Pages

Monday, August 20, 2007

UJIAN MERDEKA


““ Ini semua (nikmat ) adalah ujian bagiku apakah aku dapat bersyukur atau aku menjadi kufur “.( Surah an naml : 40 ).

Kemerdekaan Indonesia yang terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945 adalah bertepatan dengan hari Jum’at , 9 Ramadhan 1364 Hijriyah.Pada tahun ini, sejarah kembali berulang, dimana tanggal tujuh belas agustus bertepatan dengan hari Juma Sepintas lalu, hari kemerdekaan tersebut adalah merupakan peristiwa politik biasa, tanpa dijiwai oleh nilai-nilai ajaran Islam. Padahal dalam wawancara dengan Cindy adam, seorang wartawati Amerika, Bung Karno mengakui bahwa pemilihan tanggal tujuh belas Agustus tersebut dipengaruhi oleh kewajiban shalat yang dijalankan oleh setipa muslim sebanyak 17 rakaat dalam setiap hari. Demikian juga jika dalam bulan ramadhan, tanggal tujuh belas merupakan hari nuzulul Quran, turunnya Kitab suci yang menjadi pedoman hidup bagi setiap muslim. Dipilihnya hari Jum’at juga disebabkan karena hari Jum’at dalam ajaran Islam merupakan “ sayyidul ayyam “, hari yang terbaik. Itulah sebabnya Bung karno memilih hari proklamasi tersebut pada hari Jum’at dan bertepatan dengan tanggal tujuh belas.

Dalam pembukaan undang-undang dasar negara disebutkan bvahwa :..kemerdekaan adalah rahmat daripada Tuhan Yang Maha Esa..”. Memang benar, kemerdekaan suatu bangsa dari tangan penjajahan merupakan rahmat yang tidak ternilai harganya, Kemerdekaan hidup adalah rahmat daripada Allah. Rahmat berasal dari kalimat : ra-hi-ma –yarhamu “ yang bermakna sesuatu pemberian dan anugerah. Rahmat biasanya dihubungkan kepada pemberi rahmat , Tuhan Yang Maha Kuasa, sebab tidak ada yang dapat memberikan sesuatu rahmat kecuali hanya Allah saja. Jika ada seseorang manusia berkeyakinan bahwa rahmat dapat bersumber daripada sealin Allah , maka orang itu telah terjatuh ke dalam kesesatan dan kemusyrikan. Sebab itu setiap bangsa harus meyakini bahwasanya kemerdekaan yang di dapat oleh bangsa Indonesia adalah rahmat daripada Allah semata-mata setelah masyarakat berjuang melawan penjajahan.

Konsekwensi daripada itu, maka setiap rahmat wajib disyukuri. Bangsa Indonesia, apalagi para elite politik yang sedang memegang kekuasaan wajib mensyukuri rahmar kemerdekaan tersebut. Persoalannya sekaarngh adalah bagaimanakah cara mensyukuri rahmat kemerdekaan tersebut..? islam telah mengajarkan bahwa cara mensyukuri nikmat kemerdekaan adalah dengan menjalankan segala perintah dari Allah subhana wa taala, bukan dengan pesta music, hiburan, acara kembang api , yang mengeluarkan uang jutaan rupiah, sehingga menjadi suatu yang sia-suia, apalagi jika acara tersebut mengandung unsur maksiat. Kesyukuran nikmat dalam ajaran islam harus dengan cara melakukan segala sesuatu yang dapat mencapai ridha Allah subhana wa taala. Dalam Al Quran dijelaskan bagaimana doa Nabi Sulaiman untuk dapat mensyukuri nikmat sewaktu beliau mendengar semut memerintahkan anak buahnya untuk masuk ke lobang agar tidak terinjak oleh kaki nabi Sulaiman. Sulaiman merasa bersyukur sebab kakinya tidak menginjak semut yang sednag berjalan maka segera dia berdoa sebagaimana yang diceritakan dalam kitab suci Al Quran : ‘ Ya Tuhanku, berilah kepadaku ilham untuk dapat tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orangtuaku dengan cara mengerjakan amal yang shaleh yang Engkau ridhai dan masukkanlah aku dengan rahmat_mu ke dalam golongan hamba-Mu yang sholeh “ ( Qs. Al Naml : 27 ). Mengapa nabi sulaiman berdoa agar dapat bersyukur dengan baik dan benar ? Karena dia memahami bahwa segala rahmat dan nikmat merupakan ujian kepada manusia untuk dapat mensyukuri nikmat atau kufur dengan nikmat, sebagaimana dijelaskan dalam Al Quran : “ Ini semua (nikmat ) adalah ujian bagiku apakah aku dapat bersyukur atau aku menjadi kufur “.( Surah an naml : 40 ).

Mensyukuri nikmat adalah dengan cara melaksanakan segala perintah Allah dan melakukan perbuatan yang sesuai dengan keridhaan-Nya. Jika kita melakukan hal yang tidak sesuai dengan perintah Allah, atau membiarkan maksiat dan kemungkaran meraja lela di bumi Indonesia, berarti bangsa Indonesia, terutama para elite politik yang sedang berkuasa tidak mensyukuri nikmat kemerdekaan yang telah diberikan oleh Allah kepada kita semua. Jika hal ini yang kita lakukan, maka tunggulah akibatnya sebagaimana janji Allah dalam Kitab suci Al Quran : “ Jika kamu bersyukur maka Aku akan menambah nikmat itu kepadamu tetapi jika kamu tidak bersyukur dengan melakukan pengingkaran kepada perintah Allah, maka sesungguhnya siksaan-KU amatlah pedih “ ( QS. Ibrahim : 7 ). Sudah saatnya kita merenung dan berpikir, apakah selama ini sejak dari pemerintahan orde lama, orede baru, dan pemerintahan reformasi ini bagsa Indonesia telah mensyukuri rahmat kemerdekaan ini dengan cara yang diridhai oleh Allah subhana wa taala..? Bukankah membiarkan segala kemaksiatan dan kemungkaran perupakan pengingkaran kepada rahmat kemerdekaan daripada Allah.
Banyak orang menyangka bahwa syukur atas rahmat Allah sudah cukup dengan mengatakan ucapan “ Alhamdulillah “, atau ditulis dalam undang-undang sebagaimana disebutkan diatas. Padahal menurut Ibnu Qayim dalam kitab Madarijusalikin, Kesyukuran atas nikmat harus dapat dibuktikan dengan amal perbuatan, sedanmgkan jkka mengucapkan kalimat “alhamduilillah “ itu bukan kesyukuran tetapi hanyalah pujian kepada Tuhan. Seorang ulama sufi, Al Junied ditanya bagaimanakah cara bersyukur? Al Juneid berkata : “ Bersykur dengan rahmat dan nikmat Allah adalah dengan tidak mempergunakan sedikitpun daripada nikmat Allah tersebut di dalam kemaksiatan dan pengingkaran kepadaNya “. Sebab itulah dalam kisah nabi Sulaiman menyatakan bahwa cara dia bersyukur dengan melakukan amal shaleh.
Tetapi sangat disayangkan banyak manusia pada hari ini setelah meyakini bahwa kemerdekaan tersebut merupakan rahmat dari Allah, tetapi setelah mendapat kemerdekaan tersebut, mereka mempergunakan kemerdekaan itu bukan untuk bribadah kepadaNya tetapi untuk melawan dan bermaksiat kepadaNya. Kemerdekaan yang didapat oleh seseorang bukanlah hasil kehebatan dia tetapi tidak darat lepas daripada kekuasaan Allah, rahmat dan kasih sayangNya kepada umat manusia. Maka apakah panttas jika manusia yang telah mendapat kemerdekaan tersebut mempergunakan rahmat yang diberikan untuk melakukan dosa dan kemasiatan..?
Setiap rahmat, nikmat dan pemberian dari Allah semuanya akan diminta pertanggungjawaban oleh Allah di hari akhirat kelak. Dalam sebuah hadis Rasululah sedang memakan sebiji buah kurma dan sahabat-sahabat juga memakan buah kurma, pada itu Rasulullah saw bersabda : “ Ini semua nikmat Alah yang kamu semua akan ditanya pada hari kiamat nanti “. Dalam hadis yang lain juga disebutkan : “ Pada hari kiamat nanti Allah berkata kepada hambaNya : Bukankah Aku telah memberi kemuliaan kepadamu.? Bukankah aAku telah menjadikanmu sebagai penguasa..? Bukankah Aku telah memberimu keluarga..? Bukahkah Aku telah memberimu kenderaan kuda dan unta..? Bukahkah Aku telah membuatmu berkuasa..? …”. Dari hadis ini terlihat bahwa semua kenikmatan yang Allah berikan akan ditanya dan tidak ada suatu yang kecil akan lepas dari pertanyaan Allah di Mahkamah Ilahi.
Bukan saja manusia, sampai binatangpun dalam sebuah hadis akan ditanya. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa : “ Sesunguhnya pada hari kiamat nanti seekor kambing yang berkelahi dengan kedua tanduknya juga akan ditanya kenapa dia memakai tanduknya untuk berkelahi “. Dalam sebuah hadis sewaktu seorang sahabat Rasul memukul sahabat yang lain, maka Rasulullah bersabda : “ Demi nyawa Muhammad yang ada ditanganNya..nanti kamu semua akan ditanya sampai kepada kambing yang berkelahi dengan kawannya, dan juga serangga akan ditanya kenapa dia menggigit tangan seseorang lelaki “. Jika seekor kambing saja akan ditanya bagaimana dia memakai tanduknya apakah untuk berkelahi atau bukan, dan seekor serangga akan ditanya mengapa dia menggigit jari seseorang, maka bagaimanakah dengan segala nikmat kemerdekaan hidup yang Allah berikan kepada kita hari ini,,> bagaimanakah dengan nikmat kekuasaan dan kedudukan yang diberikan Allah kepada semua pemimnpin bangsa dan masyarakat..? Bagaimanakah nikmat menjadi pejabat dan penguasa,,? Bagaimanakah nikmat yang diberikan menjadi wakil rakyat..? Semuanya tidak lepas dari pertanyaan Allah. Kemanakah uang negara dipergunakan..? kemanakah kekayaan tanah dan segala sesuatu yang ada di bumi nusantara dipergunakan.? Bagaimanakah engkau mengelola alam, bumi, tanah, air dan segala yang Allah berikan kepda kita selama ini..? Sudahkah engkau pergunakan semuanya untuk melaksanakan perintah Allah dan menegakkan keadilan serta kedamaian di tengah masyarakat.? Ingatlah, jika kita kufur dan tidak mensyukuri dengan cara yang benar atas rahmat kemerdekaan tersebut maka ingatlah azab Allah sangatlah pedih. Semoga kita semua baik itu pejabat negara, presiden, pegawai negeri, sampai rakyat jelata dapat lulus dari ujian rahmat kemedekaan yang telah Allah berikan kepada kita bangsa Indonesia. Fa’tabiru ya Ulil albaab.



Friday, August 10, 2007

ISRA" MI'RAJ : SEJARAH DAN PELAJARAN

SEJARAH DAN PELAJARAN DARI ISRA’ MI ’RAJ

Makna Isra’ – Mi’raj

Isra’ berasal dari akar kata bahasa arab : Asra – Yusri – Isra yang bermakna berjalan di waktu malam, sedang Mikraj berasal dari kata : A’raja – Yu’riju – Mikraj yang bermakna naik ke atas , maka makna Mikraj adalah alat atau masa untuk naik.

Isra’ dan Mi’raj secara keilmuan adalah perjalanan nabi Muhammad saw pada malam duapuluh tujuh rajab tahun kesebelas dari kenabian ( sekitar tahun 622 masehi ) dari masjidil haram ke masjidil aqsha, kemudian naik ke langit sampai kepada langit ketujuh, dan terus berjumpa dengan Allah untuk menerima perintah shalat dan kemudian kembali pada malam yang sama, sebelum waktu subuh.

Dalil dari Al Quran Al karim

1. “ Maha suci Tuhan yang telah membawa hambaNya berjalan di malam hari dari masjid al haram ke masjid al aqsha yang telah Kami berkati sekelilingnya, agar Kami memperlihatkan tanda-tanda kekuasaan Kami kepadanya. Sesungguhnya dia Maha mendengar dan maha Melihat “ ( Surah al isra ; 1 ).

2. “ Demi bintang ketika dia terbenam. Kawan kamu itu ( Muhammad ) tidaklah sesat dan tidak keliru.Dan dia tiada berkata dengan kemauannya sendiri. Itu hanyalah wahyu yang disampaikan kepadanya. Dia diberi pelajaran oleh yang sangat kuat, yang mempunyai kerpandaian dan kesempurnaan. Dia berada di bahagian yang paling tinggi di tepi langit, kemudian dia mendekat dan bertambah dekat, sehingga jaraknya hanya antara anak panah dan busurnya atau lebih dekat lagi. Kemudian diwahyukan oleh Tuhan kepada hambaNya apa yang hendak bdiwahyukanNya. Harti tiada berdusta tentang apa yang dilihatnya.Apakah kamu akan membantah tentang apa yang dilihatnya? Sebenarnya telah dilihatnya diwaktu yang lain didekat Sidratul Muntaha. Didekat tempat itu ada juga ada surge Jannatul Ma’wa. Ketika itu Sidratul Muntaha ditutupi dengan apa yang menutupinya. Pemandangannya tidak menyimpang dan tidak malampau.Sebenarnya dia telah melihat tanda-tanda kekuasaan yang amat besar daripada Tuhannya “. ( Surah an Najm : 1-18 ).

Dalil dari Hadis Nabi :

1. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari , dari Malik bin Sa’adah menceritakan bahwa rasulullah saw bersabda : Sewaktu saya sedang berada di dekat Hajar al aswad, berbaring miring, tiba-tiba ada yang datang kepada saya. Saya mendengar dia berkata : Belahlah antara ini sampai disini. Maka Malik bin sa’salah bertanya : Apakah yang dimaksud dengan ini dan disini ? rasululah menjawab : Mulai dari cekuk leher sampai bulu airnya “. Muhammad melanjutkan : Kemudian dia datang mengeluarkan hati saya. Setelah itu dibawakan sebuah pasu emas berisi keimanan. Hati saya dibasuhnya, kemudian dituangkan air itu ke dalamnya dan dikembalikan kepada letak asalnya, kemudian dibawakan kepadaku seekor binatang yang putih, lebih kecil dari baghal (unta) dan lebih besar dari keledai, kemudian saya dinaikkan ke atasnya , dan jibrilpun berangkat bersama saya sampai ke langit dunia “.

2. Dalam sebuah hadis diriwayatkan oleh Nasai bahwasanya Anas bin Malik bercerita bahwa Rasulullah saw berkata : “ Sewaktu datang kenderaan buraq, maka aku menaiki kenderaan tersebut bersama malaikat Jibril alaihisalam kemudian kamipun berjalan, dan setelah sampai di suatu tempat, maka Jibril berkata : Turunlah kamu disini dan lakukan shalat. Maka Aku melaksanakan shalat di tempat tersebut. Setelah shalat Jibril bertanya : Apakah kamu mengetahui dimana kamu lekukan shalat tadi….Kamu telah shalat di bumi Thayyibah ( kota madinah ) dan ke tempat ini kamu nanti akan berhijrah. Setelah itu Aku berjalan lagi bersama malaikat Jibril sehingga sampai di suatu tempat, maka Jibril berkata : Turunlah di tempat ini dan dirikanlah shalat..Maka Aku turun di tempat itu serta melakukan shalat. Setelah selesai shalat, Jibril berkata : Tahukah kamu dimana kamu shalat tadi..? Kamu telah shalat di bukit Thursina, tempat Musa as berdialog dengan Allah Taala. Kemudian kami berangkat lagi sehingga sampai di suatu tempat, kemudian Jibril berkata : Turunlah kamu, dan shalatlah . Aku lakukan shalat dan setelah selesai Jibril bertanya : Tahukah kamu tempat apa ini..? Ini adalah Baitullahm ( Bethelehm ) tempat dimana Nabi isa alaihissalam dilahirkan, kemudian setelah itu baru aku menuju Baitul Maqdis, dimana telah berkumpul semua nabi dan rasul, dan kemudian aku disuruh Jibril untuk menjadi imam bershalat jamaah bersama mereka “.

3. Baihaqi meriwayatkan hadis dari Abu said al Khudri yang menyatakan bahwa rasulullah saw telah bersabda : “ Aku mendengar ada suara yang memanggil-manggilku dari sebelah kanan, katanya : palingkanlah mukamu kepadaku, aku ingin bertanya . tetapi aku tidak menyahut panggilan tersebut. Kemudian ada pula suara yang lain memanggil-manggil dari sebelah kiriku, aku terus berdiam diri, tidak menyahutnya. Tiba-tiba aku terserempak dengan seorang perempuan yang terdedah setengah anggotanya sampai kelihatan segala kecantikan yang diciptakan Allah bagi kaum wanita, ia menyeruku : Wahai Muhammad, lihatlah kepadaku sebentar, aku mau bertanya sesuatu kepadamu. Aku tidak menoleh sedikitpun kepada perempuan itu. Jibril berkata kepadaku : wahai Muhammad adapun penyeru pertama adalah penyeruan yahudi, jika engkau menyahutnya, maka seluruh umatmu akan menjadi yahudi; dan pemanggil kedua adalah penyeru dari agama kristian, dan jika engkau menyahutnya, seluruh umatmu akan menjadi kristian. Adapun perempuan yang memanggil-manggilmu itu adalah lambang kehidupan dunia.

4.Ibnu mas’ud menceritakan bahwa rasulullah bersabda ; “ kemudian aku masuk ke dalam masjid (Baitul Maqdis ), lalu melihat para nabi ada yang sedang berdiri dan ada yang sedang ruku dan ada yang sedang sujud. Kemudian azan dialungkan dan iqamat , lalu kami (para nabi ) berdiri dalam saf yang lurus, menunggui siapa yang menjadi imam. Kemudian datang Jibril menghampiriku, dan memimpinku menunjuk ke hadapan, maka akupun bersembahyang menjadi imam mereka “.

5. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad bahwasanya menurut sahabat nabi Anas bin Malik, menyatakan bahwa rasulullah saw telah bersabda : Kenderaan Bouraq dibawakan kepadaku, kenderaan itu berwarna putih, bentuknya lebih besar sedikit dari keledai dan lebih kecil daripada bughal (kuda ), kakinya diletakkan dihujung ekornya. Aku mengenderainya hingga Baitul maqdis. Aku ikat tali kenderaan itu ditempat dimana para nabi mengikat kenderaan masing-masing. Kemudian akupun masuk ke dalam masjid dan shalat dua rakaat, kemudian aku keluar sedang Jibril datang mendapatiku dan ditangannya ada dua bekas satu berisi khamar (arak ) dan satu lagi berisi susu. Aku memilih bekas yang berisi susu. Jibril berkata : engkau telah memilih fitrah yang suci. Kemudian aku dinaikkan ke kawasan langit dunia, maka Jibrilpun memohon izin untuk menembusinya. Tiba-tiba suatu suara bertanya : Siapakah kamu? Jibril menjawab : Aku adalah Jibril. Suara bertanya lagi : Siapakah bersamamu? Jibril menjawab : Muhammad. Suara bertanya lagi ; Sudahkah dia itu diutus. Jibril menjawab : Sudah. Kamipun dibenarkan masuk, lalu aku bertemu dengan Adam yang datang menyambutku, dan mendoakanku dengan yang baik.
Kemudian kami dinaikan ke lapisan langit yang kedua, dan Jibril memohon izin untuk menembusnya.dan suara terdengar : Siapakah kamu ? Jibril menjawab : Aku Jibril. Suara bertanya lagi : Siapakah bersamamu? Jibril menjawab : Muhammad. Suara bertanya lagi : Sudahkah dia diutus? Jibril menjawab : Sudah. Kami segera dibenarkan masuk dan kami disambut oleh Yahya dan Isa,. Mereka mengalu-alukan kedatanganku dan mendoakan aku dengan segala yang baik.
Kemudian kami dinaikkan ke langit yang ketiga, dan seeprti sebelumnya Jibril memohon izin menembusnya, lalu kedengaran suara bertanya: Siapakah kamu ? Jibril menjawab : Aku adalah Jibril. Suara bertanya lagi : Siapakah bersamamu ? Jibril menjawab : Muhammad. Suara bertanya lagi ; Sudahkah dia diutus? Jibril menjawab : Sudah. Kemudian kami diizinkan masuk dan disambut oleh Yusuf, dan dia mendoakanku dengan kebaikan.
Kemudian kami dinaikan ke lapisan langit keempat, dan jibril meminta izin untuk menembusinya, dan kedengaran suara bertanya : Siapakah kamu ? Jibril menjawab : Aku adalah Jibril. Suara bertanya lagi : Siapakah bersamamu ? Jibril menjawab : Muhammad. Suara bertanya lagi : Sudahkah dia diutus? Jibril menjawab : Sudah. Kemudian kami masuk dan disambut oleh Idris dan mendoakanku dengan yang baik. Dalam al Quran Alah telah berfirman : Dan Kami (Allah) telah mengangkat Idris ke tempat yang tinggi.
Kemudian kami dinaikan ke lapisan langit yang kelima, dan Jibril meminta izin dan terdengar suara bertanya : Siapakah kamu? Jibril menjawab : Aku adalah Jibril. Suara bertanya lagi : Siapakah bersamamu? Jibril menjawab ; Muhammad. Suara bertanya lagi : Sudahkah dia diutus? Jibril menjawab ; Sudah. Kemudian kami diizinkan masuk dan disambut oleh Harun, dan mendoakanku dengan yang baik.
Kemudian kami naik ke langit yang ke-enam, dan Jibrilsebagaimana biasa meminta izin, kemudian terdengar suara bertanya ; Siapakah kamu ? Jibril menjawab ; Aku adalah Jibril. Suara bertanya lagi : Siapakah bersamamu ? Jibril menjawab : Muhammad. Suara bertanya lagi : Sudahkah dia diutus? Jibril menjawab ; Sudah. Kemduian kami dibenarkan masuk dan disambut oleh Musa, dan mendoakanku dengan yang baik.
Kami seterusnya dinaikan ke langit yang ketujuh, dan Jibril sebagaimana biasa meminta izin, dan suara bertanya : Siapakah kamu ? Jibril menjawab : Aku adalah Jibril. Suara bertanya lagi : siapakah bersamamu ? Jibril menjawab ;Muhamad. Suara bertanya lagi ; Sudahkan dia diutus ? Jibril menjawab : Sudah. Kemudian kami masuk dan bertemu dengan Ibrahim yangsedang bersandar di Baitul makmur. Di baitul makmur ada seramai tujuh puluh ribu malaikat yang selalu mengunjunginya setiap hari, dan bila mereka masuk mereka tidak akan keluar lagi.
Kemudian aku seorang diri meneruskan perjalanan ke Sidratul Muntaha, yaitu suatu pokok yang daunnya selebar telinga gajah, dan buahnya berjuntai-juntai dari atas para-para. Pokok Sidratul Muntaha ditutup dengan apa yang menutupinya sesuai dengan perintah Allah, maka tiada seorangpun dari makhluk Allah yang sanggup mensifatkan kecantikan dan keindahannya. Maka Allah mewahyukan kepadaku apa yang hendak diwahyukan. Kemudian Dia ( Allah )mewajibkan keataskudan umatku untuk melakukan shalat sebanyak limapuluh kali dalam sehari dan semalam.
Akupun turun dari tempat itu sehingga berjumpa dengan Musa, dan dia bertanya kepadaku : Apakah yang telah diwajibkan Allah kepada umatmu ? Aku menjawab : Shalat lima puluh kali sehari semalam.Musa berkata : kembalilah kepada tuhanmu untuk meminta keringanan, karena umatmu tidak akan dapat mengerjakan yang demikian. Sesungguhnya aku telah menguji kemampuan Bani Israel.
Aku segera menghadap tuhanku dan memohon : wahai Tuhanku, Dapatkah Engkau meringankan kewajiban itu atas umatku ? Tuhan menguranginya sebanyak lima waktu. Aku turun dan bertemu dengan Musa, dan diapun bertanya ; Bagaimana keadaanmu? Aku menjawab : telah dikurangi lima waktu. Musa berkata lagi : Sesunguhnya umatmu tidak akan mampu melakukannya, kembalilah kepada Tuhanmu meminta keringanan. Aku terus berulang kali antara Tuhan dan Musa, dan setiap kali aku meminta keringanan, Tuhanku menguranginya lima waktu, sehingga akhirnya kewajiban itu hanya lima waktu sahaja, dan Tuhanku berfirman ; Wahai Muhammad, itulah lima waktu shalat yang diwajibkan siang dan malam, dan pada setiap satu waktu akan dinilai seperti mengerjakan sepuluh waktu. Sesiapa yang bercita-cita membuat kebajikan lalu terhalang untuk melakukannya akan dicatit baginya satu kebaikan, dan sesiapa yang melakukannya, maka akan dicatit baginya sepuluh kebaikan.Dan barangsiapa yang bercita-cita membuat kejahtan, dan dia membatalkan maka tidak akan dicatitkan apa apa, dan kalau dia melakukan kejahatan maka dia akan dicatit satu kejahatan. Kemudian aku turun dan bertemu Musa dan aku membritahukan dia akan keringanan lima kewajiban shalat tersebut, kemudian Musa berkata : Kembalilah engkau kepada Tuhanmu untuk meminta keringanan lagi, sebab umatmu nanti susah untuk melakukannya. Aku menjawab : “ Aku tidak akan kembali kepada tuhanku untuk meminta keringanan lagi, sebab aku malu kepadaNya”. Hadis dengan pernyataan dan cerita yang sama juga terdapat dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.

6. Menurut Hadis diriwayatkan oleh Thabrani dan Al Bazzar, bahwasanya dalam perjalanan malam Isra’ Mi’raj tersebut, nabi Muhammad telah melalui suatu kaum yang sedang berladang dan mengambil hasil ladangnya dalam hari yang sama. Setiap selesai menuai hasil panen, tanamannya kembali berbuah dengan buah-buahan yang baru. Nabi bertanya kepada Jibril : Gambaran apakah itu..? Jibril menjawab : Mereka itulah kaum yang berjihad fi sabilillah, kebajikan mereka dilipat gandakan sehingga tujuh ratus kali lipat. Apa saja yang mereka belanjakan untuk berjihad, maka Allah menggantikannya dengan berlipat ganda.

Kemudian Nabi Muhammad saw melihat suatu kaum yang sedang memukul kepalanya dengan batu yang besar. Setiap kali kepala itu hancur, maka kepala itu kembali lagi seperti sedia kala dan orang itu terus memukul kepala yang baru. Hal tersebut dilakukannya terus menerus tanpa berhenti. Nabi bertanya kepada malaikat: Gambaran apakah ini ya Jibril ? Jibril menjawab : “ Itulah orang yang malas mengerjakan shalat yang telah diwajibkan “.
Nabi terus berjalan dan melihat suatu kaum yang berpakaian koyak di sebelah muka dan juga koyak di sebelah belakang. Mereka laksana binatang memakan pohon-pohon yang berduri, daun-daun yang pahit dan batu-batu api neraka jahannam. Nabi bertanya kepada Jibril : Siapkah mereka itu..? Malaikat Jibril menjawab : “ Itulah orang-orang yang tiadak mau membayar zakat dari harta kekayaan mereka. Itu semua akibat perbuatan mereka, dan Allah Taala tidak mendhzalimi mereka karena Allah Maha penyayang kepada hamba-hambaNya.
Rasulullah saw terus melanjutkan perjalanannya sehingga beliau melihat suatu kaum yang sedang memegang daging di kedua belah tangannya.. Daging yang satu baru masak, sedangkan daging yang satu lagi berbau busuk dan masih mentah. Anehnya mereka malah memakan daging yang busuk dan tidak menghiraukan daging yang masak. Nabi bertanya : mengapa mereka berbuat demikian.? Jibril menjawab : Itulah gambaran umatmu yang mempunyai isteri yang halal, tetapi masih tetap mencari teman wanita dengan perempuan nakal dan tidur bersamanya sampai pagi. Itu juga gambaran isteri-isteri yang nakal yang mempunyai suami yang halal, tetapi lebih senang mencari lelaki lain untuk tidur bersamanya.
Kemudian Rasulullah melihat seorang lelaki yang sedang mengumpulkan kayu –kayu yang besar untuk dipikulnya, tapi dia tak sanggup untuk mengangkatnya. Anehnya walaupun tidak sanggung untuk mengangkatnya, orang itu masih terus menambah pikulannya dengan kayu-kayu yang lain tanpa berhenti. Nabi bertanya : siapakah orang itu? Jibril menjawab : Itulah orang yang suka menerima amanat orang tetapi dia tidak berdaya untuk melaksanakannya, tetapi dia terus tamak sehingga tetap terus menerima amanat yang lain. Rasulullah terus berjalan dan melihat suatu kaum yang sedang menggunting-gunting lidah dan bibirnya , tetapi setiap kali digunting, lidah dan bibirnya tumbuh lagi, dan terus digunting lagi. Demikianlah yang mereka lakukan terus menerus. Rasul bertanya : Gambaran apakah ini ? Jiberil menjawab : Itulah siksaan bagi ummatmu yang suka melakukan fitnah.
Kemudian rasul melihat suatu satu batu kecil dan dari batu itu keluar seekor kerbau yang besar, kemudian kerbau itu memasukkan badannya ke dalam batu yang kecil tersebut, dan kerbau itu walaupun tidak bisa masuk tetap berusaha untuk memasukinya. Gambaran apa pula itu, tanya Nabi . Jibril menjawab : Itulah gambaran orang yang bercakap sombong kemudian menyesali ucapannya tetapi apa daya ucapannya itu tidak dapat ditarik kembali.
Kemudian Nabi melihat suatu lembah yang berhawa nyaman dan dingin, anginnya membawa aroma yang sangat wangi dan dari sana terdengar suara-suaran yang riang gembira. Rasul bertanya : tempat apakah ini.? Jibril menjawab : Inilah surga . Tak lama kemudian nabi mendengar suara surga berkata : “ Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku apa yang telah Engkau janjikan. Disini telah tersedia ruangan tempat tinggal yang dilengkapi dengan sutera tebal, sutera halus, permadani , mutiara, perak , emas, piring dan mangkuk, kenderaan, madu , air, susu, khamar, maka berikanlah kepadaku apa yang Engkau janjikan. Allah segera berfirman : “ Akan KU berikan kepadamu setiap orang yang beriman kepada_KU dan kepada Rasul-KU serta beramal shaleh dan tidak syirik kepada-KU dan tidak menjadikan selain-KU sebagai sekutu. Siapa yang takut kepada-KU , maka dia akan selamat. Siapa yang memohon kepada-KU, maka AKU akan memberi apa yang diminta. Siapa yang meminjamkan sesuatu kepada-KU, maka AKU akan membalasnya. Siapa yang meneyerahkan dirinya ( bertawakkal ) kepada-KU, maka AKU akan menjadi pelindungnya. Sesungguhnya AKU adalah Allah, tiada Tuhan selain AKU. AKU tidak akan memungkiri janji-KU. Sesungguhnya telah menang orang-orang yang beriman. Maha Berkat AlLlah, sebaik-sbaik pencipta. Syurga menjawab “: Aku redha Ya Tuhan dengan segala pemberianMu “..
Kemudian nabi Muhammad saw dibawa ke suatu lembah yang lain. Di dalamnya terdengar suara yang sangat buruk dan dari dalamnya keluar bau busuk yang menyesakkan pernafasan. Nabi bertanya : Tempat apakah ini..? Jibril menjawab : inilah suara dari neraka jahannam yang berkata : “ Tuhanku..berikanlah kepadaku apa yang Engkau janjikan. Telah terlalu banyak sampai bertimbun-timbun rantai pada tempatku ini, demikian juga dengan belenggu api, air panas yang mendidih, pohon yang berduri, air yang sangat dingin, azab dan siksa, dan terlalu dalam dasarku serta terlalu panas apiku ini, maka berikanlah apa yang telah Engkau janjikan. Mendengar suara itu Allah taala segera berfirman : “ Akan Ku berikan kepadamu wahai neraka segala orang yang musyrik , baik laki dan perempuan, segala orang yang kafir dan orang yang sombong lagi ingkar tidak beriman dengan hari pembalasan . Neraka menjawab : “ Aku redha Ya Allah dengan segala pemberianMu “. Kemudian Nabi Muhamad saw melanjukan perjalanan sehingga beliau sampai ke Baitul Maqdis.

7. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Baihaqi diceritakan bahwa Nabi Muhammad saw melihat hidangan berisi makanan yang baik tetapi tidak ada seorangpun yang memakannya, sedangkan ada satu hidangan berisi daging yang busuk, dan dikerumuni oleh orang banyak. Jibril berkata : Itulah gambaran orang yang mencari yang haram dan meninggalkan yang halal.
Nabi juga melihat kaum yang perutnya buncit sehingga badannya tidak kuat untuk membawa perutnya yang sangat buncit tersebut. Setiap kali mereka berusaha untuk berdiri, maka mereka akan segera terjatuh dikarenakan perutnya yang sangat besar tersebut. Jibril berkata : “ Itulah orang-orang yang memakan uang riba. Nabi juga melihat suatu kaum yang bibirnya tebal seperti bibir unta. Mereka menelan bara api yang panas yang terus keluar dari bawah mereka. Jibril berkata ; Itulah orang-orang yang memakan harta anak yatim secara dzalim. Nabi juga melihat perempuan yang sedang mencakar-cakar kedua buah dadanya, dan malaikat Jibril berkata : Itulah para pelacur-pelacur. Kemudian nabi juga melihat orang yang sedang memotong dan memakan daging dari tulang rusuknya sendiri. Jibril berkata : Itulah orang yang suka menabur fitnah dan menganiaya orang lain.

8. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Daud menyatakan bahwa nabi Muhammad saw juga melihat suatu kaum yang mempunyai kuku dari tembaga dan mereka mencakar wajah-wajah dan dada mereka dengan kuku tersebut. Menurut malaikat Jibril mereka itulah orang yang suka memakan daging manusia ( suka mencaci orang ) dan orang yang suka menjaga tepi kain orang ( selalu mencari aib orang lain ). Ibnu Mardawih juga meriwayatkan bahwa Rasulullah melihat sekelompok orang yang bibirnya sedang dijepit dengan jepitan api. Setiap kali bibir itu hangus, maka bibir itu kembali seperti semula dan trus disepit lagi tak henti-hentinya. Jibril berkata ; “ Itulah gambaran dari ummatmu yang senang berpidato menganjurkan sesuatu tetapi dia sendiri tidak melakukannya “.
9. Thabrani meriwayatkan hadis dengan sanad sahih dari Ibnu Abbas , diaman beliau telah berkata ; susingguhnya Muhammad telah melihat Tuhannya dua kali. Sekali dengan pandnagan mata dan sekali lagi dengan pandnagan hati “. Ikrimah bertanya : Apakah Muhammad telah melihat Tuhannya dengan mata kepalanya ? Ibnu Abbas menjawab : Benar, Tuhan telah memberikan keistimewaan kepada Musa untuk dapat bercakap-cakap dengan Nya (kalimullah) dan memberikan keistimewaan kepada Ibrahim untuk menjadi orang kepercayaan Allah ( khalilullah ), maka Dia telah memberikan keistimewaan kepada Muhammad saw untuk dapat melihatNya “.

10. Imam Ahmad meriwayatkan hadis daripada Ibnu Abbas yang menceritakan bahwa Rasulullah saw bersabda : “ Setelah berlalu malam hari dimana aku melakukan perjalanan isra, dan aku kembali ke kota Makah, aku merasa perkara ini sangat berat dan aku tahu bahwa orang ramai tidak akan mendustakanku. Maka Abu Jahal datang bertanya disisiku : hai Muhammad, apa ada berita baru ? Nabi menjawab : Benar. Abu jahal bertanya ; Apa itu ? nabi menjawab : Aku telah dibawa berjalan oleh Tuhanku di malam tadi ? Abu Jahal bertanya : kemana ? Nabi menjawab : ke Baitul maqdis Abu jhaal berkata lagi : Dan sekarang pagi-pagi ini engkau sudah sampai ke hadapan kami lagi? Nabi menjawab : Benar. Abu jahal berkata : bagaimana jika aku panggil orang ramai, apakah engkau akan ceritakan kepada mereka sebagaimana engkau ceritakan kepadaku? Nabi menjawab : Boleh. Abu jahal segera pergi memanggil orang ramai : wahai kaum Bani Luai ( Quraisy ), kemarilah . Setelah orang ramai berkumpul di hadapan nabi, Abu Jahal berkata : “ Hai Muhammad, katakanlah kepadaku sebagaimana yang engkau katakan kepadaku tadi. Nabi berkata : Aku telah dibawa Tuhanku berjalan tadi malam. Orang ramai berkata : Kemana? Nabi berkata : Ke Baitul Maqdis. Orang ramai bertanya lagi : Dan sekaarng engkau ada bersama kami disini? Muhammad berkata : Benar. Orang ramai berkata : Bolehkah engkau gambarkan kepada kami tentang Baitul Maqdis. Nabi kemudian menceritakan tentang Baitul maqdis, dimana secara tiba-tiba Allah nampakkan Baitul maqdis dihadapan nabi sehingga nabi dapat menceritakan tentang Baitul Maqdis secara jelas. Orang ramai berkata ; Semua yang diceritakan itu benar. Sebagian daripada orang ramai datang ke tempat Abubakar dan berkata kepadanya : wahai Abubakar, kawanmu itu menceritakan bahwa dia telah berjalan pada malam hari ke baitul maqdis dan sekarang dia telah kembali lagi kesini. Abu bakar bertanya ; Apakah kamu mendustakannya ? Orang ramai berkata : Sekarang dia ada di masjidil haram memberitakan hal itu kepada orang ramai. Abuibakar menjawab : Demi Allah, sekiranya dia berkata demikian, maka benarlah apa yang disampaikannya, mengapa kamu terkejut dengan apa yang diberitakannya. Demi Allah, selama ini dia telah memberitakan wahyu yang turun dari langit dan aku terus membenarkannya. Ini lebih menakjubkan daripada berita perjalanan ke Baitul Maqdis. Abubakar segera ke masjid menjumpai nabi Muhammad dan bertanya kepada beliau : wahai Muhammad, apakah kamu memberitakan bahwa kamu berjalan ke masjidil Aqsha di malam hari ? Nabi menjawab : Benar. Abubakar berkata : Ceritakanlah tentang Baitul Maqdis itu, sebab aku telah pernah melihatnya. Rasulullah segera menceritakan kembali gambaran Baitul maqdis, dan setiap selesai satu gambaran cerita, maka Abu bakar berkata : benar engkau wahai Muhammad, sehingga nabi Muhammad selesai menceritakan seluruhnya. Akhirnya nabi Muhammad berkata : Dan engkau wahai Abubakar adalah as Shiddiq , orang yang membenarkan. Sejak itu terkenallah nama Abu Bakar menjadi Abubakar as Shiddiq.



HIKMAH DAN PELAJARAN :

1. Bukti kebenaran ajaran Islam.

Isra dan Mikraj adalah mukjjzat yang diberikan oleh Allah kepada rasulullah, untuk membuktikan bahwa semua yang disampaikan oleh RasulNya adalah suatu yang benar. Muhammad mengajarkan bahwa Tuhan itu allah, dan beliau telah berjumpa denganNya. Muhammad mengajarkan ada malaikat, dan beliau telah melihat mereka. Muhammad mengajarkan balasan surge, dan beliau telah melihatnya. Muhammad mengajarkan adanya siksa neraka, dan beliau telah melihatnya. Muhammad mengajarkan adanya tujuh langit, adanya Sidratul Muntaha, semua makhluk dan tanda-tanda kekuasaan Allah telah dilihat oleh nabi Muhammad pada malam isra dan mikraj. Berarti perjalanan isra mikraj adalah membuktikan kebenaran apa yang telah disampaikan.

2. Pengakuan kebesaran Tuhan

Dengan peristiwa israk dan mikraj membuktikan bahwa manusia dengan kekuasaan Alah dan kebesaran dan pertolonganNya dapat melakukan sesuatu yang tidak mungkin, sebab Allah Maha Kuasa, sebagaimana perjalanan nabi Muhammad saw dari Makkah ke bumi palestina, dan naik ke langit ke tujuh dan kembali lagi hanya dilakukan dalam masa yang sangat singkat. Ini membuktikan kekuasaan dan kebesaran Allah yang dapat diberikan kepada manusia yang beriman dan mengikuti sunatullah dalam hidup dan kehidupan.

3. Tugas manusia sebagai khalifah Allah.

Isra Mikraj adalah perjalanan di bumi dari masjidil haram ke Masjid al aqsha, ini menggambarkan tugas manusia sebagai khalifah untuk dapat menguasai dunia, dari tempat berdirinya yang suci ( masjidil haram ) sampai ke tempat yang terjauh di muka bumi ( masji al aqsha ). Al Aqsha maksudnya adalah yang terjauh. Al haram adalah yang suci. Pada waktu itu di bumi hanya ada dua masjid, masjidil haram dan masjdil aqsha, maka manusia harus dapat menjadikan semua bumi manjadi masjid, dari tempat yang terdekat sampai tempat yang terjauh dengan penuh kesucian dan kemuliaan.

4. Penguasaan sumber daya alam

Baitul maqdis adalah tempat bumi nabi-nabi diantaranya adalah nabi daud, nabi yang mempunyai kekuasaan dan mempunyai kepandaian dalam industry besi, dan juga nabi Sulaiman, nabi yang mempunyai kekayaan dan mempunyai kepandaian dalam komunikasi (bahasa ). Baitul maqdis adalah lambing kekuasaan dan kekayaan, sedangkan Masjidil haram adalah lambing kesucian. Dengan isra mikraj berarti seorang muslim harus dapat menguasai dunia dan seluruh permukaan bumi sehingga mempunyai kekuasaan dan kekayaan sebagaimana nabi daud dan nabi Sulaiman, tetapi semuanya itu dilakukan dengan penuh kesucian dan untuk menghambakan diri kepada Allah subhana wataala.


5. Kesucian diri dan kekuatan iman, dan ilmu.

Sebelum nabi Muhammad berangkat, maka hati beliau dibasuh dan diisi dngan iman, ini memberikan pelajaran kepada umat manusia agar sebelum melakukan perjalanan di muka bumi, sebelum berikhtiar untuk menguasai dunia, perlu pepbersihan hati dan pengisian hati dengan iman, dengan iman dan kesucian hati inilah manusia dapat berjalan menuju tuhan, menjadi khalifah Allah.

6. Memilih yang terbaik

Setelah disisi dengan iman, nabi diberi pilihan apakah minumarak atau susu, dan nabi memilih susu. Ini menggambarkan jika manusia telah diberi iman, dibersihkan hatinya, maka dia akan memilih sesuatu yang baik untuk keperluan hidupnya, baik makanan, minuman, pakaian, dan lain sebaginya. Tetapi jika tidak ada ilmu, dan tiada iman maka manusia akan memilih yang enak bukan yang fitrah (suci ), sebab dia akan memilih karena hawa nafsu, karena kesenangan bukan karena iman.

7. Penguasaan teknologi.

Setelah nabi pandai memilih, dan bersih hatinya, maka nabi naik kenderaan bouraq menuju ke Baitul maqdis. Bouraq adalah lambing teknologi, alat untuk menguasai dunia, menjadi khalifah Allah. Untuk berjalan yang jauh diperlukan kenderaan yang cepat seperti kilat, maka makna bouraq adalah kilat, dan untuk naik ke langit diperlukan tangga, maka nabi naik dengan mikraj (secara bahasa mikraj berarti tangga ). Penguasaan alam, penjelajahan bumi tidak mungkin tercapai tanpa dengan memakai alat sebab itu merupakan sunnatullah. Kejayaan di atas bumi dengan alat dan teknologi, dan kejayaan akhirat juga dengan amal ibadah, seperti shalat maka shalat adalah mikraj bagi seorang mukmin.

8. Memimpin dalam segala bidang.

Dalam isra mikraj nabi Muhammad diangkat sebagai imam shalat dengan seluruh nabi yang lain menjadi makmum. Ini menggambarkan seorang muslim sepatutnya dengan isra mikraj dapat menjadi pemimpin dalam segala bidang, pemimpin segala zaman, dan pemimpin dunia akhirat. Seorang muslim harus dapat membuktikan dirinya lebih baik dan lebih cemerlang dari yang lain. Setiap muslim sepatutnya menjadi imam baik dalam bidang spiritual, imam dalam ekonomi, imam dalam ilmu pengetahuan, imam dalam teknologi, imam dalam seluruh bidang kehidupan.

9. Menjalin Silaturahmi dan Komunikasi

Dalam Isra mikraj nabi Muhammad berjumpa dengan nabi-nabi yang lain seeprti nabi Adam, nabi Isa, Yahya, Idris, Yusuf, Harun, Musa, Ibrahim. Ini memberikan pelajaran kepada kita untuk tetap menjalin kemunikasid an silaturahmi dengan semua orang. Walaupun nabi Muhammad menjadi imam dan penghulu semua nabi, tetapi dia tetap menghargai nabi-nabi yang lain, dan tetap berkomunikasi dan bersilaturahmi dengan mereka semua.


10. Konsultasi dengan yang berpengalaman.

Nabi Muhammad setelah menerima perintah shalat berkonsultasi dengan nmabi Musa sebab nabi Musa lebih dahulu berpengalaman dengan umatnya, dan nabi Muhammad menerima arahan dan nasehat dari nabi Musa. Beliau tidak berkomunikasid engan nabi Ibrahim yang berada di langit ke tujuh atetapi dengan nabi Musa sebab nabi Musa lebih banyak beropengalaman dengan masyarakat yang lebih degil seperti bani Israel.

11. Kebahagian bagi mereka yang berbuat baik

Dalam isra mikraj nabi diperlihatkan kepada ganjaran orang yang berbuat dalam jihad di jalan allah akan mendapatkan balasan yang berlipat ganda baik di dunia dengan mendapat hasil tanaman berulang kali ataupun mendapat kebahagian di akhirat dengan kehidupan di dalam surga.

12. Kesengsaraan bagi mereka yang berbuat keji.

Dalam isra mikraj juga digambarkan bahwa setiap orang yang melakukan kesalahan akan mendapatkan siksaan atas perbuatan yang dilakukannya, baik perbuatan yang berkaitan dengan ritual ibadah, seperti meninggalkan shalat, tidak berzakat, berzina, maupun dalam kejahatan dalam bidang sosial, seeprti memfitnah, mencaci, menghina, sombong dan lain sebagainya.

13. Tidak terpengaruh dengan godaan.

Dalam peristiwa isra mikraj juga dapat diambil pelajaran bahwa orang yang Berjaya di dunia dan diakhirat adalah mereka yang dapat mudah terpengaruh dengan godaan keimanan dan godaan nafsu keduniaan, sebagaimana digambarkan bagaimana nabi Muhammad tidak terpengaruh oleh seruan dari kiri dan kanan, dan perempuan yang cantik; tetapi nabi terus berjalan menuju tujuan.

14. Menjadikan shalat sebagai inti kehidupan.

Dalam isra mikraj nabi diwajibkan shalat dalam sehari semalam, sehingga segala kesibukan dunia, harus dapat ditujukan untuk penyembahan dan ibadah kepada Allah, sebabg itu shalat diwajibkandari pagi sampai malam dalam waktu yang berlainan, sehingga setiap saat manusia harus tetap berhubungan, berkonsultasi, memnita perlindungan, petunjuk daripada Allah. Kesibukan kerja, kehidupan dunia, tidak boleh melupoakan kewajiban kepada Allah, dan seluruh kekuasaan, kekayaan, harus dapat dapat menjadui ibadah kepada Allah, sebagaimana dicontohkan oleh nabi Daud, walaupundia menguasai dunia dengan teknologi besi, tetapi beliau meninggal dalam keadaan sujud kepada Allah subhana wataala. Dengan shalat , maka manusia akan mencapai derajat tertinggi, sebagaimana disebutkan oleh hadis nabi “ shalat itu adalah mikraj bagi seorang mukmin “. Wallahu a’lam.

Kuala lumpur, Jumat, 26 rajab 1428/10 ogos 2007
Muhammad Arifin Ismail.
arifin_ismail@yahoo.com.
www.arifinismail.blogspot.com.





Thursday, August 2, 2007

Meluruskan Makna Tasawuf


“ Dan sesungguhnya pada sisi Allah mereka termasuk orang pilihan (dengan kesucian diri ) yang paling baik “ ( Surah Shaad/38 : 47 ).

Banyak orang melihat bahwa tasawuf adalah amalan tarekat dengan zikir-zikir tertentu, sehingga tasawuf sering disalahpahami sebagai mengikuti ajaran tarekat, dan mefeka yang tidak bertarekat kepada Imam tertentu dianggap tidak bertasawuf. Lebih-lebih lagi seorang wali dianggap orang yang mempunyai kelebihan tertentu,walaupun wali tersebut tidak menjalankan hukum Allah, padahal seorang wali bukanlah orang yang mempunyai kelebihan tetapi orang yang selalu suci kepada Allah dalam ilmu, dalam setiap keadaan, dengan menjaga hukum Allah, menjaga akhlak, dan hati. Secara bahasa tasawuf berasal dari asal kata “Safa” yang berarti suci. Safa dalam arti suci maksudnya adalah terbebas daripada sesuatu yang kotor atau tidak bersih, maka safa maksudnya adalah sesuatu yang terpilih dengan kesucian daripada yang lain. Orang yang bersifat safa tersebut dinamakan dengan sufi, yaitu orang yangselalu dalam keadaan suci, baik suci dalam keilmuan, suci dalam setiap keadaan, dan suci dalam mengadakan hubungan dengan Allah subhana wataala. Ibnu Qayim al Jauzi membagi safa dan tasawuf ( kesuxcian) dalam tiga bentuk :

1. Tasawuf dalam ilmu pengetahuan.

Ilmu yang suci ( ilmu tasawuf ) adalah ilmu yang dapat membimbing orang yang mempunyai ilmu kepada menncapai tujuan mendekatkan diri kepada Allah, yaitu ilmu yang bersumber daripada ilmu yang dibawa dan disampaikan oleh Rasulullah saw. Seorang ulamai tasawu dari Baghdad, Al Juneid berkata : “ilmu kami berkaitan erat dengan Kitabullah dan sunnah Rasulullah. Sesiapa yang tidak menghafal daripada ayat-ayat Al Quran dan tidak berdasarkan daripada hadis-hadis nabi dan tidak memahami (tafaqquh) dalam hukum-hukum syariat, maka orang itu tidak boleh diikuti “. Ulama tasawuf yang lain, Nasr al Abadi berkata : “ Golongan sufi adalah kelompok yang mengikuti Kitabullah dan Sunnah rasulullah, meninggalkan keinginan diri sendiri dan sesuatu yang bid’ah(sesuatu yang tidak berasaskan kepada dalil syariat), mengikuti orang-orang salaf ( ulama terdahulu ), meninggalkan bid’ah yang diciptakan oleh orang lain, dan tetap istiqamah atas apa yang pernah dilalui dan dilakukan oleh ulama terdahulu “. Syekh sufi Sulaiman Darani juga berkata : “Sesungguhnya engkau akan menjalani titik-titik perjalanan suatu kaum, maka janganlah engkau terima setiap perjalanan itu kecuali jika sesuatu itu mempunyai dalil yang jelas daripada kitab dan sunnah.

Dalam Al Quran disebutkan : “ janganlah kamu berdiri dibelakang sesuatu yang tidak mempunyai ilmu “ ( Surah al Isra/17 : 36 ). Orang dzalim adalah orang yang mengikuti sesuatu tanpa berdasarkan kepada ilmu “ bahkan mereka mengikuti orang dzalim dengan hawa nafsunya tanpa ilmu pengetahuan “ ( Surah Rum/30: 29 ). Ilmu harus berdasarkan kepada sesuatu kebenaran berdasarkan nash yang jelas bukan kepada sangkaan “ Apakah kamu tidak melihat orang yang mengambil hawa nafsu sebagai tuhan dan disesatkan oleh ilmu pengetahuan mereka “ ( Surah al jasiyah/45 : 23 ) “ Tidaklah mereka itu berasaskan kepada ilmu tetapi mereka itu hanya berasaskan kepada sangkaan dan dugaan “ ( Surah alJasiyah/45:24).

Oleh sebab itu ulama menetapkan bahwa rujukan ilmu dalam islam adalah merujuk dan berasaskan kepada Al Quran, Sunnah, Ijma ( persetujuan sahabat/ulama )dan Qiyas ( analogi ). Ijma dijadikan rujukan sebab ada hadis yang menyatakan bahwa umatku tidak akan bersepakat dalam kesesatan: “ Tidak akan bersepakan umatku atas kesesatan dan tangan Allah diatas jamaah “ ( hadis sahih riwayat Tirmidzi ). Qiyas merupakan dalil hukum sebab ada hadis Rasulullah kepada Muadz bin Jabal “ wahai Muadz, bagaimana nanti engkau memutuskan suatu perkara? Muadz menjawab : Aku akan putuskan sesuatu dengan Al Quran. Rasul bertanya lagi, bagaimana jika tidak engkau dapatkan di dalam Al Quran? Muadz menjawab : Aku akan putuskan dengan Sunnah rasulullah. Rasul bertanya lagi : bagaimana jika engkau tidak daptkan dalam Sunnah? Muadz menjawab ; Dengan : Aku berijtihad dengan akal. Rasul segera menepuk dada Muadz dan berkata Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kepadanya sesuatu yang disetujui oleh rasulNya “ ( hadis sahih riwayat Ahmad, Abu daud dan Tirmidzi ).

2.Tasawuf (safa) dalam keadaan.

Tasawuf atau Safa dalam keadaan adalah hasil daripada kesucian dalam keilmuan. Tasawuf dalam keadaan maksudnya adalah terpeliharanya hati dalam melakukan sesuatu amal perbuatan. Dimanapun seorang hamba berada, dalam keadaan apapun , maka dirinya tetap bersih dan suci dari kemaksiatan, kekafiran, kemusyrikan, kemunafikan, dan sifat-sifat tercela. Inilah keadaan orang yang sufi, bukan hanya dalam ibadah, tetapi sufi dalam ekonomi, dalam budaya, dalam politik, dalam berkeluarga, dalam bermasyarakat. Keadaan ini dapat tercapai dengan cara :

a. Mengetahui sumber ilmu yang benar ( tasawuf dalam ilmu) sehingga menimbulkan keyakinan dalam beramal, bukan hanya beramal dengan ikut-ikutan atau hanya dengan sangkaan. Keyakinan tersebut akan membuat hamba berusaha tetap menjalan perintah Allah dan menjauhi laranganNya ( hukum SYARIAT ) dengan penuh kesadaran.Oleh sebab itus eorang sufi adalah orang yang selalu menalankan syariat.

b. Merasakan kelezatan dan manisnya amal berbuatan, sehingga membuatnya tetap istiqamah umtuk tetap beramal dalam keadaan susah dan senang, baik dikala seorang diri maupun bersama orang lain, diwaktu miskin atau kaya. Hal ini akan membuat seorang hamba akan tetap dalam jalan menuju Allah. Inilah yang dimaksud dengan tarekat ( Jalan = THARIQAT ), yaitu cara hidup dengan menjalankan semua perintah dan larangan Allah dengan penuh keghairahan dan kecintaan.

c. Terciptanya keadaan diri yang suci dalam hati, ibadah, akhlak dan tindakan, baik kepada Allah melalui amal ibadah maupun dalam hubungan dan pelayanan kepada manusia dan alam semesta. Keadaan diri dalam kesucian baik dalam ibadah kepada Allah maupun dalam pelayanan kepada manusia dan alam, merupakan HAKIKAT penghambaan manusia dalam melaksanakan tugas hamba Allah (ibadah) dan tugas khalifah Allah di muka bumi.

3.Tasawuf dalam hubungan

Tasawuf dalam hubungan adalah sucinya dan tetapnya hubungan seorang hamba kepada Allah dalam setiap keadaan dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangan, dengan doa dan munajat, dengan cinta , dan ghairah, dengan harapan dan takut akan siksa(khauf), dengan menghilangkan keinginan diri , kecenderungan nafsu duniawi, dan hubungan ini tidak dapat diputuskan kecuali dengan kematian yang datang. Tasawuf hubungan juga menghubungkan diri dengan sifat dan asma ilahi, menghubungkan pikiran, perasaan, jiwa, keinginan dengan keridhaan Ilahi. Sesiapa yang beramal ibadah dengan kesucian hubungan tersebut tidak akan menuntut balasan atas amal ibadah sedikitpun sebab baginya beramal ibadah merupakan hak Allah dan kewajiban yang harus ditunaikan sebagai seorang hamba yang bersyukur kepada Allah. Itulah sebabnya nabi Muhammad sewaktu ditanya oleh Aisyah, mengapa Rasulullah melakukan shalat sedangkan dosa-dosanya telah diampukan oleh Allah, maka rasul menjawab bahwa beliau hanya ingin menjadi hamba yang bersyukur. Demikian juga sewaktu nabi berkata bahwa seseorang itu tidak akan dimasukkan surga dengan amalnya, tetapi dengan rahmat Allah kepadanya. Sahabat bertanya : Apakah rasulullah juga demikian? Rasul menjawab : “ Ya, walaupun aku sebagai rasul, maka aku juga dimasukkan ke dalam surga bukan karena amal ibadahku tetapi karena rahmat Allah kepadaku”.

Seorang yang bertasawuf adalah seorang hamba yang selalu bertaqarrub kepada Allah dan tetap dalam keadaan safa (suci ), baik dalam ilmu , suci dalam setiap keadaan, dan suci dalam hubungan kepadaNya; dan bagi mereka yang telah dapat melakukan tasawuf dalam ketiga hal tersebut biasanya disebut dengan “ sufi “ ( orang yang dalam keadaan suci ) dan ilmu untuk mencapai kesucian dalam ilmu, keadaan dan hubungan itulah yang disebut dengan ilmu tasawuf. Ilmu tasawuf adalah ilmu untuk mencapai kesucian diri dengan berpedoman kepada Syariat yang digariskan dalam Kitabullah dan Sunnah , serta dengan cara (thariqah/tarekat ) yang pernah dilakukan oleh rasul , sahabat dan tabiin, dan salihin, untuk mencapai hakikat penghambaan diri kepada Allah dalam menjalankan tugas ibadah khalifah. Imam Zakaria Anshari berkata : “ Syariat adalah mengenal jalan menuju Allah. Hakikat adalah mengekalkan penglihatan (istiqamah) kepada jalan menuju Allah, dan tarekat adalah menempuh jalan yang telah dibentangkan oleh syariat “. Oleh sebab itu Abu Yazid al Bustami berkata ; “Jika kamu melihat seorang yang mengaku wali yang dapat duduk bersila di atas udara, janganlah kamu terpedaya dengannya, sebelum kamu melihat bagaimana dia menjalankan syariat Allah, melaksanakan perintahNya dan meninggalkan laranganNya “. Fa’tabiru ya Ulil albaab.









Friday, July 27, 2007

SIKAP ADIL


“ Adillah kamu karena itu lebih dekat kepada ketaqwaan “ ( QS. Al Maidah : 8 )
Sesudah peperangan Hunain berakhir dan para tawanan telah dikembalikan, ada beberapa sahabat berebut barang-barang rampasan perang sambil berkata berkata, "Wahai Rasulullah bagikanlah kepada kami harta rampasan perang”. Mereka berdesak sehingga mendorong Rasulullah sampai ke suatu pokok, dank arena saling berebut sehingga ada seorang sahabat yang mengambil baju Rasulullah, sehingga beliau berkata, "Kembalikanlah bajuku tersebut.. Demi Allah, andaikata aku mendapat bagian unta sebanyak pokok tihamah, pasti akan kubagikan kepadamu. Kamu tidak akan menemukan aku sebagai orang yang kikir, penakut, dan pembohong “. Kemudian beliau mendekati seekor unta lalu mengambil bulu dari unta tersebut, kemudian menjepitkannya di antara dua jari beliau lalu mengangkatnya keatas seraya berkata, "Wahai saudara-saudara sekalian..Demi Allah, tidak ada bagianku dari rampasan perang ini walaupun sehelai bulu ini kecuali seperlimanya, dan bagianku itupula akan kuberikan kepada kamu semua. Oleh karena itu, serahkanlah semua harta perang sampai kepada benang dan jarumnya, sesungguhnya menyembunyikan barang rampasan perang walaupun sedikit akan menjadi cela dan menjadi api serta menjadi aib pada hari kiamat." Kemudian datanglah seorang dari Anshar dengan membawa benang dari bulu dan berkata, " Ya Rasullullah, aku mengambil gumpalan benang ini untuk membuat tempat duduk di punggung untaku." Rasulullah SAW. berkata, " aku berikan kepadamu yang kuambil daripada bagianku" Orang itu menjawab : "Kalau demikian, maka aku tidak akan mengambilnya sambil meletakkan gumpalan itu Kisah diatas menggambarkan bagaimana adilnya nabi sebagai seorang pemimpin perang, sehingga dia tidak berani memberikan sehelai benangpun untuk diberikan dari pasukan dan beliau rela memberikan dari miliknya sendiri. Demikianlah nabi memberikan contoh kepada umat manusia bagaimana menjadi seorang pemimpin yang adil terutama dalam memakai kekayaan rakyat.

Dalam hadis nabi juga kita dapatkan sekian banyak pernyataan nabi tentang keadilan pemimpin seperti : “Setiap dari kamu adalah pemimpin dan setiap kamu bertanggungjawab atas tugasmu masing-masing “ ( riwayat Ahmad ) “ Tujuh orang yang akan mendapat perlindungan di hari akhirat nanti, pertama adalah Pemimpin yang adil…( riwayat Bukhari dan Muslim). “ Pemimpin yang adil adalah salah seorang dari tiga orang yang tidak akan ditolak doanya “ ( hadis riwayat Tirmidzi ) “ Orang yang adil akan mendapat minbar dari cahaya disisi Tuhan Yang Maha pemurah “ ( hadis riwayat Muslim dan nasai ) Keadilan seorang pemimpin merupakan ibadah sebagaimana sabda beliau “ Satu jam keadilan yang dilakukan oleh seorang pemimpin nilainya sama dengan ibadah enam puluh tahun “ ( riwayat Thabrani ). “ Satu jam kedzaliman lebih berat disisi Allah daripada kemaksiatan selama enam puluh tahun “ ( Isbahani ). “ Manusia yang paling dicintai Allah adalah pemimpin yang adil “ ( riwayat Tirmidzi ). Demikianlah pahala menjadi seorang pemimpn yang adil.

Malahan shalat dan ibadah seorang pejabat dan pemimpin akan digantung sebelum dia melakukan keadilan dalam memimpin sebagaimana dalam sebuah hadis disebutkan : “ Wahai manusia, sesunguhnya Allah tidak menerima shalat pemimpin yang dzalim ‘ (Hakim ). Dalam hadis yang lain juga disebutkan bahwa “ Barangssiapa yang meminta kekuasaan atas manusia ( seperti dengan pemilihan , atau kampanye ) dan dia mendapatkannya kemudian kedzalimannya mengalahkan keadilannya maka baginya neraka jahannam “ ( riwayat Abu daud ). “Tidak ada seseorang yang memimpin tiga orang atau lebih kecuali tangannya akan terbelenggu dan belenggu itu tidak akan dibukakan kecualid dengan keadilannya “ ( riwayat Ibnu Hibban ). “ Orang yang pertama masuk neraka adalah pemimpin yang memiliki kekayaan dan tidak menunaikan kewajibannya kepada Allah “ ( ibnu khuzaimah ) “Sesiapa yang mendapat kekuasaan kemudian tidak menjaga kekuasaan tersebut sebagaimana menjaga dirinya sendiri maka dia tidak mendapat waanginya surga “ ( riwayat Thabrani ). “Allah selalu bersama seorang pemimpin selama pemimpin itu tidak melakukan kedzaliman, jika dia berbuat kedzaliman, maka Allah akan meninggalkannya dan dia akan berada bersama syetan “ ( Tirmidzi ).“ Sesiapa yang mendapatkan kekuasaan tetapi tidak melihat dan peduli kepada keperluan rakyatnya maka Allah tidak akan melihat kepadanya ‘ ( Thabrani ). “ Barangsiapa yang diberi Allah kekuasaan tetapi dia menipu rakyatnya maka Allah haramkan dia daripada masuk ke dalam surga “ ( Bukhari Muslim ).“ Barangsiapa yang diberi kekuasaan dan tidak melakukannya dengan sungguh-sungguh dan dengan sebaik-baiknya maka dia tidak akan masuk ke dalam surga “ ( Muslim dan Thabrani ). “ Sesiapa pemimpin yang menutup pintunya daripada orang yang memerlukan pertolongannya , atau orang faqir dan miskin maka Allah akan menutup pintu langit daripadanya doanya“ ( Hakim ).

Seorang pemimpin juga akan diuji keadilannya dalam memilih pegawainya atau pembantunya sebagaimana dalam sebuah hadis “ Sesiapa yang memilih seseorang karena ta’asub sedangkan diantara mereka ada orang yang lebih layak untuk melakukannya maka dia telah mengkhianati allah , RasulNya dan orang yang beriman “ ( Hakim ). “Sesiapa yang memilih pemimpin karena kecintaan, sedangkan dia tidak layak untuk memimpin maka kutukan Allah akan datang kepadanya “ ( Hakim ). “ Abu Dzar bertanya kepada rasulullah : ya Rasulullah, mengapa baginda tidak memilihku untuk memegang sesuatu kekuasaan? Rasul memegang bahu Abu dzar sambil bersabda : “ Wahai abu dzar, sesungguhnya engkau ini lemah, sedangkan kekuasaan itu adalah amanah, dan amanah itu nanti pada hari kiamat itu akan menjadi penyesalan di hari kiamat, kecuali orang yang mengambil amanat itu dengan menjalankan kewajiban-kewajibannya “( Muslim ). Hari ini, tambah hari, pejabat , pemimpin yang melakukan korupsi, kolusi bertambah setiap hari, dari pejabat tinggi, sampai pegawai rendah, padahal demikian berat ancaman bagi mereka yang tidak adil dengan memakai dan mempergunakan harta kekayaan negara, uang rakyat untuk kepentingan pribadi, semoga tulisan ini menggugah mereka untuk bersikap adil. Fa’tabiru ya Ulil albaab.


Thursday, July 26, 2007

Metode AlHuffaz

METODE ALHUFFAZ
" Sesunggunya telah Kami mudahkan al Quran itu untuk diingat " ( Al Qamar ayat 17)

Al Quran adalah rujukan utama kehidupan seorang muslim. Oleh sebab itu, setiap muslim haris dapat membaca Al Quran; dan lebih utama lagi dapat memahami dan menghafal Al Quran. Menghafal Al Quran berarti memahami petunjuk kehidupan dalam setiap keadaan, sehingga bagaikan seorang teknisi yang hafal akan buku panduan suatu barang elektronik severti tivi, mobil dan lain sebebaginya; maka jika barang itu rusak; maka teknisi tersebut dapat memperbaiki barang tersebut langsung tanpa harus buka buku panduan lagi. Demikianlah dengan Al Quran, sepatutnya setiap muslim menjadikan kitab suci tersebut menjadi rujukan kehidupan dalam menghadapi setiap persoalan hidup. Itulah sebabnya, menghafal Al Quran merupakan syarat utama keunggulan seorang muslim dan sehingga merupakan budaya sahabat nabi, ulama san sarjana muslim terdahulu.

Begitu pentingnya menghafal Al Quran, maka ulama muslim terdahulu, sejak kecil sudah dibiasakan menghafal Al Quran, padawaktu umur mereka tujuh sampai sepuluh tahun. Setelah mereka dapatmenghafal Al Quran, baru dikenalkan kepada ilmu fardhu ain sampai mereka baligh, dan setelah baligh dikenalkan dengan ilmu fardhu kifayah, dan ketrampilan hidup. Oleh sebab itu, jika kita teliti ulama zaman keemasan islam , seperti Imam Syafii, Imam Ghazali, Ibnu Sina, Al farabi, Al Idrisi, Al Batani, Al Khawarizami Ibnu Khaldun dan lain sebagainya; mereka hafal Al Quran, kemudian alim dalam ilmu fiqah, tauhid, dan ilmu fardhu ain, dan kemudian mereka juga pakar di dalam sains, seperti kedokteran, farmas, astronomi, biologi dan lain sebagainya.

Upaya agar masyarakat dapat menghafal Al Quran terus dilakukan. Di Mesir banyak masjid mempunyai program menghafal Al Quran, sehingga jamaah shalat disamping melakukan shalat juga melakukan tasmi'(memperdengarkan hafalan ) kepadaimam masjid tersebu, sesuai dengan kemampuan masing-masing. Di Pakistan, setiap anak muslim, sebelum berangkat ke sekolah, setelah shalat subuh, mereka akan memperdengarkan hafalan mereka kepada imam masjid setiapi, sehingga dengan budayatersebut si anak dapat menghafal Al Quran setiap hari. Oleh sebab itu di negara Pakistan, seorang ulama biasa ( mulwi ) adalah orang yang hafal Al Quran dan jika menjadi ulama besar ( maulana ) berarti telah hafal Al Quran dan membaca kutubussittah ( kitab hadis yang enam, sahih bukhari, sahih muslim sunan ibnu majah, sunan tirmidzi, sunan abu daud, dan sunan nasai ).

Di sebagian negara muslim, hafal quran belum merupakan budaya masyarakat, malahan banyak orang yang ingin menghafal alquran sekaan-akan harus menghabiskan waktunya untuk menghafal al quran sehingga tidak dpat belajar ilmu-ilmu yang lain. Padahal jika kita merujuk kepada sejarah islam, menghafal al Quran tidak menafikan seseorang untuk memiliki ilmu dan ketrampilan yang lain, malahan ayat-ayat Al Quran itu nanti dapat menjadi rujukan utama, dan landasan semua ilmu sains, dan kehidupan. Sebagai contoh, Ibnu Sina menghafal Al Quran, kemudian dalam al Quran banyak ayat-ayat yang menyruruh agar manusia memperhatikan badan manusia, akhirnya dengan landasan ayat tersebut ibnu sina mengkaji tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan kesehatan tubuh manusia. Hipotesa yang didapat dari riset dan penyelidikan berlandaskan ayat-ayat Al Quran tersebut, dikonsultasikan kepada Allah melalui shalat tahajud dan istikharah, sehingga perpaduan wahyu, dan riset ditambah dengan shalat tahajud, dan istikharah, maka Ibnu Sina mendapatkan teori-teori kedokteran yang sesuai dengan "sunatullah ", sehingga teori terebut tidak dapat dibantah oleh sarjana kedokteran setelahnya.
Berbeda dengan pakar kedokteran dan keilmuan barat yang sekular dan tidak berlandaskan al Quran dan shalat tahajud /istikharah; maka kadangkaa teori yang didapat akan dibantah oleh pakar yang datang setelahnya. Utuk mengembalikan kecemerlangan islam dalam seluruh kehidupan, baik dalam teori ekonomi, dan sains; maka perlu dicari sistem yang dapat membuat masyarakat terbiasa dengan menghafal al Quran tanpa mengenal usia, dan profesi. Alhamdulillah, baru-baru ini di Malaysia, sejalan dengan keperluan dan hajat masyarakat untuk kembali kepada Al Quran, telah diketemukan sistem menghafal Al Quran yang dapat dipakai oleh semua peringkat umur dan profesi dengan nama sistem "alhuffaz ". Sistem ini berangkat dari pengalaman seorang pakar akutansi sewaktu belajar di negeri Inggeris. Sambil belajar di negeri orang, Dr. Syafii walaupun telah dewasa, mencoba menghafal Al Quran tanpa harus masuk ke sekolah tahfidzul Quran. Dengan kesunguhan, dan kaedah yang sistematik, dia dapat menghafal al Quran penuh tiga puluh juz. Kaedah yang hanya memakan waktu lima sampai sepuluh menit untuk mengulang satu ayat dengan enam puluh kali pengulangan bacaan ini ( dengan waktu 5-10 menit x I ayat x ihari x 19 tahun = hafal 30 juz al Quran ) kemudian dikaji dan diuji, melalui dirinya dan keluarganya, serta masyarakat di sekitar rumahnya, ternyata memberikan hasil dan kesan yang dapat memudahkan orang untuk menghafal Al Quran.

Kaedah yang telah dimasyarakatkan sejak tahun 1999 ini dikenal dengan " Kaedah sistematik al Huffaz membaca, melancar dan menghafal al Quran " yang diletakkan kepada fakta saintifik, sejarah, logika,pengalaman , kerohaniaan,pengakuan dan fungsi akal, dapat dipakai oleh siapa saja dari umur empat tahun sehingga tua, baik mereka yang masih muda sampai yang telah pensiun. Kaedah ini bukan saja dapatmenghafal Al Quran, tetapi juga dapat membersihkan jiwa melalui Al Quran, memperkuat syaraf-syaraf otak atau yang dikenal dengan "neuron ", menguatkan daya ingat sehingga membentuk manusia yang mempunyai " the ultimate intelegence ". ternyata dengan menghafal Al Quran apalagi di waktu kecil, dapat membentuk jaringan otak yang lebih luas, sehingga menjadikan manusia tersebut dapat menerima setiap disiplin ilmu dengan lebih baik lagi, sebagaimana yang telah dibuktikan oleh pakar-pakar sain dasn ulama islam zaman dahulu, yang dikenal dengan pribadi dengan multi disiplin ilmu, atau dikenal dengan manusia "multi integensi ", yang dapat menyatukan dalam dirinya kecerdasan otak, kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual, yang dikenal dalam istilah psikologi, Intelectual IQ,EQ,dan SQ; sebagai modal bagi pembentukan manusia sempurna, insan kamil.

Menghafal Al Quran juga merupakan ibadah yang paling utama, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis disampaikan oleh Ali bin Abi Thalib, bahwa rasul telah bersabda : " Sesiapa yang membaca al Quran, dan menghafalnya maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga dan memberikan kepadanya kuasa untuk dapat memberikan syafaat kepada seluruh orang keluarganya yang sudah tentu masuk neraka ". Dalam hadis yang lain : " Siapa yang mengajarkan al Quran kepada anaknya secaramelihat mushaf maka allah akan mengampunkan dosa-dosanya yang lalu dan akan datang; dan siapa yang mengajarkan Al Quran secara menghafal akan dibangkitkan pada hari kiamat seperti bulan purnama, dan dikatakan kepada anaknya, bacalah!Maka setiap kali anaknya membaca satu ayat, Allah mengangkat kedudukan orangtuanya satu derajat hingga akhir ayat yang dibaca ". (riwayat Thabrani ). Metode al Huffaz juga membuktikan bahwa Al Quran mudah untuk dihafal sebagaimana jaminan Allah : " Sesunggunya telah Kami mudahkan al Quran itu untuk diingat,maka adakah orang yang mengambil pengajaran ? " ( Al Qamar ayat 17,22,32,40). Metode al Huffaz juga menepis keraguan kita untuk dapat menghafal Al Quran disebabkan kesibikan, ketiadaan waktu, usia yang lanjut dan lain sebagainya. Metode al Huffaz jugamennepis anggapan bahwa menghafal al quran harus masuk ke solah tahfidz, sebab metode ini dapat dipakai dimana-mana, asalkan kita berdisiplin menjalankannya. Dengan metode al Huffaz, setiap orang hanya dengan mengambil sepuluh menit satu hari untuk menghafal satu ayat Al Quran baik itu di rumah, di sekolah, di kantor, di kedai, maka dapat dibayangkan dalam tempoh dua puluh tahun, akan muncul masyarakat hafal quran dimana-mana; sehingga dapat menjadi modal dasar untuk menuju kecemerlangan umat islam di masa mendatang. Dengan metode alhuffaz akan muncul ulama hafal al quran, saintis hafal alquran, teknokrat hafal alquran, konglomerat hafal alquran, politisi hafal alquran, sehingga kita dapat mengulangi zaman keemasan islam terdahulu, mempersipkan generasi qurani di masa mendatng. Fa'tabiru Ya Ulil albab.


Friday, July 20, 2007

MADINAH SYARIAH

“ Dan Allah telah menghalalkan perniagaan dan mengharamkan riba “
(QS. ALbaqarah : 275 )

Pada hari ini, Jumat 20 Juli 2007, di kota medan akan dibuka sebuah supermarket Madinah Syariah, yang dikelola secara islami, oleh pengusaha muda muslim. Pada mulanya, supermarket tersebut bernama Macan Syariah, sebab masih di dalam group perusahaan Macan Yohan, dan selanjutnya disebabkan perpedaan visi, dan pandangan maka Macam Syariah tersebut memisahkan diri dari group macan Yohan, berdiri sendiri dan dikelola secara islami, sehingga merupakan supermarket syariah yang dapat menghilangkan keresahan muslim sebab selama ini hamper Sembilan puluh persen umat islam berbelanja ke supermarket non-muslim, malahan ke supermarket asing seperti Carefour, Makro, dan lain sebaginya. Jika kita teliti, dari mini market, super market, shoping kompleks, plaza, hamper semuanya dimiliki oleh non-muslim, sehingga seakan-akan umat islam hari ini tidak punya pilihan lain, sehingga tanpa sadar, uang umat islam tidak mengalir kepada sesame muslim, tetapi mengalir ke orang lain, dimana keuntungan tersebut sdapat menjadi modal bagi agama lain dalam mengembangkan misi dakwah mereka,atau dengan kata lain, sebenarnya uang orang islam yang mengalir ke kantong-kantong non-muslim itulah yang dipakai untuk misi kelompok tertentu dalam menyerang umat Islam. Sebagai contoh, perusahaan makanan Mc Donald, perusahaan Masks & Spencer dengan merek St. Michel, kedai kopi Sturbuck Coffe, adalah merupakan perusahan yang memberikan bantuan bagi negara Israel, sehingga secara tidak langsung masyarakat muslim yang berbelanja ke tempat seperti itu ikut andil dalam membangun ekonomi zionisme di dunia Islam. Mengapa ini semua dapat terjadi..? Disebabkan umat islam tidak mempunyai jaringan bisnis yang menggurita, dan berkualitas, padahal sebenarnya sudah wajib bagi umat islam mempunyai supermarket macam Carefour, mempunyai kedai kopi mendunia macam Sturbuck dan lain sebagainya. Padahal dalam mukaddimah kitab al Majmu’ Imam Nawawi telah menegaskan bahwa “ umat islam wajib memenuhi segala keperluan hidupnya sendiri sampai wajib membuat jarum “. Tapi sayang kewajiban ini tidak pernah ditekankan kepada umat islam, kita hanya sibuk dengan wajib ibadat, bukan wajib bermuamalat. Dalam kaedah ushul fiqih disebutkan bahwa “ sesuatu yang dengannya menyampaikan kepada wajib, maka hukumnya menjadi wajib “. Sebagai contoh, jika shalat itu wajib menutup aurat, maka umat islam wajib mempunyai pabrik pembuat kain dan pakaian. Jika umat islam wajib naik haji maka umat islam juga wajib memiliki kenderaan dan membuat kapal terbang dan pesawat. Jika umat islam wajib makan dan minum yang halal, maka segala sesuatu untuk sampai kepada itu adalah wajib, dari pabrik makanan, minuman, tempat penjualan dan lain sebagainya.

Di Amerika jika ada seorang yahudi ingin membeli suatu barang, maka dia akan pergi berbelanja ke kedai yahudi, walaupun kedai itu jauh dari tempat tinggalnya. Dia tidak akan pergi ke kedai bukan yahudi walaupun kedai itu ada didekat rumahnya. Dengan demikian, maka uang dari seorang yahudi hanya berputar di sekitar masyarakat yahudi, dengan keuntungan peniaga yahudi itu akan menjadi bagian daripada kekuatan ekonomi yahudi. Sepatutnya sikap ini dimiliki oleh umat islam, sehingga seorang muslim tidak akan berbelanja ke tempat bukan islam, sebab dengan berbelanja ketempat bukan islam akan melemahkan ekonomi umat islam dan menguatkan ekonomi umat yang lain. Inilah sikap yang dilakukan oleh rasulullah sewaktu beliau masuk ke madinah.
Sebelum nabi sampai ke Madinah, maka ekonomi masyarakat madinah dikuasai oleh masyarakat yahudi. Segala keperluan masyarakat hanua di jual di pasar-pasar milik yahudi. Di pasar yahudi tersebut, selain peniaga yahudi, peniaga arab juga terpaksa harus berjualan di pasar yahudi, sehingga tidak ada penduduk madinah yang tidak berbelanja di pasar yahudi. Hal ini terjadi sampai nabi Hijrah ke Madinah.

Setelah nabi hijrah, nabi menggerakkan sentra ekonomi masyarakat muslim. Pertama nabi memberikan motivasi agar setiap orang msulim bekerja, sehingga tidak ada seorangpun yang tidak bekerja, sehingga sejarah menyatakan bahwa Asma binti Abubakar juga mempunyai kebun kurma.Sejarah mencatat, bahwa kebun kurbma masyarakat madinah pada zaman rasulullah sampai ke jabal usuh sekarang, begitulah hebatnya masyarakat madinah berkebun. Setelah lahan tidak ada lagi, maka nabi menggerakkan sahabat untuk berniaga sebagaimana masyarakat Makkah. Masyarakat Madinah adalah masyarakat pekebun, sedangkan masyarakat Makkah, oleh sebab itu Muhajirin Makkah yang mempunyai darah peniaga kembali membuka arus perniagaan baik ke Yaman, Syria atau Parsi; sehingga Madinah yang pada menjadi pusat perniagaan. Sementara itu pasar madinah yang ada hanya milik masyarakat yahudi, maka nabi bersama Abdurrahman bin Auf dan usman bin Affan membeli sebuah tanah lapang untuik dijadikan pasar Islam. Dengan adanya pasar islam, maka peniaga Islam hanya menjual barang niaganya di pasar islam dan masyarakat Islam hanya membeli di pasar Islam. Akibatnya dibuka pasar islam tersebut, maka pasar-pasar yahudi gulung tikar. Inialh yang nabi lakukan pada tahun pertama hijrah. Kemudian nabi mengerakkan masyarakat muslim untuk memproduksi sendiri keperluan pokoknya dari makanans ampai senjata perang, sehingga sejarah membuktikan pada akhir tahun pertama hijrah, masyarakat muslim madinah sudah membuat sendiri peralatan perang seperti panah, tombak, pedang, baju besi dan olain sebagainya disamping keperluan pokok seperti makanan, pakaian, dan alat-alat rumah tangga. Dalam tahun pertama hijrah, nabi telah membuktikan bahwa masyarakat muslim adalah masyarakat yang kuat dalam ekonomi, sehingga sewaktu perang badar terjadi dalam tahun kedua, umat islam merupakan umat yang tangguh baim dalam akibadh, keimanan, ekonomi, akhlak dan lain sebagainya.

Alhamdulillah, masyarakat muslim di kota Medan sudah mempunyai supermarket Madinah Syariah. Sekarang tinggal kepada bagaimana partisipasi umat islam untuk membangun ekonomi sesama muslim. Jika dulu kita terpaksa berbelanja ke tempat orang lain karena kita tidak memiliki tempat berbelanja alternative yang dimiliki oleh umat islam sendiri, maka sekarang pintu itu sudah terbuka, dimana sudah ada Madinah Syariah, masihkah kita berbelanja ketempat orang lain? Kepada perusahan muslim juga tingkatkan kualitas pelayanan dan produk, jangan hanya mengharapkan pangsa pasar muslim tanpa meningkatkan akhlak pelayanan,sebab tujuan utama pusat pasar dan perusahaan islam bukanlah keuntungan tetapi merupakan bagian daripada dakwah sehingga kedai, supermarket, perusahaanpelayanan merupakan citra islam dan rangkaian daripada menunjukkan islam kepada masyarakat dunia. Madinah Syariah, niaga secara syariah, akhlak secara syariah, promosi secara syariah, dan tujuan adal;ah dakwah. Fa’tabiru ya ulil albbab.

Sunday, July 15, 2007

MASYARAKAT TERBAIK


“ Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah daripada yang munkar, dan beriman kepada Allah “. ( Q.S. Ali Imran : 110 ).

Dalam suatu hasil angket yang dilakukan oleh Globe Foundation di London terhadap pendatang asing maka hasil angket menyatakan bahwa masyarakat muslim di negara tersebut merupakan masyarakat terbaik dari seluruh pendatang asing. Hal ini karena terbukti masyarakat muslim di negara barat tersebut merupakan masyarakat yang terbaik dalam sikap, akhlak, cara hidup, dibandingkan dengan masyarakat pendatang yang lain. Sehingga menurut surat kabar Times di London masyarakat muslim merupakan masyarakat terbaik, dan masyarakat teladan bai seluruh masyarakat di negeri inggeris. “ Mereka merupakan masyarakat yang pandai menyesuaikan diri dalam masyarakat yang majemuk, berlainan agama, budaya dan keturunan, tanpa menghadapi seedikitpun kesulitan”. Surat kabar itu juga menyatakan bahwa masyarakat muslim “ adalah masyarakat yang sabar menghadapi tekanan, dan penindasan yang terjadi terhadap mereka akibat isu-isu negatif yang dilontarkan kepada mereka oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab “.

Masyarakat muslim di negeri Inggeris juga merupakan masyarakat mandiri, yang dapat hidup dengan baik tanpa meminta bantuan dari pihak lain, atau meminta belas kasihan penguasa, sehingga mereka menjadi masyarakat yang tangguh, ulet, kerja keras, bekerja dengan penuh disiplin. Mereka juga berpegang teguh dengan sistem kehakiman , sehingga mereka menjadi masyarakat yang sangat patuh terhadap hukum, menghormati undang-undang, dan selallu aktif dalam pilihan umum negara tersebut. Angket itu juga menyatakan bahwa empat dari lima orang daripada masyarakat muslim dengan penguasaan bahasa inggeris yang baik telah membuktikan mereka mampu berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah dengan masyarakat inggeris baik dalam bidang pendidikan, politik, dan sosial kemasyarakatan. Surat kabar Times, mengkritik pihak pemerintah Inggeris yang selalu bertindak keras kepada orang-oranfg Islam disana padahal masyarakat muslim telah menunjukkan sifat-sifat terbaik dalam bernegara, dan telah memperlihatkan sikap dan akhlak yang baik, di tengah masyarakat yang lain.

Itulah gambaran masyarakat muslim di salah satu negara barat, merupakan masyarakat terbaik, masyarakat contoh. Sangat disayangkan mbahwa masyarakat muslim di negara muslim belum dapat bersikap seperti masyarakat muslim di negara barat; malahan banyak kita dapati bahwa masyarakat muslim di negara-negara yang lain merupakan masyarakat yang tidak berkualitas. Perhatikanlah gambaran masyarakat muslim di negeri arab yang kaya, menjadi masyarakat yang hidup dengan kemewahan, disamping itu jika berjumpa dengan orang muslim di negara Bangladesh, Indonesia, Pakistan, yang yang terlihat masyarakat yang dalam kesusahan, kemiskinan, hidup dalam kemalasan, tidak berdisiplin. Generasi muda sibuk dengan hiburan, permainan, narkoba, minuman keras. Masyarakat yang tegambar adalah masyarakat yang dalam hidup kekerasan, pembunuhan, penipuan, pemerkosaan, pertikaian, perkelahian, sampai kepada peperangan antar kelompok. Masyarakat atas, masyarakat yang sibuk dengan salah guna kuasa, korupsi, hidup foya-foya, tidak menghargai hukum, dan undang-undang. Disaat yang lain, media barat menggambarkan masyarakat muslim sebagai masyarakat teroris, disebabkan ulah dan sikap sekelompok kecil muslim yang terlalu fanatik dan tidak mengenal toleransi dalam bersikap.

Padahal Islam adalah agama yang penuh dengan kedamaian, kesejahteraan, dan menjunjung akhlak-akhlak mulia. Alhamdulillah, disaat keadaan masyarakat muslim dalam keadaan yang demikian, muncul sekelompok muslim yang di jantung negeri Eropa, menjadi masyarakat terbaik, sebagai bukti bahwa sebenarnya masyarakat muslim yang lain jika mereka direkan dalam sikap yang amoral , tidak disiplin, dan lain sebagainya, itu bukanlah cermin daripada ajaran islam yang mulia. Ternyata jika umat islam dapat menjalankan ajaran agama islam dengan sebaik-baiknya maka mereka akan menjadi masyarakat terbaik, malahan dapat menjadi masyarakat percontohan, masyarakat teladan bagi masyarakat dunia, sebagaimana firman Allah dalam kitab suci Al Quran : “ Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah daripada yang munkar, dan beriman kepada Allah “. ( Q.S. Ali Imran : 110 ).

Menjadi masyarakat yang terbaik dalam akhlak, sikap hidup merupakan karakteristik seorang muslim, sehingga sikap itulah yang membedakan seorang muslim dengan yang lain. Sewaktu Ja’far bin Abi Thalib ditanya oleh Negus, raja Habasyah tentang apakah yang diajarkan Muhammad kepada mereka, maka ja’far menjawab : Wahai raja negus, kami ini pada mulanya adalah masyarakat jahiliyah yang menyembah berhala, memakan bangkai (memakan binatang tanpa disembelih), melakukan kemaksiatan, memutuskan silaturahmi (selalu berparang), tidak menghormati hak-hak bertetangga, sehingga mereka yang kuat menindas mereka yang lemah, tetaplah kami dalam keadaan jahiliyah seperti itu sehingga datanglah kepada kami seorang nabi dari kalangan kami sendiri, kami mengetahui dia dari keturunan yang baik, dan memperlihatka kepada kami kejujurannya, amanahnya, seorang yang mempunyai akhlak mulia, mengajak kami kepada menyembah Tuhan Yang Esa, Allah subhana wataala, menyuruh kami untuk menepati janji, menunaikan amanah, melkukan hubungan silaturahim, menghormati hak-hak orang lain seepprti hak bertetangga, mencegah diri daripada perbuatan yang dapat merusakkan harta dan jiwa orang lain, melarang kami dari melakukan maksiat, melarang kami daripada melakukan perbuatan dusta dan sumpah palsu, melarang kami daripada memakan harta orang lain seperti memakan harta anak yatim dengan cara yang dzalim, melarang kami daripada menuduh orang lain dengan tuduhan yang hina, menyurh kami hanya menyembah Allah, dengan melaksanakan shalat, mengeluarkan zakat harta, berpuasa, dan ajaran islam yang lain. Kami mengikuti perintah Rasul tersebut, mengharamkan apa yang diharamkan dan menghalalkan apa yang dihalalkan oleh rasul allah tersebut “.

Dari keterangan diatas dapat dilihat bahwa yang membedakan antara masyarakat jahiliyah dan masyarakat muslim, bukan hanya masalah penyembahan berhala dan penyembahan Allah, tetapi juga sikap hidup yang penuh dengan aturan sehingga masyarakat msulim merupakan masyarakat yang berakhlak mulia, sedangkan masyarakat jahiliyah adalah masyarakat yang tidak bermoral, masyarakat yang suka berperang, memakan harta orang lain secara dzalim, masyarakat yang tidak menghormati hak-hak orang lain, masyarakat yang melakukan mkemaksiatan, perjudian, penipuan, dan lain sebagainya. Sangat disayangkan, banyak masyarakat muslim hari ini, hanya menjadi masyarakat muyslim dengan melakukan shalat, puasa dan zakat, sedangkan akhlak yang moral mereka hamper sama dengan akhlak dan moral serta cara hidup masyarakat jahiliyah, masyarakat yang suka berperang, memakan harta dengan dzalim seperti korupsi, melakukan kemaksiatan dengan pelacuran, hiburan, minuman keras, dan narkoba, menghalalkan pornograpi dan pornoaksi, dan lain sebagainya. Masyarakat muslim hanya dalam ibadah, tetapi masih belum menjadi masyarakat muslim dalam akhlak, dalam budaya, dalam cara hidup, dalam sikap sosial, dalam pendidikan, dalam ekonomi, apalagi dalam berpolitik.

Padahal sejarah mencatat, Islam berkembang di Spanyol karena masyarakat muslim masuk ke negeri spanyol dengan akhlak mulia, dimana masyarakat yang lain merupakan amsyarakat yang kasar dan ganas; Islam diterima masyarakat afrika, sebab masyarakat muslim yang datang dengan sikap ramah, sopan dan santun, agama Islam sampai ke nusantara adalah dengan pedagang muslim yang memperlihatkan akhlak mulia , Pendeta Jerusalem rela meneyrahkan pintu masjidil aqsha kepada umat islam, sebab pada waktu itu khalifah umar bin Khattab memperlihatkan akhlak yang mulia. Islam adalah akhlak, oleh sebab itu rasululah dalam sebuah hadis bersabda : Sesunguhnya aku ini diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia “. Rasulullah sendiri sebelum dilantik menjadi rasuyl, telah memperlihatkan akhlak yang mulia, sehingga beliau digelar dengan nama “ al Amien “, orang yang dipercaya. Semoga masyarakat muslim di negeri ini dsapat belajar dari masyarakat muslim di negeri Inggeris. Jika masyarakat muslim Inggeris yang merupakan masyarakat minoritas dapat membuktikan diri mereka menjadi masyarakat teladan, bagaimana dengan masyarakat muslim yang merupakan mayoritasa di negeri muslim terbesar di dunia ? Fa’tabiru ya Ulil albaab.

Muhammad Arifin ismail
Kuala lumpur, 15 Juni 2007

INTISARI ILMU


" Tidaklah seorang itu berilmu sebelum berbuat dengan ilmunya "
( hadis riwayat Baihaqi )

Pada suatu hari Syekh Syaqiq al Balaghi bertanya kepada muridnya Hatim al-Asham : Sejak kapan engkau berguru kepada aku ? Hatim menjawab : Sejak tiga puluh tahun. Syekh Syaqiq bertanya lagi : " Apakah yang engkau dapatkan daripada aku dalam waktu yang sekian lama itu ? Hatim menjawab : " Aku mendapatkan delapan masalah ".Mendengar itu, si guru terperanjat dan berkata : Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun..terbuang waktuku sekian lama sedangkan engkau hanya mendapat delapan perkara ". Si murid, Hatim menjawab : " Wahai guru, benar, aku tidak mempelajari hal yang lain, dan aku tidak berdusta, atau main-main ". Si Guru, Syaqiq kemudian berkata lagi : " Okeylah, sekarang terangkan kepadaku apa yang delapan perkara tersebut ".

Hatim berkata : " Aku memandang kepada makhluk ini, maka aku melihat masing-masing mempunyai kekasih dan ingin bersama dengan kekasihnya sampai ke kuburan. Maka apabila telah sampai ke kuburan, niscaya ia berpisah dengan kekasihnya. Maka aku mengambil perbuatan baik menjadi kekasihku. Maka apabila aku masuk ke dalam kuburan nanti, akan masuk juga kekasihku bersamaku ". Mendegra itu, si guru berkata : Benar sekali, apa yang engkau katakana wahai muridku, sekarang apa pula perkara yang kedua.

Hatim melanjutkan : " Aku memperhatikan firman Allah " Dan adapun otrang yang takut di hadapan kebesaran Tuhannya dan menahan jiwanya daripada hawanafsumaka sesungguhnya taman surga tempat kediamannya " ( Surah Nazi'ai : 40-41 ). Aku yakin bahwa firman Allah itu benar, maka aku memperjuangkan diriku untuk menolak hawa nafsu, sehingga tetaplah aku taat kepada Allah ". Si Guru berkata : Benar, katamu, apa pula yang ketiga..?"

Hatim berkata : Perkara yang ketiga, aku memandang kepada makhluk semuanya, maka aku melihat bahwa tiap-tiap orang yang ada padanya sesuatu benda pasti akan menghargai, menilai dan memelihara benda yang dimilikinya tersebut. Kemudian aku teringat firman Allah : " Apa yang ada di sisi kamu akan hilang dan binasa sedangkan apa yang ada di sisi Allah , itulah yang akan kekal " ( Surah an Nahl : 96 ). Oleh sebab itu setiap kali aku memiliki harta yang mempunyai harga dan bernilai, maka segera aku serahkan dan simpankan kepada Allah, semoga harta itu akan kekal dan terpelihara disisiNya.". Guru Syaqiq berkata : benar engkau wahai muridku, dan apa lagi yang ke-empat ? '.

Hatim berkata : " Hal yang ke-empat, aku memandang kepada makhluk ini, maka aku melihat masing-masing mereka kembali kepada harta, kebangsawanan, kemuliaan, dan keturunan. Kemudian aku memandang dan perhatinan pada semuanya empat perkatra itu , tiba-tiba tampaknya padaku itu semua tak ada apa-apa. Kemudian aku perhatikan firman Allah : Sesungguhnya yang paling mulia disisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa diantara kamu " ( surah al hujurat : 13 ). Oleh karena itu aku melakukan sesuatu dengan penuh ketaqwaaan sehingga manjadi orang yang paling mulia disisi Allah". Guru Syaqiq berkata : "Benar engkau wahai muridku, lanjutkan ".



Hatim berkata : Perkara yang kelima, aku memandang kepada makhluk ini semua, dimana mereka tusuk menusuk satu sama lain, kutuk mengutuk satu sama lain, dan ini semuanya berasal dari sifat dengki. Kemudian aku perhatikan firman allah saw : " Kamilah yang membagi-bagikan penghidupan diantara mereka dalam kehiduapn ini " ( surah al Zukhruf : 32 ). Maka aku tinggalkan dengki tersebut, dan aku mengetahui bahwa setiap pemberian rezeki dan apa saja itu semuanya pembahagian dari sisi Allah, maka aku tinggalkan serta tidak peduli dengan permusuhan orang lain kepadaku ". Guru Syaqiq berkata ; "benar apa yang engkau katakana itu, dan sekarang lanjutkan dengan perkara yang ke-enam ".

Hatim melanjutkan : " Perkara yang ke-enam, aku memandang kepada makhluk ini, berbuat kedurhakaan satu sama lain dan saling berperang satu sama lain. Maka aku kembali kepada firman Allah : " Sesungguhnya syetan itu adalah musuh bagi kamu maka perlakukanlah dia sebagai musuh " ( Surah al Fathir : 6 ). Maka dengan ayat ini, aku memandang bahwa setan itu adalah musuhku, oleh sebab itu aku selalu berhati-hati dengan setiap langkah dan strategi syetan karena Allah telah memperingatkan bahwa syetan itu adalah musuhku, dan dengan ayat ini juga aku meninggalkan setiap pertengkaran dan permusuhan sebab itu merupakan cara dan sifat syetan. ".Guru Syaqiq berkata : benar sekali apa yang engkau katakana wahai muridku, ".

Hatim melanjutkan : Perkara yang ketujuh, aku memandang kepada makhluk ini semua, maka aku melihat masing-masing mencari sepotong daripada dunia ini, sehingga kadang-kadang untuk mencari dunia itu seseorang menghinakan dirinya dan mencarinya dengan cara yang tidak halal. Kemudian aku perhatikan firman Allah : " Dan tidaklah ada daripada makhluk yang melata di bumi ini kecuali Allah telah menjamin rezekinya " ( Surah Hud : 6 ). Maka dengan ayat ini aku mengetahui bahwa aku ini salah seorang dari makhluk yang melata dia ats muka bumi, oleh sebab itu aku yakin dengan mengerjakan kewajibanku kepada Allah, menjaga perintahNya dan menghindar dari laranganNya, maka rezekiku akan dijamin olehNya. Guru Sayiq berkata ; benar negklau wahai muridku, lanjutkan yang terakhir ".

Hatim berkata : " Perkara yang kedelapan, aku memperhatikan kepada makhluk ini semua, maka aku melihat masing-masing bersandar kepada makhluk. Ada yang bersandar kepada harta bendanya, ada yang bersandar kepada perniagaannya, ada yang bersandar kepada kesehatannya, dan ada yang bersandar kepada perusahaannya, sehingga setiap makhluk hanya mengandalkan kepada makhluk yang lain. Kemudian aku teringat dan memperhatikan firman allah : " Barangsiapa yang menyandarkan dirinya, bertawakkal kepada Allah, maka niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya " ( surah al Thalaq : 3 ). Maka dengan ayat ini aku mengetahui bahwa dengan meyandarkan diri dan bertawakkal kepada Allah, itu semua telah dapat mencukupkan segala keperluanku.

Akhirnya sang guru Syaqiq berkata : " wahai Hatim, kiranya Allah Taala telah memberikan taufiqnya kepadamu. Aku telah memperhatikan segala ilmupengetahuan baik itu di dalam kitab Taurat, Injil, Zabur dan Al Quran yang mulia, maka aku dapatkan bahwa segala macam kehidupan, kebaikan, dan keagamaan semuanya berkisar kepada delapan perkara yang engkau sebutkan tadi. Barangsiapa yang memakainya, seakan-akan dia telah mengamalkan ke-empat kitab suci tadi ". Begitulah intisari ilmu yang didapat oleh hatim dengan bejara tiga puluh tahun, dan sudahkan ilmu yang kita pelajari selama ini memberikan kepada kita inti kehidupan sehingga kita bahagia di dunia dan di akhirat..Fa'tabiru Ya Ulil albaab.
( Muhammad Arifin ismail ).

Friday, July 6, 2007

KONFERENSI UNIVERSITAS ISLAM


Liga Universitas Islam ( Rabithah al Jamiah al-islamiyah ), berpusat di Kota Kairo pada tanggal 2-4 juli 2007 mengadakan konferensi liga universitas yang ketigabelas di Pondok Modern Gontor Indonesia, yang dibuka oleh Menteri Agama Maftuh Basyuni, dan dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Rabithah Alam Islami, Prof. Dr. Muhsin at Turki, yang juga menjabat sebagai Ketua liga universitas Islam dunia, dan diikuti oleh rektor-rektor universitas islam sedunia. Konperensi pada kali ini membahas tentang pengembangan dan integrasi metodologi studi Islam di perguruan tinggi. Liga Universitas Islam tersebut sejak tahun 1995 nenfokuskan perhatiannya kepada pengembangan metodologi studi Islam dan berbagai permasalahan yang dihadapi oleh beberapa universitas islam.

Dalam konperensi ini diharapkan peserta dapat memberikan masukan-masukan tentang penteragaman materi silabus, dan jumlah sks yang diperlukan, serta penyeragaman metode yang memungkinkan mahasiswa untuk bersentuhan langsung dengan sumber-sumber primer yang meliputi metode pembelajaran, rujukan-rujukan klasik dan penggunaan fasilitas modern.Disamping itu konperensi juga diharapkan mampu mendekatkan kualitas inti materi, sehingga memudahkan system akreditasi, serta mampu mendekatkan visi dan misi universitas Islam, sehingga memudahkan proses mutasi, dari satu universitas ke universitas yang lain.

Konferensi ini juga diharapkan mampu mempelajari kemungkinan terjalinnya kerjasama yang lebih erat berdasarkan kepada kesepakatan bersama, termasuk pemberian ijazah seperti yang telah dilakukan antara fakultas hokum dan fakultas pertanian Universitas Cairo, di Mesir dengan universitas Florence, Itali., sehingga mahasiswa yang telah mendapat ijazah dapat memperoleh segala hak-hak yang terkait di kedua negara tersebut.

Tujuan konferensi adalah : 1. Mewujudkan usaha untuk mendekatkan kualitas silabus, ilmu-ilmu keislaman di berbagai perguruan tinggi Islam, seperti silabus mata kuliah Fiqih, Ushul Fiqih, Tafsir, Hadis, Filsafat Islam, Ilmu-ilmu social Islam seperti ilmu pendidikan Islam, Sosiologi Islam, Sejarah Islam, dan Ekonomi Islam. 2. Merealisasikan keputusan-keputusan muktamar ketujuh tahun 2004 yang lalu meliputi pengembangan metodologi studi Islam. 3. Mengkaji kemungkinan – kemungkinan penyelenggaraan studi bersama antar universitas Islam, serta pemberian ijazah dari beberapa universitas, sehingga usaha pendekatan kualitas antara universitas Islam sedunia dapat terwujud dengan baik. 4. Memberikan kemudahan mutas dan akreditasi antar universitas.

Pada pembahasan pertama dibahas Kerangka berpikir (framework) sebagai asas utama dalam studi islam. Sebagaimana diketahui bahwa akhir-akhir ini banyak sarjana Islam dalam studi Islam melalui pendekatan berpikir ( frame work ) barat. Sebagai contoh, perkawinan poligami merupakan tindakan ketidak adilan dan penindasan kepada perempuan, maka hokum itu perlu dirubah dengan system yang adil sehingga warisan seorang lelaki hanya boleh menikahi seorang perempuan sebagaimana seorang perempuan hanya boleh memiliki seorang suami. Jika seorang suami dilbolehkan untuk kawin lebih dari satu, maka secara "framework" demokrasi seorang perempuan boleh bersuamikan lebih dari satu. Framework berpikir seperti ini sangat berbahya, sebab segala sesuatu diukur oleh demokrasi dan hak asasi manuia, sedangkan yang dibicarakan adalah hokum-hukum Allah yang telah ditetapkan oleh nash-nash al quran yang pasti, dijelaskan dengan sunnah-sunnah nabi dan diparktekkan oleh nabi dan sahabat pada zamannya. Oleh sebab itu dalam membincangkan hokum syariah, atau hokum fiqih, diperlukan asas framework yang sesuai dengan konsep kebenaran Islam yang bersifat universal.

Paad sesi kedua dibincangkan penyatuan metodologi ilmu-ilmu syariah dan bahasa arab di perguruan tinggi. Kita melihat kajian syariah di satu perguruan tinggi Islam hanya terbatas pada maslaah rukun islam, ditambah dengan bab nikah dan thalak; sedangkan bidang syariah yang lain tidak dibahas. Disisi lain dikembangkan pula fiqih lokasl, seperti fikih Indonesia, fikih Sudan, dan lain sebagainya. Padahal fikih tidak terbatas oleh zone daerah, sehingga pelaksanaan hokum fiqih tidak dapat berbeda dengan perbedaan daerah. Hari ini, kita dapat melihat bahwa pelaksanaan bidang hokum seperti hokum hudud seperti rajam, qishah, dan yang lainnya di Malaysia, sama dengan hudud di Saudi Arabia, dan lain sebagainya.

Jika kita melihat kepada universitas barat, hamper semua didikan dan alumni barat mempunyai framework yang sama walaupun mereka dididik di Inggeris, Amerika sarikat atau Australia. Tetapi jikam kita melihat didikan dan alumni perguruan tinggi Islam Madinah, akan berbeda pemikiran dengan Universitas Al Azhar mesir, dan akan berbeda lagi dengan Universitas di Pakistan, apalagi dengan universitas Islam di Indonesia. Akibat sarjana yang berbeda "framework" padahal sama-sama fakultas syariah, hanya beda universitas tetapi akan membuat perbedaan yang mendasar, sehingga dapat membahayakan umat, sebab umat akan melihat perbedaan pendapat dari setiap penceramah karena berbeda framework terhadap ajaan Islam.Akibat perbedaan tersebut akhirnya sarjana di suatu universitas islam tidak akan sama dengan sarjana universitas islam yang lain, sehingga menimbulkan perbedaan pendapat dan perselisihan dikalangan umat. Untuk itulah diperlukan kesatuan metodologi kajian hokum Islam antar universitas Islam,sehingga dengan demikian akan terwujud kesatuan fikrah, kesatuan visi, antar ulama, sarjana dan cendkiawan muslim, walaupun berbeda paham dan golongan.

Konperensi juga membahas tentang integrasi metodologi ilmu social seperti pendidikan, ekonomi, psikologi, sehingga dengan pemahaman islam sebagai kerangka dasar berfikir framework) tadi akan membedakan ilmu itu daripada ilmu social secular yang dipakai di dunia barat. Sebagai contoh, antropologi barat mengajrkan bahwa manusia berasal dari binatang kera dengan teori evolusi Darwin, padahal dalam islam manusia berasal dari manusia yang bernama Adam, yang telah diciptakan daripada tanah. Psikoligi barat dengan teori Libido seksual Sigmun Frued mengajarkan bahwa seorang anak mempunyaim kecenderungan seksual padahal dalam Islam setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah yang suci. Ekonomi barat mengajarkan prinsip-prinsip bunga, sedangkan ekonomi Islam melarang riba dan bunga, disamping berekonomi merupakan aktualisasi darupada kekhalifahan manusia di muka bumi, sedangkan ekonomi barat berdasarkan kepada kerakusan harta kekayaan. Bagi ekonomi islam diharamkan menaikan barang pada waktu krisis, sedangkan ekonomi barat akan segera menaikan harga di waktu orang kesusahan untuk emndapatkannya, demikian juga menaikan harga diwaktu banyak permintaan. Inilah bebrapa petikan hasil daripada konperensi Liga Universitas Islam sedunia, semoga menjadi bahan renungan bagi kita semua. Fa'tabiru Ya ulil albaab.

Tuesday, June 5, 2007

Sinergy pendidikan


" Allah mengangkat orang yang beriman dan berilmu dengan beberapa derajat "
( QS. Al Mujadilah : 11 ).

Imam Ibnul Qayim al Jauzi dalam kitab Madarijussalikin menyatakan bahwa hidup akan mempunyai makna dengan ilmu. Itulah yang membedakan hidup manusia dengan makhlu yang lain. Jika hewan dan tumbuh-tumbuhan dapat hidup dengan makanan dan minuman , tanah dapat hidup (menjadi subur )dengan air hujan, maka manusia hidup dengan ilmu. Dengan ilmu seorang individu menjadi mulia, dengan ilmu suatu masyarakat menjadi berkualitas. Oleh sebab itu umat islam sejak dulu berdiri pada ilmu pengetahuan. Kejayaan Islam bermula dengan ilmu, sebagaimana kejayaan umat islam di Baghdad, kejayaan Islam di Spanyol dan lain sebagainya. Siapapun yang menjadikan ilmu sebagai prioritas utama, maka masyarakat itua akan menjadi masyarakat terbaik. Hari ini Jepang unggul karena ilmu, Amerika unggul karena ilmu, masyarakat yahudi menguasai dunia karena mereka menguasai ilmu, sebab itu menjadi sunatullah ( hukum Allah ), siapa yang bersama ilmu maka mereka akan menjadi mencapai kesuksesan. Kesuksesan dunia dicapai dengan ilmu pengetahuan, sedangkan kesuksesan akhirat dicapai dengan iman, sebab itulah dalam Al Quran berfirman : " Allah akan mengangkat orang yang beriman dan orang berilmu beberapa derajat " ( QS. Mujadilah : 11 ) . Iman dan ilmu agama kunci kesuksesan di akhirat sedangkan ilmu pengetahuan dunia merupakan kesuksesan hidup di dunia; sehingga dengan penggabungan iman dan ilmu merupakan kebahagian dunia dan akhirat.

Seorang ulama, Imam Ahmad berkata kepada anaknya : " Wahai anakku, bergaullah dengan orang yang berilmu dan berkumpullah bersama mereka, karena Allah menghidupkan hati dengan cahaya hikmah, sebagaimana dia menghidupkan bumi dengan air hujan.

Dalam sebuah hadis disebutkan " Pelajarilah ilmu, karena mempelajarinya karena Allah merupakan wujud dari rasa takut kepada Allah, mencarinya adalah ibadah, mengulang kaji adalah tasbih, mengkajinya adalah jihad, mengajarkannya kepada orang yang belum mengetahuinya adalah sadaqah,dan memberi belanja kepada orang yang menuntut ilmu adalah taqarrub kepadaNya. Ilmu merupakan petunjuk yang halal dan yang haram, jalan bagi penghuni surga,teman saat takut, kawan saat seorang diri, saksi pada saat lapang dan sempit, senjata menghadapi musuh, dan hiasan disamping kawan. Dengan ilmu Allah meninggikan beberapa kaum, dan menjadikannya mereka perintis dalam kebaikan, dan pemimpin yang jejaknya diikuti,perbuatan mereka ditiru, dan pendapat mereka dapat dipakai. Malaikat menyukai perkumpulan mereka, dan mengusap-ngusap dengan sayapnya. Semua makhluk akan meminta ampun kepada mereka termasuk ikan di lautan dan binatang buas di daratan. Sebab ilmu merupakan kehidupan hati dari kebodohan, dan pelita bagi penglihatan dari kegelapan. Dengan ilmu seorang hamba dapat mencapai kedudukan yang paling baik dan derajat yang tinggi, di dunia dan di akhirat. Memikirkan ilmu menyerupai puasa dan mengkajinya menyerupai shalat malam. Dengan ilmu tali persaudaraan dijalin, dengan ilmu dapat diketahui mana yang halal dan mana yang haram. Ilmu adalah imam bagi amal. Orang yang berbahagia akan diberikan ilham dan ilmu dan orang yang sengsara tidak akan mendapatkannya " ( Hadis riwayat Thabrani dan Abdul barri).



Umat islam di Indonesia sejak awal sangat peduli dengan ilmu. Menurut A. Hasymi, setelah kerajaan Islam peureulak pertama kali berdiri pada bulan Muharram tahun 255 Hijriyah (l840 Masehi) dibawah Sultan Sayid maulana Abdul Aziz dengan gelar Sultan Alaidin Sayid maulana Abdul Aziz Syah, dengan ibukota Bandar Peureulak, yang dirubah nama menjadi "Bandar Khalifah ".Sultan mendirikan beberapa lembaga pendidikan islam. Dayah pertama adalah dayah Cot Kala ( sekarang bernama kampung Bayeun di Aceh Timur ) yang dipimpin oleh ulama Syekh Muhammad Amin. Dayah Cot kala ini menjadi pusat kegiatan ilmu dan menghasilkan banyak ulama dan sarjana serta pemimpin masyarakat di kerajaan Aceh seperti Peureulak, Samudra pasai, Beunua( Tamiang), Lingga, Daya dan lamuri.Pengasas dayah Cot Kala ini akhirnya diangkat menjadi sulthan Pereulak yang berkuasa dari tahun 310-334 Hijriyah/922-946 Masehi dengan gelar Sultan Makhdum Alaidin Malik Muhammad Amin Syah Johan Berdaulat Untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dengan lebih bhebat lagi, Sultan meminta beberapa ulama dari Arab, Persia, dan Gujarat untuk datang ke Aceh dan mengajar di dayah Cot Kala sehingga dayah tersebut dapat menghasilkan sarjana islam yang dapat mengembangkan ajaran Islam di seluruh Aceh. Para ulama yang tamat dari lembaga ini menyebarkan islam ke wilayah lain di Aceh, dan mendirikan dayah-dayah lain, seperti Dayah Seureuleu, Dayah Blangpria dan lain sebagainya

Pada zaman keemasan Kerajaan Aceh, juga kekuatan pada ilmu penegtahuan dengan berdirinya Jamiah Baiturrahman di lokasi Masjid Baiturrahman sekarang di Banda Aceh. Jamiah Baiturrahman tersebut memang asalnya adalah sebuah masjid yang dibangun oleh Sulthan Alaidin Mahmud Syah pada tahun 1292 Masehi(691Hijriyah), dan kemudian dibesarkan oleh Sulthan-sultan setelahnya terutama oleh Sultan Iskandar Muda Disamping sebagai tempat ibadah, Masjid Baitur Rahman merupakan sebuah lembaga perguruan tinggi yang terbesar di Asia tenggara pada waktu itu lengkap dengan segala cabang ilmu pengetahuan dengan guru yang datang dari Turki, Arab, Parsi, India dan lainnya. Jamiah Baiturrahman pada waktu ityu telah mempunyai beberapa fakulti yang disebut dengan nama "Daar" yaitu :
1.Dar Tafsir wal Hadis ( Fakultas Tafsir dan Hadis )
2.Dar Thib ( Fakultas perubatan ).
3.Dar Kimia ( Fakultas kimia )
4.Dar Tarikh ( Fakultas ilmu sejarah )
5.Dar Hisab ( Fakultas ilmu Matematika)
6.Dar Siayasah ( Fakultas ilmu polotik )
7.Dar Aqli ( iilmu sains fisika)
8.Dar Zira'ah( Fakultas Pertanian )
9.Dar Ahkam (Fakultas Hukum )
10.Dar Falsafah ( Fakultas falsafah ).
11.Dar Kalam ( Fakultas Ilmu Kalam/Teologi)
12.Dar Wizarah ( Fakultas ilmu Administrasi Pemerintahan )
13.Dar Khazanah Baitul Maal ( Fakultas Ilmu Keuangan )
14.Dar Ardh ( fakulas ilmu pertambangan )
15.dar Nawu ( Fakultas Ilmu Bahasa )
16. Dar Mazahib ( Fakultas Perbandingan Agama )
17.Dar Harb ( Fakultas ilmu militer )

Jamiah Baiturahman ini dipimpin oleh seorang Syeikh ( rektor ) , dan diantara ulama terkenal yang pernah menjadi Syeikh Jamiah adalah Syamsuddin Sumatrani dan Nuruddin ar Raniri.

Dari catatan diatas dapat dilihat bahwa Jamiah Baiturahman pada waktu itu selain berfungsi sebagai masjid tetapi juga merupakan pusat ilmu pengetahuan baik meliputi ilmu-ilmu agama dan sains akademik. Sebab itulah oleh penjajah Belanda Jamiah Baiturahman tersebut dibakar pada tahun 1873, kemudian dibangun kembali oleh Belanda dengan lebih kecil dan hanya berfungsi sebagai tembpat ibadah sampai hari ini, sehingga membuat masjid yang pada mulanya befungsi sebagai Jamiah, tempat lembaga pendidikan tinggi , berubah fungsi hanya menjadi tempat ibadah.

Dari kajian historis diatas, sudah sewajarnya ummat islam setiap daerah berusaha menjadikan pendidikan islam di tempatnya menjadi lembaga pendidikan unggulan. Hari ini kita lihat banyak umat islam mempunyai lembaga pendidikan baik madrasah, pondok pesantren, akademi, universitas, tetapi kualitas lembaga pendidikan tersebut jauh kalah dibanding lembaga pendidikan yang sama tetapi di kelola oleh umat agama lain. Hari ini banyak Organiasi Islam mendirikan SD, SMA, SMU, tetapi kondiri lembaga pendidikan yang dikelola oleh umat islam masih kalah dengan sekolah yang dikelola oleh organisasi nasrani, kelompok cina dan lain sebagainya. Demikian juga konglomerat Islam sibuk membangun pesantren dengan bangunan yang megah; tetapi tak memiliki kualitas malahan saling pesantren berebut lahan santri. Padahal sudah sepatutnya setiap pesantren memiliki karakteristik dan keistimewaan, sehingga setiap pesantren unggul di bidang masing-masing. Demikian juga dengan universitas umat islam, semua membangun universitas, tetapi tidak punya keunggulan; padahal sepatutnya setiap universitas umat islam mempunyai keunggulan dalam bidang-bidang tertentu. Universitas A, unggul didibang sains dan teknologi, Universitas B unggul dibidang kediokteran, universitas C unggul dibidang ilmu sosial; sehingga dengan demikian umat islam mempunyai universitas unggul di tiap bidang studi. Inilah yang dimaksdu dengan sinergi pendidikan, baik dari tingkat sekolah rendah, pondok pesantren sampai perguruan tinggi. Malahan bukan suatu yang mustahil bila suatu saat nanti, jika umat islam ingin belajar ekonomi Islam umat islam terpaksa ke universitas trisakti, atau ke universitas Barat, sebab umat islam tidak memiliki universitas yang bermutu dalam jurusan ekonomi islam .Fa'tabiru ya ulil albaab.
Kuala Lumpur, 7 Juni 2007
Muhammad Arifin ismail.