Pages

Friday, March 13, 2009

Kemuliaan dan Pribadi Rasulullah saw

KEMULIAAN RASULULLAH SAW

Ibnu Abbas berkata bahwa Rasulullah saw bersabda :

إن الله تعالى قسم الخلق قسمين فجعلني من خيرهم قسما. فذلك قوله تعالى أصحاب اليمين وأصحاب الشمال فأنا من أصحاب اليمين وأنا خير أصحاب اليمين ثم جعل القسمين أثلاثا فجعلني في خيرها ثلثا وذلك قوله تعالى فأصحاب الميمنة وأصحاب المشئمة والسابقون السابقون فأنا من السابقين وأنا خير السابقين ثم جعل الأثلاث قبائل فجعلني من خيرها قبيلة وذلك قوله تعالى (وجعلناكم شعوبا وقبائل) الآية فأنا أتقى ولد آدم وأكرمهم على الله ولا فخر، ثم جعل القبائل بيوتا فجعلني من خيرها بيتا فذلك قوله تعالى (إنما يريد الله ليذهب عنكم الرجس أهل البيت) الآية
Allah membagi manusia menjadi dua golongan, dan menempatkan aku pada golongan terbaik. Allah menyebut mereka “golongan kanan dan golongan kiri”. Saya termasuk dari golongan kanan bahkan saya yang terbaik dari golongan kanan. Kemudian Allah membagi dua golongan itu menjadi tiga kelompok, sebagaimana dalam firmanNya : “ yaitu golongan kanan (ashbul yamin, alangkah mulianya golongan kanan, dan golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan nkiri, dan orang yang terdahulu beriman, merekalah yang paling terdahului masuk ke dalam surga “ ( SQ.AlWaqi’ah : 8-10). Saya termasuk diantara yang terbaik diantara kelompok terdahulu (sabiqun).
Selanjutnya Allah membagi tiga kelompok itu dalam suku/kabilah, dan diriku termasuk dinatara suku yang terbaik sebagaimana firmanNya : “ Kami jadikan kamu dari seorang lelaki dan perempuan dan menjadikan kamu bersuku-suku dan berbangsa-bangsa supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu adalah orang yang paling bertaqwa “ ( QS.Hujurat : 13 ).Saya adalah moyang yang terbaik bagi anak cucu Adam, dan yang paling mulia dalam pandangan Allah. Selanjutnya Allah membagi suku menjadi keluarga-keluarga, dan menempatkan saya pada keluarga yang terbaik sebagaimana firmanNya ; “ Sesungguhnya Allah bermaksud menghilangkan dosa dari dirimu wahai ahlul bait (keluarga nabi Muhammad ) dan membersihkan kamu sebesrih-bersihnya “ ( QS. Al Ahzab : 33 ). Ini berdasarkan hadis yang disampaikan oleh Thabrani dan Baihaqi.

Abu Salamah berkata bahwa Abu Hurairah bertanya kepada Rasulullah :
عن أبى سلمة عن أبى هريرة قال قالوا يا رسول الله متى وجبت لك النبوة قال (وآدم بين الروح والجسد)
Ya Rasulullah, sejak bila risalah kenabian ditetapkan ke atas dirimu ? “. Nabi menjawab : “ Risalah kenabian ditetapkan kepadaku ketika Adam dalam wujud antara tubuh dan ruh “. ( hadis sahih riwayat Tirmidzi ).

Hadis ini menyatakan bahwa risalah kenabian Muhammad saw telah ada sejak sebelum kejadian Adam, hal ini terbukti sebelum Adam dijadikan di setiap penjuru syurga dan Arsy telah tertulis kalimat syahadat : “ Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad itu Rasulullah “.

Dalam hadis riwayat Thabrani diceritakan bahwa ada seorang Arab Baduin dating kepada rasulullah dan bertanya : “ Apa sebab engkau kenabianmu menjadi kenabian pertama kali dari segala nabi dan rasul ? “. Rasulullah saw menjawab : Sebab Allah telah mengambil janji daripadaku sebelum mengambil janji dari semua nabi-nabi yang lain, sesuai dengan firman Allah : “ Dan ingatlah ketika Kami ( Allah ) mengambil janji dari segala nabi-nabi “ ( QS. Al Ahzab : 7 ).
Qatadah dalam mentafsirkan ayat ini menyatakan bahwa nabi bersabda : ‘ Aku adalah nabi yang pertama diciptakan tetapi menjadi nabi yang terakhir diutus “. Saleh al Hamdani bertanya kepada Abu Ja’far Muhammad bin Ali bagaimanakah nabi Muhammad menjadi nabi yang terdahulu tetapi terakhir diutus ? Abu Ja’far Muhammad menjawab : “ Sesungguhnya pada waktu Allah Taala mengambil janji semua anak cucu Adam ( sebagaimana dinyatakan dalam surah al A’raf : 172 ) maka muhammad adalah ruh manusioa pertama menjawab kalimat “ Balaa , Benar Ya Allah engkaulah Tuhan kami “. Itulah sebabnya maka nabi Muhammad menjadi nabi yang terutama daripada nabi-nabi yang lain. ( Khasais Nabawiyah al kubra, Imam Suyuthi, jilid,1, hal. 21 ).

Perjanjian manusia pertama ini dijelaskan dalam al Quran surah al A’raf ‘ Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah aku ini Tuhanmu?" mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuban kami), Kami menjadi saksi". (kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)". atau agar kamu tidak mengatakan: " Sesungguhnya orang-orang tua Kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang Kami ini adalah anak-anak keturunan yang (datang) sesudah mereka. Maka Apakah Engkau akan membinasakan Kami karena perbuatan orang-orang yang sesat dahulu?"( QS. Al A’raf : 172-173).


Ibnu Kasir dalam menafsirkan ayat ini menyetakan bahwa inilah ayat yang menerangkan bahwa Allah telah mengambil janji kepada selruh manusia bahwa mereka itu semua pada mulanya adalah beriman kepadaNya. Perjanjian ini diingatkan Allah dalam al Quran, agar manusia tidak lupa dan lengah terhadap perjanjian keimanan ini. Demikian juga jika manusia itu syirik dia tidak dapat berkata bahwa syirik ityu disebabkan oleh orangtua mereka atau nenk moyang mereka, sebab Allah telah memberitahukan kepadanya bahwa asal muasal semua manusia itu adalah beriman kepada Allah, dan meyakini Allah sebagai Tuhan. Keadaan manusia semuanya pada amal sebaagi manusia yang beriman kepada allah inilah yang disebut dengan fitrah manusia, yaitu fitrah beriman kepada Allah sebagai Tuhan. Hanya saja setelah itu manusia diperdaya oleh syetan, hawa nafsu, sehingga kafir dan syirik kepadaNya.Dalam sebuah hadis dinyatakan ; Aku ( Allah ) menciptakan hamba-hambaKu dalam keadaan hanif (yang lurus beriman kepada Allah ), hanya saja syetan dating menggoda mereka, sehingga mereka keluar dari agama yang haif dan mengharamkan apa yang telah Aku halalkan “ ( hadis riwayat muslim ).


Umar bin Khattab menceritakan bahwa Rasulullah saw bersabda : Ketika Adam mengakui dosanya dan ingin meminta keampunan Allah maka dia berkata : Ya Allah, dengan berkat Muhammad, maka ampunilah dosa-dosaku “. Mendengarp[ermohonan itu, Allah Taala bertanya : “ Wahai Adam, bagaimana engkau mengetahui tentang Muhammad ? Nabi Adam menjawab : “ Pada waktu saya diciptakan, dan pada waktu mataku dapat melihat, maka pertama kali yang kulihat adalah tulisan La Ilaha illa Allah Muhammad Rasulullah “, karena itu saya menyadari bahwa tidak ada orang yang lebih mulia disisiMu melainkan nama orang yang tertulis disamping namaMu “. Allah kemudian membenarkan apa yang dikatakan oleh Adam tersebut, kemudian berfirman kepada Adam ; “ Demi keagunganKu dan kemuliaanKu, dia ( Muhammad ) adalah nabi yang terakhir dari keturunanmu nanti. Sungguh sekiranya tidak karena diri Muhammad, niscaya Aku tidak akan menciptakanmu “. ( hadis riwayat Hakim, Baihaqi, dan Thabrani ). Dari hadis ini dapat disimpulkan bahwa nama Muhammad telah ada sejak sebelum Adam dijadikan, demikian juga dengan kerasulannya sebab kalimat syahadat telah tertulis di kaki Arsy dan di seluruh penjuru syurga sebelum diciptakan Adam. Oleh sebab itu Adam mengetahui bahwa Muhammad itu adalah makhluk yang paling mulia, sebab itu dia meminta ampun kepada Allah dengan menyebutkan nama Muhammad. Allah memmbenarkan hal tersebut , malahan menyatakan bahwa Adam dijadikan sebagai awal proses untuk kelahiran Muhammad yang akan lahir dari keturunannya, sebagaimana firmanNya : Kalau bukan karena Muhammad, maka Aku tidak akan menciptakan kamu wahai Adam “.Begitulah mulianya nabi Muhammad disisi Allah, sehingga kalau bukan karena Muhammad, Allah tidfak meniptakan Adam dan alam seluruhnya.. Memang Nabi Muhammad, manusia biasa, seperti manusia yang lain, tetapi beliau mempunyai kedudukan yang paling mulia daintata seluruh manusia dan makhluk Allah. Jika bukan karena Muhammad nmaka Adam tidak diciptakan, maka juga demikian seluruh umat manusia dilahirkan ke dunia karena Muhammad. Maksudnya bagi mereka yang lahir sebelum nabi Muhammad, maka wujud mereka adalah untuk menyambut kenabian Muhammad, sebagaimana terbukti dari seluruh nabi sebelum nabi Muhammad menyatakan bahwa nanti akan lahir seorang nabi akhir zaman Muhammadsaw. Bagi mereka yang lahir setelah kelahiran nabi Muhammad, berarti wujud di dunia hanya untuk melanjutkan risalah yang dibawa oleh nabi Muhammad sampai akhir zaman. Berarti kewujudan manusia dari Adam sampai hari kiamat adalah karena menunggu, menyanbut, dan melanjutkan risalah islam yang dibawa ooleh nabi Muhammad saw.

Demikianlah keutamaan nabi Muhammad daripada semua makhluk dan nabi-nabi yang lain. Oleh sebab itu sudah wajib bnagi umat Islam bersyukur telah menjadi umat Nabi Muhammad, sehuingga diantara tanda kesyukuran tersebut marilah kita jadikan bulan Rabiul Awal sebagai bulan untuk mengikuti segala ajarannya, dengan tidak lupa bershalawat kepadanya , atau dengan menggelar ceramah agama tentang kebaikan akhlak atau mengambil intisari dan hikmah dari perjuangan beliau. Matri kita jadikan bulan rabiul Awal bulan untuk mempelajari ajaran Muyhammad, dan mencontoh kehidupannya dalam seluruh bidang kehidupan.

PRIBADI RASULULLAH

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Tirmidzi menyatakan bahwa Sayidina Hasan bin Ali bertanya kepada pamannya Hindun bin Abi Hala mengenai pribadi Rasulullah saw, maka Hindun menjawab :

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم فخما مفخما يتلألأ وجهه تلأل ء القمر ليلة البدر

Rasulullah orang yang luar biasa.Wajahnya bercahaya bagaikan cahaya bulan di malam purnama
أطول من المربوع وأنصر من المشذب عظيم الهامة

Dia lebih tinggi dari manusia biasa, tetapi lebih rendah dari ketinggian kebanyakan orang, kepalanya lebih besar dari kebanyakan orang.
رجل الشعر إن انفرقت عقيقته فرق وإلا فلا يحاوز شعره شحمة أذنيه
Rambutnya tidak keriting dan tidak lurus, terurai tetapi tidak sampai menutupi daun telinganya.
إذا هو وفره أزهر اللون واسع الجبين أزج الحواجب سوابغ من غير قرن بينهما عرق يدره الغضب أقنى العرنين له نور يعلوه ويحسبه من لم يتأمله أشم
Wajahnya bersih dengan kening yang lebar, alisnya tebal yang keduanya hamper bersambung. Beliau mempunyai urat yang bergetar ketika menahan marah, hidungnya panjang dengan garis cahaya melintas di atasnya dan orang tak dapat membayangkan keindahannya.
كث اللحية أدعج سهل الخدين ضليع الفم أشنب مفلج الأسنان دقيق المسربة كأن عنقه جيد دمية في صفاء الفضة
Janggutnya sangat tebal, matanya hitam , kedua pipinya kuat, mulut sedikit lebar, diantara giginya yang putih terdapat celah.Ranbut tumbuh di dadanya membentuk garis yang indah. Lehernya bagaikan leher patung yang terbuat daripada perak yang asli.

معتدل الخلق بادنا متماسكا سواء البطن والصدر مشيخ الصدر بعيد ما بين المنكبين ضخم الكراديس
Bentuk badan Nabi sebaik-baik bentuk. Badannya tegap dan berisi. Perutnya sama dengan lebar dadanya. Dadanya lapang dan kedua bahunya lebar. Bertisnya padat berisi.

أنور المتجرد موصول ما بين اللبة والسرة بشعر يجرى كالخط عارى الثديين ما سوى ذلك أشعر الذراعين والمنكبين وأعالى الصدر
Antara lehernya dan pusatnya tumbuh rambut yang indah, tetapi bagian tubuh yang lain tidak ada tumbuh rambut. Pada tangannya tumbuh rambut, juga bagian atas dadanya.

طويل الزندين رحب الراحة شثن الكفين والقدمين سائل الأطراف أو قال سائن الأطراف وسائر الأطراف سبط العصب خمصان الأخمصين مسيح القدمين ينبو عنهما الماء
Baginda memiliki pergelangan tangan yang kuat, telapak tangan lebar dan keras. Kedua tangan dan kakinya sangat kuat. Jari-jarinya panjang, urat dan ototnya halustapak kakinya panjang dan berkulit licin sehingga air mudah mengalir diatasnya.

إذا زال زال تقلعا ويخطو تكفؤا ويمشى هونا ذريع المشية إذا مشى كأنما ينحط من صبب وإذا التفت التفت جميعا خافض الطرف نظره إلى الأرض أطول من نظره إلى السماء جل نظره الملاحظة يسوق أصحابه ويبدأ من لقيه بالسلام

Apabila dia berjalan baginda seakan sedang berjalan menurun lembah. Baginda berjalan dengan jalan terhormat dan melangkah ringan dan mudah. Ketika berjalan baginda menundukkan pandangan. Ketika berpaling kepada seseorang baginda menghadapkan seluruh badannya. Baginda lebih sering menundukkan pandangannya daripada melihat ke atas. Beliau mengawal pandangan matanya , mendahului percakapan dengan sahabatnya dan mendahului memberikan salam kepada orang yang dijumpainya ”.

Cara Nabi berbicara.
Selanjutnya Hasan berkata : Ceritakan kepadaku pembicaraannya ? Abi Hala menjawab :

قال كان رسول الله صلى الله عليه وسلم متواصل الأحزان دائم الفكرة
ليست له راحة ولا يتكلم في غير حاجة طويل السكوت يفتتح الكلام ويختمه بأشداقه ويتكلم بجوامع الكلم فضلا لا فضول فيه ولا تقصير

Rasulullah selalu menyampaikan pembicaraan secara singkat dan penuh penghayatan. Pembicaraan beliau tidak terputus-putus dan baginda hanya membicarakan sesuatu yang penting. Beliau banyak berdiam.Berbicara dengan fasih,dengan perkataan yang jelas, tidak berlebih-lebihan dalam memakai bahasa dan tidak pula memakai bahasa yang kurang jelas.
دمثا ليس بالجنا في ولا المهين يعضم النعمة وإن دقت لا يذم شئيا لم يكن يذم ذواقا ولا يمدحه ولا يقام لغضبه إذا تعرض للحق بشئ حتى ينتصر له ولا يغضب لنفسه ولا ينتصر لها
Beliau mempunyai sifat yang lemah lembut, tidak keras dan tidak kejam. Beliau sangat menghargai hadiah sekecil apapun hadiah tersebut. Beliau tidak pernah menghina sesuatu , tidak mencela dan juga memuji hidangan. Beliau tidak pernah marah karena hidangan makanan. Beliau tidak pernah membela hak pribadinya, juga tidak marah untuk kepentingan diri sendiri.

إذا أشار أشار بكفه كلها وإذا تعجب قلبها وإذا تحدث اتصل بها فضرب بإبهامه اليمنى راحته اليسرى وإذا غضب أعرض وأشاح وإذا فرح غض طرفه جل ضحكه التبسم ويفتر عن مثل حب الغمام
Ketika menunjuk sesuatu, beliau tidak menggunakan seluruh tangannya. Ketika dikejutkan oleh sesuatu, beliau membalikkan tangannya. Ketika berbicara, beliau memegangi ibujari kanannya pada telapak tangan kirinya. Ketika marah, beliau mengubah posisi jarinya tersebut dan memalingkan muka.Ketika sedang bahagia, beliau merendahkan pandangannya. Beliau tidak pernah tertawa kecuali hanya tersenyum dan tampaklah giginya yang putih bersih seperti butiran salji “.

SIkap Nabi di dalam rumah
Husen kemudian bertanya kepada Bapaknya tentang bagaimana sikap Rasulullah di rumah, maka Ali menjawab :

كان دخوله لنفسه مأذونا له في ذلك فكان إذا أوى إلى منزله جزأ دخوله ثلاثة أجزاء جزءا لله وجزئا لأهله وجزءا لنفسه ثم جزأ جزأه بينه وبين الناس فيرد ذلك على العامة بالخاصة ولا يدخر عنهم شيئا
Nabi mempersilakan orang bertamu ke rumah dengan senang hati. Ketika berehat di rumah, beliau membagi waktunya menjadi tiga, sepertiga untuk Allah, sepertiga untuk keluarganya dan sepertiga untuk dirinya sendiri. Kemudian beliau membagi waktunya sendiri antara untuk umatnya dan sebagian untuk dirinya sendiri.Beliau lebih mengutamakan waktu umatnya untuk kepentingan masyarakat umum daripada untuk kalangan tertentu. Beliau tidak menyimpan sesuatu untuk kepentingan dirinya melainkan mengutamakan kepentingan mereka.
فكان من سيرته في جزء الأمة إيثار أهل الفضل بإذنه وقسمته على قدر فضلهم في الدين منهم ذو الحاجة ومنهم ذو الحاجتين ومنهم ذو الحوائج فيتشاغل بهم ويشغلهم فيما يصلحهم والأمة من مسألته عنهم وأخبارهم بالذى ينبغى لهم

Diantara sikap nabi di waktu luangnya adalah beliau selalu mengutamakan kepentingan masyarakat, dan membagi waktu tersebut sesuai ajaran agama yang mulia. Sebagian mempunyai satu keperluan, sebagian orang mempunyai dua keperluan, dan sebagian yang lain mempunyai keperluan yang lebih banyak. Beliau mencurahkan perhatian dan bergaul dengan mereka, dan memahami kesibukan mereka terhadap hal-hal yang membawa kebajikan bagi mereka dan bagi umat.Beliau selalu bertanya keadaan mereka dan mengenai kejadian yang menimpa mereka.

ويقول ليبلغ الشاهد منكم الغائب وأبلغوني حاجة من لا يستطيع إبلاغى حاجته فإنه من أبلغ سلطانا حاجة من لا يستطيع إبلاغها ثبت الله قدميه يوم القيامة لا يذكر عنده إلا ذلك ولا يقبل من أحد غيره قال في حديث سفيان بن وكيع: يدخلون روادا ولا يتفرقون إلا عن ذواق ويخرجون أدلة يعنى فقهاء

Nabi sering bersabda : “ Kalian yang sekarang hadir hendaklah menyampaikan hal ini kepada mereka yang tidak hadir, dan kalian hendaklah menyampaikan kepadaku tentang keadaan sesuatu yang mereka tidak dapat menyampaikannya kepadaku “. Pada hari kiamat nanti akan akan mengukuhkan kaki seseorang yang menyampaikan kepada penguasa perihal sesuatu yang diperlukan masyarakat yang tidak dapat menyampaikannya secara langsung. Demikianlah segala sesuatu disampaikan mereka dalam majelis nabi dan hanya itulah yang diterima nabi dari masyarakatnya. Hadis yang diriwayatkan oleh Sofyan ibn Wukay menyatakan : “ Mereka dating ke majelis nabi sebagai orang yang memerlukan sesuatu, dan mereka baru pulang setelah mendapatkannnya dan pulang sebagai orang yang dapat memberikan petunjuk “.

Kesibukan Nabi di luar rumah
Hasan berkata kepada ayahnya : Ceritakanlah bagaimana kesibukan Rasulullah di luar rumah ?, maka Ali menjawab :

قال كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يخزن لسانه إلا مما يعنيهم ويؤلفهم ولا يفرقهم يكرم كريم كل قوم ويوليه عليهم ويحذر الناس ويحترس منهم من غير أن يطوى عن أحد بشره وخلقه ويتفقد أصحابه ويسأل الناس عما في الناس ويحسن الحسن ويصوبه ويقبح القبيح ويوهنه معتدل الأمر غير مختلف

Rasulullah senantiasa menahan lidahnya kecuali terhadap sesuatu yang diperlukan oleh umatnya. Beliau selalu berusaha menyatukan mereka dan tidak menjadikan mereka berselisih. Beliau menghormati kalangan terhormat pada setiap kelompok masyarakat dan mengangkat mereka sebagai pemimpin masyarakat mereka. Beliau sangat peduli terhadap mereka dan terlindungi dari mereka, namun beliau tidak pernah menjauhkan diri dari mereka juga tidak bersikap kasar kepada mereka. Beliau selalu menanyakan keadaan sahabatnya, dan masyarakatnya. Beliau memuji kebaikan yang dikerjakan sahabatnya dan mendukungnya, dan tidak menyukai bilamana terdapatsahabatnya yang melakukan keburukan. Sikap beliau tidak memihak kepada sebagian sahabatnya.

لا يغفل مخافة أن يغفلوا أو يملوا لكل حال عنده عتاد لا يقصر عن الحق ولا يجاوزه إلى غيره الذين يلونه من الناس خيارهم وأفضلهم عنده أعمهم نصيحة وأعظمهم عنده منزلة أحسنهم مواساة وموازرة فسألته عن مجلسه عما كان يصنع فيه

Beliau tidak pernah melalaikan tugas dan tidak menghendaki sahabatnya bersikap lalai, melainkan segala sesuatu haruslah dipersiapkan sebelumnya. Beliau tidak pernah menekan hak orang lain, senantiasa membalas jasa kepada orang yang telah menolong atau membantu dirinya. Orang yang paling baik dan paling mulia dalam pandangan beliau adalah orang yang berkenan memberikan saran kebajikan, karena itulah beliau sangat menghargai orang yang telah medukungnya atau membantunya.

Sikap Nabi di dalam majelis.

Husein bertanya lagi kepada ayahnya bagaimana sikap Rasulullah dalam majelis?. Ayahnya menjawab :

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم لا يجلس ولا يقوم إلا على ذكر ولا يوطن الأماكن وينهى عن إيطانها وإذا انتهى إلى قوم جلس حيث ينتهى به المجلس ويأمر بذلك ويعطى كل جلسائه نصيبه حتى لا يحسب جليسه أن أحدا أكرم عليه منه من جالسه أو قاومه لحاجة صابره حتى يكون هو المنصرف عنه من سأله حاجة لم يرده إلا بها أو بميسور من القول قد وسع الناس بسطه وخلقه فصار لهم أبا وصاروا عنده في الحق متقاربين متفاضلين فيه بالتقوى وفى الرواية الأخرى صاروا عنده في الحق سواء

Rasulullah tidak pernah duduk dan bangkit dari duduknya kecuali menyebut nama Allah. Beliau tidak menyediakan tempat khas dan melarang untuk melakukan hal yang sama. Ketika beliau dating kepada masyarakatnya beliau mengambil tempat duduk pada bagian ujung (tepi) dan menganjurkan sahabatnya agar melakukan yang sama. Beliau memberi perhatian yang sama kepada semua orang yang hadir dalam majelisnya, sehingga tidak ada seorangpun diantara mereka merasa bahwa Nabi memberikan penghormatan yang berlebihan kepada seseorang atas orang lainnya. Ketika seorang yang duduk di dekat beliau bertanya mengenai sesuatu, maka nabi tidak akan bangkit sebelum orang itu bangkit menjauh darinya. Ketika seseorang mengundang beliau atau meminta sesuatu, nabi pasti memenuhi keperluan orang tersebut atau memberinya nasehat. Beliau orang paling ramah, paling mulia sikapnya, dan sikapnya terhadap mereka seperti seorang ayah. Mereka semua mendapatkan penghormatan yang sama dari Nabi.

مجلسه مجلس حلم وحياء وصبر وأمانة لا ترفع فيه الأصوات ولا تؤبن فيه الحرم، ولا تنشى فلتاته وهذه الكلمة من غير الروايتين يتعاطفون بالتقوى متواضعين يوقرون فيه الكبير ويرحمون الصغير ويرفدون ذا الحاجة ويرحمون الغريب

Majelis Rasulullah adalah majelis yang penuh dengan adab sopan santun, penuh kesabaran, saling menjaga diri, majelis amanah, dan tidak ada suara yang keras atau bising, saling tolong menolong dan kasih saying karena ketaqwaan dengan penuh kerendahan hati. Orangtua dihormati, sementara yang muda dikasihi.Mereka menolong dan mempersilahkan orang yang memerlukan sesuatu dan memberikan kasih saying kepada orang yang asing “. Hasan bertanya kepada ayahnya mengenai sikap rasulullah kepada sahabatnya, maka ayahnya menjawab :

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم دائم البشر، سهل الخلق، لين الجانب، ليس بفظ ولا غليظ ولا سخاب ولا فحاش ولا عياب ولا مداح يتغافل عما لا يشتهى ولا يؤيس منه قد ترك نفسه من ثلاث: الرياء، والإكثار، وما لا يعنيه، وترك الناس من ثلاث: كان لا يذم أحدا، ولا يعيره ولا يطلب عورته
Rasulullah selalu memebrikan kegembiraan kepada sahabatnya, bersikap memudahkan mereka, lemah lembut, dan tidak bersikap kasar apalagi keras. Beliau tidak pernah berteriak, atau berkata dengan suara yang keras. Beliau tidak pernah menghina mereka, dan juga tidak memuji-muji mereka. Beliau cepat melupakan sesuatu yang tidak berkenan di hati. Beliau menghindari tiga perkara : sikap riya’, sikap berlebih-lebihan, dan sikap meninggalkan sesuatu yang bukan urusannya. Beliau juga meninggalkan tiga hal yang berkaitan dengan orang lain : Tidak pernah mencela seseorang, tidak mencaci maki mereka, dan tidak berusaha mengetahui hal-hal yang bersifatkeadaan dan pribadi mereka ”.
ولا يتكلم إلا فيما يرجو ثوابه، إذا تكلم أطرق جلساؤه كأنما على رؤسهم الطير وإذا سكت تكلموا لا يتنازعون عنده الحديث من تكلم عنده انصتوا له حتى يفرغ، حديثهم حديث أولهم يضحك مما يضحكون منه ويتعجب مما يتعجبون منه ويصبر للغريب على الجفوة في المنطق ويقول إذا رأيتم صاحب الحاجة يطلبها فأرفدوه ولا يطلب الثناء إلا من مكافئ ولا يقطع على أحد حديثه حتى يتجوزه فيقطعه بانتهاء أو قيام، هنا انتهى حديث سفيان بن وكيع

Beliau hanya berbicara mengenai sesuatu yang daripadanya dapat mengharapkan pahala Allah. Ketika beliau berbicara, orang yang duduk di dalam majelisnya duduk terpaku seolah-olah diatas kepala mereka ada seekor burung. Ketika beliau berhenti bicara, baru sahabat yang hadir mulai saling berbicara, tetapi tidak sampai membuat kegaduhan di dalamnya. Ketika seorang sahabat berbicara , maka sahabat yang lain diam mendengarkan sampai orang itu selesai berbicara. Pembicaraan mereka tentang sebuah topic sering kali meluas. Nabi turut tertawa ketika sahabat tertawa, dan turut terkejut ketika sahabat dikejutkan oleh sesuatu. Beliau sangat sabar menghadapi orang yang tidak dikenal yang berbicara dengan bahasa yang kasar. Nabi bersabda : Jika kamu berjumpa seseorang yang memerlukan seuatu bantuan, maka berikanlah bantuan kepadanya “. Beliau tidak pernah memperhatikan suatu hadiah atau pemberian kecuali untuk keperluan membalasnya. Beliau tidak pernah menyela atau menghentikan pembicaraan orang lain sampai orang itu mengakhiri sendiri pembicaraannya atau bangkit dari tempat duduknya “. Demikian bagian akhir dari hadis Sofyan bin Wukay.


Diamnya Rasulullah.

Seseorang bertanya kepada Ali mengenai sikap diam Rasulullah, maka beliau menjawab :

كان سكوته صلى الله عليه وسلم ؟ قال: كان سكوته على أربع: على الحلم، والحذر، والتقدير، والتفكر * فأما تقديره ففى تسوية النظير والاستماع بين الناس * وأما تفكره ففيما يبقى ويفنى وجمع له الحلم صلى الله عليه وسلم في الصبر فكان لا يغضبه شئ يسنفزه وجميع له في الحذر أربع: أخذه بالحسن ليقتدى به وتركه القبيح لينتهى عنه واجتهاد الرأى بما أصلح أمته والقيام لهم بما جمع لهم أمر الدنيا والآخرة.

Sifat diam Rasulullah atas empat perkara : sebagai kesabaran, sebaagi peringatan atau sebagai teguran kepada orang lain, sebagai pemahaman , dan sebagai sikap yang penuh penghayatan. Beliau sangat memahami dan benar-benar mendengarkan segala keluhan kaumnya. Beliau bersabar hati, tidak ada sesuatu yang dapat membangkitkan kemarahannya. Beliau sangat hati-hati dan penuh pertimbangan dalam empat perkara ; dalam melakukan setiap kebajikan yang harus diikuti oleh umatnya, dalam menghindari sesuatu yang buruk yang harus dihindari oleh umatnya, dalam menetapkan sesuatu yang bermanfaat bagi umatnya, dan dalam melaksanakan yang dapat memberikan kebahagian dunia dan akhirat bagi umatnya” ****

Surau Taman SPPK Segambut, 16 Januari 2009-01-16
Disediakan oleh : Muhammad Arifin Ismail.

Thursday, February 26, 2009

MENGAKUI KELEBIHAN KELOMPOK LAIN


“ Hai orang yang beriman jangan kamu megolok-olokkan kaum yang lain “
( QS. Al Hujurat : 11 )

Baru-baru ini di Lombok terjadi pertengkaran dan pergaduhan antar kelompok umat islam, sehingga masyarakat menyerang sebuah pondok pesantren yang dimiliki oleh kelompok Salafi,padahal baik masyarakat dan kelompok salafi kedua-duanya masih bagian dari umat yang beriman dalam manhaj akidah ahlusunah waljamaah. Akhir-akhir ini dalam masyarakat muslim terdapat banyak kelompok pengajian, oleh sebab itu antar jamaah pengajian harus dibangun sikap saling menghormati jamaah yang lain. Itulah sebabnya dalam Al Quran ditekankan agar sesame orang yang beriman tidak bioleh saling menghina, mengolok-ngolok, sebab hal itu akan menimbulkan pertengkaran. Nabi Muhammad saw juga sangat melarang sahabat beliau mengejek kelompok yang lain.

Sejarah mencatat bahwa dalam kalangan sahabat nabi ada beberapa kelompok seperti kelompok Muhajirin yaitu sahabat yang berasal dari kota Makkah berhijrah ke Madinah, Kelompok Anshar yaitu sahabat nabi penduduk Madinah yang menolong nabi Muhammad, dan kelompok Bani hashim, yaitu kelompok yang berasal dari keluarga dan keturunan yang sama dengan Rasulullah. Adanya kelompok dan “ group feeling “ seseorang dengan suatu kelompok tak dapat dinafikan sebab itu merupakan sifat manusia, tetapi setiap orang wajib menjaga perasaan berkelompok sehingga tidak fanatik dengan kelompoknya. Setiap jamaah harus menghindari perasaan lebih dari kelompok lain, sebab itu merupakan penyakit dan factor utama yang akan merusak dan menghancurkan kekuatan umat.

Pada suatu hari, menurut riwayat daripada Thabrani yang diceritakan oleh Kaab bin Ajrah berkata bahwa : “ Pada suatu hari kami para sahabat dukuk-duduk di hadapan rasulullah di dalam masjid. Waktu itu kami terdiri dari beberapa kelompok ada yang dari Muhajirin, ada yang dari Anshar dan juga ada yang dari Bani Hasyim. Para sahabat sedang bertengkat mengenai siapakah diantara kami atau golongan manakah yang lebih utama dan lebih dikasihi oleh Rasululah.

Orang-orang Anshar berkata : “ Kami lebih utama di sisi Rasulullah . Kami beriman dengan beliau, mengikuti beliau dan berjuang bersama sama dengan beliau, dan kami adalah para pejuang yang selalu siap dan sedia berperang menghadapi musuh-musuh beliau. Oleh karena itu maka kami adalah kelompok yang paling utama dan dikasihi oleh beliau.”.Sahabat-sahabt dari kelompok Muhajirin berkata : “ Kami telah berhijrah bersama-sama dengan Rasulullah. Kami telah meninggalkan ahli keluarga kami, harta benda kami dan kami telah berada di semua tempat dimana kamu semua berada dan kami telah menyertai semua peperangan yang telah kamu ikuti. Oleh sebab itu , maka kami adalah lebih utama di sisi rasulullah saw “.

Kelompok Bani Hashim berkata : “ Kami adalah ahli keluarga Muhammad saw . Kami telah berada di semua tempat dimana kamu semua berada, dan kami telah menyertai semua peperangan yang kamu semua ikuti, maka oleh sebab itu kami adalah kelompok yang lebih utama dan dikasisi oleh Rasulullah saw “. Dari pernyataan tiga kelompok tersebut terlihat mereka semua merasa paling hebat dengan mengemukakan argumentasi masing-masing. Kaum Anshar merasa lebih hebat karena menolong rasulullah, kaum Muhajirin merasa hebat karena ikut berhijrah, sedangkan kaum Bani Hasyim merasa hebat karena merupakan keluarga nabi . Semua merasa hebat dengan kelebihan yang dimilikinya.

Tak lama kemudian Rasulullah muncul dan berkata : “ Sesungguhnya aku mengetahui bahwa kamu telah berkata mengenai sesuatu “. Untuk lebih jelas lagi, kami memberitahukan apa yang kami katakan tadi kepada Rasulullah. Mendengar ucapan dari orang Anshar , maka Nabi menjawab : “ Kamu telah berkata benar, dan tidak ada orang yang dapat membantah kata-katamu tersebut “. Setelah itu kelompok Muhajirin menceritakan kembali apa yang telah mereka katakan. Mendengar itu, nabi berkata : “ Kamu juga telah berkata benar, dan tidak ada orang yang akan membantah kata-katamu itu. Kelompok ketiga, Bani Hashim kemudian menceritakan tentang kelebihan mereka. Nabi mendengar apa yang mereka katakan dan berkomentar : “ Kamu juga benar dan tidak ada orang yang dapat membantah kelebihanmu itu “. Sekarang , kata rasulullah, aku akan memberitahukanmu apa pendapatku terhadap kamu semua. Sahabat menjawab : Boleh ya Rasululah. Nabi berkata : sesungguhnya kamu wahai orang Anshar, kamu semua adalah saudara-saudaraku “. Mendengar pengakuan Rasul terhadap mereka sebagai saudara Rasul dan itu merupakan sebuah penghormatan bagi mereka, maka kelompok Anshar berkata : “ Allah Maha Besar, demi Tuhan Ka’bah, kami telah memenangi kamu semua “.

Kemudian Nabi berkata kepada kelompok Muhajirin : Adapun kamu wahai kelompok Muhajirin, maka aku adalah dari kalangan kamu semua “. Mendengar pernyataan Rasulullah tersebut maka kelompok Muhajirin merasa gembira dan berteriak : “ Allah Maha Besar , demi Tuhan Ka’bah, kami telah memenagi kamu semua “. Akhirnya Rasululah berkata kepada kelompok Bani Hasyim : “ Adapun kamu semua adalah kalangan aku dan aku bertanggung jawab ke atas kamu “. Mendengar pernyataan Rasul dan penghormatan kepada mereka, maka Bani Hashim langsung berteriak : Allah Maha Besar, dan demi Tuhan Ka’bah, kami telah memenangi kamu semua “.

Dari kisah diatas dapat dilihat bahwa adanya kelompok dalam suatu umat tidak dapat dinafikan, tetapi yang perlu dijaga jangan sampai ada kelompok merasa lebih hebat sehingga dapat membenihkan pertengkaran, perpecahan. Oleh sebab itu, setiap orang harus mengakui kelebihan kelompok masing-masing, sebagaimana terlihat dari pernyataan Rasulullah , dimana Rasul mengakui keutamaan kelompok Anshar, beliau juga mengakui keutamaan kelompok Muhajirin, dan juga kelompok Bani Hashim. Semua kelompok mempunyai kelebihan dari kelompok yang lain. Kelebihan itu yang diakui oleh rasulullah, dan juga harus diakui oleh kelompok yang lain, walau sekecil apapun kelebihan tersebut. Oleh sebab itu dalam sebuah hadis Rasululah pernah bersabda : “ Janganlah kamu menghina suatu kebaikan walau sekecil apapun kebaikan tersebut “. Mengapa demikian..? Sebab tidak mengakui kelebihan kelompok yang lain, atau menghina kebaikan dari yang lain walau sekecil dapat menjadi benih pertengkaran dan perpecahan.

Perasaan merasa hebat sendiri dan menghina yang lain adalah benih daripada pertengkaran yang harus dihindari. Dalam sebuah hadis diriwayatkan oleh Thabrani disebutkan bahwa : Tinggalkanlah pertengkaran sebab dengan pertengkaran itu tidak akan ada hikmahnya dan tidak akan aman daripada fitnah ( bencana bagi umat ) “. Islam menganjurkan umatnya untuk meninggalkan setiap pertengkaran walaupun seseorang yang bertengkar itu berada dalam pendapat yang benar, tetapi bersikap diam dan mengalah lebih baik daripada terjadinya suatu pertengkaran. Dalam hadis diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Ibnu Majah disebutkan : “ Barangsiapa meninggalkan pertengkaran dan dia dalam pihak yang benar, niscaya akan dibangunkan bagi dirinya sebuah rumah di dalam syurga yang tertinggi; dan barangsiapa yang meninggalkan pertengkaran dan dia dalam pihak yang salah, maka juga akan didirikan baginya suatu rumah di tengah-tengah syurga “.

Dari hadis diantas dapat dilihat bahwa meninggalkan pertengkaran walaupun kita dalam pihak yang benar lebih utama dan mendapat ganjaran rumah di surga yang tertinggi; demikian juga meninggalkan pertengkaran walaupun kita dalam pihak yang salah juga mendapatkan pahala, karena keutamaan meninggalkan sikap bertengkat dan merasa hebat. Oleh sebab itu Bilal bin Saaad berkata : “ Apabila engkau melihat seseorang yang bersikap keras kepala, suka bertengkar dan membanggakan pendapatnya, maka sudah sempurnalah kerugiannya “.

Dalam diri umat islam hari ini banyak kelompok-kelompok. Ada kelompok mazhab fikih seperti mazhab Syafii, Hanbali, Maliki, Hanafi, Wahabi, Dhahiri, dan lain sebagainya; juga ada kelompok organisasi sosial seperti Muhammadiyah, Nahdatul Ulama, Al Washliyah dan lain sebagainya, ada lagi kelompok partai politik seperti PPP, PBB, PKS, PBR, dan lain sebagainya; juga ada kelompok harakah dan gerakan seperti Ikhwanul Muslimin, Hizbut Tahrir, Salafi, Jamah Tabligh dan lain sebagainya.Semuanya adalah kelompok orang yang beriman, bukan kelompok sesat dan setiap kelompok pasti mempunyai kelebihan dan keistimewaan dari kelompok yang lain. Oleh sebab itu yang perlu menjadi perhatian kita jangan sampai antar kelompok akan merasa hebat dari kelompok yang lain, membangga-banggakan diri dan jasa, dengan mengecilkan jasa kelompok yang lain; tetapi sebaiknya setiap kelompok mengakui kelebihan kelompok yang lain Semoga kita dapat belajar dari akhlak Rasulullah dengan mengakui kelebihan setiap kelompok. Fa’tabiru ya Ulil albab.

Friday, February 6, 2009

MEMBENTUK GENARASI UNGGUL

Pada hari ini, tidak dapat dinafikan ramai cendikiawan berbangsa Yahudi, dari segala bidang, Engineering, musik, saintis dan yang paling hebat ialah bidang perniagaan, dimana ia memang paling tersohor. Hampir tujuh puluh persen perniagaan di dunia dikuasai oleh kaum Yahudi, dari kosmetik, pakaian, pemakanan, senjata, perhotelan, perfileman diHollywood dan sebagainya. Kenapa tuhan memberi kelebihan kepada orang yahudi ? Apakah adasuatu proses yang mereka lakukan untuk mempersiapkan generasi unggul ? Akhirnya Dr. Stephen Carr Leon dari Universitas Massachute USA tergerak membuat tesis untuk pasca sarjana dengan judul ” Why The Jews So Smart ” ( Mengapa yahudi begitu cerdas ? ). Untuk pengetahuan pembaca penulisan tesis dilakukan dengan mengambil waktu hampir delapan tahun, ini kerana untuk mengumpulkan data-data yang setepat mungkin. Antara data-data yang dikumpulkan ialah faktor pemakanan, adat istiadat, agama, persiapan awal untuk melahirkan keturunan dan sebagainya.
Faktor pertama yang utama adalah bagaimana masyarakat Israel mempersiapkan generasi unggul yang dimulai dengan persiapan awal dalam melahirkan keturunan,. Di Israel, setelah seorang ibu mengetahui bahwa dirinya sedang mengandung, maka hal yang pertama kali dilakukan , sang ibu akan sering menyanyi dan bermain piano dan si ibu dan bapa akan membeli buku metamatik dan menyelesaikan soal-soal metamatik bersama suami. Stephen bertanya kepada temannya yahudi yang sedang mengandung mengapa dia sering membawa buku metamatik dan kadang-kadang akan bertanya kepada Stephen beberapa soal matematik yang beliau tak dapat menyelesaikanya.
Stephen bertanya kepada kawannya tersebut, apakah soal matematik ini untuk anak kamu? Yahudi tadi menjawab, “ Ya, ini untuk anak saya yang masih didalam kandungan, saya sedang melatih otak beliau, semuga ia menjadi genius apabila dewasa kelak”. Si ibu yahudi tadi akan terus menjawab soalan matematik tanpa merasa jenuh tanpa merasa jenuh sebab beliau membuat latihan metamatik agar nanti dapat melahirkan anak yang jenius.
Perkara lain yang menjadi perhatian riset tersebut ialah pemakanan si ibu yang sedang mengandung. Dalam masyarakat yahudi seorang ibu sejak awal mengandung beliau gemar sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu , dan untuk tengah hari makan utama beliau ialah roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kekacang. Menurut kajian sains, memakan ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan sedangkan memakan kepala ikan tidak baik sebab kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat merusakkan pengembangan dan penumbuhan otak anak didalam kandungan.
Tesis tersebut juga menyatakan bahwa diantara adat orang yahudi dan telah menjadi semacam kewajipan untuk ibu ibu yang sedang mengandung untuk minum pil minyak ikan. Menurut kajian tesis tersebut, setiap undangan makan orang yahudi gemar sekali memakan isi ikan ( fillet) dan biasanya jika di atas meja ada ikan, maka daging tidak akan sebab, menurut masyarakat yahudi, campuran daging dan ikan tak baik dimakan bersama-sama, dan sekali gus. Sedangkan Salad dan kacang , terutama hadam merupakan suatu kemestian di dalam setiap jamuan.
Perkara yang penting lagi ialah masyarakat yahudi akan memakan buah buahan terlebih dahulu sebelum memakan hidangan utama. Sebab itu menurut penulis, kita jangan terperanjat jika seseorang diundang kerumah orang Yahudi maka tetamu akan dihidangkan buah buahan terlebih dahulu. Menurut mereka, jika memakan hidangan nasi atau roti (nengandung karbohidrat ) terlebih dahulu baru kemudian memakan buah buahan, ini akan menyebabkan seseorang merasa ngantuk dan lemah dan payah untuk memahami pelajaran disekolah.
Demikian juga dengan rokok. Bagi masyarakat Israel, merokok adalah perbuatan yang diangap tercela dan pantang, sehingga apabila seseorang diundang makan dirumah orang Yahudi, jangan sekali kali merokok, sebab tanpa risih dan malu, mereka akan menyuruh tamu tersebut keluar dari rumah mereka dam merokok diluar rumah.
Masyarakat yahudi sangat percaya dengan bahaya rokok bagi kesehatan dan otak Sebab menurut riset yang dilakukan oleh para saintis di Universitas Israel, menemukan bahwa nikotin rokok dapat merosakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada genes. Ini bermakna menurut mereka, keturunan perokok bakal membawa generasi yg cacat otak yang dapat mengakibatkan bodoh atau malas.
Selanjutnya peneliti memperhatikan pendidikan taman kanak-kanak masyarakat yahudi Dalam sekolah tersebut, pemakanan anak anak dijaga dengan baik. Makanan awal ialah buah buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil lever) . Peneliti tersebut mendapatkan bahwa kanak-kanak yahudi sungguh bijak dan rata rata setiap anak didik diajartkan tiga bahasa yaitu bahasa Hebrew, bahasa Arab dan bahasa Inggeris. Anak –anak taman kanak-kanan tersebut selain dilatih berbahasa dengan tiga bahasa, mereka juga dilatih bermain piano dan violin, ini adalah suatu kewajipan.
Menurut masyarakat uyahudi, bermain musik dan memahami nota notanya dapat meningkatkan IQ kanak kanak dan sudah tentu bakal menjadikan anak itu memiliki otak cemerlang. Sebab menurut saintis yahudi, gegaran musik dapat merangsang dan memberikan senam untuk otak).
Seterusnya dalam pendidikan dasar, dari kelas 1 hingga kelas 6, anak anak Yahudi akan ditekankan untuk belajar metamatik yang berkonsepkan perniagaan. Oleh sebab itu tidak heran, di semua sekolah yahudi, pelajaran matematik dan ipa ( sains ) sangat diberi keutamaan dan perhatian serius. Dengan itu, maka segala pelajaran sosial akan dengan mudah dicerna oleh anak-anak yahudi.
Selain dari pelajaran matematik dan ipa, murid juga ditekankan dalam masalah olahraga. Dan olahraga yang diberi keutamaan ialah olahraga memanah, menembak dan berlari. Sebab menurut masyarakat yahudi, memanah dan menembak dapat melatih otak dalam mem fokus sesuatu perkara disamping mempermudahkan persiapan untuk bela negara dalam ketenteraan.
Selanjutnya penulis memperhatikan pendidikan di sekolah menengah. Murid – murid sekolah menengah ditekan dengan pelajaran sains. Malahan mereka digalakkan untuk mencipta produk dalam segala projek kelas mereka walaupun kadangkala kelihatannya lucu dan main-main,Mereka diupayakan membuat kreatifitas dalam pruduksi teknologi senjata, farmasi, kedokteran dan ilmu teknik,.Hasil kreatifitas, idea dan produk yang dihasilkan oleh murid sekolah menengah itu itu akan dibawa laboratarium di perguruan tinggi, seperti Politeknik dan Universitas.
Disamping teknologi, pendidikan memengah yahudi sangat memperhatikan masalah ekonomi dan perdagangan. Di tahun akhir di universitas, para mahasiswa dibidang ekonomi dan perdagangan ditugaskan untuk melakukan projek-projerk perniagaan dan mahasiswa tersebut akan lulus jika kelompok belajar mereka ( setiap kumpulan terdiri dari sepuluh mahasiswa ) dapat menjalankan perniagaan yang mendapat keuntungan sebanyak $US 1juta. Itulah kenyataan, bagaimana masyarakat yahudi mempersiapkan generasi sehingga tidak heran masyarakat yahudi menguasai bidang ekonomi, dan bisnis melalui jaringan bisnis masyarakat yahudi yang ada di seluruh penjuru dunia.
Para sarjana dan alumni perguruan tinggi, setelah menjadi alumni akan disarankan untuk mendaftar menjadi anggota kumpulan dan koperasi yahudi dan mereka akan segera mereka akan dibantu dengan memberikan pinjaman tanpa bunga agar mereka bisa berdikari. Jika seseorang itu alumni fakultas kedokteran, maka organiassi yahudi akan membantunya mendirikan rumah sakit dengan bantuan tanpa bunga. Demikian juga dengan profesi-profesi yang lain.
Dari tulisan diaats dapat dilihat bahwa masyarakat yahudi benar-benar berusaha dengan gigih mempersiapkan generasi yang ungul sejak dari masa kehamilan , sampai kepada masa sarjana. Sewaktu di dalam kehamilan, dipersiapkan oleh ibu dan orangtua mereka, dengan cara memproses makanan dan pendidikan sehingga setiap anak yang lahir mempunyai otak yang cerdas. Di sekolah dipersiapkan dengan pelajaran yang terpilih dan penekanan utama kepada kreatifitas dan produktivitas. Setelah sarjana, masyarakayt juga memberikan bantuan modal dengan peinjaman tanpa bunga. Dengan persiapan yang matang dari janin sampai dewasa itulah maka kita melihat hari ini masyarakat yahudi dapat menguasai dunia. Malahan apa yang mereka ajarkan ityu banyak mengambil dari hadis nabi, seperti ” ajarlah anak-anakmu dengan memanah, berenang, dan menunggangi kuda ”, demikian juga dengan hadis- hadis tentang makanan dan juga dengan hadis-hadi mengajarkan anak-anak alunan suara alQuran dan lain sebagainya. Fa’tabiru ya Ulil albaab.

Thursday, January 29, 2009

CINTA AGAMA DAN PENGORBANAN

CINTA AGAMA DAN PENGORBANAN
Bagi seorang muslim, agama merupakan satu-satunya jalan menuju kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Oleh sebab itu seseorang wajib mencintai agamanya lebih daripada cintanya kepada yang lain, sebagaimana dijelaskan Allah Taala dalam firmanNya : Katakanlah ( hai Muhammad ) : Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri kaum keluargamu, hata kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatir akan kerugiannya, rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan daripada jihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Alah mendatangkan keputusan-Nya . Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang yang fasiq “ ( QS. Taubah /9 : 24 ).

Dari ayat diatas dapat dilihat bahwasanya jika seseorang itu lebih mencintai dirinya, lebih mencintai anak-anaknya, lebih mencintai harta kekayaannya sehingga menghalangi dia untuk membelanjakan harta tersebut di jalan Allah, maka orang itu termasuk orang yang fasiq, dan mereka akan mendapat azab daripada Allah subhana wataala. Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa jika umat islam belum berani berkorban demi kepentingan agama, jika umat Islam masih lebih cinta kepada kehidupan dunia daripada mengorbankan hartanya untuk kepentingan dakwah dan perjuangan, maka umat islam pasti tetap kalah, dan tetap dalam keadaan susah dan menderita, karena umat Islam tetap dikuasai oleh musuh-musuhnya dalam segala bidang kehidupan. Ini merupakan sunnatullah, hukum Allah dalam kehidupan Jika umat islam masih lebih banyak menikmati kekayaan yang Allah berikan seperti daripada memberikan harta tersebut kepada jalan Allah, maka umat islam tidak akan mencapai kemenangan. Inilah yang terjadi pada hari ini dimana orangkaya muslim lebih suka membeli saham hotel, saham bank, saham tempat hiburan , daripada membantu perjuangan mujahidin Palestina, membantu orang miskin dengan memberikan modal usaha, membantu sekolah dan perguruan tinggi, mendirikan perpustaakaan dan laboratarium ruset. Maka jangan diharap umat Islam akan mencapai kemenangan.

Berani berkorban , dengan memberikan segala yang dimiliki untuk memperjuangkan agama Alah, untuk kepentingan umat merupakan syarat utama dalam sebuah perjuangan, dan merupakan bukti keimanan kepada allah subhana wataala. Inilah yang dinyatakan dalam surat Al kautsar : “ Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat kepada tuhanmu dan berqurbanlah. Sesungguhnya orang yang membenci kamu dialah yang terputus “ ( Qs. Al kautsar : 1-3 ). Ayat ini menegaskan bahwa musuh akan hancur, kebatilan akan sirna, jika umat islam sudah berani berkorban atas segala yang dimilikinya. Jika umat islam masih sayang dengan apa yang dimilinya, masih lebih mementingkan membuat rumah yang besar dan mewah daripada menbuat sekolah, perpustakaan, madrasah, maka musuh umat islam tidak pernah dapat dikalahkan oleh umat Islam. Ini sebagai pendidikan kepada kita bahwa suatu kebenaran harus diperjuangkan dengan biaya yang tinggi, suatu perjuangan memerlukan kepada pengorbanan. Jika englkau belum berani berkorban, maka musuhmu tidak akan pernah kalah,. Jika umat islam belum berani berkorban, maka musih tidak akan pernah terkalahkan, karena umat islam lebih cinta kepada harta.

Sejarah telah mencatat bahwa kemenangan umat islam di masa lalu tidak terlepas dari pengorbanan umat islam terdahulu. Sewaktu hijrah Abu bakar membawa seluruh kekayaannya sebanyak lima ribu dirham untuk dipergunakan dalam perjuangan bersama Rasulullah. Usman bin Affan berani berkorban seribu dinar untuk suatu perang , juga memberikan seribu ekor binatang tunggangan dan lima puluh kuda untuk perang tabuk, dan dalam perang yang lain Usman menyumbang sebanyak sembilan ratus lima puluh ekor unta dan tiga puluh ekor kuda. Abdurrahman bin Auf pernah berkorban sebanyak empat puluh ribu dirham, lima ratus kuda dan seribu lima ratus ekor unta untuk suatu peperangan. Sikap berkorban inilah yang menjadikan umat islam selalu mencapai kemenangan di masa Rsaulullah dan sahabat. Demikian juga sikap pengorbanan dari umat islam yang begitu hebat dengan membangun rumah sakit wakaf, perpustakaan wakaf, universitas wakaf, pusat riset wakaf, rumah anak yatim wakaf, jalan-jalan wakaf, dana bea siswa untuk mahasiswa, penulis, ulama, dan segala keperluan pendidikan dan riset yang begitu besar sehingga pada masa lalu umat Islam mencapai masa keemaasan dalam budaya, teknologi, ekonomi, politik dan ilmu pengetahuan seeprrti di Baghdad dan Andalusia.

Keislaman Abubakar merupakan kekuatan perjalanan Islam selanjutnya sebab beliau adalah sahabat yang paling banyak membantu perjuangan islam, baik dari pikiran, tindakan, harta kekayaan sampai kepada pengorbanan jiwa. Pada waktu umat islam ditindas, sebagaimana kisah Bulal bin rabah yang dianiaya dan dijemur di tengah terik matahari oleh Umayyah, maka Abubakar segera datang menjumpai Umayyah : “Umayyah, jangan kau siksa dia , da aku akan membelinya “. Umayah dengan sombongnya berkata ; ‘ Berapa engkau sanggup bayar ? “. Abubakar berkata : ‘ Aku akan membelinya berapa saja yang kamu pinta “. Umayah kemudian berinding dengan Abu jahal dan berkata : “ Setengah kilogram uang emas “. Tanpa tawar menawar lagi Abubakar segera membayar tebusan tersebut. Segera dia mendapatkan Bilal dan menyingkirkan batu bersama beberapa orang kemudian membawa pulang ke rumah Muhamad dan memerdekakannya. Setiap mendengar kaum muslimin yang disiksa oleh tuannya, maka Abubakar segera menjumpai tuan hamba sahaya yang mukmin itu dan segera menebusnya dengan berapa saja dan segera membebaskan mereka. Begitulah kesiapan pengorbanan Abubakar selala di makkah, membela dan membantu orang Islam daripada penderitaan dan tekanan hidup.

Sewaktu kaum muslimin diboikot di bani saqifah, Abubakar juga telah menghabiskan harta kekayannya untuk membantu kaum muslimin yang kelaparan. Sewaktu berhijrah menemani Nabi Muhammad ke Madinah, Abu bakar juga membawa persiapan uang sbanyak enam ribu dinar untuk membantu perjuangan nabi. Malahan beliau sangat gembira sebab terpilih sebagai orang yang ikut bersama nabi, dan beliau sudah siap untuk membela musuh dari segala rintangan musuh. Setelah sampai di madinah, beliau juga sahabat yang paling banyak membantu secara materi dalam medan peperangan, disamping beliau juga maju di garis depan dalam medan pertempuran. Pernah dalam suatu pertempuran, Abubakar mendermakan uangnya sebanyak empat puluh ribu dinar secara terang-terangan dan empat puluh ribu dinar lagi secara sembunyi-sembunyi, sehinga baliau tidak memiliki apa-apa dirumahnya, sebab semua hartanya telah diberikannya untuk membantu perjuangan Islam.

Dengan pengorbanan para sahabat itulah maka umat Islam pada zaman rasulullah mencapai kemenangan dalam setiap perjuangan. Demikian juga di waktu kejayaan Islam di Andalusia, dan Baghdad zaman Abasiyah, umat Islam dapat mencapai kemenangan sebab mereka memberikan pengorbanan harta untuk keilmuan dan riset, perpustakaan dan universitas lebih daripada bangsa yang lain. Jika sekarang umat Islam ingin mengembalikan kegemilangan dan kejayaan maka syarat utama perhatian, kecintaan dan pengorbanan umat Islam harus lebih dari bangsa lain.
Dalam Al Quran ada tiga bentuk infaq atau sumbangan pengorbanan. Pertama adalah sumbangan untuk membantu mereka yang memerlukan seperti faqir miskin, anak yatim dan lain sebagainya. Kedua adalah pengorbanan untuk jihad dan teknologi persenjataan. Ketiga adalah pengorbanan untuk perjuangan menjadi pemimpin dan pengausa , khalifah di muka bumi. Sayang selama ini kita jangankan pengorbanan untuk khalifah, dan jihad, untuk ekonomi umat saja masih kalah dengan umat lain, bagaimana mungkin kita dapat mencapai kekemangan? Apalagi dalam membangun teknologi persenjataan dan infrastruktur kekhalifahan.
Negara-negara barat menguasai sains dan teknologi hari ini, sebab kecintaan dan pengorbanan mereka terhadap sanin dan teknologi melebihi bangsa yang lain.Lihat saja perbandingan, Negara Islam memiliki 230 saintis bagi setiap satu juta orang, Amerika memiliki 4000 saintis, sedangkan Jepang memiliki 5000 saintis persatu juta orang. 57 negara Islam anggota OKI hanya memiliki 5000 universitas, sedangkan Amerika memiliki 5758 Universitas. Malahan menurut riset tahun 2006, tidak ada satupun universitas negeri Islam yang masuk dalam 500 terbaik di dunia. Padahal sunatullah menyatakan siapa yang lebih cinta dan banyak memberikan pengorbanan kepada sesuatu maka dia akan mendapatkannya. Jika para sahabat telah memberikan pengorbanan untuk kemenangan Islam, jika orang kaya Andalusia memberikan pengorbanan untuk kekhalifahan ilmu pengetahuan, apakah pengorbanan kita untuk umat islam hari ini..? Fa’tabiru Ya Ulil albab.

Wednesday, January 21, 2009

KEMULIAAN PALESTINA


Palestina, adalah bumi yang mempunyai sejarah tersendiri bagi umat Islam, dan juga bagi agama Kristen dan Yahudi. Bagi umat islam , kawasan Palestina adalah kawasan mulia sebab merupakan bumi para nabi. Banyak nabi yang dilahirkan, dibesarkan dan dimakamkan di bumi Palestina, seperti nabi Ibrahim, Nabi Ismail, Nabi Ishaq, Nabi Yakub, Nabi Syuaib,Nabi Daud, Nabi Sulaiman, Nabi Musa, Nabi Zakariya, Nabi Isa dan lain sebagainya. Selain para nabi, bagi umat Islam , bumi palestina adalah bumi para ulama, sebab sekian banyak ulama berasal, dilahirkan dari bumi Palestina, malahan sebagian menisbahkan dirinya dengan kawasan Palestina, seperti Imam Ibnu Hajar Al – Asqalani, berasal dari kota Ashkelon sekarang, Imam Ramli, berasal dari kota Ramlah, dan lain sebagainya.

Bumi palestina adalah bumi tempat masjid al Aqsha , masjid kedua setelah masjidil haram, sebagaimana dinyatakan dalam sebuah hadis dari Abu Dzar : rasululah pernah ditanya : Masjid apakah yang pertama dibangun di atas bumi ini ya Rasulullah ? Nabi menjawab : Masjidil haram. Sahabat bertanya lagi : Setelah itu masjid apa lagi ya Rasulullah ? Nabi menjawab : “ Masjid al Aqsha “. Hadis sahih riwayat Bukahri dan Muslim.

Bumi palestina juga merupakan tanah suci, sebab disana terdapat Masji al Aqsha yang merupakan masjid ketiga bagi umat Islam setelah Masjidil haram di kota makkah, dan Masjid Nabawi di madinah. Dalam hadis riwayat Thabrani disebutkan : “ Shalat di Masjid al haram sama dengan 100.000 kali shalat di masjid yang lain, kalau di masjidku (masjid nabawi –Madinah ) sama dengan 1000 kali shalat dimasjid yang lain, dan shalat di masjid al Aqsha sama dengan 500 kali shalat di masjid yang lain “. Dari hadis ini berarti kedudukan masjid al Aqsha di bumi Palestina, merupakan masjid ketiga dibandingkan dengan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Rasulullah saw juga menganjurkan untuk berkunjung ke Masjid al Aqsha dengan sabdanya : “ Janganlah kamu bersusah payah untuk bermusafir kecuali untuk menuju ketiga tempat yaitu : masjid Haram, Masjidku ini ( masjid Madinah ) dan masjid al Aqsha “. Hadis riwayat Bukhari dan Muslim.

Bumi Palestina juga merupakan bumi Isra dan Mikraj, sebab Rasulullah pada malam Isra dan Mikraj berangkat dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha sebagaimana dijelaskan dalam al Quran : “ Maha suci Allah yang telah menjalankan diwaktu malam hambaNya daripada Masjidil haram ke masjidil Aqsha yang diberikan keberkatan di sekelilingnya “ ( QS. Al Isra : 1 ).

Masjid al Aqsha juga merupakan kiblat pertama bagi umat islam setelah diwajibkannya shalat lima waktu, sebaagimana dinyatakan dalam sebuah hadis : ‘ Sesungguhnya Rasulullah saw sewaktu sampai di kota madinah, beliau telah berjumpa dengan saudara-saudara dari kalangan Anshar dan beliau shalat menghadap ke baitul Maqdis selama 16 atau 17 bulan “. Hadis riwayat Bukhari Muslim.

Bumi Palestina juga merupakan bumi tempat berjihad sampai hari kiamat, sebagaimana dinyatakan dalam sebuah hadis dari Abu Dharda : “ Penduduk negeri Syam ( negeri Syam yang dimaksudkan dalam hadis termasuk kawasan Palestina ) akan berterusan dalam jihad dan ribath ( berjaga-jaga ) dalam peperangan di jalan Allah “. Hadis diriwayatkan oleh Thabrani.
Demikianlah beberapa kajian dalam hadis tentang kemuliaan bumi Paletina, bagi umat islam. Hanya saja pada waktu ini sebagian bumi palestina tersebut yang merupakan milik keturunan Nabi Ibrahim alaishisalam telah dirampas oleh kelompok Yahudi Zionis. Pada tahun 1897n dalam konferensi Zionist pertama kali di Basle, Switzerland , memutuskan untuk merebut kembali bumi palestina, sebaagimana dinyatakan oleh Theodore Herzl ( pendiri gerakan Zionis ) dalam bukunya berjudul : “ Der Junder Staadt “ ( Negeri yahudi ). Alasan mereka bahwa bumi Palestina itu merupakan bumi yang telah dijanjikan oleh Tuhan untuk bangsa yahudi sebagimana dinyatakan dalam Perjanjian Lama Kitrab Genesis 12:7 yang menyatakan : “ Dan daripada keturunanmu ( Ibrahim ) akan kuberikan tanah ini “. Lebih hebat lagi batas tanah yang akan diambil oleh yahudi Zionis bukan hanya Palestina, tetapi dari Mesir sampai ke Iraq sebagaimana mengikut apa yang tertulis dalam Genesis 15 : 18 : “ Untuk keturunanmu Aku telah berikan tanah ini, dari sungai Mesir sehingga ke sungai Euphrates “.Oleh sebab itu jika kita melihat rencana Israel, mereka bukan saja akan menjajah Palestina, tetapi mereka akan mendirikan Negara Israel dari maser sampai ke Iraq, sesuai dengan wasiat dalam kitab suci mereka.

Bagi umat Islam, kita melihat bahwa kitab suci mereka telah banyak dirobah-robah sesuai dengan keinginan mereka oleh para rabbi mereka sebagaimana dinyatakan oleh kitab suci Al Quran : “ Diantara orang-orang yahudi itu mereka merobah-robah perkataan dari kedudukan semula “ ( QS. An Nisa : 46 ) . Sejarah mencatat bahwa setelah Nabi Sulaiman meninggal, maka Bani Israel terpecah belah, dan diijajah oleh kaum babylonia, kemudian dijajah oleh bangsa Romawi, kemudian berada di bawah kekuasaan Islam. Sejak itu bangsa Yahudi tidak mempunyai tempat, dan berpencar di seantero dunia. Untuk mengumpulkan mereka semua maka dibuatlah Gerakan Zionis dengan membuat rekayasa pembunuhan yahudi oleh rezim Hitler, agar dunia bersimpati dengan mereka, dengan target berdirinya Negara Israel pada tahun 1948, sebagai langkah awal untuk menguasai dari Mesir sampai ke Iraq.

Pakar sejarah menyatakan bahwa jika dalam Genesis dinyatakan bahwa bumi palestina itu untuk keturunan nabi Ibrahim, dan anak nabi Ibrahim adalah Ismail dan Ishaq, berarti itu bukan Bani Israel, tetapi bangsa Arab dari keturunan Ismail dan Ishaq. Sedangkan Bani Israel tersebut adalah keturunan anak-anak nabi ya’kub yang dua belas orang. Pada saat sekarang ini, menurut pakar Sejarah Arthur Koesler, bahwa kebanyakan bangsa Yahudi yang mendukung idea Zionisme dan kepulangan ke bumi Palestina bukanlah yahudi dari keturunan bani Israel , anak-anak nabi Ya’kub, tetapi yahudi dari kabilah Ashkenazi ( 705 daripada yahudi yang berada di bumi Palestina adalah dari keturunan yahudi Ashkenazi ) yang berasal dari bangsa Rusia Khazar yang telah memeluk agama yahudi pada abad ke-delapan.

Pada tahun 1948 Gerakan Zionis merealisasikan ide pembentukan Negara Israel dengan cara menjajah 78% daripada tanah palestina, dan mengusir bangsa palestina dari rumah-rumah mereka, kemudian dilanjutkan pada tahun 1967 merampas kembali 22% daripada tanah Palestina, dan menjadikan warga Palestina dibawah jajahan mereka. Mereka akan terus berusaha untuk menguasai seluruh bumi Palestina, dan menguasai masjid al Aqsa sebaagimana dikatakan oleh David Ben Gurion : “ Tiada arti Israel tanpa Jerusalem, dan tiada arti Jerusalem tanpa Kuil Yahudi ( yang akan dibangun di atas tapak masjid al Aqsha )”. Moshe dayan ( bekas menteri Pertahanan Israel ) berkata : “ Kita telah sampai di Urshalem dan dihadapan kita masih perlu untuk menguasai Yatsib ( madinah ) karena itu semua milik kaum yahudi “.
Baru-baru ini Zionist yahudi kembali menyerang Gaza, dengan alas an untuk menghentikan serangan Hamas, sehingga dalam penyerangan selama 22 hari tersebut mereka telah menewaskan 1300 orang Palestina, disamping ribuan yang luka-luka, menghancurkan 23 masjid, puluhan rumah sekolah dan rumah penduduk. Tujuan mereka sebenarnya bukanlah untuk menghentikan serangan Hamas, tetapi kembali menguasi Jalur Gaza, apalagi kawasan Gaza memiliki cadangan gas dan minyak. Serangan tersebut sebenarnya untuk melanjutkan misi penjajahan mereka terhadap ide membuat kerajaan Israel yang besar. Oleh sebab itu kewajiban umat Islam sedunia untuk mempertahankan bumi Palestina, sebab dengan mempertahankan bumi Palestina, berarti mempertahankan bumi para nabi, mempertahankan Masjid al Aqsha daripada kehancuran. Oleh sebab itu masalah Palestina bukan masalah kebangsaan, tetapi masalah umat Islam sedunia, dan kewajiban bagi umat Islam untuk membantu perjuangan muslim Palestina dalam mempertahankan Tanah suci umat islam sedunia. Siapapun kita jika sebagai muslim, sudah waktunya berpikir apa yang dapat kita lakukan untuk membantu mereka, sebab nanti Allah akan bertanya kepada kita di hari akhirat, sudahkah anda membantu saudaramu di Palestina> Fa’tabiru Ya Ulil albab.







Saturday, January 10, 2009

FATWA QARDHAWI TENTANG BOIKOT


Shaykh Yusuf Al Qaradawi(Egypt / Qatar)

"Each riyal, dirham …etc. used to buy their goods eventually becomes bullets to be fired at the hearts of brothers and children in Palestine. For this reason, it is an obligation not to help them (the enemies of Islam) by buying their goods. To buy their goods is to support tyranny, oppression and aggression."

20 Muharram 1423 AH
4 April 2002

Question: Are we allowed to buy items from Israeli sources, even though this money may be used to help the Jewish "war machine"?
Answer by Sheikh Yusuf Al-Qaradawi:
It is Jihad to liberate the Islamic lands from those who attack or conquer them. These are enemies of Islam. This Jihad is an absolute obligation and a sacred duty; firstly on the people of that land. If the Muslims of that land can't offer sufficientresistance, then Muslims of neighboring countries are obliged to assist. If this is still not sufficient then all the Muslims of the world must assist.
Palestine is the land of the first Qiblah of the Muslims, the land of Isra' and Mi`raj, the land of Al-Aqsa and the blessed territory. The conquerors are those with the greatest enmity to the believers, and they are supported by the strongest state on earth - the USA, and by the world Jewish community.
Jihad is obligatory against those who take land and expel the inhabitants, spill the blood, violate the honor, destroy the houses, burn the fields, and corrupt the land. Jihad is the first obligation of all obligations, and the first duty of the Ummah. Muslims are commanded to do this, first those from the land in question, after that their neighbors, and finally all Muslims. We must all be united against the aggressors. We are united in Islam, including unity of belief in the Shari`ah, unity of belief in the Qiblah, and also united in pain and hope. As Allah Almighty says: "Verily this Ummah of yours is one Ummah." (Qur'an, 21:92). Allah Almighty also says: "Surely the believers are a single brotherhood." (Qur'an, 49:10). There is a Hadith of the Prophet, peace and blessings be upon him, that states: "The Muslim is the brother to the Muslim, he can't oppress him, he can't give him up, he can't let him down." [Transmitted by Muslim].\

Now we see our brothers and children in Al-Aqsa and the blessed land of Palestine generously sacrificing their blood, giving their souls willingly in the way of Allah. All Muslims must help them with whatever power they have. (See the Noble Qur'an, 8:72).
If people ask in the name of religion we must help them. The vehicle of this support is a complete boycott of the enemies' goods. Each riyal, dirham …etc. used to buy their goods eventually becomes bullets to be fired at the hearts of brothers and children in Palestine. For this reason, it is an obligation not to help them (the enemies of Islam) by buying their goods. To buy their goods is to support tyranny, oppression and aggression. Buying goods from them will strengthen them; our duty is to make them as weak as we can. Our obligation is to strengthen our resisting brothers in the Sacred Land as much as we can. If we cannot strengthen the brothers, we have a duty to make the enemy weak. If their weakness cannot be achieved except by boycott, we must boycott them.
American goods, exactly like "Israeli" goods, are forbidden. It is also forbidden to advertise these goods. America today is a second Israel. It totally supports the Zionist entity. The usurper could not do this without the support of America. "Israel's" unjustified destruction and vandalism of everything has been using American money, American weapons, and the American veto. America has done this for decades without suffering the consequences of any punishment or protests about their oppressive and prejudiced position from the Islamic world.
The time has come for the Islamic Ummah to say "NO" to America, "NO" to its companies, and "NO" to its goods, which swamp our markets. We are eating, drinking, wearing and riding whatever America produces.

We must all be united against the aggressors. We are united in Islam, including unity of belief in the Shari`ah, unity of belief in the Qiblah, and also united in pain and hope. As Allah Almighty says: "Verily this Ummah of yours is one Ummah." (Qur'an, 21:92).


`Ali, may Allah be pleased with him, said: "You have three enemies; your enemy, the friend of your enemy, and the enemy of your friend". The USA today is more than friends to our enemy; they would destroy themselves for Israel. The world wide Muslim Ummah numbering 1.3 billion, could cause pain to the USA and its companies by boycotting them. This is an obligation of our religion, and the way of Allah. Every Muslim that buys "Israeli" or American goods, when there is an alternative from other countries is committing a haram act. They are clearly committing a major sin, which is a crime against Allah's law, which invokes punishment from Allah, and the contempt of the people.
Our brothers in "Israel" and America are forced to deal with them and buy their products. Allah does not ask you to do what you can't do; only what you can. Allah says: "Fear Allah as much as you are able." (Qur'an, 64:16).
The Prophet, peace and blessings be upon him, said: "If I order you to do something, do however much you can". Muslims in America must work with companies who are least hostile to Muslims, least allied to the Zionists. Boycott Zionist companies as much as you can.
Arabs and Muslims must boycott all companies that are biased towards Zionism and support Israel, whatever the national origin of that company (e.g. Marks and Spencer), and anyone like this who supports the Zionists and helps the "Israeli" state. The boycott is a very sharp weapon, used in the past and recently. It was used by the pagans in Makkah against the Prophet Muhammad, peace and blessings be upon him, and his companions. It caused great harm to them; they even had to eat leaves. It was also used by companions of the Prophet, peace and blessings be upon him, to fight against the pagans in Madinah. In recent times we saw nations use boycotts in their struggle for the liberation from colonialism. A famous example is Gandhi who asked the vast Indian nation to boycott English goods, which was very effective. A boycott is in the hands of the nation and masses alone. Governments can't force people to buy goods from a particular country. Let us use this weapon to resist our national and religious enemy, and make them know we are still alive, and that this Ummah will not die, God willing. The boycott has many different effects; it renews the education of the Ummah in how to liberate themselves from enslavement to other people's taste. They encourage us to be addicted to these things of no benefit, indeed they cause us harm. The boycott is a demonstration of Muslim brotherhood and unity of the Ummah. It is our duty to say we are not going to betray our brothers, who make sacrifices every day. We will not participate in making profits for our enemy. This boycott is a lesser resistance, which will help the greater resistance carried out by our brothers in the land of Messengers, and the fortified frontier of Jihad. If every Jew in the world thinks himself a soldier, supporting Israel as much as he can, surely every Muslim using his very soul and wealth is a soldier to liberate Al-Aqsa. The least [the Muslim] can do is boycott his [the enemies'] goods. Allah says: "Oh you who believe, you are protectors of each other. If you don't do this there will be great division and corruption.

Our sisters and daughters, who control the houses, have a role to play in this matter, which may be more important than the role of the man, because women supervise the needs of the house, and buy what must go inside the house. She is on hand to guide the boys and girls. She plants the Jihadic spirit in the children, and educates them in what they must do for their Ummah and its causes, and what they must do to the Ummah's enemies, especially in the area of boycott. When the children understand this they will carry on the boycott enthusiastically, and later will lead the parents.


If the consumer buying Jewish or American goods is committing a major sin, surely the merchant buying these goods and acting as an agent is the greatest sinner. Even if the company works under a different name, they know they are deceiving people. The Muslim Ummah all over the world is being asked to demonstrate its existence, and show its desire to protect what is sacrosanct. The Islamic Ummah must know who are its allies, and who are its enemies. The Ummah is forbidden to give in to weakness, and depression, and accept the tyrannical peace, which the Zionists want to impose.
Allah says: "Don't be humiliated and ask for peace, while you are on the Uppermost and Allah is with you." [Qur'an, 47:35]. Our sisters and daughters, who control the houses, have a role to play in this matter, which may be more important than the role of the man, because women supervise the needs of the house, and buy what must go inside the house. She is on hand to guide the boys and girls. She plants the Jihadic spirit in the children, and educates them in what they must do for their Ummah and its causes, and what they must do to the Ummah's enemies, especially in the area of boycott. When the children understand this they will carry on the boycott enthusiastically, and later will lead the parents.
I ask all the believers in Allah, Christians and others, and all the free and noble people in the world to stand beside us, and support the right and truth against falsehood, and justice against injustice. Help to victory the weak, who are being killed every day in the way of Allah, protecting the Noble Sanctuary.
Also, I request the workers of the Arab and Muslim countries around the world to support the Palestinians in the their just cause, and show their anger by demonstrating against the powerful tyrants, by disturbing their businesses as much as they can. Finally I ask the wise, reasonable and experienced in every country to organize cells to build a boycott, to create alternatives and avoid the negative things, and carry on educating the masses, until the word of truth is raised up and falsehood is destroyed. Surely it will perish.
"Say 'work', surely Allah will see your work and His Messenger and the believers, you will return to the Unseen world and witness, and you will know what you were doing."
"This Fatwa is based on the proofs of the Book and Sunnah and Consensus of the Ummah." Allah Almighty knows best.

FATWA BOIKOT

Setelah melaukan demontrasi dan long-march anti Israel, beberapa demontran melepas dahaga dengan meminum air mineral Aqua. Dengan demikian secara sadar atau tidak sadar demontrans tadi telah menyisihkan sebagian hartanya untuk menyokong tangan-tangan yahudi Israel, sebab perusahaan DANONE, produsen susu, permen, biskuit, wafer dan bahan makanan yang mempunyai badan Riset dan Pengembangan di Israel. Loyalitasnya penuh untuk kepentingan Israel. Salah satu produknya di Indonesia adalah air mineral dengan merk AQUA.
Demikian juga dengan wanita sebelum berangkat demontrasi jika memakai produk-produk kecantikan LOREAL naka tanpa sadar dia telah menyokong tangan-tangan kotor para Yahudi, sebagai contoh produk LOREALsebab sahamnya sebanyak 35 % dijual kepada perusahaan Interbeauty milik Israel. Hasil-hasil produksinya menjadi merk terkenal seperti GIORGIO ARMANI, REDKEN AVENUE, VICHY laboratoires, La Roche Posay, Ralph Lauren, MAYBELLINE, BIOTHERM, Helen Rubinstein, Garnier.
Anak-anak kita pun kita berikan produk-produk Yahudi. Sebagai contohnya kita tidak ragu untuk memberikan produk-produk NESTLE, perusahaan yang berpusat di SWISS dan memproduksi bahan-bahan makanan menjadi salah satu perusahaan yang sangat membantu Yahudi dalam setiap aksinya. Perusahaan raksasa yang mempunyai cabang hampir di seluruh negara di dunia ini mempunyai tak kurang dari 17 laboratorium riset dan pengembangan (R&D). Diantara laboratorium yang terpenting ada di Israel. Operasinya khusus untuk mengembangkan makanan yang sesuai dengan Syari'at Yahudi. Dan sebanyak 50 % sahamnya dipegang oleh orang-orang Yahudi.
Dengan membeli barang produk perusahaan yang mempunyai hubungan dengan yahudi, berarti secara tidak langsung telah membantu mereka membeli peluru untuk membunuh rakyat Palestine. Menurut Qardhawi, salah satu bentuk dukungan konkret bagi perjuangan rakyat Palestina adalah dengan mengembargo/memboikot total produk Israel dan AS. Sebagai Ketua Ulama Sedunia, Yusuf Qardhawi berfatwa, "Satu riyal (mata uang Arab) yang Anda keluarkan untuk membeli produk Israel dan AS, sama dengan satu peluru yang akan merobek tubuh saudara Anda di Palestina." Oleh sebab itu Duta besar Palestina, Faris Nafe Mehdawi, mengatakan bahwa memboikot produk-produk yahudi dan Amerika adalah merupakan langkah yang sangat realistis sekaligus salah satu perlawanan yang damai. Boikot ini harus dilakukan secara luas. Baru-baru ini, sejumlah tujuh puluh ulama telah mengeluarkan fatwa wajib bagi umat Islam untuk memboikot segala barang yang dikeluarkan ooleh perusahaan yang punya hubungan dengan Yahudi.

Fatwa: Wajib Memboikot Barang-barang dan Produk-produk Amerika danIsrael
Segala puji bagi Allah yang telah mewajibkan hamba-hamba-Nyamemerangi orang-orang kafir dengan jiwa dan hartanya. Allah telahmemberikan kabar gembira kepada mereka kemenangan dan kemuliaan, Diaberfirman : ” Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan(perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka danmenolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yangberiman, (Qs. At Taubah, 9: 14).Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Rasulullah SAW yangtelah bersabda, "Perangilah orang-orang musyrik itu dengan harta,jiwa dan lisan kalian." Shalawat dan salam juga semoga tercurahkepada keluarga dan para sahabatnya.
Wahai kaum muslimin, tak tersembunyi dari kalian apa yang menimpaumat kita belakangan ini. Konspirasi negara dzalim Amerika danganrezim Imperialis Yahudi-Israel telah merampas tanah suci kita,membantai anak-anak kita di bumi Palestina, mengepung rakyatnya danmemaklumatkan perang kepada mereka di semua media visual ataupunaudio lewat legalitas internasional yang mereka klaim.Oleh karena itu, wajib bagi umat Islam tampil berperan utnukmenghadapi persoalan umat ini dengan menggunakan berbagai saranayang mungkin, terutama aksi pemboikotan barang-barang dan produk-produk Amerika dan Israel. Hal demikian itu didasarkan pada:
Pertama, firman Allah SWT., ” Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapamenjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yangzalim. (Qs. Al Mumtahanah, 60: 9)
Kedua, persetujuan Rasulullah SAW. pada Tsumamah ketika dia berkatakepada orang-orang Quraisy, ” Demi Allah, tidak akan sampai kepada kalian sebiji gandum pun sehingga Rasulullah SAW. Mengizinkannya”.
Ketiga, Allah SWT. berfirman, "Dan (bagi) orang-orang yang apabilamereka diperlakukan dengan zalim mereka membela diri. (Qs. AsySyura, 42: 39).

Kita semua tahu bahwa Israel, dan Amerika telah banyak berbuatkedzaliman dan mengembargo negeri-negeri Islam dan kaum muslimin,teriakan dan tangisan anak-anak, rintihan orang-orang sakit, ratapanpara wanita dan ribuan mayat yang tewas tidak bisa mengetuknuraninya.
Keempat, konsensus para ulama' yang mengharamkan pemberian manfaatbuat orang-orang kafir harbi (yang memerangi umat Islam).Menyatakan, haram hukumnya bagi setiap Muslim membeli barang-barangdan produk-produk Amerika Serikat dan Israel dan perusahaan yang berhubungan dengan yahudi., baik berupa produk-produk minuman, gas bumi dan sejenisnya, produk-produk makanan,pakaian, elektronik dan sebagainya. Barang siapa yang melakukantransaksi berarti membela dan menolong orang-orang kafir, membantumereka mendzalimi saudara-saudaranya kaum muslimin; dia telahmelakukan kesalahan dan dosa besar.
Sebelum dan sesudahnya kami ucapkan alhamdulillah, shalawat dansalam semoga tercurahkan kepada junjungan kita, Muhammad SAW,keluarga dan para sahabatnya.
Yang menandatangani fatwa ini adalah:1. Syaikh Muhammad Fadhil Al Taqlawi, mantan Ketua JamaahAnshar As Sunnah Al Muhamadiyah, Sudan.2. Syaikh Ahmad Muhammad Ali Al Thuraifi, Ketua Dewan Fatwa danKajian di Universitas Al Quranul Karim3. Syaikh Ahmad Dr. Muhammad Utsman Shalih, DirekturUniversitas Islam Umdarman dan Sekjen Majlis Ulama Sudan.4. Syaikh Prof. Dr. Ahmad Ali Al Arzaq, Wakil DirekturUniversitas Islam Umdarman Sudan.5. Syaikh Ash Shadiq Abdullah Abdul Majid, Muraqib Am Al IkhwanAl Muslimin, Sudan.6. Syaikh Dr. Ismail Al Beliy, Ketua Majlis Ulama Sudan.7. Syaikh Prof. Dr. Al Khadhar Abdul Rahim, Dekan FakultasUshuludin Universitas Islam Umdarman.8. Syaikh Prof. Hasan Hamid, Wakil Ketua Dewan Fatwa dan KajianUniversitas Al Quranul Karim9. Syaikh Dr. Al Hibr Yusuf Nur Al Daim, Ketua Dewan PengajaranMajlis Nasional Sudan.10. Syaikh Jalaludin Al Murad, Ketua Malis Tinggi Dakwah, Haji danWakaf Sudan11. Syaikh Kamal Utsman Rizq, Khatib Masjid Jami' Agung Qurthum.12. Mr. Muhammad Ibrahim Muhammad, Wakil Sekjen Majlis Ulama' Sudan.13. Syaikh Prof. Dr. Abbas Mahjub, Direktur Pusat Universitas AlQuranul Karim untuk Cabang Puteri.14. Syaikh Al Amin Al Haj Muhammad, Dosen Universitas InternasionalAfrika.15. Dr. Suad Al Fatih, Anggota Majlis Nasional Sudan16. Syaikh Abdul Rahim Abul Ghaits, Direktur Institut Al QuranulKarim di Umdarman.17. Syaikh Dr. Al Qurasyi Abdul Rahim, mantan Dekan FakultasSyariah Universitas Al Quranul Karim.18. Syaikh Sulaiman Utsman Abu Naro, Amir Jamaah Al Ikhwan AlMuslimin, Sudan.19. Syaikh Abdul Khalil Al Nadzir Al Karuri, Ketua Jam'iyah AlIshlah wal Musawah Sudan.20. Dr. Fathimah Abdul Rahman, Dosen Universitas Al Quranul Karim.21. Syaikh Dr. Kamal Abid, Direktur Islamic Center Afrika22. Syaikh Dr. Ismail Hanaafi, Dekan Fakultas Syariah UniversitasInternasional Afrika23. Syaikh Husain Asyisy, Khathib masjid Al Firdaus di Umdarman24. Syaikh Muhammad Al Amin Ismail, Khathib Masjid Al Fath diShafahah25. Syaikh Dr. Abdullah Az Zubair, Dosen Universitas Al QuranulKarim26. Syaikh Dr. Mubarak Rahmah, mantan Dekan Fakultas UshuludinUniversitas Islam Umdarman27. Syaikh Prof. Dr. Muhammad Abdul Ghafar, Dosen UniversitasQurthum28. Syaikh Dr. Sa'ad Ahmad Sa'ad, Sekjen Badan Penyantun PenerapanSyariat Islam, Sudan.29. Syaikh Muhammad Hasan Thanun, Ketua Dewan Pengurus Jam'iyahAnshar30. Dr. Umar Yusuf Hamzah, Dosen Universitas Islam Umdarman31. Syaikh Hamad Al Fadini, Ketua Urusan Aqidah dan Dakwah32. Syaikh Muhammad Abdul Karim, Khathib Masjid Majma' Islami diJerif Barat33. Syaikh Musa'identivikasi Basyir Ali, Khathib Masjid Agung Umdaum34. Syaikh Dr. Ala'uddin Az Zuki, Dosen Universitas Qurthum35. Syaikh Dr. Abdullah Abdul Hay, Ketua Urusan KemahasiswaanUniversitas Al Quranul Karim36. Syaikh Dr. Abdul Hay Yusuf, Ketua Jurusan Peradaban IslamUniversitas Qurthum37. Syaikh Dr. Umar Abdul Ma'ruf Ali, Universitas Islam Umdarman38. Syaikh Dr. Al Abid Muadz, Dekan Fakultas Syariah Universitas AlQuranul Karim39. Syaikh Mudatsir Ahmad Ismail, Khathib Masjid Al Arqam di Al HajYusuf40. Syaikh Dr. Yusuf Al Kudah, Dosen Universitas El Nilain41. Syaikh Dr. Shalih Al Taum, Dosen Universitas Qurthum42. Syaikh Al Abid Abdul Wahab, Dosen Universitas Qurthum43. Syaikh Ibrahim Al Dharir, Anggota Dewan Fatwa dan KajianUniversitas Al Quranul Karim44. Syaikh Dr. Ali Ulwan, Dekan Fakultas Syariah UniversitasNasional Al Ribath45. Syaikh Ahmad Hasan Muhammad, Ketua Jurusan KomunikasiUniversitas Internasional Afrika46. Syaikh Dr. Mahmud Sulaiman Jadin, Dosen Universitas Al QuranulKarim47. Syaikh Fadhlullah Ibrahim Thaha, Dosen Universitas Al QuranulKarim48. Syaikh Akin Mawil, Anggota Majlis Ulama' Sudan49. Syaikh Dr. Adil Thahir, Universitas Islam Umdarman50. Syaikh Amad Bakri Abu Hiras, Da'i51. Syaikh Nazar Muhammad Utsman, Ketua Dewan Penasehat52. Syaikh Dr. Izzuddin Ibrahim, Dekan Fakultas Syariah UniversitasAl Quranul Karim Cabang Juba53. Syaikh Utsman Abdul Razaq, Perintis Majlis Ulama' Sudan54. Syaikh Ibrahim Al Arzaq, Universitas Islam Umdarman55. Syaikh Dr. Ahmad Shadiq Basyir, Dosen Universitas Al QuranulKarim56. Syaikh Jamal Thahir Hasan, Khathib Masjid Banet Timur57. Syaikh Athiyah Muhammad Hasan, Anggota Majlis Ulama' Sudan58. Syaikh Khalid Ramadhan, Khathib Masjid Al Mustaghfirin59. Syaikh Umar Abdul Qadir, Televisi Qurthum60. Syaikh Daf'ullah Muhammad Hasan, Imam dan Khathib Masjid AlDzakirin di Riyadh61. Syaikh Yahya Abdullah, Imam dan Khathib Masjid Al Mansyiyah62. Syaikh Muhammad Sayid Haj, Imam dan Khathib Masjid ats Tsaurah63. Syaikh Dr. Ibrahim Ali Muhammad, Universitas Islam Umdarman64. Syaikh Bakri Mikyal, Khathib Masjid Mikyal65. Syaikh Abdul Ilah Muhammad Ahmad Namr, Da'i66. Syaikh As'ad Abdul Karim, Imam dan Khathib Masjid Majma' AlFurqan67. Syaikh Dr. Adil Aliyullah, Universitas Islam Umdarman68. Syaikh Taj Thalab, Imam dan Khathib Masjid Boretzudan69. Syaikh Dr. utsman Ali Hasan, Dosen Fakultas Syariah UniversitasKatar70. Syaikh Ali Aba Shalih, Imam dan Khathib Masjid Muraba' Wahid diHaj Yusuf.
Menurut situs www.inminds.co.uk dan situs www.muslimcoctumer.com diantaranya barang-barang perusahaan yang berhubungan dengan yahudi adalah :1. Makanan Fast Food- Mc Donald's- KFC2. Minuman, makanan- Coca-cola- Dr. Pepper- Fanta- Sprite- Schweppes- Lilt- Fruitopia- Sunkist- Kia Ora Fruit Squashes3. Makanan Snack- Buitoni- Danone- Perrier- Libby's- Maggi- Nestlé- Shreddies cereal- Nestlé KitKat- Vittel4. Tissu- Kimberly-Clark- Kotex- Huggies- Kleenex5. Cosmetics, Body Care- Biotherm- Sanex- Garnier- Clinique- Helena Rubinstein (HR)- L'oréal Paris- Origins Natural Resources- Maybelline- La Roche-Posay- Redken 5th Avenue NYC- Vichy- Johnson & Johnson- Revlon- Brylcreem6. Perfumes, Fashion, Cosmetics- Boss (Hugo Boss)- Calvin Klein- Lancôme Paris- Giorgio Armani- Estée Lauder- Tommy Hilfiger- Donna Karan New York (DKNY)- Ralph Lauren7. Pakaian- Aramis- Prescriptives- La Mer- Bumble and Bumble- Jo Malone- Kate Spade- River Island- GAP- JC Penney- Timberland- J. Crew8. Pakaian Olahraga- Champion- Outer Banks9. Barang rumah tangga- Ambi Pur- Kiwi (shoe care)- Sara Lee10. Warung teh dan kopi- Douwe Egberts- Maison Café- Superior Coffee- Pickwick- Piláo Café- Starbucks Coffee11. Alat teknologi- ICQ- AOL- Nokia- IBM- Intel12. Media, Filem,.- Sky TV Network- 20th Century FOX- Star TV Network- National Geographic Channel- The Weekly Standard- New York Post- News of the World (UK)- The Sun (UK)- The Times (UK)- The Daily Telegraph (Australia)- Harper Collins- Nursery World- Disney- TIME Magazine- CNN13. Pakaian dalam- DIM- Victoria's Secret- Banana Republic- Structure- Pryca- Lindex- Playtex- Auchan- Just My Size- Hema- Wonderbra- Bali- Hanes- L'eggs- Lovable- Nur Die- Gossard14. PasarRaya Shopping Complex- Carrefour- Tschibo- Marks & Spencer- Selfridges & Co.- The White Barn Candle Co.- Mast Industries Inc.- Express- Structure- Henri Bendel- Intimate Brands Inc.- The Limited- New York & Company- Lerner New York15. Home Depot- Expo Design Centers- Georgia Lighting- Villager's Hardware- Maintenance Warehouse- The Home Depot- Apex Supply CompanyInsya allah, dengan memboikot barang-barang ini semua, maka Israel akan menghentikan serangannya kepada rakyat Palestine, dan ini lebih efektif daripada demontrasi. Sedah waktunya seluruh umat Islam memboikot segala produk sebagai bagian dari jihad melawan kejahatan Israel. Fa’tabiru Ya ulil albab. ( Muhammad Arifin Ismail ).

SUNNATULLAH PERLAWANAN ( TADAAFU')


Sejak awal dakwah islam tersebar di kota Makkah, maka kaum Quraisy melakukan penyiksaan, penindasan, kepada setiap orang yang beriman. Walaupun demikian, kaum muslimin terus bertambah, sehingga kaum kafir Makkah terus menyiksa dan menindas, malahan setelah bermusyawarah di Darun Nadwah kaum kafir memutuskan untuk membunuh Rasulullah. Untuk menyelamatkan Rasulullah dan pengikutnya, Allah memerintahkan kaum muslimin untuk hijrah ke Madinah. Setelah kaum muslimin berhijrah ke Madinah, kaum kafir Makkah tetap juga berusaha untuk menyerang kaum muslimin. Jika penyerangan itu dibiarkan maka mereka akan terus menerus menyerang kaum muslimin. Untuk menghentikan penyerangan orang kafir tersebut, maka umat Islam harus mengadakan perlawanan, sebab jika tidak ada perlawanan , dan terus bersabar, maka penyerangan dan kehancuran agama akan terjadi. Untuk itu umat Islam perlu memakai sunatullah “tadafu’” yaitu perlawanan harus dilakukan dengan usaha dan ikhtiar. Tadafuu’ bermakna menolak sesuatu , maka untuk menghentikan penyerangan diperlukan usaha untuk menolak penyerangan tersebut dengan perlawanan. Dengan perlawanan yang dilakukan dengan sekuat tenaga dan mengarahkan segala daya upaya barulah pertolongan Allah akan tercapai sehingga umat Islam terhindar dari kehancuran akibat penyerangan kaum kafir. Itulah sebabnya dalam al Quran dinyatakan : “ telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena Sesungguhnya mereka telah dianiaya. dan Sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu, ( QS. Al Haj : 39 ) yaitu orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: "Tuhan Kami hanyalah Allah". dan Sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid- masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha kuat lagi Maha perkasa “ ( QS. Al Haj : 40 ).

Ibnu Kasir dalam tafsirnya menyatakan bahwa inilah perintah pertama kali kepada umat Islam untuk melakukan perlawanan terhadap serangan kaum kafir. Ayat 39 menyatakan bahwa Allah telah memberikan izin kepada kaum muslimin untuk melakukan peperangan sebab mereka telah dianiaya oleh kaum kafir. Ayat 40 menyatakan bahwa sebagai bukti penganiayaan mereka telah mengusir kaum muslimin Makah sehingga mereka berhijrah ke Madinah tanpa alas an yang dapat dibenarkan. Kaum muslimin diusir karena mereka beriman kepada Allah. Oleh sebab itu dibenarkan perang sebab jika kebatilan tersebut tidak ditolak dengan perlawanan maka kaum kafir tersebut akan menghancurkan segala sesuatu seperti tempat ibadah dan membunuh orang-orang yang sedang berzikir. Maksudnya jika serangan orang kafir itu tidak dilawan maka orang kafir itu akan menghancurkan seluruh bangunan dan manusia yang ada di kawasan tersebut. Orang beriman tidak boleh diam melihat itu semua, atau hanya bersabar dengan sikap kaum kafir, tetapi harus saling Bantu membantu memberikan perlawanan dengan segala usaha dan ikhtiar.

Dalam tafsir Durarul Mansur karangan Imam Suyuthi disebutkan bahwa makna “ Kalaulah kamu tidak menolak “ menurut Ibnu Yazid adalah kalau kamu tidak melakukan peperangan dan perjuangan jihad, maka kaum kafir akan menghancurkan semua rumah badah dan membunuhmu semuanya. Sahabat Mujahid menyatakan bahwa perlawanan tersebut harus dilakukan oleh seluruh kaum muslimin untuk melawan setiap penyerangan dari orang kafir. Oleh sebab itu Ibnu Kasir menyatakan bahwa jika kaum muslimin tidak memberikan perlawanan terhadap serangan kaum kafir, maka mencegah bahaya yang menimpa kaum muslimin yang lain dengan ikhtiar yang sesuai dengan sebab-akibat, maka serangan orang kafir akan menghancurkan bumi dan setiap yang kuat akan menghancurkan yang lemah. Untuk itu semua seluruh kaum muslimin wajib melakukan segala usaha melawan serangan tersebut.

Ikhtiar dan usaha yang dilakukan untuk menolong kaum muslimin yang lain itu merupakan syarat datangnya pertolongan Allah, sebagaimana dinyatakan dalam akhir ayat “ Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong agamaNya”. Artinya pertolongan Allah tidak dating dengan mukjizat, dengan berdiam diri, dengan pasrah , dengan demontrasi, dengan mengecam dan lain sebagainya, teapi pertolongan Allah hanya dating jika kaum muslimin seluruh dunia menolong saudaranya yang didzalimi tersebut dengan segala kemampuan yang ada. Politisi muslim menolong dengan kekuasaan politik. Negara muslim menolong dengan mengirimkan tentera menolong Negara muslim yang lain. Konglomerat muslim menolong dengan harta kekayaan. Pemuda muslim menolong dengan tenaga dan jiwa. Ini baru namanya perlawanan, bukan hanya dengan mengecam dan demontasi tanpa aksi. Dalam sebuah hadis dinyatakan bahwa : “ Hendaklah kamu melakukan amar makruf dan mencegah daripada kemungkaran, dan jika kamu tidak melakukannya maka orang yang jahat akan menguasai kamu, dan kamu berdoa kepada Allah maka doa kamu itu tidak akan dimakbulkan “. Dalam hadis yang lain juga disebutkan : “ Wahai Manusia, Allah menyuruh kamu melakukan amar makruf dan mencegah dari kemungkaran sebelum kamu berdoa kepadaNya, dan jika kamu tidak melakukannya maka doa kamu tidak akan dikabulkan “. Dari hadis ini dapat dismpulkan bahwa doa kaum muslmin untuk meminta pertolongan tidak dikabulkan sebelum mereka melakukan aksi amar makruf dan mencegah dari kemungkaran.

Teori Tadafu’ ini juga dinyatakan oleh Al Quran dalam kisah nabi Daud melakukan ikhtiar dan usaha untuk mengalahkan Jalut disaat semua Bani Israel berdiam diri, akhirnya adanya perlawanan dari nabi Daud, maka Jalut yang selama ini ditakuti dapat dikalahkan.” mereka (tentara Thalut) mengalahkan tentara Jalut dengan izin Allah dan (dalam peperangan itu) Daud membunuh Jalut, kemudian Allah memberikan kepadanya (Daud) pemerintahan dan hikmah (sesudah meninggalnya Thalut) dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya. Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebahagian umat manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam “ ( QS. Al Baqarah : 251-252)

Sejarah Daud menyatakan bahwa dengan perlawanan dan perjuangan barulah kedzaliman dapat dimusnahkan. Oleh sebab itu umat Islam wajib melakukan perlawanan dengan segala upaya dalam menghadapi serangan Israel kepada umat Islam di Palestina dalam beberapa hari ini. Jika umat Islam berdiam diri sahaja, sibuk dengan kehidupan dunia, dan tidak peduli dengan keadaan mereka, hanya mengecam dan demintrasi itu tidak akan memberikan kemenangan. Imam Fakhrurazi dalam tafsir al Kabir menyatakan bahwa : “ Jika seandainya umat Islam berdiam diri melihat serangan yang terjadi kepada kaum muslimin yang lain, atau tidak melakukan sesuatu untuk menolong kaum muslimin yang lain dari serangan orang kafir, maka mereka telah berkhianat dengan amanah Allah dan telah kufur dengan nikmatNya.

Jika orang kafir ingin menghancurkan negara Islam dengan dakwaan memiliki reactor nuklir, maka seluruh negara kafir akan mengirimkan tentera untuk membela Amerika sebagaimana terjadi di Afghanistan dan Iraq walaupun dakwaan mereka tidakj terbukti, atau melakukan embargo ekonomi seperti yang terjadi dengan negeri Sudan dan Libya. Sewaktu sekian ribu umat Islam di Palestina dibunuh dan dibantai oleh Israel, Negara Islam berdiam diri, paling-peling demointrasi, padahal sebagaimana dinyatakan oleh Koran Israel : “ biarkan mereka berdemontrasi, kita serang terus, nanti setelah hancur, mereka juga tidak berdemointrasi lagi, dan kita telah menang, paling lama kebencian mereka hanya berkisar tiga bulan, setelah itu dunia islam akan diam kembali “. Malahan lebih parah lagi, jika demontrasi anti Amerika setelah itu minum cocacola, artinya akibat demontasi malah menguntungkan ekonomi mereka. Oleh sebab itu sudah waktunya demontrasi ditindaklanjuti dengan aksi embargo ekonomi, embargo politik, dan pengiriman tentera dan pasukan jihad sebagaimana yang dinyatakan dalam sunatullah tadafu’, sebab itu merupakan syarat kemenangan. Fa’tabiru Ya Ulil albab. ( MuhammadArifin Ismail ).



Saturday, December 6, 2008

Sunatullah Kemenangan

SUNATULLAH KEMENANGAN

Jika si A bekerja selama delapan jam, dan si B ingin mengalahkan prestasi si A, maka si B harus bersungguh-sungguh dalam bekerja, bahkan lebih daripada itu dia harus dapat berkorban waktu dimana jika si A bekerja 8 jam, maka dia harus bekerja lebih lama satu atau dua jam, sehingga prestasi kerja si B akan lebnih unggul daripada prestasi si A. Ini merupakan sunnatullah dalam setiap kemenangan. Kunci kemenangan adalah bekerja dengan kesungguhan, dan berani berkorban. Dengan kesungguhan dan kesediaan diri berkorban itulah seseorang dapat mengalahkan musuh, lawan, godaan dan tantangan, sehingga dia dapat mencapai prestasi khalifah di muka bumi. Inilah sebenarnya pesan yang tersirat daripada ayat-ayat dalam surah Al kaustar : ” Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu al kautsar, maka dirikanlah shalat kepada Tuhanmu, dan berkorbanlah. Sesungguhnya dengan hal demikian musuh engkau akan hancur binasa ” ( QS. Al kautsar : 1-3).

” Inna A’thainaaka Kal Kausar ” diartikan ” Sesuungguhnya Kami ( Allah ) telah memberikan kepadamu al Kausar”. Dalam kitab tafsir ” Durarur mansur ” karangan Imam Suyuthi dinyatakan bahwa makna al Kausar ada dua arti. Pertama bermakna telaga Kausar di akhirat kelak. Kedua, alKausar juga bermakna nikmat dan kebaikan banyak yang didapat oleh seseorang di dalam hidupnya di dunia ini ( al Khairul Kasir ) , baik itu nikmat harta, nikmat kesehatan, nikmat ilmu, nikmat kekuasaan dan lain sebagainya. Nikmat tersebut merupakan modal bagi manusia untuk menjalani kehidupan. Barangsiapa yang dapat memakai dan mempergunakan nikmat kesehatan, nikmat waktu, nikmat tenaga, nikmat harta, nikmat ilmu , nikmat kekuasaan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan perintah Allah dia akan mendapat kejayaan di dunia dan juga mendapatkan minum dari sungai al kausar di akhirfat nanti.

Mempergunakan nikmat dengan cara yang baik, berguna, bermanfaat bagi kehidupan diri dan manusia merupakan sikap mensyukuri nikmat. Tetapi jika nikmat disia-siakan, waktu dibuang-buang, harta dihambur-hamburkan untuk hiburan, kekuasaan hanya untuk mencari populeritas dan kekayaan, maka seseorang itu tidak bersyukur kepada nikmat. Untuk itulah ayat selanjutnya memerintahkan manusia untuk memakai nikmat dengan cara yang baik, efektif, bermanfaat dunia dan akhirta. Perintah tersebut dinyatakan dalam ayat ” Fa Shalli li rabbika ”, maka dirikanlah shalat kepada Tuhanmu. Cara bersyukur nikmat adalah dengan mendirikan shalat ritual kepada Tuhan yang telah memberikan nikmat, dilanjutkan dengan ”shalat sosial ”dengan cara mempergunakan harta kekayaan untuk keperluan hidup diri dan manolong manusia yang lain, mempergunakan tenaga dan badan untuk bersikap mulia, , mempergunakan waktu dengan positip, mempergunakan kekuasaan untuk kemaslahatan rakyat, dan lain sebagainya. Dengan pemakaian nikmat sesuai dengan perintah Allah, dan menghindarkan diri dari segala yang tidak berguna barulah seseorang itu menjadi manusia yang berkualitas, dan menjadi umat yang berprestasi. Sebagai contoh, umat islam zaman dahulu jika memiliki kekayaan maka mereka mempergunakan kekayaan untuk membangun sekolah, universitas, perpustakaan, rumah sakit, dan segala seuaatu yang bermanfaat bagi manusia yang lain.

Itulah yang terjadi pada zaman kegemilangan Bagdad, Andalusia, Turki Usmaniyah, dan lain sebagainya. Tetapi jika kekayaan itu hanya dipakai untuk mencari kesenangan hidup, untuk bermewah-mewah maka umat tersebut tidak mempunyai kulitas dan prestasi. Lihat pada hari ini, sebagian umat islam memiliki kekayaan berlimpah-limpah tetapi kekayaan tersebut bukan dipakai untuk mendirikan sekolah, dan universitas yang bermutu, bukan untuk riset dan teknologi, bukan untuk membangun pusat peradaban bagi masyarakat; tetapi hanya dipergunakan untuk membangun dan mendirikan hotel-hotel mewah seperti al Buruj di Dubai, atau dipakai untuk bersenang-senang seperti membuat bunga api dalam pembukaan sebuah hotel di Dubai baru-baru ini dengan biaya 27 juta dolar amerika melebihi bunga api dalam pembukaan Olimpiade Beijing, dan lain sebagainya; maka akibatnya kekayaan umat islam yang begitu hebat tidak ada manfaat bagi kemajuan umat. Pada waktu yang sama orang kafir , negara bukan islam memiliki universitas yang bermutu, pusat riset sehingga dapat mengeluarkan teknologi yang canggih , menguasai pusat media, informasi, persenjataan yang berkualitas, padahal kekayaan mereka kalah dibandingkan kekayaan negara-negara petrodollar.. Dengan demikian kita dapat katakan mengapa umat islam kalah, sebab mereka baru melakukan shalat ritual, tetapi belum melakukan shalat sosial dalam mempergunakan nikmat yang Allah berikan kepada mereka.

Syarat kedua dalam mencapai kemenangan adalah pengorbanan. Inilah maksud ayat al Quran Wanhar ”, dan berkorbanlah. Berkorban disini bukan hanya berkorban menyembelih kambing, tetapi jika umat islam ingin mengalahkan musuh, ingin mencapai kemenangan maka ada kewajiban untuik mengorbankan harta kekayaan, ilmu pengetahuan, kekuasaan, waktu dan kesehatan, semuanya harus dipergunakan untuk mencapai kejayaan umat secara bersama, bukan untuk kepentingan diri sendiri, bukan untuk kelompok dan partai, bukan untuk kesenangan diri sendiri, tetapi untuk kemaslahan umat islam secara jamaah, semuanya. Jika orang kaya telah mengorbankan kekayaannya untuk dana pendidikan, ekonomi, teknologi umat, jika penguasa mengorbankan kekuasaannya untuk menegakkan hukum yang menguntungkan umat, jika profesor dan ilmuwan mempergunakan ilmunya untuk membangun teknologi dan inovasi umat, dan jika orang awam mempergunakan waktunya untuk menolong umat, barulah umat islam dapat mengalahkan musuh dan orang kafir. Itulah sebabnya ayat tersebut dilanjutkan dengan ayat ” Inna syani’aka huwal abtar ”, sesungguhnya musuh-musuh engkau akan hancur. Inilah syarat dan sunatullah dalam mencapai kemenangan.

Dari keterangan diatas mari kita teliti mengapa umat islam belum menang, belum dapat mengalahkan musuh ? Sebab umat Islam belum melakukan pengorbanan untuk perjuangan dan kemajuan umat. Umat islam belum berkorban waktu dengan cara mempergunakan waktu kepada hal yang positip lebih daripada pemakaian waktu orang kafir. Umat islam belum berkorban ilmu, dimana melakukan riset dan pengkajian lebih daripada yang dilakukan oleh orang kafir. Umat islam belum mengorbankan kekayaan yang dimiliki untuk kepentingan umat islam yang lain. Malahan kekayaan umat islam dikeruk habis oleh orang kafir untuk keuntungan mereka. Perpustakaan kongres Amerika yang sangat terkenal itu hanya dibiayai oleh seorang konglomerat yang merupakan donatur tetap. Starbuck coffe yang tersebar di seluruh dunia mempergunakan sebagian besar keuntungannya untuk sumbangan kepada negara israel. Pada waktu yang sama umat Islam hanya sibuk korban kambing yang seharga lima ratus ribu, atau sebagian sapi setiap tahun. Sedangkan dana untuik pendidikan umat, membangun ekonomi umat, membangun madrasah, universitas, perpustakaan, pusat riset dan teknologi, bea siswa bagi pelajar dan mahasiswa cemerlang tidak pernah mendapat perhatian dari umat islam. Mana pengorbanan kita untuk membantu kemisikinan umat? Mana pengorbanan kita untuk mereka yang putus sekolah ? mana pengorbanan kita untuk pelajar muslim dan mahasiswa muslim yang berotak cemerlang tetapi tidak mempunyai biaya untuk pendidikan. ? Mana pengorbanan kita untuk mendirikan pusat pelayanan kesehatan dengan membangun rumah sakit gratis, sekolah gratis, seperti yang dilakukan oleh orang kafir. ? Padahal Allah telah memberikan kita pedoman bahwa kemenangan hanya dapat dicapai jika umat Islam melakukan pengorbanan yang lebih besar daripada orang lain. Semoga Idul Adha kali ini bukan hanya sekadar melakukan shalat id dan menyembelih hewan qurban tetapi memberikan kesadaran kepada kita untuk melakukan sesuatu pengorbanan dalam membangun kejayaan umat di masa depan.

Inilah pelajaran dan maksud daripada Hari Raya idul Adha, Hari raya Qurban. Seakan-akan Allah bertanya kepada kita semua : ” wahai hambaKu..wahai umat muhammad, wahai manusia, dalam tahun ini, Aku telah memberikan kepadamu nikmat kekayaan, nikmat kesehatan, nikmat kekuasaan, nikmat ilmu yang banyak.....wahai hambaku, sudahkah engkau pergunakan nikmat tersebut dengan baik, sebagai sarana ibadah kepadaku,...Sudahkah engkau pergunakan nikmat tersebut untuk sarana pengorbanan demi kejayaan dan perjuangan umat melawan musuh-musuh kekafiran..? Jika engkau belum melakukannya, bagaimanakah engkau dapat menang melawan musuh-musuh Allah...? Maka lakukanlah shalat Id dan semebeli8hlah qurban tanda kesediaan dirimu untuk melakukan shalat-shalat sosial, dan pengorbanan untuk hari-hari mendatang, sebab itu merupakan syarat bagi suatu kemenangan. Selamat Hari Raya Idul Adha.( MuhammadArifin ismail /Kuala lumpur 2 Desember2008).