Pages

Tuesday, June 5, 2007

Sinergy pendidikan


" Allah mengangkat orang yang beriman dan berilmu dengan beberapa derajat "
( QS. Al Mujadilah : 11 ).

Imam Ibnul Qayim al Jauzi dalam kitab Madarijussalikin menyatakan bahwa hidup akan mempunyai makna dengan ilmu. Itulah yang membedakan hidup manusia dengan makhlu yang lain. Jika hewan dan tumbuh-tumbuhan dapat hidup dengan makanan dan minuman , tanah dapat hidup (menjadi subur )dengan air hujan, maka manusia hidup dengan ilmu. Dengan ilmu seorang individu menjadi mulia, dengan ilmu suatu masyarakat menjadi berkualitas. Oleh sebab itu umat islam sejak dulu berdiri pada ilmu pengetahuan. Kejayaan Islam bermula dengan ilmu, sebagaimana kejayaan umat islam di Baghdad, kejayaan Islam di Spanyol dan lain sebagainya. Siapapun yang menjadikan ilmu sebagai prioritas utama, maka masyarakat itua akan menjadi masyarakat terbaik. Hari ini Jepang unggul karena ilmu, Amerika unggul karena ilmu, masyarakat yahudi menguasai dunia karena mereka menguasai ilmu, sebab itu menjadi sunatullah ( hukum Allah ), siapa yang bersama ilmu maka mereka akan menjadi mencapai kesuksesan. Kesuksesan dunia dicapai dengan ilmu pengetahuan, sedangkan kesuksesan akhirat dicapai dengan iman, sebab itulah dalam Al Quran berfirman : " Allah akan mengangkat orang yang beriman dan orang berilmu beberapa derajat " ( QS. Mujadilah : 11 ) . Iman dan ilmu agama kunci kesuksesan di akhirat sedangkan ilmu pengetahuan dunia merupakan kesuksesan hidup di dunia; sehingga dengan penggabungan iman dan ilmu merupakan kebahagian dunia dan akhirat.

Seorang ulama, Imam Ahmad berkata kepada anaknya : " Wahai anakku, bergaullah dengan orang yang berilmu dan berkumpullah bersama mereka, karena Allah menghidupkan hati dengan cahaya hikmah, sebagaimana dia menghidupkan bumi dengan air hujan.

Dalam sebuah hadis disebutkan " Pelajarilah ilmu, karena mempelajarinya karena Allah merupakan wujud dari rasa takut kepada Allah, mencarinya adalah ibadah, mengulang kaji adalah tasbih, mengkajinya adalah jihad, mengajarkannya kepada orang yang belum mengetahuinya adalah sadaqah,dan memberi belanja kepada orang yang menuntut ilmu adalah taqarrub kepadaNya. Ilmu merupakan petunjuk yang halal dan yang haram, jalan bagi penghuni surga,teman saat takut, kawan saat seorang diri, saksi pada saat lapang dan sempit, senjata menghadapi musuh, dan hiasan disamping kawan. Dengan ilmu Allah meninggikan beberapa kaum, dan menjadikannya mereka perintis dalam kebaikan, dan pemimpin yang jejaknya diikuti,perbuatan mereka ditiru, dan pendapat mereka dapat dipakai. Malaikat menyukai perkumpulan mereka, dan mengusap-ngusap dengan sayapnya. Semua makhluk akan meminta ampun kepada mereka termasuk ikan di lautan dan binatang buas di daratan. Sebab ilmu merupakan kehidupan hati dari kebodohan, dan pelita bagi penglihatan dari kegelapan. Dengan ilmu seorang hamba dapat mencapai kedudukan yang paling baik dan derajat yang tinggi, di dunia dan di akhirat. Memikirkan ilmu menyerupai puasa dan mengkajinya menyerupai shalat malam. Dengan ilmu tali persaudaraan dijalin, dengan ilmu dapat diketahui mana yang halal dan mana yang haram. Ilmu adalah imam bagi amal. Orang yang berbahagia akan diberikan ilham dan ilmu dan orang yang sengsara tidak akan mendapatkannya " ( Hadis riwayat Thabrani dan Abdul barri).



Umat islam di Indonesia sejak awal sangat peduli dengan ilmu. Menurut A. Hasymi, setelah kerajaan Islam peureulak pertama kali berdiri pada bulan Muharram tahun 255 Hijriyah (l840 Masehi) dibawah Sultan Sayid maulana Abdul Aziz dengan gelar Sultan Alaidin Sayid maulana Abdul Aziz Syah, dengan ibukota Bandar Peureulak, yang dirubah nama menjadi "Bandar Khalifah ".Sultan mendirikan beberapa lembaga pendidikan islam. Dayah pertama adalah dayah Cot Kala ( sekarang bernama kampung Bayeun di Aceh Timur ) yang dipimpin oleh ulama Syekh Muhammad Amin. Dayah Cot kala ini menjadi pusat kegiatan ilmu dan menghasilkan banyak ulama dan sarjana serta pemimpin masyarakat di kerajaan Aceh seperti Peureulak, Samudra pasai, Beunua( Tamiang), Lingga, Daya dan lamuri.Pengasas dayah Cot Kala ini akhirnya diangkat menjadi sulthan Pereulak yang berkuasa dari tahun 310-334 Hijriyah/922-946 Masehi dengan gelar Sultan Makhdum Alaidin Malik Muhammad Amin Syah Johan Berdaulat Untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dengan lebih bhebat lagi, Sultan meminta beberapa ulama dari Arab, Persia, dan Gujarat untuk datang ke Aceh dan mengajar di dayah Cot Kala sehingga dayah tersebut dapat menghasilkan sarjana islam yang dapat mengembangkan ajaran Islam di seluruh Aceh. Para ulama yang tamat dari lembaga ini menyebarkan islam ke wilayah lain di Aceh, dan mendirikan dayah-dayah lain, seperti Dayah Seureuleu, Dayah Blangpria dan lain sebagainya

Pada zaman keemasan Kerajaan Aceh, juga kekuatan pada ilmu penegtahuan dengan berdirinya Jamiah Baiturrahman di lokasi Masjid Baiturrahman sekarang di Banda Aceh. Jamiah Baiturrahman tersebut memang asalnya adalah sebuah masjid yang dibangun oleh Sulthan Alaidin Mahmud Syah pada tahun 1292 Masehi(691Hijriyah), dan kemudian dibesarkan oleh Sulthan-sultan setelahnya terutama oleh Sultan Iskandar Muda Disamping sebagai tempat ibadah, Masjid Baitur Rahman merupakan sebuah lembaga perguruan tinggi yang terbesar di Asia tenggara pada waktu itu lengkap dengan segala cabang ilmu pengetahuan dengan guru yang datang dari Turki, Arab, Parsi, India dan lainnya. Jamiah Baiturrahman pada waktu ityu telah mempunyai beberapa fakulti yang disebut dengan nama "Daar" yaitu :
1.Dar Tafsir wal Hadis ( Fakultas Tafsir dan Hadis )
2.Dar Thib ( Fakultas perubatan ).
3.Dar Kimia ( Fakultas kimia )
4.Dar Tarikh ( Fakultas ilmu sejarah )
5.Dar Hisab ( Fakultas ilmu Matematika)
6.Dar Siayasah ( Fakultas ilmu polotik )
7.Dar Aqli ( iilmu sains fisika)
8.Dar Zira'ah( Fakultas Pertanian )
9.Dar Ahkam (Fakultas Hukum )
10.Dar Falsafah ( Fakultas falsafah ).
11.Dar Kalam ( Fakultas Ilmu Kalam/Teologi)
12.Dar Wizarah ( Fakultas ilmu Administrasi Pemerintahan )
13.Dar Khazanah Baitul Maal ( Fakultas Ilmu Keuangan )
14.Dar Ardh ( fakulas ilmu pertambangan )
15.dar Nawu ( Fakultas Ilmu Bahasa )
16. Dar Mazahib ( Fakultas Perbandingan Agama )
17.Dar Harb ( Fakultas ilmu militer )

Jamiah Baiturahman ini dipimpin oleh seorang Syeikh ( rektor ) , dan diantara ulama terkenal yang pernah menjadi Syeikh Jamiah adalah Syamsuddin Sumatrani dan Nuruddin ar Raniri.

Dari catatan diatas dapat dilihat bahwa Jamiah Baiturahman pada waktu itu selain berfungsi sebagai masjid tetapi juga merupakan pusat ilmu pengetahuan baik meliputi ilmu-ilmu agama dan sains akademik. Sebab itulah oleh penjajah Belanda Jamiah Baiturahman tersebut dibakar pada tahun 1873, kemudian dibangun kembali oleh Belanda dengan lebih kecil dan hanya berfungsi sebagai tembpat ibadah sampai hari ini, sehingga membuat masjid yang pada mulanya befungsi sebagai Jamiah, tempat lembaga pendidikan tinggi , berubah fungsi hanya menjadi tempat ibadah.

Dari kajian historis diatas, sudah sewajarnya ummat islam setiap daerah berusaha menjadikan pendidikan islam di tempatnya menjadi lembaga pendidikan unggulan. Hari ini kita lihat banyak umat islam mempunyai lembaga pendidikan baik madrasah, pondok pesantren, akademi, universitas, tetapi kualitas lembaga pendidikan tersebut jauh kalah dibanding lembaga pendidikan yang sama tetapi di kelola oleh umat agama lain. Hari ini banyak Organiasi Islam mendirikan SD, SMA, SMU, tetapi kondiri lembaga pendidikan yang dikelola oleh umat islam masih kalah dengan sekolah yang dikelola oleh organisasi nasrani, kelompok cina dan lain sebagainya. Demikian juga konglomerat Islam sibuk membangun pesantren dengan bangunan yang megah; tetapi tak memiliki kualitas malahan saling pesantren berebut lahan santri. Padahal sudah sepatutnya setiap pesantren memiliki karakteristik dan keistimewaan, sehingga setiap pesantren unggul di bidang masing-masing. Demikian juga dengan universitas umat islam, semua membangun universitas, tetapi tidak punya keunggulan; padahal sepatutnya setiap universitas umat islam mempunyai keunggulan dalam bidang-bidang tertentu. Universitas A, unggul didibang sains dan teknologi, Universitas B unggul dibidang kediokteran, universitas C unggul dibidang ilmu sosial; sehingga dengan demikian umat islam mempunyai universitas unggul di tiap bidang studi. Inilah yang dimaksdu dengan sinergi pendidikan, baik dari tingkat sekolah rendah, pondok pesantren sampai perguruan tinggi. Malahan bukan suatu yang mustahil bila suatu saat nanti, jika umat islam ingin belajar ekonomi Islam umat islam terpaksa ke universitas trisakti, atau ke universitas Barat, sebab umat islam tidak memiliki universitas yang bermutu dalam jurusan ekonomi islam .Fa'tabiru ya ulil albaab.
Kuala Lumpur, 7 Juni 2007
Muhammad Arifin ismail.

Saturday, June 2, 2007

POTENSI EKONOMI UMAT


"Hai orang yang beriman, makanlah yang baik daripada apa yang Kami
rezekikan kepadamu " ( QS. AlBaqarah : 172).

Pada awal bulan mei ini di Kualaumpur diadakan pameran barang dan produk halal sedunia dan pada akhir bulannya diadakan Forum Ekonomi Islam. Pameran produk halal dimaksudkan untuk mengadakan kerjasama antar peniaga-peniaga dari seluruh negara Islam, sedangkan Forum Ekonomi Islam se-dunia untuk mengadakan kerjasama antar kepala pemerintahan dan pemegang kebijaksanaan ekonomi di negara-negara Islam. Diharapkan dengan dua bentuk kegiatan tersebut dapat memacu negara Islam menjalin kerjasama ekonomi, baik dari tingkat atas , sampai kepada tingkat bawah; dari pemerintahan sampai kepada peniaga.

Sebenarnya selama ini umat islam mempunyai potensi besar dalam ekonomi. Umat Islam yang hampir dua billion tersebar dari Maroko sampai ke Merauke, merupakan pangsa pasar yang sangat potensial. Potensi bahan baku ekonomi dari sumber daya alam dan bahan juga sebagian besar berada di bumi umat Islam, dari bahan baku makanan, minuman, medis, sampai kepada tambang emas, minyak, tembaga, dan lain sebagainya. Potensi modal keaunagn juga ditangan milyarder-milyardr muslim dari negara timur tengah, dan asia tenggara seperti brunei dan lain sebagainya. Tetapi sayang potensi ekonomi mat tersebut selama ini dikelola oleh tangan-tangan bukan muslim, sehingga bahan baku umat islam, dikelola oleh orang bukan islam, dengan modal dari umat islam dan si pengelola dan peniaga yang bukan Islam dapat mengambil keuntungan dari konsumen umat islam. Dengan kata lain, kekuatan ekonomi umat islam tersebut hanya dimanfaatkan oleh kelompok bukan muslim.

Malahan pada saat umat islam melakukan hari keagaamanpun dimanfaatkan oleh bukan muslim, seperti di waktu hari sraya dimana umat islam banyak berbelanja ke tempat pusat perbelanjaan bukan muslim; di waktu pelaksanaan ibadah haji, sekian banyak umat islam duduk di hotel sheraton, hilton, makan di mac Donald, KFC, minum kopi di Strarbuck Coffe, walaupun sedang ibadah haji di Makkah, madinah atau Jeddah. Sekian banyak uang umat islam disimpan di bank-bank konvensional sehingga keuntungan pelaburan tersebut dinikmati oleh banker-banker non-muslim. Alhamdulillah dinatar konglomerat muslim mulai sadar , dengan membeli beberapa saham pusat-pusat ekonomi tersebut, sebagaimana Pangeran Talal dari Arab Saudi membeli sahibm Citi-bank, atau lembaga Tabung haji membeli saham pusat retail Giant di malysia, dan lain sebagainya. Kita mengharapkan semoga dalam masa yang akan datang lebih banyak lagi konglomerat muslim membeli saham-saham tersebut, sehingga keuntungan tersebut dapat kembali menjadi milik umat islam. Alhamdulillah, bru-baru ini di kota medan, swalayan Macan Syariah yang asalnya cabang dari Macan- Yohan telah dapat di refinance oleh konglomerat muda muslim, Fendi leong dan berubah nama menjadi swalayan Madinah Syariah,

Hal ini sangat penting, sebab jika kita meneliti bagaimana semangat berbelanja umat lain ke tempat saudaranya, itu lebih hebat daripada umat islam. Sebagai contoh, di negeri jiran, kita jarang melihat orang cina berbelanja ke tempat bukan cina, kecuali jika terpaksa; demikian juga kita jarang melihat umat India berbelanja kepada kedai bukan India, kecuali terpaksa; tetapi banyak orang melayu yang masih berbelanja kepada kedai cina dan India walaupun disampingnya ada kedai ,melayu. Mengapa ini terjadi..? sebab umat islam tidak sensitive dalam berbelanja, padahal seharusnya lebih baik memberikan keuntungan kepada sesama muslim daripada orang lain.
Padahal Rasulullah saw menggalakkan umat islam untuk melakukan transaksi perniagaan sesame muslim, sebagaiman tersirat dalam sebuah hadis disebutkan bahwa rasulullah bersabda : " Janganlah engkau memakan makanan kecuali dari makanan orang yang bertaqwa dan jangan sampai makananmu dimakan kecuali oleh orang yang bertaqwa ".( hadis riwayat AbuDaud dan Tirmidzi.). Dari hadis ini dapat dilihat bahwa rasulullah menganjurkan kepada umatnya agar melakukan interaksi ekonomi sesame muslim yang bertaqwa, sehingga pembeli adalah bertaqwa dan penjual juga orang yang bertaqwa. Hadis ini menganjurkan agar umat islam agar menjual kepada umat islam dan membeli dari umat islam, sehingga uang umat islam akan berputar untuk kegunaan umat islam.

Jika kita jalan-jalan ke kedai the-tarik di negeri jiran, maka akan melihat bahwa segala sesuatu baik itu sendok, piring, gelas, semuanya dibuat dari negeri India, karena pemilik kedai adalah orang India; demikian juga kalau kita masuk ke kedai cina, segala barang yang dipakai adalah buatan cina, tetapi kalau kita lihat ke kedai umat islam, maka barang yang dipakai adalah produk dari bukan negeri islam. Mengapa demikian,.? Bayangkan jika seandainya setiap masjid mempunyai koperasi yang menerima barang-barang umat islam, dari sayur mayor, minyak, beras, sampai kepada selop, minuman , pakaian, dan keperluan rumah tangga disediakan oleh koperasi masjid, dan umat Islam mempunyai semangat belanja ke masjid; maka umat islam akan memiliki ekonomi yang kuat.Koperasi tersebut dipasok oleh home-industri umat islam, atau perusahaan besar muslim, buka dari pemasok non-muslim; maka roda ekonomi akan berpihak dari umat islam kepada umat islam. Lihatlah pada masa lalu, di negeri-negeri muslim terkenal dengan home-industri, seperti sepatu di Cibaduyut, Jawa barat; batik di pekalongan, Jawa tengah, dan itu semua adalah kantong-kantong umat islam. Pada masa lalu, hampir semua kantong ekonomi dikuasai oleh umat islam sehingga pedagang muslim membentuk jaringan dengan membentuk Serikat Dagang Islam pada bulan Oktober 1905 yang diketuai oleh haji samanhudi. Pemerintah colonial belanda melihat bahwa jaringan ekonomi umat islam ini sangat berbahaya sehingga pada tahun 1912 serikat dagang islam dibubarkan dengan alas an terlibat huru-hara di kota Solo, dan untuk menyelamatkan jaringan tersbeut maka H.Omar said Cokroaminoto merubah nama menjadi Sarekat Islam, tetapi disayangkan dengan perubahan nama tersebut maka focus perhatian yang semalu berkisar pada masalah koperasi dan perdagangan telah beralih kepada masalah politik.

Kita harus mengakui bahwa potensi ekonomi merupakan modal dalam kekuatan umat. Jepang menjadi negara maju karena menguasai potensi ekonomi, yahudi menguasai dunia karena menguasai potensi ekonomi, sebagaimana nabi Muhammad saw menguasai Madinah dengan menguasai potensi ekonomi. Sewaktu beliau hijrah dari makkah ke Madinah, maka dalam delapan bulan pertama nabi berusaha bagaimana potensi ekonomi yang dikuasai oleh yahudi Madinah dapat beralih ketangan orang islam. Oleh sebab itu nabio menyuruh umatnya untuk melakukan aktivitas ekonomi, dari perkebunan, dan perniagaan; sehingga sejarah mencatat bahwa padang pasir yang tandur tersebut berubah menjadi kebun kurma dari madinah sampai ke gunung uhud. Pada awalnya ekonomi madinah terpusat pada tiga pasar madinah, Zabalah,Yasar dan Safasir yang dikuasai oleh Yahudi Madinah; Di pasar yahudi tersebut lengkap, semuanya ada, dan hampir semua penduduk madinah berbelanja disana, sehingga orang yahudi memungut keuntungan sebab pemilik pasar adalah yahudi.


Setelah nabi menyruh umat islam aktif dalam setiap lini ekonomi, maka nabi melihat bahwa untuk mematahkan ekonomi yahudi, tersebut hanya dengan membuat pasar wakaf. Nabi membeli sebidang tanah lapang untuk menjadi pasar madinah. Riwayat menyatakan bahwa tanah itu berasal dari tanah tempat buang sampah dan kuburan Bani saad bin Ubadah, kemudian dijadikan pasar wakaf umat islam, sehingga dalam waktu yang singkat peniaga muslim yang tadinya menjual di mpasar yahudi, pindah ke pasar wakaf; dan masyarakat muslim yang tadinya membeli ke pasar yahudi pindah ke pasar muslim; akibatnya dalam waktu delapan bulan ketiga pasar yahudi menderita kerugian dan Hal ini dapat terjadi sebab nabi mengarahkan para sahabat untuk berniaga kepada umat islam, membeli dari umat Islam dan menjual kepada umat islam, sehingga dalam waktu delapan bulan tahun pertama hijrah, semua pusat-pusat ekonomi dikuasai oleh umat islam. Semoga dengan Forum ekonomi Islam se-dunia, dan akan dibukanya Macan Syariah berubah menjadi Madinah Syariah; dapat mengembalikan potensi ekonomi umat islam tetapi dengan syarat umat islam memiliki semangat produksi, semangat interprenership, dan sensitivitas untuk berbelanja di kedai-kedai umat islam.
Fa'tabiru ya ulil albab.
Kuala lumpur, 1 Juni 2007
Muhammad Arifin Ismail.

Friday, June 1, 2007

Pondok Pesantren dan Virginia tech University


“ Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakanmu “ ( QS. Al Alaq : 1 ).
Baru-baru ini seluruh dunia dikejutkan dengan kejadian penembakan membabibuta seorang mahasiswa asal korea di sebuah universitas Amerika, Virginia Tech dengan memakan korban tigapuluh dua mahasiswa yang sedang mengikuti perkuliahan. Hal ini sangat mengejutkan masyarakat dunia sebab Amerika yang selama ini dianggap sebagai negara yang paling demokratis, dan menjunjung tinggi nilai-nilai ilmiah, apalagi dalam sebuah perguruan tinggi, ternyata menghasilkan seorang mahasiswa emosional yang dengan seenaknya menembak kawan-kawannya dengan membabibuta. Mengapa hal ini dapat terjadi di sebuah lembaga ilmu pengetahuan? Seorang mahasiswa yang sepatutnya berpikir rasional, ternyata tidak dapat menahan rasa marahnya sehingga dengan begitu mudah melakukan tindakan brutal dan terror kepada warga kampus. Berarti lembaga pendidikan Amerika telah melahirkan seorang teroris, dan melakukan kegiatan terorisme di dalam negara yang katanya anti terorisme.

Padahal beberapa tahun yang lalu, sewaktu kejadian peledakan menara “ World Trade Center” di Amerika, atau yang lebih terkenal dengan nama “ kejadian 11 September 2001 “, langsung Amerika menuduh bahwa peledakan tersebut dilakukan oleh gerakan al Qaeda yang dipimpin oleh Osamah bin Laden, ditambah lagi dengan kejadian peledakan di bali, Inggeris dan lain sebagainya, maka masyarakat barat langsung menghubungkan tindakan teroris tersebut dengan sekolah madrasah dan pondok pesantren. Dengan begitu mudah mereka menuduh bahwa tindakan teroris yang dilakukan oleh sebagian umat islam tersebut ( walaupun belum terbukti sampai hari ini bahwa sebelas September itu dilakukan oleh umat Islam ) dan langsung menuding bahwa ini akibat kurikulum pesantren atau madrasah. Sehingga di Pakistan beberapa madrasah di tutup dan diserang dengan alas an menjadi gudang teroris, dan di beberapa negara sekolah-sekolah islam , pondok pesantren dicurigai dan diawasi oleh aparat negara.

Anehnya, sewaktu tindakan terror tersebut dilakukan oleh Mahasiswa Amerika di kampus Amerika, tidak ada yang menuding bahwa kampus amerika telah mendidik teroris, demikian juga sewaktu kasus penganiayaan praja (mahasiswa) yang terjadi di Instituit Pemerintahan Dalam negeri ( IPDN ), tidak langsung orang berpikir bahwa lembaga pendidikan calon pemimpin bangsa itu merupakan sarang premannisme; tetapi mengapa sewaktu seorang muslim atau bekas santri sebuah pesantren melakukan tindakan terror langsung media mengarahkan opini masyarakat bahwa sekolah agama, madrasah, pesantren merupakan gudang teroris, sehingga perlu diawasi , dan dirubah kurikulumnya. Apakah dengan adanya ayat jihad dalam Al Quran maka al Quran itu mengajarkan tindakan terror, padahal ayat jihad itu menyuruh umat islam untuk mempertahankan agama daripada serangan musuh. Apakah dengan belajar menembak bagi pasukan tentera, maka dianggap bahwa tentera itu dianggap teroris. Apakah dengan memiliki nukler bagi suatu negara maka dianggap itu negara teroris, seperti Amerika, Israel, Rusia, India , Korea Utara, dan Iran ? Oleh sebab itu jika Amerika, India, Korea Utara, Rusia boleh memiliki nukler, mengapa Iran tidak boleh memiliki senjata nukler. Ini merupakan cara berpikir yang salah, dan tidak adil. Jika cara berpikir ini benar, mengapa kita tidak menuding bahwa universitas di Amerika mendidik teroris, karena terbukti mahasiswanya melakukan tindakan terror kepada kawannya sendiri.


Tetapi dengan kejadian tersebut dapat kita lihat bahwa sebenarnya pendidikan di Amerika, atau pendidikan seperti di IPDN telah gagal menciptakan orang yang baik, sebab ternyata lembaga pendidikan tersebut hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi tidak mengajarkan akhlak, sopan santun, adab, dan etika yang patut dihormati oleh semua orang terutama oleh insan akademis. Ini sebagai bukti bahwa lembaga pendidikan dunia pada saat ini, dengan kurikulum secular, kurikulum yang memisahkan antara nilai-nilai agama, nilai-nilai iman dalam pendidikan, maka berakibat kepada lahirnya pelajar dan mahasiswa yang tidak memiliki akhlak. Padahal kajian ilmiah dari Harvard University menyatakan bahwa sebenarnya keberhasilan seseorang itu tergantung kepada kecerdasan emosional 85 persen dan kecerdasan intelektual hanya 15 persen. Apalagi dengan penemuan baru lagi disebutkan bahwa manusia tidak hanya memiliki kecerdasan emosional, dan intelektual tetapi juga memiliki kecerdasan spiritual. Malahan akhir-akhir ini kecerdasan emosional itu dipisahkan dengan kecerdasan emosional secara pribadi dan emosioal secara social yang disebut dengan kecerdasan social.

Akibat dari sistem lembaga pendidikan yang hanya mengutamakan kecerdasan intelektual, maka pelajar dan mahasiswa akan lemah dalam kecerdasan emosional, social, dan spiritual. Hal ini terjadi sebab kurikulum pelajaran dan pendidikan selama ini hanya mengacu kepada kecerdasan intelektual. Hanya saja akhir-akhir ini sudah diperkenalkan dengan kurikulum berbasis kompetensi, tetapi nampaknya masih coba-coba dan pelaksana pendidikan belum siap sepenuhnya. Terbukti dengan kurikulum tersebut yang katanya tidak mementingkan kecerdasan intelektual saja, tetapi meliputi seluruh bakat anak, sehingga tidak mengenal juara kelas, sebab semua anak pandai dalam bidang masing-masing; tetapi mengapa pada waktu ujian nasional diadakan target angka kelulusan, yang hanya terbatas kepada kurikulum intelektual. Malahan akibat mengejar target angka kelulusan tersebut, banyak sekolah bermain kucing-kucingan dengan muridnya, dimana murid yang sedang ujian langsung mendapat jawaban dari gurunya sendiri melalui sms handphone; sebab sekolah nanti malu jika muridnya tidak lulus dan tuidak mendapat target kelulusan. Untuk apa mengejar kelulusan yang ditargetkan jika untuk itu dilakukan pengkhianatn ilmu , sehingga jika sekolah saja sudah melakukan pembocoran jawaban kepada muridnya sendiri, mungkinkah si murid akan belajar dengan baik dan menjadi murid yang berakhlak..? Ada pepatah yang mengatakan jika guru kencing berdiri, maka murid kencing berlari; bagaimana generasi akan datang menjadi generasi yang berkualitas jika sekolah saja sudah bermain dengan angka dalam ujian untuk mengejar target. Maka sebenarnya kasus di Virginia tech University, dan IPDN adalah gambaran tentang lembaga pendidikan dunia hari ini. Di barat lembaga pendidikan yang tidak mengajarkan akhlak dan nilai-nilai moral akibat dari dipisahkannya agama dalam sains dan teknologi; sedangkan IPDN adalah gambaran daripada sistem pendidikan nasional yang penuh dengan ketidak jujuran antara pelaksana pendidikan dengan pelajar atau mahasiswa. Tidak jujur dalam menerima pelajar, tidak jujur dalam melakukan ujian, tidak jujur dalam mendapatkan gelar dan ijazah; berarti lembaga pendidikan kita telah mengajarkan ketidak jujuran sehingga jika tamat menjadi pejabat, pegawai, pedagang, tokoh masyarakat, yang dibawa dari sekolahnya bukanlah ijazahnya, atau kecerdasannya, tetapi ketidak jujurannya.
Jika demikian , maka tidak salah mengapa sampai hari ini bangsa kita tidak pernah bangkit daruipada krisis kekepimpinan, sebab walaupun pemimpin itu memiliki segudang gelar, memiliki segudang pengalaman, tetapi ketidak jujuran yang telah diajarkan oleh lembaga pendidikannya, ditambah lagi dengan media massa, dan contoh perlakukan masyarakat merupakan sekolah terbaik untuk dirinya. Jika dulu ada orang berkata “ rajin pangkal pandai” tetapi sekarang yang rajin kalah ujian sedangkan yang tidak jujur lulus ujian; jika dulu ada pepatah “hemat pangkal kaya”, tetapi sekarang siapa yang berkolusi maka dia jadi kaya, siapa jadi pejabat pasti cepat kaya. IPDN yang mengajarkan kekerasan menjadi sekolah calon pemimpin, Virginia tech perguruan tinggi teknologi melahirkan teroris, sedangkan pesantren, madrasah yang mengajarkan nilai-nilaiiman dan akhlak dicurigai, sekolah-sekolah sudah biasa melakukan ketidakjujuran, bagaimana mungkin generasi akan datang akan menjadi generasi pemimpin yang beriman, berakhlak dan berilmu..? Sebab itulah dalam Al Quran tertera ayat yang artinya “ bacala dengan nama Tuhanmu yang menciptakanmu “ ( QS. Al Alaq : 1 ) agar umat manusia dalam mencari ilmu, dalam belajar tidak melupakan nilai-nilai keimanan kepada Tuhan, sebab nilai-nilai iman kepada Tuhan itulah yang dapat mengontrol dan mengawasi emosi dan akhlak manusia. Fa’tabiru ya Ulil albaab.








Friday, May 25, 2007

HAIKAL SULAIMAN


“Sesungguhnya kamu (bani Israel)akan membuat kerusakan dimuka bumi ini dua kali “ ( QS. Al Isra: 4 ).
Masyarakat yang pertama mendiami bumi Palestina adalah kaum Kan'an dari keturunan nabi Nuh. Kemudian datanglah nabi Ibrahim ke bumi Kan'an. Nabi Ibrahim mempunyai anak yaitu nabi Ishaq dan nabi Ismail. Nabi Ishaq mempunyai anak bernama Ya'kub, Nabi Ya’kub juga dipanggil dengan nama Israel. Nabi Ya’kub mempunyai dua belas anak. Keturunan dari kedua belas anak nabi ya’kub itulah yang disebut dengan sebab itu maka keturunan dengan Bani Israel. Sewaktu nabi Yusuf menjadi menteri di Mesir, maka anak-anak Ya'kub berhijrah ke negeri Mesir, dan menetap disana. Sewaktu negeri Mesir di bawah kekuasaan Fir'aun yang berasal dari bangsa Qibti, maka penduduk mesir yang berasal dari bani Israel menjadi masyarakat hamba sahaya, sehingga datanglah nabi Musa membawa mereka keluar dari bumi Mesir, menuju bumi Palestina. Dalam perjalanan, nabi Musa wafat dan mereka belum lagi masuk ke wilayah Palestina. Akhirnya mereka berdiam di sebelah timur negeri Jordan, sehingga pada masa nabi daud. Baru setelah di bawah pimpinan Thalut mereka baru dapat memasuki Palestina. Setelah Thalut meninggal, maka nabi daud diangkat menjadi raja pengganti Thalut yang menyatukan seluruh bani Israel. Nabi Daud membina kota Jerusalem, dan kemudian dilanjutkan oleh nabi Sulaiman membina sitana yang disebut dengan Haikal Sulaiman ( Solomon temple). Kemudian setelah meninggal nabi Sulaiman, kerajaan bani Israel terpecah menjadi dua kerajaan kecil, sehingga datang serangan dari raja Babilonia Nebuchadnezar II menjajah bumi palestina, dan menghancurkan haikal sulaiman. Kaum yahudi akhirnya ditawan , dan dibawa ke bumi babilonia untuk menjadi hamba sahaya selama tujuh puluh tahun. Pada tahun 160 Masehi, Pasukan romawi datang menaklukkan Palestina, dan orang yahudi kembali bebas di bumi palestina,dan mereka kembali mendirikan haikal Sulaiman, tetapi setelah pemerintaan raja titus, orang yahudi ditindas kembali, sehingga datang Islam. Nabi Muhammad sebelum meningal telah melantik Usamah bin Zaid sebagai panglima pasukan melawan pasukan Romawi; dan baru pada masa pemerintahan Abubakar shiddiq, pasukan islam dapat menguasai bumi Syria. Akhirnya pada masa khalifah Umar bin Khatab , kaum muslimin dapat mengalahkan pasukan Romawi dalam perang Yarmuk, dan mengusir pasukan Rom dari bumi palestina. Sayidina Umar datang sendiri untuk menerima kunci baitul maqdis yang diserahkan oleh Pendeta Nasrani. Pada masa Umayyah, Khalifah Abdul malik bin Marwan membina Kubah Batu yaitu tempat nabi Muhammad melakukan perjalanan Isra dan mi'raj; dan pada masa Khalifah al Walid bin Abdul Malik disempurnakan pembangunan Masjidil Aqsha sebagaimana sekarang. Pada tahun 1099 tentera eropah datang menguasai Baitul Maqdis, dengan membunuh tujuh puluh ribu muslim, sehingga masjidil aqsha tergenang darah. Umat Islam mengadakan perlawanan sehingga pada tahun 1187 panglima Salahudin Al Ayubi dapat merebut kembali Baitul Maqdis. Pada tahun 1516 Masjid Baitul Maqdis dibawah pemerintahan Daulah Usmaniyah, sampai tahun 1918 dengan kekalahan Turki Usmaniyah pada perang dunia pertama. Pada tahun 1887 organisasi yahudi Zionis berkumpul di Basel, Swiss dan pada saat itu Theodore Hetzl berkata : Sesungguhnyas alas an kita berkumpul di tempat ini adalah untuk mencari tanah yang akan dijadikan sebuah Negara…kami diusir dan dibantai di setiap tempat, maka kami harus berkumpul di suatu tempat dan ditempat yang paling baik adalah negeri nenek moyang kami dahulu yaitu Jerussalem, dimana Haikal Sulaiman berdiri, karena menurut kitab taurat dan Talmud kami harus mendirikan haikal sulaiman kembali.Melalui tangan putra Daud kami akan memerintah dunia…rintangan terbesar untuk itu adalah daulah usmaniyah maka tugas kita adalah membujuk atau menghancurkan daulah usmaniyah tersebut “. Inilah keputusan mereka, sehingga kelompok Zionis merancang perang dunia pertama untuk menghancurkan daulah usmaniyah, disamping menyusun konspirasi dari dalam sehingga jatuhlah khilafah islam di turki dan digantikan dengan pemerintahan sekular oleh Mustafa Kamal atTaturk yang mengizinkan bumi palestina dimasuki kelbali oleh yahudi.
Sejak itu maka bumi Palestine berada di bawah kuasa pemerintahan Inggeris. Pada waktu itu bangusa yahudi hanya mempunyai negeri tetapi belum mempunyai Negara, akhirnya dirancanglah perang dunia kedua sehingga melahirkan Persatuan Bangsa Bangsa, yang telah ditancang oleh kelompok Zionis untuk melahirkan Negara Israel. dan pada tahun 1948 dengan persetujuan PBB maka terbentuklah Negara Israel pada tahun 1948 di bumi palestina.
Dari sejarah singkat ini dapat dilihat bahwa sebenarnya bangsa yahudi memerintah bumi palestina hanya dalam masa 414 tahun sahaja ( 1000 - 586 SM ), sedangkan setelah itu negeri kan'an tersebut diperintah oleh bangsa lain yang berturut-turut dari penguasa Babylonia, penguasa Romawi, dan dibawah kerajaan islam yang memerintah selama 12 abad dan akhirnya pada baru pada tahun 1918 bumi palestina berada dibawah kuasa Inggeris, sehingga berdiri negara Israel pada tahun 1948. Dengan berdirinya Negara Israel tujuan mereka adalah mengembalikan kekuasaan Sulaiman yang telah berkuasa dari Jerussalem sampai Yaman (sebab ratu Balqis dari yaman ) dan dari negeri Irak sampai Mesir ( sebab yusuf pernah berkuasa di mesir ). Penguasaan Israel dari Jerusaklem sampai ke yaman, dan dari Iraq sampai ke Mesir inilah yang mereka sebut dengan Great Israel atau Israel Raya. Sebab itulah maka lambing Negara mereka adalah bintang daud ( David star ) yang bersegi enam. Untuk sebagai mencapai kekuasaan tersebut diperlukan uang , sehingga untuk itu mereka membuat lambing $ dalam mata uang dollars. Huruf S adalah symbol dari sulaiman, sedangkan garis dua adalah symbol daripada tiang haikal sulaiman. Berarti dengan dollars ( $ ) mereka akan membangun Haikal Suilaiman yang akan menjadi pusat pemerintahan dari Jerissalem sampai ke Yaman, dari Iraq sampai ke Mesir sebagaimana yang dilambangkan oleh bintang Daud. Oleh sebab itu perancangan meruntuhkan masjid al aqsha dan membangun Haikal Sulaiman merupakan cita-cita mereka sejak ribuan tahun yang lalu, dan bayangkan jika mereka berkuasa jangankan bumi palestina, tetapi Saudi Arabia, yaman, Iraq, iran, seluruh timur tengah akan berada dibawah kuasa mereka, apakah umat islam dapat tidur dengan nyenyak mendengar rencana ini semua..? Fa’tabiru ya ulil albab.

Friday, May 18, 2007

KERJA NABI DAN RASUL

“ Carilah karunia Allah dengan bekerja di muka bumi ini dan ingatlah kepada Allah “ (QS. Al-Jumuah : 10 )

Dalam kitab “ Iktisab fi rizqil mustathab “, Muhammad bin al hasan as Syaibani, murid dari Imam Abu hanifah, menyatakan bahwa kerja keras itu adalah merupakan sunnah para nabi dan rasul ( tariqul mursalin ). Menurut beliau, orang yang pertama kali bekerja keras adalah nabi Adam alaihissalam. Hal ini berdasarkan ayat “ Hai Adam sesungguhnya syetan ini adalah musuh bagimu dan isterimu, maka janganlah sampai dia mengeluarlah kamu berdua dari dalam surge yang menyebabkan kamu akan sengsara “ ( Q.S.Taha : 117 ). Maksud sengsara ( tasyqa ) dalam ayat ini adalah sengsara dan susah dalam mencari bekerja mencari rezeki. Dalam suatu riwayat disampaikan bahwa nabi Adam sewaktu turun ke atas permukaan dunia, maka datanglah Jibril dengan membawa biji gandum. Jibril kemudian mengajarkan kepada nabi Adam bagaimana menanam biji gandum dan memelihara mengolah dan memelihara pokok gandum tersebut, dan kemudian mengajarkan nabi Adam bagaimana menuai buah gandum dan memproses biji gandum menjadi tepung gandum, selanjutnya mengajarkan Adam bagaimana membuat roti daripada tepung gandum tersebut. Setelah selesai membuat roti, masuklah waktu ashar, kemudian Jibril berkata : Allah menyampaikan salam kepadamu wahai Adam, dan jika kamu menahan diri sebentar lagi dengan berpuasa (sampai waktu berbuka), maka Allah akan mengampunkan dosa-dosamu, dan memberikan pertolongan kepada anak cucumu. Oleh sebab itu Adam menahan dirinya dari memakan roti tersebut sampai waktu berbuka, padahal dia sangat ingin untuk mencicipi roti yang baru dibuatnya tersebut agar dia dapat merasakan apakah roti itu sama lezatnya dengan makanan di surga. ( Iktisab fi rizqil mustathab, Imam Syaibani, halaman.27 ). Dari keterangan diatas dapat dilihat bahwasanya nabi Adam alaishisalam sejak hari pertama turun kedunia telah bekerja untuk mencari rezki dengan menanam gandum, memproses gandum menjadi tepung dan membuat roti dari tepung gandum yang diprosesnya di bawah bimbingan malaikat Jibril alaihisalam. Hal ini menunjukkan bahwa anggapan selama ini bahwa orang zaman dahulu, manusia purba hidup mereka adalah seperti “ manusia tarzan “, yang hidup di atas pohon dan makan daun kayu adalah salah sama sekali, sebab riwayat menyatakan bahwa nabi Adam telah makan roti sejak hari pertama dia turun ke dunia. Sejarah membuktikan bahwa nabi Adam manusia pertama telah mengenal peradaban dengan makan roti.

Demikian juga riwayat menyatakan bahwa nabi Idris setelah nabi Nuh adalah seorang tukang jahit, dan seorang perancang busana. Berarti manusia purba dalam konsep islam bukanlah orang yang hanya memakai pakaian seperti “manusia tarzan “ yang hanya memakai celana dalam, tetapi mansuia yang telah berpakaian. Nabi Adam dan Hawa sebaik turun ke bumi, diajarkan jibril juga bagaimana membuat baju dari kulit kayu, sehingga Adam dan hawa sejak hari pertama kedatangannya ke dunia sudah memakai baju dan menutup aurat. Berarti keturunan Adam, masyarakat pada zaman nabi Adam telah memakai baju, maka tidaklah salah jika nabi Idris yang datang setelah generasi nabi Adam bekerja sebagai tukang jahit dan perancang baju. Baju adalah alat untuk menutup aurat, oleh sebab itu jika menutup aurat itu wajib, maka membuat baju adalah merupakan suatu kewajiban. Nabi dan rasul sebagai mansuia contoh, adalah orang yang pertama melakukan kewajiban dalam menutup aurat, sehingga jika nabi Adam dan Idris telah memakai baju bukanlah cerita dongeng.

Nabi Nuh alaishisalaam adalah seorang tukang kayu, sehingga beliau dapat membuat kapal yang begitu hebat sebagai persiapan menghadapi banjir besar. Malahan riwayat menyatakan bahwa nabi Nuh membuat kapal tersebut selama empat puluh tahun ( umur nabi nuh Sembilan ratus lima puluh tahun ), dan kapal tersebut bertingkat tiga dengan panjangnya dua ribu, atau sekitar satu kilo meter, tingginya tiga puluh hasta (lima belas meter ), dan lebarnya enam ratus hasta atau sekitar tiga ratus meter. ( Al Bidayah wan Nihayah, Ibnu Katsir, jilid 1, halaman 114 ).
Dari riwayat diatas dapat dilihat bahwa nabi Nuh alaihisalam adalah seorang arsitek pembuat kapal yang begitu hebat mengalahkan kapal titanic yang menjadi kebanggaaan hari ini.

Nabi Ibrahim adalah seorang pedagang baju, sehingga kemana pergi dia selalu menjual baju. Sebagaimana diketahui bahwa sebab nabi Ibrahim adalah termasuk nabi yang banyak berjalan, beliau berasal dari balik sungai tigris, ( ada yang mengatakan dari kawasan india, sebab di india sampai saat ini ada kaum Brahmin ), berjalan menuju Babilonia dengan raja Namrud, dari negeri irak ini beliau berjalan sampai ke mesir, sehingga mendapatkan hadiah dari raja Masir , dan juga mendapatkan hajar yang pada awalnya diberikan sebagai pembantu kemudian menjadi isteri yang kedua, dari mesir berjalan lagi ke Palestina, dan dari bumi palestina, membawa hajar dan ismail ke kota Makkah. Rasulullahs aw pernah bersabda : “ Bekerjalah kamu dengan menjual pakaian, sebab nabi Ibrahim dulu juga seorang penjual pakaian “ ( riwayat dailami ).

Nabi Ismail bekerja sebagai pemburu, sehingga beliau merupakan orang yang paling pandai dalam berburu, sedangkan nabi Musa adalah seorang peternak, sebagaimana diriwayatkan bahwa mas kawin Musa sewaktu akan menikahi putrid nabi Syuaib adalah bekerja menjadi peternak selama delapan tahun : “ Dan berkatalah dia ( nabi Syuaib ) : Sesungguhnya aku bermaksud menikahkan kamu dengan salah seorang dari kedua anakku ini, atas dasar bahwa kamu bekerja denganku selama delapan tahun dan jika kamu cukupkan sepuluh tahun, maka itu adalah dari kamu “ ( QS. Qashas : 27 ).

Nabi daud alahisalam adalah seorang tukang besi. Riwayat menyatakan bahwa pada suatu hari nabi daud setelah menjadi khalifah keluar melihat-lihat rakyatnya, dengan menyamar sebagai orang biasa. Pada suatu hari dia bertanya kepada seorang pemuda : Bagaimana pendapatmu tentang pemimpinmu Daud ? “. Pemuda itu menjawab : “ daud itu adalah orang yang sangat baik, tapi sayang dia masih bergantung hidupnya daripada uang Baitul Maal, sedangkan sebaik-baik manusia adalah makan dari hasil keringatnya sendiri “. Mendengar komentar rakyatnya tadi, nabi daud segera pulang dan berdoa : ‘ Ya Allah, ajarkanlah aku suatu usaha yang membuatku tidak bergantung dengan Baitul Maal “. Kemudian Allah Taala mengajarkan nabi daud bagaimana memproses besi, sehingga dapat dijadikan baju besir untuk berperang, sebagaimana firman Allah : “ Dan Kami telah melunakkan besi untuknya “ ( QS. Saba:1). Ibnu kasir menyatakan bahwa nabi daud dapat membuat duapuluh lima baju besi dalam sehari dan baju itu dijual dengan harga dua belas ribu dengan mata uang pada waktu itu. Nabi daud menjadi penguasa dan bekerja sebagai pandai besi, dan hari ini juga terbukti bahwa siapa yang menguasai industry dan teknologi maka dia menguasai dunia.

Nabi zakaria alaihissalam bekerja sebagai tukang kayu, dan nabi isa alaihislaam bekerja sebaagi penjual kain yang telah disulam oleh Ibunya. Walaupun ibunya Maryam telah dijamin Allah untuk tetap mendapat makanan daripada surge, tetapi dia tetap bekerja menyulam pakaian sambil beribadah di dalam masjidil aqsha, dan anaknya nabi Ismail menjual hasil sulamannya, dan mereka berdua hidup dari penghasilan tersebut. ( Iktisab, Imam Syaibani, halaman 28 ). Nabi Yusuf adalah pakar ekonomi, sehingga sewaktu mesir dilanda krisis ekonomi, nabi yusuf diserahi tugas membenahi perekonomian mesir dan beliau sukses, sehingga ekonomi mesir menjadi pulih. Nabi Muhammad juga adalah seorang pekerja, sehingga dalam usia yang sangat muda, umur delapan tahun sampai remaja, beliau bekerja sebagai pengembala kambing. Setelah dewasa beliau berniaga dengan menjualkan barang dagangan daripada Khadijah, dan setelah kawin dengan khadijah, beliau tetap menjalankan harta perniagaan tersebut.

Dari keterangan diatas dapat dilihat bahwa para nabi, sebelum bertugas menyampaikan misi risalah kepada umatnya, mereka juga seorang pekerja yang handal, dan pakar dibidangnya masing-masing, sebab itu dalam pandangan Islam, kerja itu adalah tugas yang harus dilakukan sebagai bukti kekhalifahan di atas permukaan dunia. Khalifah adalah mengelola alam dengan sebaik-baiknya, maka seorang manusia disamping sebagai hamba, maka dia juga sebagai khalifah; dan tugas kekhalifahan tersebut tidak dapat dilakukan kecuali dengan membuktikan dirinya dapat bekerjadengan baik sesuai dengan kemampuan masing-masing. Sudah waktunya, umat islam menjadi pekerja yang baik, tekun, handal dan berprestasi sebagaimana para nabi-nabi teedahulu dan ini merupakan sunnah dan tradisi pada nabi dan rasul. Fa’tabiru ya Ulil albaab. ( Muhammad Arifin ismail ).

Friday, May 11, 2007

KEGEMBIRAAN SEORANG MUSLIM



“ katakanlah : Dengan karunia dan rahmat Allah, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Hal itulah yang lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan “ ( Surah Yunus : 58 ).

Perasaan gembira dan senang itu adalah fitrah manusia atau sifat yang dijadikan Allah dalam diri manusia, sebagaimana fitrah yang lain seperti sedih, marah, dan lain sebagainya. Hanya saja fitrah tersebut hendaklah dipakai sesuai dengan petunjuk Allah, dimana kita boleh bergembira dan dimana bergembira itu tidak boleh dipakai. Dalam Al Quran disebutkan : “ hai manusia sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penawar bagi apa yang terdapat dalam hatimu, dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman. Katakanlah (Hai Muhammad) : dengan karunia dan rahmat Allah, hendaklah mereka bergembira. Hal itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan “ ( Surah Yunus : 57-58).

Sahabat nabi, Ibnu Abbas, Qatadah, Mujahid, dan tabiin ( pengikut sahabat ) Hasan al Basri menyatakan bahwa yang dimaksud dengan karunia Allah dalam ayat ini adalah agama Islam; sedangkan yang dimaksud dengan rahmat-Nya dalam ayat ini adalah kitab suci Al Quran. Menurut sahabat nabi yang lain, Abu Said al Khudri menyatakan bahwa maksud dari karunia Allah dalam ayat tersebut adalah Al Quran, dan maksud dari rahmatNya adalah “ menjadi ahli Quran, orang yang memahami Al Quiran “. Oleh sebab itu karunia Allah itu lebih umum daripada rahmat Allah. Karunia Allah diberikan kepada semua orang islam, sedangkan rahmat Allah hanya diberikan kepada sebagian orang islam yang dapat mendalami dan memahami Al Quran. Allah Taala menjadikan seseorang itu menjadi pemeluk agama islam dengan karuniaNya dan memberikan pemahaman terhadap Al Quran merupakan rahmatNya sebagaimana dinyatakan dalam Al Quran : “ dan kamu tidak pernah mengharapkan Al Quran diturunkan kepadamu, tetapi ia diturunkan karena suatu rahmat yang besar dari Tuhanmu “ ( Surah al Qashash : 86).

Menurut Ibnu Qayim al jauzi dalam kitab Madarijus Salikin, gembira adalah kelezatan yang dirasakan oleh hati karena mendapatkan apa yang dicintai dan diinginkan dan kesedihan adalah kehilangan sesuatu yang dicintai. Dalam Al Quran ada kegembiraan yang dicela dan ada kegembiraan yang dipuji. Kegembiraan yang dicela dinyatakan dalam Al Quran adalah kegembiraan dengan harta kekayaan sebagaimana dinyatakan :“ Sesungguhnya Karun adalah termasuk kaum Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah anugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh orang yang kuat-kuat, ketika kaumnya berkata kepadanya : “ janganlah kamu bergembira (bangga ) , karena Allah tidak menyukai orang yang terlalu bergembira -karena berbangga dengan harta “ ( Surah al Qashah : 76 ).Dalam ayat lain Allah juga melarang kita untuk bergembira dengan kesenangan dunia : “ Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami akan membuka semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka,Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka diam dan berputus asa ‘ ( Surah Al An’am : 44 ).

Dari kedua ayat diatas dapat dilihat bahwa Al Quran mencela kegembiraan yang disebabkan oleh harta kekayaan dan pintu-pintu kesenangan dunia. Sebab bagi seorang mukmin, kesenangan dunia bukan menjadi penyebab kegembiraan, sebab kesenangan tersebut merupakan ujian apakah kita dapat bersyukur dengan nikmat tersebut atau kita menjadi kufur (tidak bersyukur dengan mempergunakan harta sesuaid engan perintah Tuhan). Hal ini dicontohkan oleh sikap nabi Sulaiman sewaktu beliau mendapat nikmat : “ maka tatkala Sulaiman melihat singasana (singasana ratu balqis dapat dipindahkan ke istana sulaiman dalam sekejap mata ) terletak di hadapannya, maka sulaiman berkata : Ini karunia Tuhanku untuk mengujiku apakah aku bersyukur atau aku menjadi kufur “ ( Surah an naml/27 : 40 ). Oleh sebab itu jika kita mendapat kesenangan dunia maka seorang mukmin tidak boleh bergembira, tetapi bersyukur, dan berusaha agar kenikmatan tersebut dapat dipakai dengan sesuatu yang bermanfaat, dan tidak menjadi penyebab siksa neraka. Inilah yang disimbolkan dengan doa : Allahumma bariklana fima razaqtana wa qina azaabannar..Ya Allah berkatilah apa yang engkau rezekikan kepadaku dan lepaskan aku daripada siksa neraka “.

Adapun kegembiran yang dipuji dalam Al quran adalah jika seorang mukmin bertambah iman, bertambah ilmu, dan bertambah amal, sebagaimana dalam Al Quran : “ Dan, apabila diturunkan suatu surah, maka diantara orang munafik ada yang berkata : Siapakah diantara kalian yang bertambah imannya dengan turunnya surah ini ? Adapun orang yang beriman maka surah itu akan menambah imannya, dan mereka merasa gembira “ ( Surah at taubah : 124 ).

Dari ayat diatas dapat dilihat bahwa kegembiraan seorang mukmin adalah apabila dia mendapatkan ayat-ayat Al Quran, dengan ayat itu dapat menambah imannya kepada Allah taala. Oleh sebab itu ulama berpendapat bahwa kesenangan dan kegembiraan yang dipuji oleh Alah adalah kegembiraan yang dikaitkan dengan mengenal Allah, mengenal rasuNya, mendengar dan memahami Al Quran dan sunah Rasul, mendapat ilmu pengetahuan, dan sesuatu yang dapat menguatkan keimanan, dan kegembiraan dapat menjalankan perintah Allah dan dapat menjauhkan diri darpadai laranganNya. Kegembiraan dengan iman inilah yang akan menjamin kegembiraan di akhirat : “ Adapun orang yang diberi kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah, dan dia akan kembali kepada kaumnya dengan gembira “ ( Surah al Insyiqaq: 7-9) “ Maka Tuhan memelihara mereka daripada kesusahan hari itu dan memberikan kepada mereka kejernihan wajah dan kegembiraan hati “ ( Surah Al Insan : 11 ).

Sedangkan kegembiraan atas kesenangan dan kenikmatan dunia sehinggadapat melupakan nilai-nilai keimanan akan berakibat kepada kesengsaraan di akhirat “ Adapun yang diberi kitabnya dari belakang, maka dia akan berteriak : Celakalah aku. Dan dia akan dimasukkan ke dalam api neraka yang menyala-nyala. Sesungguhnya ini diakibatkan karena dia dahulu (di dunia ) bergembira ( dengan nikmat dunia ) bersama-sama dengan keluarganya/kaumnya” (Surah Insyiqaq : 10-13).




Ibnu qayim membagi kegembiraan seorang mukmin menjadi tiga macam :

1. Kegembiraan perasaan dengan menghubungkan diri kepada Allah, dengan mendapat ilmu pengetahuan, dengan merasakan kebersamaan denganNya. Menghubungkan diri dengan allah, dengan melakukan ssegala aktiviti dibawah jalan-jalan dan hukum yang diperintahkanNya, dan menghindarkan diri daripada larangan-laranganNya, sebagaimana kegembiraan dengan melakukan shalat, puasa, zakat, haji, mendapatkan harta kekayaan dengan cara yang halal, menjalankan kekuasaan sesuai dengan keadilan yang diperintahkannya, bersilaturahmi, menolong orang faqir miskin, dan kegembiraan berjuang di jalan Allah. Juga kegembiraan dengan mendapatkan ilmu pengetahuan, memahami Al Quran, mempelajari hadis-hadis nabi, sejarah hidup rasulullah, hukum-hukum agama, dan lain sebagainya. Perasaaan gembira bersama Allah juga dapat dilakukan dengan selalu berdoa, bermunajat, berzikir, dan menghubungkan diri kepadaNya.

2. Kegembiraan amal sebagai bukti penghambaan seorang hamba kepada Tuhan. Maksudnya segala amal ibadah, sikap dan perbuatan yang dilakukan dalam kehidupan bukan hanya sekedar untuk menjalankan kewajiban tetapi merupakan sikap penghambaan kepada Allah, sehingga dengan segala kegembiraan akan menjalankan perintah dan berusaha mendapatkan keridhaanNya. Kegembiraan mukmin jika dirinya dapat selalu hidup dalam kecintaan dan penghambaan kepada Tuhan dan dia merasa sedih kesedihan jika berda dalam keadaan yang dimurkai Allah, atau tidak diridhaiNya. Gembira jika dapat mempergunakan segala waktu, segala kekayaan, segala kekuasaan, dan kedudukan hanya untuk menjalankan perintahNya, menghambakan diri kepadaNya, dan seorang mukmin merasa sedih jika masih ada kosong dan terluang tanpa mengingat Allah, masih ada kekayaan yang belum dipergunakan untuk berjihad di jalan Allah, masih ada tenaga yang hanya dipakai untuk memuaskan nafsu. Kegembiraan inilah yang digambarkan oleh Abubakar shiddiq sewaktu beliau memberikan seluruh harta kekayaannya untuk perjuangan islam.

3.Kegembiraan ruh dengan memenuhi segala hajat keimanan selama hidupnya sehingga ruh dapat keluar daribada dengan senyum kegembiraan. Ibnu Abbas berkata : “ kegembiraan akhirat adalah kegembiraan seorang manusia di saat nyawanya keluar naik dan berjumpa dengan Allah Taala”. Usaha agar ruh dapat kembali dan keluar dari jasad dalam keadaan tenang dan gembira merupakan perintah Allah sebagaimana dinyatakan dalam kitab suci Al Quran : “ Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan penuh keridhaan sehingga engkau juga mendapatkan keridhaan daripadaNya “ ( Surah al Fajr/89 : 27-28).Kegembiraan ruh ini dapat tercapai jika seorang muslim telah merasakan kegembiraan berhubungan dengan Allah, kegembiraan menjalankan kehidupan dengan penuh keimanan, dan kegembiraan dapat menjadikan seluruh perbuatannya sebagai bukti bagi penghambaan kepada Allah. Inilah kegembiraan seorang mukmin yang berbeda dengan kegembiraan seorang kafir, dimana mereka bergembitra jika mereka mendapat kesenangan dunia atau dapat memuaskan nafsu mereka. Fa’tabiru ya Ulil albaab.

Friday, May 4, 2007

ISLAM ITU ASING

“Islam itu bermula asing dan akan kembali menjadi asing “
( hadis rasulullah riwayat Ahmad )

Dalam sebuah hadis diriwayatkan oleh Ahmad, rasulullah saw bersabda :“ Islam itu bermula dalam keadaan asing dan akan kembali menjadi asing, seperti permulaannya,maka berbahagialah orang yang asing “. Sahabat bertanya : ya rasulullah : Siapakah orang asing itu ? Rasulullah menjawab : Itulah orang yang berbuat baik di waktu manuisa berbuat kerusakan “. Dari hadis ini dapat dilihat bahwa menjadi orang yang baik disaat semua orang rusak merupakan suatu kebahagian, bukan kehinaan. Disaat semua orang berbuat korupsi, kita menjadi orang yang jujur adalah asing, aneh, tetapi itu merupakan kebahagiaan.

Dalam hadis yang lain juga disebutkan : “ Berbahagialah orang yang asing dan aneh ”. Sahabat bertanya : “ Siapakah orang yang asing ya Rasulullah? Rasul menjawab : “ Orang asing itu adalah orang yang bertambah imannya sewaktu manuisa berkurang imannya “. ( riwayat Ahmad ). Dari hadis ini dapat dilihat bahwa orang yang mencari ilmu, mencari iman, mencari kebenaran adalah merupakan orang yang bahagia pada saat orang semua tidak mengetahui kebenaran, pada saat orang tidak lagi mengetahui mana yang halal dan mana yang haram, pada saat orang tidak mengetahui lagi mana islam yang benar, mana islam yang benar. Pada saat sekarang ini kita bingung ingin mencari islam yang benar, sebab banyaknya ajaran sesat, pemikiran sesat, seperti islam liberal dan lain sebagainya, maka yang berbahagia adalah orang yang mencari islam dengan ilmu, bukan ikut-ikutan, sehingga mengetahui hakikat islam sebenarnya, bukan asal ikut-ikutan.

Dalam hadis yang lain juga disebutkan : “ Berbahagialah orang yang asing”. Sahabat bertanya : “ Siapakah orang yang asing ? “. Rasululah saw menjawab : “ Orang yang saleh pada waktu ramai manusia berbuat maksiat. Orang yang mendurhakai mereka (orang saleh) lebih banyak daripada orang yang mengikut dan taat kepada mereka “ . dari hadis ini dilihat bahwa pada waktu budaya manusia telah rusak sehingga budaya liberal, budaya maksiat , budaya kafir, budaya syirik ada dimana-mana, maka orang yang berbuat baik adalah orang yang aneh, dan asing. Orang inilah orang yang bahagia, walaupun tidak dilihat orang, walaupun tidak terkenal, sebab yang dikenal bukan orang yang baik, tetapi orang yang rusak. Orang yang baik sebab tidak terkenal, maka ucapannya tidak di dengar, sedangkan orang yang jahat, sebab kekuasaannya, sebab poloperitasnya, maka pendapatnya didengar dan dipercaya.

Rasulullah juga bersabda pada hadis yang lain : “ Sesungguhnya orang yang paling disukai oleh Allah adalah orang yang asing”. Sahabat bertanya : “ Siapakah orang yang asing? “. Rasulullah saw menjawab : “ Orang yang asing itu adalah orang yang lari sambil membawa agamanya. Mereka berkumpul bersama Isa bin Maryam pada hari kiamat nanti “. Dalam hadis ini dilihat bahwa pada saat orang dalam kesesatan, maka orang yang baik adalah orang yang tetap dalam keimanan, lebih baik seorang diri dalam kesendirian daripada sesat; dia lebih senang lari dengan agamanya, dengan imannya, daripada bercampur dengan kemaksiatan, kekafiran dan kemunafikan.

Wednesday, April 4, 2007

SUNNATULLAH KALAH DAN MENANG


‘ dan janganlah kamu bertengkar, kamu akan menjadi gentar dan kekuatanmu akan hilang”( Surah al Anfal : 46 )

Khabbab bin Aris menceritakan bahwa pada suatu hari Rasulullah memanjangkan shalatnya, sehingga setelah selesai shalat, sahabat bertanya : “ Ya Rasulullah, engkau telah melakukan shalat begitu lama tidak seperti shalat yang lain. Rasulullah saw menjawab : Benar, dan dalam shalat itu aku mendapatkan sesuatu yang menyenangkan dan sesuatu yang menyedihkan, karena sesungguhnya aku dalam shalat tadi telah meminta kepada Allah tiga perkara, maka Allah mengabulkan dua dari permintaanku, dan menolak satu permintaanku. Aku meminta kepada Allah agar umatku tidak akan pernah dibinasakan dengan penyakit, maka Allah mengabulkannya; kemudian aku meminta kepada Allah agar umatku tidak akan pernah dikalahkan oleh musuhnya, dan Allah mengabulkan permintaan tersebut; dan pada waktu aku meminta agar umatku tidak menyakiti satu dengan yang lain, maka Allah tidak mengabulkan permintaan tersebut. ( hadis sahih riwayat Tirmidzi )

Dari hadis diatas dapat dilihat bahwasanya Allah telah mengabulkan doa rasulullah agar umatnya tidak hancur dengan penyakit, dan tidak dapat dikalahkan oleh musuh-musuh Islam, dan kedua doa tersebut dikabulkan oleh Allah; tetapi sewaktu nabi meminta agar umatnya tidak saling berperang, saling menyakiti, maka Allah tidak mengabulkannya. Mengapa Allah tidak mengabulkan permintaan yang ketiga? Sebab telah menjadi hukum dan sunatullah dalam kehidupan bahwa jika suatu kaum itu bersatu, maka kaum itu akan menang, tidak kira apakah kaum itu kafir atau beriman. Sebaliknya jika suatu kaum itu perpecah belah sesame mereka, berperang sesame mereka, menyakiti sesame mereka, maka pastilah kaum itu akan kalah, walaupun kaum itu beriman kepada Allah subhana wataala. Hal ini sesuai engan ayat Al Quran yang menyatakan akan sunatullah tersebut : “ Dan taatlah kepada Allah dan rasulNya dan janganlah kamu berbantah-bantahan yang menyebabkan kamu akan menjadi gentar dan kekuatanmu akan hilang ( Surah al Anfal : 46 ). “ dan berpeganglah kamu kepada tali Allah dan janganlah kamu bercerai berai “ ( Surah Ali Imran : 103 ).

Dari ayat tersebut dapat kita simpulkan bahwa jika suatu kaum itu berpecah belah, bertikai, dan saling berperang sesame mereka, maka kaum itu akan kalah, tetapi jika suatu kaum itu bersatu , maka kaum itu akan menang. Itulah sebabnya dalam sebuah hadis disebutkan : “ Tangan Allah bersama jamaah” ( hadis riwayat Tirmidzi ) ulama menafsirkan makna “ tangan Allah “ dalam hadis tersebut adalah kekuatan, kemenangan, hanya akan dicapai dengan bersatu dan berjamaah. Bukti bahwa umat islam akan kalah jika berpecah atau berselisih paham adalah kekalahan dalam perang Uhud. Sejak perang yang pertama dalam Islam, seperti perang Badar, walaupun kekuatan umat Islam sedikit, dengan persenjataan yang minim, tetapi sebab umat islam bersatu menghadapi musih dan tidak berselisih paham, maka umat islam pasti –menurut sunatullah-menang; tetapi sewaktu umat Islam berselisih paham dalam perang uhud, dimana pasukan diatas bukit yang diperintahkan untuk berjaga-jaga walau dalam keadaan apapun juga berselisih sesame mereka karena mereka melihat pasukan Islam yang berada di abwah telah mendapatkan harta peninggalan perang, sehingga sebagian mereka meninggalkan pos diatas bukit, dan sewaktu pasukan musuh melihat bahwa bukit telah kosong dari pasukan islam, maka mereka segera naik ketasa bukit menghujani pasukan muslim di bawah dngan anak panah, sehingga pasukan muslim kucar-kacir. Ini merupakan bukti sejarah bahwa walaupun dalam pasukan tersebut ada Rasulullah, ada sahabat yang beriman, tetapi disebabkan karena pasukan telah berselisih paham, maka pasukan islam mengalami kekalahan.

Jika pasukan musuh bersatu mereka pasti kuat, dan jika pasukan islam berpecah maka sunatullah akan memberikan kemenangan kepada pasukan musuh., disebabkan pasukan musuh bersatu, dan kekalahan terjadi disebabkan oleh pasukan islam berpecah. Tetapi jika pasukan musuh bersatu, dan umat islam juga bersatu, maka kemenangan da di pihak umat islam, sebagaimana doa nabi Muhammad yang kedua : “ Ya Allah, jangan engkau kalahkan umatku dengan musuh-musuhnya”. Doa ini dikabulkan Allah dengan syarat umat islam mengikuti sunatulllah dalam kemenangan. Sunatullah dalam mencapai kemenangan adalah tidak berpecah belah, tidak berkelahi, tidak bertikai, walaupun berbeda paham dan pendangan.

Sejarah telah mencatat bahwa Islam kuat sewaktu mereka bersatu seperti umat islam jaman Rasulullah, umat Islam zaman Khalifah rasyidun, umat islam zaman keemasan di Baghdad, umat islam zaman kejayaan di Spanyol, dan umat islam di akhir dinasti Usmaniyah. Tetapi sejarah juiga mencatat bahwa kehancuran islam tidak pernah terjadi karena kekuatan musuh, tetapi semuanya terjadi sebab perpecahan antar umat islam sendiri. Jatuhnya kekhalifahan ketangan dinasti umayyah, juga karena perpecahan. Hancurnya Dinasti Abbasiyah, dengan jatuhnya Baghdad ketangan bangsa Mongolia juga karena perpecahan, sehingga sebagian umat islam berkonspirasi dengan musuh untuk menjatuhkan khilafah. Kehancuran islam di Spanyol juga bukan karena kehebatan musuh, tetapi karena perpecahan yang terjadi dianatar umat Islam sehingga diantara mereka ada yang bersekongkol dengan negara musuh yang beraganma nasrani untuk menghancurkan Granada. Kehancuran Turki usmaniyah dan kejatuhan kekhalifahan juga bukan karena kekuatan musuh barat, tetapi karena kelompok Mustafa kemal Attarurk berkonspirasi dengan Inggeris sehingga menjatuhkan khalifah. Sewaktu negeri Afghanistan diserang oleh pasukan komunis Rusia, dan seluruh rakyat Afghanistan bersatu melawan musuh walaupun mereka berbagi dalam kelompok-kelompok mujahidin, tetapi tidak ada satupun yang berkompromi dan berkonspirasi dengan musuh, terbukti pasukan mujahidin yang tidak mempunyai perlengkapan senjata dapat mengalahkan pasukan rusnia yang bersenjata lengkap, karena dengan persatuan mereka kemenangan pasti bersama mereka, sebab dengan jamaah dan tidak berpecah, tangan Allah bersama mereka. Tetapi sewaktu umat islam Afghanistan diserang oleh Amerika, dan umat Islam berpecah, sebagian mendukung mujahidin, sebagian masuk kelompok Taliban, dan sebagian lagi ikut berkonspirasi dengan Amerika, maka sunnatullah menyatakan bahwa mereka akan kalah. Musuh tidak dapat mengalahkan umat islam, tetapi perpecahan yang akan melemahkan mereka dan membuat musuh menjadui menang.

Itulah sebabnya rasululullah sangat mengharapkan agar umat islam selalu berjamaah walau dalam keadaan apapun juga, walau dalam menghadapi siapapun juga. Walau umat Islam berkelompok, sewaktu menghadapi musuh, jangan hiraukankepentingan kelompok, sebabkepentingan umat lebih besar daripada kepentingan kelompok. Diriwayatkan oleh Ibnu Umar menceritakan bahwa pada suatu hari Khalifah Umar bin Khattab berkata diatas mimbar : Wahai manusia, aku sekarang berdiri ini untuk menyampaikan pesan Rasuilullah : “ Aku wasiatkan kamu dengan sahabatku, kemudian dengan orang yang mengikuti mereka (tabiin), kemudian akan berkembanglah sikap berdusta, sehingga seorang itu akan bersumpah, padahal dia tidak diminta untuk bersumpah, dan akan datang orang yang bersedia menjadi saksi, padahal dia tidak diminta untuk menjadi saksi, dan tidaklah seorang lelaki akan berdua-duaan dengan seorang perempuan, melainkan syetan akan berada bersama mereka, maka atas kamu sekalian hendaklah berjamaah, dan jauhilah berpecah-belah, sebab sesunguhnya syetan itu akan bersama kelompok yang berpecah sedangkan dengan kelompok yang berjamaah dia akan menjauh, dan barangsiapa yang mengharapkan untuk mendapat wangian surga hendaklah dia berjamaah, dan barangsiapa yang bergembira dengan kebaikannya, dan berduka dengan kejahatannya, itulah tanda seorang yang beriman. ( hadis riwayat Tirmidzi ). Dari hadis diatas dapat dilihat bahwa umat Islam diwajibkan untuk berjamaah, dan menghindari setiap perpecahan.

Dari tuilisan diatas, maka sudah sewajarnya umat islam berpikir bahwa sebenarnya musuh itu tidak kuat walaupun mereka mempunyai teknologi yang canggih, sebab kekuatan mereka jika berhadapan dengan kekuatan umat islam , maka kemenangan dipihak umat islam. Kunci kelemahan umat Islam adalah perpecahan antar kelompok, dan mazhab. Sudah waktunya umat islam bersatu, walaupun berbeda kelompok dan mazhab, setiap negara islam saling mendukung program negara islam yang lain, bukan berkonspirasi dengan musuh islam untuk menjatuhkan dan menyerang nmegara islam yang lain. Fa’tabiru Ya ulil albab. ( Muhammad arifin ismail, kuala lumpur, 4 april 2007)