Pages

Thursday, June 11, 2009

ANAKKU SYURGAKU*



A. KONSEP ANAK DALAM AL QURAN

Dalam kitab suci Al Quran ada beberapa ayat yang berkaitan tentang kedudukan dan pentingnya anak dalam kehidupan manusia baik didunia maupun diakhirat. Ayat-ayat tersebut dapat memberikan kepada kita tentang gambaran bagaimana kita bersikap terhadap anak, sehingga sikap kita terhadap anak tersebut sesuai dengan pedoman al Quran. Diantara ayat-ayat yang berkaitan tentang anak adalah :

1. Perhiasan dan kekayaan dunia.

“ Harta kekayaan dan anak-anak adalah merupakan perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan “ ( QS. Al Kahfi/18: 46 ).

Dalam ayat ini anak disebut sebagai perhiasan kehidupan dunia. Perhiasan di dunia ini maksudnya adalah asset kehidupan manusia sebagaimana harta kekayaan. Jika asset anak ini dapat dipergunakan dengan cara yang baik, yaitu dengan cara memberikan pendidikan yang baik kepadanya, maka anak tersebut dapat menjadi asset yang kekal, asset pahala di akhirat dan juga dapat menjadi harapan bagi orangtua untuk melanjutkan kehidupan keluarga, sehingga anak merupakan penerus iman, penerus islam, dan penerus amal kabaikan. Anak dapat menjadi amal shaleh yang kekal bagi kedua orangtuanya sesuai dengan hadis nabi yang menyatakan bahwa : “ Jika seorang manusia meninggal dunia, akan terputus amalnya kecuali tiga yaitu : Anak shaleh yang mendoakannya, ilmu yang bermanfaat dan sedekah jariyah “.( hadis riwayat Muslim )

Ulama Islam terkemuka, Imam Al-Ghazali ( wafat tahun ) dalam kitab Ihya ulumuddin menyatakan : “ Anak itu adalah amanah pada kedua orangtuanya. Hatinya yang suci adalah mutiara yang amat berharga, halus, kosong dari semua ukiran dangambaran. Ia menerima untuk semua yang diukirkan, dan condong kepada semuayang dicondongkan kepadanya. Kalau anak itu membiasakan kebaikan dan mengetahui kebaikan,niscaya ia akan tumbuh di atas kebaikan. Ia berbahagia di dunia dan di akhirat. Ibu bapanya, semua guru dan pendidiknya, sama-sama berkongsi pada pahala anak itu “. ( Ihya ulumuddin,jilid 2, hal. ). Hal ini sesuai dengan hadis nabi Muhammad saw : “ Setiap anak dilahirkan dalam fitrah yang suci. Maka orangtuanya yang menjadikannya menjadi seorang yahudi,atau nasrani atau majusi “. Dari hadis ini dapat dilihat bahwa peranan orangtua sangtat besar dalam mendidik anaknya sehingga keimanan dan kekafiran sianak tergantung daripada bagaimana orangtuanya mendidikanaknya diwaktu kecil.

2. Penyejuk mata hati.

“ Dan ( Ibadurahman ) adalah mereka yang berkata : "Ya Tuhan Kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri dan keturunan yang menyenangkan hati kami, dan Jadikanlah kami sebagai imam bagi orang-orang yang bertakwa “ ( QS. Al Furqan/25 : 25 ).

Anak yang saleh, merupakan penyejuk hati bagi kedua ibupa. Saleh dalam urusan dunia menjadi penyejuk mata di dunia, sedangkan saleh dalam urusan akhirat menjadi penyejuk mata di akhirat kelak, malahan seorang doa seorang anak dapat menaikkan tingkatan surga bagi kedua orangtuanya sebagaimana dinyatakan dalam sebuah hadis :

Abu Hurairah menceritakan bahwa Rasulullah bersabda : ”Sesungguhnya Allah akan mengangkat derjat dan kedudukan hamba yang saleh di dalam surga, maka hamba itu bertanya : Ya Tuhanku, darimana aku mendapatkan kedudukan yang mulia ini ? Allah berfirman : engkau mendapatkan kedudukan ini disebabkan oleh istighfar ( doa meminta ampun ) yang dilakukan oleh anakmuuntukmu dahulu “ .Hadis riwayat Ahmad. ( lihat Ibnu Kasir, Nihayah filfitan wal Malahim, hal. 408).

Prestasi anak hasil didikan orangtua baik di dunia dan diakhirat tersebut dapat dilihat dan diukur jika anak tersebut dapat menjadi imam, pemimpin bagi orang yang bertaqwa, pemimpin di dunia. Prestasi dan kepenmimpinan didunia tersebut jika dilaksanakan sesuai dengan konsep keislaman, akan menjadi asset bagi kepemimpinan di akhirat.

3. Pewaris kepemimpinan.

Allah berfirman ( kepada nabi Ibrahim ) : "Sesungguhnya aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia". Ibrahim berkata: " Dan bagaimana dengan anak dan keturunanku nanti ? ". Allah berfirman: "Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim". ( QS. AlBaqarah/2 : 124 )

Prestasi kepemimpinan tersebut hanya dapat diraih jika si anak diajar, dididik,dan dilatih untuk memiliki syarat-syarat kepemimpinan seperti iman, ilmu, akhlak,. Kepemimpinnan tidak akan diberikan kepada anak yang tidak memilikis syarat. Oleh sebab itu jika sorangtua menginginkan agar anaknya dapat mewariskan kepemimpinan dunia, maka dia harus berikhtiar memberikan nilai-nilai kepemimpinan tersebut kepada anaknya sebagai generasi penerus.

Sudah menjadi sunatullah, setiap bangsa yang maju akan mendidik generasi selanjutnya dengan nilai-nilai kepemimpinan sehingga kepemimpinan bangsa terwsebut tetap berkelanjutan. Dahulu, bangsa Romawi mendidik anak – anak mereka menjadi anak yang kuat dan berilmu sehinga mereka menjadi gererasi yang kuat. Bangsa Jepang setelah kalah dalam perang dunia kedua, kembali mendidik generasi bangsanya untuk menjadi pemimpin dunia. Hari ini bangsa yahudi juga mendidik generasi mereka sejak dalam kandungan untuk menguasai dunia, sehingga menjadi generasi yang berprestasi.( silakan baca artikel Why the Jews so smart oleh Dr. Stephen Carr Leon). Mengapa mereka berbuat demikian ? Karena mereka sadar bahwa kepemimpinan itu tidak diwariskan tetapi diupayakan dengan pendidikan yang terbaik sebagaimana yang dinyatakan dalam ayat bahwa Allah tidak akan memberi kepemimpinan kepada generasi yang dzalim, yaitu generasiyang tidak memiliki syarat-syarat kepemimpinan.

4. Ujian kehidupan ( Fitnah )

“ Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar “ ( QS. Taghabun /64 : 15 )

Oleh sebab itu, orangtua yang memiliki anak selalu didalam ujian kehidupan, yaitu apakah orangtua dapat lulus dalam mendidik anaknya sehingga anaknya dapat mewariskan kepemimpinan tersebut atau orangtua tersebut gagal dalam mendidik anaknya sehingga kepemimpinan di masa akan dating terlepas dari keturunannya, sehingga anak tidak menjadi imam, tetapi menjadi pengikut kepada oranglain (makmum) dalam kehidupan di masa mendatang. Jika lulus maka anak dapat menjadi asset kehidupan dunia - akhirat dan menjadi pewaris kepemimpinan. Jika orangua lulus ujian tersebut maka orangtua mendapatkan pahala mendidik dan juga mendapat bagian dari pahala perbuatan anak di masa mendatang, sehingga anak menjadi jariyah bagi kedua orangtuanya.

Imam Ghazali menyatakan dalam kitab Ihya menyatakan : “ Jika orangtua membiasakan kejahatan dan mensia-siakan anaknya seperti mensia-siakan binatang ternak, niscaya anak itu akan celaka dan binasa. Dan dosa itu adalah pada leher orang yang mengurusnya dan walinya. Hal ini sesuai dengan firman Allah : “ Hai orang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu daripada api neraka “ ( QS. At tahrim ; 6 ). Oleh sebab itu orangtua sangat berperan utama dalam memelihara dan menjaga anaknya daripada neraka dunia, dan menjaga anak daripada neraka akhirat harus mendapat perhatian lebih utama daripada menjaga mereka daripada masuk dalam neraka dunia. ( Ihya Ulumudin, jilid 2 hal. )

5. Dapat menjadi musuh dalam menjalankan agama

“ Hai orang-orang mukmin, Sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu Maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) Maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. “ ( QS. At Taghabun/64 : 14 ).

Jika orangtyua gagal dalam mendidik anaknya, maka anak tersebut dapat menjadi musuh bagi orangtua tersebut, sebab kegagalan itu memberikan dampak dosa bagi orangtuanya di akhirat kelak, dan juga merupakan cela dan kehinaan baginya di dunia disebabkan oleh kejahatan yang dibuat anaknya dimasa mendatang.

Tetapi jika orangtua dapat mendidik anaknya dengan pendidikan yang baik, maka si anak akan menjadi penyejuk hati, menjadi penolong dan asset pahala di akhirat nanti.


6. Aset doa dan pahala.

“ Maka dia ( nabi Sulaiman ) tersenyum dengan tertawa karena (mendengar ) perkataan semut itu. dan kemudian dia ( Sulaiman a.s. ) berdoa: "Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh" ( QS. An Naml/27 : 19 ).

Jika orangtuanya berhasil dalam mendidik anaknya, maka anak yang saleh akan tetap mengenang jasa orangtuanya dalam setiap kenikmatan yang dirasakannya sehinnga dia tidak pernah lupa untuk mendoakan kedua orangtuanya tersebut. Pendidikan yang baik itu dapat menjadikan si anak nanti termasuk kelompok orang yang saleh baik didunia maupun di akhirat kelak.

Malahan orangtua yang mendidik anak itu akan kembali berjumpa dengan anaknya di dalam surga kelak, sebagaimana yang dinyatakan dalam Al Quran :
“ dan orang yang beriman, dan anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka tersebut dengan mereka dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya. ( QS. At Thur : 21 )

Ibnu Abbas dalam tafsirnya menyatakan bahwa maksud dari ayat ini adalah : “ Jika anak-anak orang yang beriman mati dalam keadaan iman sedangkan kedudukan ayah mereka lebih tinggi daripada kedudukan mereka, maka nanti di sdalam surga anak-anak tersebut akan dikumpulkan dengan orangtua mereka, tanpa mengurangi sedikitpun daripada pahala amalan mereka “. Thabrani meriwayatkan sebuah hadis dari Ibnu Abbas menyatakan bahwa rasulullah saw bersabda : “ Jika seseorang itu masuk kedalam surga, maka diaa akan bertanya tentang kedua orangtuanya dan isterinya, dan anak-anaknya, maka Allah berkata kepadanya : Mereka itu tidak mendapat kedudukan yang sama dengankedudukanmu, maka orang itu akan berkata kepada Allah : Wahai Tuhanku, saya telah berbuat amal kebaikan itu bagi diriku danjuga untuk mereka, maka Allah memerintahkannya untuk menjumpai mereka “. Hadis riwayat Thabrani.( IbnuKastir, al Nihayah, hal. 406 )


7. Melahirkan generasi penerus.


“ Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila Dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang berserah diri" ( Qs. Ahqaf /46 : 15 )

Susunan doa dalam dua ayat diatas ( Surah An naml : 19 dan surah al Ahqaf : 15 ) hampuir bersamaan, hanya saja dalam surat ahqaf diatas ada kata-kata “ Wa aslih fi dzurriyati “yang bermakna : “ Dan perbaikilah anak keturunanku “. Dari ayat ini dapat disimpulkan bahwa pendidikan yang baik dan lengkap dari orangtua tersebut berkesan kepada anaknya, sehingga si anak setelah menjadi orangtua anntiakan menerapkan pendidikan yang sama kepada anak-anak keturunannya. Anak mempunyai kecenderungan mencontoh bagaimana orangtuanya mendidik dirinya diwaktu kecil dahulu, oleh sebab itu setiap orangtua harus dapat menberikan pendidikan yang baik dan itu dapat menjadi amal jariyah dalam mendidik. Sebaliknya jika orangtua salah dalam mendidik, maka itu juga dapat dicontoh ole anak-anaknya sehingga akan menjadi dosa yang berkelanjutan. Jika demikian , maka orangtua harus segera memperbaiki diri dengan bertobat atas segala kesilapan dalam mendidik anak-anaknya.

B. MATERI PENDIDIKAN ANAK DALAM ALQURAN

Untuk mencapai konsepanaksebagaimanayang dijelaskan dalam ayat-ayat tersebut diatas, maka Al Quran juga memberikangambaran tentang materi yang perlu diberikan kepada anak sehingga anak dapatb menjadi penyejuk hai dan pemimpin orang yang bertaqwa.

1. Pendidikan tauhid dan keimanan,

” dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar". ( QS.Lukman/31:13)

Pendidikan pertama dalam al Quran adalah pendidikan tauhid, sehingga si anak nanti tidak berbuat syirik kepada Allah. Anak harus dibekali dengan ilmu tauhid, pengenalan kepada Tuhanyang mencipta alam, mencipta dirinya dan mengatur seluruh kehidupan. Rasuluylah saw bersabda dalam sebuah hadis : Bukakanlah ucapan pertama dari mulut anakmukalimat tauhid ” Tiada tuhan selain Allah ”, danajarkanlah mereka sebelum mereka meninggal dunia kalimat ” Tiada tuhan selain Allah ”. Hal ini sangat penting sebab ketauhidan seseorang merupakan faktor utama bagi kehidupan seseorang.

2. Pengenalan kehidupan

” dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam Keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. ( QS. Lukman/31:14)

Dalam ayat ini Al Quran menganjurkan agar si anak dikenalkan kepada kehidupan sehingga dia mengetahui siapakah orangtuanya yang telah melahirkan, membesarkannya dengan bersusah payah. Dengan demikian diharapkan sianak agar selalu bersyukur dengan segala kenikmatan yang dia terima. Hal ini juga boleh dikatakan bahwa orangtua sepatutnya memberikan kesadaran kepada anaknya bahwa semua kenikmatan hidup seperti air, makanan, dan lain sebagainya adalah pemberian Tuhan, sehingga sudah sepatutnya sebagai manusia kita bersyukur kepadaNya dan kepada manusia yang ikut andil dalam kehidupan.

3. Bergaul dengan cara yang baik.

” dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, Maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, Maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” ( QS. Lukman : 15 ).

Dari ayat diatas dapat dilihat bahwa si anak wajib dididik agar dapat bergaul dan bersosialisasi dengan orang lain, apalagi dengan orangtua dan keluarganya sendiri , malahan jika orangtua itu tidak sejalan dengan anak, maka tidak boleh memutuskan hubungan dan komunikasi. Selanjutnya anak juga harus pandai dalam mencari kawan yaitu mereka yang dapat membimbingnya ke kehidupan yang benar dan lebih baik.

4. Pengenalan tentang Hari Pembalasan.

(Luqman berkata): "Hai anakku, Sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha mengetahui. ( QS. Lukman: 16 )

Dari ayat diatas dapat dilihat seorang anak harus diberikan pengetahuan tentang adanya pembalasan di akhirat nanti, sebab dalam kehidupan ini ada Tuhan Dzat Yang Maha Kuasa, sehingga segala sesuatu apakah itu perbuatan yang baik atau buruk, semuanya akan dibalas, dantidak ada seorangpun manusia akan terlepas dari pembalasan tersebut. Pengetahuan tentang pembalasan ini merupakan dasar bagi motivasi untuk berbuat baik kepada semua orang, dan merupakan landasan iman dalam kehidupan.

5. Pengenalan ibadah dan ilmu syariat

” Wahai anakku, dirikanlah shalat ”.( QS. Lukman : 17)

Setelah manusia mengenal Tuhannya, dan mengenal kehidupan baik melalui kenikmatan yang didapat dan hubungan kemanusiaan dengan yang lain, serta mengetahui adanya pembalasan atas segala perbuatan, barulah si anak diperintahkan untuk melaksanakan ibadah shalat. Ibadah adalah lambang dari pengenalan terhadap segala hukum-hukum fiqih ibadah, dan juga kepada fiqih yang lain seperti fiqih munakahat ( kekeluargaan ), fiqih perniagaan dan ain sebagainya. Pengenalan ini agar si anak mengetahui mana yang haram, dan mana hal yang halal. Halal danHaram inibukan hanya terbatas kepada ibadah ritual juga, tetapi dalam hal-hal yang lain.

6. Mengenalkan kebaikan dan keburukan

” dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar ”. ( Qs. Klukman : 17 )

Setelah iabadh shalat, sianak dididik untuk mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk, sehingga si anak dapat ter[pelihara dari apa saja yang dapat memberikan pengaruh negatif dan buruk kepada hidupnya. Si Anak bukansaja dikenalkan terhadap kebaikan dan keburukan, malahan sianak dilatih untuk berani menyuruh untuk melakukan kebaikan, dan juga berani untuk mereka yang melakukan kejahatan.

7. Kesabaran dan ketabahan

” dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).” ( QS. Lukman : 17 )

Anak juga dilatih untuk bersabar dalam setiap musibah, dan tabah dalammenghadapisetiap tantangan kehidupan, dapat memecahkan problematika kehidupan dengan penuh hikmah dan bijaksana.

8. Membuang rasa ego dan sombong

Ÿ
” dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. ” ( QS;Lukman : 18 )

Asnak juga dididiik agar tidak menjadi orang yang ego, individualis dan sombong, dia juga hidup bersama orang lain baik di rumah, di sekolah, di masyarakat dan didunia.Oleh sebab itu dia tidak boleh menyombongkan dirinya sebab setiap keberhasilan yang dicapai oelh seorang anaktidak terlepas dari perbuatan orang lain terhadap kita.

9. Membuang sikap mewah.


”dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.” ( QS.Lukman : 19 ).

Dari ayat diatas dapat dilihat bahwa seorang anak juga harus dididik dan dilatih agar tidak menampakkan kemewahan diri, keluarga sehingga membuat anak menjadi merasa sombong; tetapianak dilatih untuk menjadi manusia yang sederhana. Kesederhaan itu bukanhanya dalam kebendaan juga di dalam bersuara, berkata-kata, dan lain sebagainya.


Dari ayat-ayat diatas kita melihat bahwa materi pendidikan tersebut merupakan materi pendidikan kepemimpinan sehingga sianak dilatih untuk dapat meningkatkan seluruh kemampuan dalam multi-intelegensia, hanya saja yang dilatih bukan kepada kemapuan operasional ( technikal skill) saja , tetapi lebih banyak kepada kemampuan mengatur dan menghadapi kehidupan (living-skill) yang berlandaskan kepada nilai-nilaitauhid, dan landasan syariat sehingga si anak dapat menjadi pemimpin ( imam ) baik dalam kehidupan yang bersifat sementara di duniayang fana maupun dalamkehidupan yang kekal. Wallau Alam. ( Muhammad Arifin Ismail )
*Makalah disampaikan dalam Seminar Nasional Anakku Syurgaku, di Medan pada 30 Mei 2009.

PENDIDIKAN AGAMA USIA DINI


“ jagalah dirimu dan keluargamu daripada api neraka “ (Qs. Tahrim : 6)

Ada seorang laki-laki datng kepada Rasululah berkata : Ya Rasulullah beri aku sebuah nasehat. Nabi bersabda : Bertaqwalah kamu kepada Allah, dimana saja kamu berada. Orang itu berkata : “ Tambah lagi nasehatnya ya rasulullah. Nabi meneruskan : Ikutilah perbuatan yang buruk dengan perbuatan yang baik, niscaya yang baik akan menghapuskan yang buruk “. Orang itu berkata lagi : Tambahkan lagi ya Rasulullah. Nabi melanjutkan : " Berakhlaklah dengan manusia dengan akhlak yang baik " Hadis riwayat Tirmidzi dari Abu Dzar . Dalam hadis yang lain diriwayatkan bahwa ada seorang sahabat berkata kepada Rasulullah : " Ya Rasulullah, ada seorang wanita , dia berpuasa di siang hari dan berdiri mengerjakan shalat tahajud di malam hari, tetapi akhlaknya sangat buruk, sebab dia selalu menyakiti tetangga dengan lidahnya. Mendengar perkataan sahabat itu, Rasulullah saw bersabda : ' Tidak ada kebaikan pada wanita tersebut, dan dia nanti termasuk penghuni api neraka " Hadis riwayat Imam Ahmad dan Hakim dari Abu Hurairah. Seorang sahabat bertanya kepada rasulullah : Wahai Rasulullah, orang beriman yang manakah yang paling utama imannya.? Rasulullah saw menjawab : Orang yang paling baik akhlaknya ". Hadis riwayat Abu daud dan Tirmidzi daripada Abu Hurairah.

Dari keterangan diatas dapat dilihat bahwa pengajaran agama bertujuan untuk membentuk akhlak, sehingga segala perintah dan larangan agama bertujuan untuk membentuk akhlak. Anas bin Malik berkata ; " Bahwa seseorang itu akan sampai ke tingkat yang tertinggi di dalam surga disebabkan dengan kebagusan akhlaknya walaupun ia seorang yang tidak banyak ibadahnya. Dan akan sampai ke tingkat yang paling rendah dalam neraka jahannam disebabkan keburukan akhlaknya walaupun ia seorang yang banyak ibadahnya " Seorang ulama tasauf, Al Junaid berkata : " Empat perkara mengangkat seorang hamba kepada derajat yang paling tinggi, walaupun amalan ibadahnya dan ilmu pengetahuannya sedikit yaitu : lemah lembut, rendah hati, murah hati, dan akhlak yang baik, dan itulah kesempurnaan iman ".

Kitab suci Al Quran diturunkan sebagai pedoman manusia agar mempunyai akhlak yang mulia. Tugas Rasul untuk menyempurnakan akhlak tersebut dinyatakan dalam sebuah hadis : " Sesungguhnya aku ini diutus adalah untuk menyempurnakan akhlak manusia ". Oleh sebab itu akhl;ak rasul merupakan contoh bagi pelaksanaan Al Quran sehingga Allah sendiri telah memuji tentang kebaikan akhlak Rasulullah saw dengan firmanNya " Dan sesungguhnya engkau ( Muhammad ) mempunyai akhlak yang mulia ". ( Q.S. Al Qalam : 4 ). Kitab suci Al Quran juga adalah materi pelajaran pertama yang diajarkan oleh Rasulullah kepada para sahabat-sahabat beliau di rumah Arqam bin Abi Arqam. Tetapi Rasulullah mengajarkan Al Quran bukan hanya dengan membaca, dan menghafal tetapi juga menerangkan cara mempraktekkan ayat tersebut sehingga sahabat berkata : " Jika kami mempelajari sepuluh ayat, maka kami tidak menambah ayat yang lain sebelum kami dapat mengamalkan ayat yang telah kami pelajari tersebut '. Mengajarkan ayat-ayat Al Quran harus bersamaan dengan mengajarkan cara hidup Rasuolullah, oleh sebab itu Ibnu Masud berkata bahwa ; " Kami para sahabat mengajarkan anak-anak kami cerita dan kisah-kisah kehidupan nabi Muhammad sebagaimana kami mengajarkan mereka untuk membaca dan menghafal Al Quran ".

Demikian juga dalam sejarah perjalanan sahabat kita lihat bahwa kitab Al Quran diajarkan dengan tujuan untuk memberikan pemahaman kepada si anak akan konsep tauhid aplikatif sehingga Allah bukan saja diyakini sebagai Tuhan Pencipta manusia dan alam semesta tetapi juga seseorang harus dapat merasakan kehadiran Tuhan dalam setiap sisi kehidupan sehingga kita akan selalu berada dibawah pengawasannya, sebagaimana sabda nabi mepada Ibnu Abbas : wahai anak, peliharalah Allah niscaya Allah akan memelihara engkau ". Tauhid aplikatif ini akan membentuk menusia mempunyai akhlak yang mulia.

Inilah juga yang dipelajari oleh ulama terdahulu sebagaimana kisah seorang ulama sufi, Sahal bin Abdullah Tusturi yang berkata : Sewaktu aku berumur tiga tahun, aku bangun pada suatu malam dan melihat pamanku Muhammad bin Suwar melakukan shalat tahajud. Kemudian pada suatu hari dia berkata kepadaku : " Wahai sahal, Tidakkah engkau mengingat Allah yang menjadikan engkau ? " Kemudian aku bertanya : Bagaimanakah caranya agar aku selalu mengingatNya? Pamanku menjawab : " Katakanlah dalam hatimu, ketika kamu akan tidur, sebanyak tiga kali, tanpa menggerakkan lidahmu : “ Allahu Ma'iy…Allahu Nadzirun ilayya…Allahu Syahidi ( artinya : " Allah bersamaku, Allah melihat kepadaku, Allah menyksikan segala perbuatanku ") Sahal melanjutkan : " Aku lakukan apa yang disuruhnya , dan aku ceritakan kepada pamanku bahwa aku telah membacanya. Pamanku berkata : coba engkau baca lagi tujuh kali ". Aku lakukan dan pamanku tak lama berkata lagi : Bacalah setiap malam sebelas kali..Aku tetap melakukan demikian sampai aku mendapatkan kemanisan iman dalam hatiku. Pamanku berkata : " wahai sahal , barangsiapa yang merasa Allah selalu bersamanya, selalu melihatnya, selalu menyaksikan apa saja yang dilakukannya, mungkinkah dia melakukan maksiat ?

Pembentukan keimanan dan akhlak sejak usia dini sangat diperlukan, dan itu semua harus dimulai dari rumah dengan mengajarkan ayat-ayat Al Quran dan nilai-nilai tauhid sejak dini, sehinga hal itu dapat menjadi filter kehidupan sewaktu mereka masuk ke alam remaja. Dilanjutkan dengan tersedianya madrasah diniyah ditengah masyarakat, sehingga setiap anak muslim wajib masuk madrasah diniyah sehingga sewaktu dia baligh, system pendidikan telah membentuk dia memiliki agama yang kuiat. Jika ada wajib belajar bagi anak bangsa, mengapa tidak ada wajib agama bagi anak muslim sebelumusia baligh?

Baru-baru ini menteri Agama telah mencadangkan tahun 2009 sebagai Tahun pendidikan agama usia dini. Program ini semoga tidak hanya menjadi slogan tanpa aksi, tetapi sepatutnya menjadi gerakan dari rumah ke rumah, masjid ke masjid. Program di rumah dengan menggalakkan kembali membaca al Quran, membuiat programm-program tivi sarat dengan nilai-nilai agama untuk anak usia dini. Sebagai contoh, di televise negara jiran ada pelajaran membaca al Quran, ada lagi program belajar tajwid, ada lagi program melagukan al Quran, sehingga anak-anak yang tidak sempat ke madrasah masih mendapatkan pelajaran tersebut memalui tivi.

Dulu sewaktu anak-anak masuk sekolah dasar di pagi hari, maka hamper dapat dipastikan di sore harinya anak-anak tersebut akan mengikuti pendidikan madrasah diniyah ( seratus persen agama ) sehingga sewaktu anak berusia dua belas tahun, maka dia tamat sekolah dasar dan waktu yang sama tamat madrasah diniyah. Pada saat sekarang ini sangat disayangkan banyak program sekolah umum sampai pukul tiga sore, ditambah lagi dengan les, dan bimbingan tes, sehingga anak tidak mempunyai waktu lagi untuk belajar agama. Jika ada madrasah diniyah saat ini, maka kurikulum tidak seperti dahulu yang seratus persen agama tetapi telah bertukar menjadi tujuh puluh persen agama malahanada yang hanya tiga puluh persen. Jika ada yang masuk sekolah islam terpadu sampai sore, tetapi sdit tidak memberikan materi agama sebanyak yang diberikan oleh madrasah diniyah dahulu. Akibatnya muatan agama yang dimiliki anak pada hari ini sangatlah minim. Oleh sebab itu bagaimana mungkin seorang anak akan mendapat pendidikan agama yang lengkap jika lingkungan rumah, lingkungan sekolah dan lingkungan masjid tidak memberikan agama dalam kehidupannya.

Sudah waktunya setiap orangtua berpikir bahwa pendidikan agama adalah fardhu ain, sedangkan pendidikan umum merupakan fardhu kifayah. Maksudnya perhatian orangtua kepada pelajaran dan pendidikan agama lebih utama daripada perhatian kepada masalah akademik. Sehingga jika seandainya anak tidak sempat masuk kemadrasah disebabkan kesibukan sekolah atau les, maka orangtrua perlu berinisiatif bagaimana mendatangkan guru ke rumahnya untuk mengajarkan anak fardhu ain, seperti tauhid, ibadah dan akhlak. Jika orangtua berani membayar guru lue private bahasa inggeris, matematika sampai les piano dan lain sebagainya, maka orangtua muslim sepatutnya biasa mendatangkan guru ke rumahnya untuyk belajar mengaji bukan hanya alquran,tetapi juga ilmu-ilmu islam yang lain. Semoga pencadangan tahun pendidikan usia dini dilanjutkan dengan program terpadu, sehingga kita dapat menyiapkan generasi yang tangguh di masa mendatang. Jangan anak kita mendengar azan hanya pada waktu lahir ke dunia,sedangkan setelah itu lebih banyak dia mendengar nyanyian yang tidak bermakna. Fa’tabiru ya ulil albab.

KEBANGKITAN NASIONAL : ANTARA BOEDI OETOMO DAN SYAREKAT ISLAM


Hari kebangkitan Nasional selama ini selalu dihubungkan dengan berdirinya organisasi Boedi Oetomo. Sebenarnya organisasi Boedi Oetama bukanlah organiasi kebangsaan pertama di Indonesia. Boedi Oetomo didirikan di Jakarta tanggal 20 Mei 1908 atas prakarsa para mahasiswa kedokteran STOVIA, Soetomo dan kawan-kawan. Perkumpulan ini dipimpin oleh para ambtenaar, yakni para pegawai negeri yang setia terhadap pemerintah kolonial Belanda. Boedi Oetomo pertama kali diketuai oleh Raden T. Tirtokusumo, Bupati Karanganyar kepercayaan Belanda, yang memimpin hingga tahun 1911. Kemudian dia diganti oleh Pangeran Aryo Notodirodjo dari Keraton Paku Alam Yogyakarta yang digaji oleh Belanda dan sangat setia dan patuh pada induk semangnya.
Di dalam rapat-rapat perkumpulan dan bahkan di dalam penyusunan anggaran dasar organisasi, Boedi Oetomo menggunakan bahasa Belanda, bukan bahasa Indonesia. “Tidak pernah sekali pun rapat Boedi Oetomo membahas tentang kesadaran berbangsa dan bernegara yang merdeka. Mereka ini hanya membahas bagaimana memperbaiki taraf hidup orang-orang Jawa dan Madura di bawah pemerintahan Ratu Belanda, memperbaiki nasib golongannya sendiri, dan menjelek-jelekkan Islam yang dianggapnya sebagai batu sandungan bagi upaya mereka, ” papar KH. Firdaus AN.
Di dalam Pasal 2 Anggaran Dasar Boedi Oetomo tertulis bahwa “Tujuan organisasi untuk menggalang kerjasama guna memajukan tanah dan bangsa Jawa dan Madura secara harmonis. ” Inilah tujuan Boedi Oetomo yang, bersifat Jawa-Madura sentris, sama sekali bukan kebangsaan.
Noto Soeroto, salah seorang tokoh Boedi Oetomo, di dalam satu pidatonya tentang Gedachten van Kartini alsrichtsnoer voor de Indische Vereniging berkata: “Agama Islam merupakan batu karang yang sangat berbahaya… Sebab itu soal agama harus disingkirkan, agar perahu kita tidak karam dalam gelombang kesulitan. ”
Sebuah artikel di “Suara Umum”, sebuah media massa milik Boedi Oetomo di bawah asuhan Dr. Soetomo terbitan Surabaya, dikutip oleh A. Hassan di dalam Majalah “Al-Lisan” terdapat tulisan yang antara lain berbunyi, “Digul lebih utama daripada Makkah”, “Buanglah Ka’bah dan jadikanlah Demak itu Kamu Punya Kiblat!” ( Majalah Al-Lisan nomor 24, 1938)
Karena sifatnya yang tunduk pada pemerintahan kolonial Belanda, maka tidak ada satu pun anggota Boedi Oetomo yang ditangkap dan dipenjarakan oleh Belanda. Arah perjuangan Boedi Oetomo yang sama sekali tidak berasas kebangsaan, melainkan perkauman sempit sebatas memperjuangkan Jawa dan Madura saja, sehingga hal itu telah mengecewakan dua tokoh besar Boedi Oetomo sendiri, yaitu Dr. Soetomo dan Dr. Cipto Mangunkusumo, sehingga keduanya keluar dari organisasi tersebut.
Bukan itu saja,. ketua pertama Boedi Oetomo yakni Raden Adipati Tirtokusumo, Bupati Karanganyar, ternyata adalah seorang anggota Freemasonry. Dia aktif di Loge Mataram sejak tahun 1895. Sekretaris Boedi Oetomo (1916), yang bernama Boediardjo, juga seorang Mason ( anggota free Masonary) yang mendirikan cabangnya sendiri yang dinamakan Mason Boediardjo. Hal ini dikemukakan dalam buku “Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962” (Dr. Th. Stevens), sebuah buku yang dicetak terbatas dan hanya diperuntukan bagi anggota Mason Indonesia.
Dari fakta sejarah diatas, maka “Boedi Otomo sebenarnya tidak memiliki andil sedikit pun untuk perjuangan kemerdekan, karena mereka para pegawai negeri yang digaji Belanda untuk mempertahankan penjajahan yang dilakukan tuannya atas Indonesia. Dan Boedi Oetomo tidak pula turut serta mengantarkan bangsa ini ke pintu gerbang kemedekaan, karena telah bubar pada tahun 1935. Boedi Oetomo adalah organisasi sempit, lokal dan etnis, di mana hanya orang Jawa dan Madura elit yang boleh menjadi anggotanya. Orang Betawi saja tidak boleh menjadi anggotanya, ” demikian dinyatakan oleh KH. Firdaus AN dalam bukunya yang berjudul : Syarikat Islam Bukan Budi Utomo: Meluruskan Sejarah Pergerakan Bangsa”.
Boedi Oetomo bukanlah organisasi pertama yang lahir di bumi Indonesia,sebab tiga tahun sebelum Beodi Oetomo dibentuk, seorang pengusaha batik kota Solo bernama Haji Samanhudi bersama kawan-kawan pengusaha batik mendirikan Syarikat Dagang Islam di Solo pada tanggal 16 Oktober 1905. Pada tahun 1912 organisasi ini mengadakan rapat dan merubah nama organisasi menjadi Syarekat Islam danmenetapkan pembentukan Pengurus Besar dengan cabang-cabangnya di seluruh Indonesia. Dalam rapat tersebut juga disepakati bahwa organisasi akan melakukan beberapa usaha yaitu (1) Meningkatkan usaha perekonomian bangsa Indonesia (2) Memajukan pendidikan dan mencerdaskan bangsa Indonesia (3) Melaksanakan ajaran Islam secara penuh (4) Menghilangkan segala bentuk khurafat di dalam pengertian agama islam.
Berbeda dengan Boedi Oetomo yang hanya memperjuangkan nasib orang Jawa dan Madura—juga hanya menerima keanggotaan orang Jawa dan Madura, sehingga para pengurusnya pun hanya terdiri dari orang-orang Jawa dan Madura—sifat Syarekat Islam lebih nasionalis. Keanggotaan Syarekat Islam terbuka bagi semua rakyat Indonesia yang mayoritas Islam. Sebab itu, susunan para pengurusnya pun terdiri dari berbagai macam suku seperti: Haji Samanhudi dan HOS. Tjokroaminoto berasal dari Jawa Tengah dan Timur, Agus Salim dan Abdoel Moeis dari Sumatera Barat, dan AM. Sangaji dari Maluku.
Syarekat Islam bertujuan Islam Raya dan Indonesia Raya,sedangkan Boedi Oetomo bertujuan menggalang kerjasama guna memajukan Jawa-Madura (Anggaran Dasar Boedi Oetomo Pasal 2). Syarekat Islam bersifat nasional untuk seluruh bangsa Indonesia, sedangkan Boedi Oetomo besifat kesukuan yang sempit, terbatas hanya Jawa-Madura,
Dalam setiap rapat organisasi, Syarekat Islam memakai bahasa Indonesia baik dalam anggaran dasar maupun dalamrapat organisasi sebab anggota dan pengurus yang hadir dari seluruh daerah di Indonesia, sedangkan anggaran dasar Beodi Oetomo berbahasa Belanda.
Syarekat Islam bersikap non-koperatif dan anti terhadap penjajahan kolonial Belanda,sedangkan Beodi Oetomo bersikap menggalang kerjasama dengan penjajah Belanda karena sebagian besar tokoh-tokohnya terdiri dari kaum priyayi pegawai pemerintah kolonial Belanda, Dalam sikap terhadap agama ,Syarekat Islam membela Islam dan memperjuangkan kebenarannya, sedangkan Beodi Oetomo bersikap anti Islam dan anti Arab ( dibenarknan oleh sejarawan Hamid Algadrie dan Dr. Radjiman )
Syarekat Islam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan mengantar bangsa ini melewati pintu gerbang kemerdekaan, sedangkan Boedi Oetomo tidak pernah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan telah membubarkan diri tahun 1935, sebab itu tidak mengantarkan bangsa ini melewati pintu gerbang kemerdekaan,
Lebih daripada itu, anggota dan tokoh Syerekat Islam banyak yang ditangkap dan masuk penjara, ditembak mati oleh Belanda, dan ada anggotanya yang dibuang ke Digul, Irian Barat,sebab melawan penjajah Belanda, sedangkan anggota Boedi Oetomo tidak ada yang ditangkap Belanda, apalagi ditembak dan dibuang ke Digul, Syarekat Islam bersifat kerakyatan dan kebangsaan, sedangkan Boedi Oetomo bersifat feodal dan keningratan,Syarekat Islam berjuang melawan arus penjajahan, sedangkan Boedi Oetomo menurutkan kemauan aruspenjajahan, Syarekat Islam lahir 3 tahun sebelum Beodi Oetomo yakni 16 Oktober 1905, sedangkan Boedi Oetomo baru lahir pada 20 Mei 1908.
Dari perbandingan diatas dapat kita lihat bahwa sebenarnya Hari Kebangkitan Nasional sebenarnya pada tanggal 16 Oktober. Sudah sewajarnya bangsa Indonesia jujur dengan sejarah , sebab dengan diangkatnya Boedi Oetomo berarti telah menyingkirkan peranan umat islam dalam kebangkitannasional, padahal sejarah Syarekat islam sebagai bukti bahwa umat islam adalah umat yang aktif dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. ( Buletin Jumat ISTAID - Medan, Muhammad Arifin Ismail, 19 Mei 2009 ).

Saturday, April 18, 2009

UJIAN HARTA BAGI PENGUASA


“ Sesungguhnya harta kamu dan anak-anak adalah suatu ujian ” ( QS.Anfal :27)

Imam Baihaqi meriwayatkan hadis yang disampaikan oleh Ibrahim bin Abdul Rahman menceritakan bahwa pada suatu hari Khalifah Umar bin khattab menerima khazanah ( harta kekayaan negara ) negeri Kisra. Seorang sahabat Abdullah bin Arqam az Zuhri berkata kepasa khalifah : “ Adakah tidak kamusimpan kesemua harta ini di dalam Baitul Maal ? “. Mendengar ucapan itu, Umar bin Khatab menjawab : “ Kita tidak akan menyimpannya di dalam Baitul Maal sehingga kita selesai membagi-bagikan harta tersebut kepada mereka yang membutuhkannya “. Kemudian khalifah Umar bin Khattab menangis. Melihat khalifah menangis, Abdurahman bin Auf berkata : “ Apa yang menyebabkan kamu menangis wahai Amirul Mukminin ?”. Umar bin Khattab menjawab : “ Sesungguhnya harta ini tidak akan dikaruniakan Allah kepada sesuatu kaumpun melainkan Allah akan mencampakkan di kalangan mereka permusuhan dan kebencian “.

Dalam riwayat lain juga menceritakan bahwa pada waktu harta kekayaan dari kerajaan Kisra di Parsi tersebut dibawa ke hadapan Khalifah Umar bin Khattab, di depan khalifah terdapat Suraqah bin malik bin Ja’sam. Suraqah, pada waktu sebelum masuk Islam adalah seorang pemuda pasda waktu jahiliyah pernah mengejar nabi sewaktu berhijrah , dimana ditengah jalan kudanya tersungkur, danmeminta nabi untuk menolongnya. Setelah ditolong oleh nabi, pemuda Suraqah tadi meminta kepada nabi untuk diberikan gelang raja Kisra dari Parsi jika seandainya nabi dapat menaklukkan Kisra. Khalifah Umar bin Khattab mengambil gelang raja Kisra yang terdapat dalam harta khazanah tersebut, dan memberikannnya kepada Suraqah bin Malik. Gelang itu diambil oleh Suraqah dan segera dipakai ke lengannya, memenuhi lengan sampai ke bahu. Melihat gelang tersebut telah berada di tangan Suraqah, maka Khalifah Umar berkata : Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan gelang penguasa kerajaan Kisra dari negeri parsi, telah berada di tangan Suraqah bin malik,seorang pemuda kampong dari Bani Mudlij “.

Setelah itu Khalifah Umar bin Khattab berkata : “ Ya Allah, sesungguhnya aku telah mengetahui bahwa Rasul-Mu Muhammad saw sangat gembira sewaktu menerima harta kekayaan, tetapi beliau segera membelanjakannya di jalan-Mu dan dipergunakan untukmenolong hamba-hambaMu. Walau bagaimanapun, Engkau telah memelihara beliau dengan mengalihkan pandangan beliau dari merasa bangga dengan harta tersebut, dan memberikan kebaikan kepadanya melalui harta tersebut ( dengan cara membelanjakan harta itu untuk jihad dan mebagi-bagikan kepada semua orang ). “.

Khalifah Umar melanjutkan ucapannya :”Ya Allah Sesungguhnya aku mengetahui bahwa khalifah sebelumku, Abubakar Shiddiq,juga amat suka kepada harta benda, tetapi setiap harta itu dating kepadanya maka dia segera membelanjakan harta itu untuk jihad fi sabilillah dan membantu orang lain. Hal itu berarti Engkau telah memeliharanya dari ujian harta sehingga mengalihkan pandangannya dari rasa bangga kepada harta kepada perbuatan segera membelanjakanharta tersebut di dalamjalanMu dan perintahMu. Oleh sebab itu Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari segala cobaan dan ujian dari harta benda ini.

Kemudian Khalifah Umar bin Khattab membacakan ayat suci Al Quran ayat 55-56 dari Surah Al Mukminun : “ Apakah kamu semua menyangkan dan mengira bahwa harta kekayaan dan anak-anak yang Kami berikan kepadamu itu merupakan kebaikan-kebaikan bagi mereka ? Tidak, sesungguhnya mereka itu tidak sadar ( atas ujian harta dan anak tersebut ). ”.

Ibnu Abbas berkata bahwa pada suatu hari khalifah Umar bin Khattab memanggilnya datang menghadap. Sewaktu Ibnu Abbas sampai di tempat Umar, Ibnu Abbas melihat sehelai kain dari kulit terbentang di hadapan khalifah dimana di atas kain tersebut terdapat emas yang penuh bertaburan.Khalifah Umar berkata kepada IbnuAbbas : Marilah kemari, ambillah emas ini dan segera bagi-bagikan kepada orang-orang yang ada di luar sana. Demi Allah, Dia lebih mengetahui mengapa Dia memberikan emas ini semasa akumenjadi khalifah, dan tidakmemberikannya kepada NabiNya dan khalifah Abubakar sebelumku. Aku tidaklah mengetahui apakah Allah dengan emas ini berarti memberikan kebaikan kepadaku atau menjadi awal daripada kejahatan dan keburukan. Khalifah Umar menangis dan melanjutkan ucapannya :” Tidak, sekali-kali tidak, Demi Allah yang memegang nyawaku di dalamgenggamanNya. Dia tidak mengaruniakan harta ini kepada Nabi dan Abubakar dengan tujuan adalah merupakan kebaikan untuk mereka berdua , dan sekarang Allah memberikan harta ini kepada Umar juga dengan tujuan bagaimana aku dapat memberikan kebaikan kepadanya”. Demikianlah sikap Umar terhadap harta yang didapatnya sewaktu dia menjadi khalifah, dimana dia tidak melihat itu merupakan kenikmatan, atau kesempatan untukmemperkaya diri, tetapi itumerupakan ujian Allah kepadanya. Jika dia dapat mempergunakan harta dan kekuasaan tersebut untuk kebaikan dan melaksanakan keadilan, maka dia lulus dariujian harta dan kuasa; tetapi jika dia tidak dapat memakai harta kakayaan dan kedudukan tersebut untuk kebaikan, tetapihanya untuk memperkaya diri, maka itu berarti keburukan yang didapatnya.

Ujian demi ujian dilalui oleh Umar bin Khattab, tetapi akhirnya beliau tetap lulus dari ujian tersebut. Demikian juga pada suartu hari menurut Abdurahman bin Auf, Umar bin Khattab mengantarkan orang suruhannya untukmemangilku ke hadapan khalifah. Sewaktu Abdurahman bin Auf sampai di tempat khalifah, dia mendengar tangisan Umar sehingga Abdurahman bin Auf segera berkata : ”Inna Lillahi wa Inna ilaihi raji’un ”. Abdurahman segera masuk menghampiri khalifah Umar ingin bertanya musibah apa yang membuatnya sedih dan menagis. Khalifah Umar bin Khattab menjawab : ” benar, ada musibah besar, sambil menunjuk ke sebuah ruangan ”. Khalifah Umar segera mengajak Abdurahman melihat apadi dalamruangan tersebut, ternyata di dalam ruangan itu terdapat bungkusan harta kekayaan yang banyak, tersusun di dalam ruangan ”. Umar berkata : ” Wahai Abdurahman, inilah yang membuatku sedih dan menangis, sebab dengan datangnya harta kekayaan ini maka terhinalah keluarga al Khattab. Sesungguhnya jika Allah mengyhendaki sudah pasti sudah memberikannya harta ini kepada Nabi dan Abubakar khalifah sebelumku. Kedua sahabatku itu telah meninggal dan aku juga harus mengikuti sunnah (cara mensikapi harta ini ) yang juga harus aku ikuti. Maka sekarang aku memanggilmu untukberfikir apa yang harus kita buat dengan harta yang banyakini ”. Akhirnya, Khalifah segera membagi-bagikan harta kekayaan yang banyak itu kepada seluruh rakyatnya, sehingga beliau memberikan empat ribu kepada setiap ummahatul mukminin ( istri-istri nabi ) dan memberikan empat ratus kepada setiaporang dari rakyatnya sehingga kesemua harta bungkusan itu habis tidak ada yang tersisa sepeserpun ”. Demikianlah sikap khalifah Umar binKhattab dengan harta kekayaan yang didapatnya sewaktu beliau menjabat khalifah umat Islam. Bagaimanakah dengan sikap wakil raklyat yang menang, presdiden yang akan datang, dan setiap orang yang menduduki jabatan.

Apakah mereka melihat kekdudukan dan kekayaan itu merupakan kenikmatan yang memang Allah berikan kepada mereka untuk dipakai dengan seenaknya,atau mereka melihat itu merupakan ujian Alah yang sedang datang kepadanya. Benarlah pepatah yaman berkata : ” Shalatu a’dah, was shaumu jaladah, fakh tabirunnasa bil mal - Shalat itu adalah ibadah, puasa itu merupakan kemuliaan pribadi seseorang, tetapi jikaengkau ingin mengaahui iman seseorang maka lihatlah diabagaimana mempergunakan harta kekayaan yang datang kepadany ”. Semoga kita semua dapat lulus dari ujian harta yang selalu datang kepada kita. Fa’tabiru Ya Ulil albab.

TANGUNGJAWAB PEMIMPIN

“Sesungguhnya Allah akan bertanya kepada setiap pemimpin apakah dia telah menjaga kepemimpinannya atau mensia-siakannya “ ( hadis riwayat Ibnu hibban)

Menurut hadis dari Ibnu Asakir daripada Salim bin Abdullah bin Umar menyatakan bahwa tatkala Khalifah Abubakar Siddiq hampir menemui ajalnya, maka beliau memberikan wasiat : “ Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang..Ini adalah sumpah dari Abubakar di waktu saat-saat terakhir dari kehidupan dunia dan disaat awal dari kehidupan akhirat ( sebelum kematian dating ) dimana orang seorang yang kafir dapat berubah menjadi seorang yang beriman, seorang yang jahat dapat berubah menjadi orang yang bertaqwa, dan seorang yang berdusta dapat berubah menjadi orang yang berkata benar. Sesungguhnya aku melantik Umar bin Khattab sebagai khalifah selepasku, maka sekiranya beliau melakukan keadilan, maka itu sebagaimana yang aku harapkan; dan sekiranya dia melakukan kejahatan maka ia akan bertanggungjawab ke atasnya. Aku hanya inginkan kebaikan sebagaimana yang aku harapkan darinya dan aku tidak mengetahui yang ghaib “.

Kemudian Abubakar memanggil Umar bin Khattab dan berkata : “ Wahai Umar, orang yang marah akan menunjukkan kemarahannya kepadamu dan orang yang kash kepadamu akan mengasihimu. Ketahuilah bahwa telah menjadi suatu kebiasaan sejak sekian lama dimana kebaikan akan ditentang dan kejahatan akan disukai “. Mendengar ucapan demikian Umar menjawab : “ Kalau demikian, aku tidak berhasrat dengan jabatan khalifah tersebut “. Abubakar langsung berkata : “ Tetapi jabatan khalifah tersebut memerlukan kamu. Sesungguhnya kamu telah melihat Rasulullah saw melaksanakan amanah dan tanggungjawab kekhalifahan dan kamu telah mendampingi belia. Kamu telah melihat bagaimana Rasulullah lebih diutamakan daripada diri kami sendiri, sehingga kami akan menyerahkan kepada ahli keluarganya sebgaian dari hadiah yang beliau berikan kepada kami. Dan kamu telah mendampingiku dalam menjalankan khalifah ini. Sesungguhnya aku hanya mengikuti orang sebelumku ( rasululah ). Demi Allah, aku tidak berkata kepadamu mengenai suatu mimpi, tidak juga suatu igauan, dan sesungguhnya aku tidak berada di atas jalan yang sesat. Ketahuilah wahai Umar, sesungguhnya terdapat kewajiban kita kepada Allah ( berupa amanah yang harus kita laksanakan langsung ), dimana Dia tidak menerimanya jika hal tersebut di waktu siang dan juga ada tugas dan kewajiban di waktu siang dimana Dia tidak akan menerimanya di waktu malam. “.

Abukara melanjutkan “ Dan ingatlah bahwa mizan ( timbangan amal di hari akhirat nanti ))akan berat pada padang mahsyar nanti jika kita benar-benar mengikuti cara mereka yang terdahulu ( Rasulullah ) dan menjadi kewajiban kepada mizan untuk menjadi berat jika di dalamnya terdapat perbuatan yang benar( hak). Dan sesungguhnya aku takut jika mizan itu nanti menjadi ringan lantaran mereka (penguasa) mengikuti cara-cara yang salah (batil), dan menjadi kewajiban atas mizan untuk menjadi ringan jika di dalam mizan itu terdapat perkara yang batil. Orang yang pertama aku peringatkan adalah dirimu dan aku memperingatkan dirimu agar menjauhkan diri dari manusia yang memandang kepada kebendaan yang memuaskan hawa nafsu dimana mereka mempunyai pilihan untuk mengelakkan diri dari tergelincir ked lam hawa nafsu tersebut. Hendaklah kamu memelihara diri kamu dari tergelincir lantaran mereka akan tetap takut kepadamu selagi kamu takut kepada Allah. Inilah wasiatku dan aku ucapkan selamat kepadamu “.

Menurut hadis yang diriwayatkan oleh Thabrani, daripada AlGhar bin Malik menyatakan bahwa tatkala Abubakar ingin melantik Umar bin Khattab sebagai khalifah, maka beliau mengirim utusan untuk memanggil Umar dan berkata kepadanya : Wahai Umar, aku mengajak kamu kepada suatu tanggung jawab yang meletihkan bagi orang yang memegangnya. Maka takutlah kepada Allah dengan mentaati segala perintahNya dan dengan bertaqwa kepadaNya.karena sesungguhnya taqwa itu adalah pelindung dari segala dosa. Sesungguhnya jabatan dan tanggungjawab ini hanya dapat dipegang oleh mereka yang melaksanakan tanggungjawabnya. Barangsiapa yang menyuruh melakukan kebaikan tetapi ia sendiri melakukan kejahatan dan barangsiapa yang menyuruh melakukan hal yang makruf tetapi dia sendiri melakukan kemaksiatan dan kemungkaran, maka dia akan kehilangan ganjaran dan segala amalnya akan batal. Maka sekiranya engkau mengurus urusan rakyat maka hendaklah kamu berusaha untuk mengelak daripada sesuatu yang daapt menumpahkan darah dan kamu harus menjauhkan perut kamu daripada tamak kepada harta benda mereka. Begitu juga hendaklah kamu menjaga lidah daripada menghina kehormatan rakyat, dan lakukanlah tanggungjawab tersebut dan tiada kekuatan melainkan pertolongan daripada Allah “.

Demikianlah beberapa wsiat yang disampaikan oleh Abubakar kepada Umar bin Khattab sewaktu Umar dilantik menjadi khalifah, sehingga sejarah telah membuktikan bagaimana Umar dapat menjalankan tugas dan tanggungjawab dengan sebenar-benarnya. Sejarah membuktikan bagaimana Umar bin Khattab selalu berjalan di tengah malam hanya untuk melihat apakah di sudut-sudut wilayah kekuasaanya ada orang yang masih menderita, sehingga suatu malam dia mendengar rintihan sebuah keluartga yang miskin tidak mempunyai apa-apa, maka dengan segera dia membawa sendiri karung gandum untuk menolong rakyatnya tersebut. Umar juga berusaha untuk melaksanakan keadilan sehingga sejarah mencatat sewaktu Umar bin Khattab berjalan bersama pembantunya dengan mengenderai satu ekor unta menuju bumi Palestina untuk mengambil kunci baitul Maqdis, maka beliau membagi waktu yang adil dengan pembantunya dalam menaiki kenderaan. Jika khalifah diatas, maka pembantu berjalan mengiringi khalifah, dan jika pembantu diatas kenderaan, maka khalifah berjalan mengiringi pembantunya. Sehingga sewaktu mereka sampai ke Baitul maqdis, maka para penjemput Khalifah tidak mengetahui yang mana khalifah sebenarnya, sebab pada waktu itu Khalifah Umar berjalan kaki mengiringi unta khalifah yang sedang ditunggangi oleh pembantunya. Penjemput khalifah Umar juga tidak dapat membedakan mereka sebab pakaian khalifah sama dengan pakaian pembantunya. Umar melakukan hal demikian sebab dia tidak ingin mendzalimi pembantunya dan juga tidak ingin mendzalimi untanya. Sedangkan zuhudnya Umar telah terbukti pada waktu kekhalifahan Islam terbuka ditangannya dengan penaklukan seluruh semenanjung Arab dan berlimpahnya harta kekayaan Negara, tetapi Umar tetap hidup dengan sederhana, sehingga sejarah menyatakan bahwa khalifah Umar setiap kali makan maka beliau hanya makan roti keras dengan minyak samin, dan hanya memakan delapan kali suap.

Begitu takutnya Umar bin Khattab dengan amanah yang dipegang sehingga beliau pernah berkata : “ Seandainya ada seekor unta yang masuk ke suatu lobang di tengah jalan kota Baghdad, maka aku akan bertangungjawa dan akan ditanya oleh Allah Taala pada hari ki8amat nanti “. Bayangkan , khalifah Umar bin Khattab mengurus pemerintahannya dari kota madinah, tetapi kekhalifahannya sampai ke kota Baghdad, dan dia merasa jika ada seekor unta yang terperosok ke dalam lobang di jalan-jalan kota Baghdad, maka nanti walaupun dia berada di madinah, Allah juga akan mempertanyakan tugasnya dan menghukum keteledorannya sebab tidak mengetahuii ada lobahng di kota Baghdad yang telah mencederakan seekor unta. Begitulah keadaan seorang muslim yang merasa bertanggungjawab atas segala amanah yang diterimanya dengan menduduki jabatan khalifah, bagaimana dengan muslim hari ini yang menang dalam pilihan umum dan menduduki jabatan menjadi anggta dewan perwakilan rakyat ? Jika umar yang telah dijamin surga masih takut disoal Allah tentang unta yang masuk ke lobang, bagaimana pertanyaan Allah kepada wakil rakyat yang megaku mewakili rakyat ? Selamat memasuki dewan dan bersiap-siaplah ditanya oleh Allah di hari kemudian kelak. Fa’tabiru ya ulil albab.

Friday, March 13, 2009

Kemuliaan dan Pribadi Rasulullah saw

KEMULIAAN RASULULLAH SAW

Ibnu Abbas berkata bahwa Rasulullah saw bersabda :

إن الله تعالى قسم الخلق قسمين فجعلني من خيرهم قسما. فذلك قوله تعالى أصحاب اليمين وأصحاب الشمال فأنا من أصحاب اليمين وأنا خير أصحاب اليمين ثم جعل القسمين أثلاثا فجعلني في خيرها ثلثا وذلك قوله تعالى فأصحاب الميمنة وأصحاب المشئمة والسابقون السابقون فأنا من السابقين وأنا خير السابقين ثم جعل الأثلاث قبائل فجعلني من خيرها قبيلة وذلك قوله تعالى (وجعلناكم شعوبا وقبائل) الآية فأنا أتقى ولد آدم وأكرمهم على الله ولا فخر، ثم جعل القبائل بيوتا فجعلني من خيرها بيتا فذلك قوله تعالى (إنما يريد الله ليذهب عنكم الرجس أهل البيت) الآية
Allah membagi manusia menjadi dua golongan, dan menempatkan aku pada golongan terbaik. Allah menyebut mereka “golongan kanan dan golongan kiri”. Saya termasuk dari golongan kanan bahkan saya yang terbaik dari golongan kanan. Kemudian Allah membagi dua golongan itu menjadi tiga kelompok, sebagaimana dalam firmanNya : “ yaitu golongan kanan (ashbul yamin, alangkah mulianya golongan kanan, dan golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan nkiri, dan orang yang terdahulu beriman, merekalah yang paling terdahului masuk ke dalam surga “ ( SQ.AlWaqi’ah : 8-10). Saya termasuk diantara yang terbaik diantara kelompok terdahulu (sabiqun).
Selanjutnya Allah membagi tiga kelompok itu dalam suku/kabilah, dan diriku termasuk dinatara suku yang terbaik sebagaimana firmanNya : “ Kami jadikan kamu dari seorang lelaki dan perempuan dan menjadikan kamu bersuku-suku dan berbangsa-bangsa supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu adalah orang yang paling bertaqwa “ ( QS.Hujurat : 13 ).Saya adalah moyang yang terbaik bagi anak cucu Adam, dan yang paling mulia dalam pandangan Allah. Selanjutnya Allah membagi suku menjadi keluarga-keluarga, dan menempatkan saya pada keluarga yang terbaik sebagaimana firmanNya ; “ Sesungguhnya Allah bermaksud menghilangkan dosa dari dirimu wahai ahlul bait (keluarga nabi Muhammad ) dan membersihkan kamu sebesrih-bersihnya “ ( QS. Al Ahzab : 33 ). Ini berdasarkan hadis yang disampaikan oleh Thabrani dan Baihaqi.

Abu Salamah berkata bahwa Abu Hurairah bertanya kepada Rasulullah :
عن أبى سلمة عن أبى هريرة قال قالوا يا رسول الله متى وجبت لك النبوة قال (وآدم بين الروح والجسد)
Ya Rasulullah, sejak bila risalah kenabian ditetapkan ke atas dirimu ? “. Nabi menjawab : “ Risalah kenabian ditetapkan kepadaku ketika Adam dalam wujud antara tubuh dan ruh “. ( hadis sahih riwayat Tirmidzi ).

Hadis ini menyatakan bahwa risalah kenabian Muhammad saw telah ada sejak sebelum kejadian Adam, hal ini terbukti sebelum Adam dijadikan di setiap penjuru syurga dan Arsy telah tertulis kalimat syahadat : “ Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad itu Rasulullah “.

Dalam hadis riwayat Thabrani diceritakan bahwa ada seorang Arab Baduin dating kepada rasulullah dan bertanya : “ Apa sebab engkau kenabianmu menjadi kenabian pertama kali dari segala nabi dan rasul ? “. Rasulullah saw menjawab : Sebab Allah telah mengambil janji daripadaku sebelum mengambil janji dari semua nabi-nabi yang lain, sesuai dengan firman Allah : “ Dan ingatlah ketika Kami ( Allah ) mengambil janji dari segala nabi-nabi “ ( QS. Al Ahzab : 7 ).
Qatadah dalam mentafsirkan ayat ini menyatakan bahwa nabi bersabda : ‘ Aku adalah nabi yang pertama diciptakan tetapi menjadi nabi yang terakhir diutus “. Saleh al Hamdani bertanya kepada Abu Ja’far Muhammad bin Ali bagaimanakah nabi Muhammad menjadi nabi yang terdahulu tetapi terakhir diutus ? Abu Ja’far Muhammad menjawab : “ Sesungguhnya pada waktu Allah Taala mengambil janji semua anak cucu Adam ( sebagaimana dinyatakan dalam surah al A’raf : 172 ) maka muhammad adalah ruh manusioa pertama menjawab kalimat “ Balaa , Benar Ya Allah engkaulah Tuhan kami “. Itulah sebabnya maka nabi Muhammad menjadi nabi yang terutama daripada nabi-nabi yang lain. ( Khasais Nabawiyah al kubra, Imam Suyuthi, jilid,1, hal. 21 ).

Perjanjian manusia pertama ini dijelaskan dalam al Quran surah al A’raf ‘ Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah aku ini Tuhanmu?" mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuban kami), Kami menjadi saksi". (kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)". atau agar kamu tidak mengatakan: " Sesungguhnya orang-orang tua Kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang Kami ini adalah anak-anak keturunan yang (datang) sesudah mereka. Maka Apakah Engkau akan membinasakan Kami karena perbuatan orang-orang yang sesat dahulu?"( QS. Al A’raf : 172-173).


Ibnu Kasir dalam menafsirkan ayat ini menyetakan bahwa inilah ayat yang menerangkan bahwa Allah telah mengambil janji kepada selruh manusia bahwa mereka itu semua pada mulanya adalah beriman kepadaNya. Perjanjian ini diingatkan Allah dalam al Quran, agar manusia tidak lupa dan lengah terhadap perjanjian keimanan ini. Demikian juga jika manusia itu syirik dia tidak dapat berkata bahwa syirik ityu disebabkan oleh orangtua mereka atau nenk moyang mereka, sebab Allah telah memberitahukan kepadanya bahwa asal muasal semua manusia itu adalah beriman kepada Allah, dan meyakini Allah sebagai Tuhan. Keadaan manusia semuanya pada amal sebaagi manusia yang beriman kepada allah inilah yang disebut dengan fitrah manusia, yaitu fitrah beriman kepada Allah sebagai Tuhan. Hanya saja setelah itu manusia diperdaya oleh syetan, hawa nafsu, sehingga kafir dan syirik kepadaNya.Dalam sebuah hadis dinyatakan ; Aku ( Allah ) menciptakan hamba-hambaKu dalam keadaan hanif (yang lurus beriman kepada Allah ), hanya saja syetan dating menggoda mereka, sehingga mereka keluar dari agama yang haif dan mengharamkan apa yang telah Aku halalkan “ ( hadis riwayat muslim ).


Umar bin Khattab menceritakan bahwa Rasulullah saw bersabda : Ketika Adam mengakui dosanya dan ingin meminta keampunan Allah maka dia berkata : Ya Allah, dengan berkat Muhammad, maka ampunilah dosa-dosaku “. Mendengarp[ermohonan itu, Allah Taala bertanya : “ Wahai Adam, bagaimana engkau mengetahui tentang Muhammad ? Nabi Adam menjawab : “ Pada waktu saya diciptakan, dan pada waktu mataku dapat melihat, maka pertama kali yang kulihat adalah tulisan La Ilaha illa Allah Muhammad Rasulullah “, karena itu saya menyadari bahwa tidak ada orang yang lebih mulia disisiMu melainkan nama orang yang tertulis disamping namaMu “. Allah kemudian membenarkan apa yang dikatakan oleh Adam tersebut, kemudian berfirman kepada Adam ; “ Demi keagunganKu dan kemuliaanKu, dia ( Muhammad ) adalah nabi yang terakhir dari keturunanmu nanti. Sungguh sekiranya tidak karena diri Muhammad, niscaya Aku tidak akan menciptakanmu “. ( hadis riwayat Hakim, Baihaqi, dan Thabrani ). Dari hadis ini dapat disimpulkan bahwa nama Muhammad telah ada sejak sebelum Adam dijadikan, demikian juga dengan kerasulannya sebab kalimat syahadat telah tertulis di kaki Arsy dan di seluruh penjuru syurga sebelum diciptakan Adam. Oleh sebab itu Adam mengetahui bahwa Muhammad itu adalah makhluk yang paling mulia, sebab itu dia meminta ampun kepada Allah dengan menyebutkan nama Muhammad. Allah memmbenarkan hal tersebut , malahan menyatakan bahwa Adam dijadikan sebagai awal proses untuk kelahiran Muhammad yang akan lahir dari keturunannya, sebagaimana firmanNya : Kalau bukan karena Muhammad, maka Aku tidak akan menciptakan kamu wahai Adam “.Begitulah mulianya nabi Muhammad disisi Allah, sehingga kalau bukan karena Muhammad, Allah tidfak meniptakan Adam dan alam seluruhnya.. Memang Nabi Muhammad, manusia biasa, seperti manusia yang lain, tetapi beliau mempunyai kedudukan yang paling mulia daintata seluruh manusia dan makhluk Allah. Jika bukan karena Muhammad nmaka Adam tidak diciptakan, maka juga demikian seluruh umat manusia dilahirkan ke dunia karena Muhammad. Maksudnya bagi mereka yang lahir sebelum nabi Muhammad, maka wujud mereka adalah untuk menyambut kenabian Muhammad, sebagaimana terbukti dari seluruh nabi sebelum nabi Muhammad menyatakan bahwa nanti akan lahir seorang nabi akhir zaman Muhammadsaw. Bagi mereka yang lahir setelah kelahiran nabi Muhammad, berarti wujud di dunia hanya untuk melanjutkan risalah yang dibawa oleh nabi Muhammad sampai akhir zaman. Berarti kewujudan manusia dari Adam sampai hari kiamat adalah karena menunggu, menyanbut, dan melanjutkan risalah islam yang dibawa ooleh nabi Muhammad saw.

Demikianlah keutamaan nabi Muhammad daripada semua makhluk dan nabi-nabi yang lain. Oleh sebab itu sudah wajib bnagi umat Islam bersyukur telah menjadi umat Nabi Muhammad, sehuingga diantara tanda kesyukuran tersebut marilah kita jadikan bulan Rabiul Awal sebagai bulan untuk mengikuti segala ajarannya, dengan tidak lupa bershalawat kepadanya , atau dengan menggelar ceramah agama tentang kebaikan akhlak atau mengambil intisari dan hikmah dari perjuangan beliau. Matri kita jadikan bulan rabiul Awal bulan untuk mempelajari ajaran Muyhammad, dan mencontoh kehidupannya dalam seluruh bidang kehidupan.

PRIBADI RASULULLAH

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Tirmidzi menyatakan bahwa Sayidina Hasan bin Ali bertanya kepada pamannya Hindun bin Abi Hala mengenai pribadi Rasulullah saw, maka Hindun menjawab :

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم فخما مفخما يتلألأ وجهه تلأل ء القمر ليلة البدر

Rasulullah orang yang luar biasa.Wajahnya bercahaya bagaikan cahaya bulan di malam purnama
أطول من المربوع وأنصر من المشذب عظيم الهامة

Dia lebih tinggi dari manusia biasa, tetapi lebih rendah dari ketinggian kebanyakan orang, kepalanya lebih besar dari kebanyakan orang.
رجل الشعر إن انفرقت عقيقته فرق وإلا فلا يحاوز شعره شحمة أذنيه
Rambutnya tidak keriting dan tidak lurus, terurai tetapi tidak sampai menutupi daun telinganya.
إذا هو وفره أزهر اللون واسع الجبين أزج الحواجب سوابغ من غير قرن بينهما عرق يدره الغضب أقنى العرنين له نور يعلوه ويحسبه من لم يتأمله أشم
Wajahnya bersih dengan kening yang lebar, alisnya tebal yang keduanya hamper bersambung. Beliau mempunyai urat yang bergetar ketika menahan marah, hidungnya panjang dengan garis cahaya melintas di atasnya dan orang tak dapat membayangkan keindahannya.
كث اللحية أدعج سهل الخدين ضليع الفم أشنب مفلج الأسنان دقيق المسربة كأن عنقه جيد دمية في صفاء الفضة
Janggutnya sangat tebal, matanya hitam , kedua pipinya kuat, mulut sedikit lebar, diantara giginya yang putih terdapat celah.Ranbut tumbuh di dadanya membentuk garis yang indah. Lehernya bagaikan leher patung yang terbuat daripada perak yang asli.

معتدل الخلق بادنا متماسكا سواء البطن والصدر مشيخ الصدر بعيد ما بين المنكبين ضخم الكراديس
Bentuk badan Nabi sebaik-baik bentuk. Badannya tegap dan berisi. Perutnya sama dengan lebar dadanya. Dadanya lapang dan kedua bahunya lebar. Bertisnya padat berisi.

أنور المتجرد موصول ما بين اللبة والسرة بشعر يجرى كالخط عارى الثديين ما سوى ذلك أشعر الذراعين والمنكبين وأعالى الصدر
Antara lehernya dan pusatnya tumbuh rambut yang indah, tetapi bagian tubuh yang lain tidak ada tumbuh rambut. Pada tangannya tumbuh rambut, juga bagian atas dadanya.

طويل الزندين رحب الراحة شثن الكفين والقدمين سائل الأطراف أو قال سائن الأطراف وسائر الأطراف سبط العصب خمصان الأخمصين مسيح القدمين ينبو عنهما الماء
Baginda memiliki pergelangan tangan yang kuat, telapak tangan lebar dan keras. Kedua tangan dan kakinya sangat kuat. Jari-jarinya panjang, urat dan ototnya halustapak kakinya panjang dan berkulit licin sehingga air mudah mengalir diatasnya.

إذا زال زال تقلعا ويخطو تكفؤا ويمشى هونا ذريع المشية إذا مشى كأنما ينحط من صبب وإذا التفت التفت جميعا خافض الطرف نظره إلى الأرض أطول من نظره إلى السماء جل نظره الملاحظة يسوق أصحابه ويبدأ من لقيه بالسلام

Apabila dia berjalan baginda seakan sedang berjalan menurun lembah. Baginda berjalan dengan jalan terhormat dan melangkah ringan dan mudah. Ketika berjalan baginda menundukkan pandangan. Ketika berpaling kepada seseorang baginda menghadapkan seluruh badannya. Baginda lebih sering menundukkan pandangannya daripada melihat ke atas. Beliau mengawal pandangan matanya , mendahului percakapan dengan sahabatnya dan mendahului memberikan salam kepada orang yang dijumpainya ”.

Cara Nabi berbicara.
Selanjutnya Hasan berkata : Ceritakan kepadaku pembicaraannya ? Abi Hala menjawab :

قال كان رسول الله صلى الله عليه وسلم متواصل الأحزان دائم الفكرة
ليست له راحة ولا يتكلم في غير حاجة طويل السكوت يفتتح الكلام ويختمه بأشداقه ويتكلم بجوامع الكلم فضلا لا فضول فيه ولا تقصير

Rasulullah selalu menyampaikan pembicaraan secara singkat dan penuh penghayatan. Pembicaraan beliau tidak terputus-putus dan baginda hanya membicarakan sesuatu yang penting. Beliau banyak berdiam.Berbicara dengan fasih,dengan perkataan yang jelas, tidak berlebih-lebihan dalam memakai bahasa dan tidak pula memakai bahasa yang kurang jelas.
دمثا ليس بالجنا في ولا المهين يعضم النعمة وإن دقت لا يذم شئيا لم يكن يذم ذواقا ولا يمدحه ولا يقام لغضبه إذا تعرض للحق بشئ حتى ينتصر له ولا يغضب لنفسه ولا ينتصر لها
Beliau mempunyai sifat yang lemah lembut, tidak keras dan tidak kejam. Beliau sangat menghargai hadiah sekecil apapun hadiah tersebut. Beliau tidak pernah menghina sesuatu , tidak mencela dan juga memuji hidangan. Beliau tidak pernah marah karena hidangan makanan. Beliau tidak pernah membela hak pribadinya, juga tidak marah untuk kepentingan diri sendiri.

إذا أشار أشار بكفه كلها وإذا تعجب قلبها وإذا تحدث اتصل بها فضرب بإبهامه اليمنى راحته اليسرى وإذا غضب أعرض وأشاح وإذا فرح غض طرفه جل ضحكه التبسم ويفتر عن مثل حب الغمام
Ketika menunjuk sesuatu, beliau tidak menggunakan seluruh tangannya. Ketika dikejutkan oleh sesuatu, beliau membalikkan tangannya. Ketika berbicara, beliau memegangi ibujari kanannya pada telapak tangan kirinya. Ketika marah, beliau mengubah posisi jarinya tersebut dan memalingkan muka.Ketika sedang bahagia, beliau merendahkan pandangannya. Beliau tidak pernah tertawa kecuali hanya tersenyum dan tampaklah giginya yang putih bersih seperti butiran salji “.

SIkap Nabi di dalam rumah
Husen kemudian bertanya kepada Bapaknya tentang bagaimana sikap Rasulullah di rumah, maka Ali menjawab :

كان دخوله لنفسه مأذونا له في ذلك فكان إذا أوى إلى منزله جزأ دخوله ثلاثة أجزاء جزءا لله وجزئا لأهله وجزءا لنفسه ثم جزأ جزأه بينه وبين الناس فيرد ذلك على العامة بالخاصة ولا يدخر عنهم شيئا
Nabi mempersilakan orang bertamu ke rumah dengan senang hati. Ketika berehat di rumah, beliau membagi waktunya menjadi tiga, sepertiga untuk Allah, sepertiga untuk keluarganya dan sepertiga untuk dirinya sendiri. Kemudian beliau membagi waktunya sendiri antara untuk umatnya dan sebagian untuk dirinya sendiri.Beliau lebih mengutamakan waktu umatnya untuk kepentingan masyarakat umum daripada untuk kalangan tertentu. Beliau tidak menyimpan sesuatu untuk kepentingan dirinya melainkan mengutamakan kepentingan mereka.
فكان من سيرته في جزء الأمة إيثار أهل الفضل بإذنه وقسمته على قدر فضلهم في الدين منهم ذو الحاجة ومنهم ذو الحاجتين ومنهم ذو الحوائج فيتشاغل بهم ويشغلهم فيما يصلحهم والأمة من مسألته عنهم وأخبارهم بالذى ينبغى لهم

Diantara sikap nabi di waktu luangnya adalah beliau selalu mengutamakan kepentingan masyarakat, dan membagi waktu tersebut sesuai ajaran agama yang mulia. Sebagian mempunyai satu keperluan, sebagian orang mempunyai dua keperluan, dan sebagian yang lain mempunyai keperluan yang lebih banyak. Beliau mencurahkan perhatian dan bergaul dengan mereka, dan memahami kesibukan mereka terhadap hal-hal yang membawa kebajikan bagi mereka dan bagi umat.Beliau selalu bertanya keadaan mereka dan mengenai kejadian yang menimpa mereka.

ويقول ليبلغ الشاهد منكم الغائب وأبلغوني حاجة من لا يستطيع إبلاغى حاجته فإنه من أبلغ سلطانا حاجة من لا يستطيع إبلاغها ثبت الله قدميه يوم القيامة لا يذكر عنده إلا ذلك ولا يقبل من أحد غيره قال في حديث سفيان بن وكيع: يدخلون روادا ولا يتفرقون إلا عن ذواق ويخرجون أدلة يعنى فقهاء

Nabi sering bersabda : “ Kalian yang sekarang hadir hendaklah menyampaikan hal ini kepada mereka yang tidak hadir, dan kalian hendaklah menyampaikan kepadaku tentang keadaan sesuatu yang mereka tidak dapat menyampaikannya kepadaku “. Pada hari kiamat nanti akan akan mengukuhkan kaki seseorang yang menyampaikan kepada penguasa perihal sesuatu yang diperlukan masyarakat yang tidak dapat menyampaikannya secara langsung. Demikianlah segala sesuatu disampaikan mereka dalam majelis nabi dan hanya itulah yang diterima nabi dari masyarakatnya. Hadis yang diriwayatkan oleh Sofyan ibn Wukay menyatakan : “ Mereka dating ke majelis nabi sebagai orang yang memerlukan sesuatu, dan mereka baru pulang setelah mendapatkannnya dan pulang sebagai orang yang dapat memberikan petunjuk “.

Kesibukan Nabi di luar rumah
Hasan berkata kepada ayahnya : Ceritakanlah bagaimana kesibukan Rasulullah di luar rumah ?, maka Ali menjawab :

قال كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يخزن لسانه إلا مما يعنيهم ويؤلفهم ولا يفرقهم يكرم كريم كل قوم ويوليه عليهم ويحذر الناس ويحترس منهم من غير أن يطوى عن أحد بشره وخلقه ويتفقد أصحابه ويسأل الناس عما في الناس ويحسن الحسن ويصوبه ويقبح القبيح ويوهنه معتدل الأمر غير مختلف

Rasulullah senantiasa menahan lidahnya kecuali terhadap sesuatu yang diperlukan oleh umatnya. Beliau selalu berusaha menyatukan mereka dan tidak menjadikan mereka berselisih. Beliau menghormati kalangan terhormat pada setiap kelompok masyarakat dan mengangkat mereka sebagai pemimpin masyarakat mereka. Beliau sangat peduli terhadap mereka dan terlindungi dari mereka, namun beliau tidak pernah menjauhkan diri dari mereka juga tidak bersikap kasar kepada mereka. Beliau selalu menanyakan keadaan sahabatnya, dan masyarakatnya. Beliau memuji kebaikan yang dikerjakan sahabatnya dan mendukungnya, dan tidak menyukai bilamana terdapatsahabatnya yang melakukan keburukan. Sikap beliau tidak memihak kepada sebagian sahabatnya.

لا يغفل مخافة أن يغفلوا أو يملوا لكل حال عنده عتاد لا يقصر عن الحق ولا يجاوزه إلى غيره الذين يلونه من الناس خيارهم وأفضلهم عنده أعمهم نصيحة وأعظمهم عنده منزلة أحسنهم مواساة وموازرة فسألته عن مجلسه عما كان يصنع فيه

Beliau tidak pernah melalaikan tugas dan tidak menghendaki sahabatnya bersikap lalai, melainkan segala sesuatu haruslah dipersiapkan sebelumnya. Beliau tidak pernah menekan hak orang lain, senantiasa membalas jasa kepada orang yang telah menolong atau membantu dirinya. Orang yang paling baik dan paling mulia dalam pandangan beliau adalah orang yang berkenan memberikan saran kebajikan, karena itulah beliau sangat menghargai orang yang telah medukungnya atau membantunya.

Sikap Nabi di dalam majelis.

Husein bertanya lagi kepada ayahnya bagaimana sikap Rasulullah dalam majelis?. Ayahnya menjawab :

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم لا يجلس ولا يقوم إلا على ذكر ولا يوطن الأماكن وينهى عن إيطانها وإذا انتهى إلى قوم جلس حيث ينتهى به المجلس ويأمر بذلك ويعطى كل جلسائه نصيبه حتى لا يحسب جليسه أن أحدا أكرم عليه منه من جالسه أو قاومه لحاجة صابره حتى يكون هو المنصرف عنه من سأله حاجة لم يرده إلا بها أو بميسور من القول قد وسع الناس بسطه وخلقه فصار لهم أبا وصاروا عنده في الحق متقاربين متفاضلين فيه بالتقوى وفى الرواية الأخرى صاروا عنده في الحق سواء

Rasulullah tidak pernah duduk dan bangkit dari duduknya kecuali menyebut nama Allah. Beliau tidak menyediakan tempat khas dan melarang untuk melakukan hal yang sama. Ketika beliau dating kepada masyarakatnya beliau mengambil tempat duduk pada bagian ujung (tepi) dan menganjurkan sahabatnya agar melakukan yang sama. Beliau memberi perhatian yang sama kepada semua orang yang hadir dalam majelisnya, sehingga tidak ada seorangpun diantara mereka merasa bahwa Nabi memberikan penghormatan yang berlebihan kepada seseorang atas orang lainnya. Ketika seorang yang duduk di dekat beliau bertanya mengenai sesuatu, maka nabi tidak akan bangkit sebelum orang itu bangkit menjauh darinya. Ketika seseorang mengundang beliau atau meminta sesuatu, nabi pasti memenuhi keperluan orang tersebut atau memberinya nasehat. Beliau orang paling ramah, paling mulia sikapnya, dan sikapnya terhadap mereka seperti seorang ayah. Mereka semua mendapatkan penghormatan yang sama dari Nabi.

مجلسه مجلس حلم وحياء وصبر وأمانة لا ترفع فيه الأصوات ولا تؤبن فيه الحرم، ولا تنشى فلتاته وهذه الكلمة من غير الروايتين يتعاطفون بالتقوى متواضعين يوقرون فيه الكبير ويرحمون الصغير ويرفدون ذا الحاجة ويرحمون الغريب

Majelis Rasulullah adalah majelis yang penuh dengan adab sopan santun, penuh kesabaran, saling menjaga diri, majelis amanah, dan tidak ada suara yang keras atau bising, saling tolong menolong dan kasih saying karena ketaqwaan dengan penuh kerendahan hati. Orangtua dihormati, sementara yang muda dikasihi.Mereka menolong dan mempersilahkan orang yang memerlukan sesuatu dan memberikan kasih saying kepada orang yang asing “. Hasan bertanya kepada ayahnya mengenai sikap rasulullah kepada sahabatnya, maka ayahnya menjawab :

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم دائم البشر، سهل الخلق، لين الجانب، ليس بفظ ولا غليظ ولا سخاب ولا فحاش ولا عياب ولا مداح يتغافل عما لا يشتهى ولا يؤيس منه قد ترك نفسه من ثلاث: الرياء، والإكثار، وما لا يعنيه، وترك الناس من ثلاث: كان لا يذم أحدا، ولا يعيره ولا يطلب عورته
Rasulullah selalu memebrikan kegembiraan kepada sahabatnya, bersikap memudahkan mereka, lemah lembut, dan tidak bersikap kasar apalagi keras. Beliau tidak pernah berteriak, atau berkata dengan suara yang keras. Beliau tidak pernah menghina mereka, dan juga tidak memuji-muji mereka. Beliau cepat melupakan sesuatu yang tidak berkenan di hati. Beliau menghindari tiga perkara : sikap riya’, sikap berlebih-lebihan, dan sikap meninggalkan sesuatu yang bukan urusannya. Beliau juga meninggalkan tiga hal yang berkaitan dengan orang lain : Tidak pernah mencela seseorang, tidak mencaci maki mereka, dan tidak berusaha mengetahui hal-hal yang bersifatkeadaan dan pribadi mereka ”.
ولا يتكلم إلا فيما يرجو ثوابه، إذا تكلم أطرق جلساؤه كأنما على رؤسهم الطير وإذا سكت تكلموا لا يتنازعون عنده الحديث من تكلم عنده انصتوا له حتى يفرغ، حديثهم حديث أولهم يضحك مما يضحكون منه ويتعجب مما يتعجبون منه ويصبر للغريب على الجفوة في المنطق ويقول إذا رأيتم صاحب الحاجة يطلبها فأرفدوه ولا يطلب الثناء إلا من مكافئ ولا يقطع على أحد حديثه حتى يتجوزه فيقطعه بانتهاء أو قيام، هنا انتهى حديث سفيان بن وكيع

Beliau hanya berbicara mengenai sesuatu yang daripadanya dapat mengharapkan pahala Allah. Ketika beliau berbicara, orang yang duduk di dalam majelisnya duduk terpaku seolah-olah diatas kepala mereka ada seekor burung. Ketika beliau berhenti bicara, baru sahabat yang hadir mulai saling berbicara, tetapi tidak sampai membuat kegaduhan di dalamnya. Ketika seorang sahabat berbicara , maka sahabat yang lain diam mendengarkan sampai orang itu selesai berbicara. Pembicaraan mereka tentang sebuah topic sering kali meluas. Nabi turut tertawa ketika sahabat tertawa, dan turut terkejut ketika sahabat dikejutkan oleh sesuatu. Beliau sangat sabar menghadapi orang yang tidak dikenal yang berbicara dengan bahasa yang kasar. Nabi bersabda : Jika kamu berjumpa seseorang yang memerlukan seuatu bantuan, maka berikanlah bantuan kepadanya “. Beliau tidak pernah memperhatikan suatu hadiah atau pemberian kecuali untuk keperluan membalasnya. Beliau tidak pernah menyela atau menghentikan pembicaraan orang lain sampai orang itu mengakhiri sendiri pembicaraannya atau bangkit dari tempat duduknya “. Demikian bagian akhir dari hadis Sofyan bin Wukay.


Diamnya Rasulullah.

Seseorang bertanya kepada Ali mengenai sikap diam Rasulullah, maka beliau menjawab :

كان سكوته صلى الله عليه وسلم ؟ قال: كان سكوته على أربع: على الحلم، والحذر، والتقدير، والتفكر * فأما تقديره ففى تسوية النظير والاستماع بين الناس * وأما تفكره ففيما يبقى ويفنى وجمع له الحلم صلى الله عليه وسلم في الصبر فكان لا يغضبه شئ يسنفزه وجميع له في الحذر أربع: أخذه بالحسن ليقتدى به وتركه القبيح لينتهى عنه واجتهاد الرأى بما أصلح أمته والقيام لهم بما جمع لهم أمر الدنيا والآخرة.

Sifat diam Rasulullah atas empat perkara : sebagai kesabaran, sebaagi peringatan atau sebagai teguran kepada orang lain, sebagai pemahaman , dan sebagai sikap yang penuh penghayatan. Beliau sangat memahami dan benar-benar mendengarkan segala keluhan kaumnya. Beliau bersabar hati, tidak ada sesuatu yang dapat membangkitkan kemarahannya. Beliau sangat hati-hati dan penuh pertimbangan dalam empat perkara ; dalam melakukan setiap kebajikan yang harus diikuti oleh umatnya, dalam menghindari sesuatu yang buruk yang harus dihindari oleh umatnya, dalam menetapkan sesuatu yang bermanfaat bagi umatnya, dan dalam melaksanakan yang dapat memberikan kebahagian dunia dan akhirat bagi umatnya” ****

Surau Taman SPPK Segambut, 16 Januari 2009-01-16
Disediakan oleh : Muhammad Arifin Ismail.

Thursday, February 26, 2009

MENGAKUI KELEBIHAN KELOMPOK LAIN


“ Hai orang yang beriman jangan kamu megolok-olokkan kaum yang lain “
( QS. Al Hujurat : 11 )

Baru-baru ini di Lombok terjadi pertengkaran dan pergaduhan antar kelompok umat islam, sehingga masyarakat menyerang sebuah pondok pesantren yang dimiliki oleh kelompok Salafi,padahal baik masyarakat dan kelompok salafi kedua-duanya masih bagian dari umat yang beriman dalam manhaj akidah ahlusunah waljamaah. Akhir-akhir ini dalam masyarakat muslim terdapat banyak kelompok pengajian, oleh sebab itu antar jamaah pengajian harus dibangun sikap saling menghormati jamaah yang lain. Itulah sebabnya dalam Al Quran ditekankan agar sesame orang yang beriman tidak bioleh saling menghina, mengolok-ngolok, sebab hal itu akan menimbulkan pertengkaran. Nabi Muhammad saw juga sangat melarang sahabat beliau mengejek kelompok yang lain.

Sejarah mencatat bahwa dalam kalangan sahabat nabi ada beberapa kelompok seperti kelompok Muhajirin yaitu sahabat yang berasal dari kota Makkah berhijrah ke Madinah, Kelompok Anshar yaitu sahabat nabi penduduk Madinah yang menolong nabi Muhammad, dan kelompok Bani hashim, yaitu kelompok yang berasal dari keluarga dan keturunan yang sama dengan Rasulullah. Adanya kelompok dan “ group feeling “ seseorang dengan suatu kelompok tak dapat dinafikan sebab itu merupakan sifat manusia, tetapi setiap orang wajib menjaga perasaan berkelompok sehingga tidak fanatik dengan kelompoknya. Setiap jamaah harus menghindari perasaan lebih dari kelompok lain, sebab itu merupakan penyakit dan factor utama yang akan merusak dan menghancurkan kekuatan umat.

Pada suatu hari, menurut riwayat daripada Thabrani yang diceritakan oleh Kaab bin Ajrah berkata bahwa : “ Pada suatu hari kami para sahabat dukuk-duduk di hadapan rasulullah di dalam masjid. Waktu itu kami terdiri dari beberapa kelompok ada yang dari Muhajirin, ada yang dari Anshar dan juga ada yang dari Bani Hasyim. Para sahabat sedang bertengkat mengenai siapakah diantara kami atau golongan manakah yang lebih utama dan lebih dikasihi oleh Rasululah.

Orang-orang Anshar berkata : “ Kami lebih utama di sisi Rasulullah . Kami beriman dengan beliau, mengikuti beliau dan berjuang bersama sama dengan beliau, dan kami adalah para pejuang yang selalu siap dan sedia berperang menghadapi musuh-musuh beliau. Oleh karena itu maka kami adalah kelompok yang paling utama dan dikasihi oleh beliau.”.Sahabat-sahabt dari kelompok Muhajirin berkata : “ Kami telah berhijrah bersama-sama dengan Rasulullah. Kami telah meninggalkan ahli keluarga kami, harta benda kami dan kami telah berada di semua tempat dimana kamu semua berada dan kami telah menyertai semua peperangan yang telah kamu ikuti. Oleh sebab itu , maka kami adalah lebih utama di sisi rasulullah saw “.

Kelompok Bani Hashim berkata : “ Kami adalah ahli keluarga Muhammad saw . Kami telah berada di semua tempat dimana kamu semua berada, dan kami telah menyertai semua peperangan yang kamu semua ikuti, maka oleh sebab itu kami adalah kelompok yang lebih utama dan dikasisi oleh Rasulullah saw “. Dari pernyataan tiga kelompok tersebut terlihat mereka semua merasa paling hebat dengan mengemukakan argumentasi masing-masing. Kaum Anshar merasa lebih hebat karena menolong rasulullah, kaum Muhajirin merasa hebat karena ikut berhijrah, sedangkan kaum Bani Hasyim merasa hebat karena merupakan keluarga nabi . Semua merasa hebat dengan kelebihan yang dimilikinya.

Tak lama kemudian Rasulullah muncul dan berkata : “ Sesungguhnya aku mengetahui bahwa kamu telah berkata mengenai sesuatu “. Untuk lebih jelas lagi, kami memberitahukan apa yang kami katakan tadi kepada Rasulullah. Mendengar ucapan dari orang Anshar , maka Nabi menjawab : “ Kamu telah berkata benar, dan tidak ada orang yang dapat membantah kata-katamu tersebut “. Setelah itu kelompok Muhajirin menceritakan kembali apa yang telah mereka katakan. Mendengar itu, nabi berkata : “ Kamu juga telah berkata benar, dan tidak ada orang yang akan membantah kata-katamu itu. Kelompok ketiga, Bani Hashim kemudian menceritakan tentang kelebihan mereka. Nabi mendengar apa yang mereka katakan dan berkomentar : “ Kamu juga benar dan tidak ada orang yang dapat membantah kelebihanmu itu “. Sekarang , kata rasulullah, aku akan memberitahukanmu apa pendapatku terhadap kamu semua. Sahabat menjawab : Boleh ya Rasululah. Nabi berkata : sesungguhnya kamu wahai orang Anshar, kamu semua adalah saudara-saudaraku “. Mendengar pengakuan Rasul terhadap mereka sebagai saudara Rasul dan itu merupakan sebuah penghormatan bagi mereka, maka kelompok Anshar berkata : “ Allah Maha Besar, demi Tuhan Ka’bah, kami telah memenangi kamu semua “.

Kemudian Nabi berkata kepada kelompok Muhajirin : Adapun kamu wahai kelompok Muhajirin, maka aku adalah dari kalangan kamu semua “. Mendengar pernyataan Rasulullah tersebut maka kelompok Muhajirin merasa gembira dan berteriak : “ Allah Maha Besar , demi Tuhan Ka’bah, kami telah memenagi kamu semua “. Akhirnya Rasululah berkata kepada kelompok Bani Hasyim : “ Adapun kamu semua adalah kalangan aku dan aku bertanggung jawab ke atas kamu “. Mendengar pernyataan Rasul dan penghormatan kepada mereka, maka Bani Hashim langsung berteriak : Allah Maha Besar, dan demi Tuhan Ka’bah, kami telah memenangi kamu semua “.

Dari kisah diatas dapat dilihat bahwa adanya kelompok dalam suatu umat tidak dapat dinafikan, tetapi yang perlu dijaga jangan sampai ada kelompok merasa lebih hebat sehingga dapat membenihkan pertengkaran, perpecahan. Oleh sebab itu, setiap orang harus mengakui kelebihan kelompok masing-masing, sebagaimana terlihat dari pernyataan Rasulullah , dimana Rasul mengakui keutamaan kelompok Anshar, beliau juga mengakui keutamaan kelompok Muhajirin, dan juga kelompok Bani Hashim. Semua kelompok mempunyai kelebihan dari kelompok yang lain. Kelebihan itu yang diakui oleh rasulullah, dan juga harus diakui oleh kelompok yang lain, walau sekecil apapun kelebihan tersebut. Oleh sebab itu dalam sebuah hadis Rasululah pernah bersabda : “ Janganlah kamu menghina suatu kebaikan walau sekecil apapun kebaikan tersebut “. Mengapa demikian..? Sebab tidak mengakui kelebihan kelompok yang lain, atau menghina kebaikan dari yang lain walau sekecil dapat menjadi benih pertengkaran dan perpecahan.

Perasaan merasa hebat sendiri dan menghina yang lain adalah benih daripada pertengkaran yang harus dihindari. Dalam sebuah hadis diriwayatkan oleh Thabrani disebutkan bahwa : Tinggalkanlah pertengkaran sebab dengan pertengkaran itu tidak akan ada hikmahnya dan tidak akan aman daripada fitnah ( bencana bagi umat ) “. Islam menganjurkan umatnya untuk meninggalkan setiap pertengkaran walaupun seseorang yang bertengkar itu berada dalam pendapat yang benar, tetapi bersikap diam dan mengalah lebih baik daripada terjadinya suatu pertengkaran. Dalam hadis diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Ibnu Majah disebutkan : “ Barangsiapa meninggalkan pertengkaran dan dia dalam pihak yang benar, niscaya akan dibangunkan bagi dirinya sebuah rumah di dalam syurga yang tertinggi; dan barangsiapa yang meninggalkan pertengkaran dan dia dalam pihak yang salah, maka juga akan didirikan baginya suatu rumah di tengah-tengah syurga “.

Dari hadis diantas dapat dilihat bahwa meninggalkan pertengkaran walaupun kita dalam pihak yang benar lebih utama dan mendapat ganjaran rumah di surga yang tertinggi; demikian juga meninggalkan pertengkaran walaupun kita dalam pihak yang salah juga mendapatkan pahala, karena keutamaan meninggalkan sikap bertengkat dan merasa hebat. Oleh sebab itu Bilal bin Saaad berkata : “ Apabila engkau melihat seseorang yang bersikap keras kepala, suka bertengkar dan membanggakan pendapatnya, maka sudah sempurnalah kerugiannya “.

Dalam diri umat islam hari ini banyak kelompok-kelompok. Ada kelompok mazhab fikih seperti mazhab Syafii, Hanbali, Maliki, Hanafi, Wahabi, Dhahiri, dan lain sebagainya; juga ada kelompok organisasi sosial seperti Muhammadiyah, Nahdatul Ulama, Al Washliyah dan lain sebagainya, ada lagi kelompok partai politik seperti PPP, PBB, PKS, PBR, dan lain sebagainya; juga ada kelompok harakah dan gerakan seperti Ikhwanul Muslimin, Hizbut Tahrir, Salafi, Jamah Tabligh dan lain sebagainya.Semuanya adalah kelompok orang yang beriman, bukan kelompok sesat dan setiap kelompok pasti mempunyai kelebihan dan keistimewaan dari kelompok yang lain. Oleh sebab itu yang perlu menjadi perhatian kita jangan sampai antar kelompok akan merasa hebat dari kelompok yang lain, membangga-banggakan diri dan jasa, dengan mengecilkan jasa kelompok yang lain; tetapi sebaiknya setiap kelompok mengakui kelebihan kelompok yang lain Semoga kita dapat belajar dari akhlak Rasulullah dengan mengakui kelebihan setiap kelompok. Fa’tabiru ya Ulil albab.

Friday, February 6, 2009

MEMBENTUK GENARASI UNGGUL

Pada hari ini, tidak dapat dinafikan ramai cendikiawan berbangsa Yahudi, dari segala bidang, Engineering, musik, saintis dan yang paling hebat ialah bidang perniagaan, dimana ia memang paling tersohor. Hampir tujuh puluh persen perniagaan di dunia dikuasai oleh kaum Yahudi, dari kosmetik, pakaian, pemakanan, senjata, perhotelan, perfileman diHollywood dan sebagainya. Kenapa tuhan memberi kelebihan kepada orang yahudi ? Apakah adasuatu proses yang mereka lakukan untuk mempersiapkan generasi unggul ? Akhirnya Dr. Stephen Carr Leon dari Universitas Massachute USA tergerak membuat tesis untuk pasca sarjana dengan judul ” Why The Jews So Smart ” ( Mengapa yahudi begitu cerdas ? ). Untuk pengetahuan pembaca penulisan tesis dilakukan dengan mengambil waktu hampir delapan tahun, ini kerana untuk mengumpulkan data-data yang setepat mungkin. Antara data-data yang dikumpulkan ialah faktor pemakanan, adat istiadat, agama, persiapan awal untuk melahirkan keturunan dan sebagainya.
Faktor pertama yang utama adalah bagaimana masyarakat Israel mempersiapkan generasi unggul yang dimulai dengan persiapan awal dalam melahirkan keturunan,. Di Israel, setelah seorang ibu mengetahui bahwa dirinya sedang mengandung, maka hal yang pertama kali dilakukan , sang ibu akan sering menyanyi dan bermain piano dan si ibu dan bapa akan membeli buku metamatik dan menyelesaikan soal-soal metamatik bersama suami. Stephen bertanya kepada temannya yahudi yang sedang mengandung mengapa dia sering membawa buku metamatik dan kadang-kadang akan bertanya kepada Stephen beberapa soal matematik yang beliau tak dapat menyelesaikanya.
Stephen bertanya kepada kawannya tersebut, apakah soal matematik ini untuk anak kamu? Yahudi tadi menjawab, “ Ya, ini untuk anak saya yang masih didalam kandungan, saya sedang melatih otak beliau, semuga ia menjadi genius apabila dewasa kelak”. Si ibu yahudi tadi akan terus menjawab soalan matematik tanpa merasa jenuh tanpa merasa jenuh sebab beliau membuat latihan metamatik agar nanti dapat melahirkan anak yang jenius.
Perkara lain yang menjadi perhatian riset tersebut ialah pemakanan si ibu yang sedang mengandung. Dalam masyarakat yahudi seorang ibu sejak awal mengandung beliau gemar sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu , dan untuk tengah hari makan utama beliau ialah roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kekacang. Menurut kajian sains, memakan ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan sedangkan memakan kepala ikan tidak baik sebab kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat merusakkan pengembangan dan penumbuhan otak anak didalam kandungan.
Tesis tersebut juga menyatakan bahwa diantara adat orang yahudi dan telah menjadi semacam kewajipan untuk ibu ibu yang sedang mengandung untuk minum pil minyak ikan. Menurut kajian tesis tersebut, setiap undangan makan orang yahudi gemar sekali memakan isi ikan ( fillet) dan biasanya jika di atas meja ada ikan, maka daging tidak akan sebab, menurut masyarakat yahudi, campuran daging dan ikan tak baik dimakan bersama-sama, dan sekali gus. Sedangkan Salad dan kacang , terutama hadam merupakan suatu kemestian di dalam setiap jamuan.
Perkara yang penting lagi ialah masyarakat yahudi akan memakan buah buahan terlebih dahulu sebelum memakan hidangan utama. Sebab itu menurut penulis, kita jangan terperanjat jika seseorang diundang kerumah orang Yahudi maka tetamu akan dihidangkan buah buahan terlebih dahulu. Menurut mereka, jika memakan hidangan nasi atau roti (nengandung karbohidrat ) terlebih dahulu baru kemudian memakan buah buahan, ini akan menyebabkan seseorang merasa ngantuk dan lemah dan payah untuk memahami pelajaran disekolah.
Demikian juga dengan rokok. Bagi masyarakat Israel, merokok adalah perbuatan yang diangap tercela dan pantang, sehingga apabila seseorang diundang makan dirumah orang Yahudi, jangan sekali kali merokok, sebab tanpa risih dan malu, mereka akan menyuruh tamu tersebut keluar dari rumah mereka dam merokok diluar rumah.
Masyarakat yahudi sangat percaya dengan bahaya rokok bagi kesehatan dan otak Sebab menurut riset yang dilakukan oleh para saintis di Universitas Israel, menemukan bahwa nikotin rokok dapat merosakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada genes. Ini bermakna menurut mereka, keturunan perokok bakal membawa generasi yg cacat otak yang dapat mengakibatkan bodoh atau malas.
Selanjutnya peneliti memperhatikan pendidikan taman kanak-kanak masyarakat yahudi Dalam sekolah tersebut, pemakanan anak anak dijaga dengan baik. Makanan awal ialah buah buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil lever) . Peneliti tersebut mendapatkan bahwa kanak-kanak yahudi sungguh bijak dan rata rata setiap anak didik diajartkan tiga bahasa yaitu bahasa Hebrew, bahasa Arab dan bahasa Inggeris. Anak –anak taman kanak-kanan tersebut selain dilatih berbahasa dengan tiga bahasa, mereka juga dilatih bermain piano dan violin, ini adalah suatu kewajipan.
Menurut masyarakat uyahudi, bermain musik dan memahami nota notanya dapat meningkatkan IQ kanak kanak dan sudah tentu bakal menjadikan anak itu memiliki otak cemerlang. Sebab menurut saintis yahudi, gegaran musik dapat merangsang dan memberikan senam untuk otak).
Seterusnya dalam pendidikan dasar, dari kelas 1 hingga kelas 6, anak anak Yahudi akan ditekankan untuk belajar metamatik yang berkonsepkan perniagaan. Oleh sebab itu tidak heran, di semua sekolah yahudi, pelajaran matematik dan ipa ( sains ) sangat diberi keutamaan dan perhatian serius. Dengan itu, maka segala pelajaran sosial akan dengan mudah dicerna oleh anak-anak yahudi.
Selain dari pelajaran matematik dan ipa, murid juga ditekankan dalam masalah olahraga. Dan olahraga yang diberi keutamaan ialah olahraga memanah, menembak dan berlari. Sebab menurut masyarakat yahudi, memanah dan menembak dapat melatih otak dalam mem fokus sesuatu perkara disamping mempermudahkan persiapan untuk bela negara dalam ketenteraan.
Selanjutnya penulis memperhatikan pendidikan di sekolah menengah. Murid – murid sekolah menengah ditekan dengan pelajaran sains. Malahan mereka digalakkan untuk mencipta produk dalam segala projek kelas mereka walaupun kadangkala kelihatannya lucu dan main-main,Mereka diupayakan membuat kreatifitas dalam pruduksi teknologi senjata, farmasi, kedokteran dan ilmu teknik,.Hasil kreatifitas, idea dan produk yang dihasilkan oleh murid sekolah menengah itu itu akan dibawa laboratarium di perguruan tinggi, seperti Politeknik dan Universitas.
Disamping teknologi, pendidikan memengah yahudi sangat memperhatikan masalah ekonomi dan perdagangan. Di tahun akhir di universitas, para mahasiswa dibidang ekonomi dan perdagangan ditugaskan untuk melakukan projek-projerk perniagaan dan mahasiswa tersebut akan lulus jika kelompok belajar mereka ( setiap kumpulan terdiri dari sepuluh mahasiswa ) dapat menjalankan perniagaan yang mendapat keuntungan sebanyak $US 1juta. Itulah kenyataan, bagaimana masyarakat yahudi mempersiapkan generasi sehingga tidak heran masyarakat yahudi menguasai bidang ekonomi, dan bisnis melalui jaringan bisnis masyarakat yahudi yang ada di seluruh penjuru dunia.
Para sarjana dan alumni perguruan tinggi, setelah menjadi alumni akan disarankan untuk mendaftar menjadi anggota kumpulan dan koperasi yahudi dan mereka akan segera mereka akan dibantu dengan memberikan pinjaman tanpa bunga agar mereka bisa berdikari. Jika seseorang itu alumni fakultas kedokteran, maka organiassi yahudi akan membantunya mendirikan rumah sakit dengan bantuan tanpa bunga. Demikian juga dengan profesi-profesi yang lain.
Dari tulisan diaats dapat dilihat bahwa masyarakat yahudi benar-benar berusaha dengan gigih mempersiapkan generasi yang ungul sejak dari masa kehamilan , sampai kepada masa sarjana. Sewaktu di dalam kehamilan, dipersiapkan oleh ibu dan orangtua mereka, dengan cara memproses makanan dan pendidikan sehingga setiap anak yang lahir mempunyai otak yang cerdas. Di sekolah dipersiapkan dengan pelajaran yang terpilih dan penekanan utama kepada kreatifitas dan produktivitas. Setelah sarjana, masyarakayt juga memberikan bantuan modal dengan peinjaman tanpa bunga. Dengan persiapan yang matang dari janin sampai dewasa itulah maka kita melihat hari ini masyarakat yahudi dapat menguasai dunia. Malahan apa yang mereka ajarkan ityu banyak mengambil dari hadis nabi, seperti ” ajarlah anak-anakmu dengan memanah, berenang, dan menunggangi kuda ”, demikian juga dengan hadis- hadis tentang makanan dan juga dengan hadis-hadi mengajarkan anak-anak alunan suara alQuran dan lain sebagainya. Fa’tabiru ya Ulil albaab.

Thursday, January 29, 2009

CINTA AGAMA DAN PENGORBANAN

CINTA AGAMA DAN PENGORBANAN
Bagi seorang muslim, agama merupakan satu-satunya jalan menuju kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Oleh sebab itu seseorang wajib mencintai agamanya lebih daripada cintanya kepada yang lain, sebagaimana dijelaskan Allah Taala dalam firmanNya : Katakanlah ( hai Muhammad ) : Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri kaum keluargamu, hata kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatir akan kerugiannya, rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan daripada jihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Alah mendatangkan keputusan-Nya . Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang yang fasiq “ ( QS. Taubah /9 : 24 ).

Dari ayat diatas dapat dilihat bahwasanya jika seseorang itu lebih mencintai dirinya, lebih mencintai anak-anaknya, lebih mencintai harta kekayaannya sehingga menghalangi dia untuk membelanjakan harta tersebut di jalan Allah, maka orang itu termasuk orang yang fasiq, dan mereka akan mendapat azab daripada Allah subhana wataala. Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa jika umat islam belum berani berkorban demi kepentingan agama, jika umat Islam masih lebih cinta kepada kehidupan dunia daripada mengorbankan hartanya untuk kepentingan dakwah dan perjuangan, maka umat islam pasti tetap kalah, dan tetap dalam keadaan susah dan menderita, karena umat Islam tetap dikuasai oleh musuh-musuhnya dalam segala bidang kehidupan. Ini merupakan sunnatullah, hukum Allah dalam kehidupan Jika umat islam masih lebih banyak menikmati kekayaan yang Allah berikan seperti daripada memberikan harta tersebut kepada jalan Allah, maka umat islam tidak akan mencapai kemenangan. Inilah yang terjadi pada hari ini dimana orangkaya muslim lebih suka membeli saham hotel, saham bank, saham tempat hiburan , daripada membantu perjuangan mujahidin Palestina, membantu orang miskin dengan memberikan modal usaha, membantu sekolah dan perguruan tinggi, mendirikan perpustaakaan dan laboratarium ruset. Maka jangan diharap umat Islam akan mencapai kemenangan.

Berani berkorban , dengan memberikan segala yang dimiliki untuk memperjuangkan agama Alah, untuk kepentingan umat merupakan syarat utama dalam sebuah perjuangan, dan merupakan bukti keimanan kepada allah subhana wataala. Inilah yang dinyatakan dalam surat Al kautsar : “ Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat kepada tuhanmu dan berqurbanlah. Sesungguhnya orang yang membenci kamu dialah yang terputus “ ( Qs. Al kautsar : 1-3 ). Ayat ini menegaskan bahwa musuh akan hancur, kebatilan akan sirna, jika umat islam sudah berani berkorban atas segala yang dimilikinya. Jika umat islam masih sayang dengan apa yang dimilinya, masih lebih mementingkan membuat rumah yang besar dan mewah daripada menbuat sekolah, perpustakaan, madrasah, maka musuh umat islam tidak pernah dapat dikalahkan oleh umat Islam. Ini sebagai pendidikan kepada kita bahwa suatu kebenaran harus diperjuangkan dengan biaya yang tinggi, suatu perjuangan memerlukan kepada pengorbanan. Jika englkau belum berani berkorban, maka musuhmu tidak akan pernah kalah,. Jika umat islam belum berani berkorban, maka musih tidak akan pernah terkalahkan, karena umat islam lebih cinta kepada harta.

Sejarah telah mencatat bahwa kemenangan umat islam di masa lalu tidak terlepas dari pengorbanan umat islam terdahulu. Sewaktu hijrah Abu bakar membawa seluruh kekayaannya sebanyak lima ribu dirham untuk dipergunakan dalam perjuangan bersama Rasulullah. Usman bin Affan berani berkorban seribu dinar untuk suatu perang , juga memberikan seribu ekor binatang tunggangan dan lima puluh kuda untuk perang tabuk, dan dalam perang yang lain Usman menyumbang sebanyak sembilan ratus lima puluh ekor unta dan tiga puluh ekor kuda. Abdurrahman bin Auf pernah berkorban sebanyak empat puluh ribu dirham, lima ratus kuda dan seribu lima ratus ekor unta untuk suatu peperangan. Sikap berkorban inilah yang menjadikan umat islam selalu mencapai kemenangan di masa Rsaulullah dan sahabat. Demikian juga sikap pengorbanan dari umat islam yang begitu hebat dengan membangun rumah sakit wakaf, perpustakaan wakaf, universitas wakaf, pusat riset wakaf, rumah anak yatim wakaf, jalan-jalan wakaf, dana bea siswa untuk mahasiswa, penulis, ulama, dan segala keperluan pendidikan dan riset yang begitu besar sehingga pada masa lalu umat Islam mencapai masa keemaasan dalam budaya, teknologi, ekonomi, politik dan ilmu pengetahuan seeprrti di Baghdad dan Andalusia.

Keislaman Abubakar merupakan kekuatan perjalanan Islam selanjutnya sebab beliau adalah sahabat yang paling banyak membantu perjuangan islam, baik dari pikiran, tindakan, harta kekayaan sampai kepada pengorbanan jiwa. Pada waktu umat islam ditindas, sebagaimana kisah Bulal bin rabah yang dianiaya dan dijemur di tengah terik matahari oleh Umayyah, maka Abubakar segera datang menjumpai Umayyah : “Umayyah, jangan kau siksa dia , da aku akan membelinya “. Umayah dengan sombongnya berkata ; ‘ Berapa engkau sanggup bayar ? “. Abubakar berkata : ‘ Aku akan membelinya berapa saja yang kamu pinta “. Umayah kemudian berinding dengan Abu jahal dan berkata : “ Setengah kilogram uang emas “. Tanpa tawar menawar lagi Abubakar segera membayar tebusan tersebut. Segera dia mendapatkan Bilal dan menyingkirkan batu bersama beberapa orang kemudian membawa pulang ke rumah Muhamad dan memerdekakannya. Setiap mendengar kaum muslimin yang disiksa oleh tuannya, maka Abubakar segera menjumpai tuan hamba sahaya yang mukmin itu dan segera menebusnya dengan berapa saja dan segera membebaskan mereka. Begitulah kesiapan pengorbanan Abubakar selala di makkah, membela dan membantu orang Islam daripada penderitaan dan tekanan hidup.

Sewaktu kaum muslimin diboikot di bani saqifah, Abubakar juga telah menghabiskan harta kekayannya untuk membantu kaum muslimin yang kelaparan. Sewaktu berhijrah menemani Nabi Muhammad ke Madinah, Abu bakar juga membawa persiapan uang sbanyak enam ribu dinar untuk membantu perjuangan nabi. Malahan beliau sangat gembira sebab terpilih sebagai orang yang ikut bersama nabi, dan beliau sudah siap untuk membela musuh dari segala rintangan musuh. Setelah sampai di madinah, beliau juga sahabat yang paling banyak membantu secara materi dalam medan peperangan, disamping beliau juga maju di garis depan dalam medan pertempuran. Pernah dalam suatu pertempuran, Abubakar mendermakan uangnya sebanyak empat puluh ribu dinar secara terang-terangan dan empat puluh ribu dinar lagi secara sembunyi-sembunyi, sehinga baliau tidak memiliki apa-apa dirumahnya, sebab semua hartanya telah diberikannya untuk membantu perjuangan Islam.

Dengan pengorbanan para sahabat itulah maka umat Islam pada zaman rasulullah mencapai kemenangan dalam setiap perjuangan. Demikian juga di waktu kejayaan Islam di Andalusia, dan Baghdad zaman Abasiyah, umat Islam dapat mencapai kemenangan sebab mereka memberikan pengorbanan harta untuk keilmuan dan riset, perpustakaan dan universitas lebih daripada bangsa yang lain. Jika sekarang umat Islam ingin mengembalikan kegemilangan dan kejayaan maka syarat utama perhatian, kecintaan dan pengorbanan umat Islam harus lebih dari bangsa lain.
Dalam Al Quran ada tiga bentuk infaq atau sumbangan pengorbanan. Pertama adalah sumbangan untuk membantu mereka yang memerlukan seperti faqir miskin, anak yatim dan lain sebagainya. Kedua adalah pengorbanan untuk jihad dan teknologi persenjataan. Ketiga adalah pengorbanan untuk perjuangan menjadi pemimpin dan pengausa , khalifah di muka bumi. Sayang selama ini kita jangankan pengorbanan untuk khalifah, dan jihad, untuk ekonomi umat saja masih kalah dengan umat lain, bagaimana mungkin kita dapat mencapai kekemangan? Apalagi dalam membangun teknologi persenjataan dan infrastruktur kekhalifahan.
Negara-negara barat menguasai sains dan teknologi hari ini, sebab kecintaan dan pengorbanan mereka terhadap sanin dan teknologi melebihi bangsa yang lain.Lihat saja perbandingan, Negara Islam memiliki 230 saintis bagi setiap satu juta orang, Amerika memiliki 4000 saintis, sedangkan Jepang memiliki 5000 saintis persatu juta orang. 57 negara Islam anggota OKI hanya memiliki 5000 universitas, sedangkan Amerika memiliki 5758 Universitas. Malahan menurut riset tahun 2006, tidak ada satupun universitas negeri Islam yang masuk dalam 500 terbaik di dunia. Padahal sunatullah menyatakan siapa yang lebih cinta dan banyak memberikan pengorbanan kepada sesuatu maka dia akan mendapatkannya. Jika para sahabat telah memberikan pengorbanan untuk kemenangan Islam, jika orang kaya Andalusia memberikan pengorbanan untuk kekhalifahan ilmu pengetahuan, apakah pengorbanan kita untuk umat islam hari ini..? Fa’tabiru Ya Ulil albab.