Syaqiq kemudian berkata lagi : " Okeylah, sekarang terangkan kepadaku apa yang delapan perkara tersebut ".

Hatim berkata : " Aku memandang kepada makhluk ini, maka aku melihat masing-masing mempunyai kekasih dan ingin bersama dengan kekasihnya sampai ke kuburan. Maka apabila telah sampai ke kuburan, niscaya ia berpisah dengan kekasihnya. Maka aku mengambil perbuatan baik menjadi kekasihku. Maka apabila aku masuk ke dalam kuburan nanti, akan masuk juga kekasihku bersamaku ". Mendegra itu, si guru berkata : Benar sekali, apa yang engkau katakana wahai muridku, sekarang apa pula perkara yang kedua.

Hatim melanjutkan : " Aku memperhatikan firman Allah " Dan adapun otrang yang takut di hadapan kebesaran Tuhannya dan menahan jiwanya daripada hawanafsumaka sesungguhnya taman surga tempat kediamannya " ( Surah Nazi'ai : 40-41 ). Aku yakin bahwa firman Allah itu benar, maka aku memperjuangkan diriku untuk menolak hawa nafsu, sehingga tetaplah aku taat kepada Allah ". Si Guru berkata : Benar, katamu, apa pula yang ketiga..?"

Hatim berkata : Perkara yang ketiga, aku memandang kepada makhluk semuanya, maka aku melihat bahwa tiap-tiap orang yang ada padanya sesuatu benda pasti akan menghargai, menilai dan memelihara benda yang dimilikinya tersebut. Kemudian aku teringat firman Allah : " Apa yang ada di sisi kamu akan hilang dan binasa sedangkan apa yang ada di sisi Allah , itulah yang akan kekal " ( Surah an Nahl : 96 ). Oleh sebab itu setiap kali aku memiliki harta yang mempunyai harga dan bernilai, maka segera aku serahkan dan simpankan kepada Allah, semoga harta itu akan kekal dan terpelihara disisiNya.". Guru Syaqiq berkata : benar engkau wahai muridku, dan apa lagi yang ke-empat ? '.

Hatim berkata : " Hal yang ke-empat, aku memandang kepada makhluk ini, maka aku melihat masing-masing mereka kembali kepada harta, kebangsawanan, kemuliaan, dan keturunan. Kemudian aku memandang dan perhatinan pada semuanya empat perkatra itu , tiba-tiba tampaknya padaku itu semua tak ada apa-apa. Kemudian aku perhatikan firman Allah : Sesungguhnya yang paling mulia disisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa diantara kamu " ( surah al hujurat : 13 ). Oleh karena itu aku melakukan sesuatu dengan penuh ketaqwaaan sehingga manjadi orang yang paling mulia disisi Allah". Guru Syaqiq berkata : "Benar engkau wahai muridku, lanjutkan ".



Hatim berkata : Perkara yang kelima, aku memandang kepada makhluk ini semua, dimana mereka tusuk menusuk satu sama lain, kutuk mengutuk satu sama lain, dan ini semuanya berasal dari sifat dengki. Kemudian aku perhatikan firman allah saw : " Kamilah yang membagi-bagikan penghidupan diantara mereka dalam kehiduapn ini " ( surah al Zukhruf : 32 ). Maka aku tinggalkan dengki tersebut, dan aku mengetahui bahwa setiap pemberian rezeki dan apa saja itu semuanya pembahagian dari sisi Allah, maka aku tinggalkan serta tidak peduli dengan permusuhan orang lain kepadaku ". Guru Syaqiq berkata ; "benar apa yang engkau katakana itu, dan sekarang lanjutkan dengan perkara yang ke-enam ".

Hatim melanjutkan : " Perkara yang ke-enam, aku memandang kepada makhluk ini, berbuat kedurhakaan satu sama lain dan saling berperang satu sama lain. Maka aku kembali kepada firman Allah : " Sesungguhnya syetan itu adalah musuh bagi kamu maka perlakukanlah dia sebagai musuh " ( Surah al Fathir : 6 ). Maka dengan ayat ini, aku memandang bahwa setan itu adalah musuhku, oleh sebab itu aku selalu berhati-hati dengan setiap langkah dan strategi syetan karena Allah telah memperingatkan bahwa syetan itu adalah musuhku, dan dengan ayat ini juga aku meninggalkan setiap pertengkaran dan permusuhan sebab itu merupakan cara dan sifat syetan. ".Guru Syaqiq berkata : benar sekali apa yang engkau katakana wahai muridku, ".

Hatim melanjutkan : Perkara yang ketujuh, aku memandang kepada makhluk ini semua, maka aku melihat masing-masing mencari sepotong daripada dunia ini, sehingga kadang-kadang untuk mencari dunia itu seseorang menghinakan dirinya dan mencarinya dengan cara yang tidak halal. Kemudian aku perhatikan firman Allah : " Dan tidaklah ada daripada makhluk yang melata di bumi ini kecuali Allah telah menjamin rezekinya " ( Surah Hud : 6 ). Maka dengan ayat ini aku mengetahui bahwa aku ini salah seorang dari makhluk yang melata dia ats muka bumi, oleh sebab itu aku yakin dengan mengerjakan kewajibanku kepada Allah, menjaga perintahNya dan menghindar dari laranganNya, maka rezekiku akan dijamin olehNya. Guru Sayiq berkata ; benar negklau wahai muridku, lanjutkan yang terakhir ".

Hatim berkata : " Perkara yang kedelapan, aku memperhatikan kepada makhluk ini semua, maka aku melihat masing-masing bersandar kepada makhluk. Ada yang bersandar kepada harta bendanya, ada yang bersandar kepada perniagaannya, ada yang bersandar kepada kesehatannya, dan ada yang bersandar kepada perusahaannya, sehingga setiap makhluk hanya mengandalkan kepada makhluk yang lain. Kemudian aku teringat dan memperhatikan firman allah : " Barangsiapa yang menyandarkan dirinya, bertawakkal kepada Allah, maka niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya " ( surah al Thalaq : 3 ). Maka dengan ayat ini aku mengetahui bahwa dengan meyandarkan diri dan bertawakkal kepada Allah, itu semua telah dapat mencukupkan segala keperluanku.

Akhirnya sang guru Syaqiq berkata : " wahai Hatim, kiranya Allah Taala telah memberikan taufiqnya kepadamu. Aku telah memperhatikan segala ilmupengetahuan baik itu di dalam kitab Taurat, Injil, Zabur dan Al Quran yang mulia, maka aku dapatkan bahwa segala macam kehidupan, kebaikan, dan keagamaan semuanya berkisar kepada delapan perkara yang engkau sebutkan tadi. Barangsiapa yang memakainya, seakan-akan dia telah mengamalkan ke-empat kitab suci tadi ". Begitulah intisari ilmu yang didapat oleh hatim dengan bejara tiga puluh tahun, dan sudahkan ilmu yang kita pelajari selama ini memberikan kepada kita inti kehidupan sehingga kita bahagia di dunia dan di akhirat..Fa'tabiru Ya Ulil albaab.
( Muhammad Arifin ismail ).

Friday, July 6, 2007

KONFERENSI UNIVERSITAS ISLAM


Liga Universitas Islam ( Rabithah al Jamiah al-islamiyah ), berpusat di Kota Kairo pada tanggal 2-4 juli 2007 mengadakan konferensi liga universitas yang ketigabelas di Pondok Modern Gontor Indonesia, yang dibuka oleh Menteri Agama Maftuh Basyuni, dan dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Rabithah Alam Islami, Prof. Dr. Muhsin at Turki, yang juga menjabat sebagai Ketua liga universitas Islam dunia, dan diikuti oleh rektor-rektor universitas islam sedunia. Konperensi pada kali ini membahas tentang pengembangan dan integrasi metodologi studi Islam di perguruan tinggi. Liga Universitas Islam tersebut sejak tahun 1995 nenfokuskan perhatiannya kepada pengembangan metodologi studi Islam dan berbagai permasalahan yang dihadapi oleh beberapa universitas islam.

Dalam konperensi ini diharapkan peserta dapat memberikan masukan-masukan tentang penteragaman materi silabus, dan jumlah sks yang diperlukan, serta penyeragaman metode yang memungkinkan mahasiswa untuk bersentuhan langsung dengan sumber-sumber primer yang meliputi metode pembelajaran, rujukan-rujukan klasik dan penggunaan fasilitas modern.Disamping itu konperensi juga diharapkan mampu mendekatkan kualitas inti materi, sehingga memudahkan system akreditasi, serta mampu mendekatkan visi dan misi universitas Islam, sehingga memudahkan proses mutasi, dari satu universitas ke universitas yang lain.

Konferensi ini juga diharapkan mampu mempelajari kemungkinan terjalinnya kerjasama yang lebih erat berdasarkan kepada kesepakatan bersama, termasuk pemberian ijazah seperti yang telah dilakukan antara fakultas hokum dan fakultas pertanian Universitas Cairo, di Mesir dengan universitas Florence, Itali., sehingga mahasiswa yang telah mendapat ijazah dapat memperoleh segala hak-hak yang terkait di kedua negara tersebut.

Tujuan konferensi adalah : 1. Mewujudkan usaha untuk mendekatkan kualitas silabus, ilmu-ilmu keislaman di berbagai perguruan tinggi Islam, seperti silabus mata kuliah Fiqih, Ushul Fiqih, Tafsir, Hadis, Filsafat Islam, Ilmu-ilmu social Islam seperti ilmu pendidikan Islam, Sosiologi Islam, Sejarah Islam, dan Ekonomi Islam. 2. Merealisasikan keputusan-keputusan muktamar ketujuh tahun 2004 yang lalu meliputi pengembangan metodologi studi Islam. 3. Mengkaji kemungkinan – kemungkinan penyelenggaraan studi bersama antar universitas Islam, serta pemberian ijazah dari beberapa universitas, sehingga usaha pendekatan kualitas antara universitas Islam sedunia dapat terwujud dengan baik. 4. Memberikan kemudahan mutas dan akreditasi antar universitas.

Pada pembahasan pertama dibahas Kerangka berpikir (framework) sebagai asas utama dalam studi islam. Sebagaimana diketahui bahwa akhir-akhir ini banyak sarjana Islam dalam studi Islam melalui pendekatan berpikir ( frame work ) barat. Sebagai contoh, perkawinan poligami merupakan tindakan ketidak adilan dan penindasan kepada perempuan, maka hokum itu perlu dirubah dengan system yang adil sehingga warisan seorang lelaki hanya boleh menikahi seorang perempuan sebagaimana seorang perempuan hanya boleh memiliki seorang suami. Jika seorang suami dilbolehkan untuk kawin lebih dari satu, maka secara "framework" demokrasi seorang perempuan boleh bersuamikan lebih dari satu. Framework berpikir seperti ini sangat berbahya, sebab segala sesuatu diukur oleh demokrasi dan hak asasi manuia, sedangkan yang dibicarakan adalah hokum-hukum Allah yang telah ditetapkan oleh nash-nash al quran yang pasti, dijelaskan dengan sunnah-sunnah nabi dan diparktekkan oleh nabi dan sahabat pada zamannya. Oleh sebab itu dalam membincangkan hokum syariah, atau hokum fiqih, diperlukan asas framework yang sesuai dengan konsep kebenaran Islam yang bersifat universal.

Paad sesi kedua dibincangkan penyatuan metodologi ilmu-ilmu syariah dan bahasa arab di perguruan tinggi. Kita melihat kajian syariah di satu perguruan tinggi Islam hanya terbatas pada maslaah rukun islam, ditambah dengan bab nikah dan thalak; sedangkan bidang syariah yang lain tidak dibahas. Disisi lain dikembangkan pula fiqih lokasl, seperti fikih Indonesia, fikih Sudan, dan lain sebagainya. Padahal fikih tidak terbatas oleh zone daerah, sehingga pelaksanaan hokum fiqih tidak dapat berbeda dengan perbedaan daerah. Hari ini, kita dapat melihat bahwa pelaksanaan bidang hokum seperti hokum hudud seperti rajam, qishah, dan yang lainnya di Malaysia, sama dengan hudud di Saudi Arabia, dan lain sebagainya.

Jika kita melihat kepada universitas barat, hamper semua didikan dan alumni barat mempunyai framework yang sama walaupun mereka dididik di Inggeris, Amerika sarikat atau Australia. Tetapi jikam kita melihat didikan dan alumni perguruan tinggi Islam Madinah, akan berbeda pemikiran dengan Universitas Al Azhar mesir, dan akan berbeda lagi dengan Universitas di Pakistan, apalagi dengan universitas Islam di Indonesia. Akibat sarjana yang berbeda "framework" padahal sama-sama fakultas syariah, hanya beda universitas tetapi akan membuat perbedaan yang mendasar, sehingga dapat membahayakan umat, sebab umat akan melihat perbedaan pendapat dari setiap penceramah karena berbeda framework terhadap ajaan Islam.Akibat perbedaan tersebut akhirnya sarjana di suatu universitas islam tidak akan sama dengan sarjana universitas islam yang lain, sehingga menimbulkan perbedaan pendapat dan perselisihan dikalangan umat. Untuk itulah diperlukan kesatuan metodologi kajian hokum Islam antar universitas Islam,sehingga dengan demikian akan terwujud kesatuan fikrah, kesatuan visi, antar ulama, sarjana dan cendkiawan muslim, walaupun berbeda paham dan golongan.

Konperensi juga membahas tentang integrasi metodologi ilmu social seperti pendidikan, ekonomi, psikologi, sehingga dengan pemahaman islam sebagai kerangka dasar berfikir framework) tadi akan membedakan ilmu itu daripada ilmu social secular yang dipakai di dunia barat. Sebagai contoh, antropologi barat mengajrkan bahwa manusia berasal dari binatang kera dengan teori evolusi Darwin, padahal dalam islam manusia berasal dari manusia yang bernama Adam, yang telah diciptakan daripada tanah. Psikoligi barat dengan teori Libido seksual Sigmun Frued mengajarkan bahwa seorang anak mempunyaim kecenderungan seksual padahal dalam Islam setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah yang suci. Ekonomi barat mengajarkan prinsip-prinsip bunga, sedangkan ekonomi Islam melarang riba dan bunga, disamping berekonomi merupakan aktualisasi darupada kekhalifahan manusia di muka bumi, sedangkan ekonomi barat berdasarkan kepada kerakusan harta kekayaan. Bagi ekonomi islam diharamkan menaikan barang pada waktu krisis, sedangkan ekonomi barat akan segera menaikan harga di waktu orang kesusahan untuk emndapatkannya, demikian juga menaikan harga diwaktu banyak permintaan. Inilah bebrapa petikan hasil daripada konperensi Liga Universitas Islam sedunia, semoga menjadi bahan renungan bagi kita semua. Fa'tabiru Ya ulil albaab.

Tuesday, June 5, 2007

Sinergy pendidikan


" Allah mengangkat orang yang beriman dan berilmu dengan beberapa derajat "
( QS. Al Mujadilah : 11 ).

Imam Ibnul Qayim al Jauzi dalam kitab Madarijussalikin menyatakan bahwa hidup akan mempunyai makna dengan ilmu. Itulah yang membedakan hidup manusia dengan makhlu yang lain. Jika hewan dan tumbuh-tumbuhan dapat hidup dengan makanan dan minuman , tanah dapat hidup (menjadi subur )dengan air hujan, maka manusia hidup dengan ilmu. Dengan ilmu seorang individu menjadi mulia, dengan ilmu suatu masyarakat menjadi berkualitas. Oleh sebab itu umat islam sejak dulu berdiri pada ilmu pengetahuan. Kejayaan Islam bermula dengan ilmu, sebagaimana kejayaan umat islam di Baghdad, kejayaan Islam di Spanyol dan lain sebagainya. Siapapun yang menjadikan ilmu sebagai prioritas utama, maka masyarakat itua akan menjadi masyarakat terbaik. Hari ini Jepang unggul karena ilmu, Amerika unggul karena ilmu, masyarakat yahudi menguasai dunia karena mereka menguasai ilmu, sebab itu menjadi sunatullah ( hukum Allah ), siapa yang bersama ilmu maka mereka akan menjadi mencapai kesuksesan. Kesuksesan dunia dicapai dengan ilmu pengetahuan, sedangkan kesuksesan akhirat dicapai dengan iman, sebab itulah dalam Al Quran berfirman : " Allah akan mengangkat orang yang beriman dan orang berilmu beberapa derajat " ( QS. Mujadilah : 11 ) . Iman dan ilmu agama kunci kesuksesan di akhirat sedangkan ilmu pengetahuan dunia merupakan kesuksesan hidup di dunia; sehingga dengan penggabungan iman dan ilmu merupakan kebahagian dunia dan akhirat.

Seorang ulama, Imam Ahmad berkata kepada anaknya : " Wahai anakku, bergaullah dengan orang yang berilmu dan berkumpullah bersama mereka, karena Allah menghidupkan hati dengan cahaya hikmah, sebagaimana dia menghidupkan bumi dengan air hujan.

Dalam sebuah hadis disebutkan " Pelajarilah ilmu, karena mempelajarinya karena Allah merupakan wujud dari rasa takut kepada Allah, mencarinya adalah ibadah, mengulang kaji adalah tasbih, mengkajinya adalah jihad, mengajarkannya kepada orang yang belum mengetahuinya adalah sadaqah,dan memberi belanja kepada orang yang menuntut ilmu adalah taqarrub kepadaNya. Ilmu merupakan petunjuk yang halal dan yang haram, jalan bagi penghuni surga,teman saat takut, kawan saat seorang diri, saksi pada saat lapang dan sempit, senjata menghadapi musuh, dan hiasan disamping kawan. Dengan ilmu Allah meninggikan beberapa kaum, dan menjadikannya mereka perintis dalam kebaikan, dan pemimpin yang jejaknya diikuti,perbuatan mereka ditiru, dan pendapat mereka dapat dipakai. Malaikat menyukai perkumpulan mereka, dan mengusap-ngusap dengan sayapnya. Semua makhluk akan meminta ampun kepada mereka termasuk ikan di lautan dan binatang buas di daratan. Sebab ilmu merupakan kehidupan hati dari kebodohan, dan pelita bagi penglihatan dari kegelapan. Dengan ilmu seorang hamba dapat mencapai kedudukan yang paling baik dan derajat yang tinggi, di dunia dan di akhirat. Memikirkan ilmu menyerupai puasa dan mengkajinya menyerupai shalat malam. Dengan ilmu tali persaudaraan dijalin, dengan ilmu dapat diketahui mana yang halal dan mana yang haram. Ilmu adalah imam bagi amal. Orang yang berbahagia akan diberikan ilham dan ilmu dan orang yang sengsara tidak akan mendapatkannya " ( Hadis riwayat Thabrani dan Abdul barri).



Umat islam di Indonesia sejak awal sangat peduli dengan ilmu. Menurut A. Hasymi, setelah kerajaan Islam peureulak pertama kali berdiri pada bulan Muharram tahun 255 Hijriyah (l840 Masehi) dibawah Sultan Sayid maulana Abdul Aziz dengan gelar Sultan Alaidin Sayid maulana Abdul Aziz Syah, dengan ibukota Bandar Peureulak, yang dirubah nama menjadi "Bandar Khalifah ".Sultan mendirikan beberapa lembaga pendidikan islam. Dayah pertama adalah dayah Cot Kala ( sekarang bernama kampung Bayeun di Aceh Timur ) yang dipimpin oleh ulama Syekh Muhammad Amin. Dayah Cot kala ini menjadi pusat kegiatan ilmu dan menghasilkan banyak ulama dan sarjana serta pemimpin masyarakat di kerajaan Aceh seperti Peureulak, Samudra pasai, Beunua( Tamiang), Lingga, Daya dan lamuri.Pengasas dayah Cot Kala ini akhirnya diangkat menjadi sulthan Pereulak yang berkuasa dari tahun 310-334 Hijriyah/922-946 Masehi dengan gelar Sultan Makhdum Alaidin Malik Muhammad Amin Syah Johan Berdaulat Untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dengan lebih bhebat lagi, Sultan meminta beberapa ulama dari Arab, Persia, dan Gujarat untuk datang ke Aceh dan mengajar di dayah Cot Kala sehingga dayah tersebut dapat menghasilkan sarjana islam yang dapat mengembangkan ajaran Islam di seluruh Aceh. Para ulama yang tamat dari lembaga ini menyebarkan islam ke wilayah lain di Aceh, dan mendirikan dayah-dayah lain, seperti Dayah Seureuleu, Dayah Blangpria dan lain sebagainya

Pada zaman keemasan Kerajaan Aceh, juga kekuatan pada ilmu penegtahuan dengan berdirinya Jamiah Baiturrahman di lokasi Masjid Baiturrahman sekarang di Banda Aceh. Jamiah Baiturrahman tersebut memang asalnya adalah sebuah masjid yang dibangun oleh Sulthan Alaidin Mahmud Syah pada tahun 1292 Masehi(691Hijriyah), dan kemudian dibesarkan oleh Sulthan-sultan setelahnya terutama oleh Sultan Iskandar Muda Disamping sebagai tempat ibadah, Masjid Baitur Rahman merupakan sebuah lembaga perguruan tinggi yang terbesar di Asia tenggara pada waktu itu lengkap dengan segala cabang ilmu pengetahuan dengan guru yang datang dari Turki, Arab, Parsi, India dan lainnya. Jamiah Baiturrahman pada waktu ityu telah mempunyai beberapa fakulti yang disebut dengan nama "Daar" yaitu :
1.Dar Tafsir wal Hadis ( Fakultas Tafsir dan Hadis )
2.Dar Thib ( Fakultas perubatan ).
3.Dar Kimia ( Fakultas kimia )
4.Dar Tarikh ( Fakultas ilmu sejarah )
5.Dar Hisab ( Fakultas ilmu Matematika)
6.Dar Siayasah ( Fakultas ilmu polotik )
7.Dar Aqli ( iilmu sains fisika)
8.Dar Zira'ah( Fakultas Pertanian )
9.Dar Ahkam (Fakultas Hukum )
10.Dar Falsafah ( Fakultas falsafah ).
11.Dar Kalam ( Fakultas Ilmu Kalam/Teologi)
12.Dar Wizarah ( Fakultas ilmu Administrasi Pemerintahan )
13.Dar Khazanah Baitul Maal ( Fakultas Ilmu Keuangan )
14.Dar Ardh ( fakulas ilmu pertambangan )
15.dar Nawu ( Fakultas Ilmu Bahasa )
16. Dar Mazahib ( Fakultas Perbandingan Agama )
17.Dar Harb ( Fakultas ilmu militer )

Jamiah Baiturahman ini dipimpin oleh seorang Syeikh ( rektor ) , dan diantara ulama terkenal yang pernah menjadi Syeikh Jamiah adalah Syamsuddin Sumatrani dan Nuruddin ar Raniri.

Dari catatan diatas dapat dilihat bahwa Jamiah Baiturahman pada waktu itu selain berfungsi sebagai masjid tetapi juga merupakan pusat ilmu pengetahuan baik meliputi ilmu-ilmu agama dan sains akademik. Sebab itulah oleh penjajah Belanda Jamiah Baiturahman tersebut dibakar pada tahun 1873, kemudian dibangun kembali oleh Belanda dengan lebih kecil dan hanya berfungsi sebagai tembpat ibadah sampai hari ini, sehingga membuat masjid yang pada mulanya befungsi sebagai Jamiah, tempat lembaga pendidikan tinggi , berubah fungsi hanya menjadi tempat ibadah.

Dari kajian historis diatas, sudah sewajarnya ummat islam setiap daerah berusaha menjadikan pendidikan islam di tempatnya menjadi lembaga pendidikan unggulan. Hari ini kita lihat banyak umat islam mempunyai lembaga pendidikan baik madrasah, pondok pesantren, akademi, universitas, tetapi kualitas lembaga pendidikan tersebut jauh kalah dibanding lembaga pendidikan yang sama tetapi di kelola oleh umat agama lain. Hari ini banyak Organiasi Islam mendirikan SD, SMA, SMU, tetapi kondiri lembaga pendidikan yang dikelola oleh umat islam masih kalah dengan sekolah yang dikelola oleh organisasi nasrani, kelompok cina dan lain sebagainya. Demikian juga konglomerat Islam sibuk membangun pesantren dengan bangunan yang megah; tetapi tak memiliki kualitas malahan saling pesantren berebut lahan santri. Padahal sudah sepatutnya setiap pesantren memiliki karakteristik dan keistimewaan, sehingga setiap pesantren unggul di bidang masing-masing. Demikian juga dengan universitas umat islam, semua membangun universitas, tetapi tidak punya keunggulan; padahal sepatutnya setiap universitas umat islam mempunyai keunggulan dalam bidang-bidang tertentu. Universitas A, unggul didibang sains dan teknologi, Universitas B unggul dibidang kediokteran, universitas C unggul dibidang ilmu sosial; sehingga dengan demikian umat islam mempunyai universitas unggul di tiap bidang studi. Inilah yang dimaksdu dengan sinergi pendidikan, baik dari tingkat sekolah rendah, pondok pesantren sampai perguruan tinggi. Malahan bukan suatu yang mustahil bila suatu saat nanti, jika umat islam ingin belajar ekonomi Islam umat islam terpaksa ke universitas trisakti, atau ke universitas Barat, sebab umat islam tidak memiliki universitas yang bermutu dalam jurusan ekonomi islam .Fa'tabiru ya ulil albaab.
Kuala Lumpur, 7 Juni 2007
Muhammad Arifin ismail.

Saturday, June 2, 2007

POTENSI EKONOMI UMAT


"Hai orang yang beriman, makanlah yang baik daripada apa yang Kami
rezekikan kepadamu " ( QS. AlBaqarah : 172).

Pada awal bulan mei ini di Kualaumpur diadakan pameran barang dan produk halal sedunia dan pada akhir bulannya diadakan Forum Ekonomi Islam. Pameran produk halal dimaksudkan untuk mengadakan kerjasama antar peniaga-peniaga dari seluruh negara Islam, sedangkan Forum Ekonomi Islam se-dunia untuk mengadakan kerjasama antar kepala pemerintahan dan pemegang kebijaksanaan ekonomi di negara-negara Islam. Diharapkan dengan dua bentuk kegiatan tersebut dapat memacu negara Islam menjalin kerjasama ekonomi, baik dari tingkat atas , sampai kepada tingkat bawah; dari pemerintahan sampai kepada peniaga.

Sebenarnya selama ini umat islam mempunyai potensi besar dalam ekonomi. Umat Islam yang hampir dua billion tersebar dari Maroko sampai ke Merauke, merupakan pangsa pasar yang sangat potensial. Potensi bahan baku ekonomi dari sumber daya alam dan bahan juga sebagian besar berada di bumi umat Islam, dari bahan baku makanan, minuman, medis, sampai kepada tambang emas, minyak, tembaga, dan lain sebagainya. Potensi modal keaunagn juga ditangan milyarder-milyardr muslim dari negara timur tengah, dan asia tenggara seperti brunei dan lain sebagainya. Tetapi sayang potensi ekonomi mat tersebut selama ini dikelola oleh tangan-tangan bukan muslim, sehingga bahan baku umat islam, dikelola oleh orang bukan islam, dengan modal dari umat islam dan si pengelola dan peniaga yang bukan Islam dapat mengambil keuntungan dari konsumen umat islam. Dengan kata lain, kekuatan ekonomi umat islam tersebut hanya dimanfaatkan oleh kelompok bukan muslim.

Malahan pada saat umat islam melakukan hari keagaamanpun dimanfaatkan oleh bukan muslim, seperti di waktu hari sraya dimana umat islam banyak berbelanja ke tempat pusat perbelanjaan bukan muslim; di waktu pelaksanaan ibadah haji, sekian banyak umat islam duduk di hotel sheraton, hilton, makan di mac Donald, KFC, minum kopi di Strarbuck Coffe, walaupun sedang ibadah haji di Makkah, madinah atau Jeddah. Sekian banyak uang umat islam disimpan di bank-bank konvensional sehingga keuntungan pelaburan tersebut dinikmati oleh banker-banker non-muslim. Alhamdulillah dinatar konglomerat muslim mulai sadar , dengan membeli beberapa saham pusat-pusat ekonomi tersebut, sebagaimana Pangeran Talal dari Arab Saudi membeli sahibm Citi-bank, atau lembaga Tabung haji membeli saham pusat retail Giant di malysia, dan lain sebagainya. Kita mengharapkan semoga dalam masa yang akan datang lebih banyak lagi konglomerat muslim membeli saham-saham tersebut, sehingga keuntungan tersebut dapat kembali menjadi milik umat islam. Alhamdulillah, bru-baru ini di kota medan, swalayan Macan Syariah yang asalnya cabang dari Macan- Yohan telah dapat di refinance oleh konglomerat muda muslim, Fendi leong dan berubah nama menjadi swalayan Madinah Syariah,

Hal ini sangat penting, sebab jika kita meneliti bagaimana semangat berbelanja umat lain ke tempat saudaranya, itu lebih hebat daripada umat islam. Sebagai contoh, di negeri jiran, kita jarang melihat orang cina berbelanja ke tempat bukan cina, kecuali jika terpaksa; demikian juga kita jarang melihat umat India berbelanja kepada kedai bukan India, kecuali terpaksa; tetapi banyak orang melayu yang masih berbelanja kepada kedai cina dan India walaupun disampingnya ada kedai ,melayu. Mengapa ini terjadi..? sebab umat islam tidak sensitive dalam berbelanja, padahal seharusnya lebih baik memberikan keuntungan kepada sesama muslim daripada orang lain.
Padahal Rasulullah saw menggalakkan umat islam untuk melakukan transaksi perniagaan sesame muslim, sebagaiman tersirat dalam sebuah hadis disebutkan bahwa rasulullah bersabda : " Janganlah engkau memakan makanan kecuali dari makanan orang yang bertaqwa dan jangan sampai makananmu dimakan kecuali oleh orang yang bertaqwa ".( hadis riwayat AbuDaud dan Tirmidzi.). Dari hadis ini dapat dilihat bahwa rasulullah menganjurkan kepada umatnya agar melakukan interaksi ekonomi sesame muslim yang bertaqwa, sehingga pembeli adalah bertaqwa dan penjual juga orang yang bertaqwa. Hadis ini menganjurkan agar umat islam agar menjual kepada umat islam dan membeli dari umat islam, sehingga uang umat islam akan berputar untuk kegunaan umat islam.

Jika kita jalan-jalan ke kedai the-tarik di negeri jiran, maka akan melihat bahwa segala sesuatu baik itu sendok, piring, gelas, semuanya dibuat dari negeri India, karena pemilik kedai adalah orang India; demikian juga kalau kita masuk ke kedai cina, segala barang yang dipakai adalah buatan cina, tetapi kalau kita lihat ke kedai umat islam, maka barang yang dipakai adalah produk dari bukan negeri islam. Mengapa demikian,.? Bayangkan jika seandainya setiap masjid mempunyai koperasi yang menerima barang-barang umat islam, dari sayur mayor, minyak, beras, sampai kepada selop, minuman , pakaian, dan keperluan rumah tangga disediakan oleh koperasi masjid, dan umat Islam mempunyai semangat belanja ke masjid; maka umat islam akan memiliki ekonomi yang kuat.Koperasi tersebut dipasok oleh home-industri umat islam, atau perusahaan besar muslim, buka dari pemasok non-muslim; maka roda ekonomi akan berpihak dari umat islam kepada umat islam. Lihatlah pada masa lalu, di negeri-negeri muslim terkenal dengan home-industri, seperti sepatu di Cibaduyut, Jawa barat; batik di pekalongan, Jawa tengah, dan itu semua adalah kantong-kantong umat islam. Pada masa lalu, hampir semua kantong ekonomi dikuasai oleh umat islam sehingga pedagang muslim membentuk jaringan dengan membentuk Serikat Dagang Islam pada bulan Oktober 1905 yang diketuai oleh haji samanhudi. Pemerintah colonial belanda melihat bahwa jaringan ekonomi umat islam ini sangat berbahaya sehingga pada tahun 1912 serikat dagang islam dibubarkan dengan alas an terlibat huru-hara di kota Solo, dan untuk menyelamatkan jaringan tersbeut maka H.Omar said Cokroaminoto merubah nama menjadi Sarekat Islam, tetapi disayangkan dengan perubahan nama tersebut maka focus perhatian yang semalu berkisar pada masalah koperasi dan perdagangan telah beralih kepada masalah politik.

Kita harus mengakui bahwa potensi ekonomi merupakan modal dalam kekuatan umat. Jepang menjadi negara maju karena menguasai potensi ekonomi, yahudi menguasai dunia karena menguasai potensi ekonomi, sebagaimana nabi Muhammad saw menguasai Madinah dengan menguasai potensi ekonomi. Sewaktu beliau hijrah dari makkah ke Madinah, maka dalam delapan bulan pertama nabi berusaha bagaimana potensi ekonomi yang dikuasai oleh yahudi Madinah dapat beralih ketangan orang islam. Oleh sebab itu nabio menyuruh umatnya untuk melakukan aktivitas ekonomi, dari perkebunan, dan perniagaan; sehingga sejarah mencatat bahwa padang pasir yang tandur tersebut berubah menjadi kebun kurma dari madinah sampai ke gunung uhud. Pada awalnya ekonomi madinah terpusat pada tiga pasar madinah, Zabalah,Yasar dan Safasir yang dikuasai oleh Yahudi Madinah; Di pasar yahudi tersebut lengkap, semuanya ada, dan hampir semua penduduk madinah berbelanja disana, sehingga orang yahudi memungut keuntungan sebab pemilik pasar adalah yahudi.


Setelah nabi menyruh umat islam aktif dalam setiap lini ekonomi, maka nabi melihat bahwa untuk mematahkan ekonomi yahudi, tersebut hanya dengan membuat pasar wakaf. Nabi membeli sebidang tanah lapang untuk menjadi pasar madinah. Riwayat menyatakan bahwa tanah itu berasal dari tanah tempat buang sampah dan kuburan Bani saad bin Ubadah, kemudian dijadikan pasar wakaf umat islam, sehingga dalam waktu yang singkat peniaga muslim yang tadinya menjual di mpasar yahudi, pindah ke pasar wakaf; dan masyarakat muslim yang tadinya membeli ke pasar yahudi pindah ke pasar muslim; akibatnya dalam waktu delapan bulan ketiga pasar yahudi menderita kerugian dan Hal ini dapat terjadi sebab nabi mengarahkan para sahabat untuk berniaga kepada umat islam, membeli dari umat Islam dan menjual kepada umat islam, sehingga dalam waktu delapan bulan tahun pertama hijrah, semua pusat-pusat ekonomi dikuasai oleh umat islam. Semoga dengan Forum ekonomi Islam se-dunia, dan akan dibukanya Macan Syariah berubah menjadi Madinah Syariah; dapat mengembalikan potensi ekonomi umat islam tetapi dengan syarat umat islam memiliki semangat produksi, semangat interprenership, dan sensitivitas untuk berbelanja di kedai-kedai umat islam.
Fa'tabiru ya ulil albab.
Kuala lumpur, 1 Juni 2007
Muhammad Arifin Ismail.

Friday, June 1, 2007

Pondok Pesantren dan Virginia tech University


“ Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakanmu “ ( QS. Al Alaq : 1 ).
Baru-baru ini seluruh dunia dikejutkan dengan kejadian penembakan membabibuta seorang mahasiswa asal korea di sebuah universitas Amerika, Virginia Tech dengan memakan korban tigapuluh dua mahasiswa yang sedang mengikuti perkuliahan. Hal ini sangat mengejutkan masyarakat dunia sebab Amerika yang selama ini dianggap sebagai negara yang paling demokratis, dan menjunjung tinggi nilai-nilai ilmiah, apalagi dalam sebuah perguruan tinggi, ternyata menghasilkan seorang mahasiswa emosional yang dengan seenaknya menembak kawan-kawannya dengan membabibuta. Mengapa hal ini dapat terjadi di sebuah lembaga ilmu pengetahuan? Seorang mahasiswa yang sepatutnya berpikir rasional, ternyata tidak dapat menahan rasa marahnya sehingga dengan begitu mudah melakukan tindakan brutal dan terror kepada warga kampus. Berarti lembaga pendidikan Amerika telah melahirkan seorang teroris, dan melakukan kegiatan terorisme di dalam negara yang katanya anti terorisme.

Padahal beberapa tahun yang lalu, sewaktu kejadian peledakan menara “ World Trade Center” di Amerika, atau yang lebih terkenal dengan nama “ kejadian 11 September 2001 “, langsung Amerika menuduh bahwa peledakan tersebut dilakukan oleh gerakan al Qaeda yang dipimpin oleh Osamah bin Laden, ditambah lagi dengan kejadian peledakan di bali, Inggeris dan lain sebagainya, maka masyarakat barat langsung menghubungkan tindakan teroris tersebut dengan sekolah madrasah dan pondok pesantren. Dengan begitu mudah mereka menuduh bahwa tindakan teroris yang dilakukan oleh sebagian umat islam tersebut ( walaupun belum terbukti sampai hari ini bahwa sebelas September itu dilakukan oleh umat Islam ) dan langsung menuding bahwa ini akibat kurikulum pesantren atau madrasah. Sehingga di Pakistan beberapa madrasah di tutup dan diserang dengan alas an menjadi gudang teroris, dan di beberapa negara sekolah-sekolah islam , pondok pesantren dicurigai dan diawasi oleh aparat negara.

Anehnya, sewaktu tindakan terror tersebut dilakukan oleh Mahasiswa Amerika di kampus Amerika, tidak ada yang menuding bahwa kampus amerika telah mendidik teroris, demikian juga sewaktu kasus penganiayaan praja (mahasiswa) yang terjadi di Instituit Pemerintahan Dalam negeri ( IPDN ), tidak langsung orang berpikir bahwa lembaga pendidikan calon pemimpin bangsa itu merupakan sarang premannisme; tetapi mengapa sewaktu seorang muslim atau bekas santri sebuah pesantren melakukan tindakan terror langsung media mengarahkan opini masyarakat bahwa sekolah agama, madrasah, pesantren merupakan gudang teroris, sehingga perlu diawasi , dan dirubah kurikulumnya. Apakah dengan adanya ayat jihad dalam Al Quran maka al Quran itu mengajarkan tindakan terror, padahal ayat jihad itu menyuruh umat islam untuk mempertahankan agama daripada serangan musuh. Apakah dengan belajar menembak bagi pasukan tentera, maka dianggap bahwa tentera itu dianggap teroris. Apakah dengan memiliki nukler bagi suatu negara maka dianggap itu negara teroris, seperti Amerika, Israel, Rusia, India , Korea Utara, dan Iran ? Oleh sebab itu jika Amerika, India, Korea Utara, Rusia boleh memiliki nukler, mengapa Iran tidak boleh memiliki senjata nukler. Ini merupakan cara berpikir yang salah, dan tidak adil. Jika cara berpikir ini benar, mengapa kita tidak menuding bahwa universitas di Amerika mendidik teroris, karena terbukti mahasiswanya melakukan tindakan terror kepada kawannya sendiri.


Tetapi dengan kejadian tersebut dapat kita lihat bahwa sebenarnya pendidikan di Amerika, atau pendidikan seperti di IPDN telah gagal menciptakan orang yang baik, sebab ternyata lembaga pendidikan tersebut hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi tidak mengajarkan akhlak, sopan santun, adab, dan etika yang patut dihormati oleh semua orang terutama oleh insan akademis. Ini sebagai bukti bahwa lembaga pendidikan dunia pada saat ini, dengan kurikulum secular, kurikulum yang memisahkan antara nilai-nilai agama, nilai-nilai iman dalam pendidikan, maka berakibat kepada lahirnya pelajar dan mahasiswa yang tidak memiliki akhlak. Padahal kajian ilmiah dari Harvard University menyatakan bahwa sebenarnya keberhasilan seseorang itu tergantung kepada kecerdasan emosional 85 persen dan kecerdasan intelektual hanya 15 persen. Apalagi dengan penemuan baru lagi disebutkan bahwa manusia tidak hanya memiliki kecerdasan emosional, dan intelektual tetapi juga memiliki kecerdasan spiritual. Malahan akhir-akhir ini kecerdasan emosional itu dipisahkan dengan kecerdasan emosional secara pribadi dan emosioal secara social yang disebut dengan kecerdasan social.

Akibat dari sistem lembaga pendidikan yang hanya mengutamakan kecerdasan intelektual, maka pelajar dan mahasiswa akan lemah dalam kecerdasan emosional, social, dan spiritual. Hal ini terjadi sebab kurikulum pelajaran dan pendidikan selama ini hanya mengacu kepada kecerdasan intelektual. Hanya saja akhir-akhir ini sudah diperkenalkan dengan kurikulum berbasis kompetensi, tetapi nampaknya masih coba-coba dan pelaksana pendidikan belum siap sepenuhnya. Terbukti dengan kurikulum tersebut yang katanya tidak mementingkan kecerdasan intelektual saja, tetapi meliputi seluruh bakat anak, sehingga tidak mengenal juara kelas, sebab semua anak pandai dalam bidang masing-masing; tetapi mengapa pada waktu ujian nasional diadakan target angka kelulusan, yang hanya terbatas kepada kurikulum intelektual. Malahan akibat mengejar target angka kelulusan tersebut, banyak sekolah bermain kucing-kucingan dengan muridnya, dimana murid yang sedang ujian langsung mendapat jawaban dari gurunya sendiri melalui sms handphone; sebab sekolah nanti malu jika muridnya tidak lulus dan tuidak mendapat target kelulusan. Untuk apa mengejar kelulusan yang ditargetkan jika untuk itu dilakukan pengkhianatn ilmu , sehingga jika sekolah saja sudah melakukan pembocoran jawaban kepada muridnya sendiri, mungkinkah si murid akan belajar dengan baik dan menjadi murid yang berakhlak..? Ada pepatah yang mengatakan jika guru kencing berdiri, maka murid kencing berlari; bagaimana generasi akan datang menjadi generasi yang berkualitas jika sekolah saja sudah bermain dengan angka dalam ujian untuk mengejar target. Maka sebenarnya kasus di Virginia tech University, dan IPDN adalah gambaran tentang lembaga pendidikan dunia hari ini. Di barat lembaga pendidikan yang tidak mengajarkan akhlak dan nilai-nilai moral akibat dari dipisahkannya agama dalam sains dan teknologi; sedangkan IPDN adalah gambaran daripada sistem pendidikan nasional yang penuh dengan ketidak jujuran antara pelaksana pendidikan dengan pelajar atau mahasiswa. Tidak jujur dalam menerima pelajar, tidak jujur dalam melakukan ujian, tidak jujur dalam mendapatkan gelar dan ijazah; berarti lembaga pendidikan kita telah mengajarkan ketidak jujuran sehingga jika tamat menjadi pejabat, pegawai, pedagang, tokoh masyarakat, yang dibawa dari sekolahnya bukanlah ijazahnya, atau kecerdasannya, tetapi ketidak jujurannya.
Jika demikian , maka tidak salah mengapa sampai hari ini bangsa kita tidak pernah bangkit daruipada krisis kekepimpinan, sebab walaupun pemimpin itu memiliki segudang gelar, memiliki segudang pengalaman, tetapi ketidak jujuran yang telah diajarkan oleh lembaga pendidikannya, ditambah lagi dengan media massa, dan contoh perlakukan masyarakat merupakan sekolah terbaik untuk dirinya. Jika dulu ada orang berkata “ rajin pangkal pandai” tetapi sekarang yang rajin kalah ujian sedangkan yang tidak jujur lulus ujian; jika dulu ada pepatah “hemat pangkal kaya”, tetapi sekarang siapa yang berkolusi maka dia jadi kaya, siapa jadi pejabat pasti cepat kaya. IPDN yang mengajarkan kekerasan menjadi sekolah calon pemimpin, Virginia tech perguruan tinggi teknologi melahirkan teroris, sedangkan pesantren, madrasah yang mengajarkan nilai-nilaiiman dan akhlak dicurigai, sekolah-sekolah sudah biasa melakukan ketidakjujuran, bagaimana mungkin generasi akan datang akan menjadi generasi pemimpin yang beriman, berakhlak dan berilmu..? Sebab itulah dalam Al Quran tertera ayat yang artinya “ bacala dengan nama Tuhanmu yang menciptakanmu “ ( QS. Al Alaq : 1 ) agar umat manusia dalam mencari ilmu, dalam belajar tidak melupakan nilai-nilai keimanan kepada Tuhan, sebab nilai-nilai iman kepada Tuhan itulah yang dapat mengontrol dan mengawasi emosi dan akhlak manusia. Fa’tabiru ya Ulil albaab.








Friday, May 25, 2007

HAIKAL SULAIMAN


“Sesungguhnya kamu (bani Israel)akan membuat kerusakan dimuka bumi ini dua kali “ ( QS. Al Isra: 4 ).
Masyarakat yang pertama mendiami bumi Palestina adalah kaum Kan'an dari keturunan nabi Nuh. Kemudian datanglah nabi Ibrahim ke bumi Kan'an. Nabi Ibrahim mempunyai anak yaitu nabi Ishaq dan nabi Ismail. Nabi Ishaq mempunyai anak bernama Ya'kub, Nabi Ya’kub juga dipanggil dengan nama Israel. Nabi Ya’kub mempunyai dua belas anak. Keturunan dari kedua belas anak nabi ya’kub itulah yang disebut dengan sebab itu maka keturunan dengan Bani Israel. Sewaktu nabi Yusuf menjadi menteri di Mesir, maka anak-anak Ya'kub berhijrah ke negeri Mesir, dan menetap disana. Sewaktu negeri Mesir di bawah kekuasaan Fir'aun yang berasal dari bangsa Qibti, maka penduduk mesir yang berasal dari bani Israel menjadi masyarakat hamba sahaya, sehingga datanglah nabi Musa membawa mereka keluar dari bumi Mesir, menuju bumi Palestina. Dalam perjalanan, nabi Musa wafat dan mereka belum lagi masuk ke wilayah Palestina. Akhirnya mereka berdiam di sebelah timur negeri Jordan, sehingga pada masa nabi daud. Baru setelah di bawah pimpinan Thalut mereka baru dapat memasuki Palestina. Setelah Thalut meninggal, maka nabi daud diangkat menjadi raja pengganti Thalut yang menyatukan seluruh bani Israel. Nabi Daud membina kota Jerusalem, dan kemudian dilanjutkan oleh nabi Sulaiman membina sitana yang disebut dengan Haikal Sulaiman ( Solomon temple). Kemudian setelah meninggal nabi Sulaiman, kerajaan bani Israel terpecah menjadi dua kerajaan kecil, sehingga datang serangan dari raja Babilonia Nebuchadnezar II menjajah bumi palestina, dan menghancurkan haikal sulaiman. Kaum yahudi akhirnya ditawan , dan dibawa ke bumi babilonia untuk menjadi hamba sahaya selama tujuh puluh tahun. Pada tahun 160 Masehi, Pasukan romawi datang menaklukkan Palestina, dan orang yahudi kembali bebas di bumi palestina,dan mereka kembali mendirikan haikal Sulaiman, tetapi setelah pemerintaan raja titus, orang yahudi ditindas kembali, sehingga datang Islam. Nabi Muhammad sebelum meningal telah melantik Usamah bin Zaid sebagai panglima pasukan melawan pasukan Romawi; dan baru pada masa pemerintahan Abubakar shiddiq, pasukan islam dapat menguasai bumi Syria. Akhirnya pada masa khalifah Umar bin Khatab , kaum muslimin dapat mengalahkan pasukan Romawi dalam perang Yarmuk, dan mengusir pasukan Rom dari bumi palestina. Sayidina Umar datang sendiri untuk menerima kunci baitul maqdis yang diserahkan oleh Pendeta Nasrani. Pada masa Umayyah, Khalifah Abdul malik bin Marwan membina Kubah Batu yaitu tempat nabi Muhammad melakukan perjalanan Isra dan mi'raj; dan pada masa Khalifah al Walid bin Abdul Malik disempurnakan pembangunan Masjidil Aqsha sebagaimana sekarang. Pada tahun 1099 tentera eropah datang menguasai Baitul Maqdis, dengan membunuh tujuh puluh ribu muslim, sehingga masjidil aqsha tergenang darah. Umat Islam mengadakan perlawanan sehingga pada tahun 1187 panglima Salahudin Al Ayubi dapat merebut kembali Baitul Maqdis. Pada tahun 1516 Masjid Baitul Maqdis dibawah pemerintahan Daulah Usmaniyah, sampai tahun 1918 dengan kekalahan Turki Usmaniyah pada perang dunia pertama. Pada tahun 1887 organisasi yahudi Zionis berkumpul di Basel, Swiss dan pada saat itu Theodore Hetzl berkata : Sesungguhnyas alas an kita berkumpul di tempat ini adalah untuk mencari tanah yang akan dijadikan sebuah Negara…kami diusir dan dibantai di setiap tempat, maka kami harus berkumpul di suatu tempat dan ditempat yang paling baik adalah negeri nenek moyang kami dahulu yaitu Jerussalem, dimana Haikal Sulaiman berdiri, karena menurut kitab taurat dan Talmud kami harus mendirikan haikal sulaiman kembali.Melalui tangan putra Daud kami akan memerintah dunia…rintangan terbesar untuk itu adalah daulah usmaniyah maka tugas kita adalah membujuk atau menghancurkan daulah usmaniyah tersebut “. Inilah keputusan mereka, sehingga kelompok Zionis merancang perang dunia pertama untuk menghancurkan daulah usmaniyah, disamping menyusun konspirasi dari dalam sehingga jatuhlah khilafah islam di turki dan digantikan dengan pemerintahan sekular oleh Mustafa Kamal atTaturk yang mengizinkan bumi palestina dimasuki kelbali oleh yahudi.
Sejak itu maka bumi Palestine berada di bawah kuasa pemerintahan Inggeris. Pada waktu itu bangusa yahudi hanya mempunyai negeri tetapi belum mempunyai Negara, akhirnya dirancanglah perang dunia kedua sehingga melahirkan Persatuan Bangsa Bangsa, yang telah ditancang oleh kelompok Zionis untuk melahirkan Negara Israel. dan pada tahun 1948 dengan persetujuan PBB maka terbentuklah Negara Israel pada tahun 1948 di bumi palestina.
Dari sejarah singkat ini dapat dilihat bahwa sebenarnya bangsa yahudi memerintah bumi palestina hanya dalam masa 414 tahun sahaja ( 1000 - 586 SM ), sedangkan setelah itu negeri kan'an tersebut diperintah oleh bangsa lain yang berturut-turut dari penguasa Babylonia, penguasa Romawi, dan dibawah kerajaan islam yang memerintah selama 12 abad dan akhirnya pada baru pada tahun 1918 bumi palestina berada dibawah kuasa Inggeris, sehingga berdiri negara Israel pada tahun 1948. Dengan berdirinya Negara Israel tujuan mereka adalah mengembalikan kekuasaan Sulaiman yang telah berkuasa dari Jerussalem sampai Yaman (sebab ratu Balqis dari yaman ) dan dari negeri Irak sampai Mesir ( sebab yusuf pernah berkuasa di mesir ). Penguasaan Israel dari Jerusaklem sampai ke yaman, dan dari Iraq sampai ke Mesir inilah yang mereka sebut dengan Great Israel atau Israel Raya. Sebab itulah maka lambing Negara mereka adalah bintang daud ( David star ) yang bersegi enam. Untuk sebagai mencapai kekuasaan tersebut diperlukan uang , sehingga untuk itu mereka membuat lambing $ dalam mata uang dollars. Huruf S adalah symbol dari sulaiman, sedangkan garis dua adalah symbol daripada tiang haikal sulaiman. Berarti dengan dollars ( $ ) mereka akan membangun Haikal Suilaiman yang akan menjadi pusat pemerintahan dari Jerissalem sampai ke Yaman, dari Iraq sampai ke Mesir sebagaimana yang dilambangkan oleh bintang Daud. Oleh sebab itu perancangan meruntuhkan masjid al aqsha dan membangun Haikal Sulaiman merupakan cita-cita mereka sejak ribuan tahun yang lalu, dan bayangkan jika mereka berkuasa jangankan bumi palestina, tetapi Saudi Arabia, yaman, Iraq, iran, seluruh timur tengah akan berada dibawah kuasa mereka, apakah umat islam dapat tidur dengan nyenyak mendengar rencana ini semua..? Fa’tabiru ya ulil albab.

Friday, May 18, 2007

KERJA NABI DAN RASUL

“ Carilah karunia Allah dengan bekerja di muka bumi ini dan ingatlah kepada Allah “ (QS. Al-Jumuah : 10 )

Dalam kitab “ Iktisab fi rizqil mustathab “, Muhammad bin al hasan as Syaibani, murid dari Imam Abu hanifah, menyatakan bahwa kerja keras itu adalah merupakan sunnah para nabi dan rasul ( tariqul mursalin ). Menurut beliau, orang yang pertama kali bekerja keras adalah nabi Adam alaihissalam. Hal ini berdasarkan ayat “ Hai Adam sesungguhnya syetan ini adalah musuh bagimu dan isterimu, maka janganlah sampai dia mengeluarlah kamu berdua dari dalam surge yang menyebabkan kamu akan sengsara “ ( Q.S.Taha : 117 ). Maksud sengsara ( tasyqa ) dalam ayat ini adalah sengsara dan susah dalam mencari bekerja mencari rezeki. Dalam suatu riwayat disampaikan bahwa nabi Adam sewaktu turun ke atas permukaan dunia, maka datanglah Jibril dengan membawa biji gandum. Jibril kemudian mengajarkan kepada nabi Adam bagaimana menanam biji gandum dan memelihara mengolah dan memelihara pokok gandum tersebut, dan kemudian mengajarkan nabi Adam bagaimana menuai buah gandum dan memproses biji gandum menjadi tepung gandum, selanjutnya mengajarkan Adam bagaimana membuat roti daripada tepung gandum tersebut. Setelah selesai membuat roti, masuklah waktu ashar, kemudian Jibril berkata : Allah menyampaikan salam kepadamu wahai Adam, dan jika kamu menahan diri sebentar lagi dengan berpuasa (sampai waktu berbuka), maka Allah akan mengampunkan dosa-dosamu, dan memberikan pertolongan kepada anak cucumu. Oleh sebab itu Adam menahan dirinya dari memakan roti tersebut sampai waktu berbuka, padahal dia sangat ingin untuk mencicipi roti yang baru dibuatnya tersebut agar dia dapat merasakan apakah roti itu sama lezatnya dengan makanan di surga. ( Iktisab fi rizqil mustathab, Imam Syaibani, halaman.27 ). Dari keterangan diatas dapat dilihat bahwasanya nabi Adam alaishisalam sejak hari pertama turun kedunia telah bekerja untuk mencari rezki dengan menanam gandum, memproses gandum menjadi tepung dan membuat roti dari tepung gandum yang diprosesnya di bawah bimbingan malaikat Jibril alaihisalam. Hal ini menunjukkan bahwa anggapan selama ini bahwa orang zaman dahulu, manusia purba hidup mereka adalah seperti “ manusia tarzan “, yang hidup di atas pohon dan makan daun kayu adalah salah sama sekali, sebab riwayat menyatakan bahwa nabi Adam telah makan roti sejak hari pertama dia turun ke dunia. Sejarah membuktikan bahwa nabi Adam manusia pertama telah mengenal peradaban dengan makan roti.

Demikian juga riwayat menyatakan bahwa nabi Idris setelah nabi Nuh adalah seorang tukang jahit, dan seorang perancang busana. Berarti manusia purba dalam konsep islam bukanlah orang yang hanya memakai pakaian seperti “manusia tarzan “ yang hanya memakai celana dalam, tetapi mansuia yang telah berpakaian. Nabi Adam dan Hawa sebaik turun ke bumi, diajarkan jibril juga bagaimana membuat baju dari kulit kayu, sehingga Adam dan hawa sejak hari pertama kedatangannya ke dunia sudah memakai baju dan menutup aurat. Berarti keturunan Adam, masyarakat pada zaman nabi Adam telah memakai baju, maka tidaklah salah jika nabi Idris yang datang setelah generasi nabi Adam bekerja sebagai tukang jahit dan perancang baju. Baju adalah alat untuk menutup aurat, oleh sebab itu jika menutup aurat itu wajib, maka membuat baju adalah merupakan suatu kewajiban. Nabi dan rasul sebagai mansuia contoh, adalah orang yang pertama melakukan kewajiban dalam menutup aurat, sehingga jika nabi Adam dan Idris telah memakai baju bukanlah cerita dongeng.

Nabi Nuh alaishisalaam adalah seorang tukang kayu, sehingga beliau dapat membuat kapal yang begitu hebat sebagai persiapan menghadapi banjir besar. Malahan riwayat menyatakan bahwa nabi Nuh membuat kapal tersebut selama empat puluh tahun ( umur nabi nuh Sembilan ratus lima puluh tahun ), dan kapal tersebut bertingkat tiga dengan panjangnya dua ribu, atau sekitar satu kilo meter, tingginya tiga puluh hasta (lima belas meter ), dan lebarnya enam ratus hasta atau sekitar tiga ratus meter. ( Al Bidayah wan Nihayah, Ibnu Katsir, jilid 1, halaman 114 ).
Dari riwayat diatas dapat dilihat bahwa nabi Nuh alaihisalam adalah seorang arsitek pembuat kapal yang begitu hebat mengalahkan kapal titanic yang menjadi kebanggaaan hari ini.

Nabi Ibrahim adalah seorang pedagang baju, sehingga kemana pergi dia selalu menjual baju. Sebagaimana diketahui bahwa sebab nabi Ibrahim adalah termasuk nabi yang banyak berjalan, beliau berasal dari balik sungai tigris, ( ada yang mengatakan dari kawasan india, sebab di india sampai saat ini ada kaum Brahmin ), berjalan menuju Babilonia dengan raja Namrud, dari negeri irak ini beliau berjalan sampai ke mesir, sehingga mendapatkan hadiah dari raja Masir , dan juga mendapatkan hajar yang pada awalnya diberikan sebagai pembantu kemudian menjadi isteri yang kedua, dari mesir berjalan lagi ke Palestina, dan dari bumi palestina, membawa hajar dan ismail ke kota Makkah. Rasulullahs aw pernah bersabda : “ Bekerjalah kamu dengan menjual pakaian, sebab nabi Ibrahim dulu juga seorang penjual pakaian “ ( riwayat dailami ).

Nabi Ismail bekerja sebagai pemburu, sehingga beliau merupakan orang yang paling pandai dalam berburu, sedangkan nabi Musa adalah seorang peternak, sebagaimana diriwayatkan bahwa mas kawin Musa sewaktu akan menikahi putrid nabi Syuaib adalah bekerja menjadi peternak selama delapan tahun : “ Dan berkatalah dia ( nabi Syuaib ) : Sesungguhnya aku bermaksud menikahkan kamu dengan salah seorang dari kedua anakku ini, atas dasar bahwa kamu bekerja denganku selama delapan tahun dan jika kamu cukupkan sepuluh tahun, maka itu adalah dari kamu “ ( QS. Qashas : 27 ).

Nabi daud alahisalam adalah seorang tukang besi. Riwayat menyatakan bahwa pada suatu hari nabi daud setelah menjadi khalifah keluar melihat-lihat rakyatnya, dengan menyamar sebagai orang biasa. Pada suatu hari dia bertanya kepada seorang pemuda : Bagaimana pendapatmu tentang pemimpinmu Daud ? “. Pemuda itu menjawab : “ daud itu adalah orang yang sangat baik, tapi sayang dia masih bergantung hidupnya daripada uang Baitul Maal, sedangkan sebaik-baik manusia adalah makan dari hasil keringatnya sendiri “. Mendengar komentar rakyatnya tadi, nabi daud segera pulang dan berdoa : ‘ Ya Allah, ajarkanlah aku suatu usaha yang membuatku tidak bergantung dengan Baitul Maal “. Kemudian Allah Taala mengajarkan nabi daud bagaimana memproses besi, sehingga dapat dijadikan baju besir untuk berperang, sebagaimana firman Allah : “ Dan Kami telah melunakkan besi untuknya “ ( QS. Saba:1). Ibnu kasir menyatakan bahwa nabi daud dapat membuat duapuluh lima baju besi dalam sehari dan baju itu dijual dengan harga dua belas ribu dengan mata uang pada waktu itu. Nabi daud menjadi penguasa dan bekerja sebagai pandai besi, dan hari ini juga terbukti bahwa siapa yang menguasai industry dan teknologi maka dia menguasai dunia.

Nabi zakaria alaihissalam bekerja sebagai tukang kayu, dan nabi isa alaihislaam bekerja sebaagi penjual kain yang telah disulam oleh Ibunya. Walaupun ibunya Maryam telah dijamin Allah untuk tetap mendapat makanan daripada surge, tetapi dia tetap bekerja menyulam pakaian sambil beribadah di dalam masjidil aqsha, dan anaknya nabi Ismail menjual hasil sulamannya, dan mereka berdua hidup dari penghasilan tersebut. ( Iktisab, Imam Syaibani, halaman 28 ). Nabi Yusuf adalah pakar ekonomi, sehingga sewaktu mesir dilanda krisis ekonomi, nabi yusuf diserahi tugas membenahi perekonomian mesir dan beliau sukses, sehingga ekonomi mesir menjadi pulih. Nabi Muhammad juga adalah seorang pekerja, sehingga dalam usia yang sangat muda, umur delapan tahun sampai remaja, beliau bekerja sebagai pengembala kambing. Setelah dewasa beliau berniaga dengan menjualkan barang dagangan daripada Khadijah, dan setelah kawin dengan khadijah, beliau tetap menjalankan harta perniagaan tersebut.

Dari keterangan diatas dapat dilihat bahwa para nabi, sebelum bertugas menyampaikan misi risalah kepada umatnya, mereka juga seorang pekerja yang handal, dan pakar dibidangnya masing-masing, sebab itu dalam pandangan Islam, kerja itu adalah tugas yang harus dilakukan sebagai bukti kekhalifahan di atas permukaan dunia. Khalifah adalah mengelola alam dengan sebaik-baiknya, maka seorang manusia disamping sebagai hamba, maka dia juga sebagai khalifah; dan tugas kekhalifahan tersebut tidak dapat dilakukan kecuali dengan membuktikan dirinya dapat bekerjadengan baik sesuai dengan kemampuan masing-masing. Sudah waktunya, umat islam menjadi pekerja yang baik, tekun, handal dan berprestasi sebagaimana para nabi-nabi teedahulu dan ini merupakan sunnah dan tradisi pada nabi dan rasul. Fa’tabiru ya Ulil albaab. ( Muhammad Arifin ismail ).

Friday, May 11, 2007

KEGEMBIRAAN SEORANG MUSLIM



“ katakanlah : Dengan karunia dan rahmat Allah, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Hal itulah yang lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan “ ( Surah Yunus : 58 ).

Perasaan gembira dan senang itu adalah fitrah manusia atau sifat yang dijadikan Allah dalam diri manusia, sebagaimana fitrah yang lain seperti sedih, marah, dan lain sebagainya. Hanya saja fitrah tersebut hendaklah dipakai sesuai dengan petunjuk Allah, dimana kita boleh bergembira dan dimana bergembira itu tidak boleh dipakai. Dalam Al Quran disebutkan : “ hai manusia sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penawar bagi apa yang terdapat dalam hatimu, dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman. Katakanlah (Hai Muhammad) : dengan karunia dan rahmat Allah, hendaklah mereka bergembira. Hal itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan “ ( Surah Yunus : 57-58).

Sahabat nabi, Ibnu Abbas, Qatadah, Mujahid, dan tabiin ( pengikut sahabat ) Hasan al Basri menyatakan bahwa yang dimaksud dengan karunia Allah dalam ayat ini adalah agama Islam; sedangkan yang dimaksud dengan rahmat-Nya dalam ayat ini adalah kitab suci Al Quran. Menurut sahabat nabi yang lain, Abu Said al Khudri menyatakan bahwa maksud dari karunia Allah dalam ayat tersebut adalah Al Quran, dan maksud dari rahmatNya adalah “ menjadi ahli Quran, orang yang memahami Al Quiran “. Oleh sebab itu karunia Allah itu lebih umum daripada rahmat Allah. Karunia Allah diberikan kepada semua orang islam, sedangkan rahmat Allah hanya diberikan kepada sebagian orang islam yang dapat mendalami dan memahami Al Quran. Allah Taala menjadikan seseorang itu menjadi pemeluk agama islam dengan karuniaNya dan memberikan pemahaman terhadap Al Quran merupakan rahmatNya sebagaimana dinyatakan dalam Al Quran : “ dan kamu tidak pernah mengharapkan Al Quran diturunkan kepadamu, tetapi ia diturunkan karena suatu rahmat yang besar dari Tuhanmu “ ( Surah al Qashash : 86).

Menurut Ibnu Qayim al jauzi dalam kitab Madarijus Salikin, gembira adalah kelezatan yang dirasakan oleh hati karena mendapatkan apa yang dicintai dan diinginkan dan kesedihan adalah kehilangan sesuatu yang dicintai. Dalam Al Quran ada kegembiraan yang dicela dan ada kegembiraan yang dipuji. Kegembiraan yang dicela dinyatakan dalam Al Quran adalah kegembiraan dengan harta kekayaan sebagaimana dinyatakan :“ Sesungguhnya Karun adalah termasuk kaum Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah anugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh orang yang kuat-kuat, ketika kaumnya berkata kepadanya : “ janganlah kamu bergembira (bangga ) , karena Allah tidak menyukai orang yang terlalu bergembira -karena berbangga dengan harta “ ( Surah al Qashah : 76 ).Dalam ayat lain Allah juga melarang kita untuk bergembira dengan kesenangan dunia : “ Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami akan membuka semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka,Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka diam dan berputus asa ‘ ( Surah Al An’am : 44 ).

Dari kedua ayat diatas dapat dilihat bahwa Al Quran mencela kegembiraan yang disebabkan oleh harta kekayaan dan pintu-pintu kesenangan dunia. Sebab bagi seorang mukmin, kesenangan dunia bukan menjadi penyebab kegembiraan, sebab kesenangan tersebut merupakan ujian apakah kita dapat bersyukur dengan nikmat tersebut atau kita menjadi kufur (tidak bersyukur dengan mempergunakan harta sesuaid engan perintah Tuhan). Hal ini dicontohkan oleh sikap nabi Sulaiman sewaktu beliau mendapat nikmat : “ maka tatkala Sulaiman melihat singasana (singasana ratu balqis dapat dipindahkan ke istana sulaiman dalam sekejap mata ) terletak di hadapannya, maka sulaiman berkata : Ini karunia Tuhanku untuk mengujiku apakah aku bersyukur atau aku menjadi kufur “ ( Surah an naml/27 : 40 ). Oleh sebab itu jika kita mendapat kesenangan dunia maka seorang mukmin tidak boleh bergembira, tetapi bersyukur, dan berusaha agar kenikmatan tersebut dapat dipakai dengan sesuatu yang bermanfaat, dan tidak menjadi penyebab siksa neraka. Inilah yang disimbolkan dengan doa : Allahumma bariklana fima razaqtana wa qina azaabannar..Ya Allah berkatilah apa yang engkau rezekikan kepadaku dan lepaskan aku daripada siksa neraka “.

Adapun kegembiran yang dipuji dalam Al quran adalah jika seorang mukmin bertambah iman, bertambah ilmu, dan bertambah amal, sebagaimana dalam Al Quran : “ Dan, apabila diturunkan suatu surah, maka diantara orang munafik ada yang berkata : Siapakah diantara kalian yang bertambah imannya dengan turunnya surah ini ? Adapun orang yang beriman maka surah itu akan menambah imannya, dan mereka merasa gembira “ ( Surah at taubah : 124 ).

Dari ayat diatas dapat dilihat bahwa kegembiraan seorang mukmin adalah apabila dia mendapatkan ayat-ayat Al Quran, dengan ayat itu dapat menambah imannya kepada Allah taala. Oleh sebab itu ulama berpendapat bahwa kesenangan dan kegembiraan yang dipuji oleh Alah adalah kegembiraan yang dikaitkan dengan mengenal Allah, mengenal rasuNya, mendengar dan memahami Al Quran dan sunah Rasul, mendapat ilmu pengetahuan, dan sesuatu yang dapat menguatkan keimanan, dan kegembiraan dapat menjalankan perintah Allah dan dapat menjauhkan diri darpadai laranganNya. Kegembiraan dengan iman inilah yang akan menjamin kegembiraan di akhirat : “ Adapun orang yang diberi kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah, dan dia akan kembali kepada kaumnya dengan gembira “ ( Surah al Insyiqaq: 7-9) “ Maka Tuhan memelihara mereka daripada kesusahan hari itu dan memberikan kepada mereka kejernihan wajah dan kegembiraan hati “ ( Surah Al Insan : 11 ).

Sedangkan kegembiraan atas kesenangan dan kenikmatan dunia sehinggadapat melupakan nilai-nilai keimanan akan berakibat kepada kesengsaraan di akhirat “ Adapun yang diberi kitabnya dari belakang, maka dia akan berteriak : Celakalah aku. Dan dia akan dimasukkan ke dalam api neraka yang menyala-nyala. Sesungguhnya ini diakibatkan karena dia dahulu (di dunia ) bergembira ( dengan nikmat dunia ) bersama-sama dengan keluarganya/kaumnya” (Surah Insyiqaq : 10-13).




Ibnu qayim membagi kegembiraan seorang mukmin menjadi tiga macam :

1. Kegembiraan perasaan dengan menghubungkan diri kepada Allah, dengan mendapat ilmu pengetahuan, dengan merasakan kebersamaan denganNya. Menghubungkan diri dengan allah, dengan melakukan ssegala aktiviti dibawah jalan-jalan dan hukum yang diperintahkanNya, dan menghindarkan diri daripada larangan-laranganNya, sebagaimana kegembiraan dengan melakukan shalat, puasa, zakat, haji, mendapatkan harta kekayaan dengan cara yang halal, menjalankan kekuasaan sesuai dengan keadilan yang diperintahkannya, bersilaturahmi, menolong orang faqir miskin, dan kegembiraan berjuang di jalan Allah. Juga kegembiraan dengan mendapatkan ilmu pengetahuan, memahami Al Quran, mempelajari hadis-hadis nabi, sejarah hidup rasulullah, hukum-hukum agama, dan lain sebagainya. Perasaaan gembira bersama Allah juga dapat dilakukan dengan selalu berdoa, bermunajat, berzikir, dan menghubungkan diri kepadaNya.

2. Kegembiraan amal sebagai bukti penghambaan seorang hamba kepada Tuhan. Maksudnya segala amal ibadah, sikap dan perbuatan yang dilakukan dalam kehidupan bukan hanya sekedar untuk menjalankan kewajiban tetapi merupakan sikap penghambaan kepada Allah, sehingga dengan segala kegembiraan akan menjalankan perintah dan berusaha mendapatkan keridhaanNya. Kegembiraan mukmin jika dirinya dapat selalu hidup dalam kecintaan dan penghambaan kepada Tuhan dan dia merasa sedih kesedihan jika berda dalam keadaan yang dimurkai Allah, atau tidak diridhaiNya. Gembira jika dapat mempergunakan segala waktu, segala kekayaan, segala kekuasaan, dan kedudukan hanya untuk menjalankan perintahNya, menghambakan diri kepadaNya, dan seorang mukmin merasa sedih jika masih ada kosong dan terluang tanpa mengingat Allah, masih ada kekayaan yang belum dipergunakan untuk berjihad di jalan Allah, masih ada tenaga yang hanya dipakai untuk memuaskan nafsu. Kegembiraan inilah yang digambarkan oleh Abubakar shiddiq sewaktu beliau memberikan seluruh harta kekayaannya untuk perjuangan islam.

3.Kegembiraan ruh dengan memenuhi segala hajat keimanan selama hidupnya sehingga ruh dapat keluar daribada dengan senyum kegembiraan. Ibnu Abbas berkata : “ kegembiraan akhirat adalah kegembiraan seorang manusia di saat nyawanya keluar naik dan berjumpa dengan Allah Taala”. Usaha agar ruh dapat kembali dan keluar dari jasad dalam keadaan tenang dan gembira merupakan perintah Allah sebagaimana dinyatakan dalam kitab suci Al Quran : “ Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan penuh keridhaan sehingga engkau juga mendapatkan keridhaan daripadaNya “ ( Surah al Fajr/89 : 27-28).Kegembiraan ruh ini dapat tercapai jika seorang muslim telah merasakan kegembiraan berhubungan dengan Allah, kegembiraan menjalankan kehidupan dengan penuh keimanan, dan kegembiraan dapat menjadikan seluruh perbuatannya sebagai bukti bagi penghambaan kepada Allah. Inilah kegembiraan seorang mukmin yang berbeda dengan kegembiraan seorang kafir, dimana mereka bergembitra jika mereka mendapat kesenangan dunia atau dapat memuaskan nafsu mereka. Fa’tabiru ya Ulil albaab.

Friday, May 4, 2007

ISLAM ITU ASING

“Islam itu bermula asing dan akan kembali menjadi asing “
( hadis rasulullah riwayat Ahmad )

Dalam sebuah hadis diriwayatkan oleh Ahmad, rasulullah saw bersabda :“ Islam itu bermula dalam keadaan asing dan akan kembali menjadi asing, seperti permulaannya,maka berbahagialah orang yang asing “. Sahabat bertanya : ya rasulullah : Siapakah orang asing itu ? Rasulullah menjawab : Itulah orang yang berbuat baik di waktu manuisa berbuat kerusakan “. Dari hadis ini dapat dilihat bahwa menjadi orang yang baik disaat semua orang rusak merupakan suatu kebahagian, bukan kehinaan. Disaat semua orang berbuat korupsi, kita menjadi orang yang jujur adalah asing, aneh, tetapi itu merupakan kebahagiaan.

Dalam hadis yang lain juga disebutkan : “ Berbahagialah orang yang asing dan aneh ”. Sahabat bertanya : “ Siapakah orang yang asing ya Rasulullah? Rasul menjawab : “ Orang asing itu adalah orang yang bertambah imannya sewaktu manuisa berkurang imannya “. ( riwayat Ahmad ). Dari hadis ini dapat dilihat bahwa orang yang mencari ilmu, mencari iman, mencari kebenaran adalah merupakan orang yang bahagia pada saat orang semua tidak mengetahui kebenaran, pada saat orang tidak lagi mengetahui mana yang halal dan mana yang haram, pada saat orang tidak mengetahui lagi mana islam yang benar, mana islam yang benar. Pada saat sekarang ini kita bingung ingin mencari islam yang benar, sebab banyaknya ajaran sesat, pemikiran sesat, seperti islam liberal dan lain sebagainya, maka yang berbahagia adalah orang yang mencari islam dengan ilmu, bukan ikut-ikutan, sehingga mengetahui hakikat islam sebenarnya, bukan asal ikut-ikutan.

Dalam hadis yang lain juga disebutkan : “ Berbahagialah orang yang asing”. Sahabat bertanya : “ Siapakah orang yang asing ? “. Rasululah saw menjawab : “ Orang yang saleh pada waktu ramai manusia berbuat maksiat. Orang yang mendurhakai mereka (orang saleh) lebih banyak daripada orang yang mengikut dan taat kepada mereka “ . dari hadis ini dilihat bahwa pada waktu budaya manusia telah rusak sehingga budaya liberal, budaya maksiat , budaya kafir, budaya syirik ada dimana-mana, maka orang yang berbuat baik adalah orang yang aneh, dan asing. Orang inilah orang yang bahagia, walaupun tidak dilihat orang, walaupun tidak terkenal, sebab yang dikenal bukan orang yang baik, tetapi orang yang rusak. Orang yang baik sebab tidak terkenal, maka ucapannya tidak di dengar, sedangkan orang yang jahat, sebab kekuasaannya, sebab poloperitasnya, maka pendapatnya didengar dan dipercaya.

Rasulullah juga bersabda pada hadis yang lain : “ Sesungguhnya orang yang paling disukai oleh Allah adalah orang yang asing”. Sahabat bertanya : “ Siapakah orang yang asing? “. Rasulullah saw menjawab : “ Orang yang asing itu adalah orang yang lari sambil membawa agamanya. Mereka berkumpul bersama Isa bin Maryam pada hari kiamat nanti “. Dalam hadis ini dilihat bahwa pada saat orang dalam kesesatan, maka orang yang baik adalah orang yang tetap dalam keimanan, lebih baik seorang diri dalam kesendirian daripada sesat; dia lebih senang lari dengan agamanya, dengan imannya, daripada bercampur dengan kemaksiatan, kekafiran dan kemunafikan.

Wednesday, April 4, 2007

SUNNATULLAH KALAH DAN MENANG


‘ dan janganlah kamu bertengkar, kamu akan menjadi gentar dan kekuatanmu akan hilang”( Surah al Anfal : 46 )

Khabbab bin Aris menceritakan bahwa pada suatu hari Rasulullah memanjangkan shalatnya, sehingga setelah selesai shalat, sahabat bertanya : “ Ya Rasulullah, engkau telah melakukan shalat begitu lama tidak seperti shalat yang lain. Rasulullah saw menjawab : Benar, dan dalam shalat itu aku mendapatkan sesuatu yang menyenangkan dan sesuatu yang menyedihkan, karena sesungguhnya aku dalam shalat tadi telah meminta kepada Allah tiga perkara, maka Allah mengabulkan dua dari permintaanku, dan menolak satu permintaanku. Aku meminta kepada Allah agar umatku tidak akan pernah dibinasakan dengan penyakit, maka Allah mengabulkannya; kemudian aku meminta kepada Allah agar umatku tidak akan pernah dikalahkan oleh musuhnya, dan Allah mengabulkan permintaan tersebut; dan pada waktu aku meminta agar umatku tidak menyakiti satu dengan yang lain, maka Allah tidak mengabulkan permintaan tersebut. ( hadis sahih riwayat Tirmidzi )

Dari hadis diatas dapat dilihat bahwasanya Allah telah mengabulkan doa rasulullah agar umatnya tidak hancur dengan penyakit, dan tidak dapat dikalahkan oleh musuh-musuh Islam, dan kedua doa tersebut dikabulkan oleh Allah; tetapi sewaktu nabi meminta agar umatnya tidak saling berperang, saling menyakiti, maka Allah tidak mengabulkannya. Mengapa Allah tidak mengabulkan permintaan yang ketiga? Sebab telah menjadi hukum dan sunatullah dalam kehidupan bahwa jika suatu kaum itu bersatu, maka kaum itu akan menang, tidak kira apakah kaum itu kafir atau beriman. Sebaliknya jika suatu kaum itu perpecah belah sesame mereka, berperang sesame mereka, menyakiti sesame mereka, maka pastilah kaum itu akan kalah, walaupun kaum itu beriman kepada Allah subhana wataala. Hal ini sesuai engan ayat Al Quran yang menyatakan akan sunatullah tersebut : “ Dan taatlah kepada Allah dan rasulNya dan janganlah kamu berbantah-bantahan yang menyebabkan kamu akan menjadi gentar dan kekuatanmu akan hilang ( Surah al Anfal : 46 ). “ dan berpeganglah kamu kepada tali Allah dan janganlah kamu bercerai berai “ ( Surah Ali Imran : 103 ).

Dari ayat tersebut dapat kita simpulkan bahwa jika suatu kaum itu berpecah belah, bertikai, dan saling berperang sesame mereka, maka kaum itu akan kalah, tetapi jika suatu kaum itu bersatu , maka kaum itu akan menang. Itulah sebabnya dalam sebuah hadis disebutkan : “ Tangan Allah bersama jamaah” ( hadis riwayat Tirmidzi ) ulama menafsirkan makna “ tangan Allah “ dalam hadis tersebut adalah kekuatan, kemenangan, hanya akan dicapai dengan bersatu dan berjamaah. Bukti bahwa umat islam akan kalah jika berpecah atau berselisih paham adalah kekalahan dalam perang Uhud. Sejak perang yang pertama dalam Islam, seperti perang Badar, walaupun kekuatan umat Islam sedikit, dengan persenjataan yang minim, tetapi sebab umat islam bersatu menghadapi musih dan tidak berselisih paham, maka umat islam pasti –menurut sunatullah-menang; tetapi sewaktu umat Islam berselisih paham dalam perang uhud, dimana pasukan diatas bukit yang diperintahkan untuk berjaga-jaga walau dalam keadaan apapun juga berselisih sesame mereka karena mereka melihat pasukan Islam yang berada di abwah telah mendapatkan harta peninggalan perang, sehingga sebagian mereka meninggalkan pos diatas bukit, dan sewaktu pasukan musuh melihat bahwa bukit telah kosong dari pasukan islam, maka mereka segera naik ketasa bukit menghujani pasukan muslim di bawah dngan anak panah, sehingga pasukan muslim kucar-kacir. Ini merupakan bukti sejarah bahwa walaupun dalam pasukan tersebut ada Rasulullah, ada sahabat yang beriman, tetapi disebabkan karena pasukan telah berselisih paham, maka pasukan islam mengalami kekalahan.

Jika pasukan musuh bersatu mereka pasti kuat, dan jika pasukan islam berpecah maka sunatullah akan memberikan kemenangan kepada pasukan musuh., disebabkan pasukan musuh bersatu, dan kekalahan terjadi disebabkan oleh pasukan islam berpecah. Tetapi jika pasukan musuh bersatu, dan umat islam juga bersatu, maka kemenangan da di pihak umat islam, sebagaimana doa nabi Muhammad yang kedua : “ Ya Allah, jangan engkau kalahkan umatku dengan musuh-musuhnya”. Doa ini dikabulkan Allah dengan syarat umat islam mengikuti sunatulllah dalam kemenangan. Sunatullah dalam mencapai kemenangan adalah tidak berpecah belah, tidak berkelahi, tidak bertikai, walaupun berbeda paham dan pendangan.

Sejarah telah mencatat bahwa Islam kuat sewaktu mereka bersatu seperti umat islam jaman Rasulullah, umat Islam zaman Khalifah rasyidun, umat islam zaman keemasan di Baghdad, umat islam zaman kejayaan di Spanyol, dan umat islam di akhir dinasti Usmaniyah. Tetapi sejarah juiga mencatat bahwa kehancuran islam tidak pernah terjadi karena kekuatan musuh, tetapi semuanya terjadi sebab perpecahan antar umat islam sendiri. Jatuhnya kekhalifahan ketangan dinasti umayyah, juga karena perpecahan. Hancurnya Dinasti Abbasiyah, dengan jatuhnya Baghdad ketangan bangsa Mongolia juga karena perpecahan, sehingga sebagian umat islam berkonspirasi dengan musuh untuk menjatuhkan khilafah. Kehancuran islam di Spanyol juga bukan karena kehebatan musuh, tetapi karena perpecahan yang terjadi dianatar umat Islam sehingga diantara mereka ada yang bersekongkol dengan negara musuh yang beraganma nasrani untuk menghancurkan Granada. Kehancuran Turki usmaniyah dan kejatuhan kekhalifahan juga bukan karena kekuatan musuh barat, tetapi karena kelompok Mustafa kemal Attarurk berkonspirasi dengan Inggeris sehingga menjatuhkan khalifah. Sewaktu negeri Afghanistan diserang oleh pasukan komunis Rusia, dan seluruh rakyat Afghanistan bersatu melawan musuh walaupun mereka berbagi dalam kelompok-kelompok mujahidin, tetapi tidak ada satupun yang berkompromi dan berkonspirasi dengan musuh, terbukti pasukan mujahidin yang tidak mempunyai perlengkapan senjata dapat mengalahkan pasukan rusnia yang bersenjata lengkap, karena dengan persatuan mereka kemenangan pasti bersama mereka, sebab dengan jamaah dan tidak berpecah, tangan Allah bersama mereka. Tetapi sewaktu umat islam Afghanistan diserang oleh Amerika, dan umat Islam berpecah, sebagian mendukung mujahidin, sebagian masuk kelompok Taliban, dan sebagian lagi ikut berkonspirasi dengan Amerika, maka sunnatullah menyatakan bahwa mereka akan kalah. Musuh tidak dapat mengalahkan umat islam, tetapi perpecahan yang akan melemahkan mereka dan membuat musuh menjadui menang.

Itulah sebabnya rasululullah sangat mengharapkan agar umat islam selalu berjamaah walau dalam keadaan apapun juga, walau dalam menghadapi siapapun juga. Walau umat Islam berkelompok, sewaktu menghadapi musuh, jangan hiraukankepentingan kelompok, sebabkepentingan umat lebih besar daripada kepentingan kelompok. Diriwayatkan oleh Ibnu Umar menceritakan bahwa pada suatu hari Khalifah Umar bin Khattab berkata diatas mimbar : Wahai manusia, aku sekarang berdiri ini untuk menyampaikan pesan Rasuilullah : “ Aku wasiatkan kamu dengan sahabatku, kemudian dengan orang yang mengikuti mereka (tabiin), kemudian akan berkembanglah sikap berdusta, sehingga seorang itu akan bersumpah, padahal dia tidak diminta untuk bersumpah, dan akan datang orang yang bersedia menjadi saksi, padahal dia tidak diminta untuk menjadi saksi, dan tidaklah seorang lelaki akan berdua-duaan dengan seorang perempuan, melainkan syetan akan berada bersama mereka, maka atas kamu sekalian hendaklah berjamaah, dan jauhilah berpecah-belah, sebab sesunguhnya syetan itu akan bersama kelompok yang berpecah sedangkan dengan kelompok yang berjamaah dia akan menjauh, dan barangsiapa yang mengharapkan untuk mendapat wangian surga hendaklah dia berjamaah, dan barangsiapa yang bergembira dengan kebaikannya, dan berduka dengan kejahatannya, itulah tanda seorang yang beriman. ( hadis riwayat Tirmidzi ). Dari hadis diatas dapat dilihat bahwa umat Islam diwajibkan untuk berjamaah, dan menghindari setiap perpecahan.

Dari tuilisan diatas, maka sudah sewajarnya umat islam berpikir bahwa sebenarnya musuh itu tidak kuat walaupun mereka mempunyai teknologi yang canggih, sebab kekuatan mereka jika berhadapan dengan kekuatan umat islam , maka kemenangan dipihak umat islam. Kunci kelemahan umat Islam adalah perpecahan antar kelompok, dan mazhab. Sudah waktunya umat islam bersatu, walaupun berbeda kelompok dan mazhab, setiap negara islam saling mendukung program negara islam yang lain, bukan berkonspirasi dengan musuh islam untuk menjatuhkan dan menyerang nmegara islam yang lain. Fa’tabiru Ya ulil albab. ( Muhammad arifin ismail, kuala lumpur, 4 april 2007)