<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1080924641691425531</id><updated>2012-02-16T07:44:34.070-08:00</updated><title type='text'>Buletin ISTA 'ID</title><subtitle type='html'>Buletin ISTAID adalah lembaran ilmu, dan informasi  yang diterbitkan  oleh Yayasan ISTA'ID ( Islamic Thought and Information for Dakwah ) Medan, sebagai media dakwah, informasi, dan pendidikan dalam pencerahan pemikiran umat menuju masyarakat madani.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://arifinismail.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1080924641691425531/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifinismail.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>ARIFIN ISMAIL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03576065139401199131</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>96</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1080924641691425531.post-3039533021417972471</id><published>2012-02-03T02:00:00.000-08:00</published><updated>2012-02-03T02:02:15.743-08:00</updated><title type='text'>Tanda Cinta Rasul</title><content type='html'>Cinta kepada Rasul merupakan syarat keimanan seorang muslim. Oleh sebab itu dakam hadis yang disampaikan oleh Anas  bahwa Rasulullah saw bersabda : “ Seseorang diantara kamu tidak menjadi orang yang beriman sampai dia itu lebih sayang kepadaku daripada sayangnya kepada anak-anaknya, ayahnya, dan dari semua orang lain “ ( riwayat Bukhari, Muslim dan Nasai ).  Malahan dalam hadis yang lain dinyatakan bahwa cinta rasul cara untuk mendapatkan kemanisan iman. Anas menceritakan bahwa Rasulullah saw bersabda : Ada tiga hal yang menyebabkan setiap orang mencari perlindungan kepadanya akan merasakan manisnya iman, yaitu (1) bila Allah dan rasulNya lebih dicintainya daripada apapun juga, (2) bila dia mencintai sesuatu hanya karena Allah,(3) bila dia tidak menyukai kekafiran sebagaimana dia tidak ingin dilem[arkan ke dalam api neraka “ ( riwayat Bukhari Muslim ). &lt;br /&gt;Pada suatu hari Umar bin Khattab berkata kepada Nabi : “ Aku mencintaimu lebih dari segalanya, kecuali jiwaku sendiri “. Nabi menjawab : Tidak seorangpun diantara kamu yang beriman, sehingga aku lebih dicintainya daripada jiwanya sendiri “. Umar segera menjawab : “ Demi Dzat yang menurunkan kitab suci alQuran ini kepadamu, aku mencintaimu melebihi cintaku kepada diriku sendiri “. Rasul menjawab : Wahai Umar, sekarang kamu telah mendapatkannya “. ( Bukhari ). Malahan menurut Anas, pernah seorang lelaki datang kepada Nabi dan bertanya : Ya Rasulullah, kapankah hari kiamat ? Nabi menjawab : Apakah yang telah kamu persiapkan untuk itu ? Orang itu menjawab : Aku belum mempersiapkan diri dengan banyak shalat, atau amal sedekah, tetapi aku telah mencintai Allah dan rasulNya “. Nabi bersabda : “ Engkau akan bersama-sama orang yang engkau cintai “.( Bukhari ).&lt;br /&gt;Cinta berarti  selalu merindukan orang yang dicintai. Oleh sebab itu dalam sebuah riwayat –menurut ibnu Ishaq -disebutkan bahwa ada seorang perempuan yang telah kehilangan ayahnya, saudara laki-lakinya, dan suaminya yang syahid dalam perang uhud. Sewaktu berita kesyahidan keluarganya disampaikan orang kepadanya, maka perempuan bukan sedih dengan kematian keluarganya tersebut, malahan bertanya : Apa yang terjadi dengan Rasulullah ? Semoga Allah memberkatinya dan melimpahkan kedamaian kepadanya “. Si penyampai berita berkata : “ Alhamdulilah, Nabi dalam keadaan baik “. Perempuan itu belum yakin dengan jawaban orang tersebut, dan berkata : “ Tunjukkan dia ( rasulullah ) kepadaku hingga aku dapat melihatnya “. Ketika wanita itu melihat Rasulullah, dia berkata : “ Semua penderitaanku tidak ada artinya lagi sekarang ini, sebab engkau telah selamat Ya Rasulullah “. &lt;br /&gt; Pada waktu sahabat Bilal bin rabah akan meninggal dunia, maka istrinya berkata : “ Betapa sedihnya perasaanku “. Mendengar itu Bilal berkata kepada istrinya : “ Alangkah bahagianya aku, sebab sebentar lagi aku akan menjumpai orang yang paling aku cintai, yaitu rasulullah  dan sahabat-sahabat yang telah mendahuluiku “. Itulah ungkapan Bilal menggambarkan bagaimana cintanya kepada Rasulullah.&lt;br /&gt;Bagaimanakah tanda cinta kepada Rasulullah ? Qadhi Iyadh dalam kitab “ assyifa “ mnegatakan bahwa tanda-tanda cinta Rasul ada enam :&lt;br /&gt;Pertama, orang yang cinta Rasul akan berusaha mengikuti akhlak Nabi, mengikuti sunnahnya, melaksanakan perintahnya, dan mengcegah diri dari larangannya. Dalam AlQuran telah disebutkan tentang cinta dan ketaatan : “ Katakanlah, bila engkau mencintai Allah, maka taatlah kepadaku niscaya Allah akan menyayangimu “. ( QS. Ali Imran : 31 ). &lt;br /&gt;Cinta Rasul berarti dengan mengikuti sunahnya. Dalam sebuah hadis dinyatakan bahwa rasulullah berkata kepada Anas bin Malik : Wahai anakku, bila engkau sanggup melepaskan dendam di hatimu terhadap siapapun juga pada pagi hari dan malam hari, maka lakukanlah “. Kemudian Rasullulah menambahkan : “ Wahai anakku, itu ( tidak dendam kepada siapapun ) adalah sunnahku. Barangsiapa yang menghidupkan sunnahku maka dia sungguh telah mencintaiku, dan barangsiapa yang mencintaiku, maka dia akan bersamaku di dalam syurga “. ( riwayat Tirmidzi ). Dari hadis ini terlihat, sunnah nabi bukan terbatas kepada pakaian, janggut, serban dan jubah, tetapi lebih kepada akhlak, sebagaimana nabi nyatakan dalam hadis ini bahwa tidak dendam kepada siapapun adalah sunahku.&lt;br /&gt;Kedua, tanda cinta Rasul adalah lebih menyukai segala hukum-hukum yang  ditetapkan oleh Rasulullah daripada peraturan, hukum yang dibuat oleh hawa nafsu dan keinginan sendiri. Dalam al Quran dinyatakan bahwa : “ Bagi orang beriman baik itu laki-laki maupun perempuan jika Allah dan rasulNya telah menetapkan sesuatu bagi urusan mereka, maka mereka tidak boleh mencari  pilihan yang lain selain yang telah ditetapkan tersebut  “ ( QS.Ahzab : 36 ). Malah mereka harus lebih mencintai apa yang disampaikan nabi itu daripada keinginan dirinya sendiri, sebagaimana kaum Anshar lebih mencintai nabi dan muhajirin daripada diri mereka sendiri ( lihat QS AlHasyr : 9 ).&lt;br /&gt;Ketiga, tanda cinta kepada Rasul adalah dengan selalu mengingat dan menyebut-nyebut namanya. Hasan bin Ali menceritakan bahwa Rasulullah bersabda : “ Dimanapun kamu berada, maka bershalawatlah kamu kepadaku, karena sesungguhnya shalawat kamu itu akan disampaikan kepadaku “ ( Ibnu Abi Syaibah dan Nasai ).  “ Barangsiapa melupakan shalawat kepadaku baka dia telah melupakan jalan menuju syurga “ ( Baihaqi ). “Orang bakhil adalah orang yang tidak mengucapkan shalawat kepada Nabi ketika mendengar namaku disebutkan kepadanya “ ( riwayat Tirmidzi, baihaqi dan Nasai ). &lt;br /&gt;Keempat, tanda cinta kepada nabi adalah memuliakannya dengan ketundukan hati untuk melaksanakan segala perintahnya dan merasakan kerendahan diri walaupun ketika mendengar namanya. Sejarawan Islam Ishaq menceritakan : Kapan saja sahabat mendengar nama nabi disebutkan setelah beliau wafat, maka mereka merasakan kerendahan diri, sehingga badan mereka gemetar “. Hal ini terjadi sebabsetiap disebut nama nabi, maka mereka mengingat segala perintahnya dan larangannya, serta sunnah-sunnah dan akhlaknya, dan mereka merasa takut dan gemetar dengan kelemahan yang ada pada diri mereka.&lt;br /&gt;Kelima, tanda cinta kepada nabi adalah kecintaan kepada alQuran , sebagaimana dinyatakan oleh Sahal ibnu Abdilah : “ Tanda cinta kepada Allah adalah mencintai al Quran. Tanda cinta kepada al Quran adalah cinta kepada Rasulullah. Tanda cinta kepada Rasulullah, adalah mencintai sunah-sunahnya. Tanda mencintai sunnah-sunnahnya adalah mencintai kehidupan akhirat. Tanda mencintai kehidupan akhirat adalah kebencian ( tidak tergoda ) oleh kehidupan dunia. Tanda benci dunia adalah engkau tidak menyimpannya kecuali untuk bekal hidup di dunia  sehingga engkau datang dengan selamat dalam kehidupan akhirat “ .&lt;br /&gt;Keenam, cinta kepada Nabi adalah cinta kepada keluarga nabi, dan sahabat-sahabatnya. Nabi bersabda : barang siapa mencintai mereka (Hasan dan Husein, cucu nabi ), sesungguhnya telah mencintai aku “ ( Bukhari ). Dalam hadis yang lain rasulullah bersabda : “ Tanda iman yang sesungguhnya adalah mencintai sahabat-sahabat Anshar sedang tanda kemunafikan adalah kebencian terhadap mereka “ ( riwayat Bukhari Muslim ).&lt;br /&gt;Ketujuh, tanda cinta kepada nabi adalah mencintai pengikutnya dan membela serta membantu perjuangan mereka sebagaimana dinyatakan dalam al Quran bahwa : “ nabi sangat sayang kepada orang yang beriman “ ( Qs. Taubah : 128 ).&lt;br /&gt; Kedelapan, tanda cinta kepada nabi adalah dengan membenci orang yang dibenci oleh Allah dan rasulNya sebagaimana dinyatakan dalam alQuran : “ Kamu tidak akan mendapatkan suatu kaum yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat saling berkasih sayang dengan orang yang menentang Allah da RasulNya “ ( QS alMujadilah : 22 ).&lt;br /&gt;Demikianlah tanda-tanda cinta kepada Rasul, semoga kita dalam bulan Rabiul awal ini dapat melihat berapakal volume kecintaak kita kepadanya. Fa’tabiru ya Ulil albab.(Muhamad Arifin Ismail, Jumat 3 Februari 2012 )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1080924641691425531-3039533021417972471?l=arifinismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifinismail.blogspot.com/feeds/3039533021417972471/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifinismail.blogspot.com/2012/02/tanda-cinta-rasul.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1080924641691425531/posts/default/3039533021417972471'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1080924641691425531/posts/default/3039533021417972471'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifinismail.blogspot.com/2012/02/tanda-cinta-rasul.html' title='Tanda Cinta Rasul'/><author><name>ARIFIN ISMAIL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03576065139401199131</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1080924641691425531.post-1799568606825223060</id><published>2011-12-25T18:16:00.000-08:00</published><updated>2011-12-25T18:18:12.675-08:00</updated><title type='text'>KELAHIRAN ISA : ANTARA FAKTA DAN ANGGAPAN</title><content type='html'>" Demikianlah, Tuhanmu berfirman: ’Hal (kelahiran isa)  itu adalah mudah bagi-Ku; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami “ (QS.Maryam : 21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarawan Islam, Ibnu Katsir dengan mengutip pernyataan Ibnu Ishaq  menyatakan bahwa ibu Maryam , Hanna binti Farouq, istri daripada Imran bin Basham, adalah seorang yang mandul tetapi sangat ingin mempunyai seorang anak . Pada  suatu hari dia melihat seekor burung member makan kepada anaknya dalam keadaan gembira.  Pada waktu itu dia bernazar jika seandainya dia melahirkan anak lelaki, maka dia akan menjadikan anaknya tersebut mengabdi di dalam masjidil Aqsha. Memang kebiasaan orang Bani Israel pada waktu itu jika ingin memiliki anak, maka mereka bernazar dengan menyerahkan anaknya untuk bekerja di Masjid al Aqsha. Tak lama setelah bernazar, Hanna mengandung, maka apabila dia melahirkan anak, ternyata anaknya adalah seorang perempuan “ Maka apabila dia melahirkan, maka dia berkata : “ Ya Tuhanku, aku telah melahirkan seogang anak perempuan dan aku namakan dia Maryam dan aku memohon kepada Engkau Ya Allah untuk melindunginya dan keturunannya daripada godaan syetan “ ( QS. Ali Imran:36 )&lt;br /&gt;Allah mendengar doa Hanna, “ Maka Allah menerima nazar daripada ibu Maryam dengan penerimaan yang baik, dan dibesarkan dengan pendidikan yang baik, dan dia dipelihara oleh Zakariya “ ( QS. Ali Imran : 37 ). Setelah lahir, ibunya mengendong mRyam neuju masjid al aqsha dan menyerahkannya kepada kepada hali ibadah yang ada di Masjid al Haram. Banyak orang yang ingin memelihara Maryam, tetapi karena disana terdapat juga Nabi Zakariya dan mengingat bahwa Hanna, ibu Maryam adalah saudara dari ibunya Maryam, maka dia merasa lebih berhak untuk memelihara Maryam. Tetapi karena semua ingin memeliharanya, maka dilakukanlah pemilihan dengan undian “ Demikianlah peristiwa ghaib yang diwahyukan kepadamu (hai Muhammad), sedang engkau tidak ada pada waktu mencampakkan masing-masing pensil mereka untuk mengetahui siapakah diantara mereka yang akan memelihara Maryam “ ( QS.A;I Imran : 44 ).&lt;br /&gt;Zakariya memberikan tempat khusus kepada Maryam untuk beribadah dan melakukan tugas-tugas pelayanan di dalam Baitul Maqdis, dan tidak ada orang yang masuk ke ruangan tersebut kecuali dirinya sebagai pengasuh dan pemelihara. Nabi Zakariya sangat terkejut sebab setiap masuk ke dalam ruangan Maryam, terlihat di dekat Maryam sudah ada makanan yang terdiri dari buah-buahan. “ setiap Zakariya masuk ke dalam mihrab (tempat khas beribadah ) Maryam, terlihat olehnya makanan uang sudah tersedia. Berkata Zakariya : Dari manakah makanan ini ? Maryam menjawab : “ Ini dari Allah, dan Allah memberikan rezeki kepada siapa yang dia sukai “ ( QS. Ali Imran : 37 ).&lt;br /&gt;Setelah melihat kejadia tersebut, maka Zakariya yakin tidak ada yang mustahil bagi Allah. Selama ini dia menginginkan anak, tetapi istrinya mandul. Sehingga dia berdoa : “ Wahai Tuhan yang telah memberikan rezki buah-buahan kepada Maryam, karuniakanlah anak kepadaku “. Hal ini dinyatakan dalam al Quran : “ Dan Zakariya sewaktu dia memohon kepada Tuhannya : Wahai Tuhanku, jangan engkau biarkan aku seorang diri ( tidak mempunyai anak )…maka Kami perkenankan doanya , dan Kami karuniakan kepadanya anak yang bernama Yahya “ ( QS. Anbiya : 89-90)  Maryam adalah perempuan yang rajin beribadah dan melaksanakan tugas suci di Baitul Maqdis, sehingga dia dipilih Allah menjadi perempuan yang istimewa daripada perempuan yang lain “ Dan ingatlah ketika malaikat berkata kepada Maryam : “ Wahai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilihmu dan mensucikanmu, dan telah melebihkanmu daripada perempuan lain di dunia. Wahai Maryam, taatlah kamu kepada Tuhanmu, dan sujudlah dan rukuklah bersama dengan orang-orang yang rukuk “ ( QS. Ali Imran : 42-43 ). Rasulullah saw telah bersabda : “ Memadailah dengan empat orang wanita terbaik di dunia yaitu Maryam binti Imran, Asiyah, istri Fir’aun yang tetapdalam keimanannya, Khadijah binti Khuwalaid, dan Fatimah binti Muhammad “ ( riwayat Imam Ahmad ).&lt;br /&gt;Maryam hanya keluar dari Baitul Maqdis pada waktu dia berhalangan ( datang haidh ) atau untuk suatu keperluan lain. Pada suatu hari ketika dia sedang seorang diri di bagian timur Masjiil Aqsha, maka datanglah malaikat berkata-kata kepadanya “ Dan ceritakanlah [kisah] Maryam di dalam Al Qur’an, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur,  maka ia mengadakan tabir [yang melindunginya] dari mereka; lalu Kami mengutus roh (malaikat)  Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya [dalam bentuk] manusia yang sempurna.  Maryam berkata: "Sesungguhnya aku berlindung daripadamu kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa".  Ia [Jibril] berkata: "Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci".  Maryam berkata: "Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusiapun menyentuhku dan aku bukan [pula] seorang pezina!". Jibril berkata: "Demikianlah, Tuhanmu berfirman: ’Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan.’" Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh.  Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia [bersandar] pada pangkal pohon kurma, ia berkata: "Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan". Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: "Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu. Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: ’Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang Manusiapun pada hari ini.’" Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar.Hai saudara perempuan Harun ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina", maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: "Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan?" Berkata ’Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab [Injil] dan Dia menjadikan aku seorang nabi, dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku [mendirikan] shalat dan [menunaikan] zakat selama aku hidup; dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.  Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali".  Itulah ’Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya.  Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: "Jadilah", maka jadilah ia.  Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus. Maka berselisihlah golongan-golongan [yang ada] di antara mereka. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang kafir pada waktu menyaksikan hari yang besar. (QS.Maryam 17: 37). Dari ayat diatas ternyata Isa dilahirkan pada waktu pegembala mengembalakan kambingnya di malam hari di tengah padang. Berarti Isa dilahirkan pada waktu musim panas. &lt;br /&gt;Demikian juga yang dinnyatakan dalam kitab Perjanjian Lama. Dalam Lukas 2:1-8 disebutkan bahwa :     “ Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia.. Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria. Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya sendiri. Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, -- karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud -- supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya, yang sedang mengandung. Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan. Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam “ Jadi, menurut Lukas, Yesus lahir pada masa kekuasaan Kaisar Agustus yang saat itu sedang melaksanakan sensus penduduk.. Yusuf sepupu dan tunangan Maryam) berasal dari Betlehem, maka mereka berangkat kesana, dan lahirlah Yesus di Betlehem. Maria membungkusnya dengan kain lampin dan membaringkannya dalam palungan (tempat makanan sapi, domba yang terbuat dari kayu). Peristiwa itu terjadi pada malam hari dimana gembala sedang menjaga kawanan ternak mereka di padang rumput. &lt;br /&gt;Dari keterangan diatas dapat terlihat bahwa nabi Isa dilahirkan pada waktu musim panas, bukan pada bulan desember sebagaimana yang dianggap oleh sebagaian orang, sebab bulan desember itu di kawasan Timur Tengah adalah musim dingin. Fa;tabiru Ya Ulil albab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1080924641691425531-1799568606825223060?l=arifinismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifinismail.blogspot.com/feeds/1799568606825223060/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifinismail.blogspot.com/2011/12/kelahiran-isa-antara-fakta-dan-anggapan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1080924641691425531/posts/default/1799568606825223060'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1080924641691425531/posts/default/1799568606825223060'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifinismail.blogspot.com/2011/12/kelahiran-isa-antara-fakta-dan-anggapan.html' title='KELAHIRAN ISA : ANTARA FAKTA DAN ANGGAPAN'/><author><name>ARIFIN ISMAIL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03576065139401199131</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1080924641691425531.post-7521404984418857984</id><published>2011-10-22T14:14:00.001-07:00</published><updated>2011-10-22T14:19:08.766-07:00</updated><title type='text'>Filsafat Haji dan Umrah</title><content type='html'>FILSAFAT &lt;br /&gt;HAJI DAN UMRAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh :&lt;br /&gt;H.Muhammad Arifin Ismail, M.A&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengantar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haji adalah rukun islam kelima bagi seorang msulim. Setiap tahun jumlah masyarakat yang melakukan ibadah haji semakin bertambah, demikian juga yang melakukan ibadah umrah , malahan akhir-akhir ini terlihat kecenderungan ibadah umrah merupakan trend kehidupan khususnya bagi umat Islam. Hanya saja terlihat bahwa ibadah tersebut hanya dilakukan secara seremonial semata, tanpa dapat diikuti dengan perubahan sikap dan perilaku setelah haji dan umrah. Penulis melihat bahwa hal tersebut terjadi karena selama ini Manasik haji hanya berkisar kepada tatacara pelaksanaan ibadah dan doa-doa semata tanpa disertai dengan kajian filsafat atas ibadah tersebut. Oleh sebab itu penulis dalam buku ini berusaha menyajikan filsafat haji dan umrah, sehingga pembaca dapat menghayati ibadah haji dan umrrah tersebut dengan penghayatan makna dan filsafat yang terkandung di dalamnya diharapkan agar ibadah tersebut dapat memberikan kesan dan perubahan sikap sehingga menjadi setiap haji dan umrah merupakan tangga untuk meniti kehidupan yang lebih baik. Disamping kajian dan analisa filsafat, penulis juga memberikan panduan teknis ibadah tersebut dengan ringkas tanpa harus disibukkan dengan doa-doa yang harus dibaca, sebab haji dan umrah adalah gerakan sedangkan doa tersebut merupakan sesuatu yang sunat dan boleh digantikan dengan bacaan yang lain seperti tilawah dan zikir. Semoga buku ini dapat bermanfaat bagi pembaca khususnya bagi mereka yang akan menunaikan ibadah haji dan umrah sehingga mendapat haji dan umrah yang mabrur. Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FILSAFAT    HAJI   DAN  UMRAH &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibadah haji adalah rukun islam yang kelima difardhukan bagi setiap muslim yang mampu sebanyak satu kali dalam seumur hidup. Dalam Al Quran dinyatakan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Mengerjakan haji adalah suatu kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu bagi mereka yang mampu untuk melakukan perjalanan ke baitullah. Barangsiapa yang mengingkari kewajiban tersebut maka sesungguhnya Allah itu tidak memerlukan sesuatu daripada seluruh alam semesta” &lt;br /&gt;( Surah Ali Imran : 97 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Proses ibadah haji tersebut dapat dilakukan pada bulan yang tertentu sahaja yaitu dari bulan Syawal, Dzulqa’dah dan Dzul hijjah  daripada  taqwim Hijriyah. Hal ini dijelaskan dalam Al Quran :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “ Musim haji itu adalah beberapa bulan yang telah ditentukan” ( Surah al Baqarah : 197 ).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ibadah haji tersebut hanya dilakukan di tanah suci, dengan melakukan beberapa bentuk ibadah seperti thawaf ( berjalan sekeliling kabah tujuh kali) , sa’ie ( berjalan tujuh kali dari Safa ke marwa ) , wukuf ( berdiam )  di Arafah, mabit ( bermalam ) di Mudzdalifah, melontar jamrah dan mabit ( bermalam ) di Mina,  menyembelih hewan qurban, tahallul ( menggunting rambut ) dan thawaf kedua ( thawaf ifadhah ) sebagai bagian dari aktiviti ibadah yang dilakukan dengan niat hanya kepada Allah , mencari keridhaan Allah dan untuk mengingatkan kaum muslimin kepada sejarah nabi Ibrahim alaihissalam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya ibadah haji juga disebut dengan panggilan nabi Ibrahim, sebab dalam sejarahnya mereka yang datang adalah mereka yang menyambut panggilan Ibrahim sewaktu beliau menyeru manusia sebagaimana dijelaskan dalam Al Quran yang maksudnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Dan serulah kepada manusia untuk mengerjakan haji niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengenderai unta, yang datang dari segenap penjuru yang jauh. Supaya mereka mempersaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebagian daripadanya dan berikanlah sebagian yang lain untuk makanan bagi yang mereka yang sengsara dan orang-orang faqir  “ ( Surah al Hajj : 27-28 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ayat diatas dapat dilihat bahwa tujuan daripada ibadah haji adalah agar manusia dapat melihat manfaat dan hikmah pelajaran yang terdapat di dalam pelaksanaan ibadah tersebut, disamping untuk bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan dengan cara berqurban. Ibadah haji adalah ibadah mulia sebab disana terdapat banyak pelajaran yang dapat membentuk manusia menuju kepada kesempurnaan hidup bagi seseorang dalam melaksanakan tugas suci sebagai  hamba Allah dan khalifah Allah. Itulah sebabnya dalam Al Quran dinyatakan bahwa melakukan ibadah haji adalah sebuah upaya untuk mencari kesempurnaan sebagaimana dijelaskan dalam ayat yang maksudnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah “ ( Surah al Baqarah : 196 ).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk sampai kepada tingkat kesempurnaan itu, maka manusia harus dapat mengawal diri daripada segala perbuatan yang tidak baik. Dalam Al Quran hal ini dijelaskan : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “ Barangsiapa yang telah menetapkan niatnya pada bulan itu untuk mengerjakan haji , maka tidak boleh melakukan perbuatan keji ( rafats ) , berbuat kemaksiatan ( fusuk ), dan juga berbantah-bantahan selama dia berada  mengerjakan ibadah haji . Dan apa saja yang kamu kerjakan , niscaya Allah akan mengetahuinya. Berbekallah sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa dan bertaqwalah hai orang yang berakal “ .( Surah Al Baqarah: 197 ). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencari kesempurnaan hidup dengan menghindari diri dari segala keburukan dan dengan bekal taqwa inilah  yang perlu didapat daripada pelajaran di tanah suci, dengan cara mencontoh kehidupan para nabi dan rasul sejak dari nabi Adam alaihissalam, Nabi Ibrahim, dan Nabi Muhammad sallahualaihi wasallam. Inilah maksud dan tujuan dari disyariatkan ibadah haji dengan cara mengunjungi tanah suci, tanah para nabi dan rasul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna dan Falsafah  Ihram&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ihram adalah lambang kesucian diri, itulah sebabnya dalam ihram kita memakai pakaian yang suci dan bersih. Manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah yang suci tanpa dosa. Setelah baligh dan dewasa, manusia menjalani kehidupan dengan memilih jalan hidup. Jika hidupnya dengan hidayah Allah maka dia telah dapat menjaga kesucian diri tetapi jika dia hidup dengan mengikuti nafsu dan rayuan setan berarti dia telah mengotori kesucian dirinya sendiri. Segala perbuatan manusia itu harus dapat dipertangungjawabkan kepada Allah, Tuhan yang telah menjadikannya. Sebab itulah maka setiap manusia pasti akan meninggalkan dunia   untuk  menghadap kepada-Nya mempertanggungjawabkan semua amal dan perbuatan yang dilakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepatutnya manusia yang dilahirkan dalam keadaan suci ini harus dapat kembali kepada Tuhan, menghadap kepada-Nya juga dalam keadaan suci. Kesucian diri inilah yang merupakan kehormatan seorang muslim. Menghadap Tuhan dalam keadaan suci ini merupakan cara untuk mendapatkan kesempurnaan hidup. Itulah sebabnya sebelum menghadap Allah , mengunjungi baitullah, jamaah haji perlu melakukan ihram dengan pakaian yang suci dan bersih. Sebelum menghadap Allah, manusia perlu mensucikan dirinya terlebih dahulu, mensucikan badannya, mensucikan hatinya, mensucikan pikirannya, mensucikan harta kekayaannya, dan mensucikan seluruh kehidupannya. Kesucian diri dalam menghadap Tuhan adalah syarat mutlak sebab Tuhan yang Maha Suci hanya menerima sesuatu yang suci. Kesucian diri dan siap untuk menghadap Ilahi inilah makna daripada ihram bagi jamaah haji dan umrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna dan Falsafah Talbiyah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesucian diri dan kesiapan diri dalam memenuhi panggilan Allah harus dinyatakan dengan lisan. Inilah sebabnya jamaah haji dan umrah setelah memakai pakaian ihram dan berniat ihram diharuskan untuk mengucapkan lafadz talbiyah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Labbaikallahumma labbaik, labbaika la syariika laka, Inal hamda wanni’mata wal mulka laka..laa syarika laka “. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya : “ Ya Allah, aku datang menghadapmu Ya Allah, memenuhi seruan-Mu… Aku datang menghadap-Mu tanpa ada sedikitpun syirik kepada-Mu..Sesungguhnya segala pujian, segala kenikmatan, segala kekuasaan , semuanya itu adalah milik-Mu, tiada sedikitpun syirik kepada-Mu “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ucapan talbiyah ini adalah sikap untuk memenuhi seruan Allah dengan sikap tauhid, tanpa sedikitpun syirik kepada-Nya. Manusia akan lulus di depan Allah jika dia dapat menghadap Allah tanpa sedikitpun syirik kepada-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala amal perbuatan, segala amal ibadah, segala kebaikan, segala sesuatu akan diterima oleh Allah jika dilakukan tanpa ada sedikitpun syirik di dalamnya, seperti riya dan lain sebagainya. Sudahkh amal perbuatan kita terlepas dari syirik..? Sudahkah harta kekayaan kita terlepas daripada syirik? Sudahkah kekuasaan kita terlepas daripada syirik..? Sudahkan semua kenikmatan, harta kekayaan, kekuasaan , kehidupan kita kita pergunakan sesuai dengan seruan dan perintah Allah..? Sadarkah kita bahwa segala sesuatu nanti semuanya akan dipertanggungjawabkan di depan Allah, akan ditanya di depan mahkamah Ilahi..? Inilah makna talbiyah, kesiapan diri untuk menjawab panggilan Tuhan, kesiapan diri untuk mempersembahkan seluruh kehidupan hanya untuk beribadah kepada-Nya. Inilah makna “ labbaikallahumma labaik “ Ya Allah..aku datang untuk memenuhi panggilan-Mu ya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna dan Falsafah  Thawaf   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam melakukan ibadah haji umat Islam  melakukan thawaf, yaitu ibadah dengan mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali. Ka’bah adalah kiblat umat Islam dalam beribadah terletak di tengah-tengah Masjidil Haram di kota Makkah. Ka’bah adalah tempat beribadah kepada Allah yang pertama kali dibangun oleh manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Sesungguhnya rumah yang pertama kali dibina untuk tempat beribadah bagi manusia adalah Baitullah di kota Makkah yang diberkati dan menjadi petunjuk bagi umat manusia “ ( Surah Ali Imran : 96 ). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ka’bah adalah batu yang disusun berbentuk kotak yang dibina untuk tempat beribadah kepada Allah terletak di tengah Masjidil Haram. Umat islam melakukan thawaf, mengelilingi Ka’bah dan mengucup Hajar al Aswad ( batu hitam di sudut Ka’bah ) bukan bermakna memuja dan  menyembah batu. Ka’bah dan Hajar al Aswad tersebut adalah batu sebagaimana batu biasa yang tidak dapat memberi manfaat dan mudharat bagi kehidupan. Kita melakukan thawaf dan mengecup batu tersebut adalah kerana diperintah oleh Allah dan mengikuti sunnah baginda Rasulullah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya  Umar bin Khattab telah berkata ; ‘ Wahai batu  Hajarul aswad , engkau adalah batu sebagaimana batu yang lain. Kalau bukan disebabkan oleh rasulullah yang telah mengucupmu, maka aku tidak akan mengucupmu “. Dari pernyataan ini dapat disimpulkan bahwa mengucup batu bukan kerana memuja dan kemuliaan batu atau untuk menyembah batu, tetapi disebabkan untuk  mengikuti sunnah rasulullah saw. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ibadah haji banyak terdapat lambang-lambang untuk mendidik manusia dalam menghadapi kehidupan. Dalam kehidupan sehari-hari , manusia juga banyak memakai lambang. Seperti bendera negara adalah sepotong kain yang sebenarnya sama dengan kain yang lain. Tetapi nilai bendera kebangsaan tidaklah sama dengan kain yang lain, karena bendera tersebut merupakan lambang kehormatan suatu bangsa dan negara. Demikian juga dengan Ka’bah dan Hajar  al Aswad. Ka’bah dan Hajar al Aswad adalah lambang beribadah kepada Allah. “ Allah telah menjadikan Ka’bah itu sebagai pusat beribadah bagi umat manusia “ ( Surah al Maidah : 97 ). Thawaf melambangkan nilai-nilai tauhid. Dalam thawaf manusia diarahkan agar selalu mendekatkan diri kepada Allah sebagaimana dekatnya badan dengan ka’bah. Mendekatkan diri kepada Allah bukan hanya satu kali saja, tetapi berulang kali dan setiap waktu dalam kehidupan, sebagaimana dilambangkan dalam ibadah thawaf yang dilakukan tujuh kali putaran. Ini melambangkan agar manusia selalu mendekatkan diri kepada Allah selama tujuh hari dalam seminggu, bermakna manusia harus dapat mendekatkan diri kepada Alah setiap saat dan setiap hari dalam kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thawaf tersebut dilakukan dengan penuh penghayatan akan kehadiran Allah, berzikir , berdoa dan memohon ampun kepada-Nya. Ini melambangkan agar setiap manusia harus selalu beribadah kepada Allah dengan merasakan kehadiran Allah dalam setiap hari, mengingat kepada-Nya, berzikir, berdoa dan memohon ampun kepada-Nya. Tidal ada hari yang lepas daripada ibadah, zikir, berdoa dan memohon ampun. Inilah kehidupan beribadah seorang muslim. Maksud thawaf ini sesuai dengan lafadz doa iftitah yang dilakukan dalam shalat “ inna shalaati wa nusuki wamahyaaya wa mamaati lillahi rabbil ‘alamin “,  sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku adalah untuk Allah, Tuhan seluriuh alam “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam thawaf, kita diwajibkan untuk mengucup Batu Hitam  Hajar al Aswad  atau dengan cara memberi isyarat  lambaian tangan ( istislam ) kepadanya, sebagaimana yang dilakukan oleh baginda Rasulullah. Ini bermakna dalam melaksanakan ibadah kepada Allah, umat Islam harus mengikuti sunnah dan contoh yang dilakukan oleh baginda Rasulullah. Mengucup batu hitam tersebut juga merupakan lambang bahwa ibadah harus dilakukan dengan penuh kecintaan kepada Allah subhana wataala. Ibadah dilakukan bukan untuk tujuan dunia, bukan tujuan sementara tetapi hanya dengan tujuan mengharapkan keridhaan Allah dengan penuh rasa cinta kepada-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan melakukan thawaf, kita harus dapat bertanya kepada diri sendiri sudahkan aku seluruh aktiviti kita dalam kehidupan dilakukan dalam tujuh hari dalam seminggu sebagai ibadah kepada Allah, sebagaimana thawaf yang dilakukan sebanyak tujuh kali ini. Sudahkah aku dapat mendekatkan diri, berzikir kepada-Nya dengan penuh kecintaan dan  mengharapkan keridhaan-Nya.? Apakah pelaksanan aktiviti kehidupan dan ibadah yang kulakukan selama ini masih disertai dengan riya, dan tujuan mencari kesenangan sementara.? Sudahkan hidupku seluruhnya merupakan wujud daripada ibadah kepada Allah atau hanya untuk mencari kepuasan dunia dan hawa nafsu..? Apakah kerja yang dilakukan, segala aktiviti yang dilaksanakan dalam kehidupan ini bertujuan untuk mencari ridha Allah ? Seorang pemikir Islam dari pakistan, Muhammad Iqbal dalam syairnya berkata : “ Rahasia Ka’bah adalah persatuan. Kerana seluruh manusia menyatu dalam putaran. Untuk mengabdi dan menyembah Tuhan. Sebab agama hanya akan menjelma dalam dua cara, yaitu penyerahan diri dalam beribadah dengan menghayati  kebesaran Tuhan di setiap saat “. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melaksanakan thawaf sebagai lambang ibadah dan akidah, umat islam diwajibkan melaksanakan ibadah Sa’ie, yaitu berlari anak antara bukit safa dan Marwa sebanyak tujuh kali. Sa’ie, berlari antara dua bukit  adalah pendidikan dan pelajaran agar seorang muslim harus dapat bekerja keras dengan sepenuh tenaga untuk menaklukkan dunia , sebagaimana dilambangkan dengan cara berlari menaklukkan dua bukit Safa dan Marwa. Tugas manusia di dunia adalah menjadi hamba Allah dan khalifah Allah. Hamda Allah dengan dekat kepada Allah, dan Khalifah Alah dengan cara menaklukkan dunia. Itulah sebabnya setelah manusia diwajibkan thawaf, untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dengan ibadah, sebagai sikap yang dituntut dari seorang hamba Allah, maka umat manusia juga diwajibkan untuk bekerja dengan sepenuh tenaga untuk menaklukkan dunia, agar dapat mencapai kajayaan dalam kehidupan dunia, sebagai sikap yang dituntut dari seorang Khalifah Allah di muka dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna  shalat di  maqam Ibrahim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melakukan thawaf, maka jamaah haji disunatkan untuk shalat sunat thawaf di maqam Ibrahim. Maqam Ibrahim adalah batu yang dipakai nabi Ibrahim untuk tempat berdiri sewaktu beliau membina Ka’bah bersama naknya Ismail. Dengan shalat di maqam ibrahim , jamaah haji supaya dapat mengambil pelajaran daripada kisah Ibrahim, yang  membina Ka’bah tidak dengan melakukannya sendirian saja, tetapi juga mengajak anaknya untuk bersama-sama membina Ka’bah. Sikap bersama membina, sikap mengajak keluarga untuk bertaqwa kepada Allah ini perlu dicontoh dan dilanjutkan oleh jamaah haji.  Nabi Ibrahim mengajak anaknya untuk beribadah kepada Allah membina ka’bah. &lt;br /&gt;Seorang muslim tidak boleh hanya mementingkan dirinya sendiri ( bersifat egois dan individualis ), tetapi juga harus berusaha mengajak orang lain (terutama keluarganya ) untuk beramal ibadah , bersama-sama melaksanakan perintah Allah. Konsep berjamaah, konsep peduli dengan keluarga, membina keluarga yang beriman adalah sangat diperlukan dalam membina masyarakat muslim. Menjadikan keluarga menjadi keluarga yang beriman inilah , keluarga yang mendirikan shalat dan perintah Allah inlah merupakan kesempunaan hidup seorang muslim. Inilah makna shalat di maqam Ibrahim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu, dengan shalat di  maqam Ibrahim, maka kita akan mengenang jasa Ibrahim bersama nakanya yang telah bersusah payah membina Ka’bah. Berdirinya Ka’bah adalah amal jariyah daripada nabi Ibrahim dan keluarganya. Dengan shalat di maqam Ibrahim agar kita merasa bahwa manusia yang paling baik, manusia yang sempurna adalah manusia yang berjasa bagi manusia yang lain sebagaimana nabi ibrahim dan keluarganya. Itulah sebabnya dalam sebuah hadis disebutkan Rasulullah bersabda : “ Sebaik-baik manusia adalah mansuia yang  beguna bagi manusia yang lain “. Dengan cara meninggalkan amal jariyah, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis bahwa Rasulullah telah bersabda : “ Jika seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali dari tiga hal yaitu doa dari anak yang shaleh, pahala dari sedekah jariyah dan pahala dari ilmu yang bermanfaat “. Dengan shalat di maqam Ibrahim mengingatkan kita apakah kita sudah mendidik anak-anak menjadi anak yang shaleh..? Sudahkah kita mempunyai amal jariyah seperti sedekah, infaq, wakaf dan lain sebagainya..? Inilah pelajaran dan makna daripada shalat dua rakaat di maqam Ibrahim.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna  daripada minum air zamzam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah thawaf, dan shalat sunat, jamaah haji disunatkan untuk minum air zam-zam. Minum air adalah syarat bagi kesehatan badan. Dengan minum air zam-zam, dapat diambil pelajaran bahwa manusia harus dapat menjaga kesehatan dan kekuatan tubuh, dengan mengambil minuman dan makanan yang bersih, sihat dan halal. Makanan yang halal merupakan factor utama dalam ibadah kepada Allah. Sebab untuk menjadi hamba Allah yan taat dan menjadi khalifah Allah diperlukan kesehatan yang baik dan kekuatan tubuh yang bersumber dari makanan dan minuman yang halal dan bersih serta seha sebagaimana air zamzam merupakan air yang sangat baik untuk kesihatan, sebab mengandungi banyak mineral yang diperlukan oleh tubuh manusia. Dalam sebuah hadis disebutkan yang maksudnya : “ Seorang mukmin yang kuat tubuhnya lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada seorang mukmin yang lemah “. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencapai kejayaan dunia dan akhirat, untuk melakukan saie yang berjalan dari bukit Safa ke Marwa, diperlukan kekuatan tubuh. Untuk itulah sebelum melakukan saie, jamaah haji diharuskan minum air zam-zam, sehinnga tubuhnya menjadi sehat dan kuat. Kekuatan tubuh dan kesehatan hanya didapat daripada makanan dan minuman yang baik dan halal. Oleh sebab itu seorang muslim harus dapat menjaga makanan dan minumannya daripada sesuatu yang halal dan berguna . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Al Quran dinyatakan  : “ Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik daripada apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan, karena sesungguhnya syetan itu adalah musuh yang nyata bagimu “ ( Surah al Baqarah ; 168 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dengan minum air zam-zam, maka seorang muslim harus dapat menjaga makanan dan minumannya daripada barang yang halal, dan yang baik serta berguna bagi tubuhnya sebagaimana air zam-zam yang dapat memberikan kekuatan dan kesehatan bagi tubuh manusia.   Inilah makna dan pelajaran daripada minum air zam-zam sebelum melakukan saie dari Safa ke Marwa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna dan Falsafah ibadah Saie&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehormatan diri di dunia hanya dapat dicapai dengan kerja. Kekayaan dan kesenangan hidup di dunia dapat diraih dengan kerja sepenuh tenaga. Semangat kerja yang tak mengenal penat dan terus menerus inilah yang dilambangkan dalam ibadah  Saie yang dilakukan dengan berjalan dan berlari sebanyak tujuh kali putaran dari satu bukit Safa menuju bukit Marwa. Ibadah ini  melambangkan kepada  manusia jika ingin berjaya maka dia harus melakukan kerja keras menaklukkan bukit dan gunung dan seluruh potensi alam ( taskhir ) yang dilakukan dengan terus menerus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saie diharuskan untuk mendidik umat Islam supaya dapat menguasai dunia, menjadi khalifah dengan cara bekerja keras , berdisiplin, berusaha dengah sepenuh tenaga. Saie mendidik umat Islam agar tidak menjadi manusia malas dan lemah. Kerana hanya dengan kerja yang dilakukan dengan sepenuh tenaga , maka umat islam dapat berjaya di dunia. Dengan ibadah secara berterusan seperti yang dilambangkan dengan thawaf, umat islam akan berjaya di alam akhirat dan dengan kerja dengan sepenuh tenaga dan berketerusan seperti berlari yang dilakukan dalam ibadah Saie dari bukit Safa ke Marwa , maka umat islam akan berjaya di dalam kehidupan dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua perkara ( mendekatkan diri kepada Allah, yang dilambangkan dengan thawaf dan kerja keras yang dilambangkan dengan Saie )  harus dilakukan untuk mencapai kebagaian di dunia dan di akhirat, sebagai wujud melaksanakan amanat suci yang diberikan kepada manusia untuk  menjadi hamba Allah dan khalifah Allah . Inilah makna daripada ibadah thawaf dan ibadah sa’ie yang dilakukan dalam tujuh kali purtaran. Berarti dengan thawaf dan saie, seorang muslim selama tujuh hari seminggu, harus selalu mendekatkan dirinya untuk beribadah kepada Allah dan juga harus dapat bekerja keras menguasai kehidupan dunia sehingga seorang muslim dapat mencapai kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat sebagaimana doa yang selalu dibaca : “ Rabbana Athina fiddunya hasanah wafil akhirati hasanah waqina ‘adzaabannar, Ya Tuhan kami berikanlah kebahagian dunia dan kebahagian akhirat kepada kami, sehingga kami terhindar daripada siksa neraka “. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna dan Falsafah   Wuquf di Arafah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Thawaf dan Sa’ie, maka umat Islam yang sedang melakukan haji harus melakukan ibadah wukuf di Arafah yang dilakukan pada sembilan dzulhijjah. “ Wukuf ”yang berasal dari kata “ wa-qa-fa “  bermakna berhenti, sedang kata-kata “ Arafah “ yang berasal dari kata “ a-ra-fa “ bermakna mengenal. Dalam ibadah wukuf di padang Arafah semua manusia sama dalam kedudukan , kerana semuanya mempunyai kedudukan yang sama  di depan Allah, sebagai hamba. Dengan wukuf, dimaksudkan agar manusia yang telah mencapai bahagia di akhirat dengan thawaf, dan mencapai bahagian dunia dengan ibadah saie, jangan merasa sombong dan takabbur. Jika .dengan thawaf maka ada yang merasa dekat dengan tuhan, dan jika dengan saie ada yang menjadi kaya, maka walaupun seseorang itu akan menjadi  lebih taat, lebih alim, lebih kaya, lebih hebat, itu semua bukanlah karena kehebatan manusia tetapi karena hanya disebabkan oleh rahmat Allah, maka manusia yang alim tidak boleh takabur dengan ilmunya demikian juga manusia yang telah mendapat kekayaan dan kedudukan karena bekerja sekuat tenaga juga  kaya, tidak boleh sombong dengan kekayaan dan kedudukannya tetapi dia harus dapat berhenti sejenak bertafakkur, dan  melihat serta mengenal keadan manusia yang lain.  Semua manusia baik itu mereka yang kaya, miskin, berpangkat, berkuasa, semuanya sama di depan Allah Taala. Perasaan  sama ini akan menimbulkan rasa bersaudara, bersatu dan saling membantu. Untuk dapat menimpulkan rasa bersaudara, bersatu dan saling membantu, maka diperlukan saling mengenal, inilah tujuan daripada wukuf di Arafah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah thawaf dan saie, kita berwukuf, berarti setelah beribadah dan bekerja, kita berhenti sejenak, untuk melakukan Arafah, untuk mengenal orang-orang yang berada di samping kita, agar kita dapat membantu dan menolong mereka, sebab  dalam sebuah hadis disebutkan bahwa Rasulullah saw bersabda : “ Sesungguhnya Allah akan menolong hamba jika hamba itu selalu menolong yang lain “.  Setelah umat Islam diharuskan untuk beribadah dan bekerja keras, maka dia akan mendapat kebahagian berupa kesenangan dunia dan akhirat. Dengan kerjaya manusia mendapat harta dan kedudukan. Setelah manusia berjaya di dunia, mendapat kekayaan, kedudukan dan pangkat, manusia tidak boleh lupa diri, tidak boleh merasa sombong dan angkuh, tetapi harus tetap menjaga hubungan silaturrahim, tetap mengenal orang yang berada disampingnya, seperti orang faqir miskin, orang yang lemah dan lain sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat Islam adalah umpama badan yang satu, maka perbedaan pendapat, perbedaan kekayaan, perpedaan kedudukan tidak boleh menjadi jurang pemisah dan punca perpecahan, sebagaimana perbedaan badan manusia ada kepala, kaki, tangan bukan untuk saling berbangga tetapi saling melengkapi dan menolong. Umat Islam baik mereka yang kaya, yang miskin, yang alim, yang bodoh, pemimpin dan rakyat semuanya harus bersatu , berpadu saling bantu membantu saling melengkapi. Tidak ada perpecahan disebabkan golongan, puak, bangsa dan warna kulit, tetapi semuanya satu, saling membantu dan berpadu membina kesejahteraan umat manusa dan kedamaian hidup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah makna wukuf di Arafah yang dilaksanakan setelah melakukan thawaf dan saie. Sikap wukuf dan Arafah ini akan menimbulkan sikap rahmah, sikap kasih sayang sesama makhluk, sikap inilah yang dilambangkan dengan adanya Jabal Rahmah, sebuah bukit  yang berada di Arafah. Di Jabal Rahmah, nabi Adam dan Hawa bertemu kembali setelah berpisah dari surga, mereka bertemu untuk memberikan kasih sayang kepada seluruh umat manusia. Itulah sebabnya dengan wukuf di Arafah ini kita dididik untuk menjadi manusia yang mempunyai rasa kasih dan rasa sayang kepada semua makhluk, untuk tercapainya  persaudaraan dan persatuan dengan landasan iman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Hai manusia , sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan berpuak-puak agar kamu dapat saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal “. ( Surah Al Hujurat : 13 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna mengambil batu di Mudzdalifah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah wukuf di Arafah, selepas shalat maghrib , maka jamaah haji akan berangkat menuju Muzdalifah. Di kawasan Mudzdalifah tersebut jamaah haji akan mengambil batu sebagai persiapan untuk memlontar Jamrah di Mina. Mabit dan mengambil batu di Mudzdalifah setelah wukuf ini bermakna bahwa setelah umat Islam setelah dapat merasakan rasa kasih dan sayang antar sesama manusia, maka dia perlu waspada dengan godaan dunia dan syetan, serta serangan musuh yang akan terus menganggu kehidupannya. Untuk itu , agar hidupnya aman daripada gangguan dunia , nafsu dan syetan, maka umat Islam perlu mempunyai senjata untuk membentengi dirinya daripada gangguan syetan dan godaan dunia juga musuh . Senjata yang utama dalam menghadapi godaan dunia, nafsu dan syetan adalah iman di dalam dada.Sedangkan untuk menghadapi musuh harus memakai senjat ilmu dan teknologi sebagaimana dilambangkan dengan batu. Inilah makna daripada mengambil batu di Mudzdalifah, sebagai lambang umat Islam harus mempunyai persiapan dan senjata untuk menghadapi godaan syetan dan dunia , juga dalam menghadapi setiap cabaran dan tantangan hidup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kitab suci al Quran , Allah menyuruh orang yang beriman agar selalu mempersiapkan diri dalam menghadapi kehidupan baik kehidupan dunia maupun akhirat : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “ Hai orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri mempersiapkan apa yang akan diperbuatnya untuk hari esok ( hari akhirat ) dan bertaqwalah kepada Allah sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu lakukan “ ( Surah al Hasyr : 18 ). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persiapan menghadapi kehidupan akan datang baik itu di dunia dan akhirat adalah dengan keimanan yang diwujudkan dalam sifat taqwa. Dengan iman dan taqwa inilah manusia dapat mengawal diri dan hawa nafsu, juga dapat mengalahkan syetan yang akan selalu menggodanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu secara berkelompok, secara berjamaah, umat islam juga perlu mempersiapkan diri daripada serangan musuh seperti dari orang-orang kafir yang selalu mengganggu, maka untuk itu umat islam perlu mempersiapkan kekuatan seperti batu-batu sebagai senjata menghadapi mereka. Dalam Al Quran perintah untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi musuh ini dinyatakan dalam ayat yang maksudnya: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Dan siapkanlah dirimu untuk menghadapi mereka dengan kekuatan apa saja yang kamu sanggupi baik daripada kuda-kuda yang diikat  untuk berperang sehingga  persiapan itu dapat menggetarkan kekuatan musuh-musuh Allah, juga menggetarkan musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya, sedang Allah mengetahuinya. “ &lt;br /&gt;( Surah al Anfal : 60 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat ini Allah memerintahkan umat islam untuk mempersiapkan kuda tunggangan dan segala sesuatu untuk menghadapi serangan musuh. Kuda tunggangan dan segala sesuatu yang dapat dijadikan senjata untuk berperang melawan dan menghadapi musuh merupakan sunatulah dalam kehidupan.  Persiapan kekuatan dan senjata bukan untuk membuat kerusakan di muka bumi, bukan untuk membunuh manusia, tetapi untuk mempertahankan diri, agama daripada serangan musuh. Inilah maksud dan makna daripada mengambil batu di Mudzdalifah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Falsafah daripada Mabit di Mina&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Di Mina umat Islam dianjurkan untuk melontar jamrah Aqabah, Jamrah Ula dan Jamrah Wustha. Melontar jamrah ini bermakna bahwa dalam menghadapi kehidupan manusia akan mendapat godaan baik itu godaan syetan maupun godaan hawa nafsu. Jika manusia ingin berjaya , maka dia harus dapat melawan godaan tersebut sebagaimana dia melontarkan batu masuk ke dalam lubang-lubang Jamrah. Godaan itu akan datang  dalam berbagai bentuk dan peringkat Ada godaan yang besar, ada godaan yang sedang dan ada pula godaan yang kecil. Itulah sebabnya ada tiga tempat melontar, Jamra Aqabah, Jamrah Ula dan Jamrah Wustha. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Godaan syetan dan nafsu itu akan datang berulang kali, itulah sebabnya orang yang melakukan ibadah haji harus melontar Jamrah berulang kali, yaitu pada  hari ke 9, 10 dan 11 Dzul Hijjah bagi yang melakukan nafar awal dan ditambah satu hari lagi bagi yang melakukan nafar Tsani. Godaan syetan dan dunia akan datang dalam kehidupan kita berulang kali, maka kita juga harus dapat melontar godaan syetan, nafsu dan dunia itu berualng kali sehingga hidup kita dapat lulus dari segala godaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Godaan syetan dan dunia serta nafsu tersebut hanya dapat dilawan dengan kekuatan iman. Itulah sebabnya dalam melontar Jamrah kita ucapkan “ Bismillahi Allahu Akbar “. Jamaah haji sewaktu melontar batu kepada Jamrah hendaklah melontar dengan penuh keimanan bukan dngan emosi dan nafsu. Itulah sebabnya sewaktu melontar Jamrah, kita tidak   melontar tiang dengan penuh emosi, tetapi melontar untuk memasukkan batu ke dalam lubang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bermakna untuk mencapai kejayaan , manusia harus dapat membuang nafsu dan syetan dari dalam dirinya, kerana selama nafsu dan setan masih berada dalam badan, manusia tidak akan dapat melakukan ibadah dengan baik, juga tidak akan dapat melakukan kerja dengan baik, apalagi untuk membantu orang lain dengan penuh kasih sayang. Sewaktu melontar jamrah, sebenarnya kita sedang melontar dan membuang nafsu sombong, angkuh, riya danlain-lain yang berada  dalam diri kita masing-masing. Dengan melontar jamrah berarti kita sdeeakan-akan membuang rasa ego dari dalam kehidupan , dan juga melontar syetan yang selalu datang menggoda di dalam hati kita setiap saat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan melontar batu ke dalam lobang jamrah juga memberikan pelajaran kepada umat islam bahwa dalam menghadapi musuh-musuh Islam, menghadapi orang kafir dan selalu menggangu umat islam, maka umat Islam perlu mempunyai senjata, dan dapat memakai senjata tersebut dengan baik, sehingga dapat memberikan ketakutan kepada musuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap bersiap menghadapi musuh ini dilakukan dengan strategi dan manajemen yang rapi sebagaimana dilakukannya melontar jamrah yang dilaksanakan dengan strategi dan menajemen yang baik. Inilah pelajaran daripada melontar mina di Mina sehingga kita dapat mempersiapkan diri dengan baik dalam menghadapi musuh baik itu musuh dalam diri sendiri seperti nafsu dan godaan syetan, dan juga musuh dari luar seperti kaum kafir dan manusia yang lain. Konsep mempersiapkan diri dalam jihad inilah yang harus dipunyai oleh mereka yang telah melontar jamrah di Mina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Falsafah Tahallul ( mengunting rambut ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahallul adalah menggunting rambut untuk melepaskan diri dari ihram. Ihram adalah lambing penyucian diri. Kesucian diri manusia dalam ibadah juga harus diikuti dengan sikap berbuat baik kepada manusia yang lain. Islam adalah agama yang mengatur hubungan dengan Allah dan juga dengan manusia yang lain. Ibadah dalam Islam bukan hanya berhubungan dengan Allah sahaja tetapi juga mencakupi hal-hal yang berkaitan dan berhubungan dengan manusia dan makhluk yang lain. Oleh sebab itu kesempurnaan ibadah bukan hanya terbatas dengan melakukan shalat dan zikir sahaja, tetapi juga harus dilengkapi dengan zakat, sedekah, menolong faqir miskin, berbuat baik kepada orangtua, saudara dan jiran dan lain sebagainya. Sikap berbuat baik dan membantu yang lain inilah yang terdapat dalam pelajaran tahallul. Dengan mengunting rambut, berarti kita bersedia memberikan sesuatu yang kita miliki kepada orang lain. Rambut adalah kebanggaan setiap insan, maka memberikan sesuatu yang berharga  baik itu tanaga, pikiran, harta kekayaan dan apa saja yang dimilikinya kepada orang lain adalah merupakan kesempurnaan iman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya dalam sebuah hadis disebutkan bahwa Rasulullah saw bersabda : “ Tidaklah beriman seseorang kamu yang tidur dalam keadaan kenyang sedangkan disampingnya ada orang yang sedang kelaparan “. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Al Quran juga disebutkan yang maksudnya bahwa : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Kamu sekali-kali tidak akan sampai kepada kebaikan yang sempurna sebelum kamu memberikan sebagian daripada harta yang kamu cintai “ ( Surah Ali Imran : 92 ). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesempurnaan iman adalah dengan memberikan sebgian harta yang kamu cintai kepada orang lain. Inilah konsep tahallul, sehingga dengan tahallul, berarti seseorang itu tidak akan segan lagi untuk memberikan sebagian daripada harta yang disayanginya untuk membantu orang yang lain dan untuk membela demi perjuangan menegakkan kebenaran. Inilah makna , falsafah dan pelajaran daripada ibadah menggunting rambut (tahallul) baik setalah sa’ie atau setelah melontar jamrah aqabah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Falsafah Qurban &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melontar jamrah, jamaah haji disunatkan untuk menyembelih hewan qurban. Ini merupakan pendidikan bahwa dalam menghadapi hidup di dunia dan mendapatkan kebahagian hidup di akhirat kelak, manusia harus siap untuk melakukan pengurbanan. Tiada kemenangan tanpa perjuangan dan tiada perjuangan tanpa pengurbanan. Tiada kejayaan tanpa pengurbanan. Pengurbanan diperlukan dalam setiap perjuangan kehidupan, baik pengurbanan waktu, harta, pemikiran, dan jiwa. Inilah kunci kejayaan seorang manusia dalam menghadapi tantangan kehidupan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Sesungguhnya Kami telah memberimu nikmat yang banyak, maka dirikanlah shalat untuk menyembah Tuhanmu dan berkorbanlah. Sesungguhnya dengan cara demikian maka musuh-musuhmu akan hancur “ ( Surah Al kautsar : 1-3 ).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kandungan surah diatas dapat dilihat bahwa telah menjadi sunatullah, hukum bagi kehidupan bahwa suatu perjuangan hanya dapat berjaya jika diikuti dengan pengurbanan. Dengan semangat mengurbankan segala yang dimiliki untuk tercapainya tujuan, maka musuh, saingan dan segala yang menghalangi akan dapat dikalahkan.&lt;br /&gt;Disamping itu pengurbanan tersebut akan diterima dan bermakna jika dilakukan dengan setulus hati, dan penuh keikhlasan mengharapkan ridha Allah sebagaimana dijelaskan dalam Al Quran  yang maksudnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “ Daging dan darah binatang yang disembelih itu sekali-kali tidak akan mencapai keridhaan Allah, melainkan ketaqwaan daripada kamu sekalian “ ( Surah al Hajj : 37 ). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Jika tahallul adalah memotong beberapa helai rambut, adalah memberikan sesuatu yang ada pada diri kita sehingga kita bersedia untuk berqurban dengan diri kita sendiri sebagaimana orang yang mati syahid dalam peperangan, maka menyembelih hewan qurban adalah memberikan sebagian harta demi perjuangan Islam. Kesediaan berqurban baik dengan diri maupun dengan harta ini merupakan tanda cinta kepada Allah dan kunci kejayaan umat islam sebagaimana yang telah dilakukan oleh para nabi dan rasul.  Sebaliknya, rasa individualis, cinta harta , dan keengganan umat islam untuk berkurban dalam perjuangan karena kecintaan kepada dunia inilah menjadi penyebab kehancuran umat. Hal ini dinyatakan dalam Al Quran :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Katakanlah : Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara, isteri-isteri, kaum keluarga kamu , harta kekayaan yang kamu miliki, perniagaan yangkamu khawatiri kerugiannya, rumah-rumah tempat tinggalmu yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan RasulNya dan daripada berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusannya “ ( Surah Al Ahzab : 24 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Falsafah Thawaf Ifadhah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melontar dan menyembelih qurban di Mina, jamaah haji melakukan thawaf ifadhah. Ini melambangkan bahwa seluruh aktiviti baik itu ibadah, kerja keras, menolong orang lain, berkurban, segalanya harus diakhiri dengan mencari ridha Allah,. Seorang muslim hidup harus dapat melakukan aktiviti kehidupan berdasarkan perintah Allah, dengan niat mencari ridha Allah, ikhlas kepada—Nya, sebab niat yang ikhlas inilah yang akan memberikan nilai di dunia dan di akhirat, sebab semua amal akan dinilai sesuai dengan niat masing-masing. Itulah sebabnya setelah thawaf, saie, wukuf, mengambil batu, melempar jamrah, berkurban, tahallul, maka semua proses ibadah haji ini ditutup dengan thawaf ifadhah, agar kita tidak lupa bahwa seluruh kegiatan itu dilakukan hanya untuk mendekatkan diri kepadaAllah, sebagaimana thawaf ifadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah falsafah dan makna daripada ibadah haji yang dilakukan oleh seorang muslim. Ibadah haji adalah sebuah sekolah, universiti dan tempat latihan bagi seorang muslim untuk menghadapi kehidupan dengan bekal nilai-nilai tauhid, ibadah, kerjaya keras,  silaturrahim, siap menghadapi godaan dan kesiapan diri untuk berkurban. Jika seorang muslim dapat melakuan semuanya, berarti dia telah mencapai kesempurnaan hidup, dan kesucian diri, dan itu semua merupakan syarak untuk menghadap kepada Allah dengan penuh kesempurnaan dan kesucian berdasarkan nilai-nilai taqwa dengan mengikuti sunnah rasululah. Itulah sebabnya perintah haji dan umrah dalam Al Quran dikaitkan dengan kesempurnaan.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;“ Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah “ &lt;br /&gt;( Surah Al baqarah : 196 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haji berarti manusia harus dapat mendekatkan diri kepada Allah sebagaiman dalam thawaf, bekerja dengan keras (Saie), mengenal dan membantu manusia yang lain dengan kasih sayang (wukuf ), siap menghadapi lawan dan tantangan ( Muzdalifah ), Berani menghadapi dengan strategi dan perlawanan  ( Mina ) dan rela memberikan sesuatu kepada yang lain ( tahallul ) dan kalau perlu sampai pada tingkat berkurban ( menyembelih kurban ) serta semuanya itu dilakukan bukan untuk populeritas atau tujuan dunia tetapi hanya denngan tujuan mencari ridha Allah ( thawaf ifadhah ). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah falsafah dan pelajaran dari ibadah umrah dan haji. Hal ini juga  merupakan kunci kejayaan seorang manusia dalam menghadapi kehidupan. Inilah cara dan jalan untuk mencapai kesempurnaan dan kebahagiaan hidup baik di dunia dan di akhirat. Ini semua dilakukan dengan mengikuti sunnah dan cara yang dicontohkan oleh rasul dan sahabat beliau. Itulah sebabnya , dengan mengunjungi tanah suci, supaya umat islam dapat mengenang kembali seluruh kepribadian, perjalanan hidup dan perjuangan Rasul bersama para sahabat. Dengan menghayati makna dan falsafah haji inilah , seorang haji akan kembali ke tanah airnya dengan membawa haji yang mabrur, membawa keteladanan bagi seluruh manusia dan masyarakat  dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari rasulullah ditanya  salah seseorang sahabat :&lt;br /&gt; “ Ya rasulullah, perbuatan apakah yang paling baik ? “ rasul menjawab : “ iman kepada Allah “. Orang itu bertanya lagi : ‘ Kemudian perbuatan apa lagi ? “ Rasul menjawab ; ‘ Haji yang mabrur “. ( Muttafaq alaihi ). Dalam hadis yang lain juga disebutkan bahwa rasulullah telah bersabda: “ Barangsiapa yang melaksanakan ibadah haji dan tidak berkata-kata kotor, tidak berbuat maksiat, maka dia akan kembali dari menunaikan ibadah haji tersebut bagaikan seorang bayi yang baru keluar dari rahim seorang ibu “ ( Muttafaq alaihi ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dari hadis ini dapat dilihat bahwa haji adalah sebuah proses untuk menemukan hidup yang baru, sehingga seorang yang baru pulang dari haji bagaikan seorang “ newborn “. Manusia yang baru dilahirkan, tidak punya dosa, dengan iman yang masih menyala, dan siap untuk berbuat baik kepada manusia yang lain, sehingga kehadirannya menjadi rahmat bagi umat manusia. Inilah manusia yang mendapat gelar “ mabrur “. Mabrur dari kata-kata  “ barra – yabirru “ yang bermaksud kebaikan kepada orang lain. Itulah sebabnya berbuat baik kepada orangtua disebut dengan “ birrulwalidaini “. , maka haji mabrur adalah  manusia yang selalu berbuat “ birr “ kebaikan bagi manusia yang lain, dengan nilai-nilai taqarrub kepada Allah sebagaimana dilambangkan dalam thawaf, nilai-nilai kerja keras menundukkan dunia sebagaimana dalam saie, dengan nilai-nilai mengenal dan bersikap kasih kepada manusia yang lain sebagaimana dalam wuquf, dengan nilai-nilai siap menghadapi cabaran dan godaan sebagaimana dlaam mabit di mudzdalifah, dan nilai-nilai siap berjuang, berkorban sebagimana dalam melontar jamrah di Mina, sebagai sikap dari ketauhidan dan ibadah kepada Alah taala. Wallahu A’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IBADAH   UMRAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibadah Umrah adalah sebuah perjalanan  dengan niat ibadah  kepada Allah Taala dilakukan dengan cara menziarahi tempat suci,  “ Baitullah “ , bertawaf disekelilingnya, kemudian dilanjutkan dengan melakukan  sa’ie antara bukit Safa dan Marwa serta bercukur ( tahallul ) dengan mengikuti syarat-syarat yang telah ditentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadis Abu Hurairah r.a, Rasulullah s.a.w telah bersabda yang maksudnya: “ Suatu ibadah Umrah hingga ibadah Umrah berikutnya dapat menjadi penghapus  dosa yang ada di antara kedua umrah tersebut “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rukun Umrah&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1. Niat untuk mengerjakan umrah&lt;br /&gt;2. Thawaf mengelilingi Ka’bah &lt;br /&gt;3. Saie dari Safa ke Marwa&lt;br /&gt;4. Tahallul ( bercukur )&lt;br /&gt;5. Tertib, yaitu dilakukan menurut urutan di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajib Umrah&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1. Niat Ihram di Miqat.&lt;br /&gt;2. Tidak melanggar larangan semasa dalam ihram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IHRAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mandi Sunat Ihram&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Sunat mempersiapkan diri untuk berihram dengan membersihkan badan seperti mengerat kuku, menanggalkan bulu ketiak, mangandam misai, janggut dan rambut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Sucikan diri dengan melakukan mandi ihram, sebagaimana mandi wajib diawali dengan niat “ Sengaja aku mandi sunat ihram karena Allah Taala “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Memakai pakaian ihram&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Setelah mandi, segera memakai pakaian ihram.          Lelaki memakai kain yang tidak berjahit ( pakaian ihram dengan dua potong kain yang dipakai satu di atas dan satu lagi di bawah )  dan wanita memakai pakaian yang menutup seluruh tubuh kecuali muka dan tapak tangan (seperti dalam shalat). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Disunatkan memakai pakaian yang putih dan dibolehkan memakai pakaian yang berwarna. Dibolehkan memakai cincin, cermin mata dan tali pinggang. Pakaian ihram  boleh dibasuh atau diganti dengan pakaian ihram yang lain, tanpa harus mengulangi niat ihram kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Shalat sunat Ihram&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Setelah berpakaian ihram, lakukan shalat sunat ihram dua rakaat sebagaimana shalat sunat biasa dengan niat : “ Sengaja aku shalat sunat ihram dua rakaat kerana Allah   Taala “     Niat ini di dalam hati, dan jika dilafadzkan lebih baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Dalam rakaat pertama , setelah membaca surah Al Fatihah disunatkan membaca suraah Al Kafirun ( Qul yaa ayyuhal kafiruun ) dan dalam rakaat kedua disunatkan membaca surah  al Ikhlas  ( Qul Huwallahu ahad ). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh membaca surah  yang lebih mudah dan biasa dibaca. Bacaan ruku’, sujud, I’tidal, dan tasyahud sebagaimana shalat biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika perjalanan langsung menuju Makkah, sebaiknya mandi ihram dan shalat sunat ihram dilakukan sejak dari rumah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika perjalanan menuju Madinah, maka mandi ihram dilakukan di hotel tempat menginap di Madinah sedang shalat sunat ihram dan niat dapat dilakukan di miqat dari madinah yaitu di masjid Bir Ali ( sekitar 10 km dari Madinah menuju Makkah )&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;4. Niat ihram umrah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai shalat sunat ihram,  lakukan niat ihram. Niat dilakukan dalam hati, tetapi jika diucapkan lebih baik.  Lafadz niat ihram iaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  “ Nawaitul umrata wa ahramtu biha lillahi taala” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Sahaja aku  mengerjakan umrah dan berihram dengannya  &lt;br /&gt;   karena Allah taala “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Boleh juga lafadz niat dengan membaca : &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   “Labbaikallahumma umrata lillah “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   “ Aku memenuhi panggilan-Mu Ya Allah dengan  &lt;br /&gt;    melakukan  Umrah kerana Mu “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Niat umrah ini dibaca sewaktu sampai di Miqat. Jika langsung menuju Makkah, maka miqatnya adalah  Qarnul Manazil ( tempat sekitar 1 jam sebelum pesawat sampai di airport Jeddah ). Untuk menghindar daripada terlupa atau tertidur sewaktu berada di atas Miqat, maka lebih baik berniat sejak berangkat dari rumah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Jika perjalanan langsung menuju Madinah, maka niat ihram tersebut dilakukan setelah shalat sunat ihram di masjid Bir Ali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Menjaga Larangan Ihram&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika telah berniat, maka kita harus menjaga segala sesuatu yang berkaitan dengan hukum-hakam ihram. Setelah berniat ihram, maka ada beberapa perkara yang tidak boleh dilakukan:&lt;br /&gt;a. Menanggalkan rambut atau bulu dari badan dengan sengaja&lt;br /&gt;b. Mengerat dan memotong kuku.&lt;br /&gt;c. Menutup kepala atau sebagian daripadanya bagi lelaki seperti memakai songkok, serban atau sebagainya tetapi tidak dilarang memakai payung.&lt;br /&gt;d. Memakai pakaian bersarung, berjahit atau sebagainya bagi lelaki seperti seluar, kemeja dan sarung kaki.&lt;br /&gt;e. Memakai sarung tangan&lt;br /&gt;f. Memotong , menebang dan mencabut pokok dan tumbuhan di tanah haram.&lt;br /&gt;g. Memburu binatang  buruan yang halal atau membinasakannya.&lt;br /&gt;h. Melakukan hubungan suami isteri ( bersetubuh ) dan segala sesuatu yang dapat menbangkitkan hawa nafsu seperti mencium, meraba dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;i. Melakukan aqad nikah samada ijab qabul untuk diri sendiri atau mewakili orang lain.&lt;br /&gt;j. Memakai wangi-wangian atau minyak rambut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Membaca Talbiyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Membaca Talbiyah berulang kali dengan penuh ikhlas dan penghayatan akan makna didalamnya serta penuh rasa rendah diri kepada Allah. Lafadz Talbiyah adalah : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       " Labbaika Allahumma labbaika, &lt;br /&gt;       "Aku penuhi panggilanMu ya Allah, aku penuhi &lt;br /&gt;        panggilanMu. &lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;      “ Labbaika Laa Syariika laka labbaika, &lt;br /&gt;       “ Aku penuhi panggilanMu, tidak ada sekutu bagiMu, aku &lt;br /&gt;          penuhi panggilanMu.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        “ Innal hamda wanni'mata laka &lt;br /&gt;        “Sesungguh-nya segala pujian dan nikmat  adalah  &lt;br /&gt;          milikMu, &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;        “ Wal mulka, laa syariika laka"&lt;br /&gt;        “ Demikian juga seluruh kekuasaan adalah milikmu jua&lt;br /&gt;           Tidak ada sekutu bagiMu Ya Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Berdoa &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; a. Setelah itu bacalah shalawat kepada Nabi dan dilanjutkan dengan membaca doa sesuai dengan maksud dan keinginan masing-masing.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; b. Ulangi bacaan talbiyah , shalawat dan doa terus menerus selama dalam perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menuju  Masjidil Haram&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Setelah sampai di airport Jeddah, segera selesaikan urusan imigrasi dengan baik, dan segera berangkat menuju Makkah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2. Selama dalam perjalanan ke Jeddah perbanyak membaca Talbiyah, dan shalawat serta berdoa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ketika memasuki kota Makkah, maka bersyukurlah kepada Allah kerana telah sampai di Tanah Haram sambil berdoa seperti : “ Ya  Allah ini adalah tanah haram-Mu, maka haramkanlah darahku, dagingku dan tulangku  daripada api neraka “.  Boleh juga membaca doa yang lain dengan bahasa yang dipahami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Sampai di hotel, segera kemas barang di dalam bilik yang telah disediakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Dibolehkan rehat dan mandi, makan dan minum, sehingga badan dapat segar kembali untuk melakukan ibadah thawaf dan sa’ie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Segera berangkat menuju Masjidil Haram melalui jalan yang terdekat. Pastikan bag dan kamar anda terkunci dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Sebelum berangkat , mintalah alamat hotel tempat menginap serta nomor telepon dari pihak hotel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Jangan membawa barang yang berat atau berharga selama dalam tawaf. Simpanlah di dalam kamar atau di tempant penyimpanan barang yang telah disediakan oleh pihak hotel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Perhatikanlah nama jalan dan tanda-tanda di sekitar hotel, untuk memudahkan anda jika kembali nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Jika telah sampai di Masjidil Haram, dahulukanlah kaki kanan dan ucapkan do'a masuk masjid seperti :  “ Dengan nama Allah, semoga shalawat dan salam dicurahkan kepada Rasulullah. Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmatMu'. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do'a ini  juga diucapkan ketika memasuki masjid-masjid yang lain. Disunatkan masuk dari pintu Babussalam, dan dibolehkan masuk dari pintu yang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Perhatikan pintu masjid tempat dimana anda masuk, sehingga memudahkan jika anda keluar nanti. Setiap pintu mempunyai nomor pintu, ingatlah nomor tersebut sebagai ikhtiar agar tidak sesat sewaktu akan keluar nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Jangan melakukan shalat sunat tahiyatul masjid, kerana selama di masjidil haram tidak ada shalat sunat tahiyatul masjid, tetapi setiap masuk ke dalam Masjid al Haram lakukanlah thawaf tujuh kali, sebagai pengganti sembahyang sunat tahiyatul masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Ketika nampak Ka’bah, maka bersyukurlah kepada Allah atas nikmat yang diberikan sehingga dapat melihat Ka’bah dan berdoalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;THAWAF&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thawaf adalah mengelilingi Kabah sebanyak tujuh kali di mulai dari Hajarul aswad dalam keadaan bersuci dengan niat mendekatkan diri kepada Allah subhana wataala dan mengharapkan ampunan-Nya. Sewaktu bertawaf, rasakanlah kedekatan dan kehadiran Allah sehingga kita selalu mengingat-Nya ( berzikir), mengharapkan ampunan-Nya atas segala dosa-dosa yang telah kita perbuat, dan mengharapkan rahmat dan petunjuk-Nya bagi kehidupan di masa mendatang sehingga mendapat kebahagian di dunia dan di akhirat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mulailah melakukan thawaf dari sudut Hajar Aswad (dan atau dari tempat yang searah dengannya, biasanya diberi tanda garis coklat di atas lantai disekitar Kaabah). Patikan anda benar-benar menghadapkan diri dan wajah anda  kepada Hajar al Aswad, atau berdiri lurus dengan kaki berada di garis sudut Hajar Aswad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ciumlah batu Hajaral Aswad dengan dengan penuh rasa kesyukuran serta niatkanlah dalam hati bahwa mencium batu tersebut untuk mengikuti sunnah Rasulullah saw, bukan untuk memuja atau menyembah batu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Setelah mencium, usapkanlah tangan kanan kepada batu yang mulia tersebut, sambil membaca :                                    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     “ Bismillah..Allahu Akbar “ &lt;br /&gt;     ( Dengan nama Allah -aku memulai tawaf ini-  dan  Allah  &lt;br /&gt;       Yang  Maha Besar )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Jika tidak dapat mencium Hajarul aswad, kerana banyaknya orang yang bertawaf atau kerana sesuatu hal, maka lambaikanlah tapak tangan kanan menghadap kepadanya. sambil membaca : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Bismillah..Allahu Akbar walillahilhamd ‘&lt;br /&gt;( Dengan Nama Allah kumulai tawaf ini dan hanya Allah Yang Maha Besar dan kepada-Nya segala pujaan ).     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.  Jika Anda tidak mampu untuk mencium Hajar al Aswad, maka jangan mendesak orang-orang (untuk mencapainya), tetapi berilah isyarat kepada Hajar Aswad dengan tangan kanan sekali isyarat, serta ucapkanlah :                   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       “ Bismillah Allahu Akbar walilahilhamd “ &lt;br /&gt;        ( Dengan Nama Allah –aku memulai tawaf- dan Allah  &lt;br /&gt;         Yang  Maha Besar )&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;       Dan kucuplah telapak tangan kanan tersebut, sebagai  &lt;br /&gt;       isyarat mengucup hajar al Aswad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Setelah itu, mulailah berjalan mengelilingi Ka’bah dengan arah berlawanan dengan arah jarum jam. Pastikan bahwa Ka’bah tetap berada di sebelah kiri .&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;7. Sewaktu berjalan mengelilingi Ka’bah, berzikirlah kepada Allah, dengan perasaan dekat kepada-Nya, mengharapkan ampunan serta petunjuk-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Bacalah zikir apa saja yang dapat dibaca seperti : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Subhanallah, wal hamdulillah,  walaa ilaaha illallah wallaahu  Akbar “      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibolehkan juga membaca zikir yang lain, atau membaca doa. Tidak ada doa yang khas yang wajib dibaca selama bertawaf dari Hajar Aswad sampai ke Rukun Yamani. &lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Menurut Imam an Nawawi dalam Kitab “ al Iedhah fi manasikil Haj wal Umrah “,  bahwa membaca Al Quran selama bertawaf tersebut adalah lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Bagi lelaki lakukan lari anak jalan cepat dengan memendekkan langkah ( raml )  pada tiga putaran pertama dan berjalanlah sebagaimana biasa pada putaran berikut-nya. Sedangkan bagi perempuan , seluruh putaran tawaf dilakukan dengan berjalan biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Bagi lelaki agar memakai pakaian ihram dengan  idhthiba' (meletakkan pertengahan kain selendang di bawah pundak kanan, dan kedua ujungnya di atas pundak kiri).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Teruskan berjalan mengelilingi Ka’bah melintasi dinding Hijir Ismail. Selama thawaf jangan berjalan memasuki ke dalam Hijir ismail, karena ruangan itu termasuk kawasan dalam ka’bah. Berjalanlah di luar hijir Ismail, dan jangan menyentuh dinting hijir tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Teruskan perjalanan thawaf sehingga sampai ke sudut yang dekat dengan Hajar as wad , yaitu sudut rukun Yamani, dengan tetap membaca zikir, doa, atau al Quran. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Jika Anda telah sampai ke Rukun Yamani maka usaplah sudut yamani tersebut dengan tanganmu jika hal itu memungkinkan-, tetapi jangan mengucupnya. Jika tidak bisa mengusapnya maka beri isyarat saja kepadanya, tanpa   mengecup tangan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Ketika  berada diantara sudut Rukun Yamani dan sudut Hajar aswad    disunatkan membaca do'a:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Rabbana Aatinaa fiddunyaa hasanah “ &lt;br /&gt;       " Wahai Rabb kami, berikanlah kami kebaikan di dunia “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   “ Wa fil aakhirati hasanah “&lt;br /&gt;    “  Dan berikanlah kepada kami kebaikan hidup di   &lt;br /&gt;       akhirat “   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;  “ Waqinaaa azaadannar “&lt;br /&gt;        “  Dan jagalah kami daripada  siksa api Neraka."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;15. Dalam thawaf, tidak ada do'a-do'a khusus , tetapi memang disunatkan memperbanyak dzikir dan do'a ketika thawaf. Jika Anda membaca ayat-ayat Al-Qur'an ketika thawaf, maka itu adalah baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peringatan:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1. Bersuci adalah syarat sahnya thawaf. Jika wudhu anda batal di tengah - tengah melakukan thawaf, maka keluar dan berwudhulah, lalu ulangilah thawaf anda yang batal tersebut dari sudut hajar al aswad atau dari garis coklat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2. Jika di tengah-tengah melakukan thawaf, maka masuk waktu  shalat wajib, atau anda ingin mengikuti shalat jenazah, maka berhentikan tawaf anda dan shalatlah bersama jamaah yang lain,  lalu sempurnakanlah thawaf anda dari tempat kaki dimana anda berhenti untuk shalat tadi, tanpa harus mengulangi ke garis coklat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jika anda perlu duduk sebentar, atau minum air atau berpindah dari lantai bawah ke lantai atas atau sebaliknya di tengah-tengah thawaf, maka hal itu tidak mengapa tanpa membatalkan tawaf anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Jika anda ragu-ragu tentang bilangan putaran, maka pakailah bilangan yang anda yakini yaitu yang lebih sedikit. Seperti jika anda ragu-ragu apakah anda telah melakukan thawaf tiga atau empat kali maka tetapkan-lah tiga kali, tetapi jika anda lebih mengira bilangan tertentu maka tetapkanlah bilangan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Shalat sunat thawaf dua rakaat di Maqam Ibrahim &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jika telah selesai dari thawaf putaran ketujuh,  pergilah menuju maqam Ibrahim yang berada di dekat Ka’bah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ambillah posisi di belakang Maqam Ibrahim, sehingga maqam Ibrahim berada di antara dirimu dan Ka’bah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Lakukanlah shalat sunat dua rakaat dengan niat : “ Sengaja aku shalat sunat thawaf dua rakaat kerana Allah “. Niat dalam hati, dan jika dilafadzkan lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Bacalah surah Al Kafirun ( Qul ya Ayyuhal kafirun ) di rakaat pertama dan surah al Ikhlas ( Qul huwallahu ahad ) di rakaat kedua. Dibolehkan membaca surah  lain yang sudah dihafal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.  Jika orang ramai sedang bertawaf di kawasan maqam Ibrahim, maka carilah posisi tempat shalat di tempat yang agak lapang sedikit di belakang maqam. Shalat sunat dua raka'at thawaf  sunnah dikerjakan di belakang maqam Ibrahim, tetapi boleh juga dilakukan di Hijir Ismail atau di tempat mana saja daripada Masjidil Haram.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;6. Selesai shalat, berdoalah kepada Allah sesuai dengan keinginan dan hajat. Doa di depan Maqam Ibrahim adalah diantara tempat berdoa yang dimakbulkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Tidak perlu berzikir atau berdoa yang panjang di tempat ini, untuk memberi kesempatan kepada yang lain , dan segeralah keluar dari tempat tersebut menuju Multazam untuk berdoa disana.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdoa di depan Multazam ( Pintu Ka’bah )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Multazam adalah tampat antara pintu Ka’bah dan Hajarul Aswad. Tempat ini merupakan tempat yang dimuliakan Allah sehingga merupakan tempat doa yang mustajab. Berdirilah di depan multazam , dan berdoalah dengan doa yang ikhlas dari hati nurani. Boleh berdoa dengan bahasa sendiri, dan berdoalah dengan sepuas-puasnya, dengan merasakan bahwa seakan-akan kita berdiri di depan Allah dengan jarak yang sangat dekat sekali. Berdoalah dengan penuh pemahaman akan apa yang dibaca dan penuh pengharapan akan ampunan dan rahmat daripada-Nya. Kita dibolehkan berdoa apa saja sesuai dengan keinginan dan hajat kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara doa di Multazam adalah : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Wahai Tuhanku, untukMu segala puji yang menyamai nikmatMu dan menandingi kelebihanMu, aku memuji Engkau dengan segala puji yang aku ketahui, dengan apa yang aku tidak ketahui terhadap segala nikmat Engkau yang aku ketahui dan yang aku tidak ketahui serta terhadap segala  keadaan “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “ Wahai Tuhanku, sanjungkanlah Muhammad dan sejahterakanlah baginda serta keluarganya. Wahai Tuhanku! Lindungilah aku dari syaitan yang terkutuk, lindungilah aku dari segala kejahatan dan jadikanlah diriku merasa puas terhadap apa yang telah Engkau rezekikan serta kurniakanlah keberkatan untukku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Wahai Tuhanku! Jadikanlah aku dari orang yang paling mulia yang datang kepadaMu dan kekalkanlah aku dalam jalan istiqamah sehingga aku berjumpaMu wahai Tuhan sekalian alam “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minum Air zam-zam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya pergilah ke sumur zam-zam yang terletak di sambing Ka’bah dan minumlah airnya.  Berdo'alah kepada Allah pada saat akan meminumnya karena dalam hadis disebutkan bahwa air zamzam akan berkesan kepada seseorang, terpulang pada niat dan doa daripada orang yang meminumnya. Jika air zamzam diminum dengan niat sebagai obat dari penyakit, maka dia akan menjadi obat bagi penyakit dan demikian selenjutnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1. Minumlah air zamzam baik dari sumur zamzam yang berada di bawah Ka’bah atau dari tempat air zamzam yang ada di sekitar masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bacalah doa sebelum minum air zamzam. Doa yang biasa dibaca oleh rasul adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“  Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang banyak dan kesembuhan dari segala penyakit “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SA’IE  ANTARA SAFA DAN MARWA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pergilah menuju Shafa, dan ketika telah dekat ke bukit Safa, naiklah ke atas batu di bukit yang tinggi tersebut dan bacalah ( boleh juga tidak  dibaca ) firman Allah Ta'ala: &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;  “ Innassafaa wal marwata min sya’aa irilllah “ &lt;br /&gt;    ( Al Baqarah : 158 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       "  Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari &lt;br /&gt;           tempat kebesaran Allah."   &lt;br /&gt;        &lt;br /&gt; Jika tidak hafal, maka ayat ini tidak usah dibaca, tetapi naiklah ke atas bukit dengan penuh perasaan syukur, rendah diri dan taqarrub ( dekat ) kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Berdiri di atas batu safa. Setelah itu jika dapat  ucapkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;’u bimaaa badaallahu wa“ Abda rasuuluhu “  &lt;br /&gt;      &lt;br /&gt;      “ Aku memulai saie dengan apa yang  Allah dan rasul-Nya &lt;br /&gt;         lakukan ." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tidak hafal, maka lafadz ini tidak usah dibaca, tetapi rasakan bahwa saei ini dilakukan bukan karena untuk memuja batu atau bukit ini tetapi hanya karena mengikuti sunnah dan ajaran daripada rasulullah saw dan mengikuti perintah Allah subhana wa taala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Hadaplah diri dan wajah ke arah Ka'bah, dan berniatlah  bahwa “ sahaja aku melakukan saie untuk umrah tujuh kali pusingan kerana Allah “. Niat ini di dalam hati, jika dilafadzkan lebih baik.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;4. Lampaikan tangan kanan ke arah Ka’bah sambil membaca takbir tiga kali :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Allahu Akbar..Allahu Akbar.Allahu Akbar  Walillahil hamd “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“  Allah Maha Besar..Allah Maha Besar ..Allah Maha Besar dan segala puja dan puji hanyalah ditujukan kepada-Nya “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasakan kebesaran Tuhan sehingga dapat sampai ke tempat bersejarah dimana Hajar berlari-lari mencari air untuk anaknya Nabi Ismail as. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Setelah itu berdoalah kepada Allah dengan doa sesuai dengan maksud dan keinginan masing-masing.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;6. Kemudian turunlah dari Bukit Safa dan berjalanlah menuju ke bukit Marwa dengan sikap hati bersyukur kepada Allah, bertasbih dan berzikir kepadaNya. Dibolehkan juga untuk membaca Al Quran selama dalam melakukan saie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Bila berada di antara dua tanda lampu hijau di dinding, maka lakukanlah sa'ie dengan berlari –lari anak (khusus untuk laki-laki dan tidak bagi wanita) sambil tetap berzikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Setelah sampai di tanda hijau yang kedua, lanjutkan saie dengan berjalan biasa sampai kepada bukit Marwa dengan tetap berzikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.  Jika Anda telah sampai di Marwa, naiklah ke atasnya dan menghadaplah ke arah Ka'bah, kemudian ucapkan sebagaimana yang diucapkan di atas bukit Safa yaitu : Allahu Akbar..Allahu Akbar..Allahu Akbar walillahilhamd “. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Demikian hendaknya yang anda lakukan pada putaran berikut-nya. Berjalan dari Shafa ke Marwah dihitung satu kali putaran dan kembali dari Marwa ke Shafa juga dihitung satu kali putaran hingga sempurna menjadi tujuh kali putaran. Karena itu, putaran sa'ie yang ke tujuh berakhir di Marwa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Tidak ada dzikir (do'a) khusus untuk sa'ie, semua doa boleh dibaca, dan oleh karena itu perbanyaklah dzikir dan do'a serta membaca Al-Qur'an. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Tidak disyaratkan suci dari hadas dalam melakukan saei, sebagaimana dalam tawaf. Walaupun demikian lebih baik dilakukan dalam keadaan suci daripada hadas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13.  Jika merasa penat dalam melakukan saei, boleh rehat sekejab duduk di tengah jalan..kemudian dilanjutkan dengan putaran berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Jika tidak mampu melakukan lari seperti sakit maka dibolehkan melakukan saei dengan memakai kursi jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAHALLUL  ( bercukur rambut setelah saei ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jika telah selesai mengerjakan sae'i tujuh kali pusingan, maka lakukanlah tahallul dengan mencukurlah rambut sekurang-kurangnya tiga helai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sewaktu memotong rambut bacalah : Alahu Akbar..Allahu Akbar..Allahu Akbar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bagi lelaki disunahkan untuk mencukur sampai gundul  (sampai bersih ).  Bagi perempuan cukup dengan memotong ujung daripada rambutnya kira-kira seujung jari sahaja.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;4. Setelah bercukur, hadapkanlah diri ke arah Kiblat dan berdoalah kepada Allah agar ibadah umrah yang baru saja dilakukan tersebut dapat diterima. Doa itu boleh dibaca dalam bahasa yang dimengerti dan boleh ditambah dengan doa-doa apa saja terpulang kepada keinginan di hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAWAF WADA’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawaf wada’ adalah tawaf berpisah dengan Ka’bah. Jika akan keluar dari kota Makkah atau akan kembali ke tanah air, maka disunatkan melakukan tawaf perpisahan ( tawaf wida’ ). Tawaf wida’ dilakukan sesbagaimana tawaf biasa, hanya dengan niat “ sengaja aku tawaf wida’ tujuh kali putaran kerana Allah “. Niat ini di dalam hati dan boleh dilafadzkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FADHILAT UMRAH :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibadah umrah mempunyai beberapa kelebihan, sebagaimana yang dinyatakan oleh Rasulullah saw dalam beberapa hadis yang maksudnya seperti berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “ Barang siapa yang datang ke Baitullah ( untuk melakukan umrah atau haji ) dan selama disana tidak melakukan perkelahian dan tidak melakukan hal-hal yang maksiat, maka dia akan kembali ke kampungnya sebagaimana anak yang baru dilahirkan dari rahim ibunya, bersih daripada dosa “.&lt;br /&gt;( hadis riwayat Nasai ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Umrah yang satu kepada umrah yang lain dapat menghapuskan dosa-dosa diantara keduanya “ ( hadis riwayat Muttafaq alaih )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Ikutilah haji dengan umrah karena keduanya akan menghilangkan kefaqiran dan dosa sebagaimana api membersihkan karat besi dan perak, dan tiada balasan bagi haji yang mabrur melainkan surga “ &lt;br /&gt;( Hadis riwayat Tirmidzi, nasai, Ibnu Hibban )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Ikutilah haji dan ibadah umrah karena melakukan haji dan umrah dapat menambah rezeki dan memperpanjang umur “ ( Thabrani )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Sesungguhnya umrah itu adalah haji kecil “ ( Hadis ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Tamu Allah itu tiga : Orang yang berperang di jalan Allah, Orang yang haji dan Orang yang melaukan umrah “ ( hadis riwayat Nasai )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Haji dan umrah adalah tamu Allah, apabila mereka meminta , maka Allah akan memberi dan apabila mereka meminta ampun, maka Allah akan memberikan ampunan-Nya ‘. ( Ibnu Majah )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Setiap langkah yang dilakukann untuk pergi mengunjungi Ka’bah akan mendatangkan kebaikan dan dapat menghapuskan keburukan “  ( Hadis riwayat Abd razzzaq )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Umrah di bulan ramadhan nilainya sama dengan haji “ &lt;br /&gt;( hadis Muttafaq alaihi )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Haji dan Umrah adalah tamu Allah. Mereka akan mendapat apa yang mereka pinta, doa mereka akan mustajab, dan Allah akan menggantikan segala belanja yang telah mereka keluarkan dan dilipat gandakan setiap satu dirham dengan beribu-ribu dirham dan demi yang telah membangkitkan aku dengan benar, satu dirham itu lebih berat daripada bukit ini, sambil rasulullah menunjuk bukit Jabal Qubaisy yang berada di samping Masjidil Haram “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“  Barangsiapa yang mati daripada mereka yang sedang haji atau umrah, maka mereka tidak akan dihisab dan akan masuk ke dalam surga “ ( riwayat Thabrani )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fadilat uang yang dikeluarkan untuk umrah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu hurairah berkata bahwa Rasulullah pada waktu haji wada telah bersabda : ‘ Haji dan umrah adalah tamu Allah, maka mereka akan mendapat apa yang mereka pinta, dan doa mereka akan dikabulkan, dan segala harta yang dikeluarkan untuk keperluan ibadah tersebut akan diganti , dan setiap satu dirham akan dibalas dengan beribu-ribu dirham, dan demi yang telah mengutus aku dengan penuh kebenaran, maka satu dirham itu akan lebih berat daripada gunung ini ( sambil baginda menunjuk kepada gunung Jabal Uhud ) “.. Hadis riwayat Fakihiy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fadilat Talbiyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahal bin Saad menceritakan bahwa Rasulullah saw telah bersabda : ‘ Sesiapa saja yang mengucapkan talbiyah, maka seluruh apa saja yang ada di sebelah kanan dan kirinya baik itu batu, pokok, dan belahan tanah disekitar nya baik itu di kanan dan di kiri semuanya akan ikut mengucapkan talbiyah bersama-sama “. Hadis sahih dikeluarkan oleh Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Hakim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fadilat Tawaf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin Umar berkata bahwasanya rasulullah saw telah bersabda : ‘ Sesiapa yang berthawaf di sekeliling Ka’bah selama satu minggu maka sama seperti memerdekakan seorang hamba sahaya “ dan aku mendengar baginda juga berkata : ‘ Setiap langkah yang dilakukan dalam tawaf maka Allah akan menghilangkan darinya satu derajat dan mengangkatnya satu derajat “. hadis riwayat Tirmidzi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jabir bin Abdilah berkata bahwa rasulullah bersabda : “ Sesiapa yang berthawaf di Ka’bah tujuh kali dan kemudian shalat di maqam Ibrahim dua rakaat dan kemudian minum air zamzam, maka Allah akn mengampuni dosa-dosanya sebesar apapun dosanya tersebut “ Hadis diriwayatkan oleh Abu Said al Jundiy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hurairah berkata bahwa rasulullah saw bersabda : “ Sesiapa yang bertawaf di Ka’bah tujuh kali dan dia tidak berkata-kata kecuali melafazkan Subhanallah walhamdulillah walaa ilaaha illa Allah , wallahu Akbar, walaa haula walaa quwwata illa billaah “ maka Allah akan menghapuskan baginya sepuluh kejahatan dan dituliskan baginya sepuluh kebaikan. Siapa yang berthawaf dan berkata-kata pada waktu itu maka dia berada di dalam rahmat seperti kaki yang sedang berada di dalam kola “. Hadis riwayat Ibnu Majah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fadhilat Sa’ie&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat Rasulullah Anas menceritakan bahwa rasulullah saw telah bersabda : Sesiapa yang berthawaf diantara Safa dan marwa maka itu sama dengan memerdekakan tujuh puluh hamba sahaya “. Hadis riwayat Said bin Mansur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FadhilatTtahallul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda ; “ Setiap satu helai rambut yang dicukur oleh orang yang bertahalul, itu akan menjadi cahaya di hari kiamat “. hadis riwayat Ibnu Hibban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatian :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Selama di Makkah kita dapat melakukan umrah sunat dengan miqat dari Ji’ranah. Dalam hadis disebutkan bahwa sebaik-baik umrah adalah dilakukan sebelum subuh dan setelah sembahyang ashar. Berangkat ihram dari Ji’ranah, kemudian lakukan tawaf, sai, dan tahallul, berarti kita telah melakukan satu umrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Selama berada di masjidil haram perbanyaklah untuk melakukan shalat sunat seperti sunat tahajjud, sunat dhuha, sunat witir, sunat awwabin. Juga memperbanyak istighfar dan zikir serta doa. Juga dianjurkan untuk selalu membaca Al Quran dan usahakan untuk mengkhatamkan Al Quran selama di Tanah Suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Selama di Tanah suci, pergunakanlah kesempatan untuk mendapatkan ampunan dan rahmat Allah sebanyak mungkin dengan beribadah dan menghayati kehidupan rasulullah saw beserta keluarga dan sahabat beliau. Ziarahi tempat bersejarah dengan harapan dapat memberikan motivasi keimanan dan ketaqwaaan sehingga sekembali dari tanah suci kita dapat meningkatkan ibadah dan amal kita kepada Allah Taala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MIQAT IHRAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Miqat adalah tempat dimana seorang yang akan melakukan umrah atau haji bermula dengan niat, memakai pakaian ihram, dan menjaga segala sesuatu yang berkaitan dengan pelaksanaan ihram. Dalam ihram ada miqat makani ( miqat tempat ) dan ada miqat zamani ( miqat waktu melakukan ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Miqat Makani:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan daripada Ibnu Abbas r.a katanya: Rasulullah s.a.w telah menetapkan tempat miqat bagi penduduk Madinah di Zul Hulaifah, bagi penduduk Syam di Juhfah, bagi penduduk Najd di Qarnul Manazil dan bagi penduduk Yaman di Yalamlam. Sabda Baginda Lagi: Miqat-miqat tersebut adalah bagi penduduk negeri-negeri tersebut dan bagi mereka yang melaluinya untuk menunaikan ibadat Haji dan Umrah. Manakala, selain dari mereka yang tersebut, miqatnya adalah mengikut arah kedatangan mereka, begitu juga dengan penduduk Mekah, miqatnya memadai dari Mekah. Para ahli Ilmu telah bersepakat mengenai tempat-tempat miqat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juhfah: Merupakan miqat bagi penduduk Mesir, Syam dan mereka yang datang dari arahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abyar ( Bir ) Ali  dan Zul Hulaifah : Iaitu miqat bagi penduduk Madinah: Dinamakan Abyar Ali kerana ia merupakan tempat bekalan air bagi Bani Jathim, juga merupakan miqat yang paling jauh dari Kota Mekah iaitu kira-kira 450 kilometer. Perjalanan dengan unta dapat merentasi jarak tersebut selama sembilan hari, kira-kira 50 kilometer setiap hari (iaitu kira-kira 4 kilometer satu jam). Ia (50 Km) juga dinamakan satu marhalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qarnul Manazil: Sebuah bukit yang terletak di hadapan padang Arafah yang dikenali dengan Qarnul Manazil dan ia merupakan miqat bagi penduduk Taif dan mereka yang berada di belakangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaatu Irqin: Dinamakan Zaatu Irqin kerana ia merupakan sebuah bukit bernama Irqin, terletak di hadapan sebuah lembah yang dikenali dengan Wadi al-Aqiq iaitu sebuah perkampungan yang terletak sejauh 2 marhalah dari Kota Mekah. Miqat ini tidak terdapat di dalam hadis Rasulullah s.a.w, tetapi ia telah disepakati oleh para ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yalamlam: Yalamlam merupakan salah sebuah dari bukit-bukit yang terdapat di sebelah utara, kira-kira 2 marhalah dari Kota Mekah dan ia adalah miqat bagi penduduk Yaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BEBERAPA PERINGATAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Niat dengan ikhlas bahwasanya umrah dilakukan hanya kerana Allah Taala dan mengikuti Sunnah rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Laksanakanlah segala kewajiban umrah seperti ihram, tawaf, sa’ie dan tahallul dengan penuh kepahaman dan penghayatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jagalah kesucian hati, kesucian jiwa, dan kesucian badan dari segala sesuatu perbuatan yang munkar dan larangan semasa dalam mengerjakan ihram dan berada di tanah suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Selama berada di tanah Suci, perbanyak zikir, doa dan membaca Al Quran, shalat sunat, I’tikaf , dan ibadah sunat lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Sewaktu mengunjungi tempat-tempat bersejarah, ingat dan hayatilah peristiwa dan sejarah Rasulullah saw, dan berdoalah agar diberi kekuatan untuk dapat mengikuti sunnah beliau sehingga dapat menjadi umat Muhammad yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Selama berada ditanah suci, kita menjadi Tamu Allah, maka hendaklah kita merasa dekat dengan Allah, dan menjaga segala perintah-Nya serta menjauhi segala larangan-Nya baik dalam hati, perbuatan dan ucapan lisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Selalu berdoa kepada Allah agar segala amal ibadah kita diterima dan kita mendapat ampunan daripada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PELAKSANAAN IBADAH HAJI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. HAJI TAMATHU’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haji Tamathu maksudnya adalah jika seseorang mengerjakan umrah untuk haji terlebih dahulu di bulan-bulan haji ( sejak awal bulan syawal sampai 9 Dzulhijjah ) baru kemudian dilanjutkan dengan mengerjakann haji di tahun yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Mengerjakannya haji tamathu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Ihram Umrah &lt;br /&gt;a. Persiapan sebelum ihram : memotong kuku dan lain-lain.&lt;br /&gt;b. Mandi Ihram&lt;br /&gt;c. Berpakaian ihram&lt;br /&gt;d. Sembahyang sunat Ihram dua rakaat  &lt;br /&gt;e. Niat ihram di Miqat “ Sengaja aku berumrah dan berihram untuknya kerana Allah “.&lt;br /&gt;f. Menjaga diri dari larangan ihram&lt;br /&gt;g. Membaca Talbiyah : “ Labbaikallahumma labbaik Labaika la sharika laka labbaik, innal hamda wanni’mata laka wal mulk laa sharika laka “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Memasuki kota Makkah&lt;br /&gt;a. Membaca doa masuk kota makkah&lt;br /&gt;b. Membaca Talbiyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tiba di Hotel/penginapan&lt;br /&gt;a. Segera mencari bilik yang akan ditempati&lt;br /&gt;b. Rehat sekejab/ mandi&lt;br /&gt;c. Makan dan minum &lt;br /&gt;d. Segera menuju masjidil haram&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tiba di Masjidil haram&lt;br /&gt;a. Membaca doa masuk masjid&lt;br /&gt;b. Membaca doa sewaktu melihat ka’bah&lt;br /&gt;c. Segera menuju ke Ka’bah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Melakukan Thawaf Umrah&lt;br /&gt;a. Sucikan diri dengan air sembahyang&lt;br /&gt;b. Memakai pakaian ihram yang rapi&lt;br /&gt;c. Segera menuju Hajarul Aswad&lt;br /&gt;d. Berdiri di garis coklat di sudut Ka’bah&lt;br /&gt;e. Hadapkan diri kepada Hajarul Aswad&lt;br /&gt;f. Niatkan thawaf untuk umrah&lt;br /&gt;g. Lambaikan tangan ke hajaral aswad&lt;br /&gt;h. Baca : “Bismillahi Allahu Akbar walillahilhamd”&lt;br /&gt;i. Kucup telapak tangan tersebut&lt;br /&gt;j. Pusingan badan ke arah kanan&lt;br /&gt;k. Mulai melangkah untuk thawaf&lt;br /&gt;l. Berjalan mengelilingi ka’bah&lt;br /&gt;m. Pastikan ka’bah berada di sebelah kiri badan&lt;br /&gt;n. Jangan masuk ke dalam kawasan hijir ismail&lt;br /&gt;o. Jangan sampai badan menyentuh ka’bah&lt;br /&gt;p. Bacalah doa/zikir/Al Quran&lt;br /&gt;q. Dekatkan diri kepada Allah&lt;br /&gt;r. Teruskan berjalan sampai ke Rukun yamani&lt;br /&gt;s. Di rukun yamani, lambaikan tangan kepadanya&lt;br /&gt;t. Baca : Bismillahi Allahu Akbar&lt;br /&gt;u. Terus berjalan menuju arah sudut hajaral aswad sambil  membaca : “ rabbana Atina fiddunya hasanah wafil akhirati hasanah wa qinaa ‘azaabannar “.&lt;br /&gt;v. Jika telah sampai di sudut hajar aswad, kucuplah batu tersebut&lt;br /&gt;w. Jika tidak dapat mengucupnya, maka cukup dengan melambaikan tangan sambil membaca : Bismillah Allhu Akbar walillahilhamd..”&lt;br /&gt;x. Lanjutkan untuk pusingan kedua&lt;br /&gt;y. Bagi laki-laki disunatkan untuk berjalan anak pada pusingan pertama sampai ke tiga.&lt;br /&gt;z. Jika telah selesai tujuh kali pusingan, segera menuju maqam Ibrahim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Shalat di maqam Ibrahim&lt;br /&gt;a. Niat shalat dua rakaat sunat Thawaf&lt;br /&gt;b. Berada di belakang makam Ibrahim antara makam dengan ka’bah&lt;br /&gt;c. Jika tidak dapat di makam, boleh juga shalat sunat thawaf di Hijir Ismail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Berdoa di Multazam&lt;br /&gt;a. Segera menuju Multazam&lt;br /&gt;b. Berdiri diantara pintu Ka’bah dan hajar aswad&lt;br /&gt;c. Berdoalah dengan doa apa saja baik dengan bahasa Arab atau bahasa yang dapat dipahami dengan baik.&lt;br /&gt;d. Rasakanlah kedekatan diri kita dengan Allah, seakan-akan kita berdiri di depan pintu-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Minum Air Zamzam&lt;br /&gt;a. Setelah berdoa, segera menuju tempat air zamzam&lt;br /&gt;b. Minumlah air zamzam denga penuh kesyukuran&lt;br /&gt;c. Berdoalah sebelum meminum air tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Menuju Safa untuk Saie&lt;br /&gt;a. Setelah minum segera menuju bukit safa&lt;br /&gt;b. Pastikan kaki menginjak kaki bukit, lantai yang agak tinggi sedikit di kawasan safa&lt;br /&gt;c. Hadapkan diri ke Ka’bah&lt;br /&gt;d. Niatkan akan melakukan saie umrah karena Allah&lt;br /&gt;e. Lambaikan tangan ke hajaral Aswad&lt;br /&gt;f. Baca : “ Bismillah Allahu Akbar walillahilhamd “.&lt;br /&gt;g. Segera turun ke bawah dan berjalan menuju Marwa&lt;br /&gt;h. Sambil berjalan bacalah doa/zikir/ Al Quran&lt;br /&gt;i. Tiba di lampu hijau, segera berlari anak ( untuk lelaki ) sampai pada lampu hijau berikutnya&lt;br /&gt;j. Terus berjalan menuju bukit marwa sambil berdoa/berzikir&lt;br /&gt;k. Tiba di bukit Marwa , pastikan kaki menginjak lantai yang agak tinggi.&lt;br /&gt;l. Hadapkan diri ke arah Ka’bah, lambaikan tangan ke arahnya dan bacalah : “ Bismillah Allahu Akbar walillahilhamd “&lt;br /&gt;m. Segera turun kebawah, dan teruskan berjalan menuju Safa untuk melakukan pusingan kedua dan lakukan terus sampai pusingan ketujuh berakhir di Marwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Tahallul Umrah ( menggunting rambut )&lt;br /&gt;a. Setelah selesai pusingan ketujuh segera berdiri di atas marwa dan hadapkan diri ke arah ka’bah.&lt;br /&gt;b. Berdoalah sebagai kesyukuran melakukan saie&lt;br /&gt;c. Ambil gunting untuk menggunting rambut&lt;br /&gt;d. Guntinglah rambut sedikitnya tiga helai&lt;br /&gt;e. Orang lain boleh diminta tolong untuk mengguntingkan rambutnya, dengan syarat orang tersebut telah melakukan tahallul.&lt;br /&gt;f. Berdoalah kepada Allah sebagai kesyukuran setelah menyelesaikan ibadah umrah&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt; 11. Menunggu sampai tiba masa haji ( 8 Dzulhijjah )&lt;br /&gt;a. Setelah selesai umrah, dibolehkan melepaskan pakaian ihram dan melakukan larangan ihram.&lt;br /&gt;b. Selama menunggu waktu haji ( 8 dzulhijjah ) boleh melakukan umrah sunat dengan mengambil miqat dari Taniem atau Ji’ranah.&lt;br /&gt;c. Perbanyak ibadah di masjidil haram dan membaca Quran, berzikir dan berdoa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12.  Ihram untuk Haji ( pada 8 Dzul Hijjah )&lt;br /&gt;a. Pada pagi 8 hb Dzulhijjah, mandi dan lakukan sunat-sunat Ihram di hotel masing-masing.&lt;br /&gt;b. Lakukan shalat sunat Ihram dua rakaat di bilik hotel.&lt;br /&gt;c. Turun dari bilik menuju bus yang akan membawa ke Arafah.&lt;br /&gt;d. Berniat Ihram untuk haji “ Sengaja aku mengerjakan haji dan berihram untuknya kerana Alah “.&lt;br /&gt;e. Segera menaiki kenderaan menuju Arafah&lt;br /&gt;f. Perbanyak membaca  talbiyah /zikir dan doa selama dlaam perjalanan menuju Arafah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Tiba di Arafah dan wuquf pada 9 Dzul hijah &lt;br /&gt;a. Segera cari khemah yang telah ditentukan&lt;br /&gt;b. Jika sampai di malam 9 Dzulhijjah, segera rehat persiapan untuk besok hari.&lt;br /&gt;c. Lakukan shalat wajib dengan jama’ kecuali shalat subuh&lt;br /&gt;d. Di pagi hari berkemas-kemas barang dan tempat.&lt;br /&gt;e. Waktu wuquf bermula dari selepas dzuhur.&lt;br /&gt;f. Jika tiba waktu dzuhur , segera shalat Dzuhur jama’  dengan Ashar berjamaah ( jama’ taqdim )&lt;br /&gt;g. Selepas shalat, hadirkan diri kepada Allah, berzikir dan berdoa dengan penuh khusyu’ dan tawadhu’.&lt;br /&gt;h. Mintalah ampunan ( istighfar ) kepada-Nya sebanyak mungkin.&lt;br /&gt;i. Jangan sia-siakan waktu dengan berjalan-jalan atau melakukan kegiatan yang sia-sia seperti berborak, bersembang dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;j. Isilah waktu sampai petang dengan zikir, doa, baca Al Quran dan istighfar.&lt;br /&gt;k. Masuk waktu maghrib segera lakukan shalat maghrib dan Isya dengan jama’ taqdim.&lt;br /&gt;l. Setelah shalat dan makan malam, segera bertolak menuju Muzdalifah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Bermalam di Mudzdalifah ( 9 dzulhijjah malam ).&lt;br /&gt;a. Selepas Isya pada 9 haribulan Dzulhijjah, segera berangkat meninggalkan Arafah menuju Muzdalifah.&lt;br /&gt;b. Bermalam di Muzdalifah maksudnya berada di Muzdalifah pada waktu selepas tengah malam walaupun sekejab.&lt;br /&gt;c. Jika sampai di Muzdalifah sebelum tengah malam, maka tunggulah sampai lewat tengah malam.&lt;br /&gt;d. Tiba di Muzdalifah perbanyak doa dan talbiyah&lt;br /&gt;e. Turun dari kenderaan untuk mencari batu sedikitnya sebanyak 7 biji untuk dipakai buat melontar Jamrah Aqabah di Mina esok hari.&lt;br /&gt;f. Boleh mencari batu lebih banyak lagi sebagai persiapan untuk melontar tiga Jamrah di hari kesebelas dan duabelas atau tiga belas dzulhijjah. Batu yang diperlukan untuk melontar jamrah bagi nafar awwal sebanyak 49 biji batu, dan bagi nafar tsani sebanyak 63 biji batu selan batu yang dipakai untuk jamrah Aqabah diatas.&lt;br /&gt;g. Setelah batu dikumpulkan segera naik kenderaan lagi menuju Mina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Melontar Jamrah Aqabah di Mina ( 10 dzul hijjah )&lt;br /&gt;a. Tiba di Mina segera mencari khemah yang telah ditentukan.&lt;br /&gt;b. Setelah rehat sekejab, segera menuju tempat melontar Jamrah Aqabah.&lt;br /&gt;c. Waktu melontar sejak selepas subuh pada 10 Dzulhijjah.&lt;br /&gt;d. Lontarlah Jamrah Aqabah dengan perasaan untuk mengikuti sunnah rasulullah bukan dengan emosi untuk melontar syetan.&lt;br /&gt;e. Mulailah melontar dengan membaca “ Bismillah Allahu Akbar “.&lt;br /&gt;f. Pastikan batu yang dilontar masuk ke dalam lobang.&lt;br /&gt;g. Jika batu yang dilontar mengnai tiang/dinding dan tidak masuk ke dalam lobang, maka lontaran tidak sah.&lt;br /&gt;h. Jika lontaran tidak masuk ke dalam lobang, maka ulangi kembali lontaran tersebut sampai masuk.&lt;br /&gt;i. Lakukan lontaran yang sah sampai tujuh kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Tahallul Awwal  setelah lontaran Jamrah Aqabah.&lt;br /&gt;a. Setelah melontar jamrah Aqabah, segera berdoa kepada Allah.&lt;br /&gt;b. Guntinglah/cukur  rambut sedikitnya tiga helai sebagai tahallul pertama.&lt;br /&gt;c. Jika telah melakukan tahallul pertama, maka dibolehkan melepaskan pakaian ihram dan melakukan larangan ihram kecuali melakukan hubungan suami isteri.&lt;br /&gt;d. Jika mempunyai waktu dibolehkan untuk segera melakukan Thawaf Ifadhah dan Saie Haji di Masjidil haram atau jika tidak mempunyai masa hal itu dapat dilakukan besok hari selama hari tasyri’ atau nanti selepas selesai dari Mina.&lt;br /&gt;e. Segera kembali ke khemah dan perbanyak zikir/doa/baca al Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Bermalam di Mina.&lt;br /&gt;a. Pada malam 11 dzulhijjah dan 12 dzulhijjah diwajibkan bermalam di Mina.&lt;br /&gt;b. Bermalam maksudnya berada di Mina selepas sampai selepas tengah malam.&lt;br /&gt;c. Jika siang hari berada di Makkah maka pastikan berada di mina sebelum maghrib sampai lepas tengah malam.&lt;br /&gt;d. Selama berada di mina, perbanyak doa/zikir/membaca Al Quran.&lt;br /&gt;e. Hindari dari perbuatan sia-sia seperti berjalan-jalan, bersembang dan berborak atau bergurau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Melontar Jamrah pada 11 hb dzulhijjah.&lt;br /&gt;a. Pada 11 dzulhijjah lakukan lontaran Jamrah kepada tiga Jamrah secara tertib bermula dari  Jamrah Ula, Jamrah Wustha dan Jamrah Aqabah.&lt;br /&gt;b. Waktu melontar dari selepas dzuhur sampai subuh 12 Dzulhijjah.&lt;br /&gt;c. Jangan melontar pada waktu sebelum dzuhur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Bermalam di Mina pada malam 12 Dzulhijjah.&lt;br /&gt;a. Pastikan berada di Mina sebelum maghrib sampai lepas tengah malam.&lt;br /&gt;b. Perbanyak doa/zikir/baca Al Quran/ talbiyah dan perbuatan yang bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Melontar jamrah pada 12 Dzulhijjah.&lt;br /&gt;a. Pada 12 dzulhijjah lakukan sekali lagi melontar ketiga jamrah bermula dari jamrah Ula, jamrah Wustha dan berakhir di jamrah aqabah.&lt;br /&gt;b. Waktu melontar dari selepas dzuhur sampai fajar subuh keesokan hari.&lt;br /&gt;c. Batu melontar boleh diambil dari batu Muzdalifah atau batu yang ada disekitar mina.&lt;br /&gt;d. Pastikan melontar tujuh kali setiap jamrah.&lt;br /&gt;e. Bagi yang akan melakukan nafar awwal, segera berangkat ke Makkah sebelum waktu maghrib.&lt;br /&gt;f. Jika berada di Mina selepas waktu maghrib, maka wajib bermalam di mina pada malam 13 dzulhijjah dan melakukan nafar yang kdua ( nafar tsani ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Bermalam di Mina pada malam 13 dzulhijjah ( bagi nafar tsani )&lt;br /&gt;a. Jika berada di mina sampai waktu maghrib, maka wajib bermalam di Mina pada malam 13 dzulhijjah.&lt;br /&gt;b. Perbanyak doa/zikir/baca Quran/istighfar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Melontar jamrah pada 13 dzulhijjah&lt;br /&gt;a. Bagi yang melakukan nafar tsani, lakukan lontaran ketiga jamrah sekali lagi pada 13 hb Dzulhijjah.&lt;br /&gt;b. Waktu melontar dari selepas dzuhur&lt;br /&gt;c. Setelah melontar, berarti selesai amalan di Mina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Berkorban selama di Mina.&lt;br /&gt;a. Disunatkan selama di mina melakukan qurban.&lt;br /&gt;b. Qurban boleh dilakukan pada 10, 11,12,13 dzulhijjah.&lt;br /&gt;c. Qurban boleh dilakukan dengan memotong langsng ke jabal Qurban atau melalui bank yang elah ditunjuk oleh kerajaan Arab saudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. Thawaf Ifadah ( thawaf haji ).&lt;br /&gt;a. Selepas dari Mina, segera menuju Masjidil haram untuk melakukan Thawaf ifadah ( thawaf haji ) sebagaimana cara melakukan thawaf biasa.&lt;br /&gt;b. Selesai thawaf, shalat dua rakaat sunat thawaf di maqam Ibrahim, berdoa di multazam dan minum air zamzam.&lt;br /&gt;c. Setelah selesai segera menuju Safa untuk saie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25. Saie haji&lt;br /&gt;a. Setelah thawaf ifadhah, segera menuju bukit safa&lt;br /&gt;b. Lakukan saie sebagaimana cara melakukan saie umrah.&lt;br /&gt;c. Selesai tujuh pusingan berdoa dan segera tahallul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26. Tahallul kedua ( tahallul tsani )&lt;br /&gt;a. Selepas melakuka saie tujuh pusingan, segera tahallul kedua dengan menggunting rambut sedikitnya tujuh helai.&lt;br /&gt;b. Bagi yang tidak mempunyai rambut, cukup dengan memberi isyarat dengan meletakkan guntung di atas kepala.&lt;br /&gt;c. Setelah tahallul kedua berarti telah selesai melakukan ibadah haji.&lt;br /&gt;d. Berdoalah kepada Allah sebagai kesyukuran atas ibada yang telah dilaksanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tahallul ini selesailah mengerjakan haji dan umrah, tingal menunggu melakukan thawaf wada’ sebelum meninggalkan kota Makkah, jika akan kembali pulang ke tanah air. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27. Thawaf wada’.&lt;br /&gt;a. Jika akan meninggalkan Makkah, maka lakukanlah thawaf wada’ ( thawaf perpisahan ).&lt;br /&gt;b. Cara melakukan sama dengan thawaf umrah.&lt;br /&gt;c. Setelah thawaf berdoalah agar di masa mendatang dapat kembali lagi mengunjungi masjidil haram untuk umrah atau haji.&lt;br /&gt;d. Thawaf wada’ dilakukan tanpa saie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28. Membayar dam&lt;br /&gt;a. Dagi haji tamathu’ dan qiran harus membayar dam.&lt;br /&gt;b. Dam dengan menyembelih seekor kibasa atau kambing atau satu pertujuh daripada unta /lembu.&lt;br /&gt;c. Boleh disembelih sewaktu di Mina atau dengan membayar melalui bank yang telah ditunjuk.&lt;br /&gt;d. Jika tidak mampu dapat diganti dengan  berpuasa sepuluh hari yang dilakukan di tanah suci selama tujuh hari dan selebihnya dilakukan di luar tanah suci, di tempat sendiri.&lt;br /&gt;e. Jika tidak kuasa dapat diganti dengan memberikan makanan kepada faqir miskin selama sepuluh hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29. Ziarah ke Madinah / Tempat bersejarah.&lt;br /&gt;a. Setelah melakukan haji dapat berziarah ke tempat bersejarah seperti madinah, Gua Hira, Gua Tsur, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;b. Niatkan dalam berziarah untuk menghayati perjuangan daripada rasulullah dan sahabat-sahabat beliau.&lt;br /&gt;c. Dapatkan sejarah hidup dengan bertanya atau membaca kitab-kitab sejarah nabi dan sahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                             @&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. HAJI  IFRADH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haji Ifradh maksudnya adalah jika seseorang mengerjakan haji terlebih dahulu di dalam masa haji , baru kemudian mengerjakan umrah di tahun yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Mengerjakannya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Ihram haji. &lt;br /&gt;a. Persiapan sebelum ihram : memotong kuku dan lain-lain.&lt;br /&gt;b. Mandi Ihram&lt;br /&gt;c. Berpakaian ihram&lt;br /&gt;d. Sembahyang sunat Ihram dua rakaat  &lt;br /&gt;e. Niat ihram untuk Haji di Miqat “ Sengaja aku mengerjakan haji  dan berihram untuknya  kerana Allah”&lt;br /&gt;f. Menjaga diri dari larangan ihram&lt;br /&gt;g. Membaca Talbiyah “ Labbaikallahumma labbaik…….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Memasuki kota Makkah&lt;br /&gt;a. Membaca doa masuk kota makkah&lt;br /&gt;b. Membaca Talbiyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tiba di Hotel/penginapan&lt;br /&gt;a. Segera mencari bilik yang akan ditempati&lt;br /&gt;b. Rehat sekejab/ mandi&lt;br /&gt;c. Makan dan minum &lt;br /&gt;d. Segera menuju masjidil haram&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.  Tiba di Masjidil Haram&lt;br /&gt;a. Membaca doa masuk masjid&lt;br /&gt;b. Membaca doa sewaktu melihat ka’bah&lt;br /&gt;c. Segera menuju ke Ka’bah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Melakukan Thawaf Qudum&lt;br /&gt;a. Sucikan diri dengan air sembahyang&lt;br /&gt;b. Memakain pakaian ihram yang rapi&lt;br /&gt;c. Segera menuju Hajarul Aswad&lt;br /&gt;d. Berdiri di garis coklat di sudut Ka’bah&lt;br /&gt;e. Hadapkan diri kepada Hajarul Aswad&lt;br /&gt;f. Niatkan thawaf untuk umrah&lt;br /&gt;g. Lambaikan tangan ke hajaral aswad&lt;br /&gt;h. Baca : “Bismillahi Allahu Akbar walillahilhamd”&lt;br /&gt;i. Kucup telapak tangan tersebut&lt;br /&gt;j. Pusingan badan ke arah kanan&lt;br /&gt;k. Mulai melangkah untuk thawaf&lt;br /&gt;l. Berjalan mengelilingi ka’bah&lt;br /&gt;m. Pastikan ka’bah berada di sebelah kiri badan.&lt;br /&gt;n. Jangan masuk ke dalam kawasan hijir ismail&lt;br /&gt;o. Jangan sampai badan menyentuh ka’bah&lt;br /&gt;p. Bacalah doa/zikir/Al Quran&lt;br /&gt;q. Dekatkan diri kepada Allah&lt;br /&gt;r. Teruskan berjalan sampai ke Rukun yamani&lt;br /&gt;s. Di rukun yamani, lambaikan tangan kepadanya&lt;br /&gt;t. Baca : Bismillahi Allahu Akbar&lt;br /&gt;u. Terus berjalan menuju arah sudut hajaral aswad sambil membaca : “ rabbana Atina fiddunya hasanah wafil akhirati hasanah wa qinaa ‘azaabannar “.&lt;br /&gt;v. Jika telah sampai di sudut hajar aswad, kucuplah batu tersebut&lt;br /&gt;w. Jika tidak dapat mengucupnya, maka cukup dengan melambaikan tangan sambil membaca : Bismillah Allhu Akbar walillahilhamd..”&lt;br /&gt;x. Lanjutkan untuk pusingan kedua&lt;br /&gt;y. Bagi laki-laki disunatkan untuk berjalan anak pada pusingan pertama sampai ke tiga.&lt;br /&gt;z. Jika telah selesai tujuh kali pusingan, segera menuju maqam Ibrahim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.Shalat di maqam Ibrahim&lt;br /&gt;a. Niat shalat dua rakaat sunat Thawaf&lt;br /&gt;b. Berada di belakang makam Ibrahim antara makam dengan ka’bah&lt;br /&gt;c. Jika tidak dapat di makam, boleh juga shalat sunat thawaf di Hijir Ismail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.Berdoa di Multazam&lt;br /&gt;a. Segera menuju Multazam, yaitu kawasan antara pintu Ka’bah dan hajar al aswad .&lt;br /&gt;b. Berdiri diantara pintu Ka’bah dan hajar aswad&lt;br /&gt;c. Berdoalah dengan doa apa saja baik dengan bahasa Arab atau bahasa yang dapat dipahami dengan baik.&lt;br /&gt;d. Rasakanlah kedekatan diri kita dengan Allah, seakan-akan kita berdiri di depan pintu-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.Minum Air Zamzam&lt;br /&gt;a. Setelah berdoa, segera menuju tempat air zamzam&lt;br /&gt;b. Minumlah air zamzam denga penuh kesyukuran&lt;br /&gt;c. Berdoalah sebelum meminum air tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Menuju Safa untuk Saie Haji.&lt;br /&gt;( Saie Haji ini boleh dilakukan selepas thawaf qudum, dan juga boleh dilakukan selepas thawaf ifadhah )&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;a. Setelah minum segera menuju bukit safa&lt;br /&gt;b. Pastikan kaki menginjak kaki bukit, lantai yang agak tinggi sedikit di kawasan safa&lt;br /&gt;c. Hadapkan diri ke Ka’bah&lt;br /&gt;d. Niatkan akan melakukan saie umrah karena Allah&lt;br /&gt;e. Lambaikan tangan ke hajaral Aswad&lt;br /&gt;f. Baca : “ Bismillah Allahu Akbar walillahilhamd “.&lt;br /&gt;g. Segera turun ke bawah dan berjalan menuju Marwa&lt;br /&gt;h. Sambil berjalan bacalah doa/zikir/ Al Quran&lt;br /&gt;i. Tiba di lampu hijau, segera berlari anak ( untuk lelaki ) sampai pada lampu hijau berikutnya&lt;br /&gt;j. Terus berjalan menuju bukit marwa sambil berdoa/berzikir&lt;br /&gt;k. Tiba di bukit Marwa , pastikan kaki menginjak lantai yang agak tinggi.&lt;br /&gt;l. Hadapkan diri ke arah Ka’bah, lambaikan tangan ke arahnya dan bacalah : “ Bismillah Allahu Akbar walillahilhamd “&lt;br /&gt;m. Segera turun kebawah, dan teruskan berjalan menuju Safa untuk melakukan pusingan kedua dan lakukan terus sampai pusingan ketujuh berakhir di Marwa.&lt;br /&gt;n. Setelah selesai pusingan ketujuh, segera naik ke atas bukit Marwa berdoa atas selesainya melakukan sai.&lt;br /&gt;o. Tidal melakukan tahallul, dan tetap dalam pakian ihram sampai tiba waktu wuquf. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Palaksanaan Haji dan Wuquf &lt;br /&gt;10.  Persiapan berangkat menuju Arafah. ( 8 Dzul Hijjah )&lt;br /&gt;  a. Turun dari bilik menuju bus yang akan membawa      &lt;br /&gt;       jamaah menuju Arafah&lt;br /&gt;  b. Segera menaiki kenderaan menuju Arafah&lt;br /&gt;  c. Perbanyak membaca  talbiyah /zikir dan doa selama       &lt;br /&gt;           dalam perjalanan menuju Arafah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Tiba di Arafah dan Wuquf&lt;br /&gt; a.  Segera cari khemah yang telah ditentukan&lt;br /&gt; b. Jika sampai di malam 9 Dzulhijjah, segera rehat   &lt;br /&gt;     persiapan    untuk besok hari.&lt;br /&gt; c. Lakukan shalat wajib dengan jama’ kecuali shalat subuh&lt;br /&gt; d. Di pagi hari kemas-kemas barang dan tempat.&lt;br /&gt; e. Waktu wuquf bermula dari selepas dzuhur.&lt;br /&gt; f. Jika tiba waktu dzuhur , segera shalat Dzuhur jama’     &lt;br /&gt;    dengan  Ashar berjamaah ( jama’ taqdim )&lt;br /&gt; g. Selepas shalat, hadirkan diri kepada Allah, berzikir dan&lt;br /&gt;     berdoa dengan penuh khusyu’ dan tawadhu’.&lt;br /&gt; h. Mintalah ampunan ( istighfar ) kepada-Nya sebanyak  &lt;br /&gt;     mungkin.&lt;br /&gt; i. Jangan sia-siakan waktu dengan berjalan-jalan atau  &lt;br /&gt;    melakukan kegiatan yang sia-sia seperti berborak, &lt;br /&gt;    bersembang  dan lain sebagainya.&lt;br /&gt; j. Isilah waktu sampai petang dengan zikir, doa, baca Al &lt;br /&gt;    Quran  dan istighfar.&lt;br /&gt; k. Masuk waktu maghrib segera lakukan shalat maghrib &lt;br /&gt;     dan  Isya dengan jama’ taqdim.&lt;br /&gt; l. Setelah shalat dan makan malam, segera bertolak &lt;br /&gt;    menuju Muzdalifah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Bermalam di Mudzdalifah ( malam 9 Dzul Hijah )&lt;br /&gt;a. Selepas Isya pada 9 haribulan Dzulhijjah, segera berangkat meninggalkan Arafah menuju Muzdalifah.&lt;br /&gt;b. Bermalam di Muzdalifah maksudnya berada di Muzdalifah pada waktu selepas tengah malam walaupun sekejab.&lt;br /&gt;c. Jika sampai di Muzdalifah sebelum tengah malam, maka tunggulah sampai lewat tengah malam.&lt;br /&gt;d. Tiba di Muzdalifah perbanyak doa dan talbiyah&lt;br /&gt;e. Turun dari kenderaan untuk mencari batu sedikitnya sebanyak 7 biji untuk dipakai buat melontar Jamrah Aqabah di Mina esok hari.&lt;br /&gt;f. Boleh mencari batu lebih banyak lagi sebagai persiapan untuk melontar tiga Jamrah di hari kesebelas dan duabelas atau tiga belas dzulhijjah. Batu yang diperlukan untuk melontar jamrah bagi nafar awwal sebanyak 49 biji batu, dan bagi nafar tsani sebanyak 63 biji batu selan batu yang dipakai untuk jamrah Aqabah diatas.&lt;br /&gt;g. Setelah batu dikumpulkan segera naik kenderaan lagi menuju Mina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Melontar Jamrah Aqabah di Mina ( 10 dzul hijah )&lt;br /&gt;a. Tiba di Mina segera mencari khemah yang telah ditentukan.&lt;br /&gt;b. Setelah rehat sekejab, segera menuju tempat melontar Jamrah Aqabah.&lt;br /&gt;c. Waktu melontar sejak selepas subuh pada 10 Dzulhijjah.&lt;br /&gt;d. Lontarlah Jamrah Aqabah dengan perasaan untuk mengikuti sunnah rasulullah bukan dengan emosi untuk melontar syetan.&lt;br /&gt;e. Mulailah melontar dengan membaca “ Bismillah Allahu Akbar “.&lt;br /&gt;f. Pastikan batu yang dilontar masuk ke dalam lobang.&lt;br /&gt;g. Jika batu yang dilontar mengnai tiang/dinding dan tidak masuk ke dalam lobang, maka lontaran tidak sah.&lt;br /&gt;h. Jika lontaran tidak masuk ke dalam lobang, maka ulangi kembali lontaran tersebut sampai masuk.&lt;br /&gt;i. Lakukan lontaran yang sah sampai tujuh kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Tahallul   setelah lontaran Jamrah Aqabah.&lt;br /&gt;a. Setelah melontar jamrah Aqabah, segera berdoa kepada Allah.&lt;br /&gt;b. Guntinglah/cukur  rambut sedikitnya tiga helai sebagai tahallul.&lt;br /&gt;c. Jika telah melakukan tahallul , maka dibolehkan melepaskan pakaian ihram dan melakukan larangan ihram kecuali melakukan hubungan suami isteri.&lt;br /&gt;d. Jika mempunyai waktu dibolehkan untuk segera melakukan Thawaf Ifadhah dan Saie Haji di Masjidil haram atau jika tidak mempunyai masa hal itu dapat dilakukan besok hari selama hari tasyri’ atau nanti selepas selesai dari Mina.&lt;br /&gt;e. Segera kembali ke khemah dan perbanyak zikir/doa/baca al Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Bermalam di Mina.&lt;br /&gt;a. Pada malam 11 dzulhijjah dan 12 dzulhijjah diwajibkan bermalam di Mina.&lt;br /&gt;b. Bermalam maksudnya berada di Mina selepas sampai selepas tengah malam.&lt;br /&gt;c. Jika siang hari berada di Makkah maka pastikan berada di mina sebelum maghrib sampai lepas tengah malam.&lt;br /&gt;d. Selama berada di mina, perbanyak doa/zikir/membaca Al Quran.&lt;br /&gt;e. Hindari dari perbuatan sia-sia seperti berjalan-jalan, bersembang dan berborak atau bergurau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Melontar Jamrah pada 11 hb dzulhijjah.&lt;br /&gt;a. Pada 11 dzulhijjah lakukan lontaran Jamrah kepada tiga Jamrah secara tertib bermula dari  Jamrah Ula, Jamrah Wustha dan Jamrah Aqabah.&lt;br /&gt;b. Waktu melontar dari selepas dzuhur sampai subuh 12 Dzulhijjah.&lt;br /&gt;c. Jangan melontar pada waktu sebelum dzuhur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Bermalam di Mina pada malam 12 Dzulhijjah.&lt;br /&gt;a. Pastikan berada di Mina sebelum maghrib sampai lepas tengah malam.&lt;br /&gt;b. Perbanyak doa/zikir/baca Al Quran/ talbiyah dan perbuatan yang bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Melontar jamrah pada 12 Dzulhijjah.&lt;br /&gt;a. Pada 12 dzulhijjah lakukan sekali lagi melontar ketiga jamrah bermula dari jamrah Ula, jamrah Wustha dan berakhir di jamrah aqabah.&lt;br /&gt;b. Waktu melontar dari selepas dzuhur sampai fajar subuh keesokan hari.&lt;br /&gt;c. Batu melontar boleh diambil dari batu Muzdalifah atau batu yang ada disekitar mina.&lt;br /&gt;d. Pastikan melontar tujuh kali setiap jamrah.&lt;br /&gt;e. Bagi yang akan melakukan nafar awwal, segera berangkat ke Makkah sebelum waktu maghrib.&lt;br /&gt;f. Jika berada di Mina selepas waktu maghrib, maka wajib bermalam di mina pada malam 13 dzulhijjah dan melakukan nafar yang kdua ( nafar tsani ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Bermalam di Mina pada malam 13 dzulhijjah ( bagi nafar tsani )&lt;br /&gt;a. Jika berada di mina sampai waktu maghrib, maka wajib bermalam di Mina pada malam 13 dzulhijjah.&lt;br /&gt;b. Perbanyak doa/zikir/baca Quran/istighfar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Melontar jamrah pada 13 dzulhijjah&lt;br /&gt;a. bagi yang melakukan nafar tsani, lakukan lontaran ketiga jamrah sekali lagi pada 13 hb Dzulhijjah.&lt;br /&gt;b. Waktu melontar dari selepas dzuhur&lt;br /&gt;c. Setelah melontar, berarti selesai amalan di Mina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Berkorban selama di Mina.&lt;br /&gt;a. Disunatkan selama di mina melakukan qurban.&lt;br /&gt;b. Qurban boleh dilakukan pada 10, 11,12,13 dzulhijjah.&lt;br /&gt;c. Qurban boleh dilakukan dengan memotong langsng ke jabal Qurban atau melalui bank yang elah ditunjuk oleh kerajaan Arab saudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Thawaf Ifadah ( thawaf haji ).&lt;br /&gt;a. Selepas dari Mina, segera menuju Masjidil haram untuk melakukan Thawaf ifadah ( thawaf haji ) sebagaimana cara melakukan thawaf biasa.&lt;br /&gt;b. Selesai thawaf, shalat dua rakaat sunat thawaf di maqam Ibrahim, berdoa di multazam dan minum air zamzam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Saie Haji ( Bagi yang belum melakukannya selepas thawaf qudum ).  &lt;br /&gt;a. Setelah thawaf ifadhah, segera menuju bukit safa&lt;br /&gt;b. Lakukan saie sebagaimana cara melakukan saie umrah.&lt;br /&gt;c. Selesai tujuh pusingan berdoa dan segera tahallul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. Tahallul Saie untuk Haji.&lt;br /&gt;a. Selepas melakukan saie tujuh pusingan, segera tahallul kedua dengan menggunting rambut sedikitnya tujuh helai.&lt;br /&gt;b. Bagi yang tidak mempunyai rambut, cukup dengan memberi isyarat dengan meletakkan guntung di atas kepala.&lt;br /&gt;c. Setelah tahallul  berarti telah selesai melakukan ibadah haji.&lt;br /&gt;d. Berdoalah kepada Allah sebagai kesyukuran atas ibada yang telah dilaksanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai haji, maka jamaah haji ifradh melaksanakan umrah dengan miqat dari Ji’ranah atau Tan’im yang dilakukan selepas haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25.  Ihram Umrah &lt;br /&gt;a. Persiapan sebelum ihram : memotong kuku dan lain-lain.&lt;br /&gt;b. Mandi Ihram&lt;br /&gt;c. Berpakaian ihram&lt;br /&gt;d. Sembahyang sunat Ihram dua rakaat  &lt;br /&gt;e. Niat ihram di Miqat “ Sengaja aku umrah dan berihram untuknya karena Allah “.&lt;br /&gt;f. Menjaga diri dari larangan ihram&lt;br /&gt;g. Membaca Talbiyah : “ Labbaikallahumma labbaik…….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26.Melakukan Thawaf Umrah&lt;br /&gt;a. Sucikan diri dengan air sembahyang&lt;br /&gt;b. Memakain pakaian ihram yang rapi&lt;br /&gt;c. Segera menuju Hajarul Aswad&lt;br /&gt;d. Berdiri di garis coklat di sudut Ka’bah&lt;br /&gt;e. Hadapkan diri kepada Hajarul Aswad&lt;br /&gt;f. Niatkan thawaf untuk umrah&lt;br /&gt;g. Lambaikan tangan ke hajaral aswad&lt;br /&gt;h. Baca : “Bismillahi Allahu Akbar walillahilhamd”&lt;br /&gt;i. Kucup telapak tangan tersebut&lt;br /&gt;j. Pusingan badan ke arah kanan&lt;br /&gt;k. Mulai melangkah untuk thawaf&lt;br /&gt;l. Berjalan mengelilingi ka’bah&lt;br /&gt;m. Pastikan ka’bah berada di sebelah kiri badan.&lt;br /&gt;n. Jangan masuk ke dalam kawasan hijir ismail&lt;br /&gt;o. Jangan sampai badan menyentuh ka’bah&lt;br /&gt;p. Bacalah doa/zikir/Al Quran&lt;br /&gt;q. Dekatkan diri kepada Allah&lt;br /&gt;r. Teruskan berjalan sampai ke Rukun yamani&lt;br /&gt;s. Di rukun yamani, lambaikan tangan kepadanya&lt;br /&gt;t. Baca : Bismillahi Allahu Akbar&lt;br /&gt;u. Terus berjalan menuju arah sudut hajaral aswad sambil membaca : “ rabbana Atina fiddunya hasanah wafil akhirati hasanah wa qinaa ‘azaabannar “.&lt;br /&gt;v. Jika telah sampai di sudut hajar aswad, kucuplah batu tersebut&lt;br /&gt;w. Jika tidak dapat mengucupnya, maka cukup dengan melambaikan tangan sambil membaca : Bismillah Allhu Akbar walillahilhamd..”&lt;br /&gt;x. Lanjutkan untuk pusingan kedua&lt;br /&gt;y. Bagi laki-laki disunatkan untuk berjalan anak pada pusingan pertama sampai ke tiga.&lt;br /&gt;z. Jika telah selesai tujuh kali pusingan, segera menuju maqam Ibrahim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27.Shalat di maqam Ibrahim&lt;br /&gt;a. Niat shalat dua rakaat sunat Thawaf&lt;br /&gt;b. Berada di belakang makam Ibrahim antara makam dengan ka’bah&lt;br /&gt;c. Jika tidak dapat di makam, boleh juga shalat sunat thawaf di Hijir Ismail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28.Berdoa di Multazam&lt;br /&gt;a. Segera menuju Multazam, yaitu kawasan antara pintu Ka’bah dan hajar al aswad .&lt;br /&gt;b. Berdiri diantara pintu Ka’bah dan hajar aswad&lt;br /&gt;c. Berdoalah dengan doa apa saja baik dengan bahasa Arab atau bahasa yang dapat dipahami dengan baik.&lt;br /&gt;d. Rasakanlah kedekatan diri kita dengan Allah, seakan-akan kita berdiri di depan pintu-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29.Minum Air Zamzam&lt;br /&gt;a. Setelah berdoa, segera menuju tempat air zamzam&lt;br /&gt;b. Minumlah air zamzam denga penuh kesyukuran&lt;br /&gt;c. Berdoalah sebelum meminum air tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30. Menuju Safa untuk Saie&lt;br /&gt;a. Setelah minum segera menuju bukit safa&lt;br /&gt;b. Pastikan kaki menginjak kaki bukit, lantai yang agak tinggi sedikit di kawasan safa&lt;br /&gt;c. Hadapkan diri ke Ka’bah&lt;br /&gt;d. Niatkan akan melakukan saie umrah karena Allah&lt;br /&gt;e. Lambaikan tangan ke hajaral Aswad&lt;br /&gt;f. Baca : “ Bismillah Allahu Akbar walillahilhamd “.&lt;br /&gt;g. Segera turun ke bawah dan berjalan menuju Marwa&lt;br /&gt;h. Sambil berjalan bacalah doa/zikir/ Al Quran&lt;br /&gt;i. Tiba di lampu hijau, segera berlari anak ( untuk lelaki ) sampai pada lampu hijau berikutnya&lt;br /&gt;j. Terus berjalan menuju bukit marwa sambil berdoa/berzikir&lt;br /&gt;k. Tiba di bukit Marwa , pastikan kaki menginjak lantai yang agak tinggi.&lt;br /&gt;l. Hadapkan diri ke arah Ka’bah, lambaikan tangan ke arahnya dan bacalah : “ Bismillah Allahu Akbar walillahilhamd “&lt;br /&gt;m. Segera turun kebawah, dan teruskan berjalan menuju Safa untuk melakukan pusingan kedua dan lakukan terus sampai pusingan ketujuh berakhir di Marwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31.  Tahallul Umrah ( menggunting rambut )&lt;br /&gt;a. Setelah selesai pusingan ketujuh segera berdiri di atas marwa dan hadapkan diri ke arah ka’bah.&lt;br /&gt;b. Berdoalah sebagai kesyukuran melakukan saie&lt;br /&gt;c. Ambil gunting untuk menggunting rambut&lt;br /&gt;d. Guntinglah rambut sedikitnya tiga helai&lt;br /&gt;e. Orang lain boleh diminta tolong untuk mengguntingkan rambutnya, dengan syarat orang tersebut telah melakukan tahallul.&lt;br /&gt;f. Berdoalah kepada Allah sebagai kesyukuran setelah menyelesaikan ibadah umrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai umrah maka jamaah menungu masa akan kembali, dan beberapa jam sebelum bertolak ke Makkah, jamaah diwajibkan melakukan thawaf wada’ sebagai tawaf selamat tinggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;32.Thawaf wada’.&lt;br /&gt;a. Jika akan meninggalkan Makkah, maka lakukanlah thawaf wada’ ( thawaf perpisahan ).&lt;br /&gt;b. Cara melakukan sama dengan thawaf umrah.&lt;br /&gt;c. Setelah thawaf berdoalah agar di masa mendatang dapat kembali lagi mengunjungi masjidil haram untuk umrah atau haji.&lt;br /&gt;d. Thawaf wada’ dilakukan tanpa saie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;33.Membayar dam&lt;br /&gt;a. Dagi haji tamathu’ dan qiran harus membayar dam.&lt;br /&gt;b. Dam dengan menyembelih seekor kibasa atau kambing atau satu pertujuh daripada unta /lembu.&lt;br /&gt;c. Boleh disembelih sewaktu di Mina atau dengan membayar melalui bank yang telah ditunjuk.&lt;br /&gt;d. Jika tidak mampu dapat diganti dengan  berpuasa sepuluh hari yang dilakukan di tanah suci selama tujuh hari dan selebihnya dilakukan di luar tanah suci, di tempat sendiri.&lt;br /&gt;e. Jika tidak kuasa dapat diganti dengan memberikan makanan kepada faqir miskin selama sepuluh hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;34. Ziarah ke Madinah / Tempat bersejarah.&lt;br /&gt;a. Setelah melakukan haji dapat berziarah ke tempat bersejarah seperti masjid Nabawi di Madinah, Gua Hira tempat nabi mendapat wahyu pertama kali , Gua Tsur, tempat persinggahan nabi dalam berhijrah dari Makkah menuju madinah dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;b. Niatkan dalam berziarah untuk menghayati perjuangan daripada rasulullah dan sahabat-sahabat beliau.&lt;br /&gt;c. Dapatkan sejarah hidup dengan bertanya atau membaca kitab-kitab sejarah nabi dan sahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. HAJI QIRAN&lt;br /&gt;Haji Qiran adalah mengerjakan haji dan umrah serentak dalam masa yang sama  dengan cara hanya mengerjakan amalan haji sahaja tanpa mengerjakan umrah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Mengerjakannya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Ihram haji. &lt;br /&gt;a. Persiapan sebelum ihram : memotong kuku dan lain-lain.&lt;br /&gt;b. Mandi Ihram&lt;br /&gt;c. Berpakaian ihram&lt;br /&gt;d. Sembahyang sunat Ihram dua rakaat  &lt;br /&gt;e. Niat ihram untuk Haji di Miqat “ Sengaja aku mengerjakan haji dan umrah serta berihram untuk keduanya kerana Allah “.&lt;br /&gt;f. Menjaga diri dari larangan ihram&lt;br /&gt;g. Membaca Talbiyah “ Labbaikallahumma labbaik…….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Memasuki kota Makkah&lt;br /&gt;a. Membaca doa masuk kota makkah&lt;br /&gt;b. Membaca Talbiyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Tiba di Hotel/penginapan&lt;br /&gt;a. Segera mencari bilik yang akan ditempati&lt;br /&gt;b. Rehat sekejab/ mandi&lt;br /&gt;c. Makan dan minum &lt;br /&gt;d. Segera menuju masjidil haram&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.  Tiba di Masjidil Haram&lt;br /&gt;a.    Membaca doa masuk masjid&lt;br /&gt;b.   Membaca doa sewaktu melihat ka’bah&lt;br /&gt;c.  Segera menuju ke Ka’bah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Melakukan Thawaf Qudum&lt;br /&gt;a. Sucikan diri dengan air sembahyang&lt;br /&gt;b. Memakain pakaian ihram yang rapi&lt;br /&gt;c. Segera menuju Hajarul Aswad&lt;br /&gt;d. Berdiri di garis coklat di sudut Ka’bah&lt;br /&gt;e. Hadapkan diri kepada Hajarul Aswad&lt;br /&gt;f. Niatkan thawaf untuk umrah&lt;br /&gt;g. Lambaikan tangan ke hajaral aswad&lt;br /&gt;h. Baca : “Bismillahi Allahu Akbar walillahilhamd”&lt;br /&gt;i. Kucup telapak tangan tersebut&lt;br /&gt;j. Pusingan badan ke arah kanan&lt;br /&gt;k. Mulai melangkah untuk thawaf&lt;br /&gt;l. Berjalan mengelilingi ka’bah&lt;br /&gt;m. Pastikan ka’bah berada di sebelah kiri badan.&lt;br /&gt;n. Jangan masuk ke dalam kawasan hijir ismail&lt;br /&gt;o. Jangan sampai badan menyentuh ka’bah&lt;br /&gt;p. Bacalah doa/zikir/Al Quran&lt;br /&gt;q. Dekatkan diri kepada Allah&lt;br /&gt;r. Teruskan berjalan sampai ke Rukun yamani&lt;br /&gt;s. Di rukun yamani, lambaikan tangan kepadanya&lt;br /&gt;t. Baca : Bismillahi Allahu Akbar&lt;br /&gt;u. Terus berjalan menuju arah sudut hajaral aswad sambil membaca : “ rabbana Atina fiddunya hasanah wafil akhirati hasanah wa qinaa ‘azaabannar “.&lt;br /&gt;v. Jika telah sampai di sudut hajar aswad, kucuplah batu tersebut&lt;br /&gt;w. Jika tidak dapat mengucupnya, maka cukup dengan melambaikan tangan sambil membaca : Bismillah Allhu Akbar walillahilhamd..”&lt;br /&gt;x. Lanjutkan untuk pusingan kedua&lt;br /&gt;y. Bagi laki-laki disunatkan untuk berjalan anak pada pusingan pertama sampai ke tiga.&lt;br /&gt;z. Jika telah selesai tujuh kali pusingan, segera menuju maqam Ibrahim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.Shalat di maqam Ibrahim&lt;br /&gt;a. Niat shalat dua rakaat sunat Thawaf&lt;br /&gt;b. Berada di belakang makam Ibrahim antara makam dengan ka’bah&lt;br /&gt;c. Jika tidak dapat di makam, boleh juga shalat sunat thawaf di Hijir Ismail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.Berdoa di Multazam&lt;br /&gt;a. Segera menuju Multazam, yaitu kawasan antara pintu Ka’bah dan hajar al aswad .&lt;br /&gt;b. Berdiri diantara pintu Ka’bah dan hajar aswad&lt;br /&gt;c. Berdoalah dengan doa apa saja baik dengan bahasa Arab atau bahasa yang dapat dipahami dengan baik.&lt;br /&gt;d. Rasakanlah kedekatan diri kita dengan Allah, seakan-akan kita berdiri di depan pintu-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.Minum Air Zamzam&lt;br /&gt;a. Setelah berdoa, segera menuju tempat air zamzam&lt;br /&gt;b. Minumlah air zamzam denga penuh kesyukuran&lt;br /&gt;c. Berdoalah sebelum meminum air tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.  Menuju Safa untuk Saie Haji.&lt;br /&gt;( Saie Haji ini boleh dilakukan selepas thawaf qudum, dan juga boleh dilakukan selepas thawaf ifadhah )  &lt;br /&gt;a. Setelah minum segera menuju bukit safa&lt;br /&gt;b. Pastikan kaki menginjak kaki bukit, lantai yang agak tinggi sedikit di kawasan safa&lt;br /&gt;c. Hadapkan diri ke Ka’bah&lt;br /&gt;d. Niatkan akan melakukan saie umrah karena Allah&lt;br /&gt;e. Lambaikan tangan ke hajaral Aswad&lt;br /&gt;f. Baca : “ Bismillah Allahu Akbar walillahilhamd “.&lt;br /&gt;g. Segera turun ke bawah dan berjalan menuju Marwa&lt;br /&gt;h. Sambil berjalan bacalah doa/zikir/ Al Quran&lt;br /&gt;i. Tiba di lampu hijau, segera berlari anak ( untuk lelaki ) sampai pada lampu hijau berikutnya&lt;br /&gt;j. Terus berjalan menuju bukit marwa sambil berdoa/berzikir&lt;br /&gt;k. Tiba di bukit Marwa , pastikan kaki menginjak lantai yang agak tinggi.&lt;br /&gt;l. Hadapkan diri ke arah Ka’bah, lambaikan tangan ke arahnya dan bacalah : “ Bismillah Allahu Akbar walillahilhamd “&lt;br /&gt;m. Segera turun kebawah, dan teruskan berjalan menuju Safa untuk melakukan pusingan kedua dan lakukan terus sampai pusingan ketujuh berakhir di Marwa.&lt;br /&gt;n. Setelah selesai pusingan ketujuh, segera naik ke atas bukit Marwa berdoa atas selesainya melakukan sai.&lt;br /&gt;o. Tidak melakukan tahallul, dan tetap dalam pakian ihram sampai tiba waktu wuquf. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Palaksanaan Haji dan Wuquf &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.   Persiapan berangkat menuju Arafah. ( 8 Dzul Hijjah )&lt;br /&gt;  a. Turun dari bilik menuju bus yang akan membawa      &lt;br /&gt;       jamaah menuju Arafah&lt;br /&gt;  b. Segera menaiki kenderaan menuju Arafah&lt;br /&gt;  c. Perbanyak membaca  talbiyah /zikir dan doa selama       &lt;br /&gt;           dalam perjalanan menuju Arafah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11.  Tiba di Arafah dan Wuquf&lt;br /&gt; a.  Segera cari khemah yang telah ditentukan&lt;br /&gt; b. Jika sampai di malam 9 Dzulhijjah, segera rehat   &lt;br /&gt;     persiapan    untuk besok hari.&lt;br /&gt; c. Lakukan shalat wajib dengan jama’ kecuali shalat subuh&lt;br /&gt; d. Di pagi hari kemas-kemas barang dan tempat.&lt;br /&gt; e. Waktu wuquf bermula dari selepas dzuhur.&lt;br /&gt; f. Jika tiba waktu dzuhur , segera shalat Dzuhur jama’     &lt;br /&gt;    dengan  Ashar berjamaah ( jama’ taqdim )&lt;br /&gt; g. Selepas shalat, hadirkan diri kepada Allah, berzikir dan&lt;br /&gt;     berdoa dengan penuh khusyu’ dan tawadhu’.&lt;br /&gt; h. Mintalah ampunan ( istighfar ) kepada-Nya sebanyak  &lt;br /&gt;     mungkin.&lt;br /&gt; i. Jangan sia-siakan waktu dengan berjalan-jalan atau  &lt;br /&gt;    melakukan kegiatan yang sia-sia seperti berborak, &lt;br /&gt;    bersembang  dan lain sebagainya.&lt;br /&gt; j. Isilah waktu sampai petang dengan zikir, doa, baca Al &lt;br /&gt;    Quran  dan istighfar.&lt;br /&gt; k. Masuk waktu maghrib segera lakukan shalat maghrib &lt;br /&gt;     dan  Isya dengan jama’ taqdim.&lt;br /&gt; l. Setelah shalat dan makan malam, segera bertolak &lt;br /&gt;    menuju Muzdalifah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Bermalam di Mudzdalifah ( malam 9 Dzul Hijah )&lt;br /&gt;a. Selepas Isya pada 9 haribulan Dzulhijjah, segera berangkat meninggalkan Arafah menuju Muzdalifah.&lt;br /&gt;b. Bermalam di Muzdalifah maksudnya berada di Muzdalifah pada waktu selepas tengah malam walaupun sekejab.&lt;br /&gt;c. Jika sampai di Muzdalifah sebelum tengah malam, maka tunggulah sampai lewat tengah malam.&lt;br /&gt;d. Tiba di Muzdalifah perbanyak doa dan talbiyah&lt;br /&gt;e. Turun dari kenderaan untuk mencari batu sedikitnya sebanyak 7 biji untuk dipakai buat melontar Jamrah Aqabah di Mina esok hari.&lt;br /&gt;f. Boleh mencari batu lebih banyak lagi sebagai persiapan untuk melontar tiga Jamrah di hari kesebelas dan duabelas atau tiga belas dzulhijjah. Batu yang diperlukan untuk melontar jamrah bagi nafar awwal sebanyak 49 biji batu, dan bagi nafar tsani sebanyak 63 biji batu selan batu yang dipakai untuk jamrah Aqabah diatas.&lt;br /&gt;g. Setelah batu dikumpulkan segera naik kenderaan lagi menuju Mina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Melontar Jamrah Aqabah di Mina ( 10 dzul hijah )&lt;br /&gt;a. Tiba di Mina segera mencari khemah yang telah ditentukan.&lt;br /&gt;b. Setelah rehat sekejab, segera menuju tempat melontar Jamrah Aqabah.&lt;br /&gt;c. Waktu melontar sejak selepas subuh pada 10 Dzulhijjah.&lt;br /&gt;d. Lontarlah Jamrah Aqabah dengan perasaan untuk mengikuti sunnah rasulullah bukan dengan emosi untuk melontar syetan.&lt;br /&gt;e. Mulailah melontar dengan membaca “ Bismillah Allahu Akbar “.&lt;br /&gt;f. Pastikan batu yang dilontar masuk ke dalam lobang.&lt;br /&gt;g. Jika batu yang dilontar mengnai tiang/dinding dan tidak masuk ke dalam lobang, maka lontaran tidak sah.&lt;br /&gt;h. Jika lontaran tidak masuk ke dalam lobang, maka ulangi kembali lontaran tersebut sampai masuk.&lt;br /&gt;i. Lakukan lontaran yang sah sampai tujuh kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Tahallul   setelah lontaran Jamrah Aqabah.&lt;br /&gt;a. Setelah melontar jamrah Aqabah, segera berdoa kepada Allah.&lt;br /&gt;b. Guntinglah/cukur  rambut sedikitnya tiga helai sebagai tahallul.&lt;br /&gt;c. Jika telah melakukan tahallul , maka dibolehkan melepaskan pakaian ihram dan melakukan larangan ihram kecuali melakukan hubungan suami isteri.&lt;br /&gt;d. Jika mempunyai waktu dibolehkan untuk segera melakukan Thawaf Ifadhah dan Saie Haji di Masjidil haram atau jika tidak mempunyai masa hal itu dapat dilakukan besok hari selama hari tasyri’ atau nanti selepas selesai dari Mina.&lt;br /&gt;e. Segera kembali ke khemah dan perbanyak zikir/doa/baca al Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Bermalam di Mina.&lt;br /&gt;a. Pada malam 11 dzulhijjah dan 12 dzulhijjah diwajibkan bermalam di Mina.&lt;br /&gt;b. Bermalam maksudnya berada di Mina selepas sampai selepas tengah malam.&lt;br /&gt;c. Jika siang hari berada di Makkah maka pastikan berada di mina sebelum maghrib sampai lepas tengah malam.&lt;br /&gt;d. Selama berada di mina, perbanyak doa/zikir/membaca Al Quran.&lt;br /&gt;e. Hindari dari perbuatan sia-sia seperti berjalan-jalan, bersembang dan berborak atau bergurau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Melontar Jamrah pada 11 hb dzulhijjah.&lt;br /&gt;a. Pada 11 dzulhijjah lakukan lontaran Jamrah kepada tiga Jamrah secara tertib bermula dari  Jamrah Ula, Jamrah Wustha dan Jamrah Aqabah.&lt;br /&gt;b. Waktu melontar dari selepas dzuhur sampai subuh 12 Dzulhijjah.&lt;br /&gt;c. Jangan melontar pada waktu sebelum dzuhur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Bermalam di Mina pada malam 12 Dzulhijjah.&lt;br /&gt;a. Pastikan berada di Mina sebelum maghrib sampai lepas tengah malam.&lt;br /&gt;b. Perbanyak doa/zikir/baca Al Quran/ talbiyah dan perbuatan yang bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Melontar jamrah pada 12 Dzulhijjah.&lt;br /&gt;a. Pada 12 dzulhijjah lakukan sekali lagi melontar ketiga jamrah bermula dari jamrah Ula, jamrah Wustha dan berakhir di jamrah aqabah.&lt;br /&gt;b. Waktu melontar dari selepas dzuhur sampai fajar subuh keesokan hari.&lt;br /&gt;c. Batu melontar boleh diambil dari batu Muzdalifah atau batu yang ada disekitar mina.&lt;br /&gt;d. Pastikan melontar tujuh kali setiap jamrah.&lt;br /&gt;e. Bagi yang akan melakukan nafar awwal, segera berangkat ke Makkah sebelum waktu maghrib.&lt;br /&gt;f. Jika berada di Mina selepas waktu maghrib, maka wajib bermalam di mina pada malam 13 dzulhijjah dan melakukan nafar yang kdua ( nafar tsani ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Bermalam di Mina pada malam 13 dzulhijjah ( bagi nafar tsani )&lt;br /&gt;a. Jika berada di mina sampai waktu maghrib, maka wajib bermalam di Mina pada malam 13 dzulhijjah.&lt;br /&gt;b. Perbanyak doa/zikir/baca Quran/istighfar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Melontar jamrah pada 13 dzulhijjah&lt;br /&gt;a. Bagi yang melakukan nafar tsani, lakukan lontaran ketiga jamrah sekali lagi pada 13 hb Dzulhijjah.&lt;br /&gt;b. Waktu melontar dari selepas dzuhur&lt;br /&gt;c. Setelah melontar, berarti selesai amalan di Mina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Berkorban selama di Mina.&lt;br /&gt;a. Disunatkan selama di mina melakukan qurban.&lt;br /&gt;b. Qurban boleh dilakukan pada 10, 11,12,13 dzulhijjah.&lt;br /&gt;c. Qurban boleh dilakukan dengan memotong langsng ke jabal Qurban atau melalui bank yang elah ditunjuk oleh kerajaan Arab saudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Thawaf Ifadah ( thawaf haji ).&lt;br /&gt;a. Selepas dari Mina, segera menuju Masjidil haram untuk melakukan Thawaf ifadah ( thawaf haji ) sebagaimana cara melakukan thawaf biasa.&lt;br /&gt;b. Selesai thawaf, shalat dua rakaat sunat thawaf di maqam Ibrahim, berdoa di multazam dan minum air zamzam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Saie Haji ( Bagi yang belum melakukannya selepas thawaf qudum ).  &lt;br /&gt;a. Setelah thawaf ifadhah, segera menuju bukit safa&lt;br /&gt;b. Lakukan saie sebagaimana cara melakukan saie umrah.&lt;br /&gt;c. Selesai tujuh pusingan berdoa dan segera tahallul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. Tahallul Saie untuk Haji ( bagi yang belum ).&lt;br /&gt;a. Selepas melakukan saie tujuh pusingan, segera tahallul kedua dengan menggunting rambut sedikitnya tujuh helai.&lt;br /&gt;b. Bagi yang tidak mempunyai rambut, cukup dengan memberi isyarat dengan meletakkan guntung di atas kepala.&lt;br /&gt;c. Setelah tahallul  berarti telah selesai melakukan ibadah haji.&lt;br /&gt;d. Berdoalah kepada Allah sebagai kesyukuran atas ibada yang telah dilaksanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai melaksnaakan haji ini, maka jamaah berarti telah selesai melakukan haji tanpa harus melakukan umrah, dan tinggal menunggu untuk melakukan thawaf wada’sebelum meninggalkan kota Makkah untuk kembali ke tanah air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25. Thawaf wada’.&lt;br /&gt;a. Jika akan meninggalkan Makkah, maka lakukanlah thawaf wada’ ( thawaf perpisahan ).&lt;br /&gt;b. Cara melakukan sama dengan thawaf umrah.&lt;br /&gt;c. Setelah thawaf berdoalah agar di masa mendatang dapat kembali lagi mengunjungi masjidil haram untuk umrah atau haji.&lt;br /&gt;d. Thawaf wada’ dilakukan tanpa saie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26. Membayar dam&lt;br /&gt;a. Dagi haji tamathu’ dan qiran harus membayar dam.&lt;br /&gt;b. Dam dengan menyembelih seekor kibasa atau kambing atau satu pertujuh daripada unta /lembu.&lt;br /&gt;c. Boleh disembelih sewaktu di Mina atau dengan membayar melalui bank yang telah ditunjuk.&lt;br /&gt;d. Jika tidak mampu dapat diganti dengan  berpuasa sepuluh hari yang dilakukan di tanah suci selama tujuh hari dan selebihnya dilakukan di luar tanah suci, di tempat sendiri.&lt;br /&gt;e. Jika tidak kuasa dapat diganti dengan memberikan makanan kepada faqir miskin selama sepuluh hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27. Ziarah ke Madinah / Tempat bersejarah.&lt;br /&gt;a. Setelah melakukan haji dapat berziarah ke tempat bersejarah seperti masjid Nabawi di Madinah, Gua Hira tempat nabi mendapat wahyu pertama kali , Gua Tsur, tempat persinggahan nabi dalam berhijrah dari Makkah menuju madinah dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;b. Niatkan dalam berziarah untuk menghayati perjuangan daripada rasulullah dan sahabat-sahabat beliau.&lt;br /&gt;c. Dapatkan sejarah hidup dengan bertanya atau membaca kitab-kitab sejarah nabi dan sahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah – Kisah  Haji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. NIAT HAJI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa Apabila datang akhir zaman maka manusia akan keluar mengerjakan haji terdiri dari empat jenis : pertama jenis penguasa dan sultan dimana mereka mengerjakan haji untuk istirahat. Kedua jenis orang kaya dimana mereka mengerjakan haji untuk berbelanja dan berbisnis. Ketiga jenis orang miskin dimana mereka mengerjakan haji untuk meminta-minta dan keempat jenis qari Al Quran dimana mereka mengerjakan haji untuk populeritas dan dikenal oleh orang lain “. Hadis dioatas disampaikan oleh sahabat nabi, Anas. Dari hadis diatas kita dapat melihat bahwa niat haji merupakan ukuran kesempurnaan haji , sehingga dengan ketulusan niat, menjadi ukuran kualitas suatu haji. Itulah sebabnya orang yang akan berhaji harus selalu membaca talbiyah, sebagai upaya mementapkan hatinya akan niat haji hanya untuk memenuhi panggilannya : Labbaikahhahumma labbaik “, Ya Allah aku dating , aku berangkat, hanya untuk memenuhi panggilanMu,,,bukan panggilan gengsi, bukan panggilan shoping, bukan panggilan status sosial, bukan karena ingin disebut pak haji, bukan karena aku kaya dan banyak harta, bukan karena aku penguasa , dan bukan juga untuk menutupi korupsi dan mencuci uang yang haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah kisah diceritakan bahwa Ali bin Husien, sedang mengerjakan haji. Ketika sedang mengerjakan ihram dan siap akan berangkat diatas kenderaannya,  sewaktu akan membaca talbiyah, maka tiba-tiba mukanya pucat dan seluruh badannya berkeringat serta gemertar, sehingga dia tak dapat membaca talbiyah. Orang yang berada disampingnya bertanya kepadanya : Mengapa engkau tidak sanggup membaca talbiyah ? Ali menjawab : “ Aku takut nanti dikatakan kepadaku : Tak ada nilai talbiyahmu dan tak ada kebahagiaan bagimu “. Inilah yang dirasakan oleh Ali bin Hussien sewaktu akan membaca talbiyah, sudahkah dia benar-benar membaca dengan seluruh kehidupabnnya, sudahkan niatnya hanya untuk memenuhi panggilan Allah, atau adakah disana niat-niat yang lain sehingga akan merusak panggilan talbiyahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga Ahmad bin Abi Hawari menceritakan bahwa dia berjalan bersama Abi Sulaiman Darani untuk melakukan ihram dalam haji.Kami berjalan sampai satu mil, tetapi sahabatku Darani belum juga membaca talbiyah. Tiba-tiba dia merasa pening dan taklama kemudian sembuh, kemudian dia berkata : Wahai Ahmad, sesungguhnya Allah telah menurunkan wahyu kepada Musa alihissalam : Suruhlah orang-orang yang dzalim dari Bani Israel untuk menyedikitkan berdzikir kepadaKu. Karena Aku akan menyebut mereka tersebut dengan kutukan “. Teringat dengan wahyu yang disampaikan kepada Musa tersebut, maka Darani kemudian melanjutkan : “ Celakalah wahai Ahmad, telah sampai kepadaku bahwa orang yang mengerjakan haji bukan daripada harta yang halal, kemudian dia membaca talbiyah maka Allah akan menjawab : “ Tak ada makna talbiyahmu dan tidak ada kebahagiaan bagimu, sampai engkau kembalikan semua harta yang ada dalam tanganmu tersebut “. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Umar berkata : “ Orang haji yang paling afdhal adalah mereka yang mengerjkakan haji dengan niat yang paling ikhlas, dengan harta yang paling bersih dan dengan keyakinan serta keimanan yang paling baik “. Oleh sebab itu Imam Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin berkata bahwa sebelum berangkat hai sebaiknya orang yang akan haji melihat dulu kepada harta kekayaannya dan melakukan muhasabah. Segera bertobat, meminta ampun kepada Allah; kemudian jika ada hak-hak orang lain dalam hartanya segera dikembalikan kepada yang punya, disamping mengembalikan jika ada simpanan dan titipan orang lain yang ada pada dirinya.  Tinggalkan harta untuk keluarga yang ditinggalkan sehingga keluarga tidak terlantar sebab kita mempunyai kewajiban terhadap keluarga yang ditinggal. Meminta ampun kepada Allah atas segala dosa-dosa dalam mencari harta, atau sebab  mengkonsomsi harta, makanan dan minuman yang haram atau syubhat selama ini , atau melakukan tindakan mumbazir dan berlebih-lebihan. Segera bersedekah dan menolong faqir miskin , untuk menutupi kesalahan-kesalahan atas kealpaan diri dimasa-masa lalu. Kemudian sewaktu di tanah suci, maka belanjakan harta secukupnya tanpa ada sikap mumbazir dan bersenang-senang; tetapi semuanya dilakukan hanya dengan niat ibadah kepada Allah. Sebelum berangkat haji kita perlukan agar diri kita bersih. Dalam melaksanakan haji juga kita usahakan agar tetap bersih. Sehingga nanti setelah haji kita menjadi manusia yang bersih. Inilah maksud memakai pakaian ihram, menghilangkan segala yang haram dan mengharamkan segala yang tidak baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ihram adalah lambang kesucian diri, itulah sebabnya dalam ihram kita memakai pakaian yang suci dan bersih. Manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah yang suci tanpa dosa. Setelah baligh dan dewasa, manusia menjalani kehidupan dengan memilih jalan hidup. Jika hidupnya dengan hidayah Allah maka dia telah dapat menjaga kesucian diri tetapi jika dia hidup dengan mengikuti nafsu dan rayuan setan berarti dia telah mengotori kesucian dirinya sendiri. Segala perbuatan manusia itu harus dapat dipertangungjawabkan kepada Allah, Tuhan yang telah menjadikannya. Sebab itulah maka setiap manusia pasti akan meninggalkan dunia   untuk  menghadap kepada-Nya mempertanggungjawabkan semua amal dan perbuatan yang dilakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepatutnya manusia yang dilahirkan dalam keadaan suci ini harus dapat kembali kepada Tuhan, menghadap kepada-Nya juga dalam keadaan suci. Kesucian diri inilah yang merupakan kehormatan seorang muslim. Menghadap Tuhan dalam keadaan suci ini merupakan cara untuk mendapatkan kesempurnaan hidup. Itulah sebabnya sebelum menghadap Allah , mengunjungi baitullah, jamaah haji perlu melakukan ihram dengan pakaian yang suci dan bersih. Sebelum menghadap Allah, manusia perlu mensucikan dirinya terlebih dahulu, mensucikan badannya, mensucikan hatinya, mensucikan pikirannya, mensucikan harta kekayaannya, dan mensucikan seluruh kehidupannya. Kesucian diri dalam menghadap Tuhan adalah syarat mutlak sebab Tuhan yang Maha Suci hanya menerima sesuatu yang suci. Kesucian diri dan siap untuk menghadap Ilahi inilah makna daripada ihram bagi jamaah haji dan umrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesucian diri dan kesiapan diri dalam memenuhi panggilan Allah harus dinyatakan dengan lisan. Inilah sebabnya jamaah haji dan umrah setelah memakai pakaian ihram dan berniat ihram diharuskan untuk mengucapkan lafadz talbiyah :“ Labbaikallahumma labbaik, labbaika la syariika laka, Inal hamda wanni’mata wal mulka laka..laa syarika laka “. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya : “ Ya Allah, aku datang menghadapmu Ya Allah, memenuhi seruan-Mu… Aku datang menghadap-Mu tanpa ada sedikitpun syirik kepada-Mu..Sesungguhnya segala pujian, segala kenikmatan, segala kekuasaan , semuanya itu adalah milik-Mu, tiada sedikitpun syirik kepada-Mu “.Ucapan talbiyah ini adalah sikap untuk memenuhi seruan Allah dengan sikap tauhid, tanpa sedikitpun syirik kepada-Nya. Manusia akan lulus di depan Allah jika dia dapat menghadap Allah tanpa sedikitpun syirik kepada-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala amal perbuatan, segala amal ibadah, segala kebaikan, segala sesuatu akan diterima oleh Allah jika dilakukan tanpa ada sedikitpun syirik di dalamnya, seperti riya dan lain sebagainya. Sudahkh amal perbuatan kita terlepas dari syirik..? Sudahkah harta kekayaan kita terlepas daripada syirik? Sudahkah kekuasaan kita terlepas daripada syirik..? Sudahkan semua kenikmatan, harta kekayaan, kekuasaan , kehidupan kita kita pergunakan sesuai dengan seruan dan perintah Allah..? Sadarkah kita bahwa segala sesuatu nanti semuanya akan dipertanggungjawabkan di depan Allah, akan ditanya di depan mahkamah Ilahi..? Inilah makna talbiyah, kesiapan diri untuk menjawab panggilan Tuhan, kesiapan diri untuk mempersembahkan seluruh kehidupan hanya untuk beribadah kepada-Nya. Inilah makna “ labbaikallahumma labaik “ Ya Allah..aku datang untuk memenuhi panggilan-Mu ya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  HAJI  MABRUR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ulama bernama Abdullah bin Mubarak sedang berada di Tanah suci untuk melakukan ibadah haji. Pada suatu hari beliau tertidur di masjidil haram. Di dalam tidurnya beliau bermimpi melihat dua orang malaikat turun dari langit. Salah seorang dari malaikat tersebut bertanya kepada kawannya : “ Berapa banyak jumlah orang yang mengerjakan haji pada tahun ini..? “. Malaikat yang ditanya menjawab : “ Jumlah jamaah haji tahun ini adalah enamratus ribu orang “. Malaikat yang pertama tadi bertanya lagi : “ Dari enam ratus ribu orang jamaah haji tersebut, berapa orangkah yang diterima hajinya..? Malaikat kedua menjawab : “ Di antara enam ratus ribu orang yang melakukan haji tersebut, hanya seorang saja yang hajinya diterima dan mendapat haji mabrur. Orang itu bernama Muwaffaq, dia tinggal di kota Damaskus. Dia adalah seorang tukang sepatu. Dia tidak dapat melakukan haji tetapi dia telah mendapat pahala haji mabrur. Maka berkat Muwaffaq, kesemua orang yang mengerjakan haji pada tahun ini akan diterima hajinya..”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin Mubarak tersentak dari tidurnya, dan diapun segera berangkat menuju kota Damaskus, mencari berita dan informasi tentang tukang sepatu yang digambarkan dalam mimpinya tersebut. Setelah kesana-kemari mencari orang yang dimaksud, akhirnya bertemulah dia dengan seorang tukang sepatu yang bernama Muwaffaq, sebagaimana tersebut dalam mimpi. Abdullah mengetuk pintu rumah Muwaffaq, dan tak lama kemudian keluar seoang lelaki dari dalam. Abdullah bertanya ; “ Siapakah nama saudara..? “. Lelaki itu menjawab : “ nama saya Muwaffaq “. Abdullah bin Mubarak kemudian berkata : “ Tolong ceritakan kepadaku amalan apakah yang telah saudara lakukan sehingga mendapat derajat yang tinggi..? “.  Muwaffaq menjawab : “ Sebenarnya aku ingin sekali melaksanakn ibadah haji ke tanah suci. Tetapi karena keadaanku yang seperti ini , apalagi dengan bekerja sebagai tukang sepatu , aku masih belum mampu untuk menunaikan ibadah tersebut. Tiba-tiba dengan cara mendadak, pada suatu hari aku mendapat pesanan sepatu yang banyak sehingga aku mendapat uang sebanyak tiga ratus dirham, maka dengan uang sebanyak itu akupun berniat untuk pergi haji di tahun ini. Pada suatu hari, isteriku yang sedang hamil muda mencium aroma makanan dari rumah tetangga di sebelah, sehingga mengidam makanan tersebut”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Aku segera pergi ke rumah tetangga di samping rumahku, mengetuk pintunya dan tak lama kemudian  seorang wanita muncul di pintu. Maka aku segera memberitahukan keinginan isteriku yang sedang ngidam itu kepadanya “. Wanita  sebelah rumahku itu berkata : Mungkin pak Muwaffaq tidak mengetahui keadaan kami , maka sekarang lebih baik  aku jelaskan keadaan kami yang sebenarnya. Pada saat ini bersamaku  ada tiga orang anak yatim, dan kami sudah tiga hari tidak makan. Akhirnya di hari ketiga aku keluar untuk mencari makan, tetapi aku tidak mendapat sesuatu apapun. Di tengah perjalanan pulang, aku jumpa dengan bangkai seekor keledai ( himar ), maka aku potong sebagian dari daging himar tersebut, dan itulah yang sedang aku masak sekarang ini. Masakan itu halal bagi kami karena kami sedang kelaparan dan tiada mempunyai sedikitpun makanan yang lain, tetapi itu bagi orang lain menjadi haram. Maka aku mohon maaf, jika tidak dapat memberikan masakan itu kepada isteri bapak “. Mendengar cerita yang begitu memilukan tersebut,  Muwaffaq segera kembali ke rumahnya , mengambil simpanan uang yang dipersiapkan untuk haji sebanyak tiga ratus dirham , dan kemudian uang itu seluruhnya diberikan kepada wanita di sebelah rumahnya yang sedang kelaparan tersebut, sambil berkata : “ Belanjakanlah uang ini untuk anak-anakmu “. Kemudian setelah memberikan uang tersebut, aku berkata kepada diriku sendiri : “ Hajiku di muka pintu rumah tetanggaku “, demikianlah  Muwaffaq menceritakan kisah tersebut kepada Abdullah bin Mubarrak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap ketulusan hati  Muwaffaq yang memberikan seluruh uang persiapan hajinya untuk membantu kesusahan hidup yang diderita oleh tetangga sebelah rumahnya itu rupanya diterima oleh Allah, sehingga walaupun dia tidak jadi berangkat ke tanah suci, tetapi pahala haji mabrur telah diterimanya, sehingga dalam dialog antara malaikat terlihat bahwa pahala membantu tetangga yang kelaparan tersebut telah tercatat sebagai pahala haji yang mabrur, walaupun pak Muwaffaq sendiri tidak sampai ke tanah suci. Sedangkan mereka para jamaah haji yang berjumlah enam ratus ribu orang tersebut , walaupun telah sampai ke tanah suci, telah melakukan segala prosesi haji, tetapi amalan mereka tidak diterima, karena mungkin makna dan hakikat haji yang sebenarnya, yaitu mendekatkan diri kepada Allah , membantu yang susah, belum menjiwai kehidupan mereka. Sehingga ibadah haji hanya dilaksanakan sebagai upacara seremonial belaka, malah mungkin juga ada yang mengerjakannya sebagai formalitas belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan ke Tanah Suci bukanlah perjalanan biasa, sebagaimana tour ke Singapore, ke Cairo dan lain sebagainya. Niat utama adalah mendekatkan diri kepada Allah, bukan jalan-jalan. Sikap keikhlasan niat ini akan diuji dari sejak prosesi pra-haji sampai pasca haji. Persiapkan diri untuk bersikap sebagai muslim, sebagai muslim yang berakhlak mulia, dapat menahan emosi , dapat menjaga hawa nafsu, dapat mengendalikan diri, dapat menjaga mata, telinga, perasaan dan hati, baik dari sebelum berangkat, baik di rumah dengan anak dan sanak saudara, dengan sesama jamaah di asrama haji , di dalam pesawat, di dalam bus , di penginapan sampai pulang kembali ke tanah air.  Untuk mendapatkan haji yang mambur, bukan sekedar dapat melafazkan doa dengan fasih, tetapi yang lebih utama adalah dapat selalu mendekatkan diri kepada-Nya baik dengan ibadah ritual maupun dengan sikap sosial. Taqarrub kita kepada Allah bukan hanya dibuktikan dengan pelaksanaan ibadah ritual seperti shalat, membaca zikir, tawaf, dan lain sebagainya; tetapi juga harus dibuktikan dengan ibadah sosial, bagaimana kita dapat bergaul dan bermuamalah dengan sesama manusia., apalagi dengan kawan sekamar, dengan kawan satu rombongan, dengan setiap muslim yang akan kita jumpai nanti di tanah suci dari berbagai bangsa dan penampilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk meraih haji yang mabrur juga diperlukan pemahaman dan penghayatan atas segala prosesi ibadah yang dilakukan. Sewaktu tawaf kita merasa dekat , taqarrub dengan-Nya. Dalam tawaf kita merasakan kehadiran Allah, sehingga kita sebagai insan yang daif benar-benar mengharapkan kekuatan dan inayah serta petunjuk dari Allah.  Menghadirkan kehidupan kita setiap waktu yang berproses  selama dua puluh empat jam, selama tujuh hari dalam  setiap minggu dibawah bimbingan, petunjuk,  dan pengawasan Allah inilah makna daripada tawaf. Sehingga setiap waktu kita selalu merasa menjadi insan yang daif yang selalu bermunajat kepada-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah… Labbaikallahumma Labbaik, Ya Allah Aku datang memenuhi panggilanmu.. Ya Allah aku datang menghadapmu untuk memenuhi panggilanmu. Panggilan melalui perintah nabiMu, panggilan yang terkumpul dalam ayat-ayat Al Qur an dan Hadis NabiMu… Ya Allah, aku hadirkan diriku di bawah pengawasan dan bimbinganmu..Ya Allah Aku serahkan hidupku di bawahqadha dan keputusan-MU…Ya Allah ..aku datang kepadamu dengan seluruj jiwa ragaku, menyerahkan diri kepadamu, siap menerima setiap petunjuk dan bimbinganmu..Ya Allah, labbaikanllahumma labbaik, Ya Allah aku datang untuk bertobat kepadaMu, mengakui segala dosa dan kesalahan yang selama ini mengotori jiwa dan ragaku, maka ampunilah segala dosa dan kesalahanku di masa yang lalu, serta bimbinglah aku di dalam kehidupan di masa mendatang, sehingga hidupku akan lebih baik, lebih bermanfaat, lebih berguna baik bagi diriku sendiri , bagi keluargaku, bagi masyarakatku, dan bagi perjuangan agama-Mu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haji yang mabrur dapat dicapai dengan mencontoh sirah perjuangan rasulullah, maka dengan berkunjung ke tanah suci diharapkan agar jamaah haji dapat langsung melihat, merasakan, danmengambil teladan dari seluruh perjuangan beliau, baik sejak beliau di lahirkan di kota makkah, sampai beliau menerima wahyu, di gua hira, sampai beliau hijrah ke kota madinah, dan berjuang membela agama Allah dan menegakkan kebenaran seperti yang terjadi di perang Uhud, perang Khandaq,; sampai bagaimana beliau mendirikan masyarakat madani, masyarakat Madinah dengan masjid sebagai pusat pembinaan ummat. Semoga sebelum berangkat ke tanah suci, para jamaah sudah terlebih dahulu membaca buku-buku sejarah nabi Muhammad, seperti Fiqih Sirah karangan Muhammad Al Ghazali, Ramnadhan al Buthi, atau buku sejarah Rasulullah karangan K.H. Munawar Khalil, KH. Zainal Arifin Abbas dan lain sebagainya. Diharapkan dengan demikian, sebelum berangkat setiap calon jamaah haji dapat memahami kehidupan dan perjuangan rasul sehingga sesampai di tanah Suci, tinggal mengadakan napak tilas, menghayati sejarah rasul, sehingga setelah kembali ke tanah air dapat mencontoh setiap tindakan, perbuatan dan perjuangan Rasulullah berserta para sahabat yang lain. Inilah makna perjalanan haji, bukan sekedar jalan-jalan; tetapi dapat menarik pelajaran dari sejarah perjuangan rasul dari nabi Adam sampai nabi Muhammad saw, setelah keluar dari kursus dan Pusdiklat ( pusat pendidikan dan latihan )  di tanah suci tersebut, akan lahir manusia yang berjiwa dan berakhlak mulia, sebagaimana yang ditamsilkan oleh pribadi haji Muwaffaq, yang siap membela dan membantu orang lain dengan niat ikhlas, hanya mencari ridha kepada-Nya. Semoga calon jamaah haji dapat mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya sehingga mendapat hakikat dan makna haji  dan bagi yang tinggal berbuat baik sebanyak mungkin sehingga mendapat pahala seperti pahala haji yang mabrur , walaupun tidak  berangkat ke tanah suci, sebagaimana kisah di atas. Fastabiqul khairaaat…!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1080924641691425531-7521404984418857984?l=arifinismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifinismail.blogspot.com/feeds/7521404984418857984/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifinismail.blogspot.com/2011/10/filsafat-haji-dan-umrah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1080924641691425531/posts/default/7521404984418857984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1080924641691425531/posts/default/7521404984418857984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifinismail.blogspot.com/2011/10/filsafat-haji-dan-umrah.html' title='Filsafat Haji dan Umrah'/><author><name>ARIFIN ISMAIL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03576065139401199131</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1080924641691425531.post-5844208018732139916</id><published>2011-09-26T19:17:00.001-07:00</published><updated>2011-09-26T19:17:51.362-07:00</updated><title type='text'>MAKNA HALAL BIL HALAL</title><content type='html'>Halal bil Halal adalah istilah yang dipakai untuk memperbaiki hubungan seseorang dengan orang yang lain dengan melakukan kunjungan atau silaturahim antar umat di bulan syawal. Istilah halal bil halal diambil dari hadis yang berbunyi : “ Jika seseorang itu mempunyai kesalahan kepada orang lain, maka hendaklah dia segera menghalalkan (meminta maaf ) atas kesalahan tersebut, sebab nanti kesalahan itu akan dituntut pada hari kiamat sehingga kebaikan orang yang bersalah itu diberikan kepada orang yang diszaliminya, dan jika kebaikan orang yang melakukan kedzaliman tersbeut sudah habis, sedangkan tuntutan masih ada, maka kesalahan orang yang didzalimi itu akan diberikan kepada orang yang melakukan kesalahan “. ( Hadis riwayat ).&lt;br /&gt;Halal bil Halal dari kalimat “hallala “ yaitu menjadikan sesuatu yang haram menjadi halal. Halal bil Halal adalah menjadikan sesuatu yang haram seperti pertengkaran, permusuhan, terputusnya tali silaturahim menjadi halal dengah cara memaafkan orang yang bersalah, memperbaiki hubungan satu dengan yang lain. Halal bil Halal dengan memperbaiki hubungam silatutahim merupakan syarat untuk kembali kepada fitrah kemanusiaan. Manusia memiliki dua fitrah. Pertama fitrah penghambaan kepada Tuhan yang disebut dengan Fitrah tauhid. Kedua fitrah kemanusiaan, yaitu persaudaraan sesama umat manusia.&lt;br /&gt;Fitrah kemanusiaan adalah sesuatu yang telah ditetapkan Allah sebagai bagian dari kehidupan manusia. Dalam al Quran Allah berfirman : “ Hai manusia, sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu lelaki dan perempuan, berpuak dan berbangsa , adalah untuk saling mengenal , sesungguhnya orang yang paling mulia adalahorang yangpaling taqwa diantara kamu “ ( QS.Hujurat ). Perbedaan individu, karakter, sifat, wara kulit, adat, bangsa  dan kelompok, bukan untuk perpecahan tetapi merupakan potensi kekuatan yang dibentuk melalui persaudaraan. Oleh sebab itu “ Sesungguhnya orang yang beriman itu adalah bersaudara, maka perbaikilah hubungan diantara kamu “ ( QS.Hujurat ). &lt;br /&gt;Kalimat “ Minal Aidin “ bermakna kembali kepada fitrah, baik fitrah tauhid, penghambaan kepada Allah maupun fitrah kemanusiaan dengan silaturahmi dan persaudaraan antar umat manusia.  Kembali kepada fitrah merupakan jalan kesucian diri. Kesucian diri kepada Allah dengan tauhid, dan kesucian diri dengan manusia dengan meminta maaf atas kesalahan yang pernah dilakukan, dan dengan merapatkan hubungan silaturahim antar sesama individu, kelompk dan masyarakat. Kesucian diri dalam hubungan kepada Allah dan kesucian diri dalam hubungan kepada manusia merupakan landasan utama untuk meningkatkan kualitas kehidupan, baik kualitas ibadah kepada Allah maupun kualitas kerja dan amal dalam menjalankan tugas kekhalifahan di atas permukaan dunia.&lt;br /&gt;SYARAT  DITERIMA  AMAL&lt;br /&gt;Syawal berasal dari kalimat “ syawwala “ yang bermakna : meningkat. Oleh sebab itu bulan syawal adalah bulan peningkatan. Ramadhan adalah bulan penyucian dan pembersihan. Individu yang bersih tidak memiliki asti jika tidak dapat berinteraksi dengan individu suci yang lain, kecuali jika adanya hubungan antara individu tersebut. Hubungan antar individu itu ada yang baik, ada yang rusak, ada yang jauh , ada yang dekat. Oleh sebab itu persaudaraan tidak akan terjalin jika hubungan itu belum baik, oleh sebab itu ayat diatas mengkaitkan nilai persaudaraan (ukhuwah ) dengan sikap memperbaiki hubungan (ishlah). Oleh sebab itu dalam hadis dijelaskan : “ Bukanlah silaturahim itu hanya mendatangi orang yang memberikan engkau sesuatu pemberian, tetapi silaturahim itu adalah engkau datang kepada orang yang memutuskan silaturahmi “. &lt;br /&gt;Bulan Syawal adalah bulan silaturahim, dan dengan silaturahim terjalin, maka amal ibadah ramadhan, akan diterima oleh Allah Taala, sebab Allah tidak akan menerima amal ibadah seorang manusia sebelum manusia itu memperbaiki hubungannya dengan manusia yang lain. Dalam hadis yang disampaikan oleh Anu Hurairah bahwa rasulullah bersabda : “ Amalan manusia diangkat setiap hari senin dan kamis, maka Allah akan memberikan ampunanNya kecuali kepada mereka yang syirik dan orang yang masih bertengkar. Allah berkata kepada malaikat : “ Tinggalkan amalan orang yang masih bertengkar itu sampai mereka berdamai “ ( hadis riwayat Ibnu Majah, Tirmidzi, Abu Daud, Malik dan Muslim ).&lt;br /&gt;Muaz bin Jabal juga menyatakan bahwa dia mendengar Nabi Muhammad saw bersabda : “ Allah akan melihat seluruh amal ibadah hambaNyadalam setahun  pada malam Nisfu Sya’ban, dan akan memberikan ampunanNya kecuali kepada orang yang masih melakukan syirik dan mereka yang masih bertengkar “ ( riwayat Ibnu Majah, Baihaqi, Ibnu Hibban, Thabrani )&lt;br /&gt;Ibnu Abbas menceritakan bahwa Rasululah saw bersabda : “ Ada tiga orang yang tidak akan diangkat shalatnya walaupun satu jengkal dari kepalanya, yaitu shalat imam yang tidak disukai oleh makmumnya, shalat seorang istriyang tidur (istri yang melakukan kesalahan dan tidak meminta maaf kepada suaminya malah langsung  tidur)  sedangkan suaminya marah atas sikap perbuatannya tersebut, dan shalat dua orang yang sedang bertengkar “ ( Hadis riwayat Ibnu Majah dan Ibnu Hibban dengan kalimat tambahan : bahwa Allah tidak menerima shalat ketiga orang tersebut) &lt;br /&gt;Dalam hadis yang sangat panjang tentang fadhilat ramadhan, Ibnu Abbas berkata bahwa Rasululah bersabda : ….Pada pagi hari (malam Lailatul Qadar) malaikat Jibril berkata kepada seliruh malaikat : barangkatlah kalian semua ke tempau tugas masing-masing. Malaikat bertanya : Wahai jibril ada apa gerangan pada pagi hari ini ? Jibril berkata : Pada pagi hari ini Allah memberikan ampunanNya kepada hamba-hambaNya kecuali empat orang”. Sahabat bertanya : Siapakah empat orang yang tidak mendapatkan ampunan Allah tersebut ? rasul menjawab : “ Orang yang masih minum arak, orang yang durhaka kepada kedua orangtuanya, orang yang memutuskan silaturahim, dan orang yang masih bertengkar dengan saudaranya yang lain “. ( riwayat Ibnu Hibban dan Baihaqi ).&lt;br /&gt;Dengan adanya hadis diatas, yang menyatakan bahwa amal ibadah tersangkut akibat pertengkaran dan putusnya silaturahim, maka salam masyarakat islam setelah bulan puasa, mereka berupaya untuk menghubungkan silaturahim dan saling member maaf atas kesalahan yang telah lalu. Memberikan maaf dan silaturahim tersebut merupakan syarat diterimanya amal dan mendapatkan ampunan Allah swt.&lt;br /&gt;KEUTAMAAN MEMBERI MAAF&lt;br /&gt;Sahabat Anas menceritakan bahwa pada suatu saat dimana Rasulullah sedang duduk, kami Nampak beliau tertawa sehinga terlihat giginya. Sahabat Umar bin Khattab segera bertanya : “ Apakah yang membuat engkau tertawa ya Rasulullah ? “. Nabi menjawab : “ Ada dua orang dari umatku sedang di hadapan Allah, salah seorang berkata : “ Ya Allah, ambillah balasan kedzaliman dari saudaraku  ini “. Allah menjawab : Bagaimana aku lakukan untuk engkau sebab tidak ada sedikitpun kebaikanyang tertinggal dari  saudaramu tersebut “. Orang itu menjawab : Ya Tuhan, ambillah dosa kesalahanku dan berikan dosa itu kepadanya “. Rasul menjelaskan :” Itulah hari yang sangat hebat sebab manusia pada waktu itu menanggung dosa kawannya yang lain “.  Allah berkata kepada orang yang meminta tersebut : “ Angkatlah pandanganmu “. Orang itu mengangkat pandangannya, maka dia berkata : Ya Tuhanku aku melihat kota dari emas, dan istana dari emas yang bertahtakan permata, apakah itu disediakan untuk seorang nabi atau orang yang siddiq atau orang yang syahid ? Allah menjawab :”  Itu disediakan untuk orang yang membelinya dengan harga tertentu “ Orang tersebut bertanya : Siapakah pemilik kota dan istana tersebut ? Allah menjawab : Engkau adalah pemiliknya. Orang itu bertanya : Dengan apa aku memiliki istana tersebut ? Allah menjawab : Jika engkau memaafkan saudaramu itu “. Orang itu segera menajwab : Ya Allah, aku telah memaafkannya”. Allah berkata : Segera peganglah tangan kawanmu itu dan masuklah engkau bersamanya ke dalam surga “. Rasulullah kemudian bersabda : Bertaqwalah kamu kepada Allah dan perbaikilah hubungan diantara kamu maka Allah akan memperbaiki hubungan antar kaum muslimin “. Hadis riwayat Hakim, dan Baihaqi ( HadisNo. 3633 dari kitab Targhib dan Tarhib ).&lt;br /&gt;Abu Darda menceritakan bahwa Rasulullah bersabda : “ Apakah kamu ingin aku beritahu sesuatu yang lebih utama kedudukannya daripada puasa, shalat dan sedekah ? Sahabat menjawab : “  Ya , kami ingin mengetahuinya “. Rasulullah bersabda : “ Perbaikilah hubungan silaturahim antar kalian, sebab putusnya hubungan silaturahim itu merupakan “ sesuatu yang mencukur” ( bencana yang dapat menggugurkan yang lain). Hadis riwayat Abu daud, Tirmidzi, Ibnu Hibban. Tirmidzi menambahkan keterangan dengan menambah bahwasanya Rasulullah menjelaskan :” Maksud mencukur itu bukanlah mencukur rambut di kepala, tetapi mencukur agama “. Maksud hadis menyatakan bahwa rusaknya hubungan individu antar orang yang beriman itu dapat menghancurkan agama Islam.&lt;br /&gt;AKIBAT TIDAK MEMAAFKAN&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda : “ Barangsiapa yang datang untuk meminta maaf atas kesalahan yang dibuatnya kepada seseorang, dan orang tersebut tidak mau memaafkan kesalahannya itu, maka orang yang tidak mau memaafkan kesalahan kawannya itu akan menanggung dosa kesalahan orang yang bersalah tersebut “ ( hadis riwayat Abu Daud dan Ibnu Majah ). &lt;br /&gt;Dalam hadis yang lain, Rasulullah bersabda : “ Barangsiapa yang datang meminta maaf kepada saudaranya atas kesalahan yang dilakukannya, dan orang yang diminta maaf itu tidak mau memberikan kemaafan bagi orang tersebut, maka orang yang tidak mau memberikan maaf itu tidak akan dapat meminum air dari telagaku nanti di hari kiamat “ ( hadis riwayat Thabrani ).&lt;br /&gt;Orang yang didzalimi memang akan mendapatkan pahala dan kebaikan dari orang yang melakukan kesalahan, dan dia berhak untuk menuntut kesalahan itu daripada pengadilan Allah di hari kiamat kelak, tetapi jika dia memaafkan orang yang bersalah itu sebelum orang yang bersalah itu meinta maaf . atau setelah orang itu meminta maaf, lebih tinggi nilainya daripada menuntut balasan; dan jika orang yang bersalah sudah meminta maaf, tetapi orang itu tidak memberikan kemaafannya, mkibatnya dosa orang yang bersalah ditanggung orang yang tidak mau memaafkan, dan orang yang salah dan telaj meminta maaf itu lepas dari dosa kesalahan yang dilakukan. Fa’tabiru Ya Ulil albab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1080924641691425531-5844208018732139916?l=arifinismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifinismail.blogspot.com/feeds/5844208018732139916/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifinismail.blogspot.com/2011/09/makna-halal-bil-halal.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1080924641691425531/posts/default/5844208018732139916'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1080924641691425531/posts/default/5844208018732139916'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifinismail.blogspot.com/2011/09/makna-halal-bil-halal.html' title='MAKNA HALAL BIL HALAL'/><author><name>ARIFIN ISMAIL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03576065139401199131</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1080924641691425531.post-8930906548563860236</id><published>2011-02-25T18:17:00.000-08:00</published><updated>2011-02-25T18:23:50.553-08:00</updated><title type='text'>AlHikam 12 : Uzlah Hati</title><content type='html'>IBNU ATHAILLAH DALAM AL HIKAM 12 :  &lt;br /&gt;" TIADA SESUATU YANG SANGAT BERGUNA BAGI HATI SEBAGAIMANA UZLAH (MENGASINGKAN DIRI) UNTUK MASUK KE MEDAN TAFAKUR (BERPIKIR)"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mencari kebenaran dan solusi kehidupan, seorang manusia memerlukan kesucian berpikir, sehingga apa yang diputuskan oleh akal pikiran tersebut merupakan langkah yang terbaik dalam hidupnya. Kesucian berpikir tersebut memerlukan keadaan yang tenang, sunyi dari kesibukan dan kebisingan, lepas dari pengaruh emosi dan hawa nafsu, sehingga pikiran dapat dihubungkan dengan Tuhan si pemberi cahaya kehidupan, dengan merenungi, dan memahami ayat-ayat yang telah disampaikanNya, sehingga langkah yang diambil tetap berlandaskan hukum dan perintahNya, dan mendapat keridhaanNya. Mengasingkan diri dari segala sesuatu kebisingan suasana dan memfokuskan diri untuk menghubungkan diri dengan Tuhan dengan memikirkan solusi setiap persoalan kehidupan berlandaskan ayat-ayatNya, sehingga mendapatkan solusi yang terbaik itulah yang disebut dengan “uzlah”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut ulama, Uzlah terbagi dua :&lt;br /&gt;1. Uzlah dengan hati dan diri, yaitu menjauhkan diri dari keramaian kehidupan, sebagaimana uzlah nabi Muhammad saw di Gua hira, dan uzlah pemuda Kahfi di dalam gua.&lt;br /&gt;2.  Uzlah dengan hati tetapi jasmani tetap bergaul dengan manusia. Pergaulan dengan manusia, situasi yang dihadapinya, tidak dapat mempengaruhi suasana hati yang tetap istiqamah berhubungan , mengingat Allah, dan merasakan kehadiran Allah dimanapun dia berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat “uzlah” tersebut berdasarkan pada ayat AlQuran :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَإِذِ ٱعۡتَزَلۡتُمُوهُمۡ وَمَا يَعۡبُدُونَ إِلَّا ٱللَّهَ فَأۡوُ ۥۤاْ إِلَى ٱلۡكَهۡفِ يَنشُرۡ لَكُمۡ رَبُّكُم مِّن رَّحۡمَتِهِۦ وَيُهَيِّئۡ لَكُم مِّنۡ أَمۡرِكُم مِّرۡفَقً۬ا (١٦) ۞&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan apabila kamu (pemuda Kahfi) meninggalkan mereka (masyarakatnya) dan meninggalkan apa yang mereka sembah selain Allah, maka carilah tempat berlindung ke dalam gua itu niscaya Tuhanmu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam urusan kamu. (QS. Al Kahfi : 16)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat diatas pemuda Kahfi meninggalkan kaumnya yang sedang melakukan penyembahan kepada berhala-berhala mereka, dan mereka mencari perlindungan dari pengejaran penguasa kaumnya tersebut ke dalam gua, sehingga di dalam gua tersebut mereka mendapatkan rahmat Allah, yaitu keselamatan diri dan akidah mereka dari penguasa yang dzalim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga dengan nabi Muhammad saw, mengasingkan diri untuk bertafakkur di Gua Hira dengan mengharapkan hidayah Allah dalam menghadapi sikap kaumnya yang menyembah berhala. Sehingga Allah menurunkan wahyu kepadanya dengan ayat al Alaq 1-5. Tetapi perlu dicatat bahwa Nabi Muhammad saw melakukan “uzlah” tersebut sebelum beliau mendapatkan wahyu, dan setelah mendapatkan wahyu, nabi tidak lagi melakukan “uzlah” ke dalam Gua, tetapi melakukan shalat tahjjud untuk berkomunikasi dengan Tuhannya dan mencari solusi atas problematika yang dihadapi.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendirikan shalat tahajjud merupakan cara “uzlah” seorang muslim dengan Tuhannya, untuk mengadukan nasib dan keadaannya dan meminta petunjuk dan hidayahNya dalam mencari solusi atas problem yang dihadapinya. Itulah sebabnya dalam al Quran dinyatakan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمِنَ ٱلَّيۡلِ فَتَهَجَّدۡ بِهِۦ نَافِلَةً۬ لَّكَ عَسَىٰٓ أَن يَبۡعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامً۬ا مَّحۡمُودً۬ا (٧٩) وَقُل رَّبِّ أَدۡخِلۡنِى مُدۡخَلَ صِدۡقٍ۬ وَأَخۡرِجۡنِى مُخۡرَجَ صِدۡقٍ۬ وَٱجۡعَل لِّى مِن لَّدُنكَ سُلۡطَـٰنً۬ا نَّصِيرً۬ا (٨٠)&lt;br /&gt;“ Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadat tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji. Dan katakanlah: "Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah [pula] aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong (QS. AlIsra: 79-80)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menghubungkan diri kepadaNya melalui shalat tahajuud dimalam hari, membaca ayat-ayat al Quran sebagai pedoman kehidupan, maka Allah akan memberikan “kalimat-kalimat yang berat dan bernash, ide yang cemerlang, solusi yang tepat dan diridhaiNya. Mendapatkan solusi yang tepat dalm menghadapi persoalan itu akan meningkatkan kedudukan kita yang dinyatakan al Quran sebagai kedudukan yang tinggi “maqamam mahmuda “.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uzlah, dalam arti mengasingkan diri dari kesibukan dan menghadirkan diri di hadapan Tuhan dari kesunyian dengan bermunajat dan membaca serta memahami ayat-ayatNya tersebut merupakan jalan untuk mendapatkan solusi kehidupan yang tepat, ide yang segar sebagaimana dinyatakan AlQuran :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَـٰٓأَيُّہَا ٱلۡمُزَّمِّلُ (١) قُمِ ٱلَّيۡلَ إِلَّا قَلِيلاً۬ (٢) نِّصۡفَهُ ۥۤ أَوِ ٱنقُصۡ مِنۡهُ قَلِيلاً (٣) أَوۡ زِدۡ عَلَيۡهِ وَرَتِّلِ ٱلۡقُرۡءَانَ تَرۡتِيلاً (٤) إِنَّا سَنُلۡقِى عَلَيۡكَ قَوۡلاً۬ ثَقِيلاً (٥) إِنَّ نَاشِئَةَ ٱلَّيۡلِ هِىَ أَشَدُّ وَطۡـًٔ۬ا وَأَقۡوَمُ قِيلاً (٦)&lt;br /&gt;“ Hai orang yang berselimut [Muhammad], (1) bangunlah [untuk sembahyang] di malam hari [1] kecuali sedikit [daripadanya], (2) [yaitu] seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit, (3) atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Qur’an itu dengan perlahan-lahan. (4) Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat. (5) Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat [untuk khusyu’] dan bacaan di waktu itu lebih berkesan. (QS. AlMuzammil : 1-6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uzlah mengasingkan diri dengan melakukan shalat tahajjud, membaca, serta memahami ayat-ayatNya merupakan jalan untuk bertafkkur dengan merasakan kelemahan diri di depan Tuhan, sehingga pikiran yang suci tersebut akan menghasilkan solusi dan ide yang terbaik sebab melalui proses shalat, membaca alQuran dan tafakkur.Uzlah diri dan hati di malam hari tersebut dapat menjadi Uzlah hati dalam kehidupan dan keramaian,  menjadikan pribadi Uzlah, pribadi yang tangguh dan istiqamah, tetap dlam prinsip dan sikap, tidak terpengaruh oleh godaan dunia, dan tidak terpengaruh oleh sikap kawan, situasi, keadaan yang dapat melupakan diri daripada Allah subhana wataala. &lt;br /&gt;Pribadi Uzlah adalah pribadi yang tidak mudah terpengaruh setiap godaan dan rayuan yang datang dari kaum keluarga, kerabat dan kawan, atau situasi dan keadaan. Pribadi uzlah adalah pribadi yang tetap istiqamah dalam melangkah dengan tujuan yang pasti untuk meraih keridhaan Allah, pribadi yang hatinya tetap bersih daripada segala penyakit hati, perbuatannya tetap terpelihara daripada kemungkaran, tujuan hidupnya hanya mencari keridhaan Tuhan bukan kesenangan nafsu dunia,walaupun dia hidup di tengah-tengah masyarakat yang kafir dan lingkungan yang penuh dengan dosa dan maksiat, sebab setiap perbuatan yang dilakukan adalah buah dari hati dan pikiran yang suci, yang telah disinari oleh cahaya dan cahaya dan nur Ilahi. Pribadi Uzlah, adalah pribadi yang tetap merasakan kehadiran Ilahi ditengah keramaian manusia, dan kebisingan dunia.Pribadi uzlah ditengah masyarakat,lebih baik daripada pribadi yang menjauhkan diri dari masyarakat, sebagaimana dinyatakan dalam hadis : “ Seorang mukmin yang bergaul dengan masyarakat dan sabar atas segala godaan dan penderitaan lebih tinggi derajatnya daripada seorang mukmin yang tidak bergaul dengan masyarakat dan tidak sabar atas penderitaan yang didahapinya “ ( Hadis riwayat Ibnu Majah/432). Wallahu A’lam ( Muhammad Arifin Ismail, Pengajian Ummahatul Muslimah, Kuala Lumpur, Jumat 25 /02/2011)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1080924641691425531-8930906548563860236?l=arifinismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifinismail.blogspot.com/feeds/8930906548563860236/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifinismail.blogspot.com/2011/02/alhikam-12-uzlah-hati.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1080924641691425531/posts/default/8930906548563860236'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1080924641691425531/posts/default/8930906548563860236'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifinismail.blogspot.com/2011/02/alhikam-12-uzlah-hati.html' title='AlHikam 12 : Uzlah Hati'/><author><name>ARIFIN ISMAIL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03576065139401199131</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1080924641691425531.post-3550818540296623011</id><published>2011-02-12T18:19:00.001-08:00</published><updated>2011-02-12T18:24:21.682-08:00</updated><title type='text'>ALHIKAM 11 : IKHLAS DAN KHUMUL</title><content type='html'>ALHIKAM 11 : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" TANAMLAH DIRIMU DALAM TANAH KERENDAHAN SEBAB (KHUMUL) SEBAB TIAP SESUATU  YANG TUMBUH DARI SESUATU YANG TIDAK DITANAM MAKA HASILNYA TIDAK SEMPURNA HASIL. ( IBNU ATHAILLAH)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhlas adalah kunci utama dalam setiap amal perbuatan. Lawan ikhlas adalah riya’. Riya adalah keinginan diri untuk dikenal dalam melakukan sesuatu perbuatan. Diantara cara untuk mengikis dan mematikan sikap riya, dan menghilangkan keinginan untuk dikenal , adalah dengan cara    merendahkan diri (tawadhu)  dan merasa tidak ingin dikenal ( khumul ) sewaktu kita melakukan suatu  perbuatan. Dalam kitab suci al Quran dinyatakan : “ Kehidupan akhirat itu Kami berikan kepada mereka yang tidak menghendaki ketinggian dan  tidak membuat kerusakan di muka bumi “ ( QS. Qashash : 83 ).&lt;br /&gt;Dari Anas, menceritakan bahwa Rasulullah saw bersabda : “ Cukuplah sudah dapat diktakan suatu kejahatan, jika manusia menunjuk kepadanya dengan anak jari, tentang agama dan dunianya, kecuali orang yang dipelihara oleh Allah “ ( riwayat Baihaqi ).  &lt;br /&gt;Dalam hadis yang lain juga dinyatakan bahwa Rasulullah saw bersabda : “ Cukuplah menjadi suatu kejahatan, jika manusia menunjuk kepadanya dengan anak jari, tentang agama dan dunianya. Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada rupanya, akan tetapi Dia memandang kepada hati dan amap perbuatanmu “ ( Thabrani dan Baihaqi ).&lt;br /&gt;Dalam hadis Qudsi, Rasulullah bersabda : “ Allah berfirman : sesungguhnya waliKu yang paling aku suka adalah hamba yang mukmin, sedikit harta, mempunyai kesenangan hati dengan shalat, selalu memperbaiki ibadahnya kepada Alah, dan selalu mentaatiNya walaupun dalam keadaan tersembunyi. Dia tertutup daripada manusia, tidak ditunjukkan kepadanya dengan anak jari, kemudian dia bersabar atas yang demikian “ ( riwayat Tirmidzi dan Ibnu Majah ).&lt;br /&gt;Umar bin Khattab masuk ke dalam masjid dan melihat Muaz bin Jabal sedang menangis, maka dia bertanya : Wahai Muadz, mengapa engkau menangis ? Muadz menjawab : “ Aku mendengar Rasulullah saw bersabda : “ Sedikit daripada riya itu merupakan syirik. Dan sesungguhnya Allah menyukai orang yang bertaqwa yang menyembunyikan amal perbuatannya. Mereka itu jika tidak ada (ghaib) maka orang tidak mencarinya. Jika mereka ada, orang tidak mengenalnya dan menghiraukannya. Hati mereka merupakan lampu petunjuk dan , mereka terlepas dari setiapkegelapan dunia “ ( Thabrani ).&lt;br /&gt;Dalam hadis yang lain dikatakan : “ Apakah kalian mau aku tunjukkan penghuni syurga. Mereka itu adalah orang-orang yang lemah dan dipandang rendah, padahal jika dia bersumpah dengan nama Allah, maka Allah akan segera mencurahkan kebaikan kepadanya. Sedangkan penghuni neraka adalah setiap orang yang sombong dan angkuh dalam gerak-geriknya “ ( riwayat Bukhari dan Muslim ).&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda : “ Banyak orang yang rambutnya kusut, badannya berdebu, mempunai pakain yang buruk, tidak diperdulikan orang. Jikalau dia bersumpah kepada Allah, niscaya Allah anugerahkan dia kebaikan, dan diantara mereka adalah Barra bin Malik “ ( Hadis riwayat Muslim ). Dalam hadis yang lain disebutkan : “ Banyak orang yang berpakaian buruk, yang tidak diperdulikan orang. Jika ia bersumpah kepada Allah, niscaya Allah mencurahkan nikmat kepadanya. Jika dia berdoa :  Ya Allah, sesungguhnya aku memohon surge kepadaMu “, niscaya Allah akan mengabulkannya. Dan tidak dianugerahkan Allah kepadanya  sedikitpun daripada kekayaan dunia “. ( Riwayat Ibnu Abiddunya ).&lt;br /&gt;Abu Hurairah menceritakan dalam suatu majlis, Nabi Muhammad saw berkata kepada sahabat-sahabatnya : Besok akan datang salah seorang penghuni syurga yang shalat bersama kamu. Abu Hurairah berkata dalam hatinya : “ Aku berharap orang itu adalah saya. Maka pagi-pagi hari saya shalat di belakang Rasulullah dan terus berada di majlis walaupun orang lain segera pulang. Tidak lama kemudian datanglah seorang hamba berkulit hitam berkain compang camping datang berjabat tangan dengan Rasulullah sambil berkata : “ Ya Rasulullah, doakan agar aku mati syahid “. Nabi  berdoa untuknya. Setelah itu orang itupun pergi.  Kami (sahabat ) mencium aroma wangi dari badannya. Kemudian kami bertanya : Siapakah orang itu ya Rasulullah. Rasul menjawab : Dia itu hamba sahaya dari Bani Fulan. Abu Hurairah berkata : “ Mengapa engkau tidak memerdekakannya ?. Nabi menjawab : Bagaimana saya dapat memerdekakannya sedangkan Allah telah menjadikannya salah seorang raja di dalam syurga nanti “. Kemudian nabi berkata : “ Hai Abu Hurairah sesungguhnya Allah sayang kepada makhluknya yang hati suci (ikhlas) , walaupun datang dengan rambutnya kusut, kempis perutnya kecuali dari makanan yang halal, sehingga apabila dia masuk menghadap raja, dia tidak diizinkan, dan apabila dia akan meminang wanita bangsawan , tidak akan diterima, bila dia tidak ada, maka dia tidak dicari, dan bila dia ada, dia tidak dihiraukan, bila dia sakit, tidak dikunjungi orang, bahkan bila dia mati, tidak banyak orang yang akan melayat kematiannya “.   Sahabat bertanya : “ Tunjukkan kepada kami serang dari mereka “. Nabi menjawab : Uwais al Qarni, seorang yang berkulit coklat, mempunyai bahu yang lebar, selalu menundukkan kepala sambil membaca al Quran, tidak terkenal di bumi, tetapi terkenal di langit, andaikan dia meminta sesuatu kepada Allah, segera dikabulkan. Hai Umar dan Ali, jika kamu bertemu dengannya, mintalah kepadanya supaya membaca istighfar untukmu “.&lt;br /&gt;Uwais Al Qarni adalah seorang pemuda yang telah masuk Islam di masa Rasulullah, hanya dia masuk Islam melalui dakwah yang disampaikan oleh sahabat yang datang ke Yaman. Uwais sangat rajin mendlami agama, dan melaksanakan ibadah, walaupun dia belum pernah berjumpa dengan Rasulullah. Dia sangat ingin dapat berkunjung ke Madinah untuk berjumpa Rasulullah.  Pada suatu hari Uwais mendekati ibunya, mengeluarkan isi hatinya dan memohon izin kepada ibunya agar diperkenankan pergi menziarahi Nabi SAW di Madinah. Sang ibu, walaupun telah uzur, merasa terharu ketika mendengar permohonan anaknya. Beliau memaklumi perasaann Uwais, dan berkata : “Pergilah wahai anakku ! temuilah Nabi dirumahnya. Dan bila telah berjumpa, segeralah engkau kembali pulang”.Dengan rasa gembira ia berkemas untuk berangkat dan tak lupa menyiapkan keperluan ibunya yang akan ditinggalkan serta berpesan kepada tetangganya agar dapat menemani ibunya selama ia pergi. Sesudah berpamitan sambil menciumi sang ibu, berangkatlah Uwais menuju Madinah yang berjarak kurang lebih empat ratus kilometer dari Yaman. Medan yang begitu ganas dilaluinya, tak peduli penyamun gurun pasir, bukit yang curam, gurun pasir yang luas yang dapat menyesatkan dan begitu panas di siang hari, serta begitu dingin di malam hari, semuanya dilalui demi bertemu dan dapat memandang sepuas-puasnya paras baginda Nabi SAW yang selama ini dirindukannya. Tibalah Uwais al-Qarni di kota Madinah. Segera ia menuju ke rumah Nabi SAW, diketuknya pintu rumah itu sambil mengucapkan salam. Keluarlah sayyidatina ‘Aisyah r.a., sambil menjawab salam Uwais. Segera saja Uwais menanyakan Nabi yang ingin dijumpainya. Namun ternyata beliau SAW tidak berada di rumah melainkan berada di medan perang.&lt;br /&gt; Betapa kecewa hati sang perindu, dari jauh ingin berjumpa tetapi yang dirindukannya tak berada di rumah. Dalam hatinya bergolak perasaan ingin menunggu kedatangan Nabi SAW dari medan perang. Tapi, kapankah beliau pulang ? Sedangkan masih terngiang di telinga pesan ibunya yang sudah tua dan sakit-sakitan itu, agar ia cepat pulang ke Yaman,” Engkau harus lekas pulang”. Karena ketaatan kepada ibunya, pesan ibunya tersebut telah mengalahkan suara hati dan kemauannya untuk menunggu dan berjumpa dengan Nabi SAW. Ia akhirnya dengan terpaksa mohon pamit kepada sayyidatina ‘Aisyah r.a. untuk segera pulang ke negerinya. Dia hanya menitipkan salamnya untuk Nabi SAW dan melangkah pulang dengan perasaan haru. Sepulangnya dari perang, Nabi SAW langsung menanyakan tentang kedatangan orang yang mencarinya. &lt;br /&gt;Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa Uwais al-Qarni adalah anakyangtaatkepadaibunya. Ia adalah penghuni langit (sangat terkenal di langit).  Mendengar perkataan baginda Rosulullah SAW, sayyidatina ‘Aisyah r.a. dan para sahabatnya tertegun. Menurut informasi sayyidatina ‘Aisyah r.a., memang benar ada yang mencari Nabi SAW dan segera pulang kembali ke Yaman, karena ibunya sudah tua dan sakit-sakitan sehingga ia tidak dapat meninggalkan ibunya terlalu lama. Rosulullah SAW bersabda : “Kalau kalian ingin berjumpa dengan dia (Uwais al-Qarni), perhatikanlah, ia mempunyai tanda putih di tengah-tengah telapak tangannya.”  Sesudahitubeliau SAW, memandang kepada sayyidina Ali k.w. dan sayyidina Umar r.a. dan bersabda : “Suatu ketika, apabila kalian bertemu dengan dia, mintalah do’a dan istighfarnya, dia adalah penghuni langit dan bukan penghuni bumi”. &lt;br /&gt;Tahun terus berjalan, dan tak lama kemudian Nabi SAW wafat, hingga kekhalifahan sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq r.a. telah di estafetkan Khalifah Umar r.a. Suatu ketika, khalifah Umar teringat akan sabda Nabi SAW. tentang Uwais al-Qarni, sang penghuni langit. Beliau segera mengingatkan kepada sayyidina Ali k.w. untuk mencarinya bersama. Sejak itu, setiap ada kafilah yang datang dari Yaman, beliau berdua selalu menanyakan tentang Uwais al-Qorni, apakah ia turut bersama mereka. Diantara kafilah-kafilah itu ada yang merasa heran, apakah sebenarnya yang terjadi sampai-sampai ia dicari oleh beliau berdua. Rombongan kafilah dari Yaman menuju Syam silih berganti, membawa barang dagangan mereka. Suatu ketika, Uwais al-Qorni turut bersama rombongan kafilah menuju kota Madinah. Melihat ada rombongan kafilah yang datang dari Yaman, segera khalifah Umar r.a. dan sayyidina Ali k.w. mendatangi mereka dan menanyakan apakah Uwais turut bersama mereka. Rombongan itu mengatakan bahwa ia ada bersama mereka dan sedang menjaga unta-unta mereka di perbatasan kota. Mendengar jawaban itu, beliau berdua bergegas pergi menemui Uwais al-Qorni. Sesampainya di kemah tempat Uwais berada, Khalifah Umar r.a. dan sayyidina Ali k.w. memberi salam. Namun rupanya Uwais sedang melaksanakan sholat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengakhiri shalatnya, Uwais menjawab salam kedua tamu agung tersebut sambil bersalaman. Sewaktu berjabatan, Khalifah Umar segera membalikkan tangan Uwais, untuk&lt;br /&gt;membuktikan kebenaran tanda putih yang berada ditelapak tangan Uwais, sebagaimana pernah disabdakan oleh baginda Nabi SAW. Memang benar ! Dia penghuni langit. Dan ditanya Uwais oleh kedua tamu tersebut,siapakah nama saudara ? “Abdullah”, jawab Uwais. Mendengar jawaban itu, kedua sahabatpun tertawa dan mengatakan : “Kami juga Abdullah, yakni hamba Allah. Tapi siapakah namamu yang sebenarnya ?”&lt;br /&gt; Uwais kemudian berkata: “Nama saya Uwais al-Qorni”. Dalam pembicaraan mereka, diketahuilah bahwa ibu Uwais telah meninggal dunia. Itulah sebabnya, ia baru dapat turut bersama rombongan kafilah dagang saat itu. Akhirnya, Khalifah Umar dan Ali k.w. memohon agar Uwais berkenan mendo’akan untuk mereka. Uwais enggan dan dia berkata kepada khalifah: “Sayalah yang harus meminta do’a kepada kalian”. Mendengar perkataan Uwais, Khalifah berkata: “Kami datang ke sini untuk mohon do’a dan istighfar dari anda”. Karena desakan kedua sahabat ini, Uwais al-Qorni akhirnya mengangkat kedua tangannya, berdo’a dan membacakan istighfar. Setelah itu Khalifah Umar r.a. berjanji untuk menyumbangkan uang negara dari Baitul Mal kepada Uwais, untuk jaminan hidupnya. Segera saja Uwais menolak dengan halus dengan berkata : “Hamba mohon supaya hari ini saja hamba diketahui orang. Untuk hari-hari selanjutnya, biarlah hamba yang fakir ini tidak diketahui orang lagi”.&lt;br /&gt;Sikap tidak ingin dikenal, merupakan cara untuk mendapatkan kesempurnaan ikhlas. Pada suatu hari, banyak orang berjalan di belakang Ubay bin Ka’ab. Tiba-tiba khalifah bin Umar melihat keadaan demikian, maka dia segera mengambil cemeti mengusir orang-orang yang mengikuti sahabat Ubay tadi. Melihat sikap Umar, ada sahabat bertanya : Wahai Umar, apa yang kau lakukan ini ? Umar menjawab : Keadaan ini (mengikuti seseorang sahabat ) dapat menjadi kehinaan bagi yang mengikuti dan menjadi bencana (fitnah ) bagi orang yang diikuti “.&lt;br /&gt;Ibnu Muhairiz berkata : “ kalau engkau sanggup untuk mengenal dan engkau tidak dikenal, engkau berjalan dan orang tidak berjalan kepada engkau, engkau bertanya dan engkau tidak ditanya, maka buatlah yang demikian “.&lt;br /&gt;Ali bin Abi Thalib berkata : “ Engkau member dan engkau tidak termasyhur (terkenal). Dan jangan engkau mengangkat diri engkau supaya engkau disebut orang. Belajarlah dan sembunyikanlah dan  diamlah, niscaya engkau selamat.”.&lt;br /&gt;Wallhu A’lam. &lt;br /&gt;*Disampaikanoleh Muhammad Arifin Ismail  dalam pengajian Ummahatul Muslimah, Condo Bestari, Kuala Lumpur,  Jumat 9 Februari 2011.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1080924641691425531-3550818540296623011?l=arifinismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifinismail.blogspot.com/feeds/3550818540296623011/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifinismail.blogspot.com/2011/02/alhikam-11-ikhlas-dan-khumul.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1080924641691425531/posts/default/3550818540296623011'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1080924641691425531/posts/default/3550818540296623011'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifinismail.blogspot.com/2011/02/alhikam-11-ikhlas-dan-khumul.html' title='ALHIKAM 11 : IKHLAS DAN KHUMUL'/><author><name>ARIFIN ISMAIL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03576065139401199131</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1080924641691425531.post-1630595791953530234</id><published>2011-02-10T02:34:00.000-08:00</published><updated>2011-02-10T02:37:51.409-08:00</updated><title type='text'>Valentine's Day : Sikap muslim.</title><content type='html'>Pada setiap pertengahan bulan Februari, banyak di antara generasi muda muslim yang ikut-ikutan  hari Valentine ( Valentine’s day ) yang juga mereka sebut dengan Hari Cinta Kasih atau  Hari Kasih Sayang. Padahal kalau dikaji lebih lanjut, perayaan tersebut adalah budaya Barat yang berasal dari salah satu tradisi dalam agama nasrani. Oleh sebab itu, seorang muslim tidak boleh merayakan hari tersebut, sebab hari itu merupakan bagian dari perayaan agama Kristen dan tradisi romawi. Pada awalnya bangsa Romawi merayakan acara untuk memperingati suatu hari besar mereka, yang jatuh setiap 15 Februari, yang mereka namakan Lupercalia. Peringatan ini dirayakan guna menghormati perkawinan antara Dewa Juno (Tuhan Wanita)  dengan Dewa Pan (Tuhan dari alam ini),dalam agama pagan Romawi kuno.. Pada saat itu, digambarkan orang-orang muda “laki-laki dan wanita” memilih pasangannya masing-masing dengan menuliskan nama atau mengundi nama dari orang-orang yang diminati dan dicintainya, kemudian pasangan ini saling tukar bertukar hadiah sebagai pernyataan cinta kasih. Acara ini dilanjutkan dengan berbagai macam pesta hura-hura bersama pasangan masing-masing.  Setelah penyebaran agama Kristen, Para Pemuka Gereja mencoba memberikan pengertian ajaran Kristen terhadap para pemuja berhala itu. Pada tahun 496 Masehi, Paus Gelasius (Pope Gelasius) mengganti peringatan Lupercalia itu menjadi Saint Valentine’s Day, yaitu Hari Kasih Sayang Untuk Orang-Orang Suci. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain versi lagi,  banyak pula ahli sejarah lain yang  mengkaitkan Hari Valentine tersebut dengan Pendeta St. Valentine yang lain. St. Valentine yang satu ini  adalah seorang Bishop (Pendeta) di Terni, satu tempat sekitar 60 mil dari Roma. Pendeta tersebut dikejar-kejar karena mempengaruhi beberapa keluarga Romawi dan memasukkan mereka ke dalam agama Kristen. Kemudian ia dipancung di Roma sekitar tahun 273 masehi. Sebelum kepalanya dipenggal, Pendeta itu mengirim surat kepada para putri penjaga-penjaga penjara dengan mendo’akan semoga bisa melihat dan mendapat kasih sayang Tuhan dan kasih sayang manusia. “Dari Valentinemu” demikian tulis Valentine pada akhir suratnya itu. Surat itu tertanggal 14 Februari 270 M. sehingga tanggal tersebut ditetapkan sebagai Valentine’s Day atau Hari Kasih Sayang. St.Valentine diangap sebagai lambang kasih sayang, apalagi pendeta tersebut dihukum sebab keberaniannya melawan penguasa Romawi, ditambah lagi di akhir hayatnya pendeta itu memberikan ucapan kasih sayang kepada putri orang yang menghukumnya, maka sebagai lambang Kahis sayang, dijadikanlah hari kematiannya tersebut menjadi hari kasih sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;               Sejak kematiannya kisah Saint Valentine seperti tertiup angin, menyebar dan meluas sampai tak satu pelosok di daerah Roma yang tak mendengar kisah hidup dan kematiannya. Kakek dan Nenek mendongengkan cerita Saint Valentine pada cucunya sebagai dengan nada semangat dan penuh ekspresi. Orang-orang tua selalu menasehatkan pada anaknya, “kelak jika besar nanti, jadilah kau seperti Saint Valentine.” Pokoknya, Saint Valentine adalah sosok idola. Tutur katanya, gaya hidupnya, ketaatannya dalam memegang teguh keyakinannya menjadi acuan semua orang. Sampai pada akhirnya nama Valentine menjadi simbol kasih sayang. Tapi kebiasaan ini tak lama bertahan, sedikit demi sedikit kebiasaan menghormati Saint Valentine sebagai tokoh yang penuh kasih sayang berubah. Peringatan kematian Saint Valentine pada tanggal 14 Pebruari berubah menjadi hari memilih pasangan di antara kaum muda. Saling memberi hadiah dan mengucapkan rasa suka. Akhirnya dari hari kasih sayang, menjadi hari cinta berahi, dan hari kemaksiatan. Dari sejarah perjalanan Valentine’s Day ini, sudah selayaknya umat Islam, khususnya generasi muda, untuk tidak mengadakan, memperinci, bahkan mengistimewakannya. Dari kajian sejarah diatas terbukti bahwa Hari Valentine bukanlah sekedar budaya Barat tetapi budaya yang berhubungan dengan agama Romawi kuno, yang masih menyembah dewa – dewa dan juga berhubungan dengan agama Nasrani. Oleh sebab itu dapat disimpulkan bahwa seorang muslim tidak boleh sama sekali ikut-ikutan dalam merayakan hari Valentine tersebut, karena dengan ikut merayakannya berarti juga merayakan hari kebesaran agama yang lain. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat Islam harus sadar bahwa orang kafir akan berusaha untuk merusak agama kita dengan berbagai cara, termasuk dengan memasukkan budaya mereka dalam kehidupan muslim. Inilah yang dijelaskan dalam kandungan  Surah  Al Baqarah  ayat   120 yang artinya : “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti millah (cara hidup) mereka. katakanlah ; sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar). Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam surat itu Allah ingin menyampaikan pesan, bahwa kaum Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah berhenti dan tidak pernah lelah melakukan usaha mereka. Dengan cara halus ataupun menghalalkan segala cara. Salah satunya dengan menggerogoti mental dan akidah pemuda-pemuda Islam. Jika pemuda Islam yang di masa depan diharapkan menjadi pembela dan pembawa panji kebesaran Islam sudah porak poranda, tinggal menunggu waktunya saja untuk menghancurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Dalam firmannya yang lain Allah juga memperingatkan, “Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak mengetahui tentang hal itu. Sesungguhnya pendengaran, pengelihatan dan hati, semuanya akan diminta pertanggungjawabannya.” (QS. Al Israa’:36). Dari ayat ini umat Islam tidak boleh mengikuti sesuatu tanpa menegtahui asal-asul sesuatu tersebut. Sejarah menyatakan bahwa \Valentine itu adalah budaya romawi kuno dan agama Kristen, oleh sebab mengikuti perayaan tersebut, membesarkan hari tersebut sama dengan membesarkan hari agama lain. Tapi sangat disyangkan pada saat sekarang ini, banyak generasi muslim, malahan ada partai politik islam yang menjadikan perayaan hari Valentine menjadi kesempatan menarik pemilih muda dengan ikut-ikut merayakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                Dalam sebuah sabdanya Rosulullah berpesan, “Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia menjadi bagian atau menjadi satu dengan kaum yang ditirunya.” (HR. Ibnu Hambal dan Abi Daud). Hadis ini menyatakan bahwa umat Islam tidak boleh meniru apapun kebiasaan dari suatu kaum yang lain, sebab dengan meniru perayaan tersebut, maka \nabi Muhammad meyatakan bahwa umat Islam sudah menjadi bagian kaum yang lain.  Umat Islam tanpa sadar pada saat sekarng ini sudah terlalu banyak meniru perayaan dari suatu kaum, baik dalam pakaian, tanpa menghiraukan apakah pakaian itu membuka aurat tetapi karena model, fasion, maka pakaian itu dibeli, sebab ingin sama dengan orang barat. Dalam budaya seni juga selalu ikut dengan seni barat, tanpa melihat apakah seni  musik, seni budaya, itu untuk memuji Allah atau untuk mengutarakan nafsu birahi dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Dalam Islam, sikap kasih sayang merupakan sikap yang wajib dimiliki oleh setiap muslim dimanapun dia berada, dan simbol kasih sayang seorang muslim hanya rasulullah saw.. Dalam sirah kehidupan rasul,  terbukti bahwa Rasulullah adalah contoh teladan bagi kasih sayang, bukan hanya kepada sesama  manusia, tetapi juga kepada hewan dan makhluk lainnya. Malahan sikap kasih sayang rasulullah telah mendapat pujian dari Allah dengan firmanNya : ” Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang Rasul dari kalangan kamu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu , sangat menginginkan keimanan bagimu, amat belas kasihan lagi penyaynag terhadap sekalian orang yang beriman ” ( QS. At Taubah : 128 ). Dari ayat ini terlihat bahwa bagaimana Rasulullah sangat memperhatikan segala sesuatu yang dapat menyelamatkan kehidupan manusia bukan saja dari penderitaan di dunia, juga daripada penderitaan di akhirat. Oleh sebab itu beliau tanpa pernah jemu mengajak umat manusia dalam keimanan sebab dengan cara itulah manusia selamat dari segala bentuk kesusahan dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah sangat menganjurkan kasih sayang kepada seapa saja, sehingga beliau bersabda : ” Tidaklah kamu termasuk orang beriman, sebelum kamu saling kasih-mnengasihi ”. Sahabat bertanya : ” Ya rasulullah, kami telah berbuat saling sayang-menyayangi sesama kami ”. Rasulullah saw menjawab : ” Kasih sayang yang aku maksudkan bukanlah kasih sayang hanya sebatas kamu dengan kelompokmu saja, atau sesama kamu saja, tetapi kasih sayang yang kamu berikat kepada semua orang ” ( Hadis riwayat Thabrani ). Hadis ini menyuruh umat Islam untuk saling kasih mengasihi bukan hanya sesama kelompok atau golongan, sebagaimana banyak terjadi sekarang ini, tetapi untuk sekalian manusia semuanya, dan itu merupakan bukti keimanan seorang muslim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Dalam hadis yang lain disebutkan bahwa Rasulullah bersabda : ” Demi Dzat yang diriku berada ditanganNya, sesungguhnya Allah tidak akan menurunkan kasih sayangNya kecuali kepada orang yang berhati belas kasihan kepada orang lain ”. Sahabat berkata : ” Ya rasulullah, kami sudah  saling menyayangi sesama kami ”. Rasulullah menjawab : ” Bukanlah belas kasihan itu hanya sebatas antara diri kamu dengan isteri dan kelompok kamu saja, tetapi kasih sayang yang diperintahkan itu adalah kasih sayang kepada seluruh kaum muslimin. ” ( hadis riwayat Tirmidzi ). Dari hadis ini terlihat bahwa kasih sayang Allah kepada umat Islam akan datang jika umat Islam saling kasih mengasihi sesama umat Islam seluruhnya, bukan hanya sekadar satu kumpulan, satu golongan, satu mazhab, satu partai, dan lain sebaginya sebagaimana yang terjadi selama ini. Malahan dari hadis ini dapat dipahami, bahwa rahmat dan kasih sayang Al;lah terhalang kepada umat islam hari ini akibat akibat sikap umat Islam yang hanya mengasihi kawan sekelompok, satu usrah, satu partai saja, tanpa mengasihi umat Islam di kelompok yang lain atau golongan yang lain. Semoga di masa mendatang umat islam tanpa memperlihtakan sikap kasih sayang kepada semua orang tanpa harus mengikuti Hari Kasih Sayang Gaya Valentine. Mari tunjukkan umat Islam adalah umat kasih sayang dengan mencontoh kasih sayang rasulullah saw . Fa’tabiru ya ulil Albab. ( M.Arifin ismail ).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1080924641691425531-1630595791953530234?l=arifinismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifinismail.blogspot.com/feeds/1630595791953530234/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifinismail.blogspot.com/2011/02/valentines-day-sikap-muslim.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1080924641691425531/posts/default/1630595791953530234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1080924641691425531/posts/default/1630595791953530234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifinismail.blogspot.com/2011/02/valentines-day-sikap-muslim.html' title='Valentine&apos;s Day : Sikap muslim.'/><author><name>ARIFIN ISMAIL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03576065139401199131</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1080924641691425531.post-4108576894161682119</id><published>2011-02-02T16:12:00.000-08:00</published><updated>2011-02-02T16:17:28.224-08:00</updated><title type='text'>SILATURAHMI UMAT AGAMA DAN PLURALISME AGAMA</title><content type='html'>Menurut situs voice of islam (01/2/2011) menyatakan bahwa : “ Para tokoh lintas agama akan menggunakan isu toleransi umat beragama untuk menggelar pesta silaturrahim antaragama. Pekan ini, Ahad (6/2/2011), Inter Religious Council Indonesia (IRC) yang dimotori oleh para tokoh lintas agama akan menggelar Pekan Kerukunan antar Umat Beragama se-Dunia (World Interfaith Harmony Week) di Istora Senayan, Jakarta, sejak pukul 09.30- 12.00 WIB. Mereka menargetkan agar perayaan pluralisme ini akan dihadiri oleh sepuluh ribu umat dari berbagai agama “. Dalam jumpa pers, Senin (31/12011) pagi, Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin didampingi oleh sejumlah tokoh lintas agama, di antaranya: Pdt. Andreas Yewangoe (Ketua Umum PGI),  Mgr. Martinus Situmorang (Ketua KWI), Romo Beny Susetyo (Ketua Umum PGI), S Udayana (Hindu), Rusli (Walubi), dan Uung Sendana (Matakin). Dikatakan oleh Andreas Yewangoe, beberapa tahun terakhir ini, ada kecenderungan peningkatan kekerasan atas nama agama di beberapa tempat. Dengan latar belakang itu, para tokoh lintas agama merasa perlu mengadakan perayaan kerukunan antar umat beragama sedunia. ”Sesungguhnya agama bisa memainkan peran yang positif, juga sekaligus negatif, terlebih jika agama disikapi secara keliru. Kami berharap, kerukunan itu tidak hanya terjadi di tingkat atas atau elit politik, tapi juga di level bawah,” kata Andreas.&lt;br /&gt;Perayaan yang diadakan oleh IRC Bhineka Tunggal Ika ini mendapat dukungan oleh CDCC (Center for Dialogue and Cooperation Among Civilization), PP Muhammadiyah, ORBIT, PGI (Persatuan Gereja Indonesia), KWI (Konferensi Wali Gereja), MATAKIN (Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia), WALUBI (Wakil Umat Budha Indonesia) dan Majelis TAO Indonesia. Rencananya, kegiatan tersebut akan menyampaikan pesan kerukunan dari tokoh agama, Sekjen Religious For Peace New York dan dari tokoh nasional. Sejumlah selebritis ibukota seperti Rossa, Edo Kondolegit, Delon, Iis Dahlia, Cici Paramida, Kristina, Debu,  Trio Fatimah diiringi oleh Orkestra Dwi Darmawan akan meramaikan perayaan ini. ”Kegiatan ini juga mempertunjukkan budaya Barongsai, bela diri Tapak Suci, Wushu, Nichiren Shosu, dan marching band,” tandas Din. Dikatakan Din Syamsuddin, perayaan yang bertema ”Harmony in Diversity World Interfaith Harmony Week” ini merupakan program Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) yang diselenggarakan setiap minggu pertama bulan Februari. Kegiatan tahunan PBB ini dimaksudkan untuk mengakhiri perjalanan panjang pertikaian antar agama dan kekerasan, sehingga umat beragama dapat hidup layak dan damai tanpa perang maupun kekerasan. Demikian berita yang kutip oleh situs tersebut.&lt;br /&gt;Jika perayaan ini hanya untuk menekankan pada silaturahmi antar umat agama, toleransi beragama, membentuk masyarakat yang harmonis dan damai maka hal tersebut adalah suatu yang baik. Tetapi perkara ini jangan sampai kepada mencampur adukkan antara ritual keagamaan antar agama, seperti doa bersama, ibadah bersama, dan lain sebagainya, apalagi sampai kepada pemahaman kesamaan agama yang merupakan inti daripada paham Pluralisme. Karena menurut  Fatwa MUI Nomor 7/MUNAS VII/MUI/II/2005 tentang Pluralisme,  Liberalisme dan Sekularisme Agama menyatakan bahwa :&lt;br /&gt;Pluralisme agama yang dimaksud dalam fatwa adalah suatu paham yang mengajarkan bahwa semua agama adalah sama dan karenanya kebenaran setiap agama adalah relative; oleh sebab itu, setiap pemeluk agama tidak boleh mengkalim bahwa hanya agamanya saja yang benar sedangkan agama yang lain salah. Pluralisme juga mengajarkan bahwa semua pemeluk agama akan masuk dan hidup dan berdampingan di surga. Oleh sebab itu MUI memutuskan hukum bahwa :&lt;br /&gt;1.    Pluralism, Sekualarisme dan Liberalisme agama sebagaimana dimaksud pada bagian pertama adalah paham yang bertentangan dengan ajaran agama islam. &lt;br /&gt;2.    Umat Islam haram mengikuti paham Pluralisme Sekularisme dan Liberalisme Agama. &lt;br /&gt;3.    Dalam masalah aqidah dan ibadah, umat islam wajib bersikap ekseklusif, dalam arti haram mencampur adukan aqidah dan ibadah umat Islam dengan aqidah dan ibadah pemeluk agama lain. &lt;br /&gt;4.    Bagi masyarakat muslim yang tinggal bersama pemeluk agama lain (pluralitas agama), dalam masalah sosial yang tidak berkaitan dengan aqidah dan ibadah, umat Islam bersikap inklusif, dalam arti tetap melakukan pergaulan sosial dengan pemeluk agama lain sepanjang tidak saling merugikan. &lt;br /&gt;Kekerasan dan peperangan di dunia sebenarnya bukan karena agama, karena tidak ada agama yang mengajarkan kekerasan dan perang. Jika terjadi perang dalam sejarah agama, bukan karena agama tersebut mengajarkan perang tetapi karena sikap mempertahankan diri daripada serangan lawan. Jangankan mempertahankan agama, jika seseorang diserang oleh orang lain secara individu mka dia wajib mempertahankan dirinya. Oleh sebab itu perdamaian masyarakat tidak memerlukan paham Pluralisme agama, tetapi yang diperlukan bahwa setiap pemeluk agama menjalankan agamanya masing-masing dengan penuh penghatayatan. Oleh sebab itu tidak ada alasan jika paham Pluralisme dikembangkan untuk mendamaikan dunia, sebab penyatuan agama bukan merupakan solusi, tetapi akan menjadi bencana bagi agama itu sendiri. Silaturahmi antar umat beragama tidak boleh menjadi ajang penyebaran paham pluralism agama, tetapi merupakan pertemuan silaturahmi tanpa diiringi dengan upacara keagamaan secara bersama seperti doa bersama, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Untuk mewujudkan masyarakat damai, diperlukan adalah pendidikan akhlak dan sikap toleransi antar umat beragama, bukan merubah dan menyatukan ritual dan keyakinan. Pada waktu orang kafir Makah datang kepada Rasululullah mengajak rasul untuk menyembah Tuhan mereka selama setahun, dan kemudian nanti mereka akan menyembah Allah selama setahun pula, maka Allah segera menurunkan surah al Kafirun : “ Katakan hai Muhammad  : “ Hai orang kafir, Aku tidak pernah menyembah apa yang kamu sembah dan kamu tidak perlu menyembah apa yang aku sembah. Aku tidak pernah menyembah apa yang telah kamu sembah, dan kamu juga tidak pernah menyembah apa yang telah aku sembah. Bagi kamu agama kamu dan bagiku agamaku “. ( Qs. AlKafirun : 1-6 ). &lt;br /&gt;Ayat “ aku tidak menyembah apa yang kalian sembah dan kalian tidak perlu menyembah apa yang aku sembah “ merupakan sikap bahwa umat Islam tidak boleh mencampuradukkan doa, ibadah, ritual dengan umat yang lain. Tetapi sikap tegas tersebut diikuti dengan sikap menghormati agama yang lain “ bagi kamu agama kamu dan bagiku agamaku “. Penghormatan kepada agama yang lain bukan berarti pengakuan agama yang lain. Banyak orang salah memahami ayat ini dengan mengatakan bahwa al Quran saja mengakui agama yang lain. Dalam ayat ini hanya penghormatan umat agama terhadap agama lain, tetapi bukan pengakuan kebenaran agama yang lain, sebab bagi umat islam agama yang benar adalah Islam, sebab dalam al Quran dinyatakan bahwa “ Sesungguhnya agama yang benar di sisi Allah adalah Islam “. ( Qs. Ali Imran :19 ). Kebenaran agama bagi umat islam hanya ada pada Islam. Walaupun umat agama lain meyakini kebenaran agama pada agamanya masing-masing, tetapi umat Islam tidak boleh meyakini kebenaran agama lain, sebab jika dia meyakini kebenaran ada pada semua agama, berarti dia telah ragu dengan kebenaran agamanya sendiri.  Oleh sebab itu keyakinan akan kebenaran agama Islam harus diikuti dengan pengakuan bahwa agama yang lain tidak diterima disisi Allah sebagaimana dinyatakan dalam al Quran :  “ Siapa yang mencari agama selain Islam, maka sekali-kali tidak diterima agama itu daripadanya dan dia di akhirat termasuk orang yang merugi  “ ( Qs. Ali Imran : 85 ) Pengakuan kesalahan agama lain dari umat Islam bukan berarti membolehjkan umat Islam melakukan kekerasan kepada mereka. Islam melarang melakukan kekerasan kepada umat yang lain, walaupun mereka itu adalah berbeda agama dan keyakinan. Tetapi sikap menghormati keyakinan orang lain jangan sampai meyakini kebenaran agama lain. Disinilah perbedaan antara sikap menghargai banyaknya agama (pluralitas agama) dan mengakui kebenaran agaam-agama (paham pluralism agama) dan menggabungkan ritual,hokum dan ajaran agama-agama (sikap  pluralism agama). Islam hanya mengakui keberadaan (bukan kebenaran) agama-agama, dan mengharamkan umatnya untuk meyakini  kebenaran lain dan mencampur adukkan ritualnya dengan ritual agama yang lain. Semoga kita tetap waspada dengan segala agenda yang akan merusak keyakinan beragama. Fa’tabiru ya ulil albab.( Muhammad Arifin ismail /Buletin ISTAID , 5 Februaru 2011 )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1080924641691425531-4108576894161682119?l=arifinismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifinismail.blogspot.com/feeds/4108576894161682119/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifinismail.blogspot.com/2011/02/silaturahmi-umat-agama-dan-pluralisme.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1080924641691425531/posts/default/4108576894161682119'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1080924641691425531/posts/default/4108576894161682119'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifinismail.blogspot.com/2011/02/silaturahmi-umat-agama-dan-pluralisme.html' title='SILATURAHMI UMAT AGAMA DAN PLURALISME AGAMA'/><author><name>ARIFIN ISMAIL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03576065139401199131</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1080924641691425531.post-8474193923136145978</id><published>2011-01-31T18:23:00.000-08:00</published><updated>2011-01-31T18:30:51.162-08:00</updated><title type='text'>DUSTA DAN INGKAR JANJI</title><content type='html'>“ Hai orang yang beriman , tepatilah semua janji “ ( QS. AlMaidah: 1 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin Khansa berkata : “ Aku telah mengadakan transaksi jual beli dengan Rasulullah sebelum beliau menjadi rasul. Pada suatu hari, kami berjual beli, dan ada sebagaian barang miliknya yang tertinggal. Maka aku berjanji dengan Muhammad bahwa aku akan datang sisa barang tersebut kepadanya  ke suatu tempat yang kami sepakati. Aku lupa dengan janji pertemuan tersebut, dan setelah tiga hari, baru ku ingat janji tersebut. Aku segera datang ke tempat pertemuan yang kami sepakati, dan kulihat Rasulullah masih berada di tempat yang kami berjanji tersebut. Sebaik aku sampai ke tempat tersebut, Rasulullah hanya berkata : Wahai anak muda, engkau telah menyusahkan aku, semenjak tiga hari yang lalu “.  Begitulah teguhnya Nabi Muhammad memegang janji, sehingga beliau menungu selama tiga hari, padahal kawan perniagaan telah terlupa dengan janji pertemuan tersebut.&lt;br /&gt;Pada suatu hari yang lain, Rasulullah menjanjikan seorang pembantu kepada AbulHaitam bin Tayihan. Tak lama kemudian nabi mendapat tiga tawanan perang, kemudian nabi membagidua  tawanan perang kepada sahabat-sahabat yang ikut perang, tinggallah satu orang tawanan. Tak lama kemudian datang Fatimah meminta seorang pembantu dari tawanan perang tersebut sambil berkata : “ Tidakkah ayah melihat bekas menggiling bumbu makanan di tangan Fatimah ini ? “. Rasulullah saw menjawab : “ Bagaimana dengan janjiku kepada Abu Haitam ? “. Rasulullah lebih mendahulukan tawanan perang itu diberikan kepada Abul haitam daripada anaknya sendiri Fatimah, sebab dia telah berjanji terlebih dahulu dengan Abul Haitam.&lt;br /&gt;Shabat nabi, Sayidina Umar bin Khatab sangat takut jika dia tidak menepati janji, sehingga sewaktu beliau hamper wafat, dia berkata : “ Sesungguhnya seorang laki-laki dari suku Quraisy telah meminang anak perempuanku, dan aku telah berjanji kepadanya akan menikahkannya dengan putriku. Aku khawatir, jika ajalku sampai, aku belum menepati janji tersebut, dan aku tidak ingin mati dalam keadaan sepertiga munafik. Maka saksikanlah olehmu seklian, bahwa aku telah menikahkan anak perempuanku dengan laki-laki itu “ &lt;br /&gt;Menepati janji dan berkata benar merupakan sikap orang beriman, sedangkan berkata bohong dan mengingkari janji merupakan sifat orang munafik. Dalam hadis disebutkan : “ Tiga perkara, barangsiapa ada padanya tiga perkara tersebut, maka dia itu orang munafik walaupun dia berpuasa, mengerjakan shalat dan mengaku muslim. Tiga perkara itu adalah : apabila berkata , maka dia berdusta, apabila berjanji, maka dia mengingkari, dan apabila diberi amanah, maka dia berkhianat “. ( riwayat Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah ). Dalam hadis yang lain disebutkan : “ Ada empat perkara barangsiapa ada padanya sifat tersebut, maka dia adalah munafik. Barangsiapa yang ada satu sifat saja dari empat sifat tersebut, maka dia sudah diangap orang munafik, sampai dia meninggalkan sifat tersebut. Sifat tersebut adalah : apabila berbicara maka ia berdusta, apabila berjanji maka dia mengingkari janji, apabila membuat perjanjian, maka dia membelok, dan apabila bermusuhan maka dia mendzalimi orang yang memusuhinya tersebut “ ( riwayat Bukhari, Muslim dari Abdullah bin Amr ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam islam, mengingkari janji tersebut juga termasuk bagian daripada dusta dan bohong, yang merupakan dosa besar. Dalam sebuah hadis Rasululah saw bersabda : “ Tidakkah aku beritahu kamu sekalian apa itu dosa-dosa besar ? Yaitu syirik kepada Allah dan durhaka kepada orangtua “. Kemudian Rasulullah duduk, seraya berkata : “ juga berkata dusta “ ( riwayat Bukhari Muslim dari Abi barkat ).&lt;br /&gt;Oleh sebab itu menurut Aisyah : “ Tidak ada suatu sifat yang sangat berat dirasakan nabi jika sifat itu ada pada sahabatnya daripada sifat dusta. Jika Rasulullah melihat sifat tersebut ada pada sahabatnya, maka tidak hilang perkara itu dari dadanya sebelum beliau mengetahui benar-benar bahwa sahabat tersebut telah berubah sikap, tidak berdusta lagi dan bertobat kepada Allah ( riwayat Ahmad ).&lt;br /&gt;Abdullah bi Umar mengatakan : Rasulullah datang ke rumah kami, dan saya pada waktu itu masih kanak-kanak. Saya sedang bermain-main, dan tak lama kemudian ibuku berkata : “ Hai Abdullah, mari kesini, aku akan memberikan kepadamu sesuatu “. Rasulullah bertanya : “ Apa yang akan engkau berikan kepadanya ? “. Ibuku menjawab : “ Kurma “. Rasulullah kemudian berkata : “ Jika engkau tidak member apa yang engkau janjikan maka engkau telah berdusta “. ( riwayat Abu daud ).&lt;br /&gt;Rasulullah mendengar pembicaraan seorang peniaga dengan pembeli yang akan membeli kambing. Si penjual berkata : “Demi Allah, aku tidak akan menjual kambing ini kecuali dengan harga sekian”. Si pembeli juga bersumpah : “ demi Allah aku tidak akan membeli kambing ini kecuali dengan harga sekian “. Ternyata tak lama kemudian, nabi melihat bahwa kambing tersebut sudah dibeli bukan dengan harga yang dinyatakan dalam sumpah keduanya. Rasulullah berkata : “ kalian berdua telah melakukan dosa melanggar sumpah, dan wajib bagi kalian berdua untuk membayar kifarat sumpah “. Sahabat yang medengar bertanya : Ya rasulullah, bukankah mereka telah melakukan jual beli ? rasulullah menjawab sahabat tersebut : Ya, benar, tetapi mereka telah melanggar sumpahnya masing-masing, mereka berkata dan mereka berdusta, maka mereka berdosa “. ( riwayat Ahmad ).&lt;br /&gt;Seorang mukmin tidak boleh berdusta, sehingga pada suatu hari Abdullah bin Jarrad bertanya kepada Nabi : “ Ya Rasulullah, adakah seorang mukmin itu berzina ? Nabi menjawab : “ kadang-kadang ada “, kemudian Abdullah bin Jarrab bertanya lagi : “ Adakah orang mukmin itu berdusta ? nabi menjawab : Orang mukmin itu tidak berdusta “, kemduan nabi membacakan ayat 10 dari surah An nahl : “ Sesungguhnya orang yang melakukan pembohongan dan dusta adalah mereka yang tidak beriman kepada ayat-ayat Nya “. Sebab itu rasulullah mengajarkan umatnya untuk berdoa terhindar daripada dusta : “ Allahumma tahhir qalbi minan nifaq, wa farji minaz zina, wa lisani minal kadzib , Ya Allah, sucikanlah diriku daripada sifat munafik, sucikan kemaluanku daripada zina, dan sucikanlah lisanku daripada dusta “. ( riwayat Muslim dari abu Hurairah ).&lt;br /&gt;Demikian juga seorang pemimpin harus berkata jujur, menepati janji, dan tidak boleh berdusta sebagaimana pesan nabi kepada Muaz sewaktu melantiknya menjadi gubernur yaman : “ Aku wasiatkan kepadamu agar bertakwa kepada Allah, benar dalam kata-kata, tunaikan amanah, tetapi janji, berikan salam, dan rendahkan dirimu kepada orang lain “. ( riwayat Abu Nu’aim ). Demikian juga pesan Abubakar sewaktu dilantik menjadi Khalifah. Dalam pidato pelantikan Abubakar berkata : “ Pada tahun pertama hijrah, rasulullah berdiri di tengah-tengah kami, beliau menangis dan berkata : “ Haruslah kamu bersikap benar, sebab kebenaran itu bersama kebaikan, dan kedua-duanya itu di dlaam surga “. ( riwayat Ibnu Majah ). Dalam Al Quran dinyatakan bahwa perkatan benar itu dapat meneguhkan kedudukan seseorang : “ Allah meneguhkan kedudukan orang yang beriman dengan perkataan yang teguh dalam kehidupan dunia ini dan kehidupan di hari akhirat nanti “ ( QS.Ibrahim : 27 ).  Oleh sebab itu Rasulullah bersabda : “ Ada empat perkara jika kamu lakukan maka tidak dapat mendatangkan melarat bagi dirimu yaitu : pembicaraan yang benar, memelihara amanah, baik tingkah laku, dan menjaga makanan ( daripada yang haram atau syubhat). &lt;br /&gt;Dari keterangan diatas dapat dilihat bahwa sikap jujur, tidak berdusta, menepati janji, merupakan syarat utama dalam kehidupan masyarakat, baik dari seorang pemimpin, pejabat, pegawai, pedagang, sampai sikap dari seorang ibu dengan anaknya yang maish kecil. Selama sifat ini ada, maka masyarakat akan terpelihara dan mendapat kbaikan, tetapi sebaliknya selama sifat dusta terdapat dalam negara, dalam perniagaan, dalam pendidikan dan ilmu, dalam masyarakat, dalam media, dalam keluarga, maka kebaikan dalam masyarakat tidak tercapai, walaupun masyarakat tersbeut banyak shalat, banyak zikir, banyak umrah, masjid banyak dibangun, dan seremonial agama dilaksanakan. Fa’tabiru ya Ulil albab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1080924641691425531-8474193923136145978?l=arifinismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifinismail.blogspot.com/feeds/8474193923136145978/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifinismail.blogspot.com/2011/01/dusta-dan-ingkar-janji.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1080924641691425531/posts/default/8474193923136145978'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1080924641691425531/posts/default/8474193923136145978'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifinismail.blogspot.com/2011/01/dusta-dan-ingkar-janji.html' title='DUSTA DAN INGKAR JANJI'/><author><name>ARIFIN ISMAIL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03576065139401199131</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1080924641691425531.post-5642103631434989512</id><published>2011-01-31T18:21:00.000-08:00</published><updated>2011-01-31T18:23:01.511-08:00</updated><title type='text'>HADIAH UNTUK ORANGTUA YANG TELAH MENINGGAL</title><content type='html'>Dari Abu Hurairah , Rasulullah bersabda : Jika meninggal anak Adam, maka terputuslah amalnya ( amal orang yang meninggal ) kecuali tiga : Sedekah jariyah ( wakaf ) , ilmu yang bermanfat dan doa anak yang saleh “ ( hadis riwayat Muslim ).&lt;br /&gt;Dari Abi Usaid Malik bin Rabi’ah berkata bahwa ketika kami sedang duduk-duduk bersama Rasulullah, tiba-tiba datanglah seorang lelaki dari kabilah Bani Salamah berkata : “ Ya Rasulullah, adakah kebaikan yang dapat dilakukan kepada kedua orangtua saya yang telah meninggal dunia ? Rasul menjawab : Ada, yaitu engkau berdoa untuk keduanya, dan meminta ampunan atas dosa-dosanya, dan engkau menyelesaikan wasiat dan janji-janjinya / meneruskan amal  kebaikannya, dan menghubungkan silatiurahim  dengan saudara dan keluarganya, dan memuliakan kawan-kawannya “ ( Hadis diriwayatkan oleh Abu Daud , Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban dalam sahihnya  / Kitab Targhib dan tarhib,Ibnu Muzdir,  jilid 3, hal. 294 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Aisyah menceritakan bahwa seorang lelaki datang kepada Rasulullah bertanya : Ya Rasulullah, sesungguhnya ibuku telah meninggal dunia, dan dia tidak ada berwasiat apapun dan saya rasa kalau dia sempat berbicara dia akan bersedekah, apakah dia mendapat pahala jika aku bersedekah untuknya ? Nabi menjawab : Ya (bersedekahlah dan dia akan mendapat pahala ). Hadis sahih Bukhari dan Muslim dari Kitab Ruh ,Ibnu Qayim, hal. 163.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abbas menceritakan bahwa ibu dari sahabat Saad bin Ubadah meninggal dunia dan dia tidak ada di tempat kejadian pada waktu meninggal tersebut, maka segera dia menjumpai Rasulullah bertanya : Ya Rasulullah, ibuku telah meninggal dunia dan saya tidak sempat menyaksikannya, maka apakah berguna jika saya bersedekah untuknya ? Rasul menjawab : Ya. Sa’ad berkata : Aku bersaksi  bahwa aku telah memberikan sedekah bangunan ini sedekah untuknya “. ( Bukhari )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Usman bin Affan menceritakan bahwa pada suatu hari Rasulullah setelah selesai menguburkan mayat, maka beliau bersabda : “ Mintalah ampunan untuk mayat ini, dan mintakanlah ketetapan bagi dirinya sebab dia sekarang sedang disoal / ditanya “. ( hadis riwayat Abu daud ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amr bin Ash berwasiat kepada kawan-kawannya : Jika nanti kamu ikut menguburkan diriku, maka berdirilah kamu di atas kuburanku selama orang menyembelih kambing dan memotong-motong dagingnya “ ( hadis riwayat muslim ). Imam Syafii memberikan komentar selanjutnya : “ Diharapkan mereka membaca sebagian dari ayat-ayat al Quran, dan kalau dapat mengkhatamkan al Quran itu lebih baik “. ( lihat Kitab Riyadhus salihin, Imam Nawawi, bab doa kepada mayat, hal. 508 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari keterangan diatas  dalam masyarakat terdapat dua pendapat. Pertama mengatakan bahwa yang sampai kepada si mati hanya doa anak yang saleh, sebagaimana disebutkan dalam hadis pertama. Pendapat kedua menyatakan bahwa sedekah diniatkan kepada orang yang mati juga sampai berdasarkan hadis yang sahih. Jika sedekah sampai, maka pahala bacaan dan doa juga sampai sebab diqiyaskan kepada sedekah yang sampai. Mari kita sama-sama menghormati kedua pendapat tersebut, sebab kedua pendapat itu memiliki dalil yang sahih. Apalagi ini perkara sunat bukan wajib, sedang bertengkar itu adalah haram. Jangan sampai hal yang sunat membuat kita berdosa karena bertengkar dalam perbedaan pendapat. Fastabiqul khairat, mariberlomba untuk kebaikan. Wallahu A’lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1080924641691425531-5642103631434989512?l=arifinismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifinismail.blogspot.com/feeds/5642103631434989512/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifinismail.blogspot.com/2011/01/hadiah-untuk-orangtua-yang-telah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1080924641691425531/posts/default/5642103631434989512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1080924641691425531/posts/default/5642103631434989512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifinismail.blogspot.com/2011/01/hadiah-untuk-orangtua-yang-telah.html' title='HADIAH UNTUK ORANGTUA YANG TELAH MENINGGAL'/><author><name>ARIFIN ISMAIL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03576065139401199131</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1080924641691425531.post-5034478213459653614</id><published>2011-01-30T06:45:00.000-08:00</published><updated>2011-01-30T06:48:15.378-08:00</updated><title type='text'>IKHLAS : RUH AMAL PERBUATAN</title><content type='html'>ALHIKAM 10 : IKHLAS ADALAH  ROH AMAL PERBUATAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AMAL PERBUATAN ITU ADALAH KERANGKA SEDANGKAN ROHNYA TERDAPAT PADA KEIKHLASAN YANG  TERSEMBUNYI DALAM AMALAN TERSEBUT.( IBNU ATHAILLAH SAKANDARY )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENJELASAN :&lt;br /&gt;Setiap perbuatan manusia terdapat sesuatu yang dzahir dari perbuatan tersebut, yaitu yang dilakukan oleh anggota badan dan sesuatu yang dalam batin yaitu niat perbuatan yang tersembunyi di dalam hati sanubari si pembuat amal itu sendiri. Nilai suatu perbuatan akan ditentukan oleh kualitas perbuatan dan niat perbuatan, malahan niat perbuatan merupakan landasan dari seluruh perbuatan. Allah Taala hanya menerima perbuatan yang dilakukan dengan ikhlas. Ikhlas bukan berarti kosong, walaupun makna asal kata ikhlas yaitu “kha-la-sa” adalah kosong. Secara definisi ikhlas adalah sesuatu perbuatan yang dilakukan hanya karena Allah Taala. Hal ini dinyatakan dalam kitab suci Al Quran :&lt;br /&gt;QS. Bayinah 5 : Dan mereka tidak disuruh kecuali supaya untuk menyembah Allah dengan penuh keikhlasan dalam menjalankan agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;QS. AlKahfi : 110.  Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, Maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat  kepada Tuhannya".&lt;br /&gt;QS.Zumar : 3. Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;QS. An Nisa : 146. kecuali orang-orang yang taubat dan Mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;QS. AlAn’am : 162-163: Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagiNya; dan demikian Itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhlas adalah melakukan sesuatu perbuatan hanya karena Allah, karena perintah Allah “lillah “. Itulah sbabnya dalam setiap niat terdapat kalimat “lillahi Taala “. Keikhlasan niat karena Allah itu merupakan syarat diterimanya amal perbuatan, sebagaimana dinyatakan dalam hadis nabi : “ Sesungguhnya setiap amal perbuatan itu dilakukan dengan niat. Dan setiap seuatu itu mendapatkan balasan sesuai dengan niat amal perbuatannya. Barangsiapa yang berhijrah karena Allah dan RasulNya maka dia akan mendapatkan Allah dan RasulNya. Barangsiapa yang berhijrah karena mencari dunia atau mencari perempuan yang akan dinikahinya maka dia akan mendapatkan apa yang diniatkannya ”. ( riwayat Bukhari,Muslim,Abu Daud,Tirmidzi,Nasai ). Dari hadis ini ada tiga kategori tujuan amal yaitu Allah dan rasulNya, dunia ( lambang dari materi ) dan perempuan ( lambang dari hawa nafsu ). Setiap orang dalam berbuat tidak terlepas dari niat karena Allah, nitat karena materi atau niat karena mencari kepuasan hawa nafsu. Dan Allah Taala hanya menerima sesuatu perbuatan yang hanya diniatkan karena Allah, dan untuk Allah. Dalam sebuah hadis dari Abu Hurairah dinyatakan : ” Allah akan berkata nanti pada hari kiamat kepada orang yang syirik dalam beramal kepadaNya : Ambillah amal perbuatan itu untuk sesuatu yang engkau tujukan dan niatkan ” ( Hadis riwayat Thabrani dan Hakim ). Dalam hadis dari  Abu Hurairah dinyatakan bahwa Rasulullah saw bersabda : ” Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada bentuk kamu dan juga kepada  tidak melihat kepada badan kamu tetapi Dia hanya melihat kepada hati dan perbuatan kamu ”. Hal ini sesaui dengan ayat Al Quran :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;QS. Ali Imran : 29. Katakanlah: "Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu melahirkannya, pasti Allah Mengetahui" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;QS. Al hajj : 37. Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamu itulah yang dapat mencapainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hurairah mendengar nabi bersabda : ” Nanti manusia yang pertama disoal di hari kiamat adalah orang yang berperang di jalan Allah, sewaktu ditanya Allah : Apa yang telah engkau lakukan dalam hidupmu ? Orang itumenjawab : Saya telah berperang di jalanMu sehingga aku mati syahid ”. Allah menjawab : ” engkau telah berdusta, sebab engkau berperang bukan karena Aku, tetapi agar engkau disebut sebagai pahlawan, dan engkau telah mendapatkan sebutan tersebut, maka neraka tempatmu ”. Manusia kedua orang yang mengajar manusia, ditanya Allah : Apa yang engkau lakukan dalam hidupmu ? Orang itu menjawab : Saya telah mengajar ilmu dan al Quran.” Allah menjawab : “ engkau berdusta, sebab engkau mengajarkan ilmu bukan karena Aku, tetapi agar engkau dianggap sebagai orang alim, dan engkau mengajarkan Quran agar engkau dianggap Qari, dan engkau telah mendapatkan panggilan tersebut, maka ekarang neraka tempatmu “. Manusia ketiga adalah orangkaya yang banyak bersedekah, Allah bertanya : “ Apa yang telah engkau lakukan dalam hidupmu?”.Orang itu menjawab : “ aku telah membelanjakan hartaku , bersedekah siang dan malam “. Allah  menjawab : engkau melakukan itu bukan karena Aku tetapi agar engkau dipanggil sebagai seorang yang dermawan, dan engkau telah mendapatkan itu, maka neraka tempatmu “. ( Hadis Muslim /1905). Mengapa Allah tidak menerima amal perbuatan ketiga orang tersebut ? Karena mereka melakukan untuk dipanggil sebagai syahid,alim dan dermawan adalah riya’, dan  riya’ itu adalah syirik, dalam arti menduakan niat dalam suatu perbuatan. Orang yang ikhlas dalam al Quran disebut dengan alabrar yaitu mereka yang berkata: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;QS. Al Insan : 9. Sesungguhnya Kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih ”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab itu ulama mendefinisikan ikhlas yaitu (1) melakukan perbuatan hanya karena Allah (2) Melupakan pandangan makhluk dan thanya mengharapkan pandangan Allah. Oleh sebab itu Ibnu Qayim menyatakan : ” Barangsiapa yang mengharapkan ucapan ikhlas dari perbuatannya maka dia itu belum mencapai tingkatan ikhlas ”. Sehingga seorang ulama, Fudail berkata : Meninggalkan sesuatu perbuatan karena manusia adalah riya’ dan melakukan perbuatan karena manusia adalah syirik, sedangkan ikhlas adalah engkau selamat dari keduanya. Dengan ikhlas dalam beramal maka kita terhindar dari mereka yang mendapat kerugian beramal sebagaimana dinyatakan dalam al uran :&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;QS. AlKahfi 103-104 : Katakanlah: "Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya? Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya ”. Wallahu A’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( Muhammad Arifin Ismail/ Pengajian Ummahatul Muslimah, Kuala Lumpur, Jumat 28 Januari 2011)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1080924641691425531-5034478213459653614?l=arifinismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifinismail.blogspot.com/feeds/5034478213459653614/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifinismail.blogspot.com/2011/01/ikhlas-ruh-amal-perbuatan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1080924641691425531/posts/default/5034478213459653614'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1080924641691425531/posts/default/5034478213459653614'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifinismail.blogspot.com/2011/01/ikhlas-ruh-amal-perbuatan.html' title='IKHLAS : RUH AMAL PERBUATAN'/><author><name>ARIFIN ISMAIL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03576065139401199131</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1080924641691425531.post-2633743105235172580</id><published>2011-01-25T16:38:00.000-08:00</published><updated>2011-01-25T16:39:17.856-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>TANTANGAN UMAT ISLAM NUSANTARA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Sejarah awal perkembangan Islam &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 775 Masehi, seratus orang pedagang dari bani khalifah yang bermukim di daerah Timur Tengah ( sekitar kawasan Bahrain sekarng ) berlabuh di pesisir pantai sebelah barat pulau sumatera. Sebagai pedagang yang datang dari jauh, mereka dengan cepat dikenal oleh penduduk tempatan yang masih beragama hindu. Disamping sebagai pedagang, mereka mempunyai akhlak dan sikap yang terhormat, sehingga membuat penduduk tempatan bersimpati dengan mereka. Perbedaan agama antara mereka dengan penduduk tidak menjadi penghalang bagi mereka dalam bergaul, sebab mereka selalu menampakkan akhlak yang mulia, selalu ramah dengan siapa saja, disamping selalu membela yang lemah dan menolong orang yang susah. Sikap mereka ini membuat kedatangan mereka diterima oleh para penbduduk, dan akhirnya mereka menetap dan bermustautin di kawasan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil berdagang, dan bergaul mereka menerangkan kepada penduduk tentang ajaran agama yang mereka anut selama ini. Disebabkan sikap mereka yang begitu menarik simpati, sehingga dalam masa yang singkat banyak penduduk tempatan yang mengikuti ajaran agama mereka, bertauhid kepada Allah. Disamping sebagai pedagang, mereka juga melakukan dakwah ajaran tauhid kepada masyarakat, sehingga dalam masa yang singkat banyak penduduk tempatan yang mengikuti ajaran agama mereka. Sebagai pedagang yang sukses, mereka mendapat kedudukan yang terhormat di kalangan istana, dan kesempatan itu dipergunakan mereka untuk mengajak keluarga istana memahami ajaran agama tauhid yang mereka bawa. Diantara mereka ada yang beruntung dapat mempersunting putri raja, sehingga dalam masa yang singkat, keluarga raja telah memeluk ajaran agama Islam, dan pada tahun 825 berdirilah kerajaan islam pertama di Perlak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berdirinya kerajaan islam tersebut, maka pengaruh hindu mulai menipis di seluruh nusantara, dan dengan tersebarnya islam di seluruh pelosok nusantara, maka berdirilah kerajaan islam di tempat dan kawasan yang lain seperti kerajaan Samudera Pasai di Aceh, kerajaan Siak di Riau, kerajaan pagaruyung di sumatera barat, kerajaan Malaka  di Semenajung Malaya, kerajaan Tumasek ( sekarang bernama Singapore ), kerajaan Demak dan Mataram di pulau Jawa, kerajaan Kutai di kalimantan, kerajaan Ternate dan Tidore di pulau sulawesi, dan kerajaan islam lain yang terus bersambung dari patani di daerah selatan Thailand sampai ke Mindanau di Philipina.  Kerajaan islam yang bertebaran di kepulauan nusantara ini bagaikan mutiara di tengah lautan, dan menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia Islam disebabkan hasil rempah-rempah yang tersebar di seluruh dunia. Itulah sebabnya dalam sejarah islam, kerajaan Islam di nusantara termasuk dari rantai kekhalifahan islam yaitu kerajaan Islam baghdad, kerajaan Islam di Andalusia , kerajaan islam di India, kerajaan islam di Turki, dan kerajaan islam di Nusantara. Secara ekonomi, kerajaan islam di Nusantara menjadi kerajaan yang maju disebabkan perdagangan rempah-rempah ke seluruh dunia. Secara politik, umat islam Nusantara ttelah berjaya menghancurkan kerajaan hindu yang berkuasa sebelumnya. Secara kultural, Islam telah berhasil mengislamisasikan budaya dan adat yang sebe;lumnya berakar pada agama hindu. Secara intelektual , muslim nusantara berhasil melahirkan ulama dan cendekiawan muslim berkaliber dunia seperti Hamzah Fansuri, Nuruddin ar Raniri, Abdurrauf Singkel, Nawawi Al bantany, Daud al Fatani,  Abdul Khatib al Minangkawbawi dan lain sebagainya yang melahirkan karya tulis yang berkualitas tinggi. Oleh sebab dapat dikatakan bahwa sejak dari abad ketujuh sampai abad ketiga belas, umat islam nusantara merupakan umat islam yang berkualitas  dalam segala bidang dan merupakan rantai dari kejayaan mumat Islam dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Kedatangan Penjajahan di bumi nusantara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah telah membuktikan bahwa pada abad pertengahan yaitu sekitar abad ke tujuh sampai abad ke ketiga belas, masyarakat Islam merupakan masyarakat yang unggul dalam segala bidang, baik dalam kebudayaan, ekonomi, teknologi dan ilmu pengetahuan. Tetapi setelah keruntuhan kekhalifahan Islam di Spanyol ( Andalusia )   pada tahun 1492, maka  muncul motivasi dan tekad masyarakat Barat untuk menundukkan dan menaklukkan kerajaan-kerajaan Islam yang lain yang tersebar dari ujung Afrika sampai di ujung Asia.  Untuk merealisasi ide tersebut dipersiapkanlah armada eksipidisi untuk menjelajah dan menaklukkan seluruh kerajaan Islam. Misi penjelajahan tersebut dilaksanakan dibawah   pimpinan Christoper Columbus ( 1492 ) sehingga ekspidisi tersebut   sampai ke benua Amerika. Misi tersebut kemudian diikuti oleh Vasco da Gama ( 1498 ) menjelajah sampai ke Afrika Selatan dan India; dan kemudian pada tahun 1519 misi tersebut dilanjutkan oleh Ferdinand Magellan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Tujuan utama dari ekspidisi tersebut adalah menghancurkan kekuatan ummat Islam terutama kekuatan jaringan ekonomi Islam yang terbentang dari Timur Tengah, Goa di Benua India dan sampai ke Maluku di Asia Tenggara. Selama ini seluruh jaringan dan pusat-pusat kekuatan ekonomi tersebut dikuasai oleh pedagang-pedagang muslim, maka dengan eksipidisi  mereka berharap dapat menaklukkan jaringan diatas.  Di samping itu mereka juga akan menaklukkan kekuatan politik masyarakat Islam, ini terbukti dengan permintaan Alfonso de Albuquerque kepada Raja Portugis, King Emanuel I agar kapal-kapal dagang tersebut juga dibekali dengan alat teknologi persenjataan, sehingga memudahkan mereka untuk menghancurkan kota-kota yang akan mereka kunjungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1502 Vasco da Gama mendarat dan menguasai India dengan cara menyerang dan mengebom kota Calcutta yang pada sat itu dikuasai oleh pedagang Muslim India. Berita penyerangan dan penaklukan Calcutta tersebut diterima gembira oleh King Emanuel I dan segera mengirimkan ekspidisi yang kedua pada tahun 1505 di bawah pimpinan Almeida. Disebabkan oleh usaha pengiriman kapal ekspidisi tersebut, King Emanuel I diberi gelar kehormatan oleh Paus di Vatikan sebagai “ Raja Penakluk Ethiopia, Arab, Parsi dan India “. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1510 kapal Portugis yang dipimpin oleh  Alberqueque menguasai dan menaklukkan kota Goa di India. Kemudian selangkah demi selangkah tanah India dikuasai mereka dengan cara membuat pertentangan-pertentangan antara kerajaan Islam dengan kerajaan hindu seperti antara kerajaan Islam di Bijabur dan kerajaan hindu di Vijayanagar. Dengan politik pecah belah tersebut, mereka akhirnya dengan mudah dapat menguasasi keadaan. Alberquerque setelah penaklukan tersebut menulis surat kepada King Emanuel dan menyatakan bahwa “ kami telah menghancurkan kekuatan Islam dan menyerang setiap muslim yang kami jumpai “. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu  pemerintahan portugis di Lisbon segera mengadakan riset dan kajian tentang situasi ekonomi dan politik kawasan sekitar Lautan India dan berusaha untuk mengontrol setiap jaringan perdagangan dari Asia sampai ke  Eropa. Berdasarkan hasil riset tersebut akhirnya, pada tahun 1510 Portugal menyimpulkan bahwa Aden, Ormuz dan Malaka adalah pusat jaringan perdagangan yang harus dikuasai; dan merupakan tiga pintu utama  jaringan ekonomi dunia. Oleh karena itu, untuk menguasai jaringan ekonimi dunia,  pada tahun 1511 pemerintahan Purtugal mengirim Alberquerque untuk  memimpin armada ekspidisi dengan sembilan belas kapal   menuju kerajaan  Melaka di kawasan Asia Tenggara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 25 Juli 1511 armada kapal Portugis tersebut berlabuh di pelabuhan Melaka dengan menyerang serta menembaki kapal-kapal dagang muslim yang sedang berlabuh disana; sedangkan kapal-kapal dagang China dan Hindu dibiarkan saja. Dalam waktu  sembilan bulan akhirnya Makala dapat dikuasai oleh Portugis . Dalam usaha penaklukan Melaka tersebut    Alberquerque berkata kepada seluruh anggota eksipidisinya : “ Mari kita hancurkan orang Islam . Jika kita dapat menaklukkan urat nadi perdagangan di Malaka ini maka kita dapat mematahkan jaringan dagang bangsa Arab baik di  Kairo dan Mekkah; sehingga dalam waktu singkat  pedagang mereka terpaksa harus membeli segala komoditi dagang dari Portugal.” Dan selepas penaklukan tersebut, Alburquerque segera mendirikan benteng dan membangun gereja di Malaka. Disini terlihat bahwa kedatangan mereka adalah untuk melakukan penjajahan ekonomi, penjajahan militer dan juga  penyebaran agama mereka.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Setelah menaklukkan Melaka, Alberquerque segera mengirim kapal armada untuk melanjutlkan penjajahan menaklukkan kepulauan Maluku di dekat pulau Sulawesi. Kepulauan Maluku pada saat itu diperintah oleh kesultaan Tidore dan Ternate dan merupakan daerah sumber penghasil rempah-rempah  terbesar.  Pada tahun 1513 dua skadron armada Portugis mendarat di kepulauan Maluku dan segera menjumpai Sultan Tidore dan Sultan Ternate. Pada tahun 1521 armada Victoria dibawah pimpinan Ferdinand Magellian juga mendarat di pulau Tidore dalam perjalanan kembali pulang ke Spanyol. Bagi Potrugis, dengan menguasasi perdagangan dari kepulauan Maluku dan Melaka  berarti mereka telah dapat menguasasi pusat jaringan perdagangan dunia,   Dengan kata lain Portugis telah menguasai  ekonomi dan politik dunia dengan cara menaklukkan pusat kerajaan-kerajaan Islam yang pada waktu itu menguasasi jaringan perdagangan. Langkah Portugis ini segera memberikan motivasi kepada  Inggeris, Perancis dan Belanda untuk ikut ambil bagian dalam penguasaan perdagangan dan politik kerajaan Islam dari Timur Tengah sampai ke Asia Tenggara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Pada tahun 1596 Belanda memasuki pantai barat pulau Jawa dan  segera mengambil alih kekuasaan Portugis dengan menguasai jalur perdagangan kerajaan Islam di Banten, dan kesultanaan Banda di Maluku. Sejak saat itu kerajaan Belanda secara berangsur-angsur menguasasi kepulauan Nusantara dan akhirnya mendirikan East India Company pada tahun 1602 dan akhirnya pada tahun 1619 kekuasaan penjajahan Belanda di kepulauan Nusantara tersebut dipusatkan dii Batavia ( sekarang bernama kota Jakarta ).  Sejak itu sampai tiga setengah abad kemudian Belanda menjajah Indonesia dengan cara menghancurkan seluruh kekuatan kerajaan-kerajaan Islam sejak dari kerajaan Ternate dan Tidore di Maluku sampai kerajaan Aceh di Sumatera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Untuk melemahkan kekuatan Islam di Nusantara, Belanda menyebarkan agama Kristian, dan menghidupkan kembali budaya-budaya hindu, serta menghancurkan seluruh  tatanan budaya dan peninggalan kesultanan Islam. Disamping itu mereka menghancurkan jaringan ekonomi masyarakat muslim bumiputera seperti Syarekat Dagang Islam dan memberikan kesempatan ekonomi kepada  warga keturunan Cina.  Dan untuk menghancurkan akidah ummat Islam di nusantara, maka penjajah Belanda memberi angin kepada  gerakan komunis. Disamping itu mereka berusaha memecah kekuatan   ummat  Islam dengan memakai politik “ divide et empera “  dengan cara menimbulkan pertentangan-pertentangan antara kaum santri dan kaum abangan, kaum ulama dan kaum priyai, kaum pribumi dan non-pri dan lain sebagainya.  Dari tulisan diatas kita dapat memahami bahwa  maksud utama dari kedatangan penjajah Belanda bukanlah sekedar menjajah politik dan ekonomi tetapi di balik itu semua  adalah untuk menghancurkan akidah dan syariat Islam dari bumi nusantara.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Kemerdekaan politik dan penjajahan pemikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama tiga ratus lima puluh tahun, penjajah Belanda, Inggeris dan Portugis berusaha dengan segala kekuatan untuk menghancurkan Islam dari bumi nusantara ; tetapi dengan rahmat dan perlindungan Allah bangsa Indonesia yang mayoritas beragama Islam tetap dapat memperjuangkan dan memproklamirkan kemerdekaan pada tanggal 17 Augustus 1945, dan  tak lama kemudian, umat islam di Semenanjung Malaya juga terlepas dari penjajahan British dengan kemerdekaan pada 31 Agustus .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun penjajah telah tidak dapat menjajah umat islam secara politik, tetapi mereka telah merobah cara berpikir dan cara hidup umat islam melayu, sehingga walaupun telah mendapat kemerdekaan politik, tetapi pengaruh penjajah masih sangat berpengaruh baik dalam undang-undang, ekonomi, pendidikan, budaya, dan militer. Ada beberapa pengaruh penjajah dalam kehidupan umat islam di bumi nusantara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sekularisasi kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum penjajah telah meninggalkan sekularisasi kehidupan bagi umat islam melayu, dengan menjadikan agama hanya berkaitan dalam kehidupan spiritual sahaja, sedangkan kehidupan yang lain seperti ekonomi, politik, budaya, dan pendidikan terpisah daripada ajaran agama. Agama hanya dipahami dalam konteks ibadah bukan sebagai “ way of life “. Sekularisasi kehidupan ini mengarah kepada dikotomi dalam segala hal, sehingga agama menjadi bagian yang terpisah dari kehidupan. Sekularisai ini terlihat baik dalam  bidang ekonomi, pendidikan, hukum, budaya, dan politik, dan militer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pendangkalan pemahaman agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurikulum agama dis ekolah hanya terbatas kepada persoalan ibadah ritual, atau hanya berkisar pada persoalan ibadah. Sedangkan kajian teologi, filsafat, logika,  sistem ekonomi islam, sistem politik islam, dan khazanah umat islam tidak menjadi bagian daripada kurikulum sekolah adgama. Jika ada hanya terbatas pada wacana dan pemahaman sepintas bukan kepada pendalalam sebagaimana yang telah menjadi tradisi masyarakat intelektual muslim terdahulu. Pemahaman agama yang diberikan juga dipengaruhi oleh pemikiran orientalis sehingga metode filsafat yang dipakai di barat dalam merekontruksi agama dipakai oleh kelompok muda muslim untuk merekontruksi ajaran agama mereka. Akibat inilah muncul beberapa gerakan modernisme, post modernisme, liberalisme, post-tradisionalisme, yang  membongkar ajaran agama dari akarnya, sehingga menimbulkan kebingunan didalam masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Westernisasi budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendangkalan ajaran agama yang memakai metode filsafat barat untuk merekontrusksi nilai-nilai dasar agama, diikuti dengan menyebarkan budaya barat sebagai budaya baru dalam kehidupan masyarakat muslim, melalui infiltrasi budaya bebas nilai, melalui wacana hak asasi manusia dan gerakan feminisme. Pembangunan diartikan sebagai westernisasi yang menghilangkan nilai-nilai timur dan nilai-nilai religius, sehingga menjadikan masyarakat muslim nusantara menjadi masyarakat yang hilang jati diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kristenisasi dan atheis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan sekularisasi, westernisasi, dan pendangkalan ajaran agama akan ditujukan kepada kristenisasi masyarakat muslim nusantara, sehingga dalam masa yang tidak terlalu lama, masyarakat muslim di nusantara yang telah berjaya di masa lampau akan rusak dan hancur, dan akhirnya akan menerima ajaran agama yang lain seberti kristen , hindu, atau tidak beragama sama sekali ( atheis 0 sebagaiman yang diinginkan oleh kelompok komunis yang berbaju sosialis atau islam kiri yang sekarang sedang muncul menjadi gerakan alternatif di kalngan generasi muda muslim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Islamisasi ilmu dan madanisasi kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjawab tantangan tersebut diperlukan usaha secara terpadu dari semua kelompok untuk kembali menempatkan islam sebagai basis utama masyarakat melayu, sehingga kegemilangan muslim melayu akan tercapai. Masyarakat muslim melayu adalah merupakan umat muslim terbesar , lebih besar darupada umat muslim Arab. Oleh sebab itu jika masyarakat muslim melayu hancur berarti sebagian besar umat islam akan hancur, demikian sebaliknya jika masyarakat muslim melayu berjaya, sebagian besar umat islam dunia akan berjaya. Inilah sebabnya kelompok non-muslim menjadikan masyarakat muslim melayu sebagi sasaran utama gerakan mereka sejak dahulu sampai sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengembalikan kejayan masyarakat muslim melayu, diperlukan pusat kajian islmisasi ilmu pengetahuan dan madanisasi masyarakat yang mengadakan kajian keilmuan, penerbitan jurnal, buku dan risalah, disamping mengadakan pelatihan dan latihan untuk generasi muslim nusantara.. Hal itu diharapkan dapat menjadi sumbangan bagi langkah pertama untuk kembali menapak kejayaan masyarakat melayu dan islam di kepulauan nusantara Wallahu Alam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1080924641691425531-2633743105235172580?l=arifinismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifinismail.blogspot.com/feeds/2633743105235172580/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifinismail.blogspot.com/2011/01/tantangan-umat-islam-nusantara.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1080924641691425531/posts/default/2633743105235172580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1080924641691425531/posts/default/2633743105235172580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifinismail.blogspot.com/2011/01/tantangan-umat-islam-nusantara.html' title=''/><author><name>ARIFIN ISMAIL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03576065139401199131</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1080924641691425531.post-5813551705859924697</id><published>2011-01-25T16:37:00.001-08:00</published><updated>2011-01-25T16:37:33.393-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>THE MIRACLE OF AL QURAN&lt;br /&gt;Muhamad Arifin Ismail&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Quran is Allah’s greatest blessing for you. It is the fulfilment of His promise to Adam and his descendants : “ there shall come to tou guidance from me, neither shall they sorrow “ (  2 : 38 ).The Quran is the word of the Ever-living God, it has sent down to guide man for all times to come. No book can be like it. As you come to the quran , Allah speaks to tou. To read the Quran is to hear Him, even to converse with Him, and to walk in His ways. It is the encounter of life with the Life-giver . “ God-there is no god but He, the Ever-living, The Self subsisting ( by whom all subsist ). He jas sent down upon you the Book with the Truth..as guidance unto mankind…(  3 : 2-3 ).  It is the only weapon to help your frail existence as you struggle against the forces of evil and temptation in this world. It is only means to overpower your fear and anxiety. It is only light as you grope in the darkness, wuth which to find your way to success and salvation. It is only healing for your inner sicknesses, as well as the social ills that may surround you. It is the constant reminder ( dzikr ) of your true nature, and destiny, of your station, your duties, your rewardss, and your perils. Therefore such conditions we should fulfill to encounter  with it :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. We must realize what the Quran as the word of God is and means to us, and bring all reverence, love, longing, and will to act that this realization demands.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. We must read it as it asks to be read, as Allah’s massenger instructed us, as he and his Companions read it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. We must bring each word of the Quran to bear upon our own realities and concerns by trancending the barriers of time, culture, and change.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Quran has certain features which make it unique and of inimitable quality. This inimitability is called the miraculous nature of the Quran ( ija’z al quran ). The word ijaz is derived from the root “ ajaza” which has various meanings, ranging from ‘to be incapable, to make powerless, to be impossible, to be inimitable. In technical languange it means the inimitable and unique nature of the Quran which leaves its opponents powerless or incapable of meeting the challenge wich the revelation poses to them. It is also said that the Quran is the mu’jiza, the miracle of Prophet Muhammad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Narrated Abu Huraira : The prophet said “ Every prophet was given miracles because of which people believed but what I have been is divine inspiration which Allah has revealed to me so I hope that my followers will outnumber the followers of the other prophets on the Day of Resurrection “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Muslim scholaral al – Qurtubi ( d.656/1258) in his commentary on the Quran has indicated the following ten aspects of the miracles of Al Quran :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Its language excels all other Arabic language.&lt;br /&gt;2. Its style excels all other Arabic style.&lt;br /&gt;3. Its comprehensiveness cannot be matched.&lt;br /&gt;4. Its legislation cannot be surpassed.&lt;br /&gt;5. Its narration about the unknown can only result from revelation.&lt;br /&gt;6. Its lack of contradiction with the sound natural science.&lt;br /&gt;7. Its fulfilment of all that it promises, both good tidings and threat.&lt;br /&gt;8. The knowledge it comprises ( both legal and concerning the creation ).&lt;br /&gt;9. Its fulfilment of human needs.&lt;br /&gt;10. Its effect on the hearts of men.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Science and the Quran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The classical scholars while dealing with the unique nature of the Quran has already pointed aout that the Quran contains information about the nature things, the material environment, etc. and that this information is not in conflict with man’s perspective and experience. Furthermore, the development of science and its immediate effect upon the lives and societies of Muslims, especially during the last and in the present century, have led many Muslims to look at science against the backround of the Quran, and they have made numerous suggestions about the correct description in the Quran of certain secientific facts.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Among some of the very important aspects of this line of thought, i.e. that the Quran contains information on scientific facts which are in perfect agreement with the findings of man’s scientific pursuits , are the following :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- That the earth was previously part of the sun and only after separation from it became a habitable palce for mankind ( 21 : 30 ).&lt;br /&gt;- That all life originated from water ( 21 :30 ).&lt;br /&gt;- That the universe was in the shape of a fiery gas ( which Qiuran calls “Dukhan “) ( 41 : 11 ).&lt;br /&gt;- That matter is made up of minute particles ( 10 : 62 ).&lt;br /&gt;- That the oxygen content of the air is reduced at higher altidutes (6 : 125).&lt;br /&gt;- That the embryo in the womb is enclosed by three coverings ( 39 : 6 ).&lt;br /&gt;- That in nature everything consists of complementary elements, not only man and animals, but also plants and inorganic matter ( 36 ; 36 ).&lt;br /&gt;- That fertilisation of certain plants is done by the wind ( 15 :22 ).&lt;br /&gt;- That microsopic organisms exist that are not visible to the naked eye, such as spermatozoon ( 96 : 1 ).&lt;br /&gt;- That each human being has permanent individual fingerprints ( 75 : 4 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;All these matters which are in agreement with scientific findings could not, it is argued, have been known to any human being at the time of the revelation of the Quran. They were only discovered many centuries later after intense scientific research. Hence, their inclusion in the Quran shows the heavenly origin of the book. This heavenly origin is further corroborated by the correctness of the description of the scientific facts.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;How to study The Quran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There are such basic state and attitude of heart and mind are necessary prerequisite to any fruitfull relationship with the Quran :&lt;br /&gt;1. Come to the Quran with a strong and deep faith that it is the word of Allah, your Creator and Lord.&lt;br /&gt;2. Read the Quran with no purpise other than to receive guidance from your Lord, to come nearer to Him, and to seek His good pleasure.&lt;br /&gt;3. Make yourself constantly alert with intense praise and gratitude to your Lord for having blessed you with His greatest gift – the Quran – and for having guided you to its reading and study.&lt;br /&gt;4. Accept and trust without the least doubt or hesitation, every knowledge and guidance that the quran conveys to you.&lt;br /&gt;5. Bring the will, resolve and readiness to obey whatever the quran says , and change your life, attitudes and behaviour –inwardly and outwardly- as desired by it.&lt;br /&gt;6. Always remain aware that as you embark upon reading the Quran , satan will create every possible hazard and obstacle to stalk you on your way to the great riches of the Quran.&lt;br /&gt;7. Trust, exclusively and totally, in Allah to lead you to the full rewards of reading the Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Quranic criteria of inner participation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Say to your self : My Quran reading will not be truly tilawah ( reading 0 unless my inner self participates in it as allah desires it to participate.&lt;br /&gt;2. Say to your self : I am in Allah’s presence, he is seeing me.&lt;br /&gt;3. say to your self : I am hearing from Allah.&lt;br /&gt;4. Say to your self : Allah adresses me directly, through His Massenger, when I read the Quran.&lt;br /&gt;5. Say to your self : Every word in the Quran is meant for me.&lt;br /&gt;6. Say to your self : I am conversing with Allah when I am reading the Quran.&lt;br /&gt;7. Say to yourself : Allah surely give me all the rewards he has promised me through His messenger for reading the Quran and following it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There are such actions of your heart and body wich will greatly help you in immersing your inner self reading of the Quran :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Let your heart become alive and respond to whatever the Quran says.&lt;br /&gt;2. Let your tongue express in words the appropriate response to what you read in the Quran.&lt;br /&gt;3. Let the response in your heart overflow through your eyes – tears of joy or of fear- an answer to what you read in the Quran.&lt;br /&gt;4. Adopt an outward posture that reflects your inner reverence, devotion and submission for the words of your Lord.&lt;br /&gt;5. Read the Quran with perfect reading ( tartil ).&lt;br /&gt;6. Purify yourself as much as you can.&lt;br /&gt;7. Ask Allah for His help, mercy, guidance, and protection while you read the Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Etiquette with the Quran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Keep the Quran in a clean place.&lt;br /&gt;2. Seek only Allah’s pleasure not any worldly gain.&lt;br /&gt;3. Concentrate fully and leaves aside all other preoccupations.&lt;br /&gt;4. Be ritually clean, and sit on clean ground.&lt;br /&gt;5. Preferably sit facing the Qibla.&lt;br /&gt;6. Observe humility, tranquality and respect.&lt;br /&gt;7. Begin with “ A’udzubilahi…Bismillah…”.&lt;br /&gt;8. Read with a good voice.&lt;br /&gt;9. Ask Allah’s Blessing when reading a verse which contains a promise, and ask Allah’s help when reading a verse which contains a threat.&lt;br /&gt;10. Repeat important verses many times.&lt;br /&gt;11. say “ sadaqallahul adzim “ at the end of the recitation, and close with a “ du’a “ that Allah may accept it from you.&lt;br /&gt;12. Let no day pass without reading the quran.&lt;br /&gt;13. Do not read in  a manner that disturbs others.&lt;br /&gt;14. Observe basic rules of reading ( ilm tajwid )&lt;br /&gt;15. Memorise as much as you can.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;How to memorise passages from the Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Make memorisation a part of your daily routine. Do a little at time but do it regularly.&lt;br /&gt;2. Choose a passage which is paticularly meaningful to you. It should not be very long.&lt;br /&gt;3. Read this passage aloud a few times.&lt;br /&gt;4. Write this passage on a small piece of paper.&lt;br /&gt;5. Memorise it.&lt;br /&gt;6. Read it from memory.&lt;br /&gt;7. Ask someone to read it for you from the book.&lt;br /&gt;8. Write down what he has read&lt;br /&gt;9. Recite the portion in your prayers.&lt;br /&gt;10. After you have memorised the passage, repeat it on many occasion ( such as during prayer, etc.) which will deeply engrave it in your memory.&lt;br /&gt;11. Choose another passage and do likewise.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;THE DIVORCE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The divorce in islamic legation is the release of the tie of marriage and ending up marital relation. The settlement of the marital life is a goal of the goals which the islam is cautious to safeguard. The marriage contract , but is convened for the continuous, and for the eternity till the ends, that it would be easy for the spouses to make of the house a cradle to come to it, and they enjoy in its abundant shadow, to enable to breed their children a righteous breeding. Because of this, the tie between the two spouses is the holiest ties and the most authentic. Allah said in the  Quran : “ And they have taken from you a solemn covenant “ ( /4 : 21 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Every matter concerned to weaken this tie, and to loosen of its affair is loathed to islam, because of missing the benefits, and the losing of the affairs of each of the two spouses. The messenger Muhammad had said : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ The most loathed of the lawful as to allah is the divorce “ ( narrated by Abu daud and Hakim ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ He is not of us who sows dissension of a woman on her husband “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ The women doesnot ask the divorce of her to replace her, and to marry the husband, but it is for her what is ordained for her “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Any women who asks her husband to divorce her with no anguish, then the smell of paradise is forbidden on her “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Allah exalted cursed every one who tastes the relish of marriage and divorces “.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1080924641691425531-5813551705859924697?l=arifinismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifinismail.blogspot.com/feeds/5813551705859924697/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifinismail.blogspot.com/2011/01/miracle-of-al-quran-muhamad-arifin.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1080924641691425531/posts/default/5813551705859924697'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1080924641691425531/posts/default/5813551705859924697'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifinismail.blogspot.com/2011/01/miracle-of-al-quran-muhamad-arifin.html' title=''/><author><name>ARIFIN ISMAIL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03576065139401199131</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1080924641691425531.post-3468933536494372541</id><published>2011-01-25T16:36:00.001-08:00</published><updated>2011-01-25T16:36:42.041-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>ANTARA  ISLAM DAN  IDEOLOGI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam yang dimaksudkan dalam judul diatas adalah pandangan hidup yang berpandukan kepada ajaran agama yang fitrah, yaitu agama islam, bersumberkan pada wahyu Ilahi, Al Quranul karim dan Sunnah rasulullah saw. Sedangkan ideologi menurut Rosenthal dalam Dictionary of Philosophy adalah sebuah sistem dari pemikiran atau idea, baik itu berkenaan dengan politik, hukum, moral, seni, agama, dan filsafat. Sebenarnya Islam tidak dapat dibandingkan dengan segala ideologi sebab  Islam adalah agama bersumber dari wahyu sedangkan Ideologi bersumber dari pemikiran manusia. Umat islam sepatutnya menjadikan islam sebagai sistem hidup baik dalam bidang ekonomi, politik, budaya, sosial, etika, seni dan lain sebagainya. Tetapi dalam kondisi dunia hari ini, kita dapat melihat bahwa islam  sebagai satu sistem kehidupan berhadapan dengan ideologi – ideologi seperti Kapitalisme, Sosialisme - Komunisme , dan Sekularisme yang telah menjadi sistem hidup bagi masyarakat Barat. Dalam perkembangan masyarakat, terlebih lagi dengan globalisasi dunia sekarang ini, maka akan umat islam dapat saja terpengaruh dengan sistem hidup yang berdasarkan ideologi barat tersebut, apalagi jika  mereka hanya memahami islam sebagai agama ibadah bukan sebagai suatu sistem dalam kehidupan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dalam tulisan di bawah ini penulis hanya membicarakan beberapa ideologi yang berkaitan erat dengan sikap hidup umat Islam dewasa ini baik dalam sistem sosial , ekonomi, politik dan budaya. Pada garis besarnya ada beberapa ideologi yang berkembang saat ini seperti ideologi   Kapitalisme, Socialisme , Komunisme, Sekularisme, Post-Modernisme, Perennialisme, dan lain sebagainya. Dalam kesempatan ini kita tidak membahas ideologi ini secara lengkap, tetapi lebih kepada pengaruhnya dalam kehidupan beragama, sebagaimana judul tulisan ini untuk mendudukkan posisi agama islam di antara segala ideologi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KAPITALISME&lt;br /&gt;1. Tujuan hidup adalah materi.&lt;br /&gt;Kapitalisme berasal dari kata-kata Kapital yang bermakna modal. Kapitalisme adalah ajaran yang menumpukan perhatian hanya kepada pemilik modal. Pemilikan modal adalah pemilikan pada materi. Itulah sebabnya maka  Ideologi kapitalisme berlandaskan pada filsafat materialisme. Materialisme adalah berasal dari kata-kata materi. Materialisme jadi merupakan cara berpikir dan pemahaman bahwa segala sesuatu berasal dari materi. Materi adalah sesuatu yang nampak, berarti kebenaran sesuatu hanya dapat diukur dari kewujudan materi. Filsafat materialisme berpendapat bahwa yang primer adalah materi ( matter ) sedangkan pikiran ( mind ) adalah sekunder. Akibat dari pemahaman ini maka Filsafat materialisme berpendapat bahwa Dunia ini adalah sesuatu yang eternal ( kekal ) dan terjadi dengan sendirinya tanpa dibuat oleh Tuhan. Dalam pemahaman filsafat ini sesuatu itu dikatakan ada jika sesuatu itu dapat dibuktikan secara materi. Oleh sebab itu karena Tuhan tidak dapat dibuktikan secara materi, maka Tuhan itu tidak ada. Secara umum, berarti ideologi materialisme ini merupakan ideologi yang menolak secara yang bersifat ghaib, seperti Tuhan, Hari Akhirat, dan lain sebagainya. Segala sesuatu hanya diukur dengan materi, sehingga dalam filsafat materialisme tujuan hidup hanyalah untuk mencari kepuasan  materi ( kebendaan ) tanpa menghiraukan kehidupan ukhrawi.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kebebasan individu tanpa batas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ideologi kapitalisme memberi penekanan kepada individu secara mutlak. Bagi mereka kepentingan individu di atas kepentingan masyarakat, oleh sebab itu individu mempunyai kebebasan mutlak baik dalam ekonomi, sosio-politik, dan pemikiran. Dalam ekonomi, individu mempunyai kekuasaan mutlak , boleh memupuk kekayaan tanpa menghiraukan keadaan masyarakat, kalau perlu segala sesuatu diekspliotasi untuk melipat gandakan kapital dan untuk meraih keuntungan sebanyak mungkin. Ekonomi kapitalisme ini akan mengakibatkan monopoli individu atas segala kegiatan ekonomi, tanpa menghiraukan para pekerja dan masyarakat. Tujuan utama adalah bagaimana mencari keuntungan sebanyak-banyaknya dengan modal sedikit. Akibat dari sistem ekonomi kapitalisme ini akan menimbulkan jarak yang besar anatara yang kaya dan yang miskin, disamping menimbulkan monopoli ekonomi di tangan segelintir masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebebasan individu dalam politik dinamakan dengan istilah demokrasi, sehingga setiap individu mempunyai kebebasan mutlak tanpa batas walaupun kebebasan itu akan menabrak nilai-nilai agama atau kepentingan orang banyak. Sikap bebas tanpa batas dengan slogan hak asasi manusia dan demokrasitanpa batas ini dapat merusak agama, sehingga setiap individu dapat berbuat apa saja tanpa lagi menghiraukan nilai-nilai dan peraturan agama. Kebebasan individu dalam sosio-politik ini juga dapat membahayakan masyarakat, karena semua orang dapat berbuat apa saja tanpa melihat kepada peraturan dan hukum yang berlaku di masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebebasan pemikiran berarti semua orang bebas berpendapat dan berpikir tanpa harus tunduk kepada kaidah hukum. Kebebasan berpikir ini dapat membahayakan agama sebab setiap orang dapat bebas berpikir tanpa melihat apakah dia mempunyai otoritas atau ilmu dalam memahami ajaran agama tersebut. Dari kebebasan berpikir inlah sekarang timbul di dalam masyarakat Islam liberal, dimana setiap orang berhak untuk memikirkan cara pengamalan ajaran Islam tanpa melihat kepada nash-nash agama. Kebebasan individu ini juga dapat merebak ke dalam budaya, etika dan seni, sehingga setiap orang merasa bebas berbuat apa saja, bebas memakai pakaian apa saja, kalau perlu bebas telanjang, tanpa menghiraukan etika – moral dan budaya masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SOSIALISME &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Socialisme adalah sistem hidup yang berdiri pada pendapat bahwa kepentingan sosial dan orang banyak lebih utama daripada kepentingan individu. Ideologi sosialisme ini dalam berawal dari filsafat Dialectical Materialism., yaitu pemahaman bahwasanya suatu itu akan berkembang dengan adanya dialiektika atau pertentangan. Sesuatu yang asal menjadi “ Thesis “, kemudian berkembang dan berubah menjadi sesuatu yang lain menjadi “sinthese “. Pertentangan antara thesis dengan sinthesis ini menjadi sesuatu yang baru lagi yang disebut dengan  istilah “anti thesis” . Dari pemahaman ini maka dalam dunia ini tidak ada suatu yang pasti, yang absolut, tetapi segala sesuatu harus dikembangkan dengan cara membuang yang lama dan membuat yang baru yang berbeda dengan yang lama. Dengan demikian, kebenaran itu adalah mengikuti keperluan masyarakat bukan berdasarkan pada nilai-nilai yang murni dan  baku. Filsafat Dialektikal Materialisme ini bermula dari  ajaran Hegel ( 1770 – 1831 ) yang dikembangkan oleh Karl Marx ( 1818-1883 ) dan Frederick Engels ( 1820- 1895 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karl Mark berpendapat bahwa jika kapitalisme sudah mencapai puncaknya, maka akan muncul kaum pemilik modal  yang hidup senang  dan kaum buruh yang terus tertindas. Untuk itu maka kaum buruh harus melawan kaum pemilik modal dengan mengadakan perlawanan dan pertentangan terus menerus. Dari penomena sejarah ini maka pemahaman materialisme berkembang menjadi Historical Materialisme yang menuju pada perjuangan kelas, dimana suatu masyarakat itu akan maju jika dikembangkan dengan dibuat pertentangan yang terus menerus di dalam masyarakat. Metode Materialisme Sejarah inilah yang menimbulkan pertentangan antara kaum buruh dengan majikan, antara penguasa dan rakyat, antara satu masyarakat dengan masyarakat yang lain. Dari pemahaman inilah muncul istilah rvolusi sebagai suatu jalan untuk menuju perbaikan dalam masyarakat, agama, budaya , politik dan lain sebagainya. Pemahaman ini berpengaruh dalam pemahaman agama, sehingga suatu agama itu dikatakan maju apabila agama itu meninggalkan nilai-nilai yang tradisional dan membuat sesuatu yang baru sesuai dengan perkembangan dan keperluan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pandangan kaum sosialis, ajaran agama itu adalah ajaran yang akan menghalangi kaum buruh dari kemajuan, sebab disan terdapat ajaran sabar, tawakkal dan lain sebagainya. Ajaran agama juga dapat menjadi pelindung bagi kaum pemodal dengan bersedekah, melalui harta kekayaan yang di dapat. Oleh sebab itu agama itu harus diperangi sehingga menurut Karl Marx : “ agama adalah keluh kesah makhluk yang tertindas, hati nurani dari dunia yang tidak berhati, maka dia adalah candu bagi rakyat “. Ungkapan ini dilanjutkan oleh Lenin : ‘ Agama adalah candu rakyat. Perkataan Karl Marx ini merupakan pandangan dunia Marxisme terhadap agama. Oleh sebab itu Marxisme menganggap agama dan gereja, serta semua organisasi agama , apapun juga, selalu merupakan alat reaksioner kaum pemodal untuk melindungi penindasan dan penghisapannya terhadap kaum buruh. Kita harus memerangi agama..maka lenyaplah agama dan hiduplah atheisme, maka penyebaran atheisme adalah tugas utama kita “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kajian diatas dapat dilihat bahwa ideologi Sosialisme  akan berakibat kepada  sikap anti agama dan anti Tuhan ( atheis ) yang juga mencari tujuan utama daripada ajaran komunisme.  Antara sosialisme dan kommunisme tak dapat dipisahkan, sebab Komunisme adalah pemahaman yang berdasarkan bahwa pemilikan ekonomi dan harta  itu tidak bersivat individu dan pribadi tetapi bersifat “ common “ ( orang banyak ), sehingga dalam pemahaman komunisme tidak ada harta pribadi, semuanya adalah harta negara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEKULARISME&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut istilah, kata sekular berasal dari bahasa latin saeculum yang memiliki arti waktu dan lokasi. Waktu menunjukkan pada pengertian sekarang sedangkan lokasi menunjuk kepada dunia. Jadi saeculum berarti zaman ini atau masa kini dan zaman ini tersebut menunjuk kepada peristiwa-peristiwa yang terjadi di dunia atau peristiwa yang terjadi pada masa kini. Oleh sebab itu sekularisasi didefinisikan oleh Syed Naquib al Attas sebagai “ pembebasan manusia pertama-tama dari agama dan kemudian dari metafisika yang mengatur nalar dan bahasanya “. Itu berarti “ terlepasnya dunia dari pengertian religius dan religius semu, terusirnya semua pandangan dunia yang tertutup, terpatahkannya semua mitos supranatural dan lambang-lambang suci “. Dengan kata lain sekularisasi adalah pemisahan dunia daripada kehidupan agama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alam pemikiran barat bermula dari filsafat rasionalisme yang dikembangkan oleh Rene Descartes ( 1596-1650 ) yang menyatakan bahwa kebenaran itu hanya sesuatu yang dapat dipikirkan dan dibuktikan oleh akal. Filsafat ini kemudian hari  dilanjutkan oleh Francis Bacon ( 1561 – 1626 ) dengan filsafat empirisme yang menyatakan bahwa sesuatu itu benar jika sesuatu itu telah dapat dibuktikan secara empiris. Filsafat rasionalisme dan empirisme ini  memacu kemajuan ilmu dan teknologi dengan begitu pesat dan kemudian  dilanjutkan dengan filsafat Positivisme oleh August Comte ( 1778- 1857 ) yang menganggap bahwa setiap kebenaran harus dapat dibuktikan secara exprimental. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat dari perkembangan filsafat rasionalisme, empirisme, dan positivisme ini, maka kedudukan agama mulai tergugat karena banyak doktrin agama yang tidak dapat dibuktikan secara rasional, empiris, dan teruji secara exprimental. Itulah sebabnya August Comte pada pertengahan abad ke-19 telah membayangkan adanya kebangunan ilmu pengetahuan dan keruntuhan agama, sehingga baginya masyarakat telah berevolusi dan berkembang dari tingkat primitif kepada tingkat modern. Dalam pemikiran August Comte, masyarakat berkembang dari agama pemahaman kepada agama, kemudian naik kepada pemahaman metafisik dan diakhiri dengan tingkat terakhir yaitu pemahaman ilmu dan teknologi. Dengan demikian, jika masyarakat sudah sampai peda tingkat ilmu dan teknologi, maka agama tidak diperlukan lagi, apalagi konsep keagamaan seperti Tuhan dan akhirat adalah sesuatu yang tidak dapat dibuktikan secara empiris dan eksprimental, maka kepercayan kepada tuhan menurut Comte adalah suatu sikap kolot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran Comte ini berkembang melalui muridnya Ludewig Feurbach ( 1804-1872 ) yang juga merupakan guru kepada Hegel ( 1770 – 1831 ) yang kemudian  dikembangkan dan dianjutkan oleh Karl Marx ( 1818-1883 ).  Pemikiran agama ini terus berkembang di dunia eropah sehingga Fiedrich Nietzche berani menyatakan bahwa Tuhan telah mati. Dalam psikologi analisa, Sigmund Frued ( 1856 – 1939 ) menyatakan bahwa manusia dalam era psikologi berangkat dari alam takhayul ( supersition ) kepada alam agama ( religion ) dan kemudian kepada alam ilmu pengetahuan ( science ). Dengan  demikian menurutnya dalam era ilmu pengetahuan sekarang ini, semua agama telah ketinggalan zaman. Sehingga seorang penulis barat Somerset Mugham menyatakan bahwa : ..suatu Tuhan baru telah ditemukan di Eropah dewasa ini yaitu ilmu pengetahuan sedangkan Tuhan yang lama telah mereka campakkan “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya kaum intelektual barat pada masa itu berkata kepada gereja : “ Ambillah kembali Tuhanmu itu yang dengan atas namanya kalian telah memperbudak kami, serta membebani kami dengan kewajiban-kewajiban berat, dan menundukkan kami di bawah kediktatoran serta takhayul yang tirani. Keimanan pada Tuhanmu itu menuntut kami untuk menempuh kehidupan  dngan ketergantungan kepada pendeta , maka kami tolak ajaranmu itu, karena kami akan punya Tuhan baru yang memiliki segala sifat Tuhan yang pertama, tetapi tanpa gereja yang memperbudak kami, dan juga ia tidak akan memberatkan kami dengan kewajiban moral, intelektual atau kebendaan apapun, seperti yang diperbuat oleh Tuhanmu “. Hal ini muncul sebab sejarah telah menceritakan bahwa gereja pada mulanya adalah sangat membenci pada ilmu pengetahuan. Dengan dalih agama, ilmu pengetahuan dikekang sebagaimana yang terjadi pada Socrates dan Bruno, sehingga pada masa Reinessance maka pemikir ilmu pengetahuan tidak segan-segan untuk membuang agama sebagai tindakan bals dendam kepada kekejaman gereja terhadap ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sekularisasi dapat dilihat dalam berbagai aspek kehidupan seperti dalam bidang sosio-politik, dalam bidang ilmu pengetahuan dan dalam bidang keagamaan. Dalam bidang sosio-politik, menurut pandangan kaum sekular, negara modern adalah negara yang memisahkan antara agama dan negara. Agama modern adalah agama yang lahir dengan sendirnyadan terpisah dari agama dan gereja. Negara bukanlah bagian daripada gereja, dan juga bukan merupakan bagian daripada masyarakat keagamaan. Dengan demikian sekularisasi politik adalah proses sosial dimana bentuk struktur politik tradisional mengalami perbedaan radikal, yang menghasilkan pemisahan bidang ketatanegaraan dari struktur keagamaan, penggantian legitimasi politik berdasarkan pada norma-norma sekular, dan usaha untuk meluaskan kekuasan politik di bidang yang semula diatur oleh kaidah agama. Sekularisasi politik inilah yang dikenal dengan nama desakralisasi politik yaitu penghapusan legitimasi sakrak kekuasaan politk, yang merupakan syarat perubahan politik. Agama dipandang sesuatu yang sakral sedangkan politik adalah sesuatu yang kotor, maka kedua hal itu harus dipisahkan dan dijauhkan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Sekularisasi dalam ilmu pengetahuan, maksudnya adalah menjauhkan ilmu pengetahuan daripada nilai-nilai agama, sehingga akhirnya kalau perlu ilmu pengetahuan merupakan sesuatu yang bertentangan dengan ajaran agama. Agama hars dipisahkan daripada ilmu pengetahuan, sehingga tujuan ilmu hanyalah dunia, bukan untuk melaksnakan ajaran agama. Ilmu pengetahuan adalah sesuatu yang dibangun dengan riset dan eksprimental, sedangkan agama adalah sesuatu keyakinan yang hanya dapat dipercayai tanpa dapat dibuktikan secara roset dan eksprimental. Itulah sebabnya segala sesuatu yang berhubungan dengan agama adalah sesuatu yan tidak ilmiah, dan itulah sebabnya maka agama tidak perlu diajarkan dalam bangku sekolah. Jika agama diajarkan itupun hanya setakat untuk keprluan hubungan pribadi dengan tuhan. Bagi mereka kebenaran ilmu pengetahuan adalah kebenaran yang mutlak karena dapat dibuktikan dengan pemikiran yang logik dan rasional sedangkan kebenaran agama adalah kebenaran yang nisbi. Sekularisasi ilmu pengetahun ini muncullah teori evolusi Darwin yang menyatakan bahwa manusia berasal dari kera karena dibuktikan oleh perkembangan kerangka manusia yang sama dengan kerangka monyet. Sigmund Frued juga menyatakan bahwa perbuatan manusia adalah sikap yang dibentuk oleh desakan seksual ( libido sex ) sehingga tidak ada kehidupan yang fitrah bagi manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ilmu antropologi kita melihat bahwa manusia ini pada mulanya adalah masyarakat yang tidak bertuhan, kemudian baru meningkat kepada masyarakat berthan dengan tuhan yang banyak, kemudian dilanjutkan kepada masyarakat bertuhan satu dengan agama monotisme, dan akhirnya dilanjutkan dengan masyarakat berilmu pengetahuan yang tidak bertuhan. Padahal dalam agama islam kita dapati bahwmanusia pada mulanya telah bertuhan dengan tuhan monotosme yang satu sebagaimana Allah wahyukan kepada Adam sebagai manusia pertama di dunia.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sekularisasi ilmu pengetahuan ini telah begitu masuk ke dlam masyarakat dari sejak staman kanak-kanak sampai pasca sarjana, sehingga semua ilmu yang dipelajari dapat membuat mereka jauh daripada nilai-nilai agama. Itulah sebabnya ilmu pengetahuan yang membahas manusia sebagai individu ( psikologi ), ilmu pengetahuan yang mengkaji manusia sebagai bagian dari kelompok ( sosiologi dan sejarah ), ilmu pengetahuan yang mengkaji tentang organisasi dan kelembagaan ( manajemen ), ilmu yang mengontrol aktivitas ekonomi ( ilmu ekonomi ) , ilmu pengetahuan yang mengatur cara hidup bernegara ( ilmu hukum ), ilmu pengeahuan tentang keindahan ( seni budaya ) semuanya telah mengalami proses sekularisasi dan perlu untuk dikaji ulang dengan menyatukan nilai-nilai agama melalui proses islamisasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekularisasi ilmu pengathuan berdampak pada sekularisasi teknologi sehingga pemakaian teknologi tidak lagi dilandaskan pada nilai-nilai agama tetapi lebih banyak dilandaskan pada nilai-nilai sekular, yang hanya dipakai untuk mewujudkan cita-cita kapitalisme, sosialisme, yang tidak menghiraukan nilai-nilai agama dan etika. Sekularisasi teknologi akan membuat teknologi itu terlepas daripada nilai-nilai agama dan etika, sehingga lebih banyak kepada pemuasan hawanafsu dan materi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sekularisasi pemahaman keagamaan mengakibatkan pada pemahaman bahwa agama adalah hak individu dan hanya mengatur hubungan individu kepada tuhan, seperti berdoa dan sembahyang. Sedangkan kegiatan yang lain seperti kegiatan ekonomi, kegiatan sosial, seni dan budaya tidak ada hubungannya dengan agama. Begitu juga dengan sikap dan tingkah laku, tidak lagi harus mengikuti nilai-nilai agama. Bagi mereka kegiatan ekonomi seperti bekerja bukanlah bagian daripada ibadah, tetapi hanya untuk tujuan dunia. Cara bekerja dan sistem ekonomi juga harus dipisahkan daripada ajaran agama. Demikian juga dengan kegiatan seni dan budaya. Seni hanya untuk seni, sehingga segala sesuatu atas nilai seni tanpa ada hubungan dengan nilai-nilai agama. Berpakaian juga tidak punya hubungan dengan ajaran agama, sehingga setiap orang bebas untuk memkai apa saja, kalau perlu tanpa busana. Hubungan sesama manusia juga bukan lagi berlandaskan pada nilai-nilai agama, tetapi nilai kepentingan. Itulah sebabnya dalam masyarakat sekular timbul pergaulan bebas, freesex, dan lain sebagainya, dengan alsan bahwa masalah pergaulan bukanlah masalah agama. Sekularisasi kehidupan inilah yang menimbulkan budaya hedonisme, budaya permissive, budaya liberal, yang telah melanda masyarakat modern hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Akibat dari pemisahan agama dari kegiatan sehari-hari ini menjadikan manusia hidup dalam kehidupan yang gersang, sehingga akhir-akhir ini timbul kesadaran manusia untuk mencari agama yang memadukan agama menjadi satu. Inilah yang dikenal dengan Filsafat perennialisme yang menyatakan bahwa pada dataran batin sebenarnya semua agama ini adalah satu. Dari filsafat inilah muncul pemikiran bahwa agama adalah benar semua, dan tidak ada agama yang paling benar.  Ini diakibatkan oleh pemikiran filsafat post-modernisme, dimana dalam filsafat ini tidak ada kebenaran yang absolut, semua kebenaran adalah relatif walaupun kebenaran agama . Semua orang boleh perpendapat dan semua orang boleh dianggap benar, sehingga dalam masyarakat tidak ada lagi nilai-nilai yang dijadikan ukuran kebenaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Inilah gambaran bagi perkembangan ideologi dan filsafat hari ini yang banyak berpengaruh dalam pemahaman keagamaan terutama dalam pengamalan ajaran agama Islam. Untuk itu setiap muslim diperlukan usaha serius untuk memahami ajaran agamanya sehinga tidak terbawa oleh arus pemikiran dan ideologi yang berkembang dengan begitu cepat apalagi dalam era globalisasi dewasa ini. “ Al haqqu min rabbika fala takunanna minal mumtarin…”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan bacaan :&lt;br /&gt;1. Syed Muhammad Naquib Al attas, Islam dan Sekularisasi.&lt;br /&gt;2. Imam Munawir, Posisi Islam di tengah pertarungan ideologi dan keyakinan.&lt;br /&gt;3. Muhammad Baqir Sadr , Falsafatuna.&lt;br /&gt;4. Fritchjof Schoun, Islam and the Perennial Philosophy.&lt;br /&gt;5. M. Rosenthal dan P. Yudin, A Dictionary of Philosophy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Kuala Lumpur, 28 Juni 2001/ 6 Rabiul Akhir 1421&lt;br /&gt;Muhammad Arifin Ismail.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1080924641691425531-3468933536494372541?l=arifinismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifinismail.blogspot.com/feeds/3468933536494372541/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifinismail.blogspot.com/2011/01/antara-islam-dan-ideologi-islam-yang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1080924641691425531/posts/default/3468933536494372541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1080924641691425531/posts/default/3468933536494372541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifinismail.blogspot.com/2011/01/antara-islam-dan-ideologi-islam-yang.html' title=''/><author><name>ARIFIN ISMAIL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03576065139401199131</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1080924641691425531.post-3147521714129072251</id><published>2011-01-25T16:31:00.000-08:00</published><updated>2011-01-25T16:32:23.498-08:00</updated><title type='text'>ISLAM DAN BARAT</title><content type='html'>TRANSMISI PEMIKIRAN ISLAM &lt;br /&gt;KEPADA  PEMIKIRAN DAN PERADABAN BARAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengantar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Robert Gulick dalam bukunya “ Muhammad the Educator “ menyatakan bahwa “ sangatlah sedikit kaum terpelajar yang dapat membantah pengaruh budaya Islam terhadap renaissance di Eropah. Sekian banyak terjemahan yang dilakukan telah menunjukkan bagaimana pengaruh revolusi Islam menimbulkan semangat revolusi Perancis. Jika seandainya penelitian terhadap sumbangan Islam tersebut kurang diperhatikan, hal ini akan mengakibatkan timbulnya konklusi negatif sumbangan Islam terhadap peradaban kontemporer “.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.H. Haskin dalam bukunya “ Studies in the History of medieval Science “ juga menyatakan bahwa kenyatan yang tidak bisa dibantah bahwa kebudayaan Arab Spanyol adalah sumber utama ilmu pengetahuan bangsa barat di Eropah”.  Secara rinci hal ini dikemukakan oleh Robert Briffault Dunlop Robert Hammond G. Sarton, dan Mehdi Nakosten. .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebudayaan manusia memang merupakan formulasi ide yang berlangsung secara kontinyu dari suatu kelompok masyarakat kepada masyarakat yang lain. Oleh karena itu sudah merupakan suatu tugas daripada ilmuwan dan cendekiawan budaya untuk menyingkap jalur transmisi dari suatu budaya dengan budaya lain, sehingga terdapat suatu titik singgung antar budaya dan pemikiran. Titik singgung antar budaya dan pemikiran tersebut menciptakan rantai peradaban umat manusia sejak dahulu hingga masa mendatang, tanpa menafikan keistimewaan dan karakteristik pemikiran dan budaya suatu masyarakat dari masyarakat yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Transmisi pemikiran Islam ke Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Peradaban dan filsafat Yunani ( Graeco-Roman ) tidak lepas dari pengaruh filsafat dan budaya Hindu, Babilonia, dan Mesir Kuno. Filsafat  Yunani juga mempengaruhi perkembangan dan filsafat Islam. Filsafat islam juga mempunyai andil yang besar dalam perkembangan pemikiran dan peradaban Eropah, yang dikenal dengan peradaban modern dewasa ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan kultural antara Islam dan barat berlangsung melalui beberapa tempat seperti Spanyol, Sicilia, naples, dan juga melalui pergaulan antara Muslim dan pasukan nasrani dalam perang Salib Pusat perdagangan Itali seperti kota genoa, Vinice, Milan, dan Florence, juga merupakan media pertemuan budaya islam dan Eropah. Para pasukan salib ( 1095 – 1270 ) yang kembali ke Eropah membawa semangat kebebasan, toleransi, persaudaraan yang mereka lihat dalam masyarakat Islam, sedangkan pada masa tersebut masyarakat eropah masih dalam “ age of darkness “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun transmisi pemikiran Islam bada bangsa Eropah tersebut dilakuka dalam tiga tahapan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pelajar dan Mahasiswa Eropah mendatangi universitas – universitas Islam di Cordova, granada, Seville, baghdad, dan cairo. Sebagai contoh, mahasiswa eropah yang kemudian dikenal sebagai Pope Sylvester II ( menduduki jabatan tertinggi dalam agama Katholik ) adalah salah seorang alumni universitas cardova. Ini memberikan bukti bahwa universitas islam dan sekolah – sekolah Islam memberikan kesempatan yang sama kepada semua orang tanpa membedakan ras, bangsa dan agama.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Para mahasiswa Eropah setelah menamatkan pelajarannya dari Universitas Islam mereka kembali ke negara asalnya dan mendirikan Universitas, dan mereka menjadi tenaga pengajar di sekolah/ universitas tersebut. Universitas yang mereka bangun mencontoh gaya, arsitektur, kurikulum, dan metode pengajaran dari universitas Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Disamping mendirikan universitas, mereka juga mengadakan kelompok-kelompok penterjemahan seluruh literatur Islam ke dalam bahasa latin. Proses penerjemahan literatur Islam ini berlangsung selama abad ke sebelas dampai abad ke tiga belas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adelard Bart, Plato Trivoli, Gerad Cremona, dan Robert Chester adalah nama-nama penterjemah buku-buku Arab yang dikenal pada masa tersebut. Michael Scott ( 1926) menterjemahkan karya Ibnu Rusyd, Ibnu Sina, ke dalam bahasa latin. Gerard Cremona ( 1187 ) menterjemahkan buku karya Al farghani, Al farabi, dan buku bahasa Arab sebanyak 71 buah ke dalam bahasa latin. Joannes Seville ( 1135 ) menterjemahkan karya Al Kindi , Al Ghazali dan bku-buku astronomi , kedokteran dan matematika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah penaklukan Cordova, Bishop Raymond I ( 1126 – 1152 ) membentuk akademi terjemahan pada tahun 1135. kemudian di Toledo didirikan Akademi studi ketimuran ( School of Oriental Stuides ) pada tahun 1250. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama –nama Penerjemah Literatur islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Dari bahasa Arab ke dalam bahasa latin :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Adelard of bath.&lt;br /&gt;2. Alfred of Sarashel.&lt;br /&gt;3. Armengandus, Son of Blaise.&lt;br /&gt;4. Bonacosa.&lt;br /&gt;5. Constantinus Africanus.&lt;br /&gt;6. Domigo Gundasalvo&lt;br /&gt;7. Faraj bin Salim&lt;br /&gt;8. Givanni da Brescia, Joannes Brixiensis.&lt;br /&gt;9. Gustav Flugel.&lt;br /&gt;10. Herman the german.&lt;br /&gt;11. Herman the Dalmation.&lt;br /&gt;12. Hugo Sancceliensis&lt;br /&gt;13. John of Seville.&lt;br /&gt;14. Joannes saracenus Afflacius&lt;br /&gt;15. Marc of Toledo&lt;br /&gt;16. Michael Scott&lt;br /&gt;17. Moses of Palermo&lt;br /&gt;18. Peter of Cluny&lt;br /&gt;19. Peter Gallego&lt;br /&gt;20. Plato of Tiboli ( Plato Tiburtinus )&lt;br /&gt;21. Philip of Tripoli&lt;br /&gt;22. Rudolf of Bruges.&lt;br /&gt;23. Robert of Chester&lt;br /&gt;24. salio of Padua&lt;br /&gt;25. Stephen of Antioch&lt;br /&gt;26. Stepanus Arnoldi&lt;br /&gt;27. Stephen of saragosa&lt;br /&gt;28. Theodore of Antioch&lt;br /&gt;29. Gerard of Cremona&lt;br /&gt;30. Wilbelmus de Linisapud Neapolim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Dari bahasa Arab ke bahasa Spanyol.&lt;br /&gt;1. Abraham of Toledo&lt;br /&gt;2. Alfonso X&lt;br /&gt;3. Dinis ( Diniz )&lt;br /&gt;4. Isaac bin Sid&lt;br /&gt;5. udah bin Moses&lt;br /&gt;6. Judah bin Moses Hakosen&lt;br /&gt;7. Sanuel Ha-levi Abul Afia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. dari bahasa Arab/ latin ke bahasa Hebrew / Ibrani&lt;br /&gt;1. Abraham ben Hayya Ha Nasi&lt;br /&gt;2. Abraham ben Meir Ibn Ezra&lt;br /&gt;3. Abraham ben Nathan Ha Yarhi&lt;br /&gt;4. Abraham ben samuel Ibn Hasdai Ha-Levi&lt;br /&gt;5. Ahitub ben Isaac&lt;br /&gt;6. David ibn Ya-Ish&lt;br /&gt;7. Isaac ben Nathan of Cordova&lt;br /&gt;8. Jacob ben Abba Mari ben Simon&lt;br /&gt;9. Jacob ben Moses Ibn Abbasi Ha-Bedarshi&lt;br /&gt;10. Jacob ben Abi Abraham Isaac ben Al carsono&lt;br /&gt;11. Joseph ben Isaac Qimbi&lt;br /&gt;12. Joseph been Joshua I&lt;br /&gt;13. Joseph ben Joshoua II&lt;br /&gt;14. jacob ben mahir ibn Tibbon&lt;br /&gt;15. Judah ben Saul Ibn Tibbon&lt;br /&gt;16. Judah ben Solomon al Harizi&lt;br /&gt;17. Judah ben Solomon Ibn Labbi&lt;br /&gt;18. Judah ben Solomon Nathan&lt;br /&gt;19. Moses ben Solomon of  Beaucaire&lt;br /&gt;20. Moses Ibn Tibbon&lt;br /&gt;21. Nathan ben Elizar&lt;br /&gt;22. Qalomonymos ben David the Elder&lt;br /&gt;23. Salama&lt;br /&gt;24. Samuel ben Jacob of Capua&lt;br /&gt;25. Solomon ben Joseph Ibn Ayyub Ha-sefardi&lt;br /&gt;26. Samuel ben judah of Marselle&lt;br /&gt;27. samuel ben Judah Ibn tibbon&lt;br /&gt;28. Salomon ben labi&lt;br /&gt;29. salomon ben Peter&lt;br /&gt;30. samson ben salomon&lt;br /&gt;31.  samuel ben Solomon Ha-Meati&lt;br /&gt;32. samuel ibn Motot&lt;br /&gt;33. Shem –top ben Isaac&lt;br /&gt;34. Solomon Bonirac&lt;br /&gt;35. tadros tadrosi&lt;br /&gt;36. Zerahiah Gracian&lt;br /&gt;37. Qaloynos ben Qolamos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya proses penerjemahan tersebut, maka karya-karya intelektual muslim tersebut menjadi bahan bacaan utama dan referensi perkembangan pemikiran di Eropah yang akhirnya menimbulkan gerakan Renaisance, sebagaimana dijelaskan oleh J. Bronowski : ‘ Kita menyangka bahwa Itali adalah tempat kelahiran Renaisance. Padahal cikal bakal Itali tersebut adalah Spanyol pada abad kdua belas , dan itu disimbolkan dengan adanya sekolah-sekolah terkenal di toledo “. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh pemikiran Islam di Barat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MM. Sharif dalam “ History of Muslim Philosophy “ melihat bahwa pengaruh filsafat islam terhadap perkembangan pemikiran di barat dapat ditinjau dari beberapa hal :  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Filsafat islam memberikan inisiatif gerakan humanisme dalam masyarakat barat.&lt;br /&gt;2. Memperkenalkan kepada Barat tentang ilmu sejarah dan metode kritik historis. &lt;br /&gt;3. Memperkenalkan metodologi riset ilmiah pada masyarakat Eropah. &lt;br /&gt;4. Mengadakan perpaduan antara filsafat dan ajaran agama. &lt;br /&gt;5. Memberikan stimulasi atas gerakan mistis di Eropah. &lt;br /&gt;6. Memberikan dasar-daras Renaisance dan kerangka pemikiran filsafat Barat baik Pra-Descartes maupun Post-Kantian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.Pengaruh Pemikiran rasionalis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih anyak kaum terpelajar yang beranggapan bahwa pemikiran rasionalis berasal dari barat, dan mereka merupakan penemu dan peletak dasar sains modern. Tanpa mengecilkan sumbangan mereka dalam perkembangan pemikiran rasionalis, sebenarnya aliran filsafat rasionalis berhulu dari nilai-nilai rasionalis yang berkembang dalam islam, dan buku-buku filsafat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roger Bacon, yang dikenal sebagai salah seorang peletak dasar bagi pemikiran rasionalis barat ternyata mempelajari bahasa Arab dan banyak membaca buku-buku-buku pengatahuan islam, dan dia merupakan salah seorang team penterjemahan literatusr islam dari Universitas Oxford. Sejak Roger Bacon , barulah semangat pengkajian ilmiah dengan metode ekspriment berkembang di seluruh Eropah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G.R.kaye dalam ‘ A Guide to Old Observation “ mengatakan bahwa kaum intelektual arab dan astronom muslim mengadakan metode penelitian yang lain daripada pendahulu mereka. Mereka para ilmuwan muslim tersebut melakukan observasi , membangun pusat-pusat penelitian, dan menciptakan instrumen penelitian, juga mengadakan koreksian terhadap rumus-srumus yang ditemukan oleh Ptolemius. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, ternyata bahwa semangat pengkajian dan penelitian ilmiah, metode investigasi, metode ekspriment, observasi, dan pengukuran yang merupakan dasar pemikiran rasionalis dan ilmu matematika bukanlah ditemukan dari budaya yunani tetapi diambil dari peradaban dan pemikiran Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu pemikiran –pemikiran Ibnu Sina dapat kita jumpai dalam karya Bishop Jhon Toledo , Gundisalvi, William Auverguoe (1249) Alexander Hales ( 1245) , jean de la Rochele ( 1245 ), St. Bonaventure ( 1274 ), Robert Grossette ( 1253 ), dan Jhon Peckasm ( 1292 ), demikian juga dalam karya Albertus magnus dan st. thomas Aquinas.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Risalah Hayy bin Yaqdzan karya ibnu Tufail telah diterjemahkan ke dalam bahsa latin oleh Picodella Mirandola ( 1491) dan Edward Peacock ( 1961 ) . dan terjemahan bahasa Inggeris dilakukan oleh G. Keith and Quaker ( 1674 ),  ke dalam bahasa Belanda pada tahun 1672 dan 1701 , dalam bahasa jerman oleh J.G. pritius ( 1726 ) , T.G.Eichborn ( 1783 ) dan dalam bahasa perancis oleh L. Gauthier ( 1900 ) dan dalam bahasa Rusia oleh J. Kuzmin ( 1920 ). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Pengaruh pemikiran teologis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;St. Thomas aquinas belajar di universitas naples, dan banyak memakai argumentasi Al Ghazali dalam mengkritik filsafat yunani. Dalam karyanya “ Summa Theologica “ banyak terdapat persamaan ide dengan pemikiran Al ghazali tentang bukti adanya tuhan dengan dalil “ contingency “ dan ‘ necessity “, nama-nama, sifat, dan ilmu Tuhan, kebenaran kenabian, dan kebangkitan manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asin palacios melihat bahwa pemikiran teologis Al Ghazali juga mempengaruhi ide Pascal yang terkenal dalam filsafat agama.  Theori Pascal : “ If youn win you shal win all, if you loss you will loose nothing “, merupakan teori Al ghazali yang diteruskan oleh raymond Martini dan kemudian dipakai oleh Pascal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Robert Hammond telah mengadakan studi komparasi antara St.Thomas Aquinas dan Al Farabi dalam persoalan bukti dan argumentasi tentang Tuhan seperti bukti adanya gerak dalam setiap sesuatu , hukum kausalitas aktif , dan Tuhan sebagai “eternal being “.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh pemikiran Filosofis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya-karya Al kindi telah diterjemahkan ke dlam bahasa latin oleh Plato trivoli, Arnold Villanova, Robert the Englishman, John of Seville, dan gerard of Cremona. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitab Ihsa’ul ulum karya Al Farabi diterjemahkan ke dalam bahasa latin oleh Gundisalvus ( 1151 ). Ide Al Farabi tentang argumentasi kosmologis tentang Tuhan, dilanjutkan oleh Maimonides, St. Thomas Aquinas, kemudian oleh Spinoza, Leibniz, dan Kant.  Menurut D. Borkowski yang mengadakan pengkajian tentang pemikiran Spinoza mengatakan bahwa siapa yang membaca dan meneliti karya Spinoza “ de Emendatione Intelectus “ akan mendapatkan kesamaan ide dengan pemikiran Al farabi dalam ‘ manahijul Adillah “ karena adanya kesamaan sentral ide, motivasi, dan konsklusi dari kedua buku tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran Ibnu Sina juga berpengaruh dalam perkembangan pemikiran Barat, sehingga William Auverge , sepoarng pemikir Latin dikenal dengan nama latin Avicennism, sedangkan Roger bacon juga mengikuti teori-teori etika sosial, konsepsi kota dan negara dan filsafat aama Ibnu Sina &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut M. saed Sheikh, Descartes juga mengkuti ide Ibnu Sina dlam beberapa hal : &lt;br /&gt;1. Metodologi keraguan.&lt;br /&gt;2. Thesis : “ Cogito Ergo Sum “.&lt;br /&gt;3. Argumen ontologis dan kosmologis tentang Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Sina berpendapat bahwa segala sesuatu di dunia ini berstatus mungkin. Kemungkinan tersebut merupakan dasar eksistensi segala sesuatu. Sedangkan Descartes menyatakan bahwa untuk meyakini sesuatu harus didahului dengan suatu kemungkinan untuk diragukan, dan hanya satu yang tidak mungkin diragukan yaitu “ saya berfikir maka saya ada “ ( Cogito Ergu Sum ).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembagian antara “infinite” dan “indifinite” demikian juga ide ‘ substance “ Spinoza, bermula dari konsep Tuhan menurut Al Ghazali.   Empirisme Kant dalam level tingkatan “ sense –experience “ dan “ moral consciousness “, juga bermula daripada empirisme Al Ghazali dalam “ mistical experience “.Keduanya menitik beratkan pada “ moral will “, sebagai landasan ‘ noumena “ dan “ ultimate reality “.  Seperti Al Ghazali, Hume juga menyatakan bahwa kita tidak dapat memiliki pengetahuan tanpa hukum kausalitas dalam phenomena, demikian juga ide-ide Al ghazali banyak mempengaruhi pemikiran Schopenhear dan Bergson. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya Descartes “ Discourse de la methode “ mempunyai kesamaan dengan ‘ Al Munqidh minandhalal “ Al ghazali. Keduanya berupa tulisan autobiography, yang dimulai dengan kisah seorang pemuda yang mempunyai beberapa tradisi dan kebiasaan yang berlaku di masyarakat sehinga kemudian pemuda tersebut berpendapat tidak perlu mengikuti segala bentuk tradisi dan kebiasaan karena hal inderawi tidak dapat dijadikan sebagai suatu dasar keyakinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda tersebut baik menurut Al ghazali maupun dalam tulisan Descartes akhirnya berkesimpulan bahwa metode untuk mencari sesuatu kebenaran adalah dengan menghilangkan segala kemungkinan dari keraguan. Sehingga pemuda tersebut menyatakan bahwa untuk mencapai kebenaran diperlukan suatu kepastian sebagaimana dalam matematika. Hal inilah yang membuat Henry Lewis berpendapat bahwa thesis “ I think therefore I am “ yang dikemukakan oleh Descartes berasal dari thesis Al Ghazali “ I will, therefore I am “.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Rusyd dikenal sebagai interpreter pemikiran Aristotle, tetapi Rusyd bukan hanya menterjemahkan pemikiran Aristotle secara mutlak, tetapi mempunyai lompatan-lompatan ide yang berada di luar pemikiran Yunani. Menurut M.M.Sharif, ide-ide Ibnu Rusyd yang menjadi landasan pencerahan pemikiran Barat adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Interpretasi allogorical terhadap Kitab suci.&lt;br /&gt;2. Teori “ Dualism “.&lt;br /&gt;3. Teori “ pan-psychism “.&lt;br /&gt;4. Eternalitas dan potensialitas “ matter “.&lt;br /&gt;5. Emasipasi wanita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori ‘ dualism “ bagi ibnu Rusyd menyatakan bahwa materi adalah eternal dan materi tersebut memproduksi huku-hukum yang eternal dan sainstifik. Materi dan hukum-hukum formulasi materi tersebut adalah dua kebenaran yang diberikan kepada manusia dari Pemilik Kebenaran agar manusia dapat berpikir secara sainstifik , dalam mencari suatu kebenaran. Sedangkan teori “ pan-psychism “ menyatakan bahwa dalam alam ini terdapat kekekalan jiwa kemanusiaan universal, dan kefanaan jiwa pribadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leibniz sebagaimana Al ghazali berpendapat bahwa dunia adalah phenomena. Pengetahuan manusia tidak dapat berdiri sendiri dalam mencapai kebenran universal, tetapi harus juga berdasarkan kepada inderawi ( sense 0 . maka al ghazali dan leibniz membedakan antara konsep dan persepsi. Sedangkan ruang dan waktu menurut keduanya adalah merupakan “ idea of relation “.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Schopenhaur sebagaimana Al Ghazali berpendapat bahwa kemauan –bukan pemikiran- merupakan realitas fundamental.&lt;br /&gt;  Sedangkan bergson menyatakan bahwa intuisi adalah sumber pengetahuan. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Al Ghazali bahwa pengalaman intuisi ( termasuk intuisi kenabian ) juga merupakan dasar pengetahuan dan lebih utama daripada “ sense experience ‘. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kant dalam “ Antinomies of Pure Reason “ mengemukakan empat thesis : &lt;br /&gt;1. Alam terdiri dari “ finite “ dan “ indifinite” , maka segala sesuatu harus diawali dengan waktu dan berada dalam ruang yang tidak terbatas.&lt;br /&gt;2. Segala sesuatu adalah “ infinitely divisible “ atau terdiri dari bagian yang tidak terbatas.&lt;br /&gt;3. Segala sesuatu secara mekanis harus mempunyai keterbatasan, dalam hukum kausalitas.&lt;br /&gt;4. Di Akhir hukum kausalitas terdapat “ necessary being “ yang bersifat “ causeless cause “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thesis diatas sama dengan thesis yang dikemukakan oleh Ibnu Sina :&lt;br /&gt;1. Alam bersifat sternal dan baharu.&lt;br /&gt;2. Jism ( badan segala sesuatu) dapat dibagi pada potensi yang tidak terbatas.&lt;br /&gt;3. Segala sesuatu mempunyai sebab dan berakhir pada sesuatu yang tidak mempunyai sebab yaitu tuhan .&lt;br /&gt;4. Alam bersifat “ possible “ dan ‘ necessary “. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh  pemikiran filsafat islam terhadap perkembangan pemikiran di barat tidak dapat dipisahkan dari pengaruh pemikiran Ibnu Khaldun, dimana ibnu Khaldun telah dikenal sebagai bapak Sosiologi dan peletak dasar Fiulsafat sejarah. Konsep ibnu Khaldun mengenai perubahan sosial, demography, klasifikasi masyarakat kepada masyarakat desa dan kota, masih berlaku hingga saat ini. Sebagaimana hal tersebut dapat dijumpai dalam teori sosiologi barat seperti Boldin, Malthus, Adam Smith, Mills, dan sosiolog yang lain, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh pemikiran humanis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh peradaban muslim terhadap peradaban barat meliputi seluruh aspek kehidupan, baik secara materi maupun intelektual. Hal ini berlangsung dikarenakan adanya kontak antara bangsa eropah dan umat islam dalam bidang kebudayaan, pendidikan, lembaga ilmiah, dan terutama dalam kebebasan dan semangat pencerahan pemikiran, menggantikan suasana Eropah dimasa abad pertengahan yang masih berada dalam tirani dan dogma gereja serta diktator feodalisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat kebebasan yang mereka lihat dalam masyarakat muslim memberikan motivasi kepada bangsa eropah untuk bangkit mancari kebebasan berpikir dan kebebasan berbicara. Gerakan kebebasan mulai muncul di eropah pada abad ke 11 dan abad ke 12 . Faktor yang utama dari gerakan kebebasan ini adalah dengan kembalinya pasukan perang salib dari Jerussalem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan liberal dan “ freedom of thinking “ yang mereka temukan dan lihat pada masyarakat muslim , kemudian hari mereka kembangkan dalam kehidupan bermasyarakat London terutama di kawasan Universitas Oxford ( 1163 ) dan terus mempengaruhi pola pikir masyarakat menengah dan masyarakat atas. Pada saat kebebasan ini berkembang dengan pesatnya, King Richard meninggal ( pada 1199) dan digantikan oleh King John. Pada saat itu suasana kebebasan berpendapat menjadi keperluan seluruh masyarakat, terutama di kalangan masyarakatb menengah dan atas. Hal ini yang menjadi cikal bakal dikeluarkannya piagam “ Magna Carta ‘ oleh King John pada bulan Juni 121, sebagaimana  dijelaskan : “ Keadaan inilah yang menyebabkan masyarakat melihat oeluang untuk mempunyai hak kebebasan lebih daripada sebelumnya sehingga dikeluarkannya piagam “ Magna Carta “.  Dari paiagam ini bermula suasana demokrasi dalam masyarakat barat dari keterangan diatas dapat dilihat bahwa gerakan humanisme yang berporos pada demokrasi di barat bersumber dari gerakan humanisme yang terdapat dalam masyarakat muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari keterangan diatas dapat disimpulkan bahwa peradaban dan pemikiran Islam merupakan “ starting point “ bagi perkembangan pemikiran dan peradaban barat, dan merupakan cikal bakal peradaban masyarakat modern.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1080924641691425531-3147521714129072251?l=arifinismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifinismail.blogspot.com/feeds/3147521714129072251/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifinismail.blogspot.com/2011/01/islam-dan-barat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1080924641691425531/posts/default/3147521714129072251'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1080924641691425531/posts/default/3147521714129072251'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifinismail.blogspot.com/2011/01/islam-dan-barat.html' title='ISLAM DAN BARAT'/><author><name>ARIFIN ISMAIL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03576065139401199131</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1080924641691425531.post-8570800503599755573</id><published>2011-01-25T16:27:00.001-08:00</published><updated>2011-01-25T16:27:52.225-08:00</updated><title type='text'>AL MALIK</title><content type='html'>Al  MALIK  ( Tuhan Yang Maha Kuasa )&lt;br /&gt;Makna al Malik : Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki  ( Surah al hasyr /23 : 23 )&lt;br /&gt;Sebutan al malik dapat juga disebutkan kepada manusia tetapi dengan keyakinan bahwa pemilikan dan kekuasaan itu adalag datang dari Allah ( Surah al baqarah /2 : 246 , Surah Ali Imran /3 : 26 ).&lt;br /&gt;Al Malik dalam al Quran memiliki makna :&lt;br /&gt;a.Menghidupkan dan Mematikan ( Surah at taubah /9 : 116 ).&lt;br /&gt;b.memberi rezeki ( Surah an Nahl/16 : 73 )&lt;br /&gt;c. Memberi dzurriyat kepada manusia ( surah as Syura/42 : 49 ).&lt;br /&gt;d. Menguasai pendengaran dan penglihatan ( Surah Yunus/10 : 31 ).&lt;br /&gt;e. Menentukan mudharat dan manfaat  ( surah al Maidah /5 : 76 ;  al Isra/17 : 56 )&lt;br /&gt;f.Menguasai hari pembalasan di hari akhirat&lt;br /&gt; ( surah Al fatihah/1 : 4 , Al An’am/6 : 73, Al hajj/22 : 56 , al Furqan/25 : 26 , Ghafir/40 : 16).&lt;br /&gt;g.Mengazab dan memaafkan ( surah al maidah/5:40, alFath/48 :14 ).&lt;br /&gt;h.Memberi syafaat ( surah az Zumar/39 : 44 )&lt;br /&gt;i.Menguasai manusia sepenuhnya ( an nas/114:2 )&lt;br /&gt;j.Menguasai segala sesuatu ( surah ali Imran/3 : 189 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap manusia dengan memahami sifat al malik :&lt;br /&gt;a. Beribadah kepadaNya ( alMukminun/23 : 116 ).&lt;br /&gt;b. Meminta ditambahkan ilmu ( surah taha/20 :118 ).&lt;br /&gt;c.Meyakini bahwa segala sesuatu akan kembali kepadaNya ( surah Nur/24:42)&lt;br /&gt;d.Bertasbih memujiNya ( Yasin/36:83, AlJumuah/62:1, Taghabun/64:1)&lt;br /&gt;e.Berdoa dengan meminta kekuasaan kepadaNya ( Ali Imran/3:26)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis tentang kekuasaan :&lt;br /&gt;“Setiap dari kamu adalah pemimpin dan setiap kamu bertanggungjawab atas kepemimpinannya masing-masing “ ( hadis riwayat Ahmad ) &lt;br /&gt;“Tujuh orang yang akan mendapat perlindungan di hari akhirat nanti, pertama adalah  Pemimpin yang adil  ‘ ( riwayat Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;“ Pemimpin yang adil adalah salah seorang dari tiga orang yang tidak akan ditolak doanya “ ( hadis riwayat Tirmidzi )&lt;br /&gt;“ Orang yang adil akan mendapat minbar dari cahaya disisi Tuhan Yang Maha pemurah “ ( hadis riwayat Muslim dan nasai )&lt;br /&gt;“ Satu jam keadilan yang dilakukan oleh seorang pemimpin nilainya sama dengan ibadah enam puluh tahun “ ( riwayat Thabrani ).&lt;br /&gt;“ Satu jam kedzaliman lebih berat disisi Allah daripada kemaksiatan selama enam puluh tahun “ ( Isbahani ).&lt;br /&gt;“ Wahai manusia, sesunguhnya Allah tidak menerima shalat pemimpin yang dzalim ‘ (Hakim )&lt;br /&gt;“ Sesiapa yang meminta kekuasaan atas manusia dan dia mendapatkannya kemudian kedzalimannya mengalahkan keadilannya maka baginya neraka jahannam “ ( riwayat Abu daud ).&lt;br /&gt;“ Manusia yang paling dicintai Allah adalah pemimpin yang adil “ ( riwayat Tirmidzi )&lt;br /&gt;“Tidak ada seseorang yang memimpin tiga orang atau lebih kecuali tangannya akan terbelenggu dan belenggu itu tidak akan dibukakan kecualid dengan keadilannya “ ( riwayat Ibnu Hibban ).&lt;br /&gt;“ Orang yang pertama masuk neraka adalah pemimpin yang memiliki kekayaan dan tidak menunaikan kewajibannya kepada Allah “ ( ibnu khuzaimah )&lt;br /&gt;“Sesiapa yang mendapat kekuasaan kemudian tidak menjaga kekuasaan tersebut sebagaimana menjaga dirinya sendiri maka dia tidak mendapat waanginya surga “ ( riwayat Thabrani ).&lt;br /&gt;“Allah selalu bersama seorang pemimpin selala pemimpin itu tidak melakukan kedzaliman, jika dia berbuat kedzaliman, maka Allah akan meninggalkannya dan dia akan berada bersama syetan “ ( Tirmidzi ).&lt;br /&gt;“ Sesiapa yang mendapatkan kekuasaan tetapi tidak melihat kepada keperluan dan hajat orang ramai maka Allah tidak akan melihat kepadanya ‘ ( Thabrani ).&lt;br /&gt;“ Sesiapa yang diberi Allah kekuasaan tetapi dia menipu rakyatnya maka Allah haramkan dia daripada masuk ke dalam surge “ ( Bukhari Muslim ).&lt;br /&gt;“ Sesiapa yang diberi kuasa dan tidak melakukannya dengan sungguh-sungguh dan dengan sebaik-baiknya maka dia tidak akan masuk ke dalam surga “ ( Muslim dan Thabrani ).&lt;br /&gt;“ Sesiapa pemimpin yang menutup pintunya daripada orang yang menghajatkan pertolongannya , atau orang faqir dan miskin maka Allah akan menutup langit daripadanya “ ( Hakim ).&lt;br /&gt;“ Sesiapa yang memilih seseorang karena ta’asub sedangkan diantara mereka ada orang yang lebih layak untuk melakukannya maka dia telah mengkhianati allah , RasulNya dan orang yang beriman “ ( Hakim ).&lt;br /&gt;“Sesiapa yang memilih pemimpin karena kecintaan, sedangkan dia tidak layak untuk memimpin maka kutukan Allah akan datang kepadanya “ ( Hakim ).&lt;br /&gt;“ Abu Dzar bertanya kepada rasulullah : ya Rasulullah, mengapa baginda tidak memilihku untuk memegang sesuatu kekuasaan? Rasul memegang bahu Abu dzar sambil bersabda : “ Wahai abu dzar, sesungguhnya engkau ini lemah, sedangkan kekuasaan itu adalah amanah, dan amanah itu nanti pada hari kiamat itu akan menjadi penyesalan di hari kiamat, kecuali orang yang mengambil amanat itu dengan menjalankan kewajiban-kewajibannya “( Muslim ).&lt;br /&gt;( Abu dzar adalah sahabat nabi yang sangat taat dalam menjalankan agama, dan termasuk ahli suffah ( kelompok yang selalu beribadah , berzikir di tempat belakang rumah nabi ), tetapi nabi tidak memberikannya kekuasaan disebabkan dia orang yang lemah, maka nabi tidak memberikannya kekuasaan walaupun dia orang yang rajin beribadah ).&lt;br /&gt;Wallaahu a’lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1080924641691425531-8570800503599755573?l=arifinismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifinismail.blogspot.com/feeds/8570800503599755573/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifinismail.blogspot.com/2011/01/al-malik.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1080924641691425531/posts/default/8570800503599755573'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1080924641691425531/posts/default/8570800503599755573'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifinismail.blogspot.com/2011/01/al-malik.html' title='AL MALIK'/><author><name>ARIFIN ISMAIL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03576065139401199131</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1080924641691425531.post-7690463929015077989</id><published>2011-01-25T16:25:00.000-08:00</published><updated>2011-01-25T16:26:17.120-08:00</updated><title type='text'>YA RAHMAN</title><content type='html'>RAHMAN DAN RAHIM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Makna rahman : Yang Maha Pengasih ( Surah ar Rahman /55 : 1-7 ).&lt;br /&gt;    Makna Rahim : Yang Maha Penyayang &lt;br /&gt;    ( Surah al baqarah/2 : 105 ; Al Araf/7 : 156 , Al Ahzab/33 : 43.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sifat yang menerangkan ar Rahman &lt;br /&gt; a. Menciptakan langit dan bumi dan apa yang diantara keduanya &lt;br /&gt;     ( Al Furqan/25 :59 , Al Mulk/67:3 )&lt;br /&gt;b. Menurunkan al Quran yang merupakan petunjuk hidup&lt;br /&gt;     ( Al Fushilat/41 :2 )&lt;br /&gt;c. Mengajarkan Al Quran dan menetangkan penjelasannya&lt;br /&gt;    ( ar Rahman/55 : 1-4 ).&lt;br /&gt;d.Memberikan pertolongan kepada hamba-hambaNya.&lt;br /&gt;    ( Al Mulk /67 : 20 ).&lt;br /&gt;e. Memberikan penangghuna azab ( al Maryam/19 : 75 ).&lt;br /&gt;f. Memberikan kasih sayang ( Maryam/19 :96 ).&lt;br /&gt;g.Berkuasa ke atas makhlukNya di dunia ( al Mulk/67:19 ).&lt;br /&gt;h.Berkuasa atas makhluk di akhirat ( an naba/78 : 37-38 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sikap setelah memahami ar Rahman &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Senantiasa beriman dan bertawakkal kepada Allah ( al Mulk/67 : 29 ).&lt;br /&gt;b. Meminta pertolongan kepada Allah dalam setiap perkara ( al Fatihah/1 :1)&lt;br /&gt;c.Bersyukur dan berterima kasih kepada Allah ( al Fatihah/1:2 ).&lt;br /&gt;d.Beribadah kepada Allah ( al hasyr/59 :22 ).&lt;br /&gt;e.Menyeru dan memohon pertolongan hanya kepada Allah&lt;br /&gt;   (Maryam/19:18; AlIsra/17:110 , An naml/27 : 30)&lt;br /&gt;f. Merendahkan diri di hadapan Allah ( al Furqan/25 : 63 ).&lt;br /&gt;g.Senantiasa berasa takut terhadap murka Allah ( ysain/36 : 11 ).&lt;br /&gt;h.Senantiasa mengingat Allah Yang Maha Pengasih ( Azzukhruf/43:63 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Makna Rahim dalam al Quran &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.Menerima taubat ( Al baqarah/2 : 37, 54 ).&lt;br /&gt;b.Memberi pahala ( AlBaqarah /2 : 143 ).&lt;br /&gt;c. Mengutus rasulullah ( Anbiya/21 : 107 ).&lt;br /&gt;d.Melembutkan hati ( Ali Imran/3 : 159 ).&lt;br /&gt;e.Memberikan keselamatan ( Yunus/10:86;Hud/11: 66,94 ).&lt;br /&gt;f. Memberikan penyembuhan ( Anbiya/21 : 84 ).&lt;br /&gt;g.Memelihara HambaNya dari mengikuti hawa nafsu ( Yusuf/12 : 53 ).&lt;br /&gt;h.Memelihara hambaNya sehingga tidak mengikuti syetan ( an nisa/4:83 ).&lt;br /&gt;i. Menjadikan wajah orang beriman berseri ( Ali Imran/3 : 107 ).&lt;br /&gt;j.Menjauhkan azab daripada hambaNya di dunia dan akhirat ( Nur/24 : 14 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Sikap setelah memahami ar rahim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. mentaati Allah dan rasul ( ali Imran/3 : 132 ).&lt;br /&gt;b. Meminta diberi rahmat ( Ali Imran/3 :8, al A’raf/7 :23, al Kahfi/18: 10 ).&lt;br /&gt;c. Mendengarkan al Quran ( al A’raf/7 : 204 ).&lt;br /&gt;d. mengikuti al Quran ( al Al’am /6 : 155 ).&lt;br /&gt;e. Beriman, berhijrah dan berjihad ( Al Baqarah /2 : 218 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.Doa dengan nama Rahman &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. membaca Bismilahirahmanirahim dalam permulaan setiap pekerjaan dengan memahami makna bahwa segala yang dikerjakan maka Allah akan membrikan rahmat dan kasih sayangNya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;b.membaca Ya rahman Ya rahim : Wahai Allah Yang maha Pengasih dan maha Penyayang, sehingga Allah memebrikan rahmat kepada diri kita dalam menghadapi setiap kesulitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Membaca : Ya Arhamarrahimin irhamna…&lt;br /&gt; Ya Allah yang maha Pengasih dan Penyayang kasihanilah kami, agar setiap apa yang apa yang terjadi merupakan rahmat daripada Allah, dan Allah akan memberikan kasihsayangNya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1080924641691425531-7690463929015077989?l=arifinismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifinismail.blogspot.com/feeds/7690463929015077989/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifinismail.blogspot.com/2011/01/ya-rahman.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1080924641691425531/posts/default/7690463929015077989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1080924641691425531/posts/default/7690463929015077989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifinismail.blogspot.com/2011/01/ya-rahman.html' title='YA RAHMAN'/><author><name>ARIFIN ISMAIL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03576065139401199131</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1080924641691425531.post-6104565202264168326</id><published>2011-01-25T16:22:00.000-08:00</published><updated>2011-01-25T16:23:32.484-08:00</updated><title type='text'>SIRR ( RAHASIA )</title><content type='html'>SIRR ( RAHASIA/SEMBUNYI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna Sirr adalah rahasia, tetapi sirr dalam ibadah maksudnya adalah mengadakan hubungan dan bertaqarrub kepada Allah dengan rahasia (tanpa diketahui oleh orang ramai ) dan juga Allah akan menghubungkan diri kepada hambanya dengan secara rahasia ( sirr ). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini berlandaskan kepada ayat suci Al Quran :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Dan Aku tidak mengatakan kepada kamu (bahwa): "Aku mempunyai gudang-gudang rezki dan kekayaan dari Allah, dan Aku tiada mengetahui yang ghaib", dan tidak (pula) Aku mengatakan: "Bahwa Sesungguhnya Aku adalah malaikat", dan tidak juga Aku mengatakan kepada orang-orang yang dipandang hina oleh penglihatanmu: "Sekali-kali Allah tidak akan mendatangkan kebaikan kepada mereka". Allah lebih mengetahui apa yang ada pada diri mereka; Sesungguhnya aku, kalau begitu benar-benar termasuk orang-orang yang zalim ( Surah Hud /11 : 31 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama menafsirkan maksud ayat " Allah lebih mengetahui apa yang ada pada dalam diri mereka ", maksudnya adalah Allah mengetahui segala apa saja yang ada dalam diri mereka , baik itu yang mereka rahasiakan ataupun yang tidak mereka rahasiakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadis bahwa  Saad bin Abi Waqqas ditanya oleh anaknya : wahai ayah, mengapa ayah berada disini, sedangkan orang ramai sedang sibuk berselisih mengenai kepemimpinan umat dan khilafah ?". Saad bin Abi waqqas menjawab : " Aku pernah mendengar Rasulullah saw bersabda : " Sesungguhnya Allah menyukai hambaNya yang bertaqwa, kaya dan sembunyi-sembunyi (tentang keadaan dirinya )".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga dalam hadis yang lain disebutkan : &lt;br /&gt;Berapa banyak orang rambutnya pakaian dan rambutnya berdebu, tertolak di depan pintu , tidak dipedulikan manusia tetapi jika dia bersumpah atas nama Allah, niscaya Allah akan segera mengabulkannya ". Hadis ini menyatakan bahwa keadaan seorang mansuia yang tidak dikenal, tetapi dia mempunyai hubungan rahasia dengan Tuhan, sehingga Tuhan akan mengabulkan permintaannya dengan segera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari seorang sahabat berjalan di depan sahabat yang lain, maka rasulullah bertanya kepada sahabat-sahabat beliau : " Apakah komen kamu semua terhadap orang itu ? Sahabat-sahabat nabi segera menjawab : " Dia itu orang yang baik dan pantas. Jika dia memnita syafaat, pastilah diberi; dan jika dia mengajukan lamaran untuk menikah , pastilah dia akan diterima; dan jika dia berkata, pastilah didengar orang perkataannya ". Tak lama kemudian berjalanlah di depan sahabat nabi tersebut seorang sahabayt yang lain, dan nabi segera bertanya kepada sahabat-sahabatnya : "Bagaimana pula komen  kalian kepada orang itu ? ". Sahabat-sahabat menjawab ; Dia itu orang yang biasa-biasa saja, jika dia meminta syafaat , maka dia itu tidak layak mendapatkan pertolongan, dan jika dia itu mengajukan lamaran, maka dia akan ditolak, dan jika dia berkata-kata, maka perkataannya tidak layak untuk didengar ". Mendengar komen sahabat beliau, rasulullah bersabda : " Orang ini lebih baik daripada isi dunia semuanya ".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang memiliki rahasisa (sirr ) ini terbagi dalam tiga kelompok :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok pertama adalah golongan yang mempunyai hasrat yang tinggi, tujuan yang bersih, dengan perjalanan yang benar, tidak berhenti pada suatu bentuk, dan tidak mengkaitkan kepada sesuatu nama dan mereka tidak dianggap oleh manusia . Merekalah simpanan-simpanan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mempunyai hasrat yang tinggi, maksudnya bahwa mereka tidak mempunyai keinginan dan hasrat kecuali hanya untuk Allah semata-mata. Keinginan mereka, hanyalah mencari keridhaan Allah, kegembiraan mereka hanyalah bersama allah, kecintaan mereka adalah berjumpa dengan Allah  Hasrat mereka ini tidak boleh dikotori dengan keinginan diri, keinginan nafsu, keinginan materi, keinginan dunia, sebab segala sesuatu hanyalah untuk Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan yang bersih maksudnya tujuan amal perbuatan dan ibadah mereka hanyalah Allah, matlamat hidup hanyalah Allah; tujuan mereka hanyalah penghambaan kepada allah, melaksanakan perintah Allah, mencari keridhaan Allah; tidak ada dalam hatinya tujuan keduniaan atau tujuan hawa nafsu, semuanya hanya untuk mengabdikan diri kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan yang benar, maksudnya dalam melaksanakan perintah Allah, dalam beribadah kepada allah semuanya dilaksanakan dengan cara yang benar sesuai dengan yang dicontohkan dan diarahkan oleh Rasulullah. Ibnu Qayim dalam menjelaskan perjalanan yang benar menyatakan ada tiga cara : &lt;br /&gt;a. Harus berada di jalan yang dilalui oleh Rasulullah, bukan jalan yang dibuat-buat oleh mansuia. &lt;br /&gt;b. Berjalan yang benar bermaksud tidak memenuhi panggilan-pangilan yang bathil dan  panggilan yang membuatnya harus menghentikan perjalanan. &lt;br /&gt;c. Berjalan yang benar, juga bermakna bahwa dalam perjalanan itu harus melihat kepada tujuan, sehingga tidak salah arah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak berhenti pada suatu bentuk maksudnya, bahwa perjalanan itu tidak akan berhenti, sebelum mencapai tujuan , mencari ridha  Allah. Perjalanan itu tidak berhenti disebabkan oleh orang ramai, atau oleh orang lain.&lt;br /&gt;Perjalanan ibadah juga tidak dikaitkan dengan suatu nama, sebab ibadah dilakukan karena Allah, dengan mengikuti sunnah Rasul, bukan karena nama tertentu, atau kelompok tertentu, atau sebab tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak dikenal oleh manusia, maksudnya adalah menjadi kebiasaan mereka menyembunyikan amal ibadahnya, sehingga orang lain tidak mengetahui ketekunan ibadahnya , sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis : " Setiap orang yang beramal mempunyai ketekunan, dan setiap ketekunan mempunyai waktu rehat. Jika dia benar-benar beramal dan bertaqarrub, maka engkau boleh berharap kepadanya, dan jika dia dalam beramal ibadah menginginkan tunjuk jari orang kepadanya , maka janganlah kamu menganggap sedikitpun kepadanya ". Sewaktu ditanya kepada nabi, apa maksud orang yang ingin ditunjuk dengan jari , nabi menjawab : Itulah orang yang mengada-adakan sesuatu yang baru dalam agama dan yang berbuat kerusakan dengan dunianya ". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golongan kedua adalah golongan yang mempunyai kalimat-kalimat yang diucapkannya dengan pemahaman yang berkaitan dengan Allah, sedangkan mansuia akan memahaminya dengan pemahaman yang berlainan dengan pemahaman orang tersebut. Contohnya adalah :jika mereka berkata : " Aku adalah kaya ", maksudnya bahwa kaya itu adalah kaya dengan Allah, cukup dengan Allah; sedangkan orang lain memahami makna kaya itu adalah kekayaan dunia. Orang ini akan selalu menjaga adab-adab  seperti tawadhu, dan menjaga maruah, sehingga mereka terpelihara daripada sangkaan orang ramai. Jika mereka bersama orang ramai, maka dia akan memakai bahasa orang ramai, tanpa memperlihatkan kelebihannya daripada orang ramai, dan mereka tidak akan berbicara dengan manusia dengan bahasa yang asing, atau yang tidak dapat dipahami. Orang menyangkan mereka manusia biasa walaupun sebenarnya merwka manusia yang lebih daripada biasa. Dalam hadis diriwayatkan oleh Imam Ahmad, bahwasanya nabi isa berkata kepada : " Apabila kamu sedang berpuasa, maka beri minyaklah rambutmu, dan sapulah (basahkanlah) kedua bibirmu, sehingga jika engkau keluar kepada orang ramai, nanti orang akan berkata bahwasanya dia itu tidak berpuasa ".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok yang ketiga adalah kelompok yang  kelompok yang sibuk beribadah kepada Allah, sibuk berbuat baik kepada orang lain,, tetapi Allah menyembunyikan amal ibadahnya, dan kebaikannya, sehingga tidak ada manusia yang nampak kebaikannya, hanya Allah sahaja yang mengatahuinya. Mereka ini tidak akan hina walaupun manusia menghinanya, sebab tujuan mereka adalah hnya Allah bukan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh manusia yang disembunyikan Allah daripada mansuia yang lain adalah Uwais al Qarni. Pada suatu hari Rasulullah saw bersabda kepada Umar bin Khattab dan Ali bin Abi Thalib : " wahai umar dan ali, pada suatu hari nanti apabila kamu berjumpa dengan orang yang bernama Uwais al qarni, maka mintalah agar dia mendoakan agar kamu mendapat ampunan Allah, sebab dia adalah orang yang dimakbulkan Allah setiap doanya ". Wahai umar dan ali, Uwais al Qarni itu mempunyai rambut yang merah, jauh jarak antara kedua bahunya, sederhana tingginya, berkulit hitam campur putih, senantiasa merapatkan dagunya ke dadanya,(selalu menunduk), tangan kanannya diletakkan diatas tangan kirinya, senantiasa membaca al Quran,. Dia mempunyai kain buruk daripada bulu, dia tidak dikenal oleh manusia di muka bumi, tetapi terkenal di atas langit ". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama sepuluh tahun, Umar dan Ali mencari orang yang disifatkan oleh rasulullah, sehingga pada suatru musim haji, datanglah kabilah dari yaman. Ali bertanya kepada pengetua kabilah :  " Apakah tidak ada lagi orang dalam kabilahntuan ? ". Pengetahua kabilah berkata : " ada seorang pemuda yang tidak terkenal, pengembala kambing, pakaiannya buruk, dia kami beri upah satu dirham ". Ali bertanya : apakah orang itu mempunyai sifat-sifat mempunyai rambut pirang, selalu menundukkan kepala..?". Pengetua kabilah membenarkan segala sifat tersebut.". Ali dan Umar segera bertanya dimana pemuda tersebut, dan mereka berlomba untuk mendapatkannya. Sampai mereka di jabal Qubais, terlihat seorang pemuda pengembala kambing, Ali dan Umar segera memberi salam : dan setelah salam itu dijawab oleh pemuda, Ali dan Umar bertanya : Siapakah tuan ini? Pemuda menjawab : Saya adalah pengembala dengan menerima upah ". Umar tanya lagi ; Siapakah nama anda ? Pemuda menjawab : saya adalah hamba Allah. Umar menjawab : Kami tahu dibumi ini semua hamba allah, tetapi siapakah nama tuan ? ". &lt;br /&gt;Pemuda menjawab : apakah maksud tuan menanyakan nama saya ?" Akhirnya Ali dan Umar menceritakan hadis rasulullah, dan sifat-sifat itu ada pada diri tuan. &lt;br /&gt;Ali dan Umar segera memintakan doa kepada pemuda itu : Saya tidak pernah mengkhususkan doa kepada seseorang, saya hanya mendoakan untuk seluruh kaum muslimin dan muslimat ". Pemuda itu bertanya : Siapakah anda berdua? Ali menjawab : Ini adalah Umar, amirul mukminin, dan saya adalah Ali. Mendengar itu, pemuda tadi memberi salam kepada amirul mukminin dan ali . Umar berkata : Wahai Uwais, ajarilah kami ". Uwais menjawab : tuntutlah rahmat Allah ketika melaksanakan ketaatan kepadanya dan berharaplah tuan dicelah-celah amal tersebut". Ali berkaya : " wahai Uwais, rasulullah pernah bersabda : " Uwais adalah semulia-mulia tabi'in ", maka bagaimanakah engkau dapat menggembirakan nabi? ". Uwais menjawab : Wahai Ali, tuan telah beroleh nikmat bersahabat dengan nabi, tuan bahagia dapat melihat nabi, sedangkan saya hanya melihat nabi dengan mata hati. Nabi adalah cahaya yang memancar memenuhi alam dan menjalar kepada seklain yang ada, saya lihat Rasulullah kepalanya sampai ke arsy, dan kakinya di bawah biumi yang ketujuh ". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalifah Umar bertanya ; " bagaimana keadaan engkau wahai Uwais ? Uwais menjawab : " Bagaimana seorang lelaki ketika pada pagi hari dia mengira tidak akan sampai pada petang hari, dan jika hari petang maka dia mengira tidak sampai pada pagi hari ". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar bertanya lagi : " bagaimana engkau dapat mencapai kedudukan yangb mulia sebagaiman disebutkan oleh rasululah ? ". Uwais menjawab : " Saya hidup dengan takut kepada Allah , dan jika seseorang sudah takut kepada Tuhan maka dia akan takut berbuat dosa sekecil apapun juga ".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar memberikan pakaian dan belanja kepada Uwais, tetapi Uwais menolak dan berkata : " Apa gunanya pakaian dan benja ini buat saya. Bukankah tuan melihat, pakaian saya dari bulu, apakah dia akan habis? Pekerjaan saya mengembala kambing dengan upah empat dirham, cuba tuan kira berapa lama saya memakan uang yang empat dirham itu,  sedangkan di depan saya dan di depan tuan banyak rintangan yang sukar untuk dilalui, oleh sebab itu wahai Umar tinggalkanlah dunia ini, takutlah akan suatu hari dimana tidak berguna harta dan anak ".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uwais akan pergi, Ali memegang tangannya, dan berkata : kami dating hendak berbicara dengan tuan, mengapa tuan pergi? Uwais menjawab : " Aneh sekali tuan Ali, saya kira tidak seorangpun yang mengenal tuhannya akan merasa  senang dan tenteram dengan selain daripada Tuhannya ". Setelah berkata demikian, dia berlari dengan kencang meninggalkan Ali dan Umar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah contoh manusia "sirr", Uwais al Qarni yang lebih senang mendengarkan kalam Tuhan daripada ucapan mansuia, dan selalu berusaha berhubungan dengan Tuhan secara bersendirian, sembunyi-sembunyi, sehingga manusia tidak mengenalnya, tetapi alah mengenalnya. Di akhir hayatnya, Uwais meninggal  sebagai syahid dalam peperangan antara umat islam dngan pasukan Romawi, gugur sebagai syuhada.Wallahu A'lam ( muhammad Arifin ismail , 15 rabiul awal 1427/3April2007)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1080924641691425531-6104565202264168326?l=arifinismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifinismail.blogspot.com/feeds/6104565202264168326/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifinismail.blogspot.com/2011/01/sirr-rahasia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1080924641691425531/posts/default/6104565202264168326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1080924641691425531/posts/default/6104565202264168326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifinismail.blogspot.com/2011/01/sirr-rahasia.html' title='SIRR ( RAHASIA )'/><author><name>ARIFIN ISMAIL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03576065139401199131</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1080924641691425531.post-7235770462303803261</id><published>2011-01-25T16:20:00.000-08:00</published><updated>2011-01-25T16:22:09.128-08:00</updated><title type='text'>Makrifah (Mengenal Allah)</title><content type='html'>M A K R I F A H&lt;br /&gt;Makrifah berasal dari akar kata “a-ra-fa”, yang bermakna mengenal akan sesuatu. SEcara bahasa , makrifah berarti meliputi sesuatu sebagaimana apa adanya . Dalam kitab suci Al Quran disebutkan:&lt;br /&gt; “ Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul ( Muhammad ) kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran yang telah mereka ketahui “ ( Surah al Maidah : 83 ), &lt;br /&gt;“ Dan orang yang telah Kami berikan kitab kepadanya, mereka mengenal ( Muhammad ) seperti mereka mengenal anak-anak mereka sendiri “ ( Surah al An’am : 20 ).&lt;br /&gt;Dalam Hadis Rasulullah saw bersabda : &lt;br /&gt;“ Aku adalah orang yang paling mengenal Allah dan paling takut kepadaNya “. ( Kitab Madarijussalikin, jilid 3, m.s.338)&lt;br /&gt;“ takutlah kamu ( bertaqwa ) kepada Allah, dengan mengambil perhatian atas apa yang engkau kenal akan Dia dan dengan meninggalkan  apa yang dilarangNya “ ( riwayat Ahmad ).&lt;br /&gt;“ Iman itu adalh mengenal Allah dengan hati “ ( Ibnu Majah )&lt;br /&gt;“ Iman itu adalah mengenal dengan hati, mengakui dengan lisan dan mengamalkan dengan perbuatan “ ( riwayat Thabrani dan Baihaqi )&lt;br /&gt;“ Hati orang munafiq mengenal Allah tetapi mereka mengingkariNya “ ( riwayat Ahmad ).&lt;br /&gt;Ibnu Qayim menyatakan bahwa orang yang bermakrifat (arif) adalah orang yang memiliki makrifat tentang Allah dengan segala sifat, asma dan perbuatanNya, kemudian Allah membenarkan muamalahnya, memurnikan tujuan dan niatnya, melepaskan akhlak-akhlaknya yang buruk, sabar menerima ketetapan hukum Allah, baik yang berupa nokmat atau musibah, kemudian berdoa kepadaNya berdasarkan bashirah terhadap agama dan ayat-ayat Allah, memurnikan seruan hanya kepada Allah seperti yang dibawa oleh Rasulullah, tidak dicampuri dengan keinginan , pemikiran dan hawa nafsu.&lt;br /&gt;Sebagian ulama berkata bahwa diantara tanda makrifat kepada Allah adalah munculnya rasa takut kepada Allah, sehingga sesiapa yang lebih mengenal Allah maka dia akan lebih takut kepadaNya, sebagaimana yang dinyatakan oleh hadis nabi diatas.&lt;br /&gt;Ada yang menyatakan bahwa makrifat akan mendatangkan ketenangan jiwa, sehingga sesiapa yang bermakrifat kepada Allah maka dia akan merasakan bertambahnya ketenangan jiwa “.&lt;br /&gt;Ada orang yang bertanya : Apakah tanda makrifat kepada Allah ? Ulama Salaf menjawab bahwa tanda makrifat kepada Allah adalah kebersamaan hati dengan Allah dan merasakan kedekatan hati dengan Allah “.&lt;br /&gt;Ulama tasawuf, Syibli berkata : “ Orang yang arif tidak mempunyai ikatan, orang yang mencintai tidak mengeluh, hamba yang arif tidak akan mengadu, bagi hamba yang takut tidak akan merasa aman dari siksa Allah, tetapi dia juga mengakui tidak akan dapat lari daripada Allah “.&lt;br /&gt;Ulama sufi yang lain, Ahmad bin Ashim berkata : “ Sesiapa yang paling memiliki makrifat kepada Allah, maka dia akan merasa paling takut dengan siksa Allah “. &lt;br /&gt;Ada lagi yang mengatakan bahwa ; Sesiapa yang makrifat kepada Allah, maka dia merasa sempitnya dunia karena rindu ingin berjumpa dengan Allah “&lt;br /&gt;Ada yang menyatakan “ Makrifat kepada Allah akan melapangkan segala kesempitan “. Hal ini disebabkan dia mengenal sifat-sifat Allah, sehingga tidak ada kesulitan dan kesempitan dalam hidup ini, sebab dia yakin dengan segala sifat-sifat Allah.&lt;br /&gt;Ulama lain berkata : “ Sesiapa yang memiliki makrifat kepada Allah, maka hidupnya menjadi jernih dan tenang, segala sesuatu takut kepadanya, dia tidak takut kepada apapun dan hatinya merasakan dekatnya seakan-akan berada di sisi Allah “.&lt;br /&gt;Subagian ulama menyatakan : “ Makrifat kepada Allah maka dia akan merasa senang kepada Allah, senang dengan kematian, dan semuanya akan senang kepadanya, sementara sesiapa yang tidak memiliki makrifat kepada Allah maka dia akan merasakan terputusnya dunia, ( dunia tidak member manfaat bagi kehidupannya dimasa mendatang ), dan sesiapa yang makrifat kepada Allah tidak akan membiarkan sedikiktpun dari masa dan kesenangan  di dunia kecuali hanya dipergunakan untuk mencari keridhaan Allah, dan jika memakai kesenangan hanya untuk dirinya berarti dia telah mendustakan makrifatnya kepada Allah. Sesiapa yang memilkiki makrifat kepada Allah, maka AllahTaala  akan mencintainya, tergantung dari ukuran makrifatnya kepada Allah. Sesiapa yang makrifat kepada Allah, maka dia sangat takut kepadaNya ( khauf ), selalu berharap kepadaNya ( raja’ ), bertawakkal dan berserah diri kepadaNya, selalu merindukan perjumpaan dengan Nya, merasa malu kepadaNya ( jika tidak melakukan perintahNya), mengagungkanNya dan memuliakanNya “.&lt;br /&gt;Diantara tanda orang yang arif adalah jika dia melihat dan mendengar informasi yang ghaib maka hatinya segera menjadi cermin mengajak kepada beriman, seberapa jauh kejernihan cermin hati itu, maka sejauh itu dia merasakan kehadirran Allah, merasakan kehidupan akhirat, merasakan wujudnya surge dan neraka, merasakan kehadiran rasul dan malaikat.&lt;br /&gt;Ada orang yang bertanya kepada seorang ulama tasawuf Al Junaid bahwa ada segolongan orang yang mengaku telah mendapat tingkat makrifat sehingga merasa tidak perlu lagi menjalankan shalat dalam gerakan, cukup dengan mengenal Allah saja, dan mereka menyangka itulah suatu kebajikan , maka AlJunaid berkata : “ Mereka itu adalah orang yang dengan sengaja menggugurkan amal ibadah. Dalam pandangan saya ini merupakan masalah yang berat,karena orang yang berzina atau mencuri lebih baik daripada mereka yang berpendapat demikian. Orang yang memiliki makrifat tentang Allah sepatutnya mengambil berat setiap amal ibadah kepada Allah dan hanya ditujukan kepada Allah. Andaikata aku ( aljunaid ) berumur seribu tahun lagi, maka aku tidak akan mengurangi amal ibadah walaupun sebesar atom kecuali jika umurka telah dihentikan “.&lt;br /&gt;Diantara tanda orang yang arif adalah tidak menyesali apa yang lepas daripada tangannya, dan tidak gembira karena sesuatu yang diterimanya, sebab dia melihat bahwa segala sesuatu tidak akan kekal ( fana ), dan segala sesuatu itu adalah milik Allah, semua datang dari Allah dan akan kembali kepada Allah.&lt;br /&gt;AlJunaid berkata : Orang tidak disebut arif kecuali dia menjadi seperti tanah yang siap dipijak oleh orang baik dan orang yang buruk, atau menjadi seperti awan yang akan memberikan perlindungan kepada segala sesuatu, atau seperti hujan yang akan memberikan airnya kepada orang yang disukai ataupun tidak disukai ‘.&lt;br /&gt;Ulama lain berkata : Orang tidak disebut arif kecuali jika dia memiliki harta sebanyak diberikan kepada nabi Sulaiman, tetapi harta itu tidsak membuatnya berpaling sedikitpun daripada Allah”.&lt;br /&gt;Seorang ulama sufi Dzun Nun al Masri berkata : “ Tanda orang arif itu tiga macam : Cahaya makrifatnya tidak memadamkan cahaya wara’nya. Kedua tidak mempercayai ilmu batin dapat mengalahkan ilmu hukum secara zahir. Ketiga, limpahan nikmat Allah tidak membuatnya merusak tabir yang telah diharamkan Allah kepadanya “.&lt;br /&gt;Dzun Nun ditanya dengan apa engkau mengenal Allah ? Maka dia menjawab : “ Aku mengenal Tuhan dengan Tuhanku, jikalau bukan karena TuhanKu maka aku tidak akan mengenal Tuhanku “.&lt;br /&gt;Orang arif akan tetap menjaga hubungannya dengan Allah walaupun dalam keadaan tidur, sehingga ada yang berkata : Tidurnya orang arif sama dengan berjaga dan nafasnya  orang arif merupakan tasbih, oleh sebab itu tidurnya orang arif lebih baim daripada shalatnya orang yang lalai “.&lt;br /&gt;Ulama berkata bergaul dengan orang arif akanmengajakmu kepada enam perkara ; “ Mengajakmu dari keraguan kepada keyakinan, dari riya kepada ikhlas, dari lalai kepada dzikir, dari keinginan terhadap dunia kepada keinginan kepada akhirat, dari takabur kepada tawadhu, dan dari buruk sangka kepada nasihat “. &lt;br /&gt;Orang arif adalah orang yang selalu mengisi waktunya dengan amal kebajikan, dan membagun waktunya untukmkehidupan dimasa mendatang.&lt;br /&gt;Oleh sebab itu Muhammad bin al Fadl berkata : Makrifat itu adalah hidupnya hati seorang hamba bersama Allah.&lt;br /&gt;Walahu A’lam&lt;br /&gt;Masjid AlGhufron, 7 Ogos 2007/23Rajab 1428&lt;br /&gt;Muhammad Arifin bin Ismail.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1080924641691425531-7235770462303803261?l=arifinismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifinismail.blogspot.com/feeds/7235770462303803261/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifinismail.blogspot.com/2011/01/makrifah-mengenal-allah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1080924641691425531/posts/default/7235770462303803261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1080924641691425531/posts/default/7235770462303803261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifinismail.blogspot.com/2011/01/makrifah-mengenal-allah.html' title='Makrifah (Mengenal Allah)'/><author><name>ARIFIN ISMAIL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03576065139401199131</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1080924641691425531.post-1442177088595221558</id><published>2011-01-25T16:19:00.000-08:00</published><updated>2011-01-25T16:20:19.462-08:00</updated><title type='text'>FANA</title><content type='html'>FANA&lt;br /&gt;Fana dalam bahasa artinya adalah kebinasaan. Dalam kitab suci Al Quran disebutkan : “Semua yang ada dibumi ini akan binasa. Dan tetaplah wajah Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan “ ( Surah ar Rahman : 26-27).&lt;br /&gt;Sikap fana dalam mendekatkan diri kepada Allah adalah fana dalam kecintaan dan ketaatan kepada Allah, dan mencari keridhaan Allah sehingga mengantarkannya kepada kehidupan dan kedudukan yang kekal. &lt;br /&gt;Sikap Fana juga dimaksudkan adalah fana hati dari seluruh kehidupan dunia, dan ketergantungan kepada alam dan makhluk yang fana, dan hanya bergantung kepada Dzat Allah yang kekal dan Yang Maha tinggi. Oleh sebab itu sebgain ulama menyatakan bahwa makna ayat Al Quran tersebut seakan-akan menyatakan : “ Jika engkau bergantung kepada yang fana, maka ketergantungan itu akan berakhir pada waktu benda itu menjadi fana ; tetapi jika engkau bergantung kepada Dzat yang kekal, maka ketergantungan itu tidak akan putus dan terus berlanjut “. Kefanaan dalam hal ini berarti puncak dan akhir ketergantungan seseorang dalam kepada makhluk, dan hanya menyerahkan segala keputusan dalam qudrah dan iradah Allah.&lt;br /&gt;Ulama menyatakan ada dua tingkatan fana :&lt;br /&gt;1. Fana dalam makrifat menegnal dzat Alah, sehingga tidak ada sesuatu dialam ini yang kekal kecuali Allah subhana wataala.&lt;br /&gt;2. Fana dalam keilmuan, sehingga tidak ada sesuatu di dalam hati kecuali hanya mengingat dan dzikir kepada Allah.&lt;br /&gt;3. Fana dalam kesaksian :&lt;br /&gt;a. fana dalam kesaksian rububiyah dan qayumiyah. Maksudnya adalah kesaksian terhadap sifat Allah yang qayum ( berdiri sendiri ) bahwa Dialah sebagai pengatur, pencipta, pemberi rezki, pemberi manfaat dan mudharat, dan semua makhluk dan hamba wajib tunduk dibawah hukum rububiyah Allah subhana wataala.&lt;br /&gt;b. Fana dalam kesaksian ilahiyah, maksudnya kefanaan dari kehendak kepada selain Allah, baik dalam cinta, tawakkal, takut dan harap, dengan penuh ketaatan sehingga tidak ada perintah dan larangan selain perintah Allah, tidak ada kehidupan selain mengikuti segala yang telah ditentukan Allah dalam syariatNya.&lt;br /&gt;Penyimpangan pemahaman dalam fana :&lt;br /&gt;1. Wahdatul wujud.&lt;br /&gt;Wahdatul wujud artinya adalah kesatuan yang wujud. Maksudnya bahwa segala ala mini sebenarnya fana, dan yang wujud adalah Allah, dan semua makhluk itu adalah pancaran daripada Allah, oleh sebab itu jika kita melihat makhluk sama dengan kita melihat Allah. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh al Hallaj  ( Abul Mughist Husain al hallaj  hidup dari tahun 858 M – 922 , lahir di Marokko dan wafat di Baghdad ) yang berkata : “ Anal haq, Aku adalah Tuhan “.  Dan dalam kesempatan lain dia juga berkata : “ Tidak ada dalam jubahku selain Allah “. Pernyataan ini diungkapkannya karena melihat bahwa dirinya secara Dzat telah fana dan yang ada hanya Dzat allah, sehingga jika aku melihat diriku, maka sebenarnya diriku telah fana, maka yang ada adalah Dzat Allah. Akhirnya ulama memfatwakan bahwa al hallaj adalah sesat dan hukuman bagi pernyataannya adalah dibunuh. &lt;br /&gt;Pemikiran al hallaj ini berkembang ke nusantara sehingga Syekh Siti  Jenar di Jawa juga berkata : Aku adalah Tuhan “, dan akhirnya Syekh siti Jenar di pulau jawa juga difatwakan oleh kumpulan ulama di jawa ( Wali Songo ) adalah sesat dan dibunuh. &lt;br /&gt;Hal ini juga sebagaimana yang dikatakan oleh Hamzah Fansuri dalam syairnya :&lt;br /&gt;Satukan hangat dengan dingin&lt;br /&gt;Tinggal loba dan ingin &lt;br /&gt;Hancur hendak seperti lilin&lt;br /&gt;Maka dapat kerjamu licin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hapuskan akal dan rasamu&lt;br /&gt;Lenyapkan badan dan nyawamu&lt;br /&gt;Pecahkan hendak kedua matamu&lt;br /&gt;Disanalah lihat permai rupamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hunuskan pedang bakarkan sarung&lt;br /&gt;Isbatkan Allah nafikan patung&lt;br /&gt;Laut tauhid juga kau harung&lt;br /&gt;Disanalah engkau dapat bernaung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamzah fansuri di dalam Makkah&lt;br /&gt;Mencari Tuhan di Baitul Ka’bah&lt;br /&gt;Dari Barus ke Kudis terlalu payah&lt;br /&gt;Akhirnya dapat di dalam rumah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ittihad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ittihad secara bahasa adalah bersatu. Hal ini dimaksudkan adalah bersatunya diri manusia dengan dzat Tuhan, sehingga diri manusia fana ( binasa ) dan yang ada adalah Dzat Tuhan.  Jika wahdatul wujud menyatunya alam dengan Tuhan sehingga setiap alam seebnarnya adalah  Dzat Tuhan yang memancar dalam alam, maka ittihad adalah diri manusia dengan dekatnya kepada Tuhan maka dia akan menyatu dengan tuhan, sebab itulah al hallaj berkata “ Anal Haq “, akulah Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Hulul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hulul adalah hilangnya diri dalam Dzat Tuhan, itulah sebabnya dalam syair tersebut Hamzah Fansuri berkata : Hapuskan akal dan rasamu, lenyapkan badan dan nyawamu, pecahkan hendak kedua matamu, disanalah lihat permai rupamu. Wallaahu A’lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1080924641691425531-1442177088595221558?l=arifinismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifinismail.blogspot.com/feeds/1442177088595221558/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifinismail.blogspot.com/2011/01/fana.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1080924641691425531/posts/default/1442177088595221558'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1080924641691425531/posts/default/1442177088595221558'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifinismail.blogspot.com/2011/01/fana.html' title='FANA'/><author><name>ARIFIN ISMAIL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03576065139401199131</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1080924641691425531.post-6674419243339723987</id><published>2011-01-25T16:17:00.000-08:00</published><updated>2011-01-25T16:19:12.130-08:00</updated><title type='text'>TAJRID (KESUNGGUHAN)</title><content type='html'>T A J R I D&lt;br /&gt;Tajrid secara bahasa adalah mengosongkan sesuatu daripada yang lain. Maksud tajrid dalam pemahaman tasawuf bahwa jika kita sedang menghadap Allah, maka penuhkanlah perhatian hanya kepada Allah dan kosongkan perhatian daripada yang lain. Demikianlah juga jika engkau mengerjakan sesuatu maka penuhkanlah perhatian kepada pebuatan tersebut dengan niat kepada Allah dan kosongkan daripada yang lain. Kosongkan daripada yang lain dan hanya menghadapkan diri kepada Allah itulah yang dimaksudkan dalam kalimat : “ iyyaka na’budu wa iyyaka nastain “ dalam surah al fatihah.. Dalam ayat ini dipakai kalimat “Iyaaka” bukan “Ilaika”. Iyyaka   artinya adalah hanya kepadaMu Ya Allah, dan tidak kepada yang lain sedikitpun sedang ilaika “ kepadaMu “; berarti dalam kalimat ‘iyyaka “ tersembnyi makna “tajrid” dan “tafrid”. Tajrid mengosongkan diri daripada segala sesuatu sedangkan tafrid hanya menuju kepada Allah Yang Esa, sebab kalimat tafrid berasal dari “fardun “, yang bermakna tunggal, satu, tidak ada yang lain. Ulama menyatakan “ tajrid “ dalam ibadah sedangkan “tafrid “ dalam ubudiyah. “Tajrid” dari hamba kepada Allah sedangkan tafrid terdapat pada Dzat Allah.&lt;br /&gt;Ada kumpulan yang mengatakan bahwa tajrid adalah mengosongkan dunia dari kehidupan sehingga kehidupan hanya untuk beribadah kepada allah, padahal tajrid dalam amal ibadah tidak dapat dilakukan dengan meninggalkan amal shaleh, sebagaimana dinyatakan oleh Imam Ibnu Athaillah dalam kitab al Hikam  : “ Keinginan anda untuk tajrid padahal Allah menempatkan anda pada asbab, maka hal itu termasuk syahwat yang tersembunyi. Sebaliknya jika  melakukan “asbab” padahal Allah menempatkan anda pada kedudukan tajrid, maka hal itu berarti kemerosotan daripada himmah yang luhur “. Said Hawa menjelaskan bahwa tajrid disini maksudnya adalah meninggalkan pekerjaan duniawi, sehingga seakan-akan maksud Ibnu Athaillah adalah : “ Jika anda ditempatkan Allah pada kedudukan untuk melakukan ikhtiar dengan sebab-sebab sedangkan hatimu menginginkan tajrid, maka itu berarti akibat pengaruh syahwat yang tersembunyi “.&lt;br /&gt;Disini Imam Athaillah menyatakan bahwa “tajrid” tidak berarti menghilangkan “asbab”. Sikap “Tajrid” adalah sikap hati yakin hanya Allah menentukan segala sesuatu tetapi keyakinan tersebut tidak boleh mengurangi amal terhadap sebab-sebab dalam berikhtiar. Tetapi dalam beramal, dalam melakukan sebab, maka  hati tidak boleh pula tergantung kepada perbuatan tersebut, tetapi selayaknya hati hanya tetap bergantung kepada Allah. Ibnu Athaillah berkata : Daripada sebagian tanda ketergantungan kepada amal perbuatan adalah kurangnya harapan ketika terjadi suatu kesalahan “. Setiap muslim diwajibkan untuk beramal, berbuat sesuatu ikhtiar, tetapi diwaktu yang sama dia juga diwajibkan untuk tidak bersandar kepada amal perbuatannya tersebut, tetapi bersandar kepada Allah, hal ini dimaksudkan agar dalam melakukan amal, tujuannya adalah mencari keridhaan Allah, bukan natijah daripada amal perbuatan tersebut.&lt;br /&gt;Ibnu Ajibah menjelaskan bahwa  ‘” Tanda Allah menempatkanseseorang dalam “asbab” ialah dengan berjalan terus menerus dan nampak buahnya, maksudnya ketika sibuk dengan ikhtiar maka ikhtiar itu tidak menganggu agamanya, tidak membuatnya tamak kepada milik orang lain, tetap dalam niat yang baik, selalu menjalin hubungan silaturahmi dengan yang lain, dan menolong orang yang lain sehingga amal perbuatannya dapat memberikan manfaat kepada dirinya, hidupnya, manusia yang lain, alam sekitarnya, dan kehidupannya di akhirat kelak. Sedangkan jika Allah memberikan kepadanya “tajrid”, maka hatinya tetap kepada Allah walau dalam keadaan dan kesibukan melakukan asbab, dan mendapatkan ketenangan jiwa dalam beramal, kebersihan hati, dan hanya tergantung kepada Allah, tidak terpengaruh kepada natijah, tetapi tujuan melakukan asbab hanya mencari keridhaan Allah “.&lt;br /&gt;Syetan selalu menggoda manusia dalam tajrid dan ikhtiar. Jika manusia sedang berikhtiar, maka dia mengoda dengan mengatakan bahwa keadaanmu ini adalah hina sebab engkau meninggalkan ibadah kepada Allah, maka sebaiknya engkau tinggalkan ikhtiar dan bergantunglah kepada Allah tanpa berikhtiar. Syetan berkata : “ Andai engkau meninggalkan ikhtiar, dan kamu tajrid beribadah kepada Allah, maka nanti hatimu akan bersinat dan mendapat kedudukan yang tinggi disisi Allah sebagaimana si fulan dan si fulan “. Akhirnya orang tadi akan meninggalkan ikhtiar, padahal Allah mewajibkannya berikhtiar. &lt;br /&gt;Demikian juga syetan akan menggoda orang yang sedang khusyu’ beribadah kepada Allah (tajrid), dan berkata “ mengapa engkau sibuk dengan ibadah kepada Allah, padahal dunia itu diberikan kepadamu, maka sebab engkau meninggalkan ikhtiar, maka lihat orang lain telah menjadi kaya, mendapat dunia maka segera tinggalkan ibadahmu dan berikhtiarlah , dan carilah dunia “. Tujuan syetan adalah agar manusia yang sedang melakukan ibadah atau yang sedang melakukan ikhtiar terpesong, antara ibadah dan ikhtiar, padahal ikhtiar dilakukan dengan niat ibadah dan keyakinan kepada Allah merupakan cara untuk mendapatkan keridhaan Allah, tetapi sebab terputusnya ibadah disebabkan ikhtiar atau terputusnya ikhtiar disebabkan ibadah menjadi penyebab tidak mendapat ridha Allah. Ikhitar dan ibadah, tak dapat dipisahkan sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Atahillah : “ Amal-amal itu adalah badan yang berdiri, sedangkan rohnya adalah ketergantungan hati dan keikhlasan kepada Alah “.&lt;br /&gt;Dalam  hadis disebutkan bahwa : &lt;br /&gt;“ Sesungguhnya Allah sangat suka kepada seorang hamba jika dia melakukan suatu perbuatan maka dia melakukannya dengan penuh kesungguhan “. ( riwayat Abu Ya’li dan al askari )&lt;br /&gt; “ Andaikata kamu bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakkal maka Dia akan memberikan kepadamu rezeki sebagaimana Dia memberikan rezeki kepada burung, di pagi hari burung itu keluar dari sarangnya mencari makan, dan di petang hari dia  kembali ke sarangnya dalam keadaan perut yang kenyang “ ( riwayat Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah). Hadis ini menjelaskan bahwa tawakkal kepada Tuhan tidak menafikan ikhtiar, sebab Allah memberikan rezeki kepada burung sesudah burung itu terbang mencari rezeki, bukan menunggu di dalam sangkar. Tetapi dalam berikhtiar maka hati tetap bergantung dan bertawakkal kepada Allah. &lt;br /&gt;Tajrid menghajatkan kepada “uzlah” dan inqitha’. Uzlah ( menyendiri ) bukanlah semata-mata menyendiri di salah satu sudut masjid atau bilik, tetapi suasana hati yang tetap ingat Allah dari satu waktu kepada waktu yang lain, tidak terpengaruh dengan segala godaan dan suasana dalam beramal dan berikhtiar. Sedangkan “inqitha’, adalah mengumpulkan segala potensi , semangat dan waktu untuk melakukan ikhtiar, dengan hati tetap bergantung kepada Allah, sehingga kata Ibnu Ataillah : “ Adalah kebodohan orang yang meninggalkan apa yang suidah dimilikinya karena hendak mencari sesuatu yang baru, padahal Allah telah memilih baginya pada waktu itu “.&lt;br /&gt;Dalam uzlah Ibnu Ataillah juga berkata :&lt;br /&gt;“ Tidak ada sesuatu yang bermanfaat untuk hati sebagaimana uzlah, sebab lewat pintu uzlah hati dapat memasuki medan pikir “.&lt;br /&gt;“ Bagaimana mungkin hati akan bersinar, sementara gambaran dunia terlukis di cerminnya “.&lt;br /&gt;“ Bagaimana mungkin seseorang itu menuju Allah, padahal hatinya terpasung oleh syahwatnya “.&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadis rasulullah saw bersabda :&lt;br /&gt;“ Fitnah-fitnah itu dilekatkan di hati bagaikan tikar,sehelai demi sehelai. Maka hati yang dapat dimasukinya tertitik satu noda hitam padanya. Adapun hati yang mengingkarinya maka terteteslah padanya titik putih. Sehingga hati ada dua macam : hati yang putih laksana batu karang yang tak dapat digoyang oleh fitnah selama ada langit dan bumi; dan hati yang hitam laksana periuk yang terbalik, tidak mengenal kebaikan dan tidak mengingkari kemungkaran, hatinya penuh dengan hawanafsu yang telah masuk ke dalamnya “ ( riwayat Muslim ). &lt;br /&gt;“Tajrid” dan asbab adalah bergantung kepada rububiyah dan melaksnaakan ubudiyah dalam setiap kehidupan, bagaikan dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan, dan pada waktu yang sama kita meyakini “tafrid” yaitu meyakini hanya Allah bermula segala sesuatu dan hanya kepadanya berakhir, sebaagimana dikatakan oleh Ibnu Atailah : “ Bergantunglah kamu kepada sifat-sifat rububiyah Allah, dan laksanakanlah dengan sungguh-sungguh sifat-sifat ubudiyahmu kepadaNya “.&lt;br /&gt;Hati manusia selalu dalam proses ujian, apakah dapat melakukan tajrid , sehingga bersih daripada nafsu, keinginan dan goresan-goresan dunia, mereka  yang dapatmelakukan “ tajrid”  inilah yang disebutkan oleh Al Quran bahwa : “ Mereka itu adalah orang-orang yang telah diuji hati mereka oleh Allah untuk bertaqwa ‘ ( Surah al hujurat : 3 ). Semoga hati kita tetap tajrid dan tafrid kepada Allah dengan tetap melaksanakan ikhtiar dengan penuh kesungguhan dengan tujuan mendapatkan keridhaan Allah. Wallahu A’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Arifin Ismail &lt;br /&gt;Masjid AlGhufran,  8 Sya’ban 1428/21 Ogos 2007&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1080924641691425531-6674419243339723987?l=arifinismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifinismail.blogspot.com/feeds/6674419243339723987/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifinismail.blogspot.com/2011/01/tajrid-kesungguhan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1080924641691425531/posts/default/6674419243339723987'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1080924641691425531/posts/default/6674419243339723987'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifinismail.blogspot.com/2011/01/tajrid-kesungguhan.html' title='TAJRID (KESUNGGUHAN)'/><author><name>ARIFIN ISMAIL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03576065139401199131</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1080924641691425531.post-4595727747322641115</id><published>2011-01-25T16:16:00.000-08:00</published><updated>2011-01-25T16:17:36.069-08:00</updated><title type='text'>DZOUK (MERASAKAN )</title><content type='html'>DZOUQ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dzouq adalah keadaan seseorang untuk merasakan kelezatan dan kenikmatan sesuatu baik secara zahir maupun secara batin. Dalam sebuah hadis sahih disebutkan bahwa : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      ذ ا ق   طعم  الا يما ن :  من  رضى  با للـه  ربا   و با لاسـلا م   د ينـا  و بـمـحـمـد   ر سـو لا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Seseorang itu akan merasakan makanan iman : sesiapa yang ridha dngan Allah sebagai Tuhan, dan dengan islam sebagai agama, dan dengan Muhammad sallallahu alaihi wasallam sebagai rasul “.  Hadis ini memberikan gambaran kepada kita bahwa iman itu laksana makanan, dan hati seorang yang beriman akan merasakan kelezatan makanan tersebut sebagaimana seseorang merasakan kenikmatan dan kelezatan suatu makanan dan minuman. Jika seseorang telah merasakan kelezatan iman dan islam, maka tidak ada sedikitpun keraguan yang akan sampai ke dalam hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dzouq : Zikir-(ilmu)-Makrifah-(ridha)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dzouq ini didahului oleh zikir dan makrifah. Zikir adalah mengingat dan mengetahui dan mempunyai ilmu, dengan ilmu itu barulah seseorang mengenal (makrifah ) Allah, dan segala yang berkaitan dengan keimanan kepada Allah. Setelah mengenal Allah, mengenal Rasulullah, mengenal hari kemudian, mengenal kehidupan, mengenal perintah-perintah Allah, mengenal Surga, mengenal neraka, mengenal kehidupanm akhirat, mengenal malaikat, mengenal musuh-musuh iman seeprti syetan, hawa nafsu, orang kafir, dan munafik; barulah dia dapat merasakan kelezatan iman. Itulah sebabnya, dalam hadis diatas disebutkan bahwa kelezatan iman itu hanya didapat bagi mereka yang telah ridha kepada Allah , ridha kepada rasul dan ridha kepada islam sebagai agama. Keridhaan tersebut hanya didapat setelah seseorang mengenal, dan mengenal tersebut hanya dicapai jika seeseorang telah mengetahui akan sesuatu secara detail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Qayim membagi Dzouq dalam tiga tingkatan :&lt;br /&gt;Pertama : Dzouq dengan merasakan kelezatan  keyakinan, sehingga tidak dapat diputuskan dengan anggapan, atau angan-angan. Tidak dapat diputuskan oleh anggapan, maksudnya keyakinan terhadap Allah, rasul dan agama Islam tidak dapat lagi diputuskan oleh “dzan”, anggapan-anggapan dalam pemikiran manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan janganlah kamu mencampurkan  yang benar dengan yang salah “ ( Surah albaqarah :42)&lt;br /&gt;“Kebenaran itu hanya datang dari Tuhan engkau maka janganlah engkau termasuk orang yang ragu “ ( Surah al baqarah : 214/ Ali Imran : 60)&lt;br /&gt;“Dan janganlah kamu mengikuti keinginan mereka(orang kafir) tentang sesuatu kebenaran yang datang kepada engkau “ ( Surah alMaidah :48 ).&lt;br /&gt;“Dan sesungguhnya anggapan (dzan ) itu tidak berguna sedikitpun dalam kebenaran” (surah an anjm : 53).&lt;br /&gt;“Mereka (orang kafir)tidak mempunyai ilmu (tentang pembunuhan nabi isa), itu semua hanyalah sangkaan(dzan) “ ( Surah an Nisa:157).&lt;br /&gt;“ Apakah kamu tidak melihat orang yang mengambil hawa nafsunya sebagai tuhan dan Allah membiarkannya sesat karena ilmunya, dan Allah menutup pendengarannya, dan hatinya, dan meletakkan penutup atas penglihatannya.Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah membiarkannya sesat. Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran ? Mereka berkata : Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia sahaja,kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa; dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanya menyangka (dzan) sahaja “ ( surah al-Jatsiyah/45:23-24).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak dapat diputuskan oleh angan-angan maksudnya adalah tidak dapat diputuskan dengan keindahan dan kemewahan dunia, sebab dia telah mendapatkan janji-janji Allah dengan kehidupan yang penuh nikmat di hari akhirat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Allah telah menjanjikan kepada orang yang beriman laki dan perempuan taman-taman yang dibawahnya mengalir sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya dan mendapatkan tempat tinggal yang baik di dalam surge adn, dan keridhaan Allah itu lebih besar “ ( Surah Taubah/9:72)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadis disebutkan : Demi Allah, tidak ada sesuatu yang diberikan Allah kepada mereka (orang yang beriman ) sesuatu yang lebih hebat daripada melihat wajah Allah “. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dzouq diperoleh setelah meyakini Allah dengan ilmu dan makrifah, kemudian mengamalkan perintahNya dengan motivasi pahala, serta kenikmatan surga, dan menjauhi laranganNya dengan mengingat siksaan dan kepedihan neraka bagi mereka yang ingkar kepadaNya. Maka untuk merasakan Dzuoq ibadah dalam tingkatan pertama ini diperlukan hadis-hadis motivasi tentang pahala dan hadis berbagai siksa bagi mereka yang ingkar kepadaNya. Tujuannya adalah agar seorang mukmin tidak lagi terpengaruh dengan angan-angan kenikmatan dunia yang akan selalu mengganggunya dalam menjalankan perintahNya. Dalam hadis disebutkan : Orang yang pandai itu adalah orang yang dapat menguasai keinginan dirinya/hawa nafsu dan berbuat untuk kehidupan setelah kematian; dan orang yang bodoh itu adalah orang yang mengikuti keinginan hawa nafsunya tetapi berangan-angan kepada yang dijanjikan Allah “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkatan kedua adalah Dzuq dengan merasakan kelezatan kehadiran Allah dalam setiap keadaan hidupnya. Orang ini akan merasakan bahwa Allah selalu bersamanya, selalu melihat perbuatannya, selalu mengawasi tindakannya, baik di dalam masjid atau di luar masjid, baik di waktu seorang diri maupun sedang bersama orang ramai. Orang yang merasakan dzouq seperti ini akan selalu : Zikir kepada Allah dalam setiap keadaan dan waktu, mencintai Allah dalam setiap keadaan, dan tetap melakukan perbuatan terbaik ( ihsan ) dalam setiap tindakan.  Kualiti dzouq tingkatan kedua ini tergantung kepada kualiti kedekatan (taqarrub ) kepada Allah, dengan menjalankan segala perintahNya dan menjauhi laranganNya. Dalam tingkatan kedua ini mereka melakukan amal bukan karena pahala tetapi karena hanya untuk menghambakan diri kepadaNya. “ Sesungguhnya kami ini mememberikan makanan kepada mereka hanya karena mengharapkan keridhaan Allah,Kami tidak menginginkan balasan daripada kamu, dan juga tidak menginginkan (ucapan) terima kasih “ ( surah al Insan/76 : 9 ). &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“ Dan kelak akan dijauhkan dari neraka orang yang paling bertaqwa, yaitu orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah untuk membersihkannya, dan tidak seorangpun yang mengharapkan balasan dari kenikmatan tersebut sebab dia memberikan itu hanya karena mencari keridhaan Tuhannya Yang Maha Tinggi “ ( Surah al lail ?92 : 17-20)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkatan ketiga adalah dzouq dengan merasakan kelezatan berhubungan dengan Allah dalam setiap keadaan. Setiap ucapan merupakan ucapan kesyukuran atas karunia Allah, dan merupakan munajat kepada Allah. Pendengaran dipergunakan hanya untuk mendengarkan perintah Allah, penglihatan hany untuk melihat kekuasaan Allah dan perbuatan, baik ibadah ataupun kerja  hanya untuk penghambaan diri kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadis Qudsi , Allah subhana wa Taala telah berfirman : “ Sesiapa yang memusuhi waliKu maka seolah-olah dia berani untuk mengisytiharkan perang kepadaKu. Tiadalah seorang hambaKu bertaqarrub kepadaKu dengan sesuatu yang paling Aku cintai selain daripada kewajiban-kewajiban yang telah Aku wajibkan kepadanya, dan hambaKu itu senantiasa mendekatkan diri kepadaKu dengan ibadah-ibadah sunnah sehingga aku mencintainya. Apabila aku mencintainya, maka Aku akan menjadi pendengarannya dengan itu ia mendengar. Aku menjadi penglihatannya, dengan itu dia akan melihat. Aku akan menjadi tangannya, dengan itu dia akn memegang; dan Aku akan menjadi kakinya, dengan itu dia berjalan. Apabila dia meminta kepadaKu, niscaya Aku kabulkan, dan apabila dia memohon perlindungan kepadaKu, nescaya Aku akan melindunginya ( hadis riwayat Bukari ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Qayim dalam kitab “Thariqul Hijratain” berkata bahwa wali Allah adalah orang yang tidur, tetapi hatinya berkeliling di sekitar Arsy dan dia senantiasa berhubungan dengan Allah, Tuhan Yang Maha Agung.&lt;br /&gt;                                                             ا لـلـه أ عـلــم  و ا لـحـمـد لـلــه رب  ا لـعـا لمـين&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1080924641691425531-4595727747322641115?l=arifinismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifinismail.blogspot.com/feeds/4595727747322641115/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifinismail.blogspot.com/2011/01/dzouk-merasakan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1080924641691425531/posts/default/4595727747322641115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1080924641691425531/posts/default/4595727747322641115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifinismail.blogspot.com/2011/01/dzouk-merasakan.html' title='DZOUK (MERASAKAN )'/><author><name>ARIFIN ISMAIL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03576065139401199131</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1080924641691425531.post-3717279734957586882</id><published>2011-01-25T16:13:00.000-08:00</published><updated>2011-01-25T16:15:53.090-08:00</updated><title type='text'>Al-JAM'U (BERKUMPUL)</title><content type='html'>A L - J A M ’ U&lt;br /&gt;“Al Jam’u” secara harfiyah maksudnya adalah mengumpulkan. Maksud al Jam’u disini adalah mengumpulkan antara perbuatan hamba dengan kehendak dan keputusan Allah, sehingga terjadilah sesuatu perbuatan. Hal ini didasarkan kepada ayat : “ Tidaklah negkau melempar, tetapi Allah yang telah melempar “ ( QS. Al Anfal : 17 ). Ayat ini turun dalam peperangan Badar, dimana Rasulullah melempar batu kepada musuh dan ketika batu itu terkena kepada orang kafir maka orang kafir musyrikin itupun mati. Oleh sebab itu ayat ini menyatakan bahwa wahai Muhammad engkau tidaklah melempar batu itu, tetapi Allah melempar. Maksudnya bahwa engkau yang melempar, tetapi Allah yang menjadikan keputusan lempar itu sehingga orang kafir itu mati disebabkan oleh lemparan yang engkau lakukan. Keyakinan bahwa itu semua terjadi karena kehendak Allah , sehingga perbuatan manusia itu hanya merupakan sebab, itulah yang dinamakan dengan al jam’u ( mengumpulkan dengan menghilangkan sebab, sehingga yang diyakini itu adalah perbuatan dan keputusan dari Allah ). &lt;br /&gt;Ada kumpulan yang salah memahami ayat diatas menyatakan bahwa manusia itu tidak melempar, maka setiap lemparan itu hanyalah Allah yang melempar, oleh sebab itu manusia tidak perlu berikhtiar, sebab semuanya itu terpulang kepada Allah. Ini pendapat kelompok Jabariyah yang salah, sebab manusia yang melakukan lemparan, dan pada waktu manusia itu melempar, itu dengan ikhtiar, dengan usaha (kasb ), dengan kekuatan daripada mansuia, hanya saja pada waktu manusia itu melempar, Allah yang membrikan kepadanya kekuatan, dan keputusan.&lt;br /&gt;Ada lagi kelompok yang menyatakan bahwa manusia itulah yang melempar, bukan Allah sebab manusia itu diberi kekuasaan penuh dalam berikhtiar, tanpa ada hubungan dengan Tuhan. Mereka berlandaskan kepada ayat : “ Sesungguhnya Allah itu tidak merobah apapun daripada suatu kaum sehingga kaum itu yang merobah apa yang ada pada diri mereka sendiri “. ( Surah al ra’d : 11 ). Pendapat dari kelompok Qadariyah ini juga salah, sebab mereka tidak melihat kepada ayat yang lain. Adapun yang benar adalah mengumpulkan kedua ayat, sebagaimana yang diyakini oleh Ahlussunnah wal jamaah, bahwa manusia yang melakukan ikhtiar dan berusaha ( kasb ), hanya segala sesuatu itu tergantung juga dengan iradah dan qudrah daripada Allah Taala. Inilah yang disebut dengan konsep al Jam’u , yaitu mengumpulkan antara ikhtiar dan kasab daripada manusia dengan kehendak dan qudrah daripada Allah, dan menyatakan bahwa keputusan segala sesuatu hanya ada pada Allah.   &lt;br /&gt;Dalam memahami konsep “ al Jam’u “ ini, maka seorang ulama tasawuf,  Ibnu Athaillah Al Askandari dalam kitabnya yang terkenal “ al Hikam”  menyatakan : “ Orang yang lalai akan melihat apakah yang akan dikerjakannya esok hari, sedangkan orang yang berakal akan berkata apakah yang akan Allah perbuat baginya esok hari “. Bagi orang yang lalai dia akan menyangka bahwa dirinya melakukan sesuatu perbuatan, tanpa ada hubungan kait dengan Allah Taala, sedangkan bagi orang yang berakal menyatakan bahwa apapun yang dilakukan pada esok hari itu semua hanya dapat dilaksanakan dengan pertolongan Allah, sebab Allah memberikan kepadanya kesehatan, kekuatan, dan Allah juga yang memberikan kepadanya keputusan daripada perbuatannya tersebut. Itulah sebabnya dalam Al Quran dinyatakan : “ Dan janganlah engkau berkata bahwa besok engkau akan melakukan sesuatu perbuatan melainkan dengan izin dan kehendak Allah “ ( Surah al kahfi : 23-24 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman “al Jam’u” dalam perbuatan itu dapat dilaksanakan dengan cara bahwa sewaktu akan melakukan perbuatan kita mengucapkan “isnya Allah “, sewaktu mulai melakukan perbuatan dengan ucapan “ Bismillah “, dan sewaktu perbuatan itu berakhakhir , maka kita ucapkan “ Alhamdulillah “. Dengan ucapan itu maka kita memahami bahwa perbuatan manusia tidak ada satupun yang dapat dilepaskan dari pertolongan, qudrah dan iradah Allah, sehingga manusia jika melakukan sesuatu harus meyakini bahwa “ La haula wala quwata illa billah “, tiada upaya dan tiada kekuatan kecuali daripada Allah Subhana wa taala. Manusia melakukan perbuatan, tetapi upaya manusia uitu juga datang darupada Allah. Manusia yang mempunyai tenaga dan kekuatan, tetapi tenaga dan kekuatan juga datang dari Allah, bukan dari badan manusia itu semata-mata. Dengan pemahaman ini, maka manusia akan terlepas daripada riya, bangga dan sombong.&lt;br /&gt;Dengan pemahaman “al jam’u “, manusia juga akan mengakhiri segala perbuatan yang dilakukannya dengan meminta ampun dan taubat kepada Allah, itulah sebabnya rasulullah sendiri setiap mengakhiri sesuatu perbuatan seperti majlis ilmu, selalu melakukan “istighfar’. Demikian juga setiap pagi nabi membaca istighfar dan di perang hari nabi juga membaca istighfar. Seakan-akan mengajarkan kepada umatnya agar memulai hari dengan istighfar dan menutup hari dengan istighfar. Dengan istighfar berarti kita telah merasa bahwa perbuatan kita itu harus kita persembahkan kepada Allah, dan sebab itu kita meminta ampun atas kesalahan ataupun kekurangan yang terdapat dalam perbuatan tersebut.&lt;br /&gt;Ulama juga menyatakan al jam’u dalam ilmu, artinya manusia disuruh Allah mencari ilmu, tapi ingatlah bahwa ilmu itu dfatang daripada Allah :  “Bacalah dengan nama Tuhanmu “ ( Surah al Alaq : 1 ) dan dalam ayat lain Allah berfirman : “ Dan kami ajarkan dia ( khidir ) dengan ilmu pengetahuan yang datang dari sisi kami “ ( Surah al Kahfi : 65 ). Carilah ilmu itu dengan nama Allah, walaupun engkau mencari ilmu dengan membaca, mengkaji, dan lain sebagainya, tetapi ilmu itu yang datang kepada kamu itu semua bukan karena pembacaan dan pengkajian, tetapi daripada Allah  Taala. Inilah yang dimaksud dengan “ al Jam’u “ dalam ilmu.&lt;br /&gt;“Al jam’u “ juga dalam wujud, sehingga seorang manusia harus meyakini bahwa wujudnya sesuatu itu hanya dapat terjadi dengan wujudnya Allah, dengan kekuasaan Allah dalam menciptakan sesuatu, bukan terjadi dengan sendirinya. Segala kejadian alam, perubahan siang dan malam, itu semua terjadi dengan adanya ketentuan Tuhan dalam setiap proses penciptaan, sebagaimana dinyatakan oleh Al Quran bahwa Allah melakukan segala sesuatu dalam setiap sa’at penciptaan : “ Setiap yang ada di langit dan di bumi selalu meminta kepadaNya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan “ ( Surah ar rahman : 29 ).&lt;br /&gt;Dengan memahami al jam’u dalam wujud baru kita dapat memahami “ aljam-‘u “ dalam kesaksian, dimana seorang mansuia dalam melihat setiap benda, melihat setiap kejadian alam, hanya menyaksikan kebesaran Tuhan, dimana segala diciptakanNya dengan penuh hikmah, dan kasih sayang   Allah. Sebab itu segala sesuatu bagi seorang muslim itu merupakan kebaikan sebab segala sesuatu itu diciptakan oleh Allah untuk kebaikan manusia.  “ Kadangkala apa yang engkau benci,  itu  sebenarnya itu  baik bagi dirimu dan apa yang engkau suka, itu  sebenarnya tidak  baik bagi dirimu, sebab hanya Allah Maha mengetahui  dan kamu tidak mengetahuinya “  ( Surah alBaqarah : 216 ). Walahu A’lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1080924641691425531-3717279734957586882?l=arifinismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifinismail.blogspot.com/feeds/3717279734957586882/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifinismail.blogspot.com/2011/01/al-jamu-berkumpul.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1080924641691425531/posts/default/3717279734957586882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1080924641691425531/posts/default/3717279734957586882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifinismail.blogspot.com/2011/01/al-jamu-berkumpul.html' title='Al-JAM&apos;U (BERKUMPUL)'/><author><name>ARIFIN ISMAIL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03576065139401199131</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1080924641691425531.post-1666516837469487165</id><published>2010-12-25T19:13:00.000-08:00</published><updated>2010-12-25T20:03:20.675-08:00</updated><title type='text'>SEBENARNYA NATAL BUKAN 25 DESEMBER</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_YIFlEvpqp1s/TRa-NCYYknI/AAAAAAAAADs/ko3tONG3ETE/s1600/natal2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 355px; height: 235px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YIFlEvpqp1s/TRa-NCYYknI/AAAAAAAAADs/ko3tONG3ETE/s400/natal2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5554836321594806898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEJARAH TANGGAL HARI RAYA NATAL &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by: Dr. J.L. Ch. Abineno&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gereja-gereja merayakan Natal pada tanggal 25 Desember. Kebiasaan ini baru mulai dalam abad ke-4. Sebelum itu Gereja tidak mengenal perayaan Natal. Terutama karena Gereja tidak tahu dengan pasti bilamana –pada hari dan tahun berapa– Yesus dilahirkan. Kitab kitab Injil tidak memuat data data tentang hal itu. Dalam Lukas 2 dikatakan, bahwa pada waktu Yesus dilahirkan gembala gembala sedang berada “di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam” (ayat 8). Itu berarti, bahwa Yesus dilahirkan antara bulan Maret atau April dan bulan November.&lt;br /&gt;Klemens dari Alexandria mengejek orang orang yang berusaha menghitung dan menentukan hari kelahiran Yesus. Dalam abad abad pertama hidup kerohanian anggota anggota jemaat lebih diarahkan kepada kebangkitan Yesus. Natal tidak mendapat perhatian. Perayaan hari ulang tahun umumnya –terutama oleh Origenes– dianggap sebagai suatu kebiasaan kafir: orang orang seperti Firaun dan Herodes yang merayakan hari ulang tahun mereka. Orang Kristen tidak berbuat demikian: orang Kristen merayakan hari kematiannya sebagai hari ulang tahunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi di sebelah Timur (= Eropa Timur) orang telah sejak dahulu memikirkan mukjizat pemunculan Allah dalam rupa manusia. Menurut tulisan tulisan lama suatu sekte Kristen di Mesir telah merayakan “pesta Epiphania” (= pesta Pemunculan Tuhan) pada tanggal 4 Januari. Tetapi yang dimaksudkan oleh sekte ini dengan pesta Epiphania ialah munculnya Yesus sebagai Anak Allah –pada waktu Ia dibaptis di sungai Yordan. Gereja sebagai keseluruhan (= Gereja di seluruh Eropa) bukan saja menganggap baptisan Yesus sebagai Epiphania, tetapi terutama kelahiranNya di dunia. Sesuai dengan anggapan ini Gereja –pada permulaan abad ke 4– merayakan pesta Epiphania pada tanggal 6 Januari sebagai pesta kelahiran dan pesta baptisan Yesus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perayaan kedua pesta ini berlangsung pada tanggal 5 Januari malam (menjelang tanggal 6 Januari) dengan suatu tata ibadah yang indah, yang terdiri dari Pembacaan Alkitab dan puji pujian (= nyanyian). Ephraim dari Syria menganggap Epiphania sebagai pesta yang paling indah. Ia katakan: “Malam perayaan Epiphania ialah malam yang membawa damai sejahtera dalam dunia. Siapakah yang mau tidur pada malam, di mana seluruh dunia sedang berjaga jaga?!” Pada malam perayaan Epiphania semua gedung gereja dihiasi dengan karangan bunga. Pesta ini khususnya dirayakan dengan gembira di guha Betlehem, di mana Yesus –menurut kepercayaan orang– dilahirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Roma perayaan Natal kemudian –antara tahun 325 dan tahun 354– beralih dari tanggal 6 Januari ke tanggal 25 Desember. Dalam agama kafir pada waktu itu tanggal 25 Desember dirayakan sebagai pesta untuk menghormati dewa matahari. Kaisar Konstantin menghendaki, supaya agama Kristen menggunakan praktik praktik keagamaan yang ada pada waktu itu, Sementara. itu konsili Nicea (325) dengan kuat menggarisbawahi, bahwa Yesus sejak lahirNya adalah Anak Allah. Hal ini mendorong Gereja untuk merayakan hari ulang tahun (= dies natalis) Yesus sebagai suatu pesta tersendiri, lepas dari pesta baptisanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu Gereja menggantikan pesta kafir –pesta dewa matahari– dengan “pesta Kristen”: “pesta Natal Yesus Kristus” sebagai Terang dunia. Tetapi pengaruh pesta kafir ini lama sekali nampak dalam pesta Natal. Begitu rupa, sehingga Paus Leo –dalam abad ke 5– harus menasihatkan orang-orang Kristen pada waktu itu supaya mereka jangan merayakan pesta dewa matahari, tetapi Natal Yesus Kristus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Roma perayaan Natal pada tanggal 25 Desember disebarkan ke seluruh dunia. juga ke Indonesia. Jadi yang kita rayakan pada tanggal 25 Desember bukanlah suatu tanggal historis.. (Dr. J.L. Ch. Abineno, Buku Katekisasi Perjanjian Baru I, BPK Gunung Mulia, Jakarta, Cet. II, 1987, hlm. 14-16). [taz/voa-islam.com]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipuan Pohon Natal = Kelahiran Yesus Menurut Bibel?&lt;br /&gt;Ditulis oleh : Hj.Irena Handono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menyibak tabir 25 Desember yang diyakini sebagai Hari Kelahiran Yesus, sebaiknya disimak apa yang diberitakan oleh Bibel tentang kelahiran Yesus sebagaimana tercantum dalam Lukas 2:1-8 dan Matius2:1, 10, 11. Sedangkan Markus dan Yohanes tidak menuliskan kisah kelahiran Yesus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lukas 2:1-8: &lt;br /&gt;Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia.. Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria. Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya sendiri. Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, -- karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud -- supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya, yang sedang mengandung. Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan. Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, menurut Lukas, Yesus lahir pada masa kekuasaan Kaisar Agustus yang saat itu sedang melaksanakan sensus penduduk (7 M = 579 tahun Romawi). Yusuf tunangan Maria (Maryam) ibu Yesus berasal dari Betlehem, maka mereka berangkat kesana, dan lahirlah Yesus di Betlehem, anak sulung Maria. Maria membungkusnya dengan kain lampin dan membaringkannya dalam palungan (tempat makanan sapi, domba yang terbuat dari kayu). Peristiwa itu terjadi pada malam hari dimana gembala sedang menjaga kawanan ternak mereka di padang rumput. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Matius 2:1, 10, 11  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matius 2:1: &lt;br /&gt;2:1 Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matius 2:10: &lt;br /&gt;2:10 Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matius 2:11: &lt;br /&gt;2:11 Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.&lt;br /&gt;Jadi menurur Matius, Yesus lahir dalam masa pemerintahan raja Herodus yang disebut Herodus Agung yang memerintah antara tahum 37 SM sampai tahun 4 M (749 tahun Romawi), ditandai dengan bintang-bintang yang terlihat oleh orang-orang Majusi dari Timur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, cukup jelas pertentangan kedua Injil tersebut (Lukas 2:1-8 dan Matius 2:1, 10, 11) dalam menjelaskan kelahiran Yesus. Namun begitu keduanya menolak kelahiran Yesus tanggal 25 Desember. Penggambaran kelahiran yang ditandai dengan bintang-bintang di langit dan gembala yang sedang menjaga kawanan domba yang sedang di lepas bebas di padang rumput beratapkan langit dengan bintang-bintangnya yang gemerlapan, menunjukkan kondisi musim panas sehingga gembala berdiam di padang rumput dengan domba-domba mereka pada malam hari untuk menghindari sengatan malam hari. Sebab jelas 25 Desember adalah musim dingin sedang suhu udara di kawasan Palestina pada bulan Desember itu sangat rendah sehingga salju merupakan hal yang tidak mustahil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang memiliki wawasan luas, hati dan lapang dalam mencari kebenaran, kitab suci Al-quran telah memberikan jawaban tentang kelahiran Yesus (Nabi Isa alaihissalam). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Q.S Marayam:23-25&lt;br /&gt;23. Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia berkata: "Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi barang yang tidak berarti, lagi dilupakan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: "Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi menurut Al-Qur’an, Nabi Isa as dilahirkan pada musim panas disaat buah kurma sedang ranum. Untuk itu perlu kita cermati pendapat sarjana Kristen Dr. Arthur. Peak, dalam Commentary on the bible – seperti dikutip buku Bible dalam Timbangan oleh Soleh A. Nahdi (hal 23): Yesus lahir dalam Elul (bulan Yahudi), bersamaan dengan bulan: Agustus – September. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Uskup Barns dalam Rise of Christianity – seperti juga yang dikutip oleh Soleh A. Nahdi berpendapat sebagai berikut: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"There is, moreover, no authority for the belief than Dcember 25 was the actual birthday of jesus. If we can give abny credence to the brit – storyof lurk, with the shepherds keeping watchby night in the fields near Bethlehem, the birth of Jesus did not take place in winter, mhen the night temperature is so low in the hill country of Judea that snow is not uncommon. After much argument our Chritmast day seems to have been accepted about A. D. 300."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Kepercayaan, bahwa 25 Desember adalah hari Yesus yang pasti tidak ada buktinya. Kalau kita percaya cerita Lukas tentang hari lahir itu dimana gembala-gembala waktu malam menjaga di padang rumput di dekat Bethlehem, maka hari lahir Yesus tentu tidak di musim dingin di saat suhu di negeri pegunungan Yudea amat rendah sehingga salju merupakan hal yang tidak mustahil. Setelah terjadi banyak perbantahan tampaknya hari lahir tersebut diterima penetapannya kira-kira tahun 300 Masehi). ****&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1080924641691425531-1666516837469487165?l=arifinismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifinismail.blogspot.com/feeds/1666516837469487165/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifinismail.blogspot.com/2010/12/sebenarnya-natal-bukan-25-desember.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1080924641691425531/posts/default/1666516837469487165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1080924641691425531/posts/default/1666516837469487165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifinismail.blogspot.com/2010/12/sebenarnya-natal-bukan-25-desember.html' title='SEBENARNYA NATAL BUKAN 25 DESEMBER'/><author><name>ARIFIN ISMAIL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03576065139401199131</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_YIFlEvpqp1s/TRa-NCYYknI/AAAAAAAAADs/ko3tONG3ETE/s72-c/natal2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1080924641691425531.post-6159535391144881156</id><published>2010-12-24T14:25:00.000-08:00</published><updated>2010-12-24T14:25:20.874-08:00</updated><title type='text'>Muslim Demographics</title><content type='html'>&lt;iframe width="425" height="344" src="http://www.youtube.com/embed/6-3X5hIFXYU?fs=1" frameborder="0"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1080924641691425531-6159535391144881156?l=arifinismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifinismail.blogspot.com/feeds/6159535391144881156/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifinismail.blogspot.com/2010/12/muslim-demographics.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1080924641691425531/posts/default/6159535391144881156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1080924641691425531/posts/default/6159535391144881156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifinismail.blogspot.com/2010/12/muslim-demographics.html' title='Muslim Demographics'/><author><name>ARIFIN ISMAIL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03576065139401199131</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/6-3X5hIFXYU/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1080924641691425531.post-2740113859420471948</id><published>2010-12-22T17:04:00.000-08:00</published><updated>2010-12-22T17:12:44.240-08:00</updated><title type='text'>FATWA MUI TENTANG PERAYAAN NATAL</title><content type='html'>Pada tahun 1981dahulu, Majelis Ulama Indonesia, telah mengeluarkan Fatwa yang berkaitan dengan perayaan Natal dengan salinan fatwa sebagai berikut. Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia setelah : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEMPERHATIKAN :&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1.       Perayaan Natal bersama pada akhir-akhir ini disalah artikan oleh sebagian ummat Islam dan disangka dengan ummat Islam merayakan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW. &lt;br /&gt;2.       Karena salah pengertian tersebut ada sebagian orang Islam yang ikut dalam perayaan Natal dan duduk dalam kepanitiaan Natal . &lt;br /&gt;3.       Perayaan Natal bagi orang-orang Kristen adalah merupakan ibadah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENIMBANG : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.       Ummat Islam perlu mendapat petunjuk yang jelas tentang Perayaan Natal Bersama. &lt;br /&gt;2.       Ummat Islam agar tidak mencampur adukkan aqiqah dan ibadahnya dengan aqiqah dan ibadah agama lain. &lt;br /&gt;3.       Ummat Islam harus berusaha untuk menambah Iman dan Taqwanya kepada Allah SWT. &lt;br /&gt;4.       Tanpa mengurangi usaha ummat Islam dalam Kerukunan Antar Ummat Beragama di Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meneliti kembali &lt;br /&gt;Ajaran-ajaran agama Islam, antara lain: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.      Bahwa ummat Islam diperbolehkan untuk bekerja sama dan bergaul dengan ummat agama-agama lain dalam masalah-masalah yang berhubungan dengan masalah keduniaan, berdasarkan atas: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.       Al Qur`an surat Al-Hujurat ayat 13: ”Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan Kamu sekattan dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan Kami menjadikan kamu sekalian berbangsa-bangsa dan bersuku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah adalah orang yang bertaqwa (kepada Allah), sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.       Al Qur`an surat Luqman ayat 15:”Dan jika kedua orang tuamu memaksamu untuk mempersekutukan dengan aku sesuatu yang kamu tidak ada pengetahuan tentang itu, maka janganlah kamu mengikutinya, dan pergaulilah keduanya di dunia ini dengan baik. Dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian kepada-Ku lah kembalimu, maka akan Ku-berikan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.       Al Qur`an surat Mumtahanah ayat 8: ”Allah tidak melarang kamu (ummat Islam) untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang (beragama lain) yang tidak memerangi kamu karena agama dan tidak pula mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.      Bahwa ummat Islam tidak boleh mencampuradukkan aqidah dan peribadatan agamanya dengan aqidah dan peribadatan agama lain berdasarkan : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.       Al Qur`an surat Al-Kafirun ayat 1-6:”Katakanlah hai orang-orang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah pula menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.       Al Qur`an surat Al Baqarah ayat 42: “Dan jika kedua orang tuamu memaksamu untuk mempersatukan dengan aku sesuatu yang kamu tidak ada pengetahuan tentang itu, maka janganlah kamu mengikutinya dan pergaulilah keduanya di dunia ini dengan baik Dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Kita, kemudian kepada-Kulah kembalimu, maka akan Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.      Bahwa ummat Islam harus mengakui kenabian dan kerasulan Isa Al Masih bin Maryam sebagaimana pengakuan mereka kepada para Nabi dan Rasul yang lain, berdasarkan atas: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.       Al Qur`an surat Maryam ayat 30-32: “Berkata Isa: Sesungguhnya aku ini hamba Allah. Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi. Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku mendirikan shalat dan menunaikan zakat selama aku hidup. (Dan Dia memerintahkan aku) berbakti kepada ibumu (Maryam) dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.       Al Qur`an surat Al Maidah ayat 75: “Al Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rosul yang sesungguhnya telah lahir sebelumnya beberapa Rosul dan ibunya seorang yang sangat benar. Kedua-duanya biasa memakan makanan(sebagai manusia). Perhatikanlah bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli Kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu).”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;3.       Al Qur`an surat Al Baqarah ayat 285 : “Rasul (Muhammad telah beriman kepada Al Qur`an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman) semuanya beriman kepada Allah, Malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya dan Rasul-Nya. (Mereka mengatakan) : Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari Rasul-rasulnya dan mereka mengatakan : Kami dengar dan kami taat. (Mereka berdoa) Ampunilah Ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;D.      Bahwa barangsiapa berkeyakinan bahwa Tuhan itu lebih daripada satu, Tuhan itu mempunyai anak Isa Al Masih itu anaknya, bahwa orang itu kafir dan musyrik, berdasarkan atas : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.       Al Qur`an surat Al Maidah ayat 72 : “Sesungguhnya telah kafir orang-orang yang berkata : Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putera Maryam. Padahal Al Masih sendiri berkata : Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga dan tempatnya ialah neraka, tidak adalah bagi orang zhalim itu seorang penolong pun.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2.       Al Qur`an surat Al Maidah ayat 73 : “Sesungguhnya kafir orang-orang yang mengatakan : Bahwa Allah itu adalah salah satu dari yang tiga (Tuhan itu ada tiga), padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain Tuhan yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu pasti orang-orang kafir itu akan disentuh siksaan yang pedih.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.       Al Qur`an surat At Taubah ayat 30 : “Orang-orang Yahudi berkata Uzair itu anak Allah, dan orang-orang Nasrani berkata Al Masih itu anak Allah. Demikianlah itulah ucapan dengan mulut mereka, mereka meniru ucapan/perkataan orang-orang kafir yang terdahulu, dilaknati Allah-lah mereka bagaimana mereka sampai berpaling.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E.       Bahwa Allah pada hari kiamat nanti akan menanyakan Isa, apakan dia pada waktu di dunia menyuruh kaumnya, agar mereka mengakui Isa dan Ibunya (Maryam) sebagai Tuhan. Isa menjawab “Tidak” : Hal itu berdasarkan atas :Al Qur`an surat Al Maidah ayat 116-118 :”Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: Hai Isa putera Maryam adakah kamu mengatakan kepada manusia (kaummu): Jadikanlah aku dan ibuku dua orang Tuhan selain Allah, Isa menjawab : Maha Suci Engkau (Allah), tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya tentu Engkau telah mengetahuinya, Engkau mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib. Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang engkau perintahkan kepadaku (mengatakannya), yaitu : sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu dan aku menjadi saksi terhadapa mereka selama aku berada di antara mereka. Tetapi setelah Engkau wafatkan aku, Engkau sendirilah yang menjadi pengawas mereka. Engkaulah pengawas dan saksi atas segala sesuatu. Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu dan Jika Engkau mengampunkan mereka, maka sesungguhnya Engkau Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F.       Islam mengajarkan Bahwa Allah SWT itu hanya satu, berdasarkan atas Al Qur`an surat Al Ikhlas: “Katakanlah : Dia Allah yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang segala sesuatu bergantung kepada-Nya. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada seorang pun / sesuatu pun yang setara dengan Dia.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G.      Islam mengajarkan kepada ummatnya untuk menjauhkan diri dari hal-hal yang syubhat dan dari larangan Allah SWT serta untuk mendahulukan menolak kerusakan daripada menarik kemaslahatan, berdasarkan atas : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.       Hadits Nabi dari Nu`man bin Basyir : “Sesungguhnya apa apa yang halal itu telah jelas dan apa apa yang haram itu pun telah jelas, akan tetapi diantara keduanya itu banyak yang syubhat (seperti halal, seperti haram) kebanyakan orang tidak mengetahui yang syubhat itu. Barang siapa memelihara diri dari yang syubhat itu, maka bersihlah agamanya dan kehormatannya, tetapi barang siapa jatuh pada yang syubhat maka berarti ia telah jatuh kepada yang haram, semacam orang yang mengembalakan binatang makan di daerah larangan itu. Ketahuilah bahwa setiap raja mempunyai larangan dan ketahuilah bahwa larangan Allah ialah apa-apa yang diharamkan-Nya (oleh karena itu hanya haram jangan didekati).” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.       Kaidah Ushul Fiqih “Menolak kerusakan-kerusakan itu didahulukan daripada menarik kemaslahatan-kemaslahatan (jika tidak demikian sangat mungkin mafasidnya yang diperoleh, sedangkan masholihnya tidak dihasilkan).” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEMUTUSKAN&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;MEMFATWAKAN :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.       Perayaan Natal di Indonesia meskipun tujuannya merayakan dan menghormati Nabi Isa AS, akan tetapi Natal itu tidak dapat dipisahkan dari soal-soal yang diterangkan diatas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.       Mengikuti upacara Natal bersama bagi ummat Islam hukumnya haram. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.       Agar ummat Islam tidak terjerumus kepada syubhat dan larangan Allah SWT dianjurkan untuk tidak mengikuti kegiatan-kegiatan Natal. &lt;br /&gt;Jakarta, 1 Jumadil Awal 1401 H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7 Maret 1981 &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;                               Komisi Fatwa&lt;br /&gt;                        Majelis Ulama Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                              Ketua                                               Sekretaris&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; K.H.M SYUKRI  GHAZALI                 Drs. H. MAS`UDI &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah bunyi teks fatwa tersebut, semoga kita sebagai umat Islam dapat menjadikan fatwa tersebut menjadi panduan dalam bersikap terhadap agama lain. Hal ini sangatlah penting, sebab akhir-akhir ini banyak pendapat tentang hukum perayaan natal bagi umat Islam. Terlebih lagi menurut situs voa-islam, terdapat buku tentang natal yang ditulis didepannya dengan kalimat ” maulid nabi isa a.s.”. Demikian juga terdapat tayangan di layar kaca melalui media tivi dimana umat kristiani menayangkan acara natal dengan nasyid dari kitab injil berbahasa arab dengan memakai busana muslimah, dan mendatangkan penyanyi dari kristiani Timur tengah. Oleh sebab itu umat Islam harus waspada dan tidak terikut dan terpengaruh dengan  segala bentuk kegiatan natal yang bernuansa arab, dan tidak terjebak dengan  pemikiran liberalisme dan pluralisme yang mencampuradukan kegiatan satu agama dengan agama yang lain. Rasululah saw telah memperingatkan hal ini dengan sabdanya  yang disampaikan oleh sahabatnya Abdullah bin Amru bin 'Ash radhiyallahu 'anhuma, berkata: ” Barangsiapa yang membangun negeri orang-orang kafir, meramaikan peringatan hari raya dan tahun baru mereka (naruz), dan perayaan agama mereka (mahrajan) serta menyerupai mereka sampai dia meninggal dunia dalam keadaan demikian, maka  nanti di hari kiamat, ia akan dibangkitkan bersama mereka ” (Sunan al-Baihaqi IX/234). Umat Islam dilarang menghadiri perayaan natal,sebab natal berkaitan dengan akidah dan ibadah agama lain, walauoun demikian umat Islam tetap harus menghormati agama lain dan bersikap toleransi dengan bersikap dan berakhlak yang mulia dalam berhubungan dan bersilaturahmi dengan mereka, sebagaimana dinyatakan dalam al quran : ”Katakan kepada orang kafir bahwa saya tidak akan menyembah apa yang akan kamu sembah, dan kamu juga tidak perlu menyembah apa yang saya sembah. Saya tidak pernah menyembah apa yang kamu sembah dan saya juga tidak pernah menyembah apa yang kamu sembah. bagi kamu agama kamu, dan bagiku agamaku. ( QS.AlKafirun ) . Inilah sikap umat Islam, tegas dalam akidah, tetapi tetap toleran dan menghormati  agama yang lain. Fa’tabiru Ya Ulil albab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1080924641691425531-2740113859420471948?l=arifinismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifinismail.blogspot.com/feeds/2740113859420471948/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifinismail.blogspot.com/2010/12/fatwa-mui-tentang-perayaan-natal.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1080924641691425531/posts/default/2740113859420471948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1080924641691425531/posts/default/2740113859420471948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifinismail.blogspot.com/2010/12/fatwa-mui-tentang-perayaan-natal.html' title='FATWA MUI TENTANG PERAYAAN NATAL'/><author><name>ARIFIN ISMAIL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03576065139401199131</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1080924641691425531.post-6213090919004239552</id><published>2010-12-12T15:27:00.000-08:00</published><updated>2010-12-12T15:29:53.505-08:00</updated><title type='text'>HIJRAH</title><content type='html'>A..Makna Hijrah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna hijrah secara bahasa : berpindah dari suatu keadaan/tempat kepada keadaan/tempat yang lain.&lt;br /&gt;Para rasul melakukan hijrah : nabi adam hijrah dari surge ke dunia, nabi nuh hijrah dari masyarakat yang kafir kepada masyarakat beriman, nabi Ibrahim hijrah dari Babilonia, ke Mesir, ke Palestina, dan Makkah, nabi Yusuf hijrah dari keluarga yang hasad ke Mesir, nabi Isa hijrah dari Palestina, ke Mesir; nabi Musa hijrah dari Mesir ke bumi Palestina, nabi Muhammad hijrah dari Makkah ke Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Al Quran makna hijrah bermakna :&lt;br /&gt;1.meninggalkan perbuatan yang buruk : &lt;br /&gt;“ dan perbuatan yang buruk, maka hijrahlah, tinggalkanlah ( Surah al Muddasir/73 : 5)&lt;br /&gt;2.menjauhkan diri dari orang yang musyrik :&lt;br /&gt;“ Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka (orang musyrik) ucapkan dan jauhilah merka (hijrah) dengan cara yang baik “ ( Surah al Muzammil/73 : 10 )    &lt;br /&gt;3.berpindah kepada  perintah Tuhan :&lt;br /&gt;“ Dan berkata (nabi Ibrahim ) : Sesungguhnya aku berpindah kepada apa yang diperintahkan oleh Tuhan kepadaku “ ( Surah al ankabut/29 : 26 ).&lt;br /&gt;4.hijrah pada jalan Allah :&lt;br /&gt;“ Mereka (orang munafiq/kafir ) ingin agar kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir. Maka janganlah kamu jadikan mereka sebagai pemimpinmu sehingga mereka berhijrah kepada jalan Allah “ ( Surah an Nisa/4 : 89 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hijrah dalam hadis nabi :&lt;br /&gt;Hadiis hijrah: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Seorang sahabat Amrul Qais hijrah ke madinah disebabkan seorang perempuan, sehingga menjadi pembicaraan sahabat; mendengar itu rasulullah saw bersabda “ Sesungguhnya setiap perbuatan itu tergantung kepada niatnya; dan setiap orang akan mendapat sesuai dengan niat perbuatannya. Sesiapa yang berhijrah dengan  kepada Allah dan rasulNya, maka dia akan mendapatkan Allah dan rasulNya; dan sesiapa yang berhijrah  untuk mencari seorang perempuan atau dunia maka dia akan mendapatkan perempuan atau dunia sebagaimana yang diniatkannya “ ( hadis sahih riwayat Bukhari Muslim). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Suatu hari seorang Arab datang dari negeri Syam bertanya kepada Rasulullah bertanya : Ya Rasulullah, apakah itu islam? Nabi menjawab : islam adalah engkau menyerahkan diri kepada Allah dan rasulnya dan engkau memberikan jaminan keselamatan kepada orang lain dengan lidahmu dan tanganmu. Arab itu bertanya lagi : Apakah yang terbaik daripada Islam? Nabi menjawab : Iman. Orang itu bertanya lagi : Apakah itu iman? Nabi menjawab : Engkau beriman kepada Allah dan rasulNya, dan kitab-kitabNya, dan malaikatnya, dan hari kemudian dan qadha (ketentuan) baik atau buruk itu daripada Allah. Orang Arab badui itu bertanya lagi : Apakah yang terbaik daripada iman? Nabi menjawab : Hijrah. Dia bertanya lagi : Apakah itu hijrah? Nabi menjawab : engkau meninggalkan segala kejahatan dan keburukan. Orang arab bertanya lagi : apakah hijrah yang terbaik? Nabi menjawab : Jihad. Orang itu bertanya lagi : Apakah jihad? Nabi menjawab : Engkau berusaha untuk menghadapi segala kekufuran “.&lt;br /&gt;( Kitab al Iman, Ibnu taimiyah )&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hijrah dalam kehidupan nabi/sahabat :&lt;br /&gt;1. Hijrah sahabat nabi ke negeri Habsyah tahun kelima kenabian.&lt;br /&gt;2. Hijrah nabi ke Thaif&lt;br /&gt;3. Hijrah nabi/sahabat ke Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.Pelaksanaan hijrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Persiapan hijrah : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.  Perjanjian Aqabah I antara 12 muslim  madinah dengan rasululah pada musim haji 11 kenabian &lt;br /&gt;dan perjanjian Aqabah II antara 70 muslim madinah untuk membela Islam pada musim haji tahun 12&lt;br /&gt;b. Pengiriman sahabat nabi mus'ab dan ummu maktum pada tahun kesebelas kenabian ke madinah untuk mengajar islam kepada masyarakat muslim madinah.&lt;br /&gt;c. Hijrah sahabat pada awal tahun ketiga belas kenabian.&lt;br /&gt;d. Nabi berdoa untuk dapat tempat yang lebih baik ( Surah al isra/ 17 :80 )&lt;br /&gt;e. Perintah hijrah setelah ada keputusan pertemuan seluruh kelompok  kafir Makkah di darunnadwah  untuk membunuh nabi dengan cara setiap kabilah mengirimkan seorang pembunuh, sehingga mereka utusan kabilah itu secara bersama akan membunuh nabi   ( Surah al anfal : 30).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Merancang Hijrah : Setelah mendapat perintah hijrah, nabi di siang hari segera berangkat ke rumah Abubakar untuk merancang perjalanan hijrah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Menyediankan kenderaan  2 ekor unta&lt;br /&gt;b. Mengambil jalan yang tidak biasa dilalui ( menuju  Madinah melalui arah ke Jeddah )&lt;br /&gt;c. Menyewa Abdullah ibn Uraiqith sebagai penunjuk jalan.&lt;br /&gt;d. Merancang waktu berjalan : berangkat malam dan dipagi hari sembunyi.&lt;br /&gt;e. Memberi tugas kepada Aisyah untuk memasak makanan, Asma binti Abubakar sebagai pengantar makanan ke gua, dan Abdullah bin Abubakar setiap malam akan datang ke gua memberikan informasi perkembangan Makkah, dan kembali ke Makkah sebelum subuh. Amir bin Furaihah hamba sahaya Abubakar ditugaskan untuk mengembalakan kambing Abubakar di sekitar gua berangkat pagi dan pulang di sore hari. &lt;br /&gt;f. Setelah keadaan aman dari kejaran musuh, baru berangkat ke madinah melalui jalan Jeddah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaksanaan hijrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Waktu :senin,1 rabiul awal thn.13/ 24 september 622&lt;br /&gt;2.Tatkala pengepungan rumah nabi di malam hari, Ali disuruh tidur diatas katil nabi dengan selimut nabi.&lt;br /&gt;3. Nabi keluar tengah malam hari dari pintu belakang, membaca doa, menuju rumah Abubakar.&lt;br /&gt;4.Di pagi hari nabi bersembunyi di gua 3 malam dan menyuruh penunjuk jalan membawa unta ke rumahnya untuk diberi makan, dan nanti baru kembali lagi jika ada arahan.&lt;br /&gt;5.Setelah berjalan, sembunyi, baru berserah diri dan tawakkal ( Surah at taubah:40).&lt;br /&gt;6. Asma mengantar makanan ke gua di pagi hari, kambing dibawa ke dekat gua sehingga jejak langkah kambing menghapuskan jejak langkah kaki asma, disiang hari susu kambing diperah untuk nabi, di petang hari kambing kembali, sehingga jejak langkah kaki asma kembali ke Makkah terhapus dengan jejak langkah kaki kambing pulang ke makah; dimalam hari Abdullah datang ke gua memberikan informasi tentang perkembangan Makkah kepada nabi dan Abubakar, dan dia pulang ke makkah sebelum subuh, jejak langkah kaki besok pagi terhapus lagi dengan jejak langkah kaki kambing.&lt;br /&gt;6.Pertolongan Allah dengan labah-labah, dan burung sehingga sewaktu orang kafir datang ke gua mereka yakin bahwa tidak ada orang di dalam gua disebabkan adanya lebah dan burung.&lt;br /&gt;7.Setelah aman dari kejaran musuh, nabi menyuruh Abdullah bin Abubakar untuk memanggil kembali Abdullah bin Uraiqith membawa Rasul menuju Madinah.&lt;br /&gt;8.Musuh berusaha mencari nabi dengan mengadakan perlombaan siapa yang dapat mengejar nabi diberi hadiah seratus ekor unta. Ssuraqah bin naufal segera mengejar dan dapat mengesan kedudukan nabi di tepi pantai , tetapi sewaktu Suraqah akan membunuh nabi dengan pedangnya, Allah memelihara nabi dengan cara kuda suraqah masuk ke dalam pasir, sehingga membuat Suraqah gagal untuk membunuh nabi. Hal itu terjadi sampai ketiga kali, akhirnya Suraqah meminta tolong kepada nabi dan berjanji tidak akan mengejar lagi, dan dia segera kembali ke makkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Hari kedelapan nabi sampai di Quba (dekat madinah ). Disana sudah ada orang islam maka nabi membina Masjid sebagai masjid pertama dalam sejarah islam. ( Surahat Taubah:108).&lt;br /&gt;10. pagi hari kedua belas, hari Jumat nabi berangklat ke Madinah; di tengah jalan turun nperintah shalat jumat, maka nabi melakukan shalat jumat pertama kali dalam perjalanan di kampung bani auf.&lt;br /&gt;12.Setelah shalat jumat, nabi berangkat menuju madinah dan masyarakat muslim serta yahudi madinah sudah menunggu nabi dan menyambut nabi dengan  nasyid “tala’al badru alaina “ &lt;br /&gt;13. Nabi berhenti di tempat berhentinya unta, yaitu dis ebuah kebun kurma milik dua orang anak yatim&lt;br /&gt;14. Nabi membeli kebun kurma milik anak yatim itu untuk dijadikan masjid dan rumah nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.  Membina Negara madinah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Membeli tanah anak yatim seharga 10dinar untuk tapak masjid.&lt;br /&gt;2. Membina masjid dengan panjang dan lebar 100 hasta(lebih kurang 50 meter)  dengan ldinding batu , tiang batang kurma,dan atap daun kurma, lantai tanah.&lt;br /&gt;3.Melakukan shalat jamaah.&lt;br /&gt;4.Mengikat persaudaraan antara individu muhajirin dan anshar ( Surah al Hasyr : 9).&lt;br /&gt;5.Membuat perjanjian antar umat pelembagaan madinah mengatur hubungan muslim , kabilah arab, dan yahudi di madinah untuk saling bekerjasama, hidup bersama dan mempertahankan madinah. Inilah pelembagaan Negara pertama secara tertulis di dunia.&lt;br /&gt;6. Mengarahkan seluruh masyarakat untuk bekerja dan membangun ekonomi.&lt;br /&gt;7.Membentuk masyarakat berilmu dengan majlis ilmu di masjid .&lt;br /&gt;8.Membangun ekonomi umat islam madinah dengan membuat pasar wakaf madinah.&lt;br /&gt;9.Membina teknologi dan industri pertahanan sehingga seluruh keperluan umat wajibbaik pakaian, makanan, dan senjata  diproduksi oleh umat islam sendiri.&lt;br /&gt;10.Membentuk masyarakat berkualiti dalam akhlak, kerja, ilmu dan ibadah sehingga rasulullah bersabda : “ sebaik-baikmasyarakat adalah masyarakat aku , dan sahabatku dan setelah sahabatku “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D.Kunci kejayaan hijrah :&lt;br /&gt;1.landasan iman.&lt;br /&gt;2.persiapan masyarakat madinah untuk menerima islam&lt;br /&gt;3.perancangan yang baik.&lt;br /&gt;4.ikhtiar dengan seluruh potensi ( jihad ).&lt;br /&gt;5.kebijaksanaan dan keputusan yang tepat.&lt;br /&gt;6.membina perpaduan dan visi melalui shalat jamaah dan jumat.&lt;br /&gt;7.pembentukan institusi masjid sebagai pusat pembinaan dan informasi.&lt;br /&gt;8.membentuk kekuatan hukum bagi semua dengan pelembagaan madinah&lt;br /&gt;9.memakai semua kekuatan dari semua golongan, anak-anak, pemuda, wanita, orang kafir, hamba sahaya, untuk bekerjasama.&lt;br /&gt;10.doa dan pertolongan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E.Sejarah taqwim hijrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Zaman nabi tidak ada taqwim, dan tahun ditandai dengan peristiwa besar, seperti tahun gajah sebagai tanda tahun kelahiran nabi.&lt;br /&gt;3.Cadangan taqwim dari gubernur yaman Ya'la bin Umayah kepada khalifah abubakar, tetapi abubakar belum dapat menentukan taqwim.&lt;br /&gt;2.Khalifah umar menerima balasan surat dari Abu Musa al Asy'ari dengan ayat : “ Menjawab surat khalifah yang tidak bertarikh “, memberikan pemikiran kepada Umar untuk menentukan taqwim islam.&lt;br /&gt;3.Umar mengadakan musyawarah dengan seluruh  sahabat Dalam perjumpaan ada  4 cadangan sebagai penentu awal tahun islam, yaitu dari tahun  lahir nabi, atau tahun nabi  mendapat wahyu pertama, atau tahun nabi  wafat atau tahun nabi hijrah.&lt;br /&gt;4.Perjumpaan menentukan bahwa penetapan taqwim islam dimulai dari tahun nabi hijrah dan hitungan bulan dimulai  dari bulan muharram&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F.Makna tahun baru hijrah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Hasan albasri berkata : “ setiap pagi ,hari berkata: hai manusia aku makhluk baru, dan amalmu akan jadi saksi, maka rebutlah aku, karena aku tidak akan kembali lagi sampai hari kiamat kelak”&lt;br /&gt;2.waktu dalam islamadalah pertanggungjawaban di depan Tuhan yang harus diisi dengan amal dan perbuatan yang baik ( Surah al ‘ashr 1-3, surah almukminun :3, surah al furqan).&lt;br /&gt;3.pergantian waktu adalah ujian iman ( Surah ali imran:140 / surah alhasyr: 18)&lt;br /&gt;3.Setiap pagi dan petang  nabi berdoa meminta perlindungan darisikap lemah dan  malas &lt;br /&gt;4.Hadis nabi menyatakan seorang mukmin tidak layak masuk ke dalam lobang yang sama dua kali.&lt;br /&gt;5.Doa akhir dan awal tahun bukan hanya sekedar ritual tetapi untuk menilai program dan perjalanan hidup di tahun yang lalu , maka segera meminta ampun atas kesalahan (sebaagi dioa akhir tahun ) ; dan segera merancang program untuk tahun mendatang, setelah itu baru berdoa ( doa awal tahun ) agar program tersebut dapat dijalankan dnegan baik.&lt;br /&gt;6.Hijrah, proses peningkatan kualiti hidup harus dilaksanakan dengan landasan iman dan diupayakan dengan sekuat tenaga (jihad ) dengan mempergunakan segala kemudahan yang ada. Hijrah tanpa jihad adalah tidak akan tercapai, dan hijrah bukan dengan landasan iman akan sia-sia.&lt;br /&gt;( Surah al baqarah: 219/surah al anfal:74/ surah taubah:20)&lt;br /&gt;7.Hijrah dapat dilakukan dalam berbagai bentuk: hijrah niat ( motivasi), hijrah pemikiran (visi), hijrah perbuatan , hijrah emosi, hijrah keluarga, hijrah persekitaran, hijrah budaya, hijrah tradisi dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;8.Dengan hijrah, (meningkatkan kualiti hidup kea rah yang lebih baik ) seorang muslim diharapkan dapat menjadi teladan  ( syuhada kehidupan ) bagi manusia dan masyarakat dunia. Individu muslim menjadi syuhada kepada manusia ( surah al baqarah : 143 ), masyarakat muslim menjadi masyarakat terbaik ( surah ali imran : 143 ), dan penguasa dan khalifah di muka bumi (surah annur : 55 ). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HIJRAH SEKARANG INI :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Yusuf Qardhawi dalam kitab “ Ainal Hill “ ( Dimana jawaban atas persoalan umat ) mencadangkan 20 langkah hijrah bagi meningkatkan kualiti umat islam :&lt;br /&gt;1.Hijrah dari perbincangan remeh temeh, masalah sunat-khilafiyah kepada masalah yang lebih utama dan bersifat universal.&lt;br /&gt;2.Hijrah dari sibuk dengan amalan sunat kepada amalan  wajib, baik fardhu ain dan fardhu kifayah. &lt;br /&gt;3.Hijrah dari sikap mencari perbedaan kepada sikap perpaduan.&lt;br /&gt;4.Hijrah dari amalan secara bilangan kepada amalan mementingkan kualiti.&lt;br /&gt;5.Hijrah dari ibadah yang tdk seimbang kepada ibadah yang seimbang.&lt;br /&gt;,6.Hijrah dari sikap mempersulit kepada sikap saling memudahkan&lt;br /&gt;7.Hijrah dari sikap jumud/tertutup kepada sikap terbuka, berwawasan.&lt;br /&gt;8.Hijrah dari banyak berbicara kepada  budaya banyak kerja.&lt;br /&gt;9.Hijrah dari melakukan agama secara emosional kepada sikap  pfofesional dan  rasional.&lt;br /&gt;10.Hijrah dari sikap ta’asub kepada sikap tolak angsur dengan perbedaan(toleran) &lt;br /&gt;11.Hijrah dari penyampaian islam secara lisan kepada  islam dengan kesadaran&lt;br /&gt;12.Hijrah dari muslim idealis kepada menjadi muslimyang praktikal dan kerja terancang.&lt;br /&gt;13.Hijrah kepada sikap merasa lebih tingi kepada sikap bermasyarakat, bergaul dengan semua lapisan.&lt;br /&gt;14. Hijrah dari sikap mudah menuduh kepada sikap sama-sama mencari penyelesaian.&lt;br /&gt;15.Hijrah dari kenangan masa lalu kepada sikap siapkan dengan membangun masa depan dengan mempersiapkan generasi terbaik untuk dapat menjawab cabaran masa depan.&lt;br /&gt;16.Hijrah dari sibuk kepada kerja politik kepada kerja pelayanan sosial&lt;br /&gt;17.Hijrah dari perselisihan kelompok kepada  kerjasama antar kelompok .&lt;br /&gt;18.Hijrah dari sikap malas kepada sikap kerja produktif  niat ibadah&lt;br /&gt;29.Hijrah dari kejahilan kepada ilmu pengetahuan dan kepakaran dalam semua bidang.&lt;br /&gt;20. Hijrah dari pembentukan individu kepada pembentukan system, dan masyarakat.&lt;br /&gt; Wallahu A’lam .  ( Muhammad Arifin Ismail ).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1080924641691425531-6213090919004239552?l=arifinismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifinismail.blogspot.com/feeds/6213090919004239552/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifinismail.blogspot.com/2010/12/hijrah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1080924641691425531/posts/default/6213090919004239552'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1080924641691425531/posts/default/6213090919004239552'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifinismail.blogspot.com/2010/12/hijrah.html' title='HIJRAH'/><author><name>ARIFIN ISMAIL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03576065139401199131</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1080924641691425531.post-6407868745380520416</id><published>2010-12-02T17:59:00.000-08:00</published><updated>2010-12-02T18:02:06.675-08:00</updated><title type='text'>RISALAH NIKAH</title><content type='html'>CINTA : ANUGERAH ILAHI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman : “ Allah telah menjadikan bagi manusia kecintaan terhadap wanita, anak-anak , harta yang banyak dari emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup dan disisi Allah terdapat surga tempat kembali yang lebih baik “ ( QS. Ali Imran : 14 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sudah menjadi  ketetapan  dalam kehidupan ( natural law / sunnatullah ) bahwa segala sesuatu diciptakan dengan berpasang-pasangan. Hari diciptakan dalam siang dan malam, aksi dan reaksi, positip dan negatip, jantan dan betina, guru dan murid, bumi dan langit, dan manusia juga diciptakan dalam dua bentuk, lelaki dan wanita. Oleh karena itu lelaki dan wanita adalah bagian dari manusia yang tidak dapat dipisahkan dalam menjalani kehidupan. Dalam bahasa kiasan dapat digambarkan bahwa lelaki dan wanita di tengah kehidupan laksana dua sayap burung yang sedang terbang, jika kedua sayap tersebut sama kuat dan seimbang, maka burung itu dapat terbang mencapai puncak yang tertinggi, tetapi jika salah satu sayap burung itu patah atau lemah, dan tidak seimbang, maka burung tersebut tidak dapat terbang dengan sempurna, atau tidak dapat terbang sama sekali.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk terciptanya hubungan antara lelaki dan perempuan tersebut, maka dalam diri manusia diperlukan perasaan yang dapat menghubungkan antara sesama manusia. Hubungan itulah yang diciptakan Tuhan melalui cinta dan kasih sayang. Oleh sebab itu dapat dikatakan bahwa perasaan cinta dan kasih sayang adalah rahmat dari Allah dan merupakan fitrah suci yang diletakkan dalam hati manusia demi terwujudnya kehidupan yang bahagia di dunia dan di akhirat kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Wahai manusia , Kami ( Allah ) jadikan kamu terdiri dari lelaki dan perempuan , berbangsa dan berpuak, agar kamu saling mengenal antar sesama. Sesungguhnya mereka yang paling bertaqwa itulah yang akan mendapat kedudukan yang paling mulia di sisi Allah  “ ( QS. 49 : 13 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Dan diantara tanda-tanda kekuasaan Tuhan adalah Dia menciptakan bagimu isteri-isteri dari jenismu sendiri ( jenis manusia ) agar kamu mendapatkan ketentraman dan kedamaian. Untuk itu Dia memberikan rasa kasih sayang di dalam hatimu, sesungguhnya hal itu merupakan tanda-tanda bagi orang yang berpikir “. ( QS. 30 : 21 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta juga mempunyai ruang kajian yang sangat luas, tidak hanya terbatas padahubungan kasih sayang antara lelaki dan wanita, tetapi juga menyangkut hubungan antara seseorang dengan yang lain, hubungan anak dengan orangtua, hubungan negara dengan negara, hubungan manusia dengan alam, hubungan manusia dengan Tuhan, ataupun hubungan manusia dengan makhluk lain seperti dengan binatang dan tumbuh-tumbuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap insan diciptakan mempunyai rasa cinta dan juga hasrat seksual. Berarti cinta dan keinginan seksual adalah fitrah suci yang diberikan oleh Tuhan dalam diri manusia. Fitrah cinta dan seksual yang suci tersebut dapat bernilai suci jika diletakkan dan disalurkan dalam aturan yang telah digariskan oleh Pemilik kehidupan Yang Maha Suci, sehingga rasa cinta , kasih sayang dan hasrat seksual sesama manusia tersebut dapat menjadi bagian dari kecintaan kepada Tuhan Yang Maha Suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Jika manusia dapat menyalurkan cinta dan kasih sayang serta melakukan hubungan seksual tersebut   berlandaskan pada cinta yang suci menuju pada ridha Ilahi, maka dia akan mendapat kenikmatan tertingi serta kebahagiaan hidup baik dalam masa yang singkat di dunia ini maupun kehidupan  masa mendatang di alam akhirat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta , kasih sayang dan hubungan seksual tersebut akan mencapai kedudukan tertinggi jika dilakukan dengan cara-cara terhormat berdasarkan petunjuk pemilik kehidupan, Allah swt . Tetapi jika seandainya rahmat cinta yang suci yang diberikan oleh Tuhan tersebut  dipergunakan dan disalurkan melalui cara-cara yang tidak sesuai dengan petunjuk Tuhan, maka berarti manusia tersebut telah mencampakkan dirinya ke dalam jurang kenistaan karena dia  akan mendapat murka dari Tuhan, si pemilik cinta itu sendiri, Rabbul ‘alamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta , kasih sayang dan hubungan seksual yang sah  tersebut hanya dapat disatukan antara lelaki dan perempuan dalam sebuah ikatan pernikahan yang sah sebagaimana yang telah diatur oleh Tuhan, si pemberi cinta itu sendiri, sehingga dengan pernikahan tersebut dapat memberikan manfaat ketenangan dan kebahagian baik bagi diri individu maupun masyarakat .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Oleh sebab itu dapat dikatakan bahwa pernikahan adalah legalisasi hubungan cinta, kasih sayang dan hubungan seksual demi mendapatan kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat, sedangkan cinta, kasihsayang dan hubungan seksual di luar pernikahan merupakan penghinaan atas kesucian cinta itu sendiri dan merupakan pelanggaran atas peraturan yang telah digariskan dalam hubungan seksual antar lelaki dan perempuan yang akan mengakibatkan kesengsaraan bagi individu, dan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta , kasih sayang dan keinginan seksual dalam diri manusia adalah fitrah dan kodrat manusia yang suci. Fitrah ini merupakan keperluan asasi bagi kehidupan manusia dan tidak dapat dipisahkan dari naluri dan jiwa manusia itu sendiri. Maka jika seseorang ingin menikmati cinta, kasih sayang dan keinginan seksual yang sejati dan abadi , maka dia harus meletakkan cinta , kasih sayang, dan hubungan seksual tersebut dalam kedudukan yang mulia dan terhormat, dengan cara-cara yang mulia sesuai dengan aturan pernikahan yang telah diatur oleh Yang Maha Mulia, sehingga dengan itu dia akan mendapatkan kebahagiaan hidup yang abadi baik sejak di dunia sampai di akhirat nanti.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NIKAH  SEBAGAI  IBADAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Nikah : Sunnah Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga orang sahabat datang ke rumah isteri Nabi ingin menanyakan bagaimanakah ibadah Nabi selama ini.? Setelah mendengar keterangan tentang bagaimana nabi beribadah, mereka berkata : “ Bagaimanakah ibadah kita jika dibandingkan dengan ibadah Nabi, sedangkan beliau itu telah mendapat ampunan Allah atas dosa-dosa yang telah lalu dan juga yang akan datang “.. Salah seorang dari mereka berkata : “ Saya akan melakukan shalat di tengah malam secara terus menerus “. Seorang lagi berkata: “ Saya akan berpuasa setiap hari tanpa berbuka “. Seorang yang lain berkata : “ Sedangkan saya akan menjauhkan diri dari perempuan dan berniat untuk tidak akan menikah selama-lamanya “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian, rasulullah saw datang dan berkata : "“Apakah kamu kelompok yang berkata seperti ini..? Aku adalah orang yang paling takut kepada Allah, dan orang yang paling taqwa. Aku berpuasa dan juga berbuka. Aku tidur dan aku juga menikahi perempuan-perempuan. Maka barangsiapa yang tidak senang dengan sunnahku ( tradisiku itu ), maka dia itu tidaklah termasuk dari golonganku “. ( hadis riwayat Bukhari ). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari datanglah seorang sahabat bernama Akkaf bin Basyar al Tamimy menghadap nabi Muhammad saw. Rasul bertanya kepadanya : Wahai Akkaf , apakah engkau mempunyai seorang isteri ? Tidak….ya Rasulullah. Rasul bertanya lagi : Apakah engkau mempunyai hamba sahaya perempuan ? Tidak, jawab Akkaf. Rasul bertanya lagi : Adakah hidupmu penuh dengan kelapangan dan kemudahan..? Ya, jawab sahabat tersebut. Kemudian rasul melanjutkan : Jika demikian, maka engkau adalah kawan syetan. Jika seandainya engkau dalam agama nasrani, maka engkau termasuk dalam kelompok paderi mereka. Sesungguhnya sunnah kami adalah nikah. Orang yang jahat diantara kamu adalah mereka yang hidup membujang dan mati yang paling hina adalah mati dalam keadaan membujang……Setelah mendengar ucapan tersebut Akkaf berkata : Ya Rasulullah, aku tidak akan menikah kecuali jika engkau menikahkan aku dengan seseorang yang engkau sukai. Rasul menjawab : “ Aku nikahkan engkau dengan Karimah binti kalsum al Humairy. ( hadis riwayat Thabrani ). Itulah sebabnya maka ada salah seorang diantara sahabat rasul yang bernama Abdullah bin Mas’ud berkata bahwa : ‘ Jika seandainya ajalku akan tiba, dan aku tahu bahwa umurku masih ada sepuluh malam lagi, maka aku aku akan menikah karena aku tidak ingin jika aku meninggal  tanpa ada isteri disampingku “ ( Majmu al zawaid/251).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hurairah mengatakan bahwa Rasulullah saw mengutuk orang  lelaki yang menyerupai perempuan, dan orang perempuan yang menyerupai lelaki, dan lelaki yang berkata bahwa aku tidak akan menikah dan perempuan yang berkata bahwa aku  tidak akan menikah. ( hadis riwayat Ahmad ). Dalam hadis lain juga disebutkan bahwa : Barangsiapa yang mempunyai kemudahan tetapi dia tidak menikah maka dia tidaklah termasuk dalam golonganku “ ( hadis riwayat Thabrani ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah pada suatu hari juga bersabda : “ Wahai para pemuda, barangsiapa diantara kamu yang telah mampu, maka hendaklah  menikah, agar kamu dapat menundukkan pandangan matamu ( dari wanita lain ) dan juga menyelamatkan kemaluanmu ( dari perbuatan zina ). Barangsiapa yang tidak mampu untuk melakukan perkawinan tersebut, maka hendaklah ia berpuasa, karena puasa itu dapat menahan dirimu dari perbuatan maksiat “ ( Hadis riwayat Bukahri dan Muslim ). Rasulullah bersabda : “ Jika seorang hamba telah menikah, berarti dia telah menyempurnakan sebagian  dari imannya , maka hendaklah dia bertaqwa kepada Allah untuk menyempurnakan sebagian yang lain “ ( hadis riwayat Baihaqi ). Dari hadis di atas dapat disimpulkan bahwa nikah itu adalah sunnah rasulullah, dan mengikuti sunah merupakan ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Niat nikah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadis rasulullah saw bersabda : “ Barangsiapa yang menikahi perempuan karena kemulian perempuan tersebut, maka Allah akan menjadikan dia hina. Barangsiapa yang menikahi perempuan karena harta bendanya, maka dia akan menjadi faqir. Barangsiapa yang menikahi perempuan karena  keturunannya , maka dia akan menjadi rendah, tetapi siapa yang menikahi perempuan karena ingin memelihara pandangannya dan kemaluannya atau karena ingin menghubungkan silaturahmi maka Allah akan memberkati keduanya “ ( hadis riwayat Thabrani dari Anas )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah juga bersabda : “ Janganlah kamu menikahi perempuan hanya disebabkan oleh kecantikannya saja karena kecantikan itu akan berkurang. Janganlah kamu menikahi perempuan karena harta kekayaannya saja karena harta kekayaan itu akan habis, tetapi nikahilah perempuan itu disebabkan oleh agamanya, dan perempuan hitam yang  berpegang teguh pada agama itu lebih baik bagimu“. ( hadis riwayat Ibnu Majah ) &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam hadis lain rasulullah bersabda : “ wanita itu dinikahi disebabkan karena empat hal yaitu harta kekayaannya, keturunannya, kecantikannya dan agamanya. Maka berpeganglah kamu pada agamanya, maka kamu akan beruntung “ ( hadis riwayat Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hadis diatas dapat disimpulkan bahwa tujuan utama dari pernikahan   bukan untuk memiliki harta kekayaan, bukan juga karena  kecantikan seseorang, juga bukan karena si gadis itu dari keturunan yang terhormat, tetapi untuk menyelamatkan iman dan agama, itulah sebabnya  kita memilih seorang perempuan tersebut karena  agamanya dan pelaksanaan ajaran agama yang dinyatakan dalam akhlak dan kepribadiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pahala hubungan suami isteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda : “ Setiap anak adam harus mengeluarkan sedekah  setiap hari selama matahari terbit.” Sahabat bertanya : ‘ Bagaimanakah caranya ya rasulullah.? Dan darimana kami mendapat harta sehingga kami dapat bersedekah setiap hari..? rasul menjawab : Sesungguhnya pintu pintu kebaikan itu banyak : membaca tasbih ( subhanalah ), membaca tahmid ( alhamdulillah ), membaca tahlil ( la ilaaha illallah ), amar makruf dan mencegah kemungkaran, membuang duri dari tengah jalan, menolong orang yang pekak untuk mendengarkan sesuatu, menuntun orang yang buta, memberi petunjuk kepada orang yang sesat di jalan, menolong orang yang sedang kesusahan, menolong orang miskin yang lemah, itu semuanya adalah sedekah. Dan kamu berhubungan dengan isterimu itu juga akan mendapat pahala “. Sahabat bertanya : “ Apakah dalam syahwat tersebut ada pahala ? “ Rasul menjawab : Ya..apakah kamu tidak melihat bahwa jika kamu mempunyai anak kemudian kamu besarkan dan nikahkan dan dia meninggal, apakah perbuatanmu itu tidak akan dihitung “ ? Sahabat menjawab : Ya pasti dihitung.Rasul kemudian berkata : “ Apakah kamu yang menjadikannya ? “ sahabat menjawab : “ Tidak, tetapi Allah yang menjadikannya “. Rasul bertanya lagi : “ Apakah kamu yang memberikan petunjuk kepadanya “ . Sahabat menjawab : Tidak, tetapi Allah yang memberinya petunjuk. Rasul bertanya lagi : “ Apakah kamu yang memberi rezeki kepadanya ? Sahabat menjawab ; ‘ Tidak, tetapi Allah yang memberikan rezeki kepadanya. Rasul berkata ; “ Maka letakkanlah kemaluanmu pada tempat yang halal dan jauhkanlah dia dari tempat yang haram dan letakkan air mani itu pada tempatnya, maka jika Allah menghendakinya hidup maka dia akan hidup, dan jika Allah menghendakinya mati, maka dia mati, tetapi engkau telah mendapat pahala dari perbuatanmu itu “.( Kitab Adaabunnisa, 175 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atha bin Abi Rabbah berkata bahwa pada suatu hari rasulullah bertanya kepada seorang sahabat : “ Apakah kamu berpuasa pada hari ini.? Sahabat itu menjawab : Tidak…kemudian Rasul bertanya lagi : Apakah kamu telah bersedekah pada hari ini? Sahabat itu menjawab : Belum ya Rasulullah. Rasul kemudian bersabda : “ Jumpailah isterimu dan bergaullah kamu dengannya  karena itu juga merupakan sedekah bagimu “ ( Kitab Adabunnisa, 173 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Mas’ud menceritakan bahwa rasulullah saw telah bersabda : Setiap hari, seorang muslim hendaklah bersedekah..Sahabat bertanya : “ Siapakah yang mampu melakukan hal tersebut ya Rasulullah ? Nabi Muhammad saw  menjawab : Engkau memberi salam kepada seorang muslim itu adalah sedekah. Engkau mengunjungi orang yang sakit juga sedekah. Engkau ikut menyembahyangkan mayit juga sedekah. Membuang duri dari jalan juga sedekah. Menolong orang yang susah juga sedekah. Dan engkau berhubungan dengan  isterimu itu juga merupakan sedekah. “ ( Kitab Adaabun Nisa , 174 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aisyah berkata : “ Jika seorang lelaki bermain-main dengan isterinya maka Allah akan menuliskan baginya sepuluh kebaikan dan menghapuskan baginya sepuluh kejahatan dan mengangkat baginya sepuluh tingkatan di dalam surga. Jika dia mencium isterinya dan memeluk lehernya maka Allah akan menuliskan baginya seratus dua puluh kebaikan. Jika dia berhubungan dengan isterinya dan dia mandi maka sewaktu air itu mengalir ke atas rambutnya, maka Allah menuliskan baginya sepuluh kebaikan, menghapuskan darinya sepuluh kejahatan, dan mengangkat baginya sepuluh derajat dan Allah akan memberikan kepadanya kelebihan di dunia, sehingga Allah berkata kepada malaikat : “ Lihatlah kepada hambaku, dia mandi di malam hari yang dingin karena mengharapkan kerelaanku dan membenarkan janjiku. Saksikanlah bahwa aku telah memberikan ampunan kepadanya “.( Kitab Adaabunnisa , 172 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diceritakan oleh Said bin Musayib bahwa Rasulullah saw telah bersabda : “ Apabila seorang lelaki ingin mendatangi isterinya dan bermain-main dengannya, maka Allah menuliskan baginya dua puluh kebaikan , menghapuskan darinya dua puluh kejahatan. Apabila dia memegang tangan isterinya maka Allah menuliskan baginya empat puluh kebaikan, menghapuskan baginya empat puluh kejahatan. Apabila dia mencium isterinya, maka Allah menuliskan baginya enam puluh kebaikan, menghapuskan darinya enam puluh kejahatan. Apabila dia melakukan hubungan sebadan dengan isterinya, maka Allah menuliskan baginya seratus dua puluh kebaikan, menghapuskan darinya seratus duapuluh kejahatan. Apabila dia mandi maka Allah memanggi malaikat dan berkata : Lihatlah hambaku ini sedang mandi di malam yang dingin karena takut kepada-Ku dan karena meyakini bahwa Aku adalah Tuhan-nya. Saksikanlah bahwa Aku telah memberikan ampunan kepadanya. Maka Allah akan menuliskan baginya kebaikan bagi setiap butir air yang mengalir di atas rambutnya. ( kitab Adaabunnisa , 172 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pahala memberi nafkah kepada keluarga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda : “ Satu dinar yang diberikan untuk perang di jalan Allah, dan dinar yang diberikan untuk membebaskan budak, dan dinar yang disedekahkan kepada orang miskin, dan dinar yang dikeluarkan untuk membeli keperluan anak dan isteri. Maka dinar yang paling besar pahalanya adalah dinar yang diberikan untuk keperluan keluarga. ( hadis riwayat Muslim ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tsauban , pembantu rasulullah saw berkata : Sebaik-baik dinar adalah dinar yang diberikan seorang lelaki kepada keluarganya, kemudian dinar yang dikeluarkan untuk membeli kenderan berperang di jalan Allah, kemudian dinar yang diberikan kepada orang yang berperang di jalan Allah. ( riwayat Muslim dan Tirmidzi ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saad bin Abi Waqqas berkata bahwa Rasulullah saw telah bersabda : “ Sesungguhnya jika engkau memberikan infaq mengharapkan pahala dari Allah, maka engkau tidak akan diberi pahala sebelum engkau memberikan sesuatu untuk memberi makan kepada isterimu “ ( Riwayat Bukhari dan muslim ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Mas’ud al badri berkata bahwa rasulullah saw telah bersabda : “ Apabila seseorang lelaki mengeluarkan uangnya untuk keperluan anak isterinya, dan dia melakukan itu hanya dengan niat  mengharapkan mencari kerelaan Allah, maka pemberiannya itu termasuk dalam pahala sedekah “  ( hadis riwayat Bukhari, Muslim, Tirmidzi dan Nasai ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw juga bersbda : “ Apa saja yang engkau belanjakan untuk makanan dirimu itu menjadi sedekah. Apa saja yang engkau belanjakan untuk memberi makan anakmu itu juga menjadi sedekah. Apa saja yang engkau belanjakan untuk makan isterimu, itu juga sedekah. Apa saja yang engkau belanjakan untuk memberi makan  pembantumu, itu juga merupakan sedekah. ( Riwayat Ahmad ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin Mas’ud berkata  bahwa rasulullah saw telah bersabda ; Tangan yang diatas lebih baik daripada tangan yang dibawah, maka mulakanlah dengan orang yang ada di bawah tangunganmu yaitu : ibumu, dan ayahmu, dan saudara perempuanmu, dan saudara laki-lakimu, dan selanjutnya dan selanjutnya “ ( riwayat thabrani ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abi Amamah menceritakan bahwasanya rasululah saw telah bersabda : “ Barangsiapa yang membelanjakan uangnya untuk keperluan dirinya demi menjaga kehormatan dirinya maka itu adalah sedekah, dan barangsiapa yang membelanjakan hartanya untuk memenuhi keperluan anak dan isterinya dan sanak keluarganya , maka itu juga sedekah “. ( hadis riwayat Thabrani ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah menceritakan bahwa pada suatu hari rasulullah saw berkata kepada para sahabat : Bersedekahlah kamu..!. Salah seorang sahabat berkata : Ya rasulullah, aku mempunyai uang, kepada siapakah akan aku sedekahkan? Rasul menjawab : “ Belanjakan uang itu untuk keperluan dirimu sendiri “. Sahabat berkata: “Uangku masih ada lagi.” Rasul berkata : “ Belanjakan uang itu untuk keperluan isterimu “.&lt;br /&gt; Sahabat itu berkata lagi : “ uangku masih ada lagi ‘. Rasul menjawab ; ‘ Belanjakan untuk keperluan anakmu “. Sahabat berkata lagi : “ Jika uangku masih ada lebihnya lagi “. rasul menjawab : “ Belanjakan untuk keperluan pembantumu “. Sahabat berkata ; Jika uang itu masih ada lebih lagi “. rasul berkata ; “ Keluarkanlah uang itu untuk keperluan yang engkau lebih mengetahui kemana yang lebih baik “. ( riwayat Ibnu Hibban ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari seorang lelaki berlalu di depan Rasul dan para sahabat melihat bahwa orang itu amat gagah dan bersemangat. Para sahabat memberi komentar : “ Wahai rasulullah, alangkah baiknya jika orang ini ikut berperang di jalan Allah “. mendengar ucapan tersebut, rasulullah saw bersabda : “ Jika orang itu keluar dari rumahnya untuk bekerja demi memenuhi keperluan hidup anak-anaknya yang masih kecil, maka dia telah berada di jalan Allah. Jika dia keluar bekerja untuk memenuhi keperluan hidup kedua orangtuanya yang telah tua maka dia juga berada di jalan Allah. Jika dia keluar rumah bekerja untuk memenuhi keprluan hidupnya sendiri, maka dia juga berada di jalan Allah. Tetapi jika dia bekerja untuk menampakkan kehebatan dirinya dengan penuh riya dan sombong, maka dia telah berada di dalam jalan syetan. ( Riwayat thabrani ). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jabir berkata bahwa rasulullah saw bersabda : “ Apa saja yang dikeluarkan oleh seseorang untuk memenuhi keperluan hidup dirinya, anaknya, keluarganya, dan saudaranya serta kerabatnya, maka itu semua menjadi sedekah baginya “ ( riwayat Thabrani ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jabir juga bercerita bahwa rasulullah saw  bersabda : “ Setiap kebaikan itu mendapat pahala sedekah. Apa saja yang dikeluarkan oleh seseorang untuk keperluan anak-isterinya itu semua menjadi sedekah. Apa saja yang dikeluarkan untuk menjaga kehormatan dirinya juga menjadi sedekah. Apa saja yang diberikan kepada orang mukmin yang lain, juga sedekah, dan Allah akan mengganti pemberiannya itu. Allah akan menjadi penjamin kepadanya kecuali jika uang itu dikeluarkan untuk membina bangunan atau untuk suatu maksiat. ( riwayat daruqutni dan hakim ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw juga bersabda : “ Pertama kali yang akan diletakkan dalam timbangan seorang hamba adalah pemberiannya kepada keluarganya “ ( riwayat Thabrani ). Dalam hadis lain juga disebutkan bahwa rasulullah saw bersabda : ‘ Jika seorang lelaki memberikan minuman kepada isterinya maka orang itu akan diberi pahala”. Mendengar hadis tersebut, maka Irtbadh bin Sariyah segera pulang ke rumahnya mendatangi isterinya dan memberikan minuman kepada isterinya dan menceritakan apa yang didengarnya dari Nabi. ( riwayat Ahmad dan Thabrani ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda : Adalah suatu dosa jika seseorang lelaki tidak memperdulikan anak isterinya yang harus diberi makan olehnya “ ( riwayat Abu Daud, Nasai, dan Hakim ). Dalam hadis lain Rasulullah juga bersabda : “ Sesungguhnya Allah akan bertanya kepada setiap pemimpin atas kepemimpinannya apakah dia telah melaksanakan kewajibannya dengan baik atau telah melalaikannya sehingga Dia akan bertanya kepada setiap lelaki tentang tanggungjawabnya kepada anak-isteri yang berada di bawah tanggungannya “. ( riwayat Ibnu Hibban ). “ Jika seseorang itu mendidik anaknya maka itu lebih baik daripada dia bersedekah “ ( Riwayat Tirmidzi ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PAHALA  SEORANG ISTERI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda : Apablia seorang isteri telah melaksnakan shalat lima waktu, dan berpuasa di bulan ramadhan, dan memelihara kemaluannya dan patuh kepada suaminya, maka nanti di hari akhirat dia akan dipanggil dengan seruan : “ Masuklah kamu ke dalam surga dari pintu mana saja yang kamu kehendaki “ ( Uqudullujain, 9 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad saw juga bersabda: “ Burung-burng diudara, ikan-ikan di dalam air dan malaikat di langit semuanya akan memintakan ampunan bagi isteri yang patuh kepada suaminya dan selama dia dalam kerelaan suminya “.( Uqudullujain, 12 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari datanglah seorang perempuan menghadap nabi dan berkata:Ya Rasulullah..saya ini adalah utusan dari kelompok perempuan ingin menyatakan sesuatu kepadamu : Allah telah mewajibkan jihad kepada kaum lelaki. Jika mereka terluka maka mereka mendapat pahala, dan jika mereka terbunuh mereka akan syahid, hidup di sisi Allah dengan rezeki yang cukup. Kami ini kaum perempuan hanya melayani keperluan suami-suami kami, bagaimanakah kami agar dapat pahala seperti mereka itu ? Rasululah saw bersabda : Sampaikan kepada perempuan yang kamu jumpa bahwa kepatuhan seorang isteri kepada suaminya dan melaksanakan kewajibannya terhadap suami itu sama pahalanya dengan berjihad di jalan Allah. Tetapi sangat sedikit diantara kalian yang dapat menjalankannya “.(Uqudullujjain,10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali bin Ja’far bin Muhammad berkata : “ Seorang isteri yang berkhidmat untuk suaminya dalam siang hari saja maka Allah telah mewajibkan baginya surga dan memberikan pahala dua belas wali Allah. Dan perempuan mana saja yang berkhidmat untuk suaminya siang dan malam, maka Allah akan memberi ampunan atas dosa-dosanya dan dia akan diberi pakaian kebesaran berwarna hijau dan dituliskan baginya pahala syahid bagi setiap rambut yang ada di tubuhnya dan dibuatkan baginya kota dari wangi-wangian sebanyak rambut yang ada di badannya dan dia tidak akan keluar daripada dunia kecuali dia akan melihat tempatnya di dalam surga “ ( Kitab Adaabun Nisa 291 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilanjutkan lagi : ‘ Seorang isteri yang melayani suaminya di siang hari , maka dia telah keluar dari dosanya sebagaimana dia keluar dari rahim ibunya dan Allah akan memberikan kepadanya pahala seribu kali haji dan seribu kali umrah dan malaikat akan memintakan ampunan baginya. Seorang isteri yang menyapu rumahnya dan menghamparkan kain/lkarpet untuk tempat duduk suaminya dengan mengharapkan kecintaan kepada Allah , maka Allah akan membukakan baginya pintu-pintu rahmat dan membersihkan kuburannya daripada ulat dan kalajengking dan Allah akan memasukkan ke dalam rumahnya tujuh puluh malaikat menolongnya dan akan mengunjungi kuburannya setiap hari dan dia akan mendapatkan seribu malaikat yang akan membawakan untuknya kenikmatan surga dan meluaskan kuburannya " ( Kitab Adaabunnisa . 291 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdul Malik bin habib dalam Kitab Adabunnisa menceritakan bahwa Rasulullah saw telah bersabda : “ Seorang isteri yang tersenyum kepada suaminya dan bersyukur atas keadaan suaminya maka Allah akan memandang kepadanya nanti di hari kiamat. Seorang isteri yang dapat menyenangkan hati suaminya di  malam hari maka dia akan keluar dari kuburannya bersama isteri-isteri nabi dan berjalan di atas shirat bersama mereka tanpa dihisab ( dihitung ) terlebih dahulu dan Allah akan memberikan kepadanya pahala dua belas wali Allah di dalam surga “. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditambahkan : “ Dan seorang isteri yang menyerahkan dirinya kepada suaminya dalam keadaan berhias, maka Allah akan mengharamkan dadanya daripada api neraka dan memberikan kepadanya pahala duaratus kali haji dan dituliskan baginya pahala duaratus ribu kebaikan dan diangkatkan darinya duaratus ribu derajat di surga “.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Dan jika seorang isteri yang mendatangi suaminya di atas tempat tidur  maka datanglah malaikat yang akan memanggilnya dengan ucapan : “ Berbuatlah dengan penuh kebaikan..karena Allah telah memberikan ampunan atas dosa-dosamu yang terdahulu dan dosa yang kemudian, dan Allah telah menuliskan bagimu pahala orang yang memerdekakan seratus hamba dan menuliskan bagimu kebaikan sebanyak rambut yang ada di tubuhmu “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Jika isteri mencium suaminya dengan penuh keharuman maka dia akan mendapat pahala seperti orang yang membaca Al Quran sebanyak dua belas kali dan dituliskan Allah baginya dari setiap ayat lima puluh kebaikan dan dari setiap ciuman tersebut Allah akan bina untuknya satu kota di surga “.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“ Jika isteri mencium kepala suaminya dan menyisirkan rambutnya dan jenggotnya maka Allah akan menuliskan baginya kebaikan sebanyak rambut tersebut dan ditanamkan untuknya pohon kurma di dalam surga sebanyak jumlah rambut yang disisirkannya itu..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Jika isteri memberikan minyak kepada rambut suaminya dan misainya maka Alah akan memberikan minuman kepadanya daripada air sungai di surga dan memudahkan baginya dalam menghadapi sakratul maut dan dituliskan baginya terhindar daripada api neraka  dan dimudahkan baginya menelusuri titi di akhirat nanti (shirat) dan diberikan kepadanya pahala ibadah selama enam puluh tahun “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Jika isteri memotong kuku suaminya maka dia akan mendapatkan kuurannya menjadi taman diantara taman-taman surga dan dibukakan Allah baginya pintu ke menuju surga dan dituliskan baginya seratus kebaikan dari setiap kuku yang dipotong dan diangkatkan baginya seratus derajat di dalam surga”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Seorang siteri yang memberikan minuman kepada suaminya maka pahalanya sama dengan memerdekakan seorang hamba dan Allah akan memberikan minuman kepadanya nanti daripada air sungai al kautsar di surga sebanyak enampuluh kali sebelum dia memasuki surga dan Allah akan memberikan pakaian kepadanya daripada pakaian kebesaran di surga “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Dan seorang isteri yang mempersiapkan hidangan makanan di hadapan suaminya maka Allah akan menuliskan baginya pahala ibadah selama satu tahun dan dituliskan baginya sepuluh kebaikan , dan diangkat sepuluh derajat dari setiap satu roti yang diberikan kepada suaminya, dan di atas kepalanya akan diletakkan mahkota yang bercahaya daripada batu permata “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Seorang isteri yang membasuhkan pakaian suaminya maka Allah akan memberikan kepadanya pahala enam puluh syahid dan jika dia bangun dari tempat pembasuhan tersebut maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“  Seorang isteri yang masak di dalam periuk untuk mempersiapkan makanan bagi suaminya maka Allah akan mengharamkan baginya panas api neraka. Dan seorang isteri yang membuatkan sepotong roti untuk suaminya maka dia tidak akan merasakan panasnya hari kiamat dan dia akan berjalan di atas jembatan laksana kilat yang menyambar “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Seorang isteri yang mendapat kerelaan dari suaminya, maka istri tersebut akan masuk ke dalam surga tanpa ada perhitungan terlebih dahulu. Dan jika seorang isteri tidur dalam keadaan suami yang rela kepadanya maka Allah akan memberikan kepadanya pahala sebagaimana pahala nabi Ayuub yang sabar atas segala cobaan “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Mas’ud juga menceritakan bahwasanya Rasulullah saw telah bersabda : “ Apabila air mani seorang suami berdiam di dalam rahim isterinya, maka si isteri akan mendapat pahala bagaikan pahala orang  berpuasa yang melakukan shalat, taat dan berjihad di jalan Allah. Apabila isteri itu diceraikan dalam keadaan hamil maka baginya pahala yang tidak terkira banyaknya. Jika isteri itu hamil maka  si isteri akan mendapat pahala orang yang mati syahid di jalan Allah. Apabila si isteri menyusukan anaknya maka setiap susuan yang diisap dia akan mendapat pahala memerdekaan seorang hamba  “ ( Kitab adabun nisa , 270 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Said bin Musayib menceritakan bahwa rasulullah saw pernah bersabda : “ Apabila seorang isteri hamil maka baginya pahala orang yang berperang di jalan Allah dan baginya juga pahala orang yang puasa tidak berbuka ditambah lagi dengan pahala orang yang melakukan shalat terus menerus. Jika dia melahirkan anak tersebut maka baginya setiap merasakan sakit bagaikan pahala orang yang memerdekakan seorang hamba. Apabila dia menyusukan anaknya maka berserulah para malaikat dari atas langit : “ Lakukanlah itu dengan cara yang baik, karena Allah telah memberikan ampunan kepadamu “ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Aisyah, Rasulullah saw telah bersabda : “ Ketahuilah wahai seluruh perempuan, bahwasanya setiap wanita yang hamil maka baginya pahala orang yang sedang berpuasa dan berjihad di jalan Allah. Apabila dia diceraikan dalam keadan hamil, maka baginya pahala yang sangat banyak, tidak ada seorangpun yang mengetahuinya kecuali Allah. Apabila dia melahirkan anaknya maka setiap rasa sakit yang dirasakannya dia akan mendapat pahala  bagaikan pahala orang yang memerdekakan  hamba sahaya, apabila dia menyusukan anaknya maka malaikat akan memanggilnya dari langit : “ Wahai wanita yang sedang menyusukan anaknya, lakukanlah pekerjaan itu dengan sebaik-baiknya, dan pahala menyusu itu sangatlah banyak sehingga sudah cukup bagimu  “ ( Kitab Adabunnisa, 270 ).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEWAJIBAN SUAMI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah swt dalam itab suci Al Quran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Dan pergaulilah isteri-isterimu dengan baik “ &lt;br /&gt;( QS. An Nisa : 19 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Dan para isteri mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang baik, akan tetapi suami itu mempunyai kewajiban yang lebih daripada isteri “.&lt;br /&gt;(  QS. Al Baqarah : 228 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Perintahkanlah kepada keluargamu agar mereka mendirikan shalat “ ( QS. Thaha : 132 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Hai orang yang beriman, peliharalah dirimu, dan keluargamu daripada siksa api neraka “. Menurut Ibnu Abas , maksud ayat ini  adalah seoang suami berkewajiban untuk memberikan  pendidikan agama dan pelajaran akhlak yang baik  kepada keluarganya “.( QS. Tahrim : 6 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam haji yang terakhir ( haji wada’ ) Rasulullah berwasiat kepada umatnya tentang amanat wanita  :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Ingatlah wahai kaumku, terimalah wasiatku ini…&lt;br /&gt;Berbuat baiklah kalian kepada isteri-isteri kalian..&lt;br /&gt;Isteri itu adalah penolong dalam kehidupan yang selalu berada di sampingmu..&lt;br /&gt;Kamu mengambilnya sebagai isteri dengan amanat dari Allah&lt;br /&gt;Dan dihalalkannya bagimu dengan kalimat Allah..&lt;br /&gt;Kamu tidak dapat memiliki apapun dari mereka kecuali hanya berbuat baik &lt;br /&gt;Kamu tidak dapat memiliki apapun dari mereka kecuali hanya berbuat baik &lt;br /&gt;Kecuali jika isterimu itu melakukan perbuatan keji yang jelas maka tinggalkanlah mereka sendirian di tempat tidur dan pukullah mereka dengan pukulan yang tidak melukai.&lt;br /&gt;Kalau isterimu itu taat kepadamu, maka janganlah kamu mencari jalan untuk menyusahkan mereka...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah.sesunguhnya kamu mempunyai kewajiban terhadap isterimu dan isterimu juga mempunyai kewajiban terhadapmu..&lt;br /&gt;Kewajiban isteri terhadapmu ialah mereka tidak boleh mempersilahkan tempat tidurmu didatangi oleh orang yang tidak kamu senang akan kehadirannya, dan mereka tidak boleh mengijinkan orang yang tidak kamu senangi masuk ke dalam rumahmu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah kewajibanmu terhadap mereka ialah kamu melayani mereka dengan baik, baik dalam pakaian maupun dalam makanan mereka “  (Hadis riwayat Tirmidzi dan Ibnu Majah / Uqudullujian,2 /Tuhfatul Urus,140).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw juga bersabda : “ Takutlah kamu kepada Allah dalam menjaga isteri-isterimu, karena sesungguhnya mereka adalah amanat yang ada disampingmu, maka barangsiapa yang tidak memerintahkan shalat kepada isterinya dan tidak mengajarkan agama kepadanya, maka ia telah berkhianat kepada Allah dan kepada rasul-Nya “ ( Uqudullujain, 7 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang lelaki dari Qayis bertanya kepada rasul : ya rasul, apakah kewajiban suami terhadap isterinya.?” Rasululah saw menjawab : “ Kewajiban suami terhadap isteri ialah suami harus memberikan makanan apabila dia ingin makan, dan memberikan pakaian kepadanya apabila dia ingin berpakaian, dan tidak boleh memukul mukanya dan tidak boleh menjelek-jelekkannya, dan tidak boleh meninggalkannya kecuali dalam tempat tidur, ketika isteri itu tidak thaat dan membangkang. ( Adabunnikah,257/ Uqudullujain,   ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Seorang lelaki yang mengawini perempuan dengan maskawin sedikit atau banyak, sedangkan dalam hatinya ia berniat untuk tidak memberikan maskawin itu kepadanya , maka itu berarti dia telah menipunya, seandainya dia meninggal dan belum memberikan maskwain itu kepada isterinya, maka dia akan menjumpai Allah dalam keadan berzina “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Sesungguhnya yang termasuk golongan mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang mukmin yang mempunyai akhlak yang baik dan mereka yang paling lembut bergaul dengan keluarganya “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Orang yang terbaik diantara kamu adalah mereka yang baik dalam bergaul dengan keluarganya, dan saya adalah orang yang terbaik dalam bergaul dengan keluarga “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Barangsiapa yang sabar atas perbuatan jelek dari isterinya, maka Allah memberinya pahala sama dengan yang diberikan kepada nabi Ayub karena sabar atas cobaan hidup. Dan isteri yang sabar atas perbuatan jelek dari suaminya, maka dia akan mendapat pahala Aisyah, isteri Firaun. “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Tidak ada seseorang lelaki yang menjumpai Allah dengan membawa dosa yang lebih besar daripada seorang suami yang tidak peduli dengan keadaan anak dan isterinya “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TANGGUNG JAWAB SUAMI :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Kitab Uqudullujain disebutkan   bahwa tangung jawab suami terhadap anak dan isteri ialah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menjadi pemimpin terhadap anak dan isteri di dalam rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mengajarkan ilmu fardhu ain kepada anak isteri yang meliputi ilmu tauhid, fikah dan akhlak. Ilmu tauhid diajarkan agar dia mempunyai keimanan dan keyakinanyang benar. Ilmu fiqah diajarkan agar dia dapat melaksnakan ibadah dengan benar. Ilmu tasauf diajarkan agar dia dapat menjaga amalanya dan perbuatannya dari penyakit-penyakit hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Memberi makan, minum, pakaian dan tempat tinggal dari uang dan usaha yang halal. “ Sekali membelikan pakian anak isteri yang menyukakan hati mereka dan halal maka suami mendapat pahala selama tujuh puluh tahun beribadah “ , demikian ungkap seorang ulama sebagaimana disebutkan dalam kitab Uqudullujain ( uqudullujain,45).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tidak mendzalimi anak dan isteri yaitu dengan :&lt;br /&gt;a. Memberikan pendidikan agama.&lt;br /&gt;b. Memberi nafkah lahir dan bathin&lt;br /&gt;c. Memberi nasehat serta menegur dan memberi tunjukajar jika mereka melakukan kesalahan.&lt;br /&gt;d. Bila memukul jangan sampai melukai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Memberikan nasehat kepada isteri jika isteri suka menghasud, atau jika isteri melakukan sesuatu yang bercanggah dengan perintah agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SIFAT SUAMI YANG SHOLEH :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bertanggungjawab dalam memimpin rumah tangga.&lt;br /&gt;2. Tidak kedekut atau terlalu bermewah-mewah dalm memberi nafkah makan, minum , pakaian dan tempat tinggal, serta sehgala kepeluan anak dan isteri.&lt;br /&gt;3. Kasih sayang, nesra serta senantiasa mengambil berat tentang mereka.&lt;br /&gt;4. Tidak terburu-buru dalam menerima fitnah serta bertindak segera tanpa usul selidik terlebih dahulu.&lt;br /&gt;5. Tidak gemar memandang perempuan yang lain.&lt;br /&gt;6. Tidak gemar bergaul dengan perempuan yang lain.&lt;br /&gt;7. Tidak minum arak, main judi, dan tidak suka membuang masa dengan kerja sia-sia.&lt;br /&gt;8. Jujur dan senantiasa menepati janji terhadap anak-isteri.&lt;br /&gt;9. Senantiasa menjaga kebersihan diri lahir dan batin.&lt;br /&gt;10. Cemburu dalam hal yang mendatangkan maksiat terhadap dirinya, anaknya dan isterinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEWAJIBAN ISTERI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman dalam Kitab suci Al Quran :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Kaum lelaki itu adalah pemimpin bagi kaum perempuan karena Allah telah melebihkan sebagian mereka ( laki-laki ) atas sebagian yang lain ( wanita ) , dan karena mereka telah menafkahkan harta mereka , sebab itu maka seorang wanita yang shaleh ialah wanita yang taat kepada Allah, lagi dapat memelihara diri di balik kehadiran suaminya, oleh karena Alah telah memelihara mereka. Wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka dari tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari jalan untuk menyusahkan mereka “ ( QS. AnNisa : 34 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayidina Ali bin Abi Thalib berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Sejelek-jelek sifat kaum lelaki adalah sebaik-baik sifat bagi wanita, yaitu sifat kikir dan bersikap keras dan takut. Karena jika perempuan itu kikir, maka ia akan memelihara harta suaminya, dan jika dia bersikap keras, maka dia akan menjaga dirinya dari berbicara kepada setiap orang dengan perkataan yang mesra yang dapat menimbulkan persangkaan yang jelek. Jika dia bersikap penakut, maka dia takut dari segala sesuatu yang akan terjadi, maka dia tidak berani keluar dari rumahnya dan akan menjauhi tempat-tempat yang dapat menimbulkan kecurigaan karena takut kepada suaminya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali juga melanjutkan bahwa ada beberapa kewajiban isteri terhadap suami :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Senantiasa malu terhadap suaminya.&lt;br /&gt;2. Menundukkan penglihatannya di hadapan suaminya.&lt;br /&gt;3. Mentaati perintah suaminya.&lt;br /&gt;4. Dia ketika suami sedang berbicara&lt;br /&gt;5. Berdiri ketika suaminya datang dan pergi dari rumah.&lt;br /&gt;6. Menyerahkan dirinya kepada suaminya dikala hendak tidur.&lt;br /&gt;7. Memakai wangi-wangian.&lt;br /&gt;8. Memelihara mulutnya agar tetap wangi &lt;br /&gt;9. Senantiasa berhias di depan suami&lt;br /&gt;10. Tidak berhias jika suami tidak ada&lt;br /&gt;11. Tidak berkhianat kepada suaminya ketika tidak ada di dalam tempat tidurnya dan di dalam hartanya.&lt;br /&gt;12. Menghormati keluarga suami dan kerabatnya&lt;br /&gt;13. Merasa puas jika diberi sedikit oleh suaminya&lt;br /&gt;14. Tidak mencegah dirinya jika diajak suami untuk berhubungan walaupun ketika berada di punggung unta.&lt;br /&gt;15. Tidak menjalankan puasa sunat kecuali dengan izin suami.&lt;br /&gt;16. Tidak boleh keluar dari rumahnya kecuali dengan izin daripada suami. ( uqudullujain, 12 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aisyah berkata ; “ Wahai kaum wanita..! Seandainya kamu mengerti kewajibanmu terhadap suamimu, tentu seorang isteri akan mengusap debu dari kedua tellapak kaki suaminya dengan sebagian mukanya “. ( Kitab Uqudullujain, 13 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Empat macam perempuan yang akan berada di surga dan empat macam perempuan berada di neraka. Empat macam perempuan yang berada di surga yaitu :&lt;br /&gt;1. Perempuan yang menjaga dirinya dari berbuat haram lagi berbakti kepada allah dan suaminya.&lt;br /&gt;2. Perempuan yang banyak keturunannya lagi penyabar serta menerima dengan senang hati dengan keadaan yang serba kekurangan ( dalam kehidupan ) bersama suaminya.&lt;br /&gt;3. Perempuan yang bersifat pemalu, dan jika suaminya pergi, maka dia menjaga dirinya dan harta suaminya. Jika suaminya datang, amka dia menjaga mulutnya dari perkataan yang tidak layak kepadanya.&lt;br /&gt;4. Perempuan yang ditinggal mati oleh suaminya dan dia mempunyai anak-anak yang masih kecil, lalu dia menjaga dirinya hanya untuk mengurusi anak-anaknya dan mendidik mereka serta memperlakukannya dengan baik kepada mereka dan tidak bersedia kawin karena khawatir jika kawin akan membuat anaknya terlantar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasululah melanjutkan bahwa empat perempuan penghuni neraka yaitu :&lt;br /&gt;1. Perempuan yang mulutnya kotor terhadap suaminya. Jika suaminya pergi, maka dia tidak menjaga dirinya dan jika suaminya datang dia memarahinya.&lt;br /&gt;2. Perempuan yang memaksa suaminya untuk memberikan sesuatu yang tidak mampu dilakukan oleh suaminya.&lt;br /&gt;3. Perempuan yang tidak menutupi dirinya dari kaum lelaki dan keluar dari rumahnya dengan menampakkan perhiasannya dan memperlihatkan kecantikannya ( untuk menarik perhatian kaum lelaki ).&lt;br /&gt;4. Perempuan yang tidak mempunyai tujuan hidup kecuali makan, minum, tidur dan dia tidak berbakti kepada Allah dan juga tidak senang untuk berbakti kepada rasul dan juga tidak mau berbakti kepada suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan yang bersifat dengan sifat yang empat ini , maka dia akan menjadi penghuni neraka kecuali jika dia benar-benar bertaubat. ( Uqudullujain, 16,17).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali bin Abi Thalib berkata : Aku masuk rumah rasulullah bersama fatimah. Kami melihat Rasul sedang menangis, kemudian aku berkata : Demi ayah dan ibuku.!.Apakah yang membuatmu menangis ya rasulullah..! Nabi menjawab : Wahai Ali, pada malam aku diangkat ke langit ( isra mi’raj ) aku melihat perempuan dari umatku disiksa di neraka dengan bermacam-macam siksa, maka aku menagis karena begitu berat siksaan mereka yang aku lihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melihat perempuan yang digantungkan dengan rambutnya serta otaknya mendidih. Aku juga melihat perempuan yang digantungkan dengan lidahnya sedang air panas yang dituangkan pada tenggorokannya dan aku melihat perempuan yang benar-benar diikat kedua kakinya sampai kedua buahdadanya dan diikat kedua tangannya sampai ubun-ubunnya dan Allah mengerahkan ular dan kalajengking untuk menyengatnya. Aku melihat perempuan yang berkepala babi dan bertubuh keledai yang sednag ditimpa dengan sejuta siksaan. Aku melihat perempuan berbentuk anjing dan api itu masuk dari mulutnya dan keluar dari duburnya dan malaikat memukul kepalanya dengan palu yang besar dari api neraka. Mendengar itu Fatimah berdiri dan berkata : “ Wahai kekasihku dan buah hatiku..perbuatan apakah yang dilakukan mereka sehingga mereka mendapat siksaan yang begitu berat “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw menjawab :  “ Wahai anakku..adapun perempuan yang digantung dengan rambutnya karena dia tidak menutup rambutnya daripada pandangan kaum lelaki yang lain.&lt;br /&gt;Adapun perempuan yang digantung dengan lidahnya karena dia selalu menyakiti suaminya.&lt;br /&gt;Adapun perempuan yang digantung dengan kedua payudaranya karena dia telah mempersilahkan orang lain untuk datang ke tempat tidur suaminya.&lt;br /&gt;Adapun perempuan yang diikat kedua kakinya sampai kedua payudaranya dan diikat kedua angannya sampai ke ubun-ubunnya dan Allah mengerahkan ular serta kalajengking untuk menyengatinya adalah perempuan yang tidak mandi dari janabat dan haidh serta meningalkan shalat.&lt;br /&gt;Adapun perempuan yang berkepala babi dan berbadan keledai adalah karena dia tukang mengadu domba dan pembohong.&lt;br /&gt;Adapun perempuan yang berbentuk anjing dan api masuk dari mulutnya keluar dari duburnya karena dia adalah tukang hasud dan mengungkapkan aib orang lain.&lt;br /&gt;Wahai anakku..celakalah bagi perempuan yang tidak berbakti kepada suaminya. ( Uqudullujain, 21 ). &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ADAB  SUAMI - ISTERI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ibrahim bin Adham bercerita bahwa Abu darda’ berkata kepada isterinya : “ Apabila aku marah maka hendaklah engkau merelakannya ( diam ), dan apabila engkau marah maka aku akan merelakannya ( diam ) juga. Maka hendaknya kita tidak melakukan sesuatu yang dapt membuat kita bertengkar “.( Kitab adabunnisa , 161 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Rasulullah berwasiat : “ Takutlah kamu kepada Allah dalam menghadapi dua orang yang lemah, yaitu wanita dan hamba sahaya “ ( Adabunnisa, 255 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari Rasulullah bersabda ; “ Janganlah kamu memukul isterimu “. Para sahabat mematuhi perintah tersebut dan tidak memukul isteri mereka. Tak lama kemudian datanglah Umar bin Khattab berkata kepada rasul : “ Ya Rasulullah..banyak isteri-isteri yang tidak taat kepada suami mereka “. Mendengar pengaduan itu, maka rasul mengizinkan suami untuk memukul isterinya. Tak lama kemudian, datanglah   isteri sahabat kepada keluarga Rasul mengadukan perlakuan suami mereka sehingga Rasul berkata : “ telah datang kepada keluargaku tujuh puluh perempuan yang mengadukan suami-suami mereka. Para suami yang demikian itu bukanlah orang yang baik diantara kamu “. ( Adabunnisa , 248 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul membolehkan suami untuk memukul isteri kemudian beliau bersabda ; “ Pukullah mereka, dan suami yang baik tidak akan memukul mereka “. ( Adabunnisa, 248 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda : “ Sesungguhnya aku sangat membenci jika melihat lelaki yang garang dan marah lalu memukul isterinya “. ( Adabunnisa , 255 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Barangsiapa yang sabar atas kejelekan sikap isterinya maka baginya dalam setiap hari mendapat pahala orang yang mati syahid “ ( Adabunnisa , 253 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “ Jika seorang isteri memaki suaminya maka Allah akan membukakan baginya tujuh puluh pintu kutukan dan Allah marah kepadanya, juga para malaikat yang ada di bumi dan di atas langit, semuanya akan mengutuk kepadanya “. ( Adabunisa , 288 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada seorang isteri yang berkata kepada suaminya : “ Demi Allah, aku tidak melihat sedikitkun kebaikan ada pada dirimu “, maka Allah akan mengharamkan baginya segala kenikmatan surga dan dituliskan baginya dosa bagaikan pasir banyaknya dan dalam setiap hari dan malam akan datang kepadanya seribu kali kutukan “. ( Adabunnisa, 288 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Jika seorang isteri menolak ajakan suaminya untuk tidur bersama, maka semua Allah akan menghancurkan segala amalannya selama tujuh puluh tahun “ ( Adabunisa, 288 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Jika seorang isteri  berkata kepada suaminya dengan penuh penghinaan :  “ Engkau makan dari hartaku dan berpakaian dari uang pemberian dariku “ , maka Allah akan marah kepadanya selama delapan puluh hari, walaupun si isteri itu mempunyai harta sebanyak harta qarun dan harta itu dikeluarkan untuk bersedekah di jalan Allah, maka sedekahnya itu tidak akan diterima “.( Adabunnisa, 289 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Jika seorang isteri menghina suaminya yang ada disampingnya maka binasalah shalatnya selama tujuh puluh tahun, dan jika isteri tidak bersyukur dengan suaminya maka Allah tidak akan melihatnya di hari kiamat “ ( Adabunnisa, 257 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Jika seorang isteri bermuka masam kepada suaminya, maka ia berada dalam kemurkaan Allah sehingga ia dapat membuat suasana yang riang gembira kepada suaminya dan mohon kerelaannya “ ( Uqudullujain, 13 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Jika seorang isteri meminta cerai dari suaminya tanpa ada sesuatu sebab , maka Allah mengharamkan wangi surga kepadanya “ ( Uqudullujain , 14 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Sesungguhnya jika seorang suami melihat kepada isterinya dan isterinya juga memandang kepadanya, maka Allah telah melihat kepada mereka berdua dengan pandangan rahmat. Dan jika seorang lelaki memegang telapak tangan isterinya maka gugurlah dosa mereka berdua dari sela-sela jari tangan keduanya” ( Uqudullujain, 29 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasululah bersabda : ‘ Aku pernah melihat di dalam surga lalu aku melihat yang terbanyak ahli syurga ialah orang faqir dan aku juga melihat neraka dan melihat yang terbanyak daripada ahli neraka adalah perempuan-perempuan. Demikian itu karena kurang baktinya kepada allah dan kepada suaminya serta kebanyakan mereka menghias diri ( dengan berlebih-lebihan ) jika hendak keluar dari rumahnya “. ( uqudullujjain, 25).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TANDA ISTERI YANG  BAIK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Kitab Uqudullujain disebutkan bahwa  tanda perempuan yang baik muruahnya adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Baik perangainya tehadap suaminya, anak-anaknya, ibubapanya, rakan-rakannya, jiran-jirannya dan masyarakat lainnya, iaitu :&lt;br /&gt;- Dengan suami bersopan santun dalam segala percakapan dan tindakan.&lt;br /&gt;- Dengan anak-anak bercakap dengan bahasa yang baik, dan tidak suka memaki atau berbahasa kesat.&lt;br /&gt;- Dengan ibubapa bersopan santun dan beradab.&lt;br /&gt;- Dengan rakan-rakan, jiran dan masyarakat tidak suka bertengkar dan memfitnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dapat menjaga mulut dan tidak gemar mengadu-adukan hal keburukan suami kepada ibubapa, rakan-rakan dan jiran-jiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Banyak bersabar di dalam menempuh segala kesusahan ujian Allah, dan dalam menjalankan perintah-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tidak berhias ketika keluar rumah karena kecantikan isteri hanyalah untuk suaminya sahaja dan bukan untuk orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Tidak cepat berkeluh kesah dalam menempuh kehidupan, tidak bersyukur dan tidak sabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Tidak memaksa suami untuk memenuhi keinginannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Merelakan dengan apa-apa pemberian suami .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Tidak gemar banyak cakap, tetapi cakap seperlu sahaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Patuh kepada suami samada dalam keadaan susah atau senang kecuali pada hal yang dilarang oleh agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Menjadi penorong serta penasehat suami dalam hal-hal kebajikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Memahami hal yang tidak digemari dan dibenci oleh suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Selalu melakukan perbuatan yang menyenangkan hati suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Senantiasa mendoakan keselamatan suami dalam setiap waktu terutama selepas shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Senantiasa menambah ilmu agama serta amalan-amalan dengan gemar membaca, mendengar kaset-kaset, syarahan agama, dan pengajian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Senantiasa menjaga diri dan rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DOA  UNTUK KELUARGA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Ya Tuhan , berikanlah kepadaku keturunan yang baik “ &lt;br /&gt;( QS. Ali Imran/3 : 38 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Ya Tuhan kami berikanlah kepada kami isteri-isteri dan anak-anak yang dapat menyenangkan hati kami, dan jadikanlah kami pemimpin diantara orang-orang yang bertaqwa “ ( QS.Al Furqan /25: 74 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Ya Tuhan, jadikanlah aku dan anak-anak keturunanku diantara orang-orang yang tetap mendirikan shalat “ &lt;br /&gt;( QS. Ibrahim/14 : 40 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Ya Tuhan, berikanlah kepadaku kemampuan untuk dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah engkau anugerahkan kepadaku dan juga kepada kedua orangtua, sehingga aku dapat beramal shaleh yang Engkau ridhai. Dan perbaikilah   keturunanku..Sesunguhnya aku bertobat kepadamu Tuhan kami, dan sesungguhnya aku termasuk orang yang berserah diri  “ ( QS. Al Ahqaf /46 : 15 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “ Ya Tuhan kami jadikanlah kami orang yang menyerahkan diri ( ber-islam ) kepadamu dan jadikanlah keturunan kami juga termasuk orang yang ber-islam kepadamu “ ( QS. Al Baqarah /2 : 128 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1080924641691425531-6407868745380520416?l=arifinismail.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arifinismail.blogspot.com/feeds/6407868745380520416/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arifinismail.blogspot.com/2010/12/risalah-nikah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1080924641691425531/posts/default/6407868745380520416'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1080924641691425531/posts/default/6407868745380520416'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arifinismail.blogspot.com/2010/12/risalah-nikah.html' title='RISALAH NIKAH'/><author><name>ARIFIN ISMAIL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03576065139401199131</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1080924641691425531.post-3204681935079604155</id><published>2010-11-18T03:11:00.000-08:00</published><updated>2010-11-18T03:16:13.861-08:00</updated><title type='text'>MAKNA IDUL ADHA : ANTARA HAJI DAN QURBAN</title><content type='html'>Hari Raya Haji atau Idul Adha merupakan peristiwa penting dalam kehidupan seorang muslim, sebab hari tersebut berkaitan dengan sejarah kemanusiaan yang direkam lewat ibadah Haji dan Qurban. Ibadah haji yang terdiri dari umrah dan haji merupakan titik kulminasi dari proses pencarian kesempurnaan hidup baik secara individu dan sosial. Ibadah umrah adalah gambaran tahapan yang harus ditemnpuh seseorang  untuk mencapai tingkat kesempurnaan diri secara personal sebgai seorang muslim, dan ibadah haji adalah tahapan dan proses yang harus dilakukan oleh umat Islam untuk mencapai kesempurnaan hidup secara berjamaah, umat yang berkualitas, umat terpandang dalam sejarah kemanusiaan. Itulah sebabnya dalam al Quran, perintah haji dan umrah diawali  kalimat : " Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah " ( QS. Al Baqarah : 196 ). Hal ini berbeda dengan perintah shalat dengan ucapan : “ Dirikanlah” atau perintah zakat dengan ucapan : “ Tunaikanlah”. Dalam haji perintahnya adalah “sempurnakan” Mengapa bukan “tunaikan”, atau “dirikan”m tetapi “sempurnakan” ? Sebab dalam ibadah umrah dan haji ada nilai-nilai kesempurnaan hidup yang dapat diambil baik secara individu maupun secara sosial, sehingga dengan ibadah haji dan umrah setiap muslim menjadi individu terbaik dan menjadi  umat terbaik (khairu ummah), dan kesempurnaan itu diikuti dengan jiwa pengorbanan yang harus ada dalam setiap perjuangan untuk mencapai kemenangan dan kesuksesan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PELAJARAN DARI IBADAH UMRAH DAN HAJI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita meneliti apakah tahapan dan proses kesempurnaan hidup yang dapat kita petik dalam proses pelaksanaan haji di Tanah suci. Ibadah haji melalui dua tahapan yaitu umrah dan haji. Umrah adalah ibadah yang dilakukan secara berturut-turut dari Ihram ( ditandai dengan memakai pakaian ihram ) , Tawaf berkeliling ka'bah, Sai yaitu berjalan antara bukit safa dan Marwa , dan Tahallul ( menggunting rambut ). Sedangkan haji dilakukan dengan melaksanakan prosesi Wukuf di Arafah, Mengambil batu di Muzdalifah pada waktu malam hari, Melontar Jumrah di Mina,  Thawaf Ifadah, diikuti dengan menyembelih hewan Qurban  Banyak orang menyangka bahwa ibadah ini hanya bersifat ritual, padahal al Quran menyuruh kita mencari hikmah dibalik haji dan umrah sehingga dapat dijadikan model hidup yang sempurna sebagaimana dinyatakan dalam al Quran : " Dan serukanlah kepada manusia untuk melakukan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengenderai unta dari segenap penjuru yang jauh, agar supaya mereka menyaksikan manfaat mereka " ( QS. Al Hajj : 27-28 ). Dalam ayat ini Allah menyuruh umat manusia untuk melakukan haji dan melihat serta memperhatikan manfaat, hikmah  daripada prosesi ibadah haji tersebut. Dengan demikian dalam prosesi ibadah umrah dan haji manusia harus dapat mengambil pelajaran,  pendidikan, strategi, falsafah hidup, sehingga meraka  dapat menjadi individu  sempurna ( perfect personality ), dan menjadi umat dan jamaah yang terbaik  (Khairu umah). Pribadi terbaik inilah yang harus dibuktikan dalam sikap sehingga dapat menjadi " insan mabrur ", baik mabrur secara individu, dan mabrur secara sosial berjamaah. Untuk mendapatkan mabrur tersebut, maka mansuia harus memenuhi syarat dan rukun yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ihram :  Kesucian diri dengan mengontrol keinginan dan nafsu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Langkah pertama untuk menjadi manusia sempurna adalah keupayaan diri untuk mengontrol diri, dari  keinginan dan hawa nafsu. Dalam ihram seseorang diharamkan dari memakai sesuatu yang halal. Ini merupakan gambaran bahwa seorang individu harus dapat mengontrol antara keperluan dan keinginan. Seorang yang sukses adalah individu yang dapat melihat antara keperluan dan keinginan. Berarti Ihram adalah bagaimana seseorang dapat mengontrol diri dari memakai kekayaan yang berlebihan, memakai kekuasaan semau-gue, memakai sesuatu milik dengan tidak berguna , mubazir, dan lain sebagainya. Konglomerat  ihram adalah konglomerat dan orang kaya  yang memakai kekayaan tanpa kemewahan Pemimpin , pejabat dan penguasa ihram adalah pemimpin, dan penguasa yang dapat memakai wewenang kekuasaan hanya untuk   kemaslahatan rakyat, bukan untuk meraih keuntungan pribadi. Angota dewan yang ihram adalah angota dewan yang mengeluarkan undang-undang dan peraturan untuk kepentingan rakyat bukan untuk kepentingan diri, partai atau kelompok tertentu. Kontraktor ihram adalah kontraktor yang tidak melakukan mark-up dalam proyek, dan lain sebagainya. Pribadi yang ihram adalah pribadi yang selalu memakai waktu dengan sebaik-baiknya, bukan untuk permainan dan hiburan, mempergunakan kekayaan dengan sebaik-baiknya, bukan berbelanja sepuas-puasnya, selalu memperhatikan mana yang merupakan keperluan dan mana yang bersifat keinginan, terhindar dari sifat " mubazir"  dan " lagha " ( perbuatan, perkataan sia-sia ). Inilah kunci dan syarat pertama untuk menjadi manusia 'mabrur", manusia sempurna.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2. Thawaf :  Hidup dalam lingkaran ibadah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Thawaf adalah mengelilingi ka'bah tujuh kali. Ini merupakan gambaran dari setiap individu yang ingin mencapai titik kesempurnaan hidup agar  dapat menjadikan seluruh kegiatan dan aktivitasnya dalam rangka ibadah, pendekatan diri kepada Tuhan. Thawaf juga bermakna bahwa segala gerak dan langkah hanya dilakukan dalam kerangka syariah, hukum-hukum dan perintah Tuhan. Manusia adalah bagian daripada alam semesta, dan alam dengan seluruh planetnya malakukan thawaf demikian juga malaikat melakukan thawaf di Baitul Makmur, maka manusia juga secara fisik, rohani, pemikiran, kejiwaaan dan sistem kehidupan harus tawaf kepada Allah. Thawaf dalam tujuan mencari petunjuk Ilahi untuk meniti kehidupan. Thawaf juga bermakna selalu melihat dan memperhatikan ( muhasabah ) diri apakah seluruh aktifitas keduniaan kita dari belajar, mengajar, berniaga, berpolitik, berbudaya, apakah sudah dalam kerangka hukum-hukum Allah dan bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Apakah setiap langkah yang kita lakukan selama tujuh hari tujuh malam, baik di atas bumi ataupun diatas langit semuanya mengacu kepada mencari keridhaan Allah. Individu yang dapat melakukan thawaf kehidupan ini merupakan manusia sempurna di depan Allah, sebab semua gerak dan langkah hanya untuk beribadah kepadaNya, sebab tujuan hidup seorang muslim adalah untuk beribadah kepadaNya  dalam arti yang seluas-luasnya. Politikus     tawaf adalah politikus yang melakukan segala langkah politik untuk tujuan yang suci, sehingga politik mrupakan ibadah. Bisnisman    thawaf adalah peniaga yang  mengembangkan ekonomi dalam sistem syariah dan menjadikan kegiatan bisnis bagian daripada ibadah. Pendidik dan ilmuwan yang thawaf adalah mereka yang melakukan aktifitas keilmuan sebagai ibadah kepada Allah.. Demikianlah makna thawaf dalam kehidupan sehingga seluruh langkah merupakan bagian daripada pendekatan diri kepada Tuihan, sehingga aktifitas tersebut bukan saja merupakan asset dunia tetapi menjadi asset untuk kehidupan     lebih panjang dan kekal di akhirat kelak.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;3. Sai : Meningkatkan etos kerja sebagai khalifah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Manusia mendapat tugas menjadi khalifah di muka bumi, sehingga seluruh kekayaan alam dapat menjadi modal yang berguna bagi kehidupan manusia Khalifah adalah menguasai bumi, dengan kerja keras. Itulah yang digambarkan dalam ibadah Sai, berjalan dan berlari-lari kecil dari bukit Safa menuju bukit Marwa. Sudah menjadi sunatullah, siapa yang mempunyai etos kerja yang tinggi maka dia akan menguasai dunia, baik dia itu seorang muslim, kafir, atau atheis. Penguasan dunia (khalifah) tidak mungkin di dapat dengan beribadah, berzikir, dan berdoa semata-mata tetapi harus dilakukan dnegan penguasaan ilmu , kerja yang professional, bekerja keras, disiplin dan ketabahan, dengan manajemen yang rapi, dan semangat pantang menyerah. Penguasaan dunia hanya dapat dicapai dengan landasan keilmuan, yang  diperoleh melalui riset dan penelitian, ( istikhlaf )  diaplikasikan dalam inovasi teknologi ( taskhir )  yang dipergunakan untuk kemajuan dan kemaslahatan masyarakat global ( isti'mar ). Hal ini hanya dapat dicapai dengan etos kerja yang tinggi, semangat membaja, sebagaimana Siti Hajar berusaha untuk menaklukkan bukit safa dan marwa seorang diri di tengah padang pasir yang tandus. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Insan Sa’i adalah insan yang berusaha dengan sungguh-sungguh, disiplin tinggi, semangat membara, pantang menyerah, dalam bidang dan profesi masing-masing, sebagaimana dicontohkan oleh para nabi dan rasul. Nabi Adam menjadi khalifah sebagai pembuat roti yang handal. Nabi Nuh menjadi khalifah sebagai pembuat kapal. Nabi Idris menjadi khalifah sebagai perancang dan penjahit baju. Nabi Musa sebagai khalifah sebagai peternak professional. Nabi Daud sebagai khalifah dalam industri baju besi, sehingga dia dapat memproduk 25 baju besi dalam sehari. Nabi Isa menjadi khalifah dalam bidang perubatan. Nabi Sulaiman menjadi khalifah dalam bidang komunikasi, sebab beliau dapat berkomunikasi dengan semua makhluk. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Nabi Muhammad menjadi khalifah dalam semua bidang baik dalam pendidikan, ekonomi, sosial, politik dan militer. Masyarakat muslim terdahulu menjadi masyarakat khalifah sebab menguasai ilmu dan teknologi yang dicontohkan oleh Ibnu Sina dalam bidang Kedokteran, Al Khawarizmi dalam bidang Matematika, Ibnu Haytam dalam bidang optik, Ibnu Majid dalam bidang Maritim, Ibnu Khaldun dalam sosiologi, Al Mawardi dalam bidang politik, Ibnu Baitutah dalam bidang pariwisata, Abu Hasan Asyari, Fakhrurazi dalam bidang theology, dan  Imam Syafii, Maliki, Hanbali dalam bidang fiqih, dan lain sebagainya.  Ini semua disebabkan mereka mempunyai semanagt dan etos kerja yang tinggi , semangat ibadah Sai, semangat untuk menguasai kehidupan dunia sebagai aplikasi tugas khalifah Allah dimuka bumi. Dengan aplikasi ibadah Sai dalam menghadapi dan menjalani kehidupan inilah maka umat Islam terdahulu menjadi umat teladan, umat terbaik, umat yang berprestasi dalam segala bidang kehidupan, dan menjadi umat yang tercatat dengan catatan emas dalam sejarah kemanusiaan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;4. Tahalul : Pelayanan sosial secara individual.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tahalul adalah menggunting rambut bagi jamaah yang telah melakukan prosesi sai dalam umrah. Sai adalah bagaimana seorang individu dapat mencapai prestasi tertinggi di dlam bidang masing-masing. Sorang ilmuwan yang sai adalah ilmuwan yang dapat terus berprestasi dalam disiplin ilmunya sehingga menemukan teori-teri yang baru. Seorang teknokrat yang Sai adalah teknokrat yang dapat melakukan inovasi teknologi. Seorang busnismen yang Sai adalah busnismen yang dapat sukses dalam terobosan baru dalam bidang ekonomi. Politisi yang sai adalah politisi yang handal dalam bidangnya. Itu semuanya harus dapat di " tahalul "kan dalam arti , seluruh kepandaian, keilmuan, pemikiran, kerja politik, kerja ekonomi, harus dapat menjadi sumbangsih kepada individu yang lain dan kepada kemaslahatan masyarakat yang lain, sehingga seorang ilmuwan akan mendapat pahala jariyah dari teori keilmuan yang dihasilkan, seorang teknokrat dapat pahala jariyah dari inovasi teknologinya, seorang politisi dapat pahala jariyah dari terobosan politiknya, dan seorang peniaga dapat pahala jariyah dari sumbangan sedekah, infaq kepada orang yang memerlukan dari kekayaan yang dimilikinya. . Inilah yang dimaksudkan dengan "tahalul" profesi, dan keilmuan dalam berbagai bidang kehidupan, dalam arti ilmu, profesi, kekayan, karier yang dimilinya tersebut bukan hanay dinikmati oleh dirinya secara individu, tetapi juga dapat membantu orang yang lain, sehingga secara individu dia telah mealkukan kewajiban sosial secara personal. Itulah sebabnya Rasulullah bersabda : " Sebaik-baik manusia adalah mereka yang hidupnya berguna dan bermanfaat bagimanusia yang lain ". &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dengan demikian barulah seorang muslim menjadi manusia sempurna secara individu, sebab kehidupan , kekayaan, bukan hanya dipakai untuk keperluan dirinya sendiri, tetapi ilmunya, kekayaannya, profesi dan kepakarannya, kedudukan dan pangkatnya, kekuasaan dan karier politiknya juga dapat berguna dan bermanfaat bagi kehidupan makhluk dan manusia yang lain. Kesempurnaan hidup manusia secara individu tergantung pada kualitas dan prestasi serta berapa banyak manfaat profesi yang dimiliknyasebagai bantuan dan sumbangannya  bagi kehidupan manusia yang  berada disekelilingnya, sebagai pengabdian kepada Allah Taala.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dengan Umrah, manusia sedang berproses manjadi manusia sempurna secara individu. Tetapi kesempurnaan individu tidak berguna jika tidak dilengkapi dengan kesempurnaan sosial dalam berjamaah. Sebab itulah kesalehan individual harus diikuti dengan kesalehan jamaah. Tugas individu telah selesai, tetapi ada tugas yang harus dilakukan dalam hubungannya dengan jamaah, umat islam. Seorang ilmuwan, negarawan, bisnismen, teknokrat, politisi, konglomerat muslim mempunyai tanggungjawab agar profesi yang ada pada diri mereka dapat menjadi potensi bersama, potensi jamaah, sehingga kekuatan individu jika terkumpul akan menjadi potensi jamaah. Potensi jamaah merupakan sunatullah untuk mencapai kemenangan tingkat jamaah. Individu muslim yang berkualitas harus dapat menjadi bagian daripada umat yang berkualitas. Umat yang berkualiats hanya dapat dicapai jika adanya komunikasi, jaringan kerjasama, perpaduan potensi, program bersama, strategi yang terpadu, dalam menghadapi ancaman dan gangguan lawan, serta menghadapi  tantangan masa depan. Inilah yang dimaksud dengan Ibadah haji, yang melakukan prosesi wukuf di Arafah, mengambil batu di mina, melontar jumrah dan menyembelih hewan Qurban di Mina.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;5. Wukuf : Menggalangpotensi dan jaringan, menyusun langkah dan program umat, mengatur strategi, menghadapi tantangan dan masa depan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Wukuf adalah berhenti. Wukuf berarti individu muslim yang telah berprestasi dalam bidang masing-masing diharapkan dapat berhenti sejenak, bukan berhenti untuk tidak berkarya, tetapi berhenti untuk menyatukan langkah, menggalang jaringan dan potensi, menyusun program untuk menghadapi tantangan dan masa depan. Wukuf berarti membentuk jaringan inter disiplin dan antar disiplin. Wukuf berarti membangun kerjasama antar kelompok umat, antar jamaah, antar firqahh, menyususn program bersama untuk satu tahun mendatang. Wukuf adalah kongres umat islam sedunia dalam dibang dan profesi masing-masing. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dengan wukuf, maka setiap individu dapat mengenal bagaimana hubungan dirinya dengan Allah.  Dengan wukuf berarti setiap muslim harus mengenal dirinya, mengadakan refleksi kehidupan dalam profesi masing-masing. Dengan wukuf berarti seorang itu mengenal potensi dirinya masing-masing, dan juga mengenal kelemahan dan kekurangan dirinya. Dengan wukuf, berarti setiap orang dapat mengenal kelebihan orang lain, sehingga dia dapat menjalin kerjasama. Dengan wukuf juga berarti antar kelompok dan jamaah umat dapat duduk bersama menyusun program terpadu. Dengan wukuf juga berarti setiap muslim mengenal dan mencari informasi bagaimana strategi musuh umat islam yang selalu berusaha menghancurkan islam di setiap kawasan. Itulah sebabnya wukuf tersebut berada di bumi Arafah.. Arafah dalam bahasa arab artinya mengenal, diharapkan dengan wukuf, setiap muslim dalam melakukan analisa " SWOT " sebagaimana dilakukan dalam bidang manajemen.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dengan adanya kerjasama antar individu dan kelompok, dengan mengenal diri, mengenal kawan, mengenal musuh, mengenal potensi, maka barulah setiap individu menjadi "rahmat " bagi suatu umat. Seorang ilmuwan dapat menjadi rahmat bagi umat, dengan ilmunya. Seorang konglomerat dapat menjadi rahmat dengan kekayaannya. Seorang teknokrat dapat menjadi rahmat bagi umat Islam dengan inovasi teknologinya. Seorang politisi dapat menjadi rahmat bagi umat dengan terobosan dan partai politiknya. Inilah yang dimaksudkan dengan adanya Jabal Rahmah,  di Arafah. Dengan wukuf, setiap individu dapat menjadi rahmat ( bukan musibah ) bagi kelangsungan umat, dan kemanusiaan. Dengan wukuf, setiap kelompok masyarakat, mazhab, firqah, menjadi " sparing partner " bagi kelompk yang lain, untuk berlomba dalam kebaikan ( fastabiqul khairat ) bukan menjadi musuh dan lawan yang saling bermusuhan. Dengan wukuf, setiap kelompok berbagi tugas dalam membangun umat, bukan berebut mencari jamaah dengan menghina dan merendahkan kelompok yang lain. Wukuf adalah pertemuan tahunan yang dihadiri oleh utusan berbagai profesi , dan kelompok umat untuk menganalisa situasi umat dan menysuun langkah-langkah strategis dalam menghadapi tantangan masa depan. Inilah kekuatan haji, dan keutamaan wukuf sehingga dalam sebuah hadis rasulullah saw telah bersabda : “ Haji itu adalah Wukuf di Arafah ". ( hadis riwayat Muslim )&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;6. Muzdalifah : Persiapan menghadapi ancaman dan tantangan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dari prosesi wukuf maka umat islam harus dapat melihat apa saja tantangan baik secara internal maupun eksternal. Ancaman dan tantangan tersebut harus dihadapi dengan kekuatan lahir dan batin. Kekuatan jiwa dan batin dengan mendekatkan diri kepada Allah, melakukan qiyamul lain, bermunajat kepadaNya. Itulah sebabnya mengambil batu di Muzdalifah dilakukan di malam hari lewat tengah malam, bukan disiang hari. Setiap individu, seorang pemimpin dalam menghadapi tantangan dan problematikan kehidupan harus mendekatkan diri kepada Tuhan meminta pertolongan, petunjuk, dan kekuatan. Tetapi kekuatan batin harus diikuti dengan kekuatan lahir, yaitu mempergunakan senjata apapun yang mungkin dapat dipakai sesuai dengan bentuk tantangan dan serangan. Batu adalah melambangkan manusia harus berinisiatif mencari alat untuk melawan kekuatan lawan, baik dengan inovasi teknologi dan sistem. Serangan ekonomi,harus dilawan dengan kekua
