Pages

Friday, February 6, 2009

MEMBENTUK GENARASI UNGGUL

Pada hari ini, tidak dapat dinafikan ramai cendikiawan berbangsa Yahudi, dari segala bidang, Engineering, musik, saintis dan yang paling hebat ialah bidang perniagaan, dimana ia memang paling tersohor. Hampir tujuh puluh persen perniagaan di dunia dikuasai oleh kaum Yahudi, dari kosmetik, pakaian, pemakanan, senjata, perhotelan, perfileman diHollywood dan sebagainya. Kenapa tuhan memberi kelebihan kepada orang yahudi ? Apakah adasuatu proses yang mereka lakukan untuk mempersiapkan generasi unggul ? Akhirnya Dr. Stephen Carr Leon dari Universitas Massachute USA tergerak membuat tesis untuk pasca sarjana dengan judul ” Why The Jews So Smart ” ( Mengapa yahudi begitu cerdas ? ). Untuk pengetahuan pembaca penulisan tesis dilakukan dengan mengambil waktu hampir delapan tahun, ini kerana untuk mengumpulkan data-data yang setepat mungkin. Antara data-data yang dikumpulkan ialah faktor pemakanan, adat istiadat, agama, persiapan awal untuk melahirkan keturunan dan sebagainya.
Faktor pertama yang utama adalah bagaimana masyarakat Israel mempersiapkan generasi unggul yang dimulai dengan persiapan awal dalam melahirkan keturunan,. Di Israel, setelah seorang ibu mengetahui bahwa dirinya sedang mengandung, maka hal yang pertama kali dilakukan , sang ibu akan sering menyanyi dan bermain piano dan si ibu dan bapa akan membeli buku metamatik dan menyelesaikan soal-soal metamatik bersama suami. Stephen bertanya kepada temannya yahudi yang sedang mengandung mengapa dia sering membawa buku metamatik dan kadang-kadang akan bertanya kepada Stephen beberapa soal matematik yang beliau tak dapat menyelesaikanya.
Stephen bertanya kepada kawannya tersebut, apakah soal matematik ini untuk anak kamu? Yahudi tadi menjawab, “ Ya, ini untuk anak saya yang masih didalam kandungan, saya sedang melatih otak beliau, semuga ia menjadi genius apabila dewasa kelak”. Si ibu yahudi tadi akan terus menjawab soalan matematik tanpa merasa jenuh tanpa merasa jenuh sebab beliau membuat latihan metamatik agar nanti dapat melahirkan anak yang jenius.
Perkara lain yang menjadi perhatian riset tersebut ialah pemakanan si ibu yang sedang mengandung. Dalam masyarakat yahudi seorang ibu sejak awal mengandung beliau gemar sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu , dan untuk tengah hari makan utama beliau ialah roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kekacang. Menurut kajian sains, memakan ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan sedangkan memakan kepala ikan tidak baik sebab kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat merusakkan pengembangan dan penumbuhan otak anak didalam kandungan.
Tesis tersebut juga menyatakan bahwa diantara adat orang yahudi dan telah menjadi semacam kewajipan untuk ibu ibu yang sedang mengandung untuk minum pil minyak ikan. Menurut kajian tesis tersebut, setiap undangan makan orang yahudi gemar sekali memakan isi ikan ( fillet) dan biasanya jika di atas meja ada ikan, maka daging tidak akan sebab, menurut masyarakat yahudi, campuran daging dan ikan tak baik dimakan bersama-sama, dan sekali gus. Sedangkan Salad dan kacang , terutama hadam merupakan suatu kemestian di dalam setiap jamuan.
Perkara yang penting lagi ialah masyarakat yahudi akan memakan buah buahan terlebih dahulu sebelum memakan hidangan utama. Sebab itu menurut penulis, kita jangan terperanjat jika seseorang diundang kerumah orang Yahudi maka tetamu akan dihidangkan buah buahan terlebih dahulu. Menurut mereka, jika memakan hidangan nasi atau roti (nengandung karbohidrat ) terlebih dahulu baru kemudian memakan buah buahan, ini akan menyebabkan seseorang merasa ngantuk dan lemah dan payah untuk memahami pelajaran disekolah.
Demikian juga dengan rokok. Bagi masyarakat Israel, merokok adalah perbuatan yang diangap tercela dan pantang, sehingga apabila seseorang diundang makan dirumah orang Yahudi, jangan sekali kali merokok, sebab tanpa risih dan malu, mereka akan menyuruh tamu tersebut keluar dari rumah mereka dam merokok diluar rumah.
Masyarakat yahudi sangat percaya dengan bahaya rokok bagi kesehatan dan otak Sebab menurut riset yang dilakukan oleh para saintis di Universitas Israel, menemukan bahwa nikotin rokok dapat merosakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada genes. Ini bermakna menurut mereka, keturunan perokok bakal membawa generasi yg cacat otak yang dapat mengakibatkan bodoh atau malas.
Selanjutnya peneliti memperhatikan pendidikan taman kanak-kanak masyarakat yahudi Dalam sekolah tersebut, pemakanan anak anak dijaga dengan baik. Makanan awal ialah buah buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil lever) . Peneliti tersebut mendapatkan bahwa kanak-kanak yahudi sungguh bijak dan rata rata setiap anak didik diajartkan tiga bahasa yaitu bahasa Hebrew, bahasa Arab dan bahasa Inggeris. Anak –anak taman kanak-kanan tersebut selain dilatih berbahasa dengan tiga bahasa, mereka juga dilatih bermain piano dan violin, ini adalah suatu kewajipan.
Menurut masyarakat uyahudi, bermain musik dan memahami nota notanya dapat meningkatkan IQ kanak kanak dan sudah tentu bakal menjadikan anak itu memiliki otak cemerlang. Sebab menurut saintis yahudi, gegaran musik dapat merangsang dan memberikan senam untuk otak).
Seterusnya dalam pendidikan dasar, dari kelas 1 hingga kelas 6, anak anak Yahudi akan ditekankan untuk belajar metamatik yang berkonsepkan perniagaan. Oleh sebab itu tidak heran, di semua sekolah yahudi, pelajaran matematik dan ipa ( sains ) sangat diberi keutamaan dan perhatian serius. Dengan itu, maka segala pelajaran sosial akan dengan mudah dicerna oleh anak-anak yahudi.
Selain dari pelajaran matematik dan ipa, murid juga ditekankan dalam masalah olahraga. Dan olahraga yang diberi keutamaan ialah olahraga memanah, menembak dan berlari. Sebab menurut masyarakat yahudi, memanah dan menembak dapat melatih otak dalam mem fokus sesuatu perkara disamping mempermudahkan persiapan untuk bela negara dalam ketenteraan.
Selanjutnya penulis memperhatikan pendidikan di sekolah menengah. Murid – murid sekolah menengah ditekan dengan pelajaran sains. Malahan mereka digalakkan untuk mencipta produk dalam segala projek kelas mereka walaupun kadangkala kelihatannya lucu dan main-main,Mereka diupayakan membuat kreatifitas dalam pruduksi teknologi senjata, farmasi, kedokteran dan ilmu teknik,.Hasil kreatifitas, idea dan produk yang dihasilkan oleh murid sekolah menengah itu itu akan dibawa laboratarium di perguruan tinggi, seperti Politeknik dan Universitas.
Disamping teknologi, pendidikan memengah yahudi sangat memperhatikan masalah ekonomi dan perdagangan. Di tahun akhir di universitas, para mahasiswa dibidang ekonomi dan perdagangan ditugaskan untuk melakukan projek-projerk perniagaan dan mahasiswa tersebut akan lulus jika kelompok belajar mereka ( setiap kumpulan terdiri dari sepuluh mahasiswa ) dapat menjalankan perniagaan yang mendapat keuntungan sebanyak $US 1juta. Itulah kenyataan, bagaimana masyarakat yahudi mempersiapkan generasi sehingga tidak heran masyarakat yahudi menguasai bidang ekonomi, dan bisnis melalui jaringan bisnis masyarakat yahudi yang ada di seluruh penjuru dunia.
Para sarjana dan alumni perguruan tinggi, setelah menjadi alumni akan disarankan untuk mendaftar menjadi anggota kumpulan dan koperasi yahudi dan mereka akan segera mereka akan dibantu dengan memberikan pinjaman tanpa bunga agar mereka bisa berdikari. Jika seseorang itu alumni fakultas kedokteran, maka organiassi yahudi akan membantunya mendirikan rumah sakit dengan bantuan tanpa bunga. Demikian juga dengan profesi-profesi yang lain.
Dari tulisan diaats dapat dilihat bahwa masyarakat yahudi benar-benar berusaha dengan gigih mempersiapkan generasi yang ungul sejak dari masa kehamilan , sampai kepada masa sarjana. Sewaktu di dalam kehamilan, dipersiapkan oleh ibu dan orangtua mereka, dengan cara memproses makanan dan pendidikan sehingga setiap anak yang lahir mempunyai otak yang cerdas. Di sekolah dipersiapkan dengan pelajaran yang terpilih dan penekanan utama kepada kreatifitas dan produktivitas. Setelah sarjana, masyarakayt juga memberikan bantuan modal dengan peinjaman tanpa bunga. Dengan persiapan yang matang dari janin sampai dewasa itulah maka kita melihat hari ini masyarakat yahudi dapat menguasai dunia. Malahan apa yang mereka ajarkan ityu banyak mengambil dari hadis nabi, seperti ” ajarlah anak-anakmu dengan memanah, berenang, dan menunggangi kuda ”, demikian juga dengan hadis- hadis tentang makanan dan juga dengan hadis-hadi mengajarkan anak-anak alunan suara alQuran dan lain sebagainya. Fa’tabiru ya Ulil albaab.

Thursday, January 29, 2009

CINTA AGAMA DAN PENGORBANAN

CINTA AGAMA DAN PENGORBANAN
Bagi seorang muslim, agama merupakan satu-satunya jalan menuju kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Oleh sebab itu seseorang wajib mencintai agamanya lebih daripada cintanya kepada yang lain, sebagaimana dijelaskan Allah Taala dalam firmanNya : Katakanlah ( hai Muhammad ) : Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri kaum keluargamu, hata kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatir akan kerugiannya, rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan daripada jihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Alah mendatangkan keputusan-Nya . Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang yang fasiq “ ( QS. Taubah /9 : 24 ).

Dari ayat diatas dapat dilihat bahwasanya jika seseorang itu lebih mencintai dirinya, lebih mencintai anak-anaknya, lebih mencintai harta kekayaannya sehingga menghalangi dia untuk membelanjakan harta tersebut di jalan Allah, maka orang itu termasuk orang yang fasiq, dan mereka akan mendapat azab daripada Allah subhana wataala. Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa jika umat islam belum berani berkorban demi kepentingan agama, jika umat Islam masih lebih cinta kepada kehidupan dunia daripada mengorbankan hartanya untuk kepentingan dakwah dan perjuangan, maka umat islam pasti tetap kalah, dan tetap dalam keadaan susah dan menderita, karena umat Islam tetap dikuasai oleh musuh-musuhnya dalam segala bidang kehidupan. Ini merupakan sunnatullah, hukum Allah dalam kehidupan Jika umat islam masih lebih banyak menikmati kekayaan yang Allah berikan seperti daripada memberikan harta tersebut kepada jalan Allah, maka umat islam tidak akan mencapai kemenangan. Inilah yang terjadi pada hari ini dimana orangkaya muslim lebih suka membeli saham hotel, saham bank, saham tempat hiburan , daripada membantu perjuangan mujahidin Palestina, membantu orang miskin dengan memberikan modal usaha, membantu sekolah dan perguruan tinggi, mendirikan perpustaakaan dan laboratarium ruset. Maka jangan diharap umat Islam akan mencapai kemenangan.

Berani berkorban , dengan memberikan segala yang dimiliki untuk memperjuangkan agama Alah, untuk kepentingan umat merupakan syarat utama dalam sebuah perjuangan, dan merupakan bukti keimanan kepada allah subhana wataala. Inilah yang dinyatakan dalam surat Al kautsar : “ Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat kepada tuhanmu dan berqurbanlah. Sesungguhnya orang yang membenci kamu dialah yang terputus “ ( Qs. Al kautsar : 1-3 ). Ayat ini menegaskan bahwa musuh akan hancur, kebatilan akan sirna, jika umat islam sudah berani berkorban atas segala yang dimilikinya. Jika umat islam masih sayang dengan apa yang dimilinya, masih lebih mementingkan membuat rumah yang besar dan mewah daripada menbuat sekolah, perpustakaan, madrasah, maka musuh umat islam tidak pernah dapat dikalahkan oleh umat Islam. Ini sebagai pendidikan kepada kita bahwa suatu kebenaran harus diperjuangkan dengan biaya yang tinggi, suatu perjuangan memerlukan kepada pengorbanan. Jika englkau belum berani berkorban, maka musuhmu tidak akan pernah kalah,. Jika umat islam belum berani berkorban, maka musih tidak akan pernah terkalahkan, karena umat islam lebih cinta kepada harta.

Sejarah telah mencatat bahwa kemenangan umat islam di masa lalu tidak terlepas dari pengorbanan umat islam terdahulu. Sewaktu hijrah Abu bakar membawa seluruh kekayaannya sebanyak lima ribu dirham untuk dipergunakan dalam perjuangan bersama Rasulullah. Usman bin Affan berani berkorban seribu dinar untuk suatu perang , juga memberikan seribu ekor binatang tunggangan dan lima puluh kuda untuk perang tabuk, dan dalam perang yang lain Usman menyumbang sebanyak sembilan ratus lima puluh ekor unta dan tiga puluh ekor kuda. Abdurrahman bin Auf pernah berkorban sebanyak empat puluh ribu dirham, lima ratus kuda dan seribu lima ratus ekor unta untuk suatu peperangan. Sikap berkorban inilah yang menjadikan umat islam selalu mencapai kemenangan di masa Rsaulullah dan sahabat. Demikian juga sikap pengorbanan dari umat islam yang begitu hebat dengan membangun rumah sakit wakaf, perpustakaan wakaf, universitas wakaf, pusat riset wakaf, rumah anak yatim wakaf, jalan-jalan wakaf, dana bea siswa untuk mahasiswa, penulis, ulama, dan segala keperluan pendidikan dan riset yang begitu besar sehingga pada masa lalu umat Islam mencapai masa keemaasan dalam budaya, teknologi, ekonomi, politik dan ilmu pengetahuan seeprrti di Baghdad dan Andalusia.

Keislaman Abubakar merupakan kekuatan perjalanan Islam selanjutnya sebab beliau adalah sahabat yang paling banyak membantu perjuangan islam, baik dari pikiran, tindakan, harta kekayaan sampai kepada pengorbanan jiwa. Pada waktu umat islam ditindas, sebagaimana kisah Bulal bin rabah yang dianiaya dan dijemur di tengah terik matahari oleh Umayyah, maka Abubakar segera datang menjumpai Umayyah : “Umayyah, jangan kau siksa dia , da aku akan membelinya “. Umayah dengan sombongnya berkata ; ‘ Berapa engkau sanggup bayar ? “. Abubakar berkata : ‘ Aku akan membelinya berapa saja yang kamu pinta “. Umayah kemudian berinding dengan Abu jahal dan berkata : “ Setengah kilogram uang emas “. Tanpa tawar menawar lagi Abubakar segera membayar tebusan tersebut. Segera dia mendapatkan Bilal dan menyingkirkan batu bersama beberapa orang kemudian membawa pulang ke rumah Muhamad dan memerdekakannya. Setiap mendengar kaum muslimin yang disiksa oleh tuannya, maka Abubakar segera menjumpai tuan hamba sahaya yang mukmin itu dan segera menebusnya dengan berapa saja dan segera membebaskan mereka. Begitulah kesiapan pengorbanan Abubakar selala di makkah, membela dan membantu orang Islam daripada penderitaan dan tekanan hidup.

Sewaktu kaum muslimin diboikot di bani saqifah, Abubakar juga telah menghabiskan harta kekayannya untuk membantu kaum muslimin yang kelaparan. Sewaktu berhijrah menemani Nabi Muhammad ke Madinah, Abu bakar juga membawa persiapan uang sbanyak enam ribu dinar untuk membantu perjuangan nabi. Malahan beliau sangat gembira sebab terpilih sebagai orang yang ikut bersama nabi, dan beliau sudah siap untuk membela musuh dari segala rintangan musuh. Setelah sampai di madinah, beliau juga sahabat yang paling banyak membantu secara materi dalam medan peperangan, disamping beliau juga maju di garis depan dalam medan pertempuran. Pernah dalam suatu pertempuran, Abubakar mendermakan uangnya sebanyak empat puluh ribu dinar secara terang-terangan dan empat puluh ribu dinar lagi secara sembunyi-sembunyi, sehinga baliau tidak memiliki apa-apa dirumahnya, sebab semua hartanya telah diberikannya untuk membantu perjuangan Islam.

Dengan pengorbanan para sahabat itulah maka umat Islam pada zaman rasulullah mencapai kemenangan dalam setiap perjuangan. Demikian juga di waktu kejayaan Islam di Andalusia, dan Baghdad zaman Abasiyah, umat Islam dapat mencapai kemenangan sebab mereka memberikan pengorbanan harta untuk keilmuan dan riset, perpustakaan dan universitas lebih daripada bangsa yang lain. Jika sekarang umat Islam ingin mengembalikan kegemilangan dan kejayaan maka syarat utama perhatian, kecintaan dan pengorbanan umat Islam harus lebih dari bangsa lain.
Dalam Al Quran ada tiga bentuk infaq atau sumbangan pengorbanan. Pertama adalah sumbangan untuk membantu mereka yang memerlukan seperti faqir miskin, anak yatim dan lain sebagainya. Kedua adalah pengorbanan untuk jihad dan teknologi persenjataan. Ketiga adalah pengorbanan untuk perjuangan menjadi pemimpin dan pengausa , khalifah di muka bumi. Sayang selama ini kita jangankan pengorbanan untuk khalifah, dan jihad, untuk ekonomi umat saja masih kalah dengan umat lain, bagaimana mungkin kita dapat mencapai kekemangan? Apalagi dalam membangun teknologi persenjataan dan infrastruktur kekhalifahan.
Negara-negara barat menguasai sains dan teknologi hari ini, sebab kecintaan dan pengorbanan mereka terhadap sanin dan teknologi melebihi bangsa yang lain.Lihat saja perbandingan, Negara Islam memiliki 230 saintis bagi setiap satu juta orang, Amerika memiliki 4000 saintis, sedangkan Jepang memiliki 5000 saintis persatu juta orang. 57 negara Islam anggota OKI hanya memiliki 5000 universitas, sedangkan Amerika memiliki 5758 Universitas. Malahan menurut riset tahun 2006, tidak ada satupun universitas negeri Islam yang masuk dalam 500 terbaik di dunia. Padahal sunatullah menyatakan siapa yang lebih cinta dan banyak memberikan pengorbanan kepada sesuatu maka dia akan mendapatkannya. Jika para sahabat telah memberikan pengorbanan untuk kemenangan Islam, jika orang kaya Andalusia memberikan pengorbanan untuk kekhalifahan ilmu pengetahuan, apakah pengorbanan kita untuk umat islam hari ini..? Fa’tabiru Ya Ulil albab.

Wednesday, January 21, 2009

KEMULIAAN PALESTINA


Palestina, adalah bumi yang mempunyai sejarah tersendiri bagi umat Islam, dan juga bagi agama Kristen dan Yahudi. Bagi umat islam , kawasan Palestina adalah kawasan mulia sebab merupakan bumi para nabi. Banyak nabi yang dilahirkan, dibesarkan dan dimakamkan di bumi Palestina, seperti nabi Ibrahim, Nabi Ismail, Nabi Ishaq, Nabi Yakub, Nabi Syuaib,Nabi Daud, Nabi Sulaiman, Nabi Musa, Nabi Zakariya, Nabi Isa dan lain sebagainya. Selain para nabi, bagi umat Islam , bumi palestina adalah bumi para ulama, sebab sekian banyak ulama berasal, dilahirkan dari bumi Palestina, malahan sebagian menisbahkan dirinya dengan kawasan Palestina, seperti Imam Ibnu Hajar Al – Asqalani, berasal dari kota Ashkelon sekarang, Imam Ramli, berasal dari kota Ramlah, dan lain sebagainya.

Bumi palestina adalah bumi tempat masjid al Aqsha , masjid kedua setelah masjidil haram, sebagaimana dinyatakan dalam sebuah hadis dari Abu Dzar : rasululah pernah ditanya : Masjid apakah yang pertama dibangun di atas bumi ini ya Rasulullah ? Nabi menjawab : Masjidil haram. Sahabat bertanya lagi : Setelah itu masjid apa lagi ya Rasulullah ? Nabi menjawab : “ Masjid al Aqsha “. Hadis sahih riwayat Bukahri dan Muslim.

Bumi palestina juga merupakan tanah suci, sebab disana terdapat Masji al Aqsha yang merupakan masjid ketiga bagi umat Islam setelah Masjidil haram di kota makkah, dan Masjid Nabawi di madinah. Dalam hadis riwayat Thabrani disebutkan : “ Shalat di Masjid al haram sama dengan 100.000 kali shalat di masjid yang lain, kalau di masjidku (masjid nabawi –Madinah ) sama dengan 1000 kali shalat dimasjid yang lain, dan shalat di masjid al Aqsha sama dengan 500 kali shalat di masjid yang lain “. Dari hadis ini berarti kedudukan masjid al Aqsha di bumi Palestina, merupakan masjid ketiga dibandingkan dengan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Rasulullah saw juga menganjurkan untuk berkunjung ke Masjid al Aqsha dengan sabdanya : “ Janganlah kamu bersusah payah untuk bermusafir kecuali untuk menuju ketiga tempat yaitu : masjid Haram, Masjidku ini ( masjid Madinah ) dan masjid al Aqsha “. Hadis riwayat Bukhari dan Muslim.

Bumi Palestina juga merupakan bumi Isra dan Mikraj, sebab Rasulullah pada malam Isra dan Mikraj berangkat dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha sebagaimana dijelaskan dalam al Quran : “ Maha suci Allah yang telah menjalankan diwaktu malam hambaNya daripada Masjidil haram ke masjidil Aqsha yang diberikan keberkatan di sekelilingnya “ ( QS. Al Isra : 1 ).

Masjid al Aqsha juga merupakan kiblat pertama bagi umat islam setelah diwajibkannya shalat lima waktu, sebaagimana dinyatakan dalam sebuah hadis : ‘ Sesungguhnya Rasulullah saw sewaktu sampai di kota madinah, beliau telah berjumpa dengan saudara-saudara dari kalangan Anshar dan beliau shalat menghadap ke baitul Maqdis selama 16 atau 17 bulan “. Hadis riwayat Bukhari Muslim.

Bumi Palestina juga merupakan bumi tempat berjihad sampai hari kiamat, sebagaimana dinyatakan dalam sebuah hadis dari Abu Dharda : “ Penduduk negeri Syam ( negeri Syam yang dimaksudkan dalam hadis termasuk kawasan Palestina ) akan berterusan dalam jihad dan ribath ( berjaga-jaga ) dalam peperangan di jalan Allah “. Hadis diriwayatkan oleh Thabrani.
Demikianlah beberapa kajian dalam hadis tentang kemuliaan bumi Paletina, bagi umat islam. Hanya saja pada waktu ini sebagian bumi palestina tersebut yang merupakan milik keturunan Nabi Ibrahim alaishisalam telah dirampas oleh kelompok Yahudi Zionis. Pada tahun 1897n dalam konferensi Zionist pertama kali di Basle, Switzerland , memutuskan untuk merebut kembali bumi palestina, sebaagimana dinyatakan oleh Theodore Herzl ( pendiri gerakan Zionis ) dalam bukunya berjudul : “ Der Junder Staadt “ ( Negeri yahudi ). Alasan mereka bahwa bumi Palestina itu merupakan bumi yang telah dijanjikan oleh Tuhan untuk bangsa yahudi sebagimana dinyatakan dalam Perjanjian Lama Kitrab Genesis 12:7 yang menyatakan : “ Dan daripada keturunanmu ( Ibrahim ) akan kuberikan tanah ini “. Lebih hebat lagi batas tanah yang akan diambil oleh yahudi Zionis bukan hanya Palestina, tetapi dari Mesir sampai ke Iraq sebagaimana mengikut apa yang tertulis dalam Genesis 15 : 18 : “ Untuk keturunanmu Aku telah berikan tanah ini, dari sungai Mesir sehingga ke sungai Euphrates “.Oleh sebab itu jika kita melihat rencana Israel, mereka bukan saja akan menjajah Palestina, tetapi mereka akan mendirikan Negara Israel dari maser sampai ke Iraq, sesuai dengan wasiat dalam kitab suci mereka.

Bagi umat Islam, kita melihat bahwa kitab suci mereka telah banyak dirobah-robah sesuai dengan keinginan mereka oleh para rabbi mereka sebagaimana dinyatakan oleh kitab suci Al Quran : “ Diantara orang-orang yahudi itu mereka merobah-robah perkataan dari kedudukan semula “ ( QS. An Nisa : 46 ) . Sejarah mencatat bahwa setelah Nabi Sulaiman meninggal, maka Bani Israel terpecah belah, dan diijajah oleh kaum babylonia, kemudian dijajah oleh bangsa Romawi, kemudian berada di bawah kekuasaan Islam. Sejak itu bangsa Yahudi tidak mempunyai tempat, dan berpencar di seantero dunia. Untuk mengumpulkan mereka semua maka dibuatlah Gerakan Zionis dengan membuat rekayasa pembunuhan yahudi oleh rezim Hitler, agar dunia bersimpati dengan mereka, dengan target berdirinya Negara Israel pada tahun 1948, sebagai langkah awal untuk menguasai dari Mesir sampai ke Iraq.

Pakar sejarah menyatakan bahwa jika dalam Genesis dinyatakan bahwa bumi palestina itu untuk keturunan nabi Ibrahim, dan anak nabi Ibrahim adalah Ismail dan Ishaq, berarti itu bukan Bani Israel, tetapi bangsa Arab dari keturunan Ismail dan Ishaq. Sedangkan Bani Israel tersebut adalah keturunan anak-anak nabi ya’kub yang dua belas orang. Pada saat sekarang ini, menurut pakar Sejarah Arthur Koesler, bahwa kebanyakan bangsa Yahudi yang mendukung idea Zionisme dan kepulangan ke bumi Palestina bukanlah yahudi dari keturunan bani Israel , anak-anak nabi Ya’kub, tetapi yahudi dari kabilah Ashkenazi ( 705 daripada yahudi yang berada di bumi Palestina adalah dari keturunan yahudi Ashkenazi ) yang berasal dari bangsa Rusia Khazar yang telah memeluk agama yahudi pada abad ke-delapan.

Pada tahun 1948 Gerakan Zionis merealisasikan ide pembentukan Negara Israel dengan cara menjajah 78% daripada tanah palestina, dan mengusir bangsa palestina dari rumah-rumah mereka, kemudian dilanjutkan pada tahun 1967 merampas kembali 22% daripada tanah Palestina, dan menjadikan warga Palestina dibawah jajahan mereka. Mereka akan terus berusaha untuk menguasai seluruh bumi Palestina, dan menguasai masjid al Aqsa sebaagimana dikatakan oleh David Ben Gurion : “ Tiada arti Israel tanpa Jerusalem, dan tiada arti Jerusalem tanpa Kuil Yahudi ( yang akan dibangun di atas tapak masjid al Aqsha )”. Moshe dayan ( bekas menteri Pertahanan Israel ) berkata : “ Kita telah sampai di Urshalem dan dihadapan kita masih perlu untuk menguasai Yatsib ( madinah ) karena itu semua milik kaum yahudi “.
Baru-baru ini Zionist yahudi kembali menyerang Gaza, dengan alas an untuk menghentikan serangan Hamas, sehingga dalam penyerangan selama 22 hari tersebut mereka telah menewaskan 1300 orang Palestina, disamping ribuan yang luka-luka, menghancurkan 23 masjid, puluhan rumah sekolah dan rumah penduduk. Tujuan mereka sebenarnya bukanlah untuk menghentikan serangan Hamas, tetapi kembali menguasi Jalur Gaza, apalagi kawasan Gaza memiliki cadangan gas dan minyak. Serangan tersebut sebenarnya untuk melanjutkan misi penjajahan mereka terhadap ide membuat kerajaan Israel yang besar. Oleh sebab itu kewajiban umat Islam sedunia untuk mempertahankan bumi Palestina, sebab dengan mempertahankan bumi Palestina, berarti mempertahankan bumi para nabi, mempertahankan Masjid al Aqsha daripada kehancuran. Oleh sebab itu masalah Palestina bukan masalah kebangsaan, tetapi masalah umat Islam sedunia, dan kewajiban bagi umat Islam untuk membantu perjuangan muslim Palestina dalam mempertahankan Tanah suci umat islam sedunia. Siapapun kita jika sebagai muslim, sudah waktunya berpikir apa yang dapat kita lakukan untuk membantu mereka, sebab nanti Allah akan bertanya kepada kita di hari akhirat, sudahkah anda membantu saudaramu di Palestina> Fa’tabiru Ya Ulil albab.







Saturday, January 10, 2009

FATWA QARDHAWI TENTANG BOIKOT


Shaykh Yusuf Al Qaradawi(Egypt / Qatar)

"Each riyal, dirham …etc. used to buy their goods eventually becomes bullets to be fired at the hearts of brothers and children in Palestine. For this reason, it is an obligation not to help them (the enemies of Islam) by buying their goods. To buy their goods is to support tyranny, oppression and aggression."

20 Muharram 1423 AH
4 April 2002

Question: Are we allowed to buy items from Israeli sources, even though this money may be used to help the Jewish "war machine"?
Answer by Sheikh Yusuf Al-Qaradawi:
It is Jihad to liberate the Islamic lands from those who attack or conquer them. These are enemies of Islam. This Jihad is an absolute obligation and a sacred duty; firstly on the people of that land. If the Muslims of that land can't offer sufficientresistance, then Muslims of neighboring countries are obliged to assist. If this is still not sufficient then all the Muslims of the world must assist.
Palestine is the land of the first Qiblah of the Muslims, the land of Isra' and Mi`raj, the land of Al-Aqsa and the blessed territory. The conquerors are those with the greatest enmity to the believers, and they are supported by the strongest state on earth - the USA, and by the world Jewish community.
Jihad is obligatory against those who take land and expel the inhabitants, spill the blood, violate the honor, destroy the houses, burn the fields, and corrupt the land. Jihad is the first obligation of all obligations, and the first duty of the Ummah. Muslims are commanded to do this, first those from the land in question, after that their neighbors, and finally all Muslims. We must all be united against the aggressors. We are united in Islam, including unity of belief in the Shari`ah, unity of belief in the Qiblah, and also united in pain and hope. As Allah Almighty says: "Verily this Ummah of yours is one Ummah." (Qur'an, 21:92). Allah Almighty also says: "Surely the believers are a single brotherhood." (Qur'an, 49:10). There is a Hadith of the Prophet, peace and blessings be upon him, that states: "The Muslim is the brother to the Muslim, he can't oppress him, he can't give him up, he can't let him down." [Transmitted by Muslim].\

Now we see our brothers and children in Al-Aqsa and the blessed land of Palestine generously sacrificing their blood, giving their souls willingly in the way of Allah. All Muslims must help them with whatever power they have. (See the Noble Qur'an, 8:72).
If people ask in the name of religion we must help them. The vehicle of this support is a complete boycott of the enemies' goods. Each riyal, dirham …etc. used to buy their goods eventually becomes bullets to be fired at the hearts of brothers and children in Palestine. For this reason, it is an obligation not to help them (the enemies of Islam) by buying their goods. To buy their goods is to support tyranny, oppression and aggression. Buying goods from them will strengthen them; our duty is to make them as weak as we can. Our obligation is to strengthen our resisting brothers in the Sacred Land as much as we can. If we cannot strengthen the brothers, we have a duty to make the enemy weak. If their weakness cannot be achieved except by boycott, we must boycott them.
American goods, exactly like "Israeli" goods, are forbidden. It is also forbidden to advertise these goods. America today is a second Israel. It totally supports the Zionist entity. The usurper could not do this without the support of America. "Israel's" unjustified destruction and vandalism of everything has been using American money, American weapons, and the American veto. America has done this for decades without suffering the consequences of any punishment or protests about their oppressive and prejudiced position from the Islamic world.
The time has come for the Islamic Ummah to say "NO" to America, "NO" to its companies, and "NO" to its goods, which swamp our markets. We are eating, drinking, wearing and riding whatever America produces.

We must all be united against the aggressors. We are united in Islam, including unity of belief in the Shari`ah, unity of belief in the Qiblah, and also united in pain and hope. As Allah Almighty says: "Verily this Ummah of yours is one Ummah." (Qur'an, 21:92).


`Ali, may Allah be pleased with him, said: "You have three enemies; your enemy, the friend of your enemy, and the enemy of your friend". The USA today is more than friends to our enemy; they would destroy themselves for Israel. The world wide Muslim Ummah numbering 1.3 billion, could cause pain to the USA and its companies by boycotting them. This is an obligation of our religion, and the way of Allah. Every Muslim that buys "Israeli" or American goods, when there is an alternative from other countries is committing a haram act. They are clearly committing a major sin, which is a crime against Allah's law, which invokes punishment from Allah, and the contempt of the people.
Our brothers in "Israel" and America are forced to deal with them and buy their products. Allah does not ask you to do what you can't do; only what you can. Allah says: "Fear Allah as much as you are able." (Qur'an, 64:16).
The Prophet, peace and blessings be upon him, said: "If I order you to do something, do however much you can". Muslims in America must work with companies who are least hostile to Muslims, least allied to the Zionists. Boycott Zionist companies as much as you can.
Arabs and Muslims must boycott all companies that are biased towards Zionism and support Israel, whatever the national origin of that company (e.g. Marks and Spencer), and anyone like this who supports the Zionists and helps the "Israeli" state. The boycott is a very sharp weapon, used in the past and recently. It was used by the pagans in Makkah against the Prophet Muhammad, peace and blessings be upon him, and his companions. It caused great harm to them; they even had to eat leaves. It was also used by companions of the Prophet, peace and blessings be upon him, to fight against the pagans in Madinah. In recent times we saw nations use boycotts in their struggle for the liberation from colonialism. A famous example is Gandhi who asked the vast Indian nation to boycott English goods, which was very effective. A boycott is in the hands of the nation and masses alone. Governments can't force people to buy goods from a particular country. Let us use this weapon to resist our national and religious enemy, and make them know we are still alive, and that this Ummah will not die, God willing. The boycott has many different effects; it renews the education of the Ummah in how to liberate themselves from enslavement to other people's taste. They encourage us to be addicted to these things of no benefit, indeed they cause us harm. The boycott is a demonstration of Muslim brotherhood and unity of the Ummah. It is our duty to say we are not going to betray our brothers, who make sacrifices every day. We will not participate in making profits for our enemy. This boycott is a lesser resistance, which will help the greater resistance carried out by our brothers in the land of Messengers, and the fortified frontier of Jihad. If every Jew in the world thinks himself a soldier, supporting Israel as much as he can, surely every Muslim using his very soul and wealth is a soldier to liberate Al-Aqsa. The least [the Muslim] can do is boycott his [the enemies'] goods. Allah says: "Oh you who believe, you are protectors of each other. If you don't do this there will be great division and corruption.

Our sisters and daughters, who control the houses, have a role to play in this matter, which may be more important than the role of the man, because women supervise the needs of the house, and buy what must go inside the house. She is on hand to guide the boys and girls. She plants the Jihadic spirit in the children, and educates them in what they must do for their Ummah and its causes, and what they must do to the Ummah's enemies, especially in the area of boycott. When the children understand this they will carry on the boycott enthusiastically, and later will lead the parents.


If the consumer buying Jewish or American goods is committing a major sin, surely the merchant buying these goods and acting as an agent is the greatest sinner. Even if the company works under a different name, they know they are deceiving people. The Muslim Ummah all over the world is being asked to demonstrate its existence, and show its desire to protect what is sacrosanct. The Islamic Ummah must know who are its allies, and who are its enemies. The Ummah is forbidden to give in to weakness, and depression, and accept the tyrannical peace, which the Zionists want to impose.
Allah says: "Don't be humiliated and ask for peace, while you are on the Uppermost and Allah is with you." [Qur'an, 47:35]. Our sisters and daughters, who control the houses, have a role to play in this matter, which may be more important than the role of the man, because women supervise the needs of the house, and buy what must go inside the house. She is on hand to guide the boys and girls. She plants the Jihadic spirit in the children, and educates them in what they must do for their Ummah and its causes, and what they must do to the Ummah's enemies, especially in the area of boycott. When the children understand this they will carry on the boycott enthusiastically, and later will lead the parents.
I ask all the believers in Allah, Christians and others, and all the free and noble people in the world to stand beside us, and support the right and truth against falsehood, and justice against injustice. Help to victory the weak, who are being killed every day in the way of Allah, protecting the Noble Sanctuary.
Also, I request the workers of the Arab and Muslim countries around the world to support the Palestinians in the their just cause, and show their anger by demonstrating against the powerful tyrants, by disturbing their businesses as much as they can. Finally I ask the wise, reasonable and experienced in every country to organize cells to build a boycott, to create alternatives and avoid the negative things, and carry on educating the masses, until the word of truth is raised up and falsehood is destroyed. Surely it will perish.
"Say 'work', surely Allah will see your work and His Messenger and the believers, you will return to the Unseen world and witness, and you will know what you were doing."
"This Fatwa is based on the proofs of the Book and Sunnah and Consensus of the Ummah." Allah Almighty knows best.

FATWA BOIKOT

Setelah melaukan demontrasi dan long-march anti Israel, beberapa demontran melepas dahaga dengan meminum air mineral Aqua. Dengan demikian secara sadar atau tidak sadar demontrans tadi telah menyisihkan sebagian hartanya untuk menyokong tangan-tangan yahudi Israel, sebab perusahaan DANONE, produsen susu, permen, biskuit, wafer dan bahan makanan yang mempunyai badan Riset dan Pengembangan di Israel. Loyalitasnya penuh untuk kepentingan Israel. Salah satu produknya di Indonesia adalah air mineral dengan merk AQUA.
Demikian juga dengan wanita sebelum berangkat demontrasi jika memakai produk-produk kecantikan LOREAL naka tanpa sadar dia telah menyokong tangan-tangan kotor para Yahudi, sebagai contoh produk LOREALsebab sahamnya sebanyak 35 % dijual kepada perusahaan Interbeauty milik Israel. Hasil-hasil produksinya menjadi merk terkenal seperti GIORGIO ARMANI, REDKEN AVENUE, VICHY laboratoires, La Roche Posay, Ralph Lauren, MAYBELLINE, BIOTHERM, Helen Rubinstein, Garnier.
Anak-anak kita pun kita berikan produk-produk Yahudi. Sebagai contohnya kita tidak ragu untuk memberikan produk-produk NESTLE, perusahaan yang berpusat di SWISS dan memproduksi bahan-bahan makanan menjadi salah satu perusahaan yang sangat membantu Yahudi dalam setiap aksinya. Perusahaan raksasa yang mempunyai cabang hampir di seluruh negara di dunia ini mempunyai tak kurang dari 17 laboratorium riset dan pengembangan (R&D). Diantara laboratorium yang terpenting ada di Israel. Operasinya khusus untuk mengembangkan makanan yang sesuai dengan Syari'at Yahudi. Dan sebanyak 50 % sahamnya dipegang oleh orang-orang Yahudi.
Dengan membeli barang produk perusahaan yang mempunyai hubungan dengan yahudi, berarti secara tidak langsung telah membantu mereka membeli peluru untuk membunuh rakyat Palestine. Menurut Qardhawi, salah satu bentuk dukungan konkret bagi perjuangan rakyat Palestina adalah dengan mengembargo/memboikot total produk Israel dan AS. Sebagai Ketua Ulama Sedunia, Yusuf Qardhawi berfatwa, "Satu riyal (mata uang Arab) yang Anda keluarkan untuk membeli produk Israel dan AS, sama dengan satu peluru yang akan merobek tubuh saudara Anda di Palestina." Oleh sebab itu Duta besar Palestina, Faris Nafe Mehdawi, mengatakan bahwa memboikot produk-produk yahudi dan Amerika adalah merupakan langkah yang sangat realistis sekaligus salah satu perlawanan yang damai. Boikot ini harus dilakukan secara luas. Baru-baru ini, sejumlah tujuh puluh ulama telah mengeluarkan fatwa wajib bagi umat Islam untuk memboikot segala barang yang dikeluarkan ooleh perusahaan yang punya hubungan dengan Yahudi.

Fatwa: Wajib Memboikot Barang-barang dan Produk-produk Amerika danIsrael
Segala puji bagi Allah yang telah mewajibkan hamba-hamba-Nyamemerangi orang-orang kafir dengan jiwa dan hartanya. Allah telahmemberikan kabar gembira kepada mereka kemenangan dan kemuliaan, Diaberfirman : ” Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan(perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka danmenolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yangberiman, (Qs. At Taubah, 9: 14).Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Rasulullah SAW yangtelah bersabda, "Perangilah orang-orang musyrik itu dengan harta,jiwa dan lisan kalian." Shalawat dan salam juga semoga tercurahkepada keluarga dan para sahabatnya.
Wahai kaum muslimin, tak tersembunyi dari kalian apa yang menimpaumat kita belakangan ini. Konspirasi negara dzalim Amerika danganrezim Imperialis Yahudi-Israel telah merampas tanah suci kita,membantai anak-anak kita di bumi Palestina, mengepung rakyatnya danmemaklumatkan perang kepada mereka di semua media visual ataupunaudio lewat legalitas internasional yang mereka klaim.Oleh karena itu, wajib bagi umat Islam tampil berperan utnukmenghadapi persoalan umat ini dengan menggunakan berbagai saranayang mungkin, terutama aksi pemboikotan barang-barang dan produk-produk Amerika dan Israel. Hal demikian itu didasarkan pada:
Pertama, firman Allah SWT., ” Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapamenjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yangzalim. (Qs. Al Mumtahanah, 60: 9)
Kedua, persetujuan Rasulullah SAW. pada Tsumamah ketika dia berkatakepada orang-orang Quraisy, ” Demi Allah, tidak akan sampai kepada kalian sebiji gandum pun sehingga Rasulullah SAW. Mengizinkannya”.
Ketiga, Allah SWT. berfirman, "Dan (bagi) orang-orang yang apabilamereka diperlakukan dengan zalim mereka membela diri. (Qs. AsySyura, 42: 39).

Kita semua tahu bahwa Israel, dan Amerika telah banyak berbuatkedzaliman dan mengembargo negeri-negeri Islam dan kaum muslimin,teriakan dan tangisan anak-anak, rintihan orang-orang sakit, ratapanpara wanita dan ribuan mayat yang tewas tidak bisa mengetuknuraninya.
Keempat, konsensus para ulama' yang mengharamkan pemberian manfaatbuat orang-orang kafir harbi (yang memerangi umat Islam).Menyatakan, haram hukumnya bagi setiap Muslim membeli barang-barangdan produk-produk Amerika Serikat dan Israel dan perusahaan yang berhubungan dengan yahudi., baik berupa produk-produk minuman, gas bumi dan sejenisnya, produk-produk makanan,pakaian, elektronik dan sebagainya. Barang siapa yang melakukantransaksi berarti membela dan menolong orang-orang kafir, membantumereka mendzalimi saudara-saudaranya kaum muslimin; dia telahmelakukan kesalahan dan dosa besar.
Sebelum dan sesudahnya kami ucapkan alhamdulillah, shalawat dansalam semoga tercurahkan kepada junjungan kita, Muhammad SAW,keluarga dan para sahabatnya.
Yang menandatangani fatwa ini adalah:1. Syaikh Muhammad Fadhil Al Taqlawi, mantan Ketua JamaahAnshar As Sunnah Al Muhamadiyah, Sudan.2. Syaikh Ahmad Muhammad Ali Al Thuraifi, Ketua Dewan Fatwa danKajian di Universitas Al Quranul Karim3. Syaikh Ahmad Dr. Muhammad Utsman Shalih, DirekturUniversitas Islam Umdarman dan Sekjen Majlis Ulama Sudan.4. Syaikh Prof. Dr. Ahmad Ali Al Arzaq, Wakil DirekturUniversitas Islam Umdarman Sudan.5. Syaikh Ash Shadiq Abdullah Abdul Majid, Muraqib Am Al IkhwanAl Muslimin, Sudan.6. Syaikh Dr. Ismail Al Beliy, Ketua Majlis Ulama Sudan.7. Syaikh Prof. Dr. Al Khadhar Abdul Rahim, Dekan FakultasUshuludin Universitas Islam Umdarman.8. Syaikh Prof. Hasan Hamid, Wakil Ketua Dewan Fatwa dan KajianUniversitas Al Quranul Karim9. Syaikh Dr. Al Hibr Yusuf Nur Al Daim, Ketua Dewan PengajaranMajlis Nasional Sudan.10. Syaikh Jalaludin Al Murad, Ketua Malis Tinggi Dakwah, Haji danWakaf Sudan11. Syaikh Kamal Utsman Rizq, Khatib Masjid Jami' Agung Qurthum.12. Mr. Muhammad Ibrahim Muhammad, Wakil Sekjen Majlis Ulama' Sudan.13. Syaikh Prof. Dr. Abbas Mahjub, Direktur Pusat Universitas AlQuranul Karim untuk Cabang Puteri.14. Syaikh Al Amin Al Haj Muhammad, Dosen Universitas InternasionalAfrika.15. Dr. Suad Al Fatih, Anggota Majlis Nasional Sudan16. Syaikh Abdul Rahim Abul Ghaits, Direktur Institut Al QuranulKarim di Umdarman.17. Syaikh Dr. Al Qurasyi Abdul Rahim, mantan Dekan FakultasSyariah Universitas Al Quranul Karim.18. Syaikh Sulaiman Utsman Abu Naro, Amir Jamaah Al Ikhwan AlMuslimin, Sudan.19. Syaikh Abdul Khalil Al Nadzir Al Karuri, Ketua Jam'iyah AlIshlah wal Musawah Sudan.20. Dr. Fathimah Abdul Rahman, Dosen Universitas Al Quranul Karim.21. Syaikh Dr. Kamal Abid, Direktur Islamic Center Afrika22. Syaikh Dr. Ismail Hanaafi, Dekan Fakultas Syariah UniversitasInternasional Afrika23. Syaikh Husain Asyisy, Khathib masjid Al Firdaus di Umdarman24. Syaikh Muhammad Al Amin Ismail, Khathib Masjid Al Fath diShafahah25. Syaikh Dr. Abdullah Az Zubair, Dosen Universitas Al QuranulKarim26. Syaikh Dr. Mubarak Rahmah, mantan Dekan Fakultas UshuludinUniversitas Islam Umdarman27. Syaikh Prof. Dr. Muhammad Abdul Ghafar, Dosen UniversitasQurthum28. Syaikh Dr. Sa'ad Ahmad Sa'ad, Sekjen Badan Penyantun PenerapanSyariat Islam, Sudan.29. Syaikh Muhammad Hasan Thanun, Ketua Dewan Pengurus Jam'iyahAnshar30. Dr. Umar Yusuf Hamzah, Dosen Universitas Islam Umdarman31. Syaikh Hamad Al Fadini, Ketua Urusan Aqidah dan Dakwah32. Syaikh Muhammad Abdul Karim, Khathib Masjid Majma' Islami diJerif Barat33. Syaikh Musa'identivikasi Basyir Ali, Khathib Masjid Agung Umdaum34. Syaikh Dr. Ala'uddin Az Zuki, Dosen Universitas Qurthum35. Syaikh Dr. Abdullah Abdul Hay, Ketua Urusan KemahasiswaanUniversitas Al Quranul Karim36. Syaikh Dr. Abdul Hay Yusuf, Ketua Jurusan Peradaban IslamUniversitas Qurthum37. Syaikh Dr. Umar Abdul Ma'ruf Ali, Universitas Islam Umdarman38. Syaikh Dr. Al Abid Muadz, Dekan Fakultas Syariah Universitas AlQuranul Karim39. Syaikh Mudatsir Ahmad Ismail, Khathib Masjid Al Arqam di Al HajYusuf40. Syaikh Dr. Yusuf Al Kudah, Dosen Universitas El Nilain41. Syaikh Dr. Shalih Al Taum, Dosen Universitas Qurthum42. Syaikh Al Abid Abdul Wahab, Dosen Universitas Qurthum43. Syaikh Ibrahim Al Dharir, Anggota Dewan Fatwa dan KajianUniversitas Al Quranul Karim44. Syaikh Dr. Ali Ulwan, Dekan Fakultas Syariah UniversitasNasional Al Ribath45. Syaikh Ahmad Hasan Muhammad, Ketua Jurusan KomunikasiUniversitas Internasional Afrika46. Syaikh Dr. Mahmud Sulaiman Jadin, Dosen Universitas Al QuranulKarim47. Syaikh Fadhlullah Ibrahim Thaha, Dosen Universitas Al QuranulKarim48. Syaikh Akin Mawil, Anggota Majlis Ulama' Sudan49. Syaikh Dr. Adil Thahir, Universitas Islam Umdarman50. Syaikh Amad Bakri Abu Hiras, Da'i51. Syaikh Nazar Muhammad Utsman, Ketua Dewan Penasehat52. Syaikh Dr. Izzuddin Ibrahim, Dekan Fakultas Syariah UniversitasAl Quranul Karim Cabang Juba53. Syaikh Utsman Abdul Razaq, Perintis Majlis Ulama' Sudan54. Syaikh Ibrahim Al Arzaq, Universitas Islam Umdarman55. Syaikh Dr. Ahmad Shadiq Basyir, Dosen Universitas Al QuranulKarim56. Syaikh Jamal Thahir Hasan, Khathib Masjid Banet Timur57. Syaikh Athiyah Muhammad Hasan, Anggota Majlis Ulama' Sudan58. Syaikh Khalid Ramadhan, Khathib Masjid Al Mustaghfirin59. Syaikh Umar Abdul Qadir, Televisi Qurthum60. Syaikh Daf'ullah Muhammad Hasan, Imam dan Khathib Masjid AlDzakirin di Riyadh61. Syaikh Yahya Abdullah, Imam dan Khathib Masjid Al Mansyiyah62. Syaikh Muhammad Sayid Haj, Imam dan Khathib Masjid ats Tsaurah63. Syaikh Dr. Ibrahim Ali Muhammad, Universitas Islam Umdarman64. Syaikh Bakri Mikyal, Khathib Masjid Mikyal65. Syaikh Abdul Ilah Muhammad Ahmad Namr, Da'i66. Syaikh As'ad Abdul Karim, Imam dan Khathib Masjid Majma' AlFurqan67. Syaikh Dr. Adil Aliyullah, Universitas Islam Umdarman68. Syaikh Taj Thalab, Imam dan Khathib Masjid Boretzudan69. Syaikh Dr. utsman Ali Hasan, Dosen Fakultas Syariah UniversitasKatar70. Syaikh Ali Aba Shalih, Imam dan Khathib Masjid Muraba' Wahid diHaj Yusuf.
Menurut situs www.inminds.co.uk dan situs www.muslimcoctumer.com diantaranya barang-barang perusahaan yang berhubungan dengan yahudi adalah :1. Makanan Fast Food- Mc Donald's- KFC2. Minuman, makanan- Coca-cola- Dr. Pepper- Fanta- Sprite- Schweppes- Lilt- Fruitopia- Sunkist- Kia Ora Fruit Squashes3. Makanan Snack- Buitoni- Danone- Perrier- Libby's- Maggi- Nestlé- Shreddies cereal- Nestlé KitKat- Vittel4. Tissu- Kimberly-Clark- Kotex- Huggies- Kleenex5. Cosmetics, Body Care- Biotherm- Sanex- Garnier- Clinique- Helena Rubinstein (HR)- L'oréal Paris- Origins Natural Resources- Maybelline- La Roche-Posay- Redken 5th Avenue NYC- Vichy- Johnson & Johnson- Revlon- Brylcreem6. Perfumes, Fashion, Cosmetics- Boss (Hugo Boss)- Calvin Klein- Lancôme Paris- Giorgio Armani- Estée Lauder- Tommy Hilfiger- Donna Karan New York (DKNY)- Ralph Lauren7. Pakaian- Aramis- Prescriptives- La Mer- Bumble and Bumble- Jo Malone- Kate Spade- River Island- GAP- JC Penney- Timberland- J. Crew8. Pakaian Olahraga- Champion- Outer Banks9. Barang rumah tangga- Ambi Pur- Kiwi (shoe care)- Sara Lee10. Warung teh dan kopi- Douwe Egberts- Maison Café- Superior Coffee- Pickwick- Piláo Café- Starbucks Coffee11. Alat teknologi- ICQ- AOL- Nokia- IBM- Intel12. Media, Filem,.- Sky TV Network- 20th Century FOX- Star TV Network- National Geographic Channel- The Weekly Standard- New York Post- News of the World (UK)- The Sun (UK)- The Times (UK)- The Daily Telegraph (Australia)- Harper Collins- Nursery World- Disney- TIME Magazine- CNN13. Pakaian dalam- DIM- Victoria's Secret- Banana Republic- Structure- Pryca- Lindex- Playtex- Auchan- Just My Size- Hema- Wonderbra- Bali- Hanes- L'eggs- Lovable- Nur Die- Gossard14. PasarRaya Shopping Complex- Carrefour- Tschibo- Marks & Spencer- Selfridges & Co.- The White Barn Candle Co.- Mast Industries Inc.- Express- Structure- Henri Bendel- Intimate Brands Inc.- The Limited- New York & Company- Lerner New York15. Home Depot- Expo Design Centers- Georgia Lighting- Villager's Hardware- Maintenance Warehouse- The Home Depot- Apex Supply CompanyInsya allah, dengan memboikot barang-barang ini semua, maka Israel akan menghentikan serangannya kepada rakyat Palestine, dan ini lebih efektif daripada demontrasi. Sedah waktunya seluruh umat Islam memboikot segala produk sebagai bagian dari jihad melawan kejahatan Israel. Fa’tabiru Ya ulil albab. ( Muhammad Arifin Ismail ).

SUNNATULLAH PERLAWANAN ( TADAAFU')


Sejak awal dakwah islam tersebar di kota Makkah, maka kaum Quraisy melakukan penyiksaan, penindasan, kepada setiap orang yang beriman. Walaupun demikian, kaum muslimin terus bertambah, sehingga kaum kafir Makkah terus menyiksa dan menindas, malahan setelah bermusyawarah di Darun Nadwah kaum kafir memutuskan untuk membunuh Rasulullah. Untuk menyelamatkan Rasulullah dan pengikutnya, Allah memerintahkan kaum muslimin untuk hijrah ke Madinah. Setelah kaum muslimin berhijrah ke Madinah, kaum kafir Makkah tetap juga berusaha untuk menyerang kaum muslimin. Jika penyerangan itu dibiarkan maka mereka akan terus menerus menyerang kaum muslimin. Untuk menghentikan penyerangan orang kafir tersebut, maka umat Islam harus mengadakan perlawanan, sebab jika tidak ada perlawanan , dan terus bersabar, maka penyerangan dan kehancuran agama akan terjadi. Untuk itu umat Islam perlu memakai sunatullah “tadafu’” yaitu perlawanan harus dilakukan dengan usaha dan ikhtiar. Tadafuu’ bermakna menolak sesuatu , maka untuk menghentikan penyerangan diperlukan usaha untuk menolak penyerangan tersebut dengan perlawanan. Dengan perlawanan yang dilakukan dengan sekuat tenaga dan mengarahkan segala daya upaya barulah pertolongan Allah akan tercapai sehingga umat Islam terhindar dari kehancuran akibat penyerangan kaum kafir. Itulah sebabnya dalam al Quran dinyatakan : “ telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena Sesungguhnya mereka telah dianiaya. dan Sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu, ( QS. Al Haj : 39 ) yaitu orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: "Tuhan Kami hanyalah Allah". dan Sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid- masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha kuat lagi Maha perkasa “ ( QS. Al Haj : 40 ).

Ibnu Kasir dalam tafsirnya menyatakan bahwa inilah perintah pertama kali kepada umat Islam untuk melakukan perlawanan terhadap serangan kaum kafir. Ayat 39 menyatakan bahwa Allah telah memberikan izin kepada kaum muslimin untuk melakukan peperangan sebab mereka telah dianiaya oleh kaum kafir. Ayat 40 menyatakan bahwa sebagai bukti penganiayaan mereka telah mengusir kaum muslimin Makah sehingga mereka berhijrah ke Madinah tanpa alas an yang dapat dibenarkan. Kaum muslimin diusir karena mereka beriman kepada Allah. Oleh sebab itu dibenarkan perang sebab jika kebatilan tersebut tidak ditolak dengan perlawanan maka kaum kafir tersebut akan menghancurkan segala sesuatu seperti tempat ibadah dan membunuh orang-orang yang sedang berzikir. Maksudnya jika serangan orang kafir itu tidak dilawan maka orang kafir itu akan menghancurkan seluruh bangunan dan manusia yang ada di kawasan tersebut. Orang beriman tidak boleh diam melihat itu semua, atau hanya bersabar dengan sikap kaum kafir, tetapi harus saling Bantu membantu memberikan perlawanan dengan segala usaha dan ikhtiar.

Dalam tafsir Durarul Mansur karangan Imam Suyuthi disebutkan bahwa makna “ Kalaulah kamu tidak menolak “ menurut Ibnu Yazid adalah kalau kamu tidak melakukan peperangan dan perjuangan jihad, maka kaum kafir akan menghancurkan semua rumah badah dan membunuhmu semuanya. Sahabat Mujahid menyatakan bahwa perlawanan tersebut harus dilakukan oleh seluruh kaum muslimin untuk melawan setiap penyerangan dari orang kafir. Oleh sebab itu Ibnu Kasir menyatakan bahwa jika kaum muslimin tidak memberikan perlawanan terhadap serangan kaum kafir, maka mencegah bahaya yang menimpa kaum muslimin yang lain dengan ikhtiar yang sesuai dengan sebab-akibat, maka serangan orang kafir akan menghancurkan bumi dan setiap yang kuat akan menghancurkan yang lemah. Untuk itu semua seluruh kaum muslimin wajib melakukan segala usaha melawan serangan tersebut.

Ikhtiar dan usaha yang dilakukan untuk menolong kaum muslimin yang lain itu merupakan syarat datangnya pertolongan Allah, sebagaimana dinyatakan dalam akhir ayat “ Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong agamaNya”. Artinya pertolongan Allah tidak dating dengan mukjizat, dengan berdiam diri, dengan pasrah , dengan demontrasi, dengan mengecam dan lain sebagainya, teapi pertolongan Allah hanya dating jika kaum muslimin seluruh dunia menolong saudaranya yang didzalimi tersebut dengan segala kemampuan yang ada. Politisi muslim menolong dengan kekuasaan politik. Negara muslim menolong dengan mengirimkan tentera menolong Negara muslim yang lain. Konglomerat muslim menolong dengan harta kekayaan. Pemuda muslim menolong dengan tenaga dan jiwa. Ini baru namanya perlawanan, bukan hanya dengan mengecam dan demontasi tanpa aksi. Dalam sebuah hadis dinyatakan bahwa : “ Hendaklah kamu melakukan amar makruf dan mencegah daripada kemungkaran, dan jika kamu tidak melakukannya maka orang yang jahat akan menguasai kamu, dan kamu berdoa kepada Allah maka doa kamu itu tidak akan dimakbulkan “. Dalam hadis yang lain juga disebutkan : “ Wahai Manusia, Allah menyuruh kamu melakukan amar makruf dan mencegah dari kemungkaran sebelum kamu berdoa kepadaNya, dan jika kamu tidak melakukannya maka doa kamu tidak akan dikabulkan “. Dari hadis ini dapat dismpulkan bahwa doa kaum muslmin untuk meminta pertolongan tidak dikabulkan sebelum mereka melakukan aksi amar makruf dan mencegah dari kemungkaran.

Teori Tadafu’ ini juga dinyatakan oleh Al Quran dalam kisah nabi Daud melakukan ikhtiar dan usaha untuk mengalahkan Jalut disaat semua Bani Israel berdiam diri, akhirnya adanya perlawanan dari nabi Daud, maka Jalut yang selama ini ditakuti dapat dikalahkan.” mereka (tentara Thalut) mengalahkan tentara Jalut dengan izin Allah dan (dalam peperangan itu) Daud membunuh Jalut, kemudian Allah memberikan kepadanya (Daud) pemerintahan dan hikmah (sesudah meninggalnya Thalut) dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya. Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebahagian umat manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam “ ( QS. Al Baqarah : 251-252)

Sejarah Daud menyatakan bahwa dengan perlawanan dan perjuangan barulah kedzaliman dapat dimusnahkan. Oleh sebab itu umat Islam wajib melakukan perlawanan dengan segala upaya dalam menghadapi serangan Israel kepada umat Islam di Palestina dalam beberapa hari ini. Jika umat Islam berdiam diri sahaja, sibuk dengan kehidupan dunia, dan tidak peduli dengan keadaan mereka, hanya mengecam dan demintrasi itu tidak akan memberikan kemenangan. Imam Fakhrurazi dalam tafsir al Kabir menyatakan bahwa : “ Jika seandainya umat Islam berdiam diri melihat serangan yang terjadi kepada kaum muslimin yang lain, atau tidak melakukan sesuatu untuk menolong kaum muslimin yang lain dari serangan orang kafir, maka mereka telah berkhianat dengan amanah Allah dan telah kufur dengan nikmatNya.

Jika orang kafir ingin menghancurkan negara Islam dengan dakwaan memiliki reactor nuklir, maka seluruh negara kafir akan mengirimkan tentera untuk membela Amerika sebagaimana terjadi di Afghanistan dan Iraq walaupun dakwaan mereka tidakj terbukti, atau melakukan embargo ekonomi seperti yang terjadi dengan negeri Sudan dan Libya. Sewaktu sekian ribu umat Islam di Palestina dibunuh dan dibantai oleh Israel, Negara Islam berdiam diri, paling-peling demointrasi, padahal sebagaimana dinyatakan oleh Koran Israel : “ biarkan mereka berdemontrasi, kita serang terus, nanti setelah hancur, mereka juga tidak berdemointrasi lagi, dan kita telah menang, paling lama kebencian mereka hanya berkisar tiga bulan, setelah itu dunia islam akan diam kembali “. Malahan lebih parah lagi, jika demontrasi anti Amerika setelah itu minum cocacola, artinya akibat demontasi malah menguntungkan ekonomi mereka. Oleh sebab itu sudah waktunya demontrasi ditindaklanjuti dengan aksi embargo ekonomi, embargo politik, dan pengiriman tentera dan pasukan jihad sebagaimana yang dinyatakan dalam sunatullah tadafu’, sebab itu merupakan syarat kemenangan. Fa’tabiru Ya Ulil albab. ( MuhammadArifin Ismail ).



Saturday, December 6, 2008

Sunatullah Kemenangan

SUNATULLAH KEMENANGAN

Jika si A bekerja selama delapan jam, dan si B ingin mengalahkan prestasi si A, maka si B harus bersungguh-sungguh dalam bekerja, bahkan lebih daripada itu dia harus dapat berkorban waktu dimana jika si A bekerja 8 jam, maka dia harus bekerja lebih lama satu atau dua jam, sehingga prestasi kerja si B akan lebnih unggul daripada prestasi si A. Ini merupakan sunnatullah dalam setiap kemenangan. Kunci kemenangan adalah bekerja dengan kesungguhan, dan berani berkorban. Dengan kesungguhan dan kesediaan diri berkorban itulah seseorang dapat mengalahkan musuh, lawan, godaan dan tantangan, sehingga dia dapat mencapai prestasi khalifah di muka bumi. Inilah sebenarnya pesan yang tersirat daripada ayat-ayat dalam surah Al kaustar : ” Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu al kautsar, maka dirikanlah shalat kepada Tuhanmu, dan berkorbanlah. Sesungguhnya dengan hal demikian musuh engkau akan hancur binasa ” ( QS. Al kautsar : 1-3).

” Inna A’thainaaka Kal Kausar ” diartikan ” Sesuungguhnya Kami ( Allah ) telah memberikan kepadamu al Kausar”. Dalam kitab tafsir ” Durarur mansur ” karangan Imam Suyuthi dinyatakan bahwa makna al Kausar ada dua arti. Pertama bermakna telaga Kausar di akhirat kelak. Kedua, alKausar juga bermakna nikmat dan kebaikan banyak yang didapat oleh seseorang di dalam hidupnya di dunia ini ( al Khairul Kasir ) , baik itu nikmat harta, nikmat kesehatan, nikmat ilmu, nikmat kekuasaan dan lain sebagainya. Nikmat tersebut merupakan modal bagi manusia untuk menjalani kehidupan. Barangsiapa yang dapat memakai dan mempergunakan nikmat kesehatan, nikmat waktu, nikmat tenaga, nikmat harta, nikmat ilmu , nikmat kekuasaan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan perintah Allah dia akan mendapat kejayaan di dunia dan juga mendapatkan minum dari sungai al kausar di akhirfat nanti.

Mempergunakan nikmat dengan cara yang baik, berguna, bermanfaat bagi kehidupan diri dan manusia merupakan sikap mensyukuri nikmat. Tetapi jika nikmat disia-siakan, waktu dibuang-buang, harta dihambur-hamburkan untuk hiburan, kekuasaan hanya untuk mencari populeritas dan kekayaan, maka seseorang itu tidak bersyukur kepada nikmat. Untuk itulah ayat selanjutnya memerintahkan manusia untuk memakai nikmat dengan cara yang baik, efektif, bermanfaat dunia dan akhirta. Perintah tersebut dinyatakan dalam ayat ” Fa Shalli li rabbika ”, maka dirikanlah shalat kepada Tuhanmu. Cara bersyukur nikmat adalah dengan mendirikan shalat ritual kepada Tuhan yang telah memberikan nikmat, dilanjutkan dengan ”shalat sosial ”dengan cara mempergunakan harta kekayaan untuk keperluan hidup diri dan manolong manusia yang lain, mempergunakan tenaga dan badan untuk bersikap mulia, , mempergunakan waktu dengan positip, mempergunakan kekuasaan untuk kemaslahatan rakyat, dan lain sebagainya. Dengan pemakaian nikmat sesuai dengan perintah Allah, dan menghindarkan diri dari segala yang tidak berguna barulah seseorang itu menjadi manusia yang berkualitas, dan menjadi umat yang berprestasi. Sebagai contoh, umat islam zaman dahulu jika memiliki kekayaan maka mereka mempergunakan kekayaan untuk membangun sekolah, universitas, perpustakaan, rumah sakit, dan segala seuaatu yang bermanfaat bagi manusia yang lain.

Itulah yang terjadi pada zaman kegemilangan Bagdad, Andalusia, Turki Usmaniyah, dan lain sebagainya. Tetapi jika kekayaan itu hanya dipakai untuk mencari kesenangan hidup, untuk bermewah-mewah maka umat tersebut tidak mempunyai kulitas dan prestasi. Lihat pada hari ini, sebagian umat islam memiliki kekayaan berlimpah-limpah tetapi kekayaan tersebut bukan dipakai untuk mendirikan sekolah, dan universitas yang bermutu, bukan untuk riset dan teknologi, bukan untuk membangun pusat peradaban bagi masyarakat; tetapi hanya dipergunakan untuk membangun dan mendirikan hotel-hotel mewah seperti al Buruj di Dubai, atau dipakai untuk bersenang-senang seperti membuat bunga api dalam pembukaan sebuah hotel di Dubai baru-baru ini dengan biaya 27 juta dolar amerika melebihi bunga api dalam pembukaan Olimpiade Beijing, dan lain sebagainya; maka akibatnya kekayaan umat islam yang begitu hebat tidak ada manfaat bagi kemajuan umat. Pada waktu yang sama orang kafir , negara bukan islam memiliki universitas yang bermutu, pusat riset sehingga dapat mengeluarkan teknologi yang canggih , menguasai pusat media, informasi, persenjataan yang berkualitas, padahal kekayaan mereka kalah dibandingkan kekayaan negara-negara petrodollar.. Dengan demikian kita dapat katakan mengapa umat islam kalah, sebab mereka baru melakukan shalat ritual, tetapi belum melakukan shalat sosial dalam mempergunakan nikmat yang Allah berikan kepada mereka.

Syarat kedua dalam mencapai kemenangan adalah pengorbanan. Inilah maksud ayat al Quran Wanhar ”, dan berkorbanlah. Berkorban disini bukan hanya berkorban menyembelih kambing, tetapi jika umat islam ingin mengalahkan musuh, ingin mencapai kemenangan maka ada kewajiban untuik mengorbankan harta kekayaan, ilmu pengetahuan, kekuasaan, waktu dan kesehatan, semuanya harus dipergunakan untuk mencapai kejayaan umat secara bersama, bukan untuk kepentingan diri sendiri, bukan untuk kelompok dan partai, bukan untuk kesenangan diri sendiri, tetapi untuk kemaslahan umat islam secara jamaah, semuanya. Jika orang kaya telah mengorbankan kekayaannya untuk dana pendidikan, ekonomi, teknologi umat, jika penguasa mengorbankan kekuasaannya untuk menegakkan hukum yang menguntungkan umat, jika profesor dan ilmuwan mempergunakan ilmunya untuk membangun teknologi dan inovasi umat, dan jika orang awam mempergunakan waktunya untuk menolong umat, barulah umat islam dapat mengalahkan musuh dan orang kafir. Itulah sebabnya ayat tersebut dilanjutkan dengan ayat ” Inna syani’aka huwal abtar ”, sesungguhnya musuh-musuh engkau akan hancur. Inilah syarat dan sunatullah dalam mencapai kemenangan.

Dari keterangan diatas mari kita teliti mengapa umat islam belum menang, belum dapat mengalahkan musuh ? Sebab umat Islam belum melakukan pengorbanan untuk perjuangan dan kemajuan umat. Umat islam belum berkorban waktu dengan cara mempergunakan waktu kepada hal yang positip lebih daripada pemakaian waktu orang kafir. Umat islam belum berkorban ilmu, dimana melakukan riset dan pengkajian lebih daripada yang dilakukan oleh orang kafir. Umat islam belum mengorbankan kekayaan yang dimiliki untuk kepentingan umat islam yang lain. Malahan kekayaan umat islam dikeruk habis oleh orang kafir untuk keuntungan mereka. Perpustakaan kongres Amerika yang sangat terkenal itu hanya dibiayai oleh seorang konglomerat yang merupakan donatur tetap. Starbuck coffe yang tersebar di seluruh dunia mempergunakan sebagian besar keuntungannya untuk sumbangan kepada negara israel. Pada waktu yang sama umat Islam hanya sibuk korban kambing yang seharga lima ratus ribu, atau sebagian sapi setiap tahun. Sedangkan dana untuik pendidikan umat, membangun ekonomi umat, membangun madrasah, universitas, perpustakaan, pusat riset dan teknologi, bea siswa bagi pelajar dan mahasiswa cemerlang tidak pernah mendapat perhatian dari umat islam. Mana pengorbanan kita untuk membantu kemisikinan umat? Mana pengorbanan kita untuk mereka yang putus sekolah ? mana pengorbanan kita untuk pelajar muslim dan mahasiswa muslim yang berotak cemerlang tetapi tidak mempunyai biaya untuk pendidikan. ? Mana pengorbanan kita untuk mendirikan pusat pelayanan kesehatan dengan membangun rumah sakit gratis, sekolah gratis, seperti yang dilakukan oleh orang kafir. ? Padahal Allah telah memberikan kita pedoman bahwa kemenangan hanya dapat dicapai jika umat Islam melakukan pengorbanan yang lebih besar daripada orang lain. Semoga Idul Adha kali ini bukan hanya sekadar melakukan shalat id dan menyembelih hewan qurban tetapi memberikan kesadaran kepada kita untuk melakukan sesuatu pengorbanan dalam membangun kejayaan umat di masa depan.

Inilah pelajaran dan maksud daripada Hari Raya idul Adha, Hari raya Qurban. Seakan-akan Allah bertanya kepada kita semua : ” wahai hambaKu..wahai umat muhammad, wahai manusia, dalam tahun ini, Aku telah memberikan kepadamu nikmat kekayaan, nikmat kesehatan, nikmat kekuasaan, nikmat ilmu yang banyak.....wahai hambaku, sudahkah engkau pergunakan nikmat tersebut dengan baik, sebagai sarana ibadah kepadaku,...Sudahkah engkau pergunakan nikmat tersebut untuk sarana pengorbanan demi kejayaan dan perjuangan umat melawan musuh-musuh kekafiran..? Jika engkau belum melakukannya, bagaimanakah engkau dapat menang melawan musuh-musuh Allah...? Maka lakukanlah shalat Id dan semebeli8hlah qurban tanda kesediaan dirimu untuk melakukan shalat-shalat sosial, dan pengorbanan untuk hari-hari mendatang, sebab itu merupakan syarat bagi suatu kemenangan. Selamat Hari Raya Idul Adha.( MuhammadArifin ismail /Kuala lumpur 2 Desember2008).





























Sunday, November 23, 2008

KONSEP DAN FILSAFAT HAJI



Ibadah haji adalah rukun islam yang kelima difardhukan bagi setiap muslim yang mampu sebanyak satu kali dalam seumur hidup. Dalam Al Quran dinyatakan :

“ Mengerjakan haji adalah suatu kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu bagi mereka yang mampu untuk melakukan perjalanan ke baitullah. Barangsiapa yang mengingkari kewajiban tersebut maka sesungguhnya Allah itu tidak memerlukan sesuatu daripada seluruh alam semesta” ( Surah Ali Imran : 97 ).

Proses ibadah haji tersebut dapat dilakukan pada bulan yang tertentu sahaja yaitu dari bulan Syawal, Dzulqa’dah dan Dzul hijjah daripada taqwim Hijriyah. Hal ini dijelaskan dalam Al Quran

“ Musim haji itu adalah beberapa bulan yang telah ditentukan” ( Surah al Baqarah : 197 ).




Ibadah haji tersebut hanya dilakukan di tanah suci, dengan melakukan beberapa bentuk ibadah seperti thawaf ( berjalan sekeliling kabah tujuh kali) , sa’ie ( berjalan tujuh kali dari Safa ke marwa ) , wukuf ( berdiam ) di Arafah, mabit ( bermalam ) di Mudzdalifah, melontar jamrah dan mabit ( bermalam ) di Mina, menyembelih hewan qurban, tahallul ( menggunting rambut ) dan thawaf kedua ( thawaf ifadhah ) sebagai bagian dari aktiviti ibadah yang dilakukan dengan niat hanya kepada Allah , mencari keridhaan Allah dan untuk mengingatkan kaum muslimin kepada sejarah nabi Ibrahim alaihissalam.

Itulah sebabnya ibadah haji juga disebut dengan panggilan nabi Ibrahim, sebab mereka yang datang adalah mereka yang menyambut panggilan Ibrahim sewaktu beliau menyeru manusia sebagaimana dijelaskan dalam Al Quran yang maksudnya

“ Dan serulah kepada manusia untuk mengerjakan haji niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengenderai unta, yang datang dari segenap penjuru yang jauh. Supaya mereka mempersaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebagian daripadanya dan berikanlah sebagian yang lain untuk makanan bagi yang mereka yang sengsara dan orang-orang faqir “ ( Surah al Hajj : 27-28 )

Dari ayat diatas dapat dilihat bahwa tujuan daripada ibadah haji adalah agar manusia dapat melihat manfaat dan hikmah pelajaran yang terdapat di dalam pelaksanaan ibadah tersebut, disamping untuk bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan dengan cara berqurban. Ibadah haji adalah ibadah mulia sebab disana terdapat banyak pelajaran yang dapat membentuk manusia menuju kepada kesempurnaan hidup bagi seseorang dalam melaksanakan tugas suci sebagai hamba Allah dan khalifah Allah. Itulah sebabnya dalam Al Quran dinyatakan bahwa melakukan ibadah haji adalah sebuah upaya untuk mencari kesempurnaan sebagaimana dijelaskan dalam ayat yang maksudnya “ Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah “ ( Surah Surah al Baqarah : 196 ).

Untuk sampai kepada tingkat kesempurnaan itu, maka manusia harus dapat mengawal diri daripada segala perbuatan yang tidak baik. Dalam Al Quran hal ini dijelaskan :

“ Barangsiapa yang telah menetapkan niatnya pada bulan itu untuk mengerjakan haji , maka tidak boleh melakukan perbuatan keji ( rafats ) , berbuat kemaksiatan ( fusuk ), dan juga berbantah-bantahan selama dia berada mengerjakan ibadah haji . Dan apa saja yang kamu kerjakan , niscaya Allah akan mengetahuinya. Berbekallah sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa dan bertaqwalah hai orang yang berakal “ .( Surah Al Baqarah: 197 ).

Mencari kesempurnaan hidup dengan menghindari diri dari segala keburukan dan dengan bekal taqwa inilah yang perlu didapat daripada pelajaran di tanah suci, dengan cara mencontoh kehidupan para nabi dan rasul sejak dari nabi Adam alaihissalam, Nabi Ibrahim, dan Nabi Muhammad sallahualaihi wasallam. Inilah maksud dan tujuan dari disyariatkan ibadah haji dengan cara mengunjungi tanah suci, tanah para nabi dan rasul.

Makna dan filsafat Ihram

Ihram adalah lambang kesucian diri, itulah sebabnya dalam ihram kita memakai pakaian yang suci dan bersih. Manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah yang suci tanpa dosa. Setelah baligh dan dewasa, manusia menjalani kehidupan dengan memilih jalan hidup. Jika hidupnya dengan hidayah Allah maka dia telah dapat menjaga kesucian diri tetapi jika dia hidup dengan mengikuti nafsu dan rayuan setan berarti dia telah mengotori kesucian dirinya sendiri. Segala perbuatan manusia itu harus dapat dipertangungjawabkan kepada Allah, Tuhan yang telah menjadikannya. Sebab itulah maka setiap manusia pasti akan meninggalkan dunia untuk menghadap kepada-Nya mempertanggungjawabkan semua amal dan perbuatan yang dilakukannya.

Sepatutnya manusia yang dilahirkan dalam keadaan suci ini harus dapat kembali kepada Tuhan, menghadap kepada-Nya juga dalam keadaan suci. Kesucian diri inilah yang merupakan kehormatan seorang muslim. Menghadap Tuhan dalam keadaan suci ini merupakan cara untuk mendapatkan kesempurnaan hidup. Itulah sebabnya sebelum menghadap Allah , mengunjungi baitullah, jamaah haji perlu melakukan ihram dengan pakaian yang suci dan bersih. Sebelum menghadap Allah, manusia perlu mensucikan dirinya terlebih dahulu, mensucikan badannya, mensucikan hatinya, mensucikan pikirannya, mensucikan harta kekayaannya, dan mensucikan seluruh kehidupannya. Kesucian diri dalam menghadap Tuhan adalah syarat mutlak sebab Tuhan yang Maha Suci hanya menerima sesuatu yang suci. Kesucian diri dan siap untuk menghadap Ilahi inilah makna daripada ihram bagi jamaah haji dan umrah.

Makna dan falsafah Talbiyah

Kesucian diri dan kesiapan diri dalam memenuhi panggilan Allah harus dinyatakan dengan lisan. Inilah sebabnya jamaah haji setelah memakai pakaian ihram dan berniat ihram diharuskan untuk mengucapkan talbiyah “ Labbaikallahumma labbaik, labbaika la syariika laka, Inal hamda wanni’mata wal mulka laka..laa syarika laka “. Ya Allah, aku datang menghadapmu Ya Allah, memenuhi seruan-Mu… Aku datang menghadap-Mu tanpa ada sedikitpun syirik kepada-Mu..Sesungguhnya segala pujian, segala kenikmatan, segala kekuasaan , semuanya itu adalah milik-Mu, tiada sedikitpun syirik kepada-Mu “. Ucapan talbiyah ini adalah sikap untuk memenuhi seruan Allah dengan sikap tauhid, tanpa sedikitpun syirik kepada-Nya. Manusia akan lulus di depan Allah jika dia dapat menghadap Allah tanpa sedikitpun syirik kepada-Nya.

Segala amal perbuatan, segala amal ibadah, segala kebaikan, segala sesuatu akan diterima oleh Allah jika dilakukan tanpa ada sedikitpun syirik di dalamnya, seperti riya dan lain sebagainya. Sudahkh amal perbuatan kita terlepas dari syirik..? Sudahkah harta kekayaan kita terlepas daripada syirik? Sudahkah kekuasaan kita terlepas daripada syirik..? Sudahkan semua kenikmatan, harta kekayaan, kekuasaan , kehidupan kita kita pergunakan sesuai dengan seruan dan perintah Allah..? Sadarkah kita bahwa segala sesuatu nanti semuanya akan dipertanggungjawabkan di depan Allah, akan ditanya di depan mahkamah Ilahi..? Inilah makna talbiyah, kesiapan diri untuk menjawab panggilan Tuhan, kesiapan diri untuk mempersembahkan seluruh kehidupan hanya untuk beribadah kepada-Nya. Inilah makna “ labbaikallahumma labaik “ Ya Allah..aku datang untuk memenuhi panggilan-Mu ya Allah.

Pelajaran daripada ibadah thawaf

Dalam melakukan ibadah haji umat Islam melakukan thawaf, mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali. Ka’bah adalah kiblat umat islam dalam beribadah terletak di tengah-tengah Masjidil Haram di kota Makkah. Ka’bah adalah tempat beribadah kepada Allah yang pertama kali dibangun oleh manusia.” Sesungguhnya rumah yang pertama kali dibina untuk tempat beribadah bagi manusia adalah Baitullah di kota Makkah yang diberkati dan menjadi petunjuk bagi umat manusia “ ( Surah Ali Imran : 96 ).

Ka’bah adalah batu yang disusun berbentuk kotak yang dibina untuk tempat beribadah kepada Allah terletak di tengah Masjidil Haram. Umat islam melakukan thawaf, mengelilingi Ka’bah dan mengucup Hajar al Aswad ( batu hitam di sudut Ka’bah ) bukan bermakna memuja dan menyembah batu. Ka’bah dan Hajar al Aswad tersebut adalah batu sebagaimana batu biasa yang tidak dapat memberi manfaat dan mudharat bagi kehidupan. Kita melakukan thawaf dan mengecup batu tersebut adalah kerana diperintah oleh Allah dan mengikuti sunnah baginda Rasulullah. Itulah sebabnya Sayyidina Umar bin Khattab telah berkata ; ‘ wahai batu hajarul aswad , engkau adalah batu sebagaimana batu yang lain. Kalau bukan disebabkan oleh rasulullah yang telah mengucupmu, maka aku tidak akan mengucupmu “. Dari pernyataan ini dapat disimpulkan bahwa mengucup batu bukan kerana memuja dan kemuliaan batu atau untuk menyembah batu, tetapi disebabkan untuk mengikuti sunnah rasulullah saw.

Dalam ibadah haji banyak terdapat lambang-lambang untuk mendidik manusia dalam menghadapi kehidupan. Dalam kehidupan sehari-hari , manusia juga banyak memakai lambang. Seperti bendera negara adalah sepotong kain yang sebenarnya sama dengan kain yang lain. Tetapi nilai bendera kebangsaan tidaklah sama dengan kain yang lain, karena bendera tersebut merupakan lambang kehormatan suatu bangsa dan negara. Demikian juga dengan Ka’bah dan Hajar al Aswad. Ka’bah dan Hajar al Aswad adalah lambang beribadah kepada Allah. “ Allah telah menjadikan Ka’bah itu sebagai pusat beribadah bagi umat manusia “ ( Surah al Maidah : 97 ). Thawaf melambangkan nilai-nilai tauhid. Dalam thawaf manusia diarahkan agar selalu mendekatkan diri kepada Allah sebagaimana dekatnya badan dengan ka’bah. Mendekatkan diri kepada Allah bukan hanya satu kali saja, tetapi berulang kali dan setiap waktu dalam kehidupan, sebagaimana dilambangkan dalam ibadah thawaf yang dilakukan tujuh kali putaran. Ini melambangkan agar manusia selalu mendekatkan diri kepada Allah selama tujuh hari dalam seminggu, bermakna setiap hari dalam kehidupan.

Thawaf tersebut dilakukan dengan penuh penghayatan akan kehadiran Allah, berzikir , berdoa dan memohon ampun kepada-Nya. Ini melambangkan agar setiap manusia harus selalu beribadah kepada Allah dengan merasakan kehadiran Allah dalam setiap hari, mengingat kepada-Nya, berzikir, berdoa dan memohon ampun kepada-Nya. Tidal ada hari yang lepas daripada ibadah, zikir, berdoa dan memohon ampun. Inilah kehidupan beribadah seorang muslim. Maksud thawaf ini sesuai dengan lafadz doa iftitah yang dilakukan dalam shalat “ inna shalaati wa nusuki wamahyaaya wa mamaati lillahi rabbil ‘alamin “, sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku adalah untuk Allah, Tuhan seluriuh alam “.

Dalam thawaf, kita diwajibkan untuk mengucup Batu Hitam Hajar al Aswad atau memberi isyarat dengan tangan ( istislam ) kepadanya, sebagaimana yang dilakukan oleh baginda Rasulullah. Ini bermakna dalam melaksanakan ibadah kepada Allah, umat islam harus mengikuti sunnah dan contoh yang dilakukan oleh baginda Rasulullah. Mengucup batu hitam tersebut juga merupakan lambang bahwa ibadah harus dilakukan dengan penuh kecintaan kepada Allah subhana wataala. Ibadah dilakukan bukan untuk tujuan dunia, bukan tujuan sementara tetapi hanya dengan tujuan mengharapkan keridhaan Allah dengan penuh rasa cinta kepada-Nya.

Dengan melakukan thawaf, kita harus dapat bertanya kepada diri sendiri sudahkan aku seluruh aktiviti kita dalam kehidupan dilakukan dalam tujuh hari dalam seminggu sebagai ibadah kepada Allah, sebagaimana thawaf yang dilakukan sebanyak tujuh kali ini. Sudahkah aku dapat mendekatkan diri, berzikir kepada-Nya dengan penuh kecintaan dan mengharapkan keridhaan-Nya.? Apakah pelaksanan aktiviti kehidupan dan ibadah yang kulakukan selama ini masih disertai dengan riya, dan tujuan mencari kesenangan sementara.? Sudahkan hidupku seluruhnya merupakan wujud daripada ibadah kepada Allah atau hanya untuk mencari kepuasan dunia dan hawa nafsu..? Apakah kerja yang dilakukan, segala aktiviti yang dilaksanakan dalam kehidupan ini bertujuan untuk mencari ridha Allah ? Seorang pemikir Islam dari pakistan, Muhammad Iqbal dalam syairnya berkata : “ Rahasia Ka’bah adalah persatuan. Kerana seluruh manusia menyatu dalam putaran. Untuk mengabdi dan menyembah Tuhan. Sebab agama hanya akan menjelma dalam dua cara, yaitu penyerahan diri dalam beribadah dengan menghayati kebesaran Tuhan di setiap saat “.

Setelah melaksnakan thawaf sebagai lambang ibadah dan akidah, umat islam diwajibkan melaksanakan ibadah Sa’ie, yaitu berlari anak antara bukit safa dan Marwa sebanyak tujuh kali. Sa’ie, berlari antara dua bukit adalah pendidikan dan pelajaran agar seorang muslim harus dapat bekerja keras dengan sepenuh tenaga untuk menaklukkan dunia , sebagaimana dilambangkan dengan meaklukkan dua bukit Safa dan Marwa. Tugas manusia di dunia adalah menjadi hamba Allah dan khalifah Allah. Itulah sebabnya setelah manusia diwajibkan thawaf, untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dengan ibadah, sebagai sikap yang dituntut dari seorang hamba Allah, maka umat manusia juga diwajibkan untuk bekerja dengan sepenuh tenaga untuk menaklukkan dunia, agar dapat mencapai kajayaan dalam kehidupan dunia, sebagai sikap yang dituntut dari seorang Khalifah Allah di muka dunia.

Pelajaran daripada shalat di maqam Ibrahim.

Setelah melakukan thawaf, maka jamaah haji disunatkan untuk shalat sunat thawaf di maqam Ibrahim. Maqam Ibrahim adalah batu yang dipakai nabi Ibrahim untuk tempat berdiri sewaktu beliau membina Ka’bah bersama naknya Ismail. Dengan shalat di maqam ibrahim , jamaah haji supaya dapat mengambil pelajaran daripada kisah Ibrahim, yang membina Ka’bah tidak dengan melakukannya sendirian saja, tetapi juga mengajak anaknya untuk bersama-sama membina Ka’bah. Sikap bersama membina, sikap mengajak keluarga untuk bertaqwa kepada Allah ini perlu dicontoh dan dilanjutkan oleh jamaah haji. Nabi Ibrahim mengajak anaknya untuk beribadah kepada Allah membina ka’bah. Seorang muslim tidak boleh hanya mementingkan dirinya sendiri , tetapi juga harus berusaha mengajak orang lain (terutama keluarganya ) untuk beramal ibadah , bersama-sama melaksanakan perintah Allah. Konsep berjamaah, konsep peduli dengan keluarga, membina keluarga yang beriman adalah sangat diperlukan dalam membina masyarakat muslim. Menjadikan keluarga menjadi keluarga yang beriman inilah , keluarga yang mendirikan shalat dan perintah Allah inlah merupakan kesempunaan hidup seorang muslim. Inilah makna shalat di maqam Ibrahim.

Disamping itu, dengan shalat di maqam Ibrahim, maka kita akan mengenang jasa Ibrahim bersama nakanya yang telah bersusah payah membina Ka’bah. Berdirinya Ka’bah adalah amal jariyah daripada nabi Ibrahim dan keluarganya. Dengan shalat di maqam Ibrahim agar kita merasa bahwa manusia yang paling baik, manusia yang sempurna adalah manusia yang berjasa bagi manusia yang lain sebagaimana nabi ibrahim dan keluarganya. Itulah sebabnya dalam sebuah hadis disebutkan : “ Sebaik-baik manusia adalah mansuia yang beguna bagi manusia yang lain “. Dengan cara meninggalkan amal jariyah, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis : “ Jika seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali dari tiga hal yaitu doa dari anak yang shaleh, pahala dari sedekah jariyah dan pahala dari ilmu yang bermanfaat “. Dengan shalat di maqam Ibrahim mengingatkan kita apakah kita sudah mendidik anak-anak menjadi anak yang shaleh..? Sudahkah kita mempunyai amal jariyah seperti sedekah, infaq, wakaf dan lain sebagainya..? Inilah pelajaran dan makna daripada shalat dua rakaat di maqam Ibrahim.

Pelajaran daripada minum air zamzam.

Setelah thawaf, dan shalat sunat, jamaah haji disunatkan minum air zam-zam. Minum air adalah syarat bagi kesehatan badan. Dengan minum air zam-zam, dapat diambil pelajaran bahwa manusia harus dapat menjaga kesehatan dan kekuatan tubuh, dalam menjalani kehidupan. Sebab untuk menjadi hamba Allah yan taat dan menjadi khalifah Allah diperlukan kesehatan yang baik dan kekuatan tubuh. Dalam sebuah hadis disebutkan yang maksudnya : “ Seorang mukmin yang kuat tubuhnya lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada seorang mukmin yang lemah “.

Untuk mencapai kejayaan dunia dan akhirat, untuk melakukan saie yang berjalan dari bukit Safa ke Marwa, diperlukan kekuatan tubuh. Untuk itulah sebelum melakukan saie, jamaah haji diharuskan minum air zam-zam, sehinnga tubuhnya menjadi sehat dan kuat. Kekuatan tubuh dan kesehatan hanya didapat daripada makanan dan minuman yang baik dan halal. Oleh sebab itu seorang muslim harus dapat menjaga makanan dan minumannya daripada sesuatu yang halal dan berguna .

Dalam Al Quran dinyatakan : “ Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik daripada apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan, karena sesungguhnya syetan itu adalah musuh yang nyata bagimu “ ( Surah al Baqarah ; 168 ). Dengan minum air zam-zam, maka seorang muslim harus dapat menjaga makanan dan minumannya daripada barang yang halal, dan yang baik serta berguna bagi tubuhnya sebagaimana air zam-zam yang dapat memberikan kekuatan dan kesehatan bagi tubuh manusia. Inilah makna dan pelajaran daripada minum air zam-zam sebelum melakukan saie dari Safa ke Marwa.

Pelajaran daripada ibadah Saie

Kehormatan diri di dunia hanya dapat dicapai dengan kerjaya. Kekayaan dan kesenangan hidup di dunia dapat diraih dengan kerjaya sepenuh tenaga. Semangat kerja yang tak mengenal penat dan terus menerus inilah yang dilambangkan dalam ibadah Saie yang dilakukan dengan berjalan dab berlari anak tujuh kali putaran dari satu bukit Safa menuju bukit Marwa. Ini melambangkan kepada manusia jika ingin berjaya maka dia harus melakukan kerja keras menaklukkan bukit dan gunung dan seluruh potensi alam yang dilakukan dengan terus menerus. Saie diharuskan untuk mendidik umat Islam supaya dapat menguasai dunia, menjadi khalifah dengan cara bekerja keras , berdisiplin, berusaha dengah sepenuh tenaga. Saie mendidik umat islam agar tidak menjadi manusia malas dan lemah. Kerana hanya dengan kerjaya yang dilakukan dengan sepenuh tenaga , maka umat islam dapat berjaya di dunia.

Dengan ibadah secara berterusan seperti yang dilambangkan dengan thawaf, umat islam berjaya di akhirat dan dengan kerjaya dengan sepenuh tenaga dan berketerusan seperti yang dilakukan dalam ibadah Saie dari bukit Safa ke Marwa , maka umat islam akan berjaya di dunia. Kedua perkara ini harus dilakukan untuk mencapai kebagaian di dunia dan di akhira, sebagai wujud melaksanakan amanat suci yang diberikan kepada manusia untuk menjadi hamba Allah dan khalifah Allah .

Inilah makna daripada ibadah thawaf dan ibadah sa’ie yang dilakukan dalam tujuh kali purtaran. Berarti dengan thawaf dan saie, seorang muslim selama tujuh hari seminggu, harus selalu mendekatkan dirinya untuk beribadah kepada Allah dan juga harus dapat bekerja keras menguasai kehidupan dunia sehingga seorang muslim dapat mencapai kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat sebagaimana doa yang selalu dibaca : “ Rabbana Athina fiddunya hasanah wafil akhirati hasanah waqina ‘adzaabannar, Ya Tuhan kami berikanlah kebahagian dunia dan kebahagian akhirat kepada kami, sehingga kami terhindar daripada siksa neraka “.

Pelajaran daripada wuquf di Arafah.

Setelah thawaf dan saie, maka umat islam melakukan wukuf di Arafah. “Wukuf”yang berasal dari kata “ wa-qa-fa “ bermakna berhenti, sedang kata-kata “ Arafah “ yang berasal dari kata “ a-ra-fa “ bermakna mengenal. Dalam ibadah wukuf di padang Arafah semua manusia sama dalam kedudukan , kerana semuanya mempunyai kedudukan yang sama di depan Allah, sebagai hamba. Dengan wukuf, dimaksudkan agar manusia yang telah mencapai bahagia di akhirat dengan thawaf, dan mencapai bahagian dunia dengan ibadah saie, jangan merasa sombong.Dengan thawaf ada yang merasa dekat dengan tuhan, dengan saie ada yang menjadi kaya, maka walaupun dia lebih taat, lebih alim, lebih kaya, lebih hebat, itu semua bukanlah karena kehebatan manusia tetapi karena rahmat Allah, maka manusia yang alim, kaya, mempunyai kedudukan tidak boleh sombong dengan kekayaan dan kedudukannya. Semua manusia baik itu yang kaya, miskin, berpangkat, berkuasa, semuanya sama di depan Allah Taala. Perasaan sama ini akan menimbulkan rasa bersaudara, bersatu dan saling membantu. Untuk dapat menimpulkan rasa bersaudara, bersatu dan saling membantu, maka diperlukan saling mengenal, inilah tujuan daripada wukuf di Arafah.

Setelah thawaf dan saie, kita berwukuf, berarti setelah beribadah dan bekerja, kita berhenti sejenak, untuk melakukan Arafah, untuk mengenal orang-orang yang berada di samping kita, agar kita dapat membantu dan menolong mereka, sebab dalam sebuah hadis disebutkan “ Sesungguhnya Allah akan menolong hamba jika hamba itu selalu menolong yang lain “. Setelah umat diharuskan untuk beribadah dan bekerja keras, maka dia akan mendapat kebahagian berupa kesenangan dunia dan akhirat. Dengan kerjaya manusia mendapat harta dan kedudukan. Setelah manusia berjaya di dunia, mendapat kekayaan, kedudukan dan pangkat, manusia tidak boleh lupa diri, tidak boleh merasa sombong dan angkuh, tetapi harus tetap menjaga hubungan silaturrahim, tetap mengenal orang yang berada disampingnya, seprti orang faqir miskin, orang yang lemah dan lain sebagainya.

Umat Islam adalah umpama tubuh yang satu, maka perbedaan pendapat, perbedaan kekayaan, perpedaan kedudukan tidak boleh menjadi jurang pemisah dan punca perpecahan. Umat Islam baik mereka yang kaya, yang miskin, yang alim, yang bodoh, pemimpin dan rakyat semuanya harus bersatu. Tidak ada perpecahan disebabkan golongan, puak, bangsa dan warna kulit, tetapi semuanya satu, saling membantu dan berpadu membina kesejahteraan umat manusa. Inilah makna wukuf di Arafah dalam setelah melakukan thawaf dan saie. Sikap wukuf dan Arafah ini akan menimbulkan sikap rahmah, sikap kasih sayang sesama makhluk, sikap inilah yang dilambangkan dengan Jabal Rahmah yang berada di Arafah. Di jabal rahmah, nabi Adam dan Hawa bertemu kembali setelah berpisah dari surga, mereka bertemu untuk memberikan kasih sayang kepada seluruh umat manusia. Itulah sebabnya dengan wukuf di Arafah ini kita dididik untuk menjadi manusia yang mempunyai rasa kasih dan rasa sayang kepada semua makhluk, sebagai bukti rasa persaudaraan dan persatuan.

Makna mengambil batu di Mudzdalifah

Setelah wukuf di Arafah, jamaah haji akan berangkat menuju Muzdalifah. Di Mudzdalifah jamaah haji akan mengambil batu sebagai persiapan untuk membaling Jamrah di Mina. Ini bermakna bahwa setelah umat islam merasakan rasa kasih dan sayang antar manusia, maka dia perlu waspada dengan godaan dunia dan syetan yang akan menganggu kehidupannya. Untuk itu , agar hidupnya aman daripada gangguan dunia , nafsu dan syetan, maka umat Islam perlu mempunyai senjata untuk membentengi dirinya daripada gangguan syetan dan godaan dunia. Senjata itu adalah iman di dalam dada. Inilah makna daripada mengambil batu di Mudzdalifah, sebagai lambang umat islam harus mempunyai persiapan dan senjata untuk menghadapi godaan syetan dan dunia , juga dalam menghadapi setiap cabaran dan tantangan hidup.

Dalam kitab suci al Quran , Allah menyuruh orang yang beriman agar selalu mempersiapkan diri dalam menghadapi kehidupan baik kehidupan dunia maupun akhirat : “ Hai orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri mempersiapkan apa yang akan diperbuatnya untuk hari esok ( hari akhirat ) dan bertaqwalah kepada Allah sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu lakukan “ ( Surah al Hasyr : 18 ).

Persiapan menghadapi kehidupan akan datang baik itu di dunia dan akhirat adalah dengan keimanan yang diwujudkan dalam sifat taqwa. Dengan iman dan taqwa inilah manusia dapat mengawal diri dan hawa nafsu, juga dapat mengalahkan syetan yang akan selalu menggodanya. Disamping itu secara berkelompok, secara berjamaah, umat islam juga perlu mempersiapkan diri daripada serangan musuh seperti dari orang-orang kafir yang selalu mengganggu, maka untuk itu umat islam perlu mempersiapkan kekuatan seperti batu-batu sebagai senjata menghadapi mereka. Dalam Al Quran perintah untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi musuh ini dinyatakan dalam ayat yang maksudnya: “ Dan siapkanlah dirimu untuk menghadapi mereka dengan kekuatan apa saja yang kamu sanggupi baik daripada kuda-kuda yang diikat untuk berperang sehingga persiapan itu dapat menggetarkan kekuatan musuh-musuh Allah, juga menggetarkan musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya, sedang Allah mengetahuinya. “ ( Surah al Anfal : 60 ).

Pelajaran daripada Mina

Di Mina umat Islam dianjurkan untuk melontar jamrah Aqabah, Jamrah Ula dan Jamrah Wustha. Melontar jamrah ini bermakna bahwa dalam menghadapi kehidupan manusia akan mendapat godaan baik itu godaan syetan maupun godaan hawa nafsu. Jika manusia ingin berjaya , maka dia harus dapat melawan godaan tersebut sebagaimana dia melontarkan batu masuk ke dalam lubang-lubang Jamrah. Godaan itu akan datang dalam berbagai bentuk. Ada godaan yang besar, ada godaan yang sedang dan ada godaan yang kecil. Itulah sebabnya ada tiga tempat melontar, Jamra Aqabah, Jamrah Ula dan Jamrah Wustha. Godaan syetan dan nafsu itu akan datang berulang kali, itulah sebabnya orang yang melakukan ibadah haji harus melontar Jamrah berulang kali, yaitu pada hari ke 9, 10 dan 11 Dzul Hijjah bagi yang melakukan nafar awal dan ditambah satu hari lagi bagi yang melakukan nafar Tsani. Godaan syetan dan dunia akan datang dalam kehidupan kita berulang kali, maka kita juga harus dapat melontar godaan syetan, nafsu dan dunia itu berualng kali sehingga hidup kita dapat lulus dari segala godaan.

Godaan syetan dan dunia serta nafsu tersebut hanya dapat dilawan dengan kekuatan iman. Itulah sebabnya dalam melontar Jamrah kita ucapkan “ Bismillahi Allahu Akbar “. Jamaah haji sewaktu melontar batu kepada Jamrah hendaklah melontar dengan penuh keimanan bukan dngan emosi dan nafsu. Itulah sebabnya sewaktu melontar Jamrah, kita tidak melontar tiang dengan penuh emosi, tetapi melontar untuk memasukkan batu ke dalam lubang. Ini bermakna untuk mencapai kejayaan , manusia harus dapat membuang nafsu dan syetan dari dalam dirinya, kerana selama nafsu dan setan masih berada dalam badan, manusia tidak akan dapat melakukan ibadah dengan baik, juga tidak akan dapat melakukan kerja dengan baik, apalagi untuk membantu orang lain dengan penuh kasih sayang. Sewaktu melontar jamrah, sebenarnya kita sedang melontar dan membuang nafsu dari dalam diri kita masing-masing, membuang rasa ego dalam dada, dan melontar syetan yang datang menggoda di dalam hati.

Dengan melontar batu ke dalam lobang jamrah juga memberikan pelajaran kepada umat islam bahwa dalam menghadapi musuh-musuh Islam, menghadapi orang kafir dan selalu menggangu umat islam, maka umat Islam perlu mempunyai senjata, dan dapat memakai senjata tersebut dengan baik, sehingga dapat memberikan ketakutan kepada musuh.

Sikap bersiap menghadapi musuh ini dilakukan dengan strategi dan manajemen yang rapi sebagaimana dilakukannya melontar jamrah yang dilaksanakan dengan strategi dan menajemen yang baik. Inilah pelajaran daripada melontar mina di Mina sehingga kita dapat mempersiapkan diri dengan baik dalam menghadapi musuh baik itu musuh dalam diri sendiri seperti nafsu dan godaan syetan, dan juga musuh dari luar seperti kaum kafir dan manusia yang lain. Konsep mempersiapkan diri dalam jihad inilah yang harus dipunyai oleh mereka yang telah melontar jamrah di Mina.

Makna tahallul ( mengunting rambut ).

Tahallul adalah menggunting rambut untuk melepaskan diri dari ihram. Ihram adalah penyucian diri untuk menghadap Allah. Kesucian diri manusia dalam ibadah juga harus diikuti dengan sikap berbuat baik kepada manusia yang lain. Islam adalah agama yang mengatur hubungan dengan Alah dan juga dengan manusia yang lain. Ibadah dalam islam bukan hanya berhubungan dengan Allah tetapi juga mencakupi hal-hal yang berkaitan dengan manusia yang lain. Oleh sebab itu kesempurnaan ibadah bukan hanya dengan shalat dan zikir , tetapi juga harus dilengkapi dengan zakat, sedekah, menolong faqir miskin, berbuat baik kepada orangtua, saudara dan jiran dan lain sebagainya. Sikap berbuat baik dan membantu yang lain inilah yang terdapat dalam pelajaran tahallul. Dengan mengunting rambut, berarti kita bersedia memberikan sesuatu yang kita miliki kepada orang lain. Rambut adalah kebanggaan setiap insan, maka memberikan sesuatu yang berharga baik itu tanaga, pikiran, harta kekayaan dan apa saja yang dimilikinya kepada orang lain adalah merupakan kesempurnaan iman.

Itulah sebabnya dalam sebuah hadis disebutkan bahwa : “ Tidaklah beriman seseorang kamu yang tidur dalam keadaan kenyang sedangkan disampingnya ada orang yang sedang kelaparan “. Dalam Al Quran juga disebutkan yang maksudnya bahwa : “ Kamu sekali-kali tidak akan sampai kepada kebaikan yang sempurna sebelum kamu memberikan sebagian daripada harta yang kamu cintai “ ( Surah Ali Imran : 92 ). Kesempurnaan iman adalah dengan memberikan sebgian harta yang kamu cintai kepada orang lain. Inilah konsep tahallul, sehingga dengan tahallul, berarti seseorang itu tidak akan segan lagi untuk memberikan sebagian daripada harta yang disayanginya untuk membantu orang yang lain dan untuk membela demi perjuangan menegakkan kebenaran. Inilah pelajaran daripada tahallul.

Pelajaran daripada menyembelih hewan qurban

Setelah melontar jamrah, jamaah haji disunatkan untuk menyembelih hewan qurban. Ini merupakan pendidikan bahwa dalam menghadapi hidup di dunia dan mendapatkan kebahagian hidup di akhirat kelak, manusia harus siap untuk melakukan pengurbanan. Tiada kemenangan tanpa perjuangan dan tiada perjuangan tanpa pengurbanan. Tiada kejayaan tanpa pengurbanan. Pengurbanan diperlukan dalam setiap perjuangan kehidupan, baik pengurbanan waktu, harta, pemikiran, dan jiwa. Inilah kunci kejayaan seorang manusia dalam menghadapi tantangan kehidupan. Pengurbanan tersebut akan bermakna jika dilakukan dengan setulus hati, dan penuh keikhlasan mengharapkan ridha Allah sebagaimana dijelaskan dalam Al Quran Surah Al Haj yang maksudnya : “ Daging dan darah binatang yang disembelih itu sekali-kali tidak akan mencapai keridhaan Allah, melainkan ketaqwaan daripada kamu sekalian “ ( Surah al Hajj : 37 ). Jika tahallul adalah memotong beberapa helai rambut, adalah memberikan sesuatu yang ada pada diri kita sehingga kita bersedia untuk berqurban dengan diri kita sendiri sebagaimana orang yang mati syahid dalam peperangan, maka menyembelih hewan qurban adalah memberikan sebagian harta demi perjuangan Islam. Kesediaan berqurban baik dengan diri maupun dengan harta ini merupakan tanda cinta kepada Allah dan kunci kejayaan umat islam sebagaimana yang telah dilakukan oleh para nabi dan rasul.


Makna thawaf ifadhah.

Setelah melontar dan menyembelih qurban di Mina, jamaah haji melakukan thawaf ifadhah. Ini melambangkan bahwa seluruh aktiviti baik itu ibadah, kerja keras, menolong orang lain, berkurban, segalanya harus diakhiri dengan mencari ridha Allah, hanya bertujuan untuk beribadah kepada-Nya. Seorang muslim hidup harus dapat melakukan aktiviti kehidupan berdasarkan perintah Allah, dengan niat mencari ridha Allah, ikhlas kepada—Nya, sebab niat yang ikhlas inilah yang akan memberikan nilai baik di dunia dan di akhirat, sebab semua amal akan dinilai sesuai dengan niat masing-masing.

Demikianlah falsafah dan makna daripada ibadah haji yang dilakukan oleh seorang muslim. Ibadah haji adalah sebuah sekolah, universiti dan tempat latihan bagi seorang muslim untuk menghadapi kehidupan dengan bekal nilai-nilai tauhid, ibadah, kerjaya keras, silaturrahim, siap menghadapi godaan dan kesiapan diri untuk berkurban. Jika seorang muslim dapat melakuan semuanya, berarti dia telah mencapai kesempurnaan hidup, dan kesucian diri, dan itu semua merupakan syarak untuk menghadap kepada Allah dengan penuh kesempurnaan dan kesucian berdasarkan nilai-nilai taqwa dengan mengikuti sunnah rasululah.

Inilah kunci kejayaan seorang manusia dalam menghadapi kehidupan. Inilah cara dan jalan untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Ini semua dilakukan dengan mengikuti sunnah dan cara yang dicontohkan oleh rasul dan sahabat beliau. Itulah sebabnya , dengan mengunjungi tanah suci, supaya umat islam dapat mengenang kembali seluruh kepribadian, perjalanan hidup dan perjuangan Rasul bersama para sahabat. Dengan menghayati makna dan falsafah haji inilah , seorang haji akan kembali ke tanah airnya dengan membawa haji yang mabrur, membawa keteladanan bagi seluruh manusia dan masyarakat dunia.

Pada suatu hari rasulullah ditanya oleh seseorang : “ Pekerjaan apakah yang paling baik ? “ rasul menjawab : “ iman kepada Allah “. Orang itu bertanya lagi : ‘ Kemudian perbuatan apa ? “ rasul menjawab ; ‘ Haji yang mabrur “. ( Muttafaq alaihi ). Dalam hadis yang lain juga disebutkan ; “ Barangsiapa yang melaksanakan ibadah haji dan tidak berkata-kata kotor, tidak berbuat maksiat, maka dia akan kembali dari menunaikan ibadah haji tersebut bagaikan seorang bayi yang baru keluar dari rahim seorang ibu “ ( Muttafaq alaihi ). Dari hadis ini dapat dilihat bahwa haji adalah sebuah proses untuk menemukan hidup yang baru, sehingga seorang yang baru pulang dari haji bagaikan seorang “ newborn “. Manusia yang baru dilahirkan, tidak punya dosa, dengan iman yang masih menyala, dan siap untuk berbuat baik kepada manusia yang lain, sehingga kehadirannya menjadi rahmat bagi umat manusia. Inilah manusia yang mendapat gelar “ mabrur “. Mabrur dari kata-kata “ barra – yabirru “ yang bermaksud kebaikan kepada orang lain. Itulah sebabnya berbuat baik kepada orangtua disebut dengan “ birrulwalidaini “. , maka haji mabrur adalah manusia yang selalu berbuat “ birr “ kebaikan bagi manusia yang lain, dengan nilai-nilai taqarrub kepada Allah sebagiamandala thawaf, nilai-nilai kerja keras menundukkan dunia sebagaimana dalam saie, dengan nilai-nilai mengenal dan bersikap kasih kepada manusia yang lain sebagaimana dalam wuquf, dengan nilai-nilai siap menghadapi cabaran dan godaan sebagaimana dlaam mabit di mudzdalifah, dan nilai-nilai siap berjuang, berkorban sebagimana dalam melontar jamrah di Mina, sebagai sikap dari ketauhidan dan ibadah kepada Alah taala. Wallahu A’lam.

( Muhammad Ariffin Ismail )