Pages

Sunday, April 15, 2018

SEJARAH DAN PELAJARAN DARI ISRA’ MI ’RAJ



Makna Isra’ – Mi’raj

Isra’ berasal dari akar kata bahasa arab : Asra – Yusri – Isra yang bermakna berjalan di waktu malam, sedang Mikraj berasal dari kata : A’raja – Yu’riju – Mikraj yang bermakna naik ke atas , maka makna Mikraj adalah alat atau masa untuk naik.

Isra’ dan Mi’raj secara keilmuan adalah perjalanan nabi Muhammad saw pada malam duapuluh tujuh rajab tahun kesebelas dari kenabian ( sekitar tahun 622 masehi ) dari masjidil haram ke masjidil aqsha, kemudian naik ke langit sampai kepada langit ketujuh, dan terus berjumpa dengan Allah untuk menerima perintah shalat dan kemudian kembali pada malam yang sama, sebelum waktu subuh.

Dalil dari Al Quran Al karim

1. “ Maha suci Tuhan yang telah membawa hambaNya berjalan di malam hari dari masjid al haram ke masjid al aqsha yang telah Kami berkati sekelilingnya, agar Kami memperlihatkan tanda-tanda kekuasaan Kami kepadanya. Sesungguhnya dia Maha mendengar dan maha Melihat “ ( Surah al isra ; 1 ).

2. “ Demi bintang ketika dia terbenam. Kawan kamu itu ( Muhammad ) tidaklah sesat dan tidak keliru.Dan dia tiada berkata dengan kemauannya sendiri. Itu hanyalah wahyu yang disampaikan kepadanya. Dia diberi pelajaran oleh yang sangat kuat, yang mempunyai kerpandaian dan kesempurnaan. Dia berada di bahagian yang paling tinggi di tepi langit, kemudian dia mendekat dan bertambah dekat, sehingga jaraknya hanya antara anak panah dan busurnya atau lebih dekat lagi. Kemudian diwahyukan oleh Tuhan kepada hambaNya apa yang hendak bdiwahyukanNya. Harti tiada berdusta tentang apa yang dilihatnya.Apakah kamu akan membantah tentang apa yang dilihatnya? Sebenarnya telah dilihatnya diwaktu yang lain didekat Sidratul Muntaha. Didekat tempat itu ada juga ada surge Jannatul Ma’wa. Ketika itu Sidratul Muntaha ditutupi dengan apa yang menutupinya. Pemandangannya tidak menyimpang dan tidak malampau.Sebenarnya dia telah melihat tanda-tanda kekuasaan yang amat besar daripada Tuhannya “. ( Surah an Najm : 1-18 ).


Dalil dari Hadis Nabi :

1. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari , dari Malik bin Sa’adah menceritakan bahwa rasulullah saw bersabda : Sewaktu saya sedang berada di dekat Hajar al aswad, berbaring miring, tiba-tiba ada yang datang kepada saya. Saya mendengar dia berkata : Belahlah antara ini sampai disini. Maka Malik bin sa’salah bertanya : Apakah yang dimaksud dengan ini dan disini ? rasululah menjawab : Mulai dari cekuk leher sampai bulu airnya “. Muhammad melanjutkan : Kemudian dia datang mengeluarkan hati saya. Setelah itu dibawakan sebuah pasu emas berisi keimanan. Hati saya dibasuhnya, kemudian dituangkan air itu ke dalamnya dan dikembalikan kepada letak asalnya, kemudian dibawakan kepadaku seekor binatang yang putih, lebih kecil dari baghal (unta) dan lebih besar dari keledai, kemudian saya dinaikkan ke atasnya , dan jibrilpun berangkat bersama saya sampai ke langit dunia “.


2. Dalam sebuah hadis diriwayatkan oleh Nasai bahwasanya Anas bin Malik bercerita bahwa Rasulullah saw berkata : “ Sewaktu datang kenderaan buraq, maka aku menaiki kenderaan tersebut bersama malaikat Jibril alaihisalam kemudian kamipun berjalan, dan setelah sampai di suatu tempat, maka Jibril berkata : Turunlah kamu disini dan lakukan shalat. Maka Aku melaksanakan shalat di tempat tersebut. Setelah shalat Jibril bertanya : Apakah kamu mengetahui dimana kamu lekukan shalat tadi….Kamu telah shalat di bumi Thayyibah ( kota madinah ) dan ke tempat ini kamu nanti akan berhijrah. Setelah itu Aku berjalan lagi bersama malaikat Jibril sehingga sampai di suatu tempat, maka Jibril berkata : Turunlah di tempat ini dan dirikanlah shalat..Maka Aku turun di tempat itu serta melakukan shalat. Setelah selesai shalat, Jibril berkata : Tahukah kamu dimana kamu shalat tadi..? Kamu telah shalat di bukit Thursina, tempat Musa as berdialog dengan Allah Taala. Kemudian kami berangkat lagi sehingga sampai di suatu tempat, kemudian Jibril berkata : Turunlah kamu, dan shalatlah . Aku lakukan shalat dan setelah selesai Jibril bertanya : Tahukah kamu tempat apa ini..? Ini adalah Baitullahm ( Bethelehm ) tempat dimana Nabi isa alaihissalam dilahirkan, kemudian setelah itu baru aku menuju Baitul Maqdis, dimana telah berkumpul semua nabi dan rasul, dan kemudian aku disuruh Jibril untuk menjadi imam bershalat jamaah bersama mereka “.

3. Baihaqi meriwayatkan hadis dari Abu said al Khudri yang menyatakan bahwa rasulullah saw telah bersabda : “ Aku mendengar ada suara yang memanggil-manggilku dari sebelah kanan, katanya : palingkanlah mukamu kepadaku, aku ingin bertanya . tetapi aku tidak menyahut panggilan tersebut. Kemudian ada pula suara yang lain memanggil-manggil dari sebelah kiriku, aku terus berdiam diri, tidak menyahutnya. Tiba-tiba aku terserempak dengan seorang perempuan yang terdedah setengah anggotanya sampai kelihatan segala kecantikan yang diciptakan Allah bagi kaum wanita, ia menyeruku : Wahai Muhammad, lihatlah kepadaku sebentar, aku mau bertanya sesuatu kepadamu. Aku tidak menoleh sedikitpun kepada perempuan itu. Jibril berkata kepadaku : wahai Muhammad adapun penyeru pertama adalah penyeruan yahudi, jika engkau menyahutnya, maka seluruh umatmu akan menjadi yahudi; dan pemanggil kedua adalah penyeru dari agama kristian, dan jika engkau menyahutnya, seluruh umatmu akan menjadi kristian. Adapun perempuan yang memanggil-manggilmu itu adalah lambang kehidupan dunia.

4.Ibnu mas’ud menceritakan bahwa rasulullah bersabda ; “ kemudian aku masuk ke dalam masjid (Baitul Maqdis ), lalu melihat para nabi ada yang sedang berdiri dan ada yang sedang ruku dan ada yang sedang sujud. Kemudian azan dialungkan dan iqamat , lalu kami (para nabi ) berdiri dalam saf yang lurus, menunggui siapa yang menjadi imam. Kemudian datang Jibril menghampiriku, dan memimpinku menunjuk ke hadapan, maka akupun bersembahyang menjadi imam mereka “.

5. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad bahwasanya menurut sahabat nabi Anas bin Malik, menyatakan bahwa rasulullah saw telah bersabda : Kenderaan Bouraq dibawakan kepadaku, kenderaan itu berwarna putih, bentuknya lebih besar sedikit dari keledai dan lebih kecil daripada bughal (kuda ), kakinya diletakkan dihujung ekornya. Aku mengenderainya hingga Baitul maqdis. Aku ikat tali kenderaan itu ditempat dimana para nabi mengikat kenderaan masing-masing.

Kemudian akupun masuk ke dalam masjid dan shalat dua rakaat, kemudian aku keluar sedang Jibril datang mendapatiku dan ditangannya ada dua bekas satu berisi khamar (arak ) dan satu lagi berisi susu. Aku memilih bekas yang berisi susu. Jibril berkata : engkau telah memilih fitrah yang suci. Kemudian aku dinaikkan ke kawasan langit dunia, maka Jibrilpun memohon izin untuk menembusinya. Tiba-tiba suatu suara bertanya : Siapakah kamu? Jibril menjawab : Aku adalah Jibril. Suara bertanya lagi : Siapakah bersamamu? Jibril menjawab : Muhammad. Suara bertanya lagi ; Sudahkah dia itu diutus. Jibril menjawab : Sudah. Kamipun dibenarkan masuk, lalu aku bertemu dengan Adam yang datang menyambutku, dan mendoakanku dengan yang baik.

Kemudian kami dinaikan ke lapisan langit yang kedua, dan Jibril memohon izin untuk menembusnya.dan suara terdengar : Siapakah kamu ? Jibril menjawab : Aku Jibril. Suara bertanya lagi : Siapakah bersamamu? Jibril menjawab : Muhammad. Suara bertanya lagi : Sudahkah dia diutus? Jibril menjawab : Sudah. Kami segera dibenarkan masuk dan kami disambut oleh Yahya dan Isa,. Mereka mengalu-alukan kedatanganku dan mendoakan aku dengan segala yang baik
.
Kemudian kami dinaikkan ke langit yang ketiga, dan seeprti sebelumnya Jibril memohon izin menembusnya, lalu kedengaran suara bertanya: Siapakah kamu ? Jibril menjawab : Aku adalah Jibril. Suara bertanya lagi : Siapakah bersamamu ? Jibril menjawab : Muhammad. Suara bertanya lagi ; Sudahkah dia diutus? Jibril menjawab : Sudah. Kemudian kami diizinkan masuk dan disambut oleh Yusuf, dan dia mendoakanku dengan kebaikan.

Kemudian kami dinaikan ke lapisan langit keempat, dan jibril meminta izin untuk menembusinya, dan kedengaran suara bertanya : Siapakah kamu ? Jibril menjawab : Aku adalah Jibril. Suara bertanya lagi : Siapakah bersamamu ? Jibril menjawab : Muhammad. Suara bertanya lagi : Sudahkah dia diutus? Jibril menjawab : Sudah. Kemudian kami masuk dan disambut oleh Idris dan mendoakanku dengan yang baik. Dalam al Quran Alah telah berfirman : Dan Kami (Allah) telah mengangkat Idris ke tempat yang tinggi.

Kemudian kami dinaikan ke lapisan langit yang kelima, dan Jibril meminta izin dan terdengar suara bertanya : Siapakah kamu? Jibril menjawab : Aku adalah Jibril. Suara bertanya lagi : Siapakah bersamamu? Jibril menjawab ; Muhammad. Suara bertanya lagi : Sudahkah dia diutus? Jibril menjawab ; Sudah. Kemudian kami diizinkan masuk dan disambut oleh Harun, dan mendoakanku dengan yang baik.

Kemudian kami naik ke langit yang ke-enam, dan Jibrilsebagaimana biasa meminta izin, kemudian terdengar suara bertanya ; Siapakah kamu ? Jibril menjawab ; Aku adalah Jibril. Suara bertanya lagi : Siapakah bersamamu ? Jibril menjawab : Muhammad. Suara bertanya lagi : Sudahkah dia diutus? Jibril menjawab ; Sudah. Kemduian kami dibenarkan masuk dan disambut oleh Musa, dan mendoakanku dengan yang baik. Kami seterusnya dinaikan ke langit yang ketujuh, dan Jibril sebagaimana biasa meminta izin, dan suara bertanya : Siapakah kamu ? Jibril menjawab : Aku adalah Jibril. Suara bertanya lagi : siapakah bersamamu ? Jibril menjawab ;Muhamad. Suara bertanya lagi ; Sudahkan dia diutus ? Jibril menjawab : Sudah. Kemudian kami masuk dan bertemu dengan Ibrahim yangsedang bersandar di Baitul makmur.
Di baitul makmur ada seramai tujuh puluh ribu malaikat yang selalu mengunjunginya setiap hari, dan bila mereka masuk mereka tidak akan keluar lagi.

Kemudian aku seorang diri meneruskan perjalanan ke Sidratul Muntaha, yaitu suatu pokok yang daunnya selebar telinga gajah, dan buahnya berjuntai-juntai dari atas para-para. Pokok Sidratul Muntaha ditutup dengan apa yang menutupinya sesuai dengan perintah Allah, maka tiada seorangpun dari makhluk Allah yang sanggup mensifatkan kecantikan dan keindahannya. Maka Allah mewahyukan kepadaku apa yang hendak diwahyukan. Kemudian Dia ( Allah )mewajibkan keataskudan umatku untuk melakukan shalat sebanyak limapuluh kali dalam sehari dan semalam.
Akupun turun dari tempat itu sehingga berjumpa dengan Musa, dan dia bertanya kepadaku : Apakah yang telah diwajibkan Allah kepada umatmu ? Aku menjawab : Shalat lima puluh kali sehari semalam.Musa berkata : kembalilah kepada tuhanmu untuk meminta keringanan, karena umatmu tidak akan dapat mengerjakan yang demikian. Sesungguhnya aku telah menguji kemampuan Bani Israel.
Aku segera menghadap tuhanku dan memohon : wahai Tuhanku, Dapatkah Engkau meringankan kewajiban itu atas umatku ? Tuhan menguranginya sebanyak lima waktu. Aku turun dan bertemu dengan Musa, dan diapun bertanya ; Bagaimana keadaanmu? Aku menjawab : telah dikurangi lima waktu. Musa berkata lagi : Sesunguhnya umatmu tidak akan mampu melakukannya, kembalilah kepada Tuhanmu meminta keringanan. Aku terus berulang kali antara Tuhan dan Musa, dan setiap kali aku meminta keringanan, Tuhanku menguranginya lima waktu, sehingga akhirnya kewajiban itu hanya lima waktu sahaja, dan Tuhanku berfirman ; Wahai Muhammad, itulah lima waktu shalat yang diwajibkan siang dan malam, dan pada setiap satu waktu akan dinilai seperti mengerjakan sepuluh waktu. Sesiapa yang bercita-cita membuat kebajikan lalu terhalang untuk melakukannya akan dicatit baginya satu kebaikan, dan sesiapa yang melakukannya, maka akan dicatit baginya sepuluh kebaikan.Dan barangsiapa yang bercita-cita membuat kejahtan, dan dia membatalkan maka tidak akan dicatitkan apa apa, dan kalau dia melakukan kejahatan maka dia akan dicatit satu kejahatan. Kemudian aku turun dan bertemu Musa dan aku membritahukan dia akan keringanan lima kewajiban shalat tersebut, kemudian Musa berkata : Kembalilah engkau kepada Tuhanmu untuk meminta keringanan lagi, sebab umatmu nanti susah untuk melakukannya. Aku menjawab : “ Aku tidak akan kembali kepada tuhanku untuk meminta keringanan lagi, sebab aku malu kepadaNya”. Hadis dengan pernyataan dan cerita yang sama juga terdapat dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.

6. Menurut Hadis diriwayatkan oleh Thabrani dan Al Bazzar, bahwasanya dalam perjalanan malam Isra’ Mi’raj tersebut, nabi Muhammad telah melalui suatu kaum yang sedang berladang dan mengambil hasil ladangnya dalam hari yang sama. Setiap selesai menuai hasil panen, tanamannya kembali berbuah dengan buah-buahan yang baru. Nabi bertanya kepada Jibril : Gambaran apakah itu..? Jibril menjawab : Mereka itulah kaum yang berjihad fi sabilillah, kebajikan mereka dilipat gandakan sehingga tujuh ratus kali lipat. Apa saja yang mereka belanjakan untuk berjihad, maka Allah menggantikannya dengan berlipat ganda. Kemudian Nabi Muhammad saw melihat suatu kaum yang sedang memukul kepalanya dengan batu yang besar. Setiap kali kepala itu hancur, maka kepala itu kembali lagi seperti sedia kala dan orang itu terus memukul kepala yang baru. Hal tersebut dilakukannya terus menerus tanpa berhenti. Nabi bertanya kepada malaikat: Gambaran apakah ini ya Jibril ? Jibril menjawab : “ Itulah orang yang malas mengerjakan shalat yang telah diwajibkan “

Nabi terus berjalan dan melihat suatu kaum yang berpakaian koyak di sebelah muka dan juga koyak di sebelah belakang. Mereka laksana binatang memakan pohon-pohon yang berduri, daun-daun yang pahit dan batu-batu api neraka jahannam. Nabi bertanya kepada Jibril : Siapkah mereka itu..? Malaikat Jibril menjawab : “ Itulah orang-orang yang tiadak mau membayar zakat dari harta kekayaan mereka. Itu semua akibat perbuatan mereka, dan Allah Taala tidak mendhzalimi mereka karena Allah Maha penyayang kepada hamba-hambaNya.

Rasulullah saw terus melanjutkan perjalanannya sehingga beliau melihat suatu kaum yang sedang memegang daging di kedua belah tangannya.. Daging yang satu baru masak, sedangkan daging yang satu lagi berbau busuk dan masih mentah. Anehnya mereka malah memakan daging yang busuk dan tidak menghiraukan daging yang masak. Nabi bertanya : mengapa mereka berbuat demikian.? Jibril menjawab : Itulah gambaran umatmu yang mempunyai isteri yang halal, tetapi masih tetap mencari teman wanita dengan perempuan nakal dan tidur bersamanya sampai pagi. Itu juga gambaran isteri-isteri yang nakal yang mempunyai suami yang halal, tetapi lebih senang mencari lelaki lain untuk tidur bersamanya
.
Kemudian Rasulullah melihat seorang lelaki yang sedang mengumpulkan kayu –kayu yang besar untuk dipikulnya, tapi dia tak sanggup untuk mengangkatnya. Anehnya walaupun tidak sanggung untuk mengangkatnya, orang itu masih terus menambah pikulannya dengan kayu-kayu yang lain tanpa berhenti. Nabi bertanya : siapakah orang itu? Jibril menjawab : Itulah orang yang suka menerima amanat orang tetapi dia tidak berdaya untuk melaksanakannya, tetapi dia terus tamak sehingga tetap terus menerima amanat yang lain. Rasulullah terus berjalan dan melihat suatu kaum yang sedang menggunting-gunting lidah dan bibirnya , tetapi setiap kali digunting, lidah dan bibirnya tumbuh lagi, dan terus digunting lagi. Demikianlah yang mereka lakukan terus menerus. Rasul bertanya : Gambaran apakah ini ? Jiberil menjawab : Itulah siksaan bagi ummatmu yang suka melakukan fitnah.

Kemudian rasul melihat suatu satu batu kecil dan dari batu itu keluar seekor kerbau yang besar, kemudian kerbau itu memasukkan badannya ke dalam batu yang kecil tersebut, dan kerbau itu walaupun tidak bisa masuk tetap berusaha untuk memasukinya. Gambaran apa pula itu, tanya Nabi . Jibril menjawab : Itulah gambaran orang yang bercakap sombong kemudian menyesali ucapannya tetapi apa daya ucapannya itu tidak dapat ditarik kembali.

Kemudian Nabi melihat suatu lembah yang berhawa nyaman dan dingin, anginnya membawa aroma yang sangat wangi dan dari sana terdengar suara-suaran yang riang gembira. Rasul bertanya : tempat apakah ini.? Jibril menjawab : Inilah surga . Tak lama kemudian nabi mendengar suara surga berkata : “ Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku apa yang telah Engkau janjikan. Disini telah tersedia ruangan tempat tinggal yang dilengkapi dengan sutera tebal, sutera halus, permadani , mutiara, perak , emas, piring dan mangkuk, kenderaan, madu , air, susu, khamar, maka berikanlah kepadaku apa yang Engkau janjikan.

Allah segera berfirman : “ Akan KU berikan kepadamu setiap orang yang beriman kepada_KU dan kepada Rasul-KU serta beramal shaleh dan tidak syirik kepada-KU dan tidak menjadikan selain-KU sebagai sekutu. Siapa yang takut kepada-KU , maka dia akan selamat. Siapa yang memohon kepada-KU, maka AKU akan memberi apa yang diminta. Siapa yang meminjamkan sesuatu kepada-KU, maka AKU akan membalasnya. Siapa yang meneyerahkan dirinya ( bertawakkal ) kepada-KU, maka AKU akan menjadi pelindungnya. Sesungguhnya AKU adalah Allah, tiada Tuhan selain AKU. AKU tidak akan memungkiri janji-KU. Sesungguhnya telah menang orang-orang yang beriman. Maha Berkat AlLlah, sebaik-sbaik pencipta. Syurga menjawab “: Aku redha Ya Tuhan dengan segala pemberianMu “.
.
Kemudian nabi Muhammad saw dibawa ke suatu lembah yang lain. Di dalamnya terdengar suara yang sangat buruk dan dari dalamnya keluar bau busuk yang menyesakkan pernafasan. Nabi bertanya : Tempat apakah ini..? Jibril menjawab : inilah suara dari neraka jahannam yang berkata : “ Tuhanku..berikanlah kepadaku apa yang Engkau janjikan. Telah terlalu banyak sampai bertimbun-timbun rantai pada tempatku ini, demikian juga dengan belenggu api, air panas yang mendidih, pohon yang berduri, air yang sangat dingin, azab dan siksa, dan terlalu dalam dasarku serta terlalu panas apiku ini, maka berikanlah apa yang telah Engkau janjikan. Mendengar suara itu Allah taala segera berfirman : “ Akan Ku berikan kepadamu wahai neraka segala orang yang musyrik , baik laki dan perempuan, segala orang yang kafir dan orang yang sombong lagi ingkar tidak beriman dengan hari pembalasan . Neraka menjawab : “ Aku redha Ya Allah dengan segala pemberianMu “. Kemudian Nabi Muhamad saw melanjukan perjalanan sehingga beliau sampai ke Baitul Maqdis.

7. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Baihaqi diceritakan bahwa Nabi Muhammad saw melihat hidangan berisi makanan yang baik tetapi tidak ada seorangpun yang memakannya, sedangkan ada satu hidangan berisi daging yang busuk, dan dikerumuni oleh orang banyak. Jibril berkata : Itulah gambaran orang yang mencari yang haram dan meninggalkan yang halal.

Nabi juga melihat kaum yang perutnya buncit sehingga badannya tidak kuat untuk membawa perutnya yang sangat buncit tersebut. Setiap kali mereka berusaha untuk berdiri, maka mereka akan segera terjatuh dikarenakan perutnya yang sangat besar tersebut. Jibril berkata : “ Itulah orang-orang yang memakan uang riba. Nabi juga melihat suatu kaum yang bibirnya tebal seperti bibir unta. Mereka menelan bara api yang panas yang terus keluar dari bawah mereka. Jibril berkata ; Itulah orang-orang yang memakan harta anak yatim secara dzalim. Nabi juga melihat perempuan yang sedang mencakar-cakar kedua buah dadanya, dan malaikat Jibril berkata : Itulah para pelacur-pelacur. Kemudian nabi juga melihat orang yang sedang memotong dan memakan daging dari tulang rusuknya sendiri. Jibril berkata : Itulah orang yang suka menabur fitnah dan menganiaya orang lain.

8. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Daud menyatakan bahwa nabi Muhammad saw juga melihat suatu kaum yang mempunyai kuku dari tembaga dan mereka mencakar wajah-wajah dan dada mereka dengan kuku tersebut. Menurut malaikat Jibril mereka itulah orang yang suka memakan daging manusia ( suka mencaci orang ) dan orang yang suka menjaga tepi kain orang ( selalu mencari aib orang lain ). Ibnu Mardawih juga meriwayatkan bahwa Rasulullah melihat sekelompok orang yang bibirnya sedang dijepit dengan jepitan api. Setiap kali bibir itu hangus, maka bibir itu kembali seperti semula dan trus disepit lagi tak henti-hentinya. Jibril berkata ; “ Itulah gambaran dari ummatmu yang senang berpidato menganjurkan sesuatu tetapi dia sendiri tidak melakukannya “
.

9. Thabrani meriwayatkan hadis dengan sanad sahih dari Ibnu Abbas , diaman beliau telah berkata ; susingguhnya Muhammad telah melihat Tuhannya dua kali. Sekali dengan pandnagan mata dan sekali lagi dengan pandnagan hati “. Ikrimah bertanya : Apakah Muhammad telah melihat Tuhannya dengan mata kepalanya ? Ibnu Abbas menjawab : Benar, Tuhan telah memberikan keistimewaan kepada Musa untuk dapat bercakap-cakap dengan Nya (kalimullah) dan memberikan keistimewaan kepada Ibrahim untuk menjadi orang kepercayaan Allah ( khalilullah ), maka Dia telah memberikan keistimewaan kepada Muhammad saw untuk dapat melihatNya “.

10. Imam Ahmad meriwayatkan hadis daripada Ibnu Abbas yang menceritakan bahwa Rasulullah saw bersabda : “ Setelah berlalu malam hari dimana aku melakukan perjalanan isra, dan aku kembali ke kota Makah, aku merasa perkara ini sangat berat dan aku tahu bahwa orang ramai tidak akan mendustakanku. Maka Abu Jahal datang bertanya disisiku : hai Muhammad, apa ada berita baru ? Nabi menjawab : Benar. Abu jahal bertanya ; Apa itu ? nabi menjawab : Aku telah dibawa berjalan oleh Tuhanku di malam tadi ? Abu Jahal bertanya : kemana ? Nabi menjawab : ke Baitul maqdis Abu jhaal berkata lagi : Dan sekarang pagi-pagi ini engkau sudah sampai ke hadapan kami lagi? Nabi menjawab : Benar. Abu jahal berkata : bagaimana jika aku panggil orang ramai, apakah engkau akan ceritakan kepada mereka sebagaimana engkau ceritakan kepadaku? Nabi menjawab : Boleh. Abu jahal segera pergi memanggil orang ramai : wahai kaum Bani Luai ( Quraisy ), kemarilah . Setelah orang ramai berkumpul di hadapan nabi, Abu Jahal berkata : “ Hai Muhammad, katakanlah kepadaku sebagaimana yang engkau katakan kepadaku tadi. Nabi berkata : Aku telah dibawa Tuhanku berjalan tadi malam. Orang ramai berkata : Kemana? Nabi berkata : Ke Baitul Maqdis. Orang ramai bertanya lagi : Dan sekaarng engkau ada bersama kami disini? Muhammad berkata : Benar. Orang ramai berkata : Bolehkah engkau gambarkan kepada kami tentang Baitul Maqdis. Nabi kemudian menceritakan tentang Baitul maqdis, dimana secara tiba-tiba Allah nampakkan Baitul maqdis dihadapan nabi sehingga nabi dapat menceritakan tentang Baitul Maqdis secara jelas. Orang ramai berkata ; Semua yang diceritakan itu benar. Sebagian daripada orang ramai datang ke tempat Abubakar dan berkata kepadanya : wahai Abubakar, kawanmu itu menceritakan bahwa dia telah berjalan pada malam hari ke baitul maqdis dan sekarang dia telah kembali lagi kesini. Abu bakar bertanya ; Apakah kamu mendustakannya ? Orang ramai berkata : Sekarang dia ada di masjidil haram memberitakan hal itu kepada orang ramai. Abuibakar menjawab : Demi Allah, sekiranya dia berkata demikian, maka benarlah apa yang disampaikannya, mengapa kamu terkejut dengan apa yang diberitakannya. Demi Allah, selama ini dia telah memberitakan wahyu yang turun dari langit dan aku terus membenarkannya. Ini lebih menakjubkan daripada berita perjalanan ke Baitul Maqdis. Abubakar segera ke masjid menjumpai nabi Muhammad dan bertanya kepada beliau : wahai Muhammad, apakah kamu memberitakan bahwa kamu berjalan ke masjidil Aqsha di malam hari ? Nabi menjawab : Benar. Abubakar berkata : Ceritakanlah tentang Baitul Maqdis itu, sebab aku telah pernah melihatnya. Rasulullah segera menceritakan kembali gambaran Baitul maqdis, dan setiap selesai satu gambaran cerita, maka Abu bakar berkata : benar engkau wahai Muhammad, sehingga nabi Muhammad selesai menceritakan seluruhnya. Akhirnya nabi Muhammad berkata : Dan engkau wahai Abubakar adalah as Shiddiq , orang yang membenarkan. Sejak itu terkenallah nama Abu Bakar menjadi Abubakar as Shiddiq.


HIKMAH DAN PELAJARAN :

1. Bukti kebenaran ajaran Islam.

Isra dan Mikraj adalah mukjjzat yang diberikan oleh Allah kepada rasulullah, untuk membuktikan bahwa semua yang disampaikan oleh RasulNya adalah suatu yang benar. Muhammad mengajarkan bahwa Tuhan itu allah, dan beliau telah berjumpa denganNya. Muhammad mengajarkan ada malaikat, dan beliau telah melihat mereka. Muhammad mengajarkan balasan surge, dan beliau telah melihatnya. Muhammad mengajarkan adanya siksa neraka, dan beliau telah melihatnya. Muhammad mengajarkan adanya tujuh langit, adanya Sidratul Muntaha, semua makhluk dan tanda-tanda kekuasaan Allah telah dilihat oleh nabi Muhammad pada malam isra dan mikraj. Berarti perjalanan isra mikraj adalah membuktikan kebenaran apa yang telah disampaikan.

2. Pengakuan kebesaran Tuhan

Dengan peristiwa israk dan mikraj membuktikan bahwa manusia dengan kekuasaan Alah dan kebesaran dan pertolonganNya dapat melakukan sesuatu yang tidak mungkin, sebab Allah Maha Kuasa, sebagaimana perjalanan nabi Muhammad saw dari Makkah ke bumi palestina, dan naik ke langit ke tujuh dan kembali lagi hanya dilakukan dalam masa yang sangat singkat. Ini membuktikan kekuasaan dan kebesaran Allah yang dapat diberikan kepada manusia yang beriman dan mengikuti sunatullah dalam hidup dan kehidupan.

3. Tugas manusia sebagai khalifah Allah.

Isra Mikraj adalah perjalanan di bumi dari masjidil haram ke Masjid al aqsha, ini menggambarkan tugas manusia sebagai khalifah untuk dapat menguasai dunia, dari tempat berdirinya yang suci ( masjidil haram ) sampai ke tempat yang terjauh di muka bumi ( masji al aqsha ). Al Aqsha maksudnya adalah yang terjauh. Al haram adalah yang suci. Pada waktu itu di bumi hanya ada dua masjid, masjidil haram dan masjdil aqsha, maka manusia harus dapat menjadikan semua bumi manjadi masjid, dari tempat yang terdekat sampai tempat yang terjauh dengan penuh kesucian dan kemuliaan.

4. Penguasaan sumber daya alam

Baitul maqdis adalah tempat bumi nabi-nabi diantaranya adalah nabi daud, nabi yang mempunyai kekuasaan dan mempunyai kepandaian dalam industry besi, dan juga nabi Sulaiman, nabi yang mempunyai kekayaan dan mempunyai kepandaian dalam komunikasi (bahasa ). Baitul maqdis adalah lambing kekuasaan dan kekayaan, sedangkan Masjidil haram adalah lambing kesucian. Dengan isra mikraj berarti seorang muslim harus dapat menguasai dunia dan seluruh permukaan bumi sehingga mempunyai kekuasaan dan kekayaan sebagaimana nabi daud dan nabi Sulaiman, tetapi semuanya itu dilakukan dengan penuh kesucian dan untuk menghambakan diri kepada Allah subhana wataala.


5. Kesucian diri dan kekuatan iman, dan ilmu.

Sebelum nabi Muhammad berangkat, maka hati beliau dibasuh dan diisi dngan iman, ini memberikan pelajaran kepada umat manusia agar sebelum melakukan perjalanan di muka bumi, sebelum berikhtiar untuk menguasai dunia, perlu pepbersihan hati dan pengisian hati dengan iman, dengan iman dan kesucian hati inilah manusia dapat berjalan menuju tuhan, menjadi khalifah Allah.

6. Memilih yang terbaik

Setelah disisi dengan iman, nabi diberi pilihan apakah minumarak atau susu, dan nabi memilih susu. Ini menggambarkan jika manusia telah diberi iman, dibersihkan hatinya, maka dia akan memilih sesuatu yang baik untuk keperluan hidupnya, baik makanan, minuman, pakaian, dan lain sebaginya. Tetapi jika tidak ada ilmu, dan tiada iman maka manusia akan memilih yang enak bukan yang fitrah (suci ), sebab dia akan memilih karena hawa nafsu, karena kesenangan bukan karena iman.

7. Penguasaan teknologi.

Setelah nabi pandai memilih, dan bersih hatinya, maka nabi naik kenderaan bouraq menuju ke Baitul maqdis. Bouraq adalah lambing teknologi, alat untuk menguasai dunia, menjadi khalifah Allah. Untuk berjalan yang jauh diperlukan kenderaan yang cepat seperti kilat, maka makna bouraq adalah kilat, dan untuk naik ke langit diperlukan tangga, maka nabi naik dengan mikraj (secara bahasa mikraj berarti tangga ). Penguasaan alam, penjelajahan bumi tidak mungkin tercapai tanpa dengan memakai alat sebab itu merupakan sunnatullah. Kejayaan di atas bumi dengan alat dan teknologi, dan kejayaan akhirat juga dengan amal ibadah, seperti shalat maka shalat adalah mikraj bagi seorang mukmin.

8. Memimpin dalam segala bidang.

Dalam isra mikraj nabi Muhammad diangkat sebagai imam shalat dengan seluruh nabi yang lain menjadi makmum. Ini menggambarkan seorang muslim sepatutnya dengan isra mikraj dapat menjadi pemimpin dalam segala bidang, pemimpin segala zaman, dan pemimpin dunia akhirat. Seorang muslim harus dapat membuktikan dirinya lebih baik dan lebih cemerlang dari yang lain. Setiap muslim sepatutnya menjadi imam baik dalam bidang spiritual, imam dalam ekonomi, imam dalam ilmu pengetahuan, imam dalam teknologi, imam dalam seluruh bidang kehidupan.

9. Menjalin Silaturahmi dan Komunikasi

Dalam Isra mikraj nabi Muhammad berjumpa dengan nabi-nabi yang lain seeprti nabi Adam, nabi Isa, Yahya, Idris, Yusuf, Harun, Musa, Ibrahim.
Ini memberikan pelajaran kepada kita untuk tetap menjalin kemunikasid an silaturahmi dengan semua orang. Walaupun nabi Muhammad menjadi imam dan penghulu semua nabi, tetapi dia tetap menghargai nabi-nabi yang lain, dan tetap berkomunikasi dan bersilaturahmi dengan mereka semua.



10. Konsultasi dengan yang berpengalaman.

Nabi Muhammad setelah menerima perintah shalat berkonsultasi dengan nmabi Musa sebab nabi Musa lebih dahulu berpengalaman dengan umatnya, dan nabi Muhammad menerima arahan dan nasehat dari nabi Musa. Beliau tidak berkomunikasid engan nabi Ibrahim yang berada di langit ke tujuh atetapi dengan nabi Musa sebab nabi Musa lebih banyak beropengalaman dengan masyarakat yang lebih degil seperti bani Israel.

11. Kebahagian bagi mereka yang berbuat baik

Dalam isra mikraj nabi diperlihatkan kepada ganjaran orang yang berbuat dalam jihad di jalan allah akan mendapatkan balasan yang berlipat ganda baik di dunia dengan mendapat hasil tanaman berulang kali ataupun mendapat kebahagian di akhirat dengan kehidupan di dalam surga.

12. Kesengsaraan bagi mereka yang berbuat keji.

Dalam isra mikraj juga digambarkan bahwa setiap orang yang melakukan kesalahan akan mendapatkan siksaan atas perbuatan yang dilakukannya, baik perbuatan yang berkaitan dengan ritual ibadah, seperti meninggalkan shalat, tidak berzakat, berzina, maupun dalam kejahatan dalam bidang sosial, seeprti memfitnah, mencaci, menghina, sombong dan lain sebagainya.

13. Tidak terpengaruh dengan godaan.

Dalam peristiwa isra mikraj juga dapat diambil pelajaran bahwa orang yang Berjaya di dunia dan diakhirat adalah mereka yang dapat mudah terpengaruh dengan godaan keimanan dan godaan nafsu keduniaan, sebagaimana digambarkan bagaimana nabi Muhammad tidak terpengaruh oleh seruan dari kiri dan kanan, dan perempuan yang cantik; tetapi nabi terus berjalan menuju tujuan.

14. Menjadikan shalat sebagai inti kehidupan.

Dalam isra mikraj nabi diwajibkan shalat dalam sehari semalam, sehingga segala kesibukan dunia, harus dapat ditujukan untuk penyembahan dan ibadah kepada Allah, sebabg itu shalat diwajibkandari pagi sampai malam dalam waktu yang berlainan, sehingga setiap saat manusia harus tetap berhubungan, berkonsultasi, memnita perlindungan, petunjuk daripada Allah. Kesibukan kerja, kehidupan dunia, tidak boleh melupoakan kewajiban kepada Allah, dan seluruh kekuasaan, kekayaan, harus dapat dapat menjadui ibadah kepada Allah, sebagaimana dicontohkan oleh nabi Daud, walaupundia menguasai dunia dengan teknologi besi, tetapi beliau meninggal dalam keadaan sujud kepada Allah subhana wataala. Dengan shalat , maka manusia akan mencapai derajat tertinggi, sebagaimana disebutkan oleh hadis nabi “ shalat itu adalah mikraj bagi seorang mukmin “.
Wallahu a’lam. ( Muhammad Arifin Ismail ).


Saturday, March 10, 2018

MENJADI YANG TERBAIK



Sahabat nabi bernama  Ibnu Abbas menceritakan bahwasanya   Rasululah sallahu alaihi wasalam bersabda: “ Sesungguhnya aku telah mendapatkan di dalam kitabullah ada tiga puluh ayat dimana sesiapa yang membacanya ketika akan tidur maka akan dituliskan baginya tiga puluh kebaikan, dihapuskan baginya tiga puluh kejahatan, diangkatkan baginya tigapuluh derajat, dan akan dikirimkan kepadanya malaikat yang akan mengembangkan sayapnya dan menjaganya daripada segala sesuatu sampai dia terjaga dari tidur, itu surah “Mujadilah” ( pembela ) yang akan membela pemiliknya nanti di dalam kubur , dan itulah surah " Tabarakalladzi bi yadihil mulk " ( hadis riwayat dailamy ). Adapun yang dimaksud dengan surah “ Tabarakalladzi biyadihil mulk “ itu adalah surah Al Mulk, sebab hanya surah itu yang bermula dengan ayat “ Tabarakalladzi biyadihil mulk “, Maha Berkat Tuhan  yang menjadikan segala sesuatu dengan tangan-Nya ".

Secara bahasa, kata "Al Mulk" berasal dari bahasa Arab, yaitu  “ malaka - yamliku” yang bermakna: memiliki, atau  menguasai sesuatu.  Berati makna “ Al Mulk “ adalah pemilikan dan kekuasaan. Mengapa surah ini disuuh nabi untuk dibaca sebelum tidur ? Sebab dalam surah ini terdapat pesan dan petuunjuk hidup yang tidak boleh dilupakan setiap hari bagi seorang muslim, sebab dengan melaksanakan pesan tersebut seorang hamba dapat meyakini bahwa Allah satu-satunya pemilik kekuasaan mutlak, dan dengan membaca surah ini juga memberikan kepada si pembaca untuk melaksanakan petunjuk dan pesan ayat ini sehingga setiap muslim dapat menjadi penguasa di muka bumi dengan melakukan pesan Ilahi yaitu melakukan segala sesuatu dengan cara dan hasil terbaik, sehingga dengan membaca surah al Muluk ini  manusia dapat  bertambah keimanan bahwa Allah sebagai Penguasa Alam Semesta, dan sadar bahwa Allah memberikan amanah kepadanya manusia agar selalu melakakukan yang terbaik dalam setiap perbuatan yang dilakukan. Dengan menjadi orang yang terbaik dan melakukan yang terbaik itulah merupakan syarat kepemimpinan dan penguasaan dunia.

Jika manusia setiap hari dapat melakukan yang terbaik, maka manusia itu akan terhindar daripada siksa api neraka, sebagaimana dinyatakan oleh  Abu Hurairah  bahwa Rasulullah sallhu alaihi wasallam pernah bersabda : " Ada sebuah surah dari kitab Allah terdiri dari tiga puluh ayat , yang akan memberikan syafaat kepada seseorang sampai orang itu mendapat ampunan Allah, itulah surah " Tabarakalladzi biyadihil Mulk " ( hadis riwayat Abu daud, Tirmidzi, Nasai, Ibnu Majah, Ibnu Dharis, al Hakim dalam sahihnya, Ibnu Murdawiyah, dan Baihaqi ). Sahabat Nabi,  Anas juga menceritakan bahwa Rasulullah  bersabda : " Dia ( surah al Mulk ) akan menjadi Pelindung ( Mani'ah ) dan Penolong ( (Munjiyah ) seseorang daripada azab kubur ". ( riwayat Thabrani ). Sahabat nabi, Anas juga menceritakan bahwa Rasulullah  bersabda : " Dia ( surah al Mulk ) akan menjadi Pelindung ( Mani'ah ) dan Penolong ( (Munjiyah ) seseorang daripada azab kubur ". ( riwayat Thabrani ). Oleh sebab itu menurut Ibnu Abbas bahwa  Rasulullah pernah bersabda : " Aku merindukan agar surah al Mulk itu ada di dalam hati setiap manusia daripada umatku " ( Thabrani, dan Hakim ).

Dengan membaca surah "al Mulk"dimaksudkan agar umat Islam akan sadar bahwa ada kewajiban umat untuk melakukan segala sesuatu dengan terbaik, sehingga dengan menjadi manusia terbaik dalam setiap perbuatan, profesi, dan tempat, itu sudah cukup menjadi pedoman  hidup seorang muslim, Amalan yang terbaik itu nanti akan menjadi pelindung seorang muslim daripada siksa di hari kiamat, dan cukuplah bagi seorang muslim menjadi orang yang terbaik dalam kehidupannya setiap hari, sebagaimana dinyatakan oleh sahabat Ibnu Mas'ud berkata : Kami para sahabat pada masa rasulullah menamakan surah al Mulk ini dengan nama surah al Mani'ah (pelindung ) dan barang siapa yang membaca surah tersebut pada waktu malam , maka itu sudah mencukupi baginya ( riwayat Thabrani ). Dengan membaca surah al Mulk di waktu malam, sebelum tidur akan memberikan baginya untuk menjadi orang yang terbaik di esok harinya. Sikap menjadi orang yang terbaik itu sudah cukup bagi seseorang untuk bekal hidup di esok hari.

Dalam ayat pertama dari surah al Mulk tertulis ayat ; “ Tabarakalladi biyadihil mulku wahua ala kulli syai’in qadir “. Ayat ini bermakna   “ Maha Berkat Tuhan Yang Menjadikan sesuatu dengan tangan-Nya dan Dia adalah Dzat Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu”. Surah ini dimulai dengan kata-kata “ Tabaraka “, yang berasal dari kata-kata “ ba-ra-ka”. Ba-ra-ka dalam bahasa Arab adalah “  Sesuatu yang membawa kebaikan dan manfaat dan kebaikan itu akan berterusan. Ba-ra-ka juga bermakna tetapnya kebaikan pada sesuatu  ( Raghib Asfahani, al Mufradat fi gharibil Quran, hal.54 ).

Berarti Ta-ba-ra-ka bermakna bahwa ada kebaikan yang tetap pada sesuatu dan kebaikan itu akan terus bertambah. “ Tabarakalladzi bi yadihil mulk “ berarti seorang muslim harus meyakini bahwa segala yang dijadikan dan diciptakan Allah, baik benda-benda alam, baik segala kejadian yang terjadi, semuanya itu memiliki keberkatan daripada Allah Taala. Segala benda alam, batu, rumput, hewan, gunung, langit. Bumi, tumbuh-tumbuhan, apa saja yang Allah ciptakan itu semanya berkat, bermanfaat, memiliki kebakan yang terus menerus dan dapat dipergunakan dengan baik untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. 

Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam ayat lain, bahwasanya segala sesuatu yang ada itu semua dijadikan Allah mempunyai maksud dan tujuan kebaikan (  QS.AlHijr : 85, QS.Rum:8, QS.Dukhan:39, QS.al Jatsiyah : 6, QS.Shad :27 ), sebab Allah menjadikan sesuatu bukan untuk main-main tanpa maksud, guna dan tujuan ( QS.Al Anbiya:16,  QS.Dukhan :38 ). Segala sesuatu itu menjadi berkat sebab semua alam ini  dijadikan oleh Tangan Allah, Tuhan Yang Maha Mulia, Maha Bijaksana, sehingga segala takdir baik atau burk, nikmat atau musibah , semuanya memiliki nila keberkatan dan kebaikan bagi manusia itu sendiri dan manusia yang lain.

Disbabkan Allah telah menjadikan segala sesuatu dimuka bumi ini memiliki keberkatan, kebaikan bagi kehidupan, maka manusia sebagai Khalifah Allah di muka bumi ini diberi amanah dan tanggungjawab untuk mempergunakan segala sesuatu yang terdapat dalam alam ini dengan benar dan cara yang terbaik sehingga asegala sesuatu dalam alam ini dapat menjadi jalan mencapai  kebahagiaan  hidup dunia dan akhirat kelak.  Manusia sebagai halifah Allah di atas bumi juga telah dijelaskan dalam ayat-ayat lan seeprti  QS. Al Baqarah : 30,  QS.Shaad : 26,  QS.Al An’am : 165 .

Dalam menjalankan tugas khalifah untuk mempergunakan alam ini dan menghasilkan sesuatu yang terbaik tersebut, manusia tidak perlu khaatir dan takut dengan gangguan, rintangan dan lan sebagainya sebab setiap muslim yakin bahwa ada Allah Dzat yang maha kuasa atas segala sesuatu. Oleh sebab itu dalam tafsir al Kasyaf dinyatakan : “ Di tanganNya kekuasaan atas segala yang ada, dan dia Maha Kuasa untuk menjadikan  segala yang belum ada “. Sebagai menjalankan tugas sebagai Khalifah Alah dimuka bumi, manusia haus senantiasa meminta pertolongan dan petunjuk Allah, sebab manusia mukmin mampu menghadapi segala tantangan dan kesuiltan hidup sebab Allah adalah Tuhan Yang Maha Kuasa, dan Dia dengan kuasanya boleh  saja merubah segala sesuatu dengan ketentuanNya dan kekuasaanNya.

Amanah manusia untuk menadi khalifah dengan melaksanakan setiap sesuatu dengan terbaik itulah yng harus diingat oleh setiap manusia sebelum tidur, untuk menilai kembali apakah  perbuatannya pada hari ini sejak pagi sampai malam sudah menajdi perbuatan terbaik, sebab Allah menjadikan hidup mansuia itu untuk meguji manusia dalam melakukan sesuatu yang terbaik, sebagaimana dinyatakan dalam ayat : “ Dia Tuan Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya”.( QS. Al Mulk :  )

Dengan membaca ayat tersebut agar kita menyadari bahwa sebenarnya hidup ini adalah ujian Allah dalam apakah manusia telah menjalankantugas yang terbaik dalam menjalankan tugas sebgai hamba dan khalifah, sebab segala apa yang  Bumi diberikan kepada manusia untuk menguji bagaimana manusia mempergunakan segala potensi alam dan bumi. Hal ini dinyatakan dalam ayat 7 dari surah al Kahfi : “ Sesungguhnya kami menjadikan apa saja yang ada  diatas bumi ini sebagai perhiasan untuk menguji kamu siapakah yang terbaik amal perbuatannya “ ( QS. Al Kahfi : 7 ). Inilah diantara maksud mengapa kita diperintahkan agar membaca surah al Mulk setiap malam, dan surah al Kahfi setiap jum’at, yaitu agar mansuia yang membaca tetap sadar bahwa tugas utama dalam hidup adalah bagaimana dapat menjalankan tugas dan kehidupan di dunia ini dengan sebaik-baiknya, sebab kita sekarang sedang diuji oleh Allah dalam menjalankan tugas tersebut.

Dengan melakukan segala sesuatu dengan hasil terbaik, berarti kita telah memberikan kebaikan hidup kita dan keberkatan kepada orang yang lain, sebab orang lan dapat merasakan kebaikan dari kehidupan kita. Oleh sebab itu setiap muslim seharusnya menjadi pegawai terbaik, pedagang terbaik, rakyat terbaik, pengusaha yang terbaik, panglima yang terbaik, pemimpin yang terbaik, guru yang terbaik, pelajar yang terbaik, dan tetap melakukan yang terbaik dalam berbagai bentuk , tempat, dan profesi. Semoga kita dapat menjadi orang yang terbaik dan mendapatkan pemimpin terbaik yang akan mebaa masyarakat kita menjad masyarakat terbaik, masyarakat Khairu Ummah, Fa’tabiru ya Ulil albab. ( Buletin Istaid Medan, Jumat, 9 April 2018 )



Monday, March 5, 2018

KETEGUHAN SULTAN ABDUL HAMID



Pada tanggal 3 Maret 1924, yaitu seratus Sembilan puluh dua tahun yang lalu  merupakan hari sejarah hitam bagi umat Islam, sebab pada tanggal tersebut Kekhalifahan Turki Usmaniyah telah dijatuhkan dan digantikan dengan didirikannya Republik Turki Sekular yang dipimpin oleh Mustafa Kemal at taturk. Kekhalifahan Islam Usmaniyah adalah merupakan kelanjutan dari kekhalifahan Islam sejak zaman Rasulullah, dikuti dengan Khulafa Rayidin, Menurut Abdullah Azzam, selama tiga abad, orang Barat memusatkan perhatiannya kepada bagaimana menghancurkan khilafah Islam, sehingga berhasil menyingkirkan Khaliah Sultan Abdul Hamid yang berkuasa sejak tahun 1876 hingga 1909 Masehi. Pada tahun 1887 Masehi, masyarakat yahudi membentuk organisasi yang dipimpin oleh Theodore Hartzl yang bertujuan sebagaiman dikatakan oleh Hertzl : “ Sesunguhnya alasan kita berkumpul di tempat ini adalah untuk mencari tanah yang akan kita jadikan sebagai negara kita “. Hertzl melanjutkan : “ Saya ingin membangun sebuah negara di atas tanah leluhur kita. Pendirian negara ini saya batasi waktunya sekitar sepuluh sampai dua puluh tahun, dan jangan sampai lebih dari lima puluh tahun “. Sewaktu mereka melihat apakah yang menjadi halangan untuk mewujudkan keinginan tersebut, maka mereka lihat bahwa daerah leluhur mereka yaitu negeri Palestina ,berada di bawah kekuasaan khilafah Usmaniyah.

Mereka melihat bahwa khilafah pada waktu itu dipimpin oleh Sultan Abdul Hamid seorang pemimpin umat yang taat dan mempunya pendirian dan prinsip yang kuat. Dia tidak dapat diperdaya dengan wanita dan juga tidak dapat dibuai dengan minuman keras, jika demikian mereka mencoba untuk membujuk sultan dengan harta kekayaan. Pada tahun 1902, mereka menjumpai Sultan Abdul Hamid dan menawarkan empat hal : (1) Kami akan memberikan 150 juta dinar emas ke kantong pribadi Sultan (2)Menutup sebagian besar hutang negara kekhalifahan Usmaniyah (4) Membantu membangun armada laut (4) Mendirikan Universitas Daulah Usmaniyah yang besar. Tawaran itu diberikan dengan imbalan agar Sultan memberi izin untuk orang yahudi berhijrah ke negeri Palestina. Namun apa jawaban Sultan kepaa Hetzl : “ Sesungguhnya andaikan badanku disayat-sayat dengan pisau atau salah satu anggota badanku dipotong maka itu lebih aku suka daripada aku mengizinkan kalian tinggal di bumi Palestina yang merupakan negeri kaum muslimin. Sesungguhnya bumi Palestina telah direbut dengan pengorbanan darah. Dan sekali-kali bumi in9 tidak akan dirampas dari mereka melainkan dengan pertumpahan darah. Dan sungguhn Allah telah memuliakanku sehingga dapat menjadi pelayan kepada agama Islam selama tiga puluh tahun. Dan aku tidak akan mencoreng sejarah para leluhurku dengan aib ini “.

Hertzl tidak berputus asa untuk membujuk Sultan, sehingga dia meminta tolong kepada kawannya Neolinsky untuk dapat membeli tanah Palesina walau sekecil apapun.. Akhirnya sultan mengirim surat kepada Neolinsky : “ Jika benar Hertzl itu adalah kawanmu sebagaimana engkau adalah kawanku, maka beritahukan dia jangan sekali-kali dia meneruskan langkahnya karena aku tidak akan menjual sejengkalpun wilayah kekuasaanku sebab kerajaan ini bukan milikku pribadi, malainkan milik seluruh kaum muslimin. Dan untuk memperoleh itu, mereka telah mengorbankan harta benda dan hidupnya. Oleh karena itu kami mempertahankan bumi ini dengan darah kami pula, dari setiap usaha yang dilakukan oleh pihak luar untuk merebutnya. Pasukan kami telah terjun dalam medan perang di Syria dan Palestina. Mereka rela gugur satu demi satu, karena tidak se0rangpun dari prajurit kami yang mau menyerah kepada musuh. Mereka ebih senang mati membela kehormatan islam daripada hidup dalam kenistaan. Kerajaan Turki Usmaniyah bukanlah milik pribadiku, melainkan milik bangsa Turki. Tanah sejengkalpun tidak boleh dijarah orang lain. Sebaiknya orang yahudi menyimpan saja uang jutaan yang kalian miliki tersebut. Seandainya kerajaan ini bisa dihancurkan luluhkan, barulah orang yahudi dapat mengambil tanah Palestina dengan mudah. Akan tetapi harus diingat bahwa kami tidak akan mundur dari tekad, yang telah kami pegang selama ini. Orang yahudi tidak akan bisa menghanurkan kami sebelum melangkah mayat-mayat kami terlebih dahulu “.

Setelah menerima surat tersebut, orang yahudi tidak kehilangan akal, sehingga mereka mencari cara lain untuk menghancurkan kekuatan Sultan, yaitu dengan mempergunakan yahudi-yahudi Turki yang melakukan pergerakan rahasia. Mereka menebarkan isu dan fitnah yang mengatakan bahwa Sultan adalah peminum, pezina dan lain sebagainya,  baik di dalam negeri Turki ataupun di luar negeri Turki yang masih di bawah kekuasaan Turki seperti Mesir, dan lain sebagainya. Beberapa berusaha untuk mempengaruhi orang-orang dekat dengan Sultan, dan pemimpin=peminpin negeri yang takluk di bawah Sultan dengan membangkitkan semangat kedaerahan dengan tujuan agar setiap negeri akan melepaskan diri dari kesultanan Turki Usmaniyah. Mereka membantu orang nasrani seperti George Zaidan menerbitkan surat kabar Darul Hilal di Lebanon, dan juga Salim Naqlan dan Philip Naqlan mendirikan surak kabar al Ahram di Mesir untuk menyebarkan fitnah keburukan Sultan.

Salonika adalah salah satu kota di Turki yang berpenduduk 120 ribu orang tetapi 80.00 orang yang merupakan keturunan dan berdarah yahudi, walaupun mereka beragama Islam. Di antara pemuda kota ini  ada yang masuk  ikut menjalani pendidikan militer dan  diantara mereka terdapat Mustafa Kamal Pasha dan lain sebagainya, yang kelak menjadi komandan di pasukan perang. Akhirnya mereka dapat mempengaruhi pasukan militer Turki untuk menurunkan dan menangkap Sultan Abdul Hamid pada tahun  buan April 1909.  Akhirnya pasukan Inggeris menguasai wilayah Palestina pada tahun 1917, dan kekhalifahan Tuki jatuh ke tangan Inggeris dengan perjanjian Luzon, dan akhirnya Inggeris memberikan kepemimpinan Turki di bawah Mustafa Kamal Pasha dengan syarat-syarat  yang telah ditentukan dalam perjanjian tersebut.  

Sultan Abdul Hamid dipenjarakan di sebuah  di kota Salonika. Diantara pejgaga penjara terdapat seorang murid dan pengikut tarekat Sadziliyah  sedangkan Sultan Abdul hamid juga merupakan pengikut Tarekat Sadziliyah dibawah bimbingan gurunya Syekh Abu Samat. Sultan Abdul hamid berkirim surat kepada gurunya : …Saya meninggalkan kekhalifahan bukan karena sesuatu sebab tertentu, melainkan karena adanya tipu daya dengan berbagai ancaman dari tokoh-tokoh Organisasi Persatuan yang dikenal dengan nama Cun Turk, sehingga terpaksa meninggalkan kekhalifahan tersebut. Sebelumnya organisasi ini telah mendesak saya berulang-ulang agar saya menyetujui dibentuknya sebuah negeri nasional bagi bangsa Yahudi di bumi Palestina. Saya tetap tidak menyetujui permohonan berulang-ulang yang memalukan itu. Akhirnya mereka menjanjikan uang sebesar 150 juta poundsterling emas. Saya tetap dengan tegas menolak tawaran itu. Saya menjawab dengan kata-kata : “ Seandainya kalian membayar dengan selurh isi bumi ini, aku tidak menerima tawaran itu. Tiga puluh tahun lebih aku hidup mengabdikan diri kepada kaum muslimin dan kepada agama Islam itu sendiri. Aku tidak akan mencoreng lembaran sejarah Islam yang telah lama dirintis oleh nenek moyangku, para sultan dan khalifah kerajaan Turki Usmaniyah. Sekali-kali aku tidak akan menerma tawaran kalian “.

Setelah mendengar dan mengetahui sikap dan jawaban saya tersebut, mereka dengan kekuatan rahasia yang mereka miliki memaksa saya untuk meninggalkan kekhalifahan, dan mengancam akan mengasingkan saya di Salonika. Maka terpaksa saya menerima keputusan itu daripada saya menyetujui permintaan mereka. Saya masih bersyukur kepada Allah, karena saya menolak untuk mencoreng kerajaan Islam Turki dan dunia Islam pada umumnya dengan noda abadi yang diakibatkan oleh berdirinya negeri yahud dan sudilah anda i di tanah Palestina. Biarlah semua berlalu. Saya tidak bosan mengulang-ulang rasa syukur kepada Allah Ta’ala yang telah menyelamatkan kita daripada aib yang besar itu. Saya rasa cukup disini saja apa yang perlu saya sampaikan dan sudilah anda dan segenap kawan-kawan menerima salam hormat saya. Gurku yang mulia mungkin sudah terlalu banyak yang saya sampaikan. Harapan saya, anda bersama jamaah yang anda bina dapat memaklumi semua ini “. Wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh, 22 September 1909, tertanda pelayan kaum muslimin, Abdul Hamid bin Abdul Majid. Dari kisah diatas dapat dilihat bagaimana keteguhan hati Sultan Abdul Hamid dalam mempertahankan negeri umat Islam, sehingga beliau rela menderita, diasingkan dan dipenjara daripada menyerahkan negeri kaum muslimin kepada musuh. Semoga di bulan Maret ini kita dapat mencari hikmah dan pelajaran dari kejatuhan kekhalifahan Turki,  dan berharap akan muncul pemimpin umat Islam hari ini yang dapat mengikuti jejak langkah beliau. Fa’tabiru Ya Ulil albab.

Sunday, December 10, 2017

DIANTARA CARA  MENCINTAI RASUL


Pada suatu hari, seorang lelaki menjumpai Rasulullah bertanya : Ya Rasulullah, bila hari kiamat tiba ? Rasulullah bertanya kembali : “ Apakah yang telah engkau persiapkan untuk mengahadapi hari kiamat tersebut ? Lelaki itu menjawab : “ Saya belum mempersiapkan  diri dengan shalat yang banyak, atau puasa atau amal yang lain seperti sedekah dan lan sebagainya, tetapi  aku telah mencintai Allah dan RasulNya “. Nabi bersabda : “ Engkau akan bersama-sama dengan orang yang engkau cntai “. ( hadis riwayat Bukhari ).  Cinta kepada Allah dan Rasul merupakan nilai-nilai keimanan, oleh sebab itu dalam kitab suci Al Quran dinyatakan : “Katakanlah jika bapak-bapak kamu, anak-anak kamu, saudara-saudara kamu, keluarga kamu, harta kekayaan kamu, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiaannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan RasulNya dan daripada berjihad di jalanNya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusanNya “ ( QS. Al Taubah : 24 ).

Sewaktu Umar bin Khattab berkata di hadapan Rasululah : “ Aku mencintaimu lebih dari segalanya, kecuali jiwaku yang berada diantara dua sisiku “, Rasul segera bersabda : “ Tidak seorangpun diantara kamu menjad beriman, sampai aku lebih dicintainya daripada jiwanya “. Mendengar ucapan tersebut, Umar segera meralat ucapannya dan berkata : “ Demi Dzat yang menurunkan kitab suci al Quran ini kepadamu, aku mencintaimu melebihi kecintaanku kepada diriku sendiri “ . Rasul segera bersabda : “ Hai Umar, sekarang engkau telah mendapatkannya “. ( riwayat Bukhari ). Oleh sebab itu, seorang ulama , Sahl al Tustary berkata : “ Barangsiapa yang tidak menganggap Rasulullah sebagai tuannya dalam segala hal, atau tidak menganggap dirinya berada dibawah kepemimpinannya, maka orang tersebut tidak akan merasakan manisnya sunnah, sebab  Rasulullah telah bersabda : “ Tidak seorangpun diantara kamu menjadi beriman sehingga aku lebih dicintainya daripada dirinya sendiri”.

Qadhi Iyadh dalam kitab sejarah nabi yang berjudul as Syifa berkata bahwa cinta kepada Rasul itu dilakukan dengan beberapa perbuatan. Pertama bahwa seseorang yang cinta kepada rasul akan berusaha mengikuti tingkah laku dan akhlak rasulullah, dan melaksanakan sunah-sunahnya, mengikuti perintahnya, dan menjadikan perjuangan beliau menjadi contoh dan teladan dalam kehidupan. Hal ini sesua dengan firman Allah : “ Katakanlah hai Muhammad : Bila engkau menyayangi Allah maka taatlah kepadaku niscaya Allah akan menyayangimu “ ( QS.Ali Imran : 31)

Kedua, jika seseorang itu mencintai Rasulullah, maka dia itu harus lebih suka kepada hukum yang telah digariskan oleh Rasulullah dan berusaha untuk melaksanakan hukum dari Rasulullah daripada hukum dan peraturan yang bukan bersumber daripada Allah dan RasulNya..  Oleh sebab itu orang yang cinta Rasul harus meyakini bahwa segala peraturan dan hukum yang telah ditetapkan oleh Allah dan rasulnya itu lebih baik daripada segala sistem, hukum dan peraturan yang diciptakan oleh manusia dan meyakini bahwa hukum Allah dan rasulNya itulah satu-satunya hukum dan peraturan yang dapat menjamin kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.

Ketiga, orang yang mencintai Allah dan rasulNya akan menjadikan keridhaan Allah dan rasul merupakan tujuan utama dalam sikap hidupnya.  Anas bin Malik bercerita bahwa Rasulullah berkata kepadanya : Wahai anakku, bila engkau sanggup melepaskan dendam di hatimu terhadap siapapun pada pagi hari dan malam hari, maka jadilah engkau seperti itu “. Rasulullah kemudian melanjutkan : Wahai anakku, itu adalah bagian dari sunnahku. Barangsiapa yang meghidupkan sunnahku sunguh dia telah mencintaiku, dan barangsiapa yang mencintai aku maka ia akan bersama-sama denganku nanti di dalam syurga “ ( hadis riwayat Tirmidzi ).

Dari hadis ini terlihat bahwa nabi sangat menekankan kepada sunnah akhlak, bukan hanya sunnah ritual seperti shalat sunat, atau sunnah pakaian seperti pakaian jubbah, dan lan sebagainya, sebagai tanda cinta kepada Rasul, sebab cinta kepada rasul dan mengikut sunah rasul itu adalah lebih utama dengan mengikuti sunah akhlak dan perbuatan rasulullah sebagaimana dinyatakan dalam hadis diatas. Tetapi sayang, pada saat ini banyak terlihat orang yang sibuk mengikuti sunah rasul dalam pakaian dan amal ibadah, sedangkan perbuatan dan akhlaknya tidak mengikuti sunah rasul, padahal rasul diutus adalah untk menyempurnakan akhlak manusia. Oleh sebab itu sudah sepatutnnya umat islam mengikuti sunah perbuatan rasul lebih daripada mengikuti sunah pakaian dan aksesoris rasul, sebab akhlak dan kepribadian itulah yang dapat menjadikan islam sebagai rahmat bagi sekalian alam, sebagaimana Rasulullah dikirim kepada dunia untuk menjadi rahmat bagi kehidupan.

Keempat, jika seorang itu cinta kepada Rasul, maka dia akan sering menyebut, mengingat, dan mengambil teladan daripada kepribadian Rasulullah. Menyebut dan mengingat Rasulullah dengan mengucapkan shalawat kepada Rasul. Membaca shalawat rasul dimaksudkan agar kita selalu mengingat rasul dari akhlak, pribadi, perjuangan dan ajaran  yang disampaikannya. Dengan membaca shalawat, kita ingat perjuangannya. Dengan melafadzkan shalawat kita mengenang kepribadiannya, dan kita sadar bahwa Rasulullah adalah contoh teladan dalam segala kehidupan. JIka seseorang itu berfrofesi sebagai pedagang, maka dia akan mengingat bagaimana cara nabi berniaga yang penuh dengan kejujuran dan kesungguhan, tanpa riba dan penipuan. Jika seseorang itu sebagai peminpin, dia akan ingat bagaimana nabi mempimpin masyarakat sehingga menjadi masyarakat yang terbaik sepajang zaman. Inilah maksud mengingat rasul, bershalawat kepadanya dalam setiap keadaan, komisi dan tempat.

Kelima, tanda cinta rasul adalah dengan kerinduan untuk dapat bersamanya di dalam surga, sehingga setiap orang yang cinta rasul akan tetap berusaha mengikuti setiap ajaran yang telah disampaikannya kepada umatnya dalam setiap profesi dan keadaan, sebab itulah jalan untuk dapat berjumpa dengan rasul di akhirat kelak. Rasulullah bersabda : “ peniaga yang jujur itu akan dibangkitkan  bersama para nabi, orang yang jujur dan para syuhada“ (riwayat Tirmidzi ). Dalam hadis yang lain, beliau bersabda : “ Saya bersama penjaga anak yatim di dalam surge seperti ini-sambil baginda memberi isyarat dengan anak jari baginda“.( hadis riwayat Bukhari )
Keenam, orang yang mencintai akan merasa rendah diri setiap mendengar nama nabi dan segera mengingat bahwa dirinya sangat jauh dibandingkan dengan kehidupan rasul dan sahabat beliau dalam setiap keadaan, Jika dia  mendengar nama nabi disebutkan, maka dirinya sadar untuk segera melakukan amal yang terbaik dalam mengikuti langkah perjuangan rasul. Itulah sebabnya jika mendengar nama Muhammad, kita melanjutkan dengan ucapan “ Sallallahu alaihi wasallam “. Maksud ucapan shalawat itu meyakini bahwa Muhammad itu  bukan Muhammad biasa, tetapi manusia teladan yang wajib diikuti dan diamalkan seluruh ajarannya sebab dia itu adalah utusan Tuhan.

Ketujuh, orang yang mencintai Rasul itu akan mecintai apa yang dicintai Rasul dan membenci apa yang dibenci oleh Rasul. Rasulullah bersabda : Barangsiapa mencintai mereka (hasan dan Husein, cucu nabi ) maka mereka telah mencintai aku “ ( hadis Bukhari ). Dalam hadis yang lan juga dinyatakan : “Tanda iman yang sesunguhnya adalah mencintai sahabat Anshar sedang tanda kemunafikan adalah kebencian kepada mereka “ ( Riwayat Bukhari dan Muslim ).

Dari kedua hadis ini terlihat bahwa kecintaan kepada keluarga nabi tidak dapat dipisahkan dengan kecintaan kepada sahabat nabi. Inilah prinsip ahlusunha wal jamaah. Oleh sebab itu kita harus berhati-hati dengan kelompok yang hanya mncintai keluarga nabi tetapi mencaci maki para sahabat nabi seperti kelompom syiah rafidhah, sebab nabi sendiri tidak memisahkan antara cinta kepada keluarga dan sahabatnya.

Kedelapan, cinta kepada nabi berarti memusuhi dan membenci segala bentuk permusuhan, penghinaan  yang dilakukan terhadap rasul. Dalam al Quran dinyatakan bahwa : “ Kamu tidak akan mendapatkan suatu kaum yang beriman kepada Allah dan Hari akhirat  saling berkasih sayang dengan orang yang menenatng Alah dan rasulNya “ ( QS. Mujadalah : 22)

Kesembilan, tanda orang cinta rasul adalah dengan mencintai apa yang disampaikan kepada nabi yaitu al Quran, dengan memvacanya, memahaminya, menghayati dan mengamalkannya. Ibnu Mas’ud berkata : “ Bila seseorang itu mencintai al Quran berarti dia itu mencintai Allah dan Rasul”.

Kesepuluh, tanda cinta rasul adalah mencintai umat dan kaum muslimin dan kasih sayang serta menghormati mereka, dan saling tolong menolong dalam perjuangan walaupun berbeda dalam kelompok dan mazhab fikah, sebab itu merupakan sifat rasul yaitu “ sangat belas kasihan kepada orang-orang yang beriman “ ( Surah Taubah : 128 ).

Kesebelas, tanda cinta rasul adalah lebih menyukai kehidupan akhirat daripada kehidupan dunia, sebagaimana sikap Rasul lebih mencintai kehidupan akhirat daripada kehidupan dunia “ dan kehidupan akhirat itu lebih utama daripada kehidupan dunia “ ( Surah  Duha :4 ) .

Inilah beberapa tanda cinta Rasul, semoga bulan rabiul awal yang merupakan bulan kelahiran rasul kita dapat meningkatkan amal kita dalam cinta Rasul. Fa’tabiru ya ulil albab.
RABIUL AWAL, BULAN SEJARAH RASUL

Rasulullah saw adalah manusia yang dijadikan sebagai contoh dan teladan bagi sekalian alam, sehingga kedatangan beliau diatas permukaan dunia merupakan rahmat bagi sekalian alam.  “ Dan tidaklah Aku ( Allah ) mengutus engkau ( Muhammad ) melainkan untuk menjadi rahmat bagi sekalian alam “ ( QS. Al Anbiya : 170 ).  Sebagai manusia teladan, maka Rasulullah mempunyai akhlak mulia, dan  kedudukan terhormat. Hal ini dimaksudkan agar  seluruh umat manusia  dapat mengikuti cara hidup dan akhlak beliau.  “ Sesungguhnya pada diri Rasulullah ada teladan dan pengajaran yang baik bagi orang yang mengharapkan keridhaan Alah dan hari akhirat dan mereka yang banyak berzikir kepada - Nya “ ( QS. Al Ahzab : 21 ). 

 Mustafa as-Siba’i dalam bukunya “ Sirah Nabawiyah, durusun wa ‘ibar “, menyatakan bahwa dalam kehidupan Rasul terdapat beberapa keistimewaan :

1.            Sejarah hidup rasulullah saw adalah sejarah yang paling benar jika dibandingkan dengan sejarah hidup nabi-nabi yang lain dan sejarah para pemimpin dunia, atau tokoh masyarakat yang lain.  Dikatakan demikian sebab penulisan sejarah hidup Rasulullah ditulis dengan sebuah kajian dan penelitian ilmiah yang terjaga keasliannya, tanpa ada penipuan dan pemalsuan, dan dapat dikaji secara fakta sejarah. Sejarah hidup nabi-nabi yang lain seperti nabi Adam, nabi Ibrahim, nabi Musa , nabi Isa, atau pemimpin agama yang lain seperti Kong Fu Chu atau Budha Gautama, tidak didukung dengan penelitian sejarah yang benar dan bersumber dari sumber terpercaya, sedangkan sejarah nabi Muhammad telah ditulis berdasarkan rujukan yang benar-benar dan  dapat dipertanggungjawabkan  atas kebenaran data dan keasliannya.

2.            Sejarah hidup nabi Muhammad adalah sejarah yang sangat jelas dan tercatat dengan detail, baik dari sejak sebelum kelahirannya sampai kepada akhir hayatnya. Dari kitab-kitab sirah kita dapat mengetahui secara jelas keadaan kedua orangtuanya, keluarganya, demikian juga kehidupannya sejak kecil, masa remaja, di waktu dewasa, di saat perkawinannya, kehidupan dalam  keluarga, dalam bermasyarakat dan lain sebaginya. Tidak ada sisi kehidupan Rasulullah yang tidak tertulis dan tercatat, semuanya dapat diketahui secara benar dari sumber yang asli, tanpa dibuat-buat atau ditambah-tambah. Sejarah hidup nabi yang lain ataupun pemimpin yang lain tidak terdapat dengan catatan yang begitu lengkap dan sempurna sebagaimana kehidupan nabi Muhammad, oleh sebab itu kita tidak mendapatkan kehidupan nabi Adam yang lengkap, nabi Musa, nabi Isa, maupun pemimpin agama atau masyarakat yang lain. Ketidak jelasan dan ketidak lengkapan sejarah kehidupan nabi dan pemimpin agama diatas menjadikan sejarah mereka kadang kala ada yang menambah-nambah dengan menjadikan mereka sebagai tuhan atau anak tuhan atau sesuatu yang dipuja. Di lain pihak, sejarah mereka tidak lengkap dan sempurna, sebagai contoh kita melihat bahwa sejarah hidup nabi Musa atau nabi Isa dan pemimpin agama yang lain  sangat sedikit yang dapat diketahui dan dibaca dibandingkan dengan sejarah hidup nabi Muhammad saw.

3.            Sejarah hidup nabi Muhamad adalah kehidupan manusia biasa yang mendapat kelebihan dengan menjadi rasul, tanpa ditambah dengan cerita-cerita khayalan atau dongeng yang tidak dapat dikaji kebenarannya. Sejarah hidup beliau juga tidak ditambah-tambah dengan sifat-sifat ketuhanan, atau pemujaan sebagai tuhan, yang kadang telah keluar daripada sifat-sifat kemanusiaan. Nabi sebagai manusia biasa yang mempunyai sifat-sifat kemanusiaan seperti mempunyai perasaan  sedih jika terkena musibah,  beliau juga dapat terkena musibah seperti sakit kena sihir , dan juga dapat terluka sebagaimana manusia yang terluka di medan perang, dan akhir hayatnya beliau juga meninggal dunia  sebagaimana manusia yang lain. Dengan sifat kemanusiaan ini, setiap manusia dapat mencontoh kehidupan rasul dengan lebih mudah, sebab semua sifat-sifat kemanusiaan telah terdapat dalam sifat nabi Muhammad saw. Hal ini jauh dibandingkan dengan nabi-nabi yang lain, dimana cerita tentang mereka lebih berat kepada cerita-cerita luar biasa atau cerita ajaib, atau digambarkan dengan sifat-sifat yang hampir sama dengan sifat  tuhan  sehingga sulit bagi manusia biasa untuk mengikutinya dengan baik.

4.            Sejarah hidup nabi Muhammad saw meliputi semua segi kemanusiaan. Sebelum menjadi rasul, beliau adalah seorang pemuda yang mempunyai akhlak mulia sehinga mendapat gelar “ Al Amien “ manusia terpercaya. Beliau juga seorang pedagang yang sukses dan mendapat keuntungan yang banyak, beliau juga sebagai seorang pengembala yang handal, pemimpin yang adil. Dalam keluarga beliau adalah seorang suami yang paling baik, ayah yang sayang kepada anak-anaknya. Rasul juga sebagai seorang pendidik , guru yang berhasil mendidik sahabatnya menjadi pemimpin , sahabat yang baik, hakim yang adil, olahragawan yang hebat, pakar kesehatan, arsitek dan pakar teknik, panglima perang, manager yang baik dalam segala urusan, sehingga dengan demikian akhlak dan kepribadian beliau dapat dicontoh oleh segala bidang kehidupan baik seorang guru, dokter, pemimpin masyarakat, hakim, panglima tentara, pengusaha, pengarah, dan lain sebagainya.

5.            Sejarah dakwah nabi melalui proses yang bertahap, dengan strategi dan cara yang dapat diikut oleh semua orang. Beliau pernah kalah dalam peperangan, pernah disakiti, diasingkan, dihina dan lain sebagainya. Tetapi dengan cara yang mudah dan sesuai dengan proses tersebut, ternyata beliau dapat menyampaikan dakwah dengan hasil yang begitu hebat, dapat merubah suasana masyarakt Arab yang jahiliyah menjadi masyarakat beriman dan bertauhid dalam masa yang sangat singkat. Sebab itu ajaran Islam yang dibawanya diterima bukan disebabkan oleh kehebatan mukjizat, tetapi karena ajaran tersebut dapat diterima oleh semua orang dengan akal yang sehat, dan contoh dalam akhlak. Sedangkan ajaran nabi-nabi yang lain, sebagian besar diterima sebab memakai mukjizat, sehingga dalam kisah nabi-nabi yang lain terdapat banyak mukjizat yang diberikan kepada  mereka, tetapi setelah mukjizat itu selelsai, banyak diantara pengikutnya yang kembali kepada kekafiran. Sebagaimana kisah umat nabi Musa dalam Al Quran. Mukjizat yang diberikan kepada nabi Muhammad akan terjadi jika umat kafir mendesak nabi untuk melakukannya, seperti mukjizat terbelahnya bulan menjadi dua dan lain sebagainya.

Adapun maksud dan tujuan pengkajian Sirah rasul adalah bukan hanya untuk sekadar menceritakan  rangkaian sejarah saja, tetapi yang lebih utama adalah agar setiap muslim dapat menjadikan sejarah nabi tersebut sebagai mutiara kehidupan dan pelajaran yang berharga bagi menghadapi tantangan dalam kehidupan. Secara ringkas tujuan kajian sirah rasul adalah :

1.            Untuk memahami kehidupan dan kepribadian nabi Muhammad saw secara lengkap sehingga dapat menambah keyakinan bahwa rasulullah saw adalah benar-benar utusan Allah untuk membimbing seluruh manusia kepada jalan yang lurus.

2.            Supaya setiap muslim dapat menjadikan kehidupan nabi sebagai teladan yang telah menjalani kehidupannya berdasarkan petunjuk Allah ( Al Quran ),  Dengan mengkaji sejarah kehidupan nabi tersebut yang merupakan sejarah paling sempurna dan paling utama, diharapkan agar manusia dapat mengadakan penilaian kepada sejarah hidupnya masing-masing dengan membandingkannya dengan sejarah hidup manusia yang paling sempurna Muhammad saw.

3.            Dengan mengkaji Sirah, berarti akan membantu untuk memahami kandungan dan maksud daripada ayat-ayat kitab suci Al Quran, sebab ayat-ayat tersebut dipraktekkan langsung oleh nabi dalam kehidupan beliau sehari-hari. Inilah makna jawaban siti Aisyah sewaktu ditanya oleh sahabat: “ Bagaimanakah akhlak rasulullah ? “. Aisyah binti Abubakar menjawab : “ Khuluquhul Quran.”,.akhlak beliau adalah Al Quran.” Berarti seluruh ucapan, perbuatan dan kehidupan rasulullah merupakan praktek langsung daripada ayat-ayat Al Quran. Dengan  mempelajari sirah beliau berarti dapat memudahkan kita memahami ayat-ayat Al Quran.

4.            Mengkaji sirah rasul berarti mengkaji seluruh bidang daripada ajaran Islam baik itu bidang ibadah, akidah, akhlak, hukum, sebab sejarah rasul merupakan pelaksanaan daripada seluruh bidang agama Islam.

5.            Dengan mengkaji Sirah Rasulullah berarti kita telah mengkaji proses dakwah yang telah beliau laksanaan dengan  metode yang dipakai dalam membina umat pada masa awal umat Islam. Dengan kajian sirah rasul tersebut kita mendapatkan cara-ara dan metode yang tepat bagi membimbing dan membangun umat di masa mendatang, sebab sejarah telah membuktikan bahwa beliau telah berhasil dalam tugas dakwah  hanya dalam waktu dua puluh dua tahun, dan terbukti bahwa hasil dakwah rasulullah tersebut melahirkan generasi terbaik dalam kehidupan yang dapat menjadi rahmat bagi alam semesta.

Bulan Rabiul Awal adalah bulan sejarah Rasul, sebab beliau dilahirkan pada bulan Rabiul Awal, beliau juga hijrah pada dua belas Rabil Awal, dan beliau juga dipanggil kehadhirat Allah pada bulan Rabiul Awal, maka sudah selayaknya umat Islam menjadikan bulan Rabiul Awal menjadi bulan membaca, mengkaji, mempelajari sejarah kehidupan Rasul, sehingga kehidupan Rasul menjadi contoh teladan bagi kita semua.

Saturday, November 11, 2017


FATWA, RESOLUSI DAN HARI PAHLAWAN

Hari Pahlawan ditetapkan pemerintah pada setiap tanggal 10 November. Penetapan ini sebagai suatu cara yang dilakukan agar bangsa Indonesia tidak melupakan peristiwa bersejarah perang yang pernah terjadi antara Bangsa Indonesia dengan pihak penjajah. Jika kita meneliti sejarah, maka akan terlihat bahwa  peristiwa perjuangan dan kepahlawanan bangsa Indonesia yang dipimpin oleh Bung Tomo di kota Surabaya tersebut tidak bisa dipisahkan dari peran fatwa jihad yang dikeluarkan oleh ulama kharismatik, Kiyai Haji Hasyim Asy’ari dan Resolusi Jihad Nahdathul Ulama sehingga dengan adanya fatwa dan resolusi tersebut  maka seluruh umat Islam  bergerak berjuang sekuat tenaga untuk mengusir bangsa penjajah, baik dari tentera Belanda, Inggeris, yang mencoba kembali masuk ke Indonesia setelah bangsa Indonesia memperoklamirkan kemerdekaannya.

Dengan alasan untuk melucuti tentera Jepang yang kalah perang melawan sekutu, maka pasukan tentara Inggris mendarat di Jakarta pada pertengahan September 1945 dengan nama Netherlands Indies Civil Administration (NICA). Kedatangan pasukan Inggeis tidak dapat dibendung dan pemerintahan bangsa Indonesia  yang berpusat di Jakarta mengharapkan  penyelesaian dilakukan secara diplomatik sambil menata birokrasi negara yang baru merdeka. Pemerintah baru mendorong agar terbentuknya partai-partai politik dan Tentara Keamanan Rakyat, tetapi harapan pemerintah tidak digubris oleh tentera sekutu, sehingga dalam waktu yang singkat, tentera  Inggris telah menduduki beberapa daerah seperti Medan, Padang, Palembang, Bandung, dan Semarang lewat pertempuran yang dilakukan. Pendudukan ini juga mendapat bantuan langsung dari Jepang yang kalah perang, sebagai konsekuensi dari alih kuasa dari pemerintah Jepang kepada tentera sekutu. Demikian juga sebagian kota-kota besar di kawasan timur Indonesia telah diduduki oleh tentera Australia yang bergabung dalam pasukan sekutu. Pasukan Inggris  masuk kota Surabaya pada tanggal 25 Oktober 1945, dengan menurunkan tentara  sekitar 6.000 orang yang terdiri dari serdadu jajahan India. Didalam pasukan sekutu tersebut, turut membonceng pasukan Belanda yang masih bersemangat ingin kembali menguasai Indonesia.

Melihat situasi dan keadaan  negara dalam keadaan demikian genting, maka pada tanggal 17 September 1945, seorang ulama yang disegani oleh seluruh rakyat,  Kiyai Haji Hasyim Asy’ari secara pribadi  mengeluarkan fatwa jihad yang intinya sama dengan Resolusi Jihad. Naskah Fatwa Jihad Kiyai Haji  Hasyim Asy’ari yang dikeluarkan 17 September 1945 tersebut berisikan tiga poin utama yaitu 
(1) Hukum memerangi orang kafir yang merintangi kepada kemerdekaan kita sekarang ini adalah fardu ‘ain bagi tiap-tiap orang Islam yang mungkin ( yang memiliki mampu) meskipun orang fakir. 
(2) Hukum orang yang meninggal dalam peperangan melawan NICA serta komplot-komplotnja, adalah mati syahid.
 (3) Hukum orang yang memecahkan persatuan kita sekarang ini wadjib dibunuh.

Selanjutnya, pada tanggal 21-22 Oktober 1945, wakil-wakil dari cabang Nahdathul Ulama  dari seluruh Jawa dan Madura berkumpul di Surabaya untuk menghadiri Rapat Besar Nahdathul Ulama  yang dipimpin langsung oleh Rais Akbar Nahdlatul Ulama Hadlratussyekh Kiyai Haji Muhammad Hasyim Asy’ari, dideklarasikanlah perang kemerdekaan sebagai perang suci alias jihad. Belakangan deklarasi ini populer dengan istilah Resolusi Jihad. Naskah Resolusi Jihad tersebut adalah sebagai berikut :

Resoloesi wakil-wakil daerah Nahdlatoel Oelama Seloeroeh Djawa-Madoera

Bismillahirrochmanir Rochim
Resoloesi :
Rapat besar wakil-wakil daerah (Konsoel2) Perhimpoenan Nahdlatoel Oelama seloeroeh Djawa-Madoera pada tanggal 21-22 October 1945 di Soerabaja.

Mendengar :
Bahwa di tiap-tiap Daerah di seloeroeh Djawa-Madoera ternjata betapa besarnja hasrat Oemmat Islam dan ‘Alim Oelama di tempatnja masing-masing oentoek mempertahankan dan menegakkan AGAMA, dan KEDAOELATAN NEGARA REPOEBLIK INDONESIA MERDEKA.

Menimbang :
 (a). Bahwa oentoek mempertahankan dan menegakkan Negara Repoeblik Indonesia menurut hoekoem Agama Islam, termasoek sebagai satoe kewadjiban bagi tiap2 orang Islam. (b). Bahwa di Indonesia ini warga negaranja adalah sebagian besar terdiri dari Oemmat Islam.

Mengingat:
 (1)Bahwa oleh fihak Belanda (NICA) dan Djepang jang datang dan berada di sini telah banjak sekali didjalankan kedjahatan dan kekedjaman jang menganggoe ketentraman oemoem.
(2) Bahwa semoea jang dilakoekan oleh mereka itu dengan maksoed melanggar kedaoelatan Negara Repoeblik Indonesia dan Agama, dan ingin kembali mendjadjah di sini maka beberapa tempat telah terdjadi pertempoeran jang mengorbankan beberapa banjak djiwa manoesia.
(3) Bahwa pertempoeran2 itu sebagian besar telah dilakoekan oleh Oemmat Islam jang merasa wadjib menoeroet hoekoem Agamanja oentoek mempertahankan Kemerdekaan Negara dan Agamanja.
(4) Bahwa di dalam menghadapai sekalian kedjadian2 itoe perloe mendapat perintah dan toentoenan jang njata dari Pemerintah Repoeblik Indonesia jang sesoeai dengan kedjadian terseboet.

Memoetoeskan :
 (1) Memohon dengan sangat kepada Pemerintah Repoeblik Indonesia soepaja menentoekan soeatoe sikap dan tindakan jang njata serta sepadan terhadap oesaha2 jang akan membahajakan Kemerdekaan dan Agama dan Negara Indonesia teroetama terhadap fihak Belanda dan kaki tangannja.
 (2) Seoapaja memerintahkan melandjoetkan perdjoeangan bersifat “sabilillah” oentoek tegaknja Negara Repoeblik Indonesia Merdeka dan Agama Islam.

Soerabaja, 22 Oktober 1945
Tertanda : NAHDLATOEL OELAMA

Fatwa Kiyai Haji Hasyim Asy’ari dan Resolusi Jihad tersebut membangkitkan semangat bangsa Indonesia dalam peperangan mempertahankan tanah air yang sedang dijajah oleh pihak sekutu, terutama memberikan inspirasi dan semangat kepahlawanan kepada Bung Tomo dalam menggerakkan masyarakat Surabaya dalam mengusir pasukan penjajah yang kembali datang setelah bangsa Indonesia memperoklamirkan kemerdekaannya. Hal ini terbukti dengn teriakan Takbir yang berapi-api dalam pidato Bung Tomo kepada para pejuang bangsa.

" Bismillahhirrahmanirrahim.
Merdeka, Merdeka, Merdeka. 

Saudara-saudara rakyat jelata di seluruh Indonesia terutama saudara saudara penduduk kota Surabaya. Kita semuanya telah mengetahui bahwa hari ini tentara inggris telah menyebarkan pamplet-pamflet yang memberikan suatu ancaman kepada kita semua. Kita diwajibkan untuk dalam waktu yang mereka tentukan agar menyerahkan senjata senjata yang telah kita rebut dari tangan  tentara Jepang. Mereka telah minta supaya kita datang kepada mereka itu dengan mengangkat tangan, Mereka telah meminta supaya kita semua datang pada mereka itu dengan membawa berndera merah putih tanda bahwa kita telah menyerah.

Saudara-saudara,
 Di dalam pertempuran pertempuran yang lampau kita sekalian telah menunjukkan bahwa rakyat Indonesia di Surabaya baik pemuda pemuda yang berasal dari Maluku, pemuda pemuda yang berasal dari Sulawesi, pemuda pemuda yang berasal pulau Bali, pemuda pemuda yang berasal dari Kalimantan, pemuda-pemuda dari seluruh sumatera, pemuda Aceh, pemuda tapanuli, dan seluruh pemuda Indonesia yang ada ini di dalam pasukan pasukan, mereka masing-masing dengan pasukan pasukan rakyat yang di bentuk di kampung-kampung telah menunjukkan satu kekuatan sehinggga mereka itu terjepit di mana-mana

Hanya karena taktik yang licik dari pada mereka itu, saudara-saudara dengan mendatangkan presiden dan pemimpin-pemimpin lainnya ke Surabaya ini, maka kita ini tunduk untuk memberhentikan pertempuran, tetapi pada masa itu mereka telah memperkuat diri dan setelah kuat sekarang inilah keadaannya .

Saudara-saudara, 
kita semuanya, kita bangsa Indonesia yang ada di Surabaya ini akan menerima tantangan tentara inggris itu dan kalau pimpinan tentara inggris yang ada di Surabaya ingin mendengarkan jawaban rakyat Indonesia, ingin mendengarkan jawaban seluruh pemuda Indonesia yang ada di Surabaya ini, dengarkanlah tentara inggris. Ini jawaban kita, Ini jawaban rakyat Surabaya, Ini jawaban pemuda Indonesia kapada kamu sekalian

“ Hai tentara Inggris! Kau menghendaki bahwa kita ini akan membawa bendera merah putih untuk takluk kepadamu. Kau menyuruh kita mengangkat tangan kepada mu. Kau menyuruh kita membawa senjata-senjata yang telah kita rampas dari tentara Jepang untuk diserahkan kepadamu. Tuntutan itu walaupun kita tahu bahwa kau sekali lagi akan mengancam kita untuk menggempur kita dengan kekuatan yang ada, tetapi inilah jawaban kita: “ Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membikin secarik kain putih merah dan putih, maka selama itu tidak akan kita mau menyerah kepada siapapun juga”.

Saudara saudara rakyat Surabaya, 
,Siaplah! Keadaan genting! Tetapi saya peringatkan sekali lagi jangan mulai menembak. Baru kalau kita ditembak maka kita akan ganti menyerang mereka itu. Kita tunjukkan bahwa kita ini benar –benar orang yang ingin merdeka. Dan untuk kita saudara-saudara, lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka.  Semboyan kita “Tetap merdeka atau mati”.Dan kita yakin saudara-saudara. Pada akhirnya, pastilah kemenangan akan jatuh ke tangan kita sebab Allah selalu berada di pihak yang benar. Percayalah saudara-saudara,  Tuhan akan melindungi kita sekalian.
 Allaahu Akbar! Allaahu Akbar! Allahu Akbar!
 Merdeka.!

Demikianlah Pidato Bung Tomo yang berapi-api itu dibacakan  dan didengar oleh seluruh rakyat Indonesia, sehingga pidato tersebut menggerakkan semangat perjuangan bangsa dalam melawan tentara penjajah. Oleh sebab itu esuatu yang tak dapat terbantahkan, bahwa keberanian Bung Tomo untuk meneriakkan takbir perjuangan melawan kekuatan penjajah dalam pidato tersebut merupakan tanda adanya pengaruh dari Fatwa dan Resolusi Jihad yang dikeluarkan oleh para ulama terdahulu. Jika sekarang kita telah merdeka, dan sedang memperingati Hari Pahlawan, maka sepatutnya kita menghargai para ulama, sebab peran dan jasa mereka merupakan tinta emas dalam sejarah kemerdekaan bangsa. Fa’tabiruu Ya Ulil albab.